Pages

Kamis, 16 April 2015

[Resensi] Gifts of Love - Kado Cinta dalam Keajaiban Natal

Judul buku : Gifts of Love
Sub judul : Kado cinta
Penulis : Lisa Kleypas & Kay Hooper
Penerbit : Dastan Books
Penerjemah : Endang Sulistyowati
Penyunting : Mehong F. Purba
Genre : Historical romance
Tahun terbit : Juni 2013
Jumlah halaman : 356 halaman
Dimensi : 11 x 18 cm
Desain sampul : m.shuzue@yahoo.com
ISBN : 978-602-247-104-2





BLURB

Holiday Spirit
Countess of Ware berusaha menjodohkan kembali cucunya, Antonia, dengan Richard Allerton, Duke of Lyonshall. Richard diundang untuk merayakan Natal bersama di Wingate Castle. Pertunangan serta rencana pernikahan Antonia dan Richard sebelumnya telah gagal karena Antonia, dan hanya Antonia yang tahu mengapa dirinya membatalkan pernikahan itu. Di malam-malam bersalju menjelang Natal, Antonia dan Richard melihat pemunculan hantu-hantu yang mengungkapkan rahasia penghuni kastil di masa lalu, peristiwa tersebut mendekatkan kembali mereka berdua. Richard yang masih mencintai Antonia terus berusaha meluluhkan kembali hati Antonia, sementara itu Antonia merasa tak berdaya dengan perasaannya kepada Richard yang masih ada di hatinya.

Surrender
Jason Moran adalah orang kaya dan sukses dari hasil kerja kerasnya. Ia berusaha menaikkan statusnya dengan menikahi Laura Prescott, gadis keturunan bangsawan di Boston. Namun pernikahan tersebut seolah-olah tak bermakna. Jason merasa bahwa dirinya dinilai tidak pantas menikahi Laura, sementara Laura merasa Jason begitu dingin kepadanya. Laura bahkan berpikiran bahwa pernikahan mereka telah salah sejak awal. Namun, kesalahpahaman yang memuncak di antara mereka berdua mulai mencair ketika mereka mengikuti acara Natal keluarga Prescott. Mungkin segalanya belum terlambat bagi pernikahan mereka berdua.


RESENSI

Gifts of Love berisi dua novella dari dua penulis berbeda. Lisa Kleypas dan Kay Hooper.
Dalam Holiday Spirit yang ditulis Kay Hooper diceritakan bahwa Countess of Ware mengundang Richard Allerton ke pesta Natal pribadi keluarga mereka. Tentu saja tujuan utamanya adalah menjodohkan Richard kembali dengan cucunya, Antonia. Dua tahun lalu Antonia secara sepihak memutuskan pertunangannya dengan Richard dan menyimpan sendiri alasannya. Meski menjadi skandal, ia tetap teguh menolak berhubungan kembali dengan Richard. Tapi sang nenek dibantu oleh cuaca badai yang akan membuat mereka terpencil di Wingate Castle, telah menempatkan mereka berdua di sayap selatan kastil. Antonia mengira neneknya sengaja mengatur agar ia dan Richard hanya berdua di sayap selatan agar kisah cinta di antara mereka berdua timbul kembali. Ternyata ia salah. Sang Countess bukan hanya mengharap bantuan dari cuaca tapi juga dari hantu-hantu leluhur Antonia yang muncul di kamar Antonia dan Richard! Pada akhirnya, Antonia harus mengungkapkan alasan apa yang membuatnya memutuskan Richard dan mencoba menemukan kembali kepercayaannya terhadap Richard.

Kisah Surrender dimulai dengan kunjungan Jason Moran ke rumah teman kampusnya yang sama-sama kuliah di Harvard, Hale Prescott. Untuk pertama kalinya ia bertemu dengan Laura Prescott yang masih belia. Jason yang merupakan pria keturunan Irlandia memutuskan ia akan menikahi Laura Prescott untuk menaikkan status sosialnya. Saat Jason berhasil mewujudkannya, ia mengira Laura jijik padanya dan bersedia menikah hanya karena hartanya. Padahal Laura yang lugu, yang tak pernah mengenal pria sebelumnya, selalu takut membuat Jason marah. Sehingga dua bulan pernikahan mereka berjalan dengan kesalahpahaman. Hale yang menyadari ketidakberesan hubungan mereka terpaksa sedikit turut campur. Berbekal informasi dari Hale, Jason menemani Laura untuk mengikuti acara Natal keluarga Prescott. Di sana mereka saling menemukan kebenaran perasaan-perasaan mereka. Mengapa Laura bersedia menikah dengan Jason yang bukan bangsawan murni? Dan mengapa Jason begitu membenci darah Irlandia-nya? Yang pasti Lisa Kleypas tidak pernah mengecewakan dalam memberi ending yang manis.

Sebagai penggemar Lisa Kleypas saya kembali menemukan plot yang menarik dari Lisa. Setelah kecewa membaca Stranger in My Arms sebelumnya, saya kembali jatuh cinta pada hero dan heroine dalam novella ini. Saya suka sifat Laura yang berani dan tahu apa yang diinginkannya. Ia benar-benar cocok mendampingi Jason yang temperamental. Dialog mereka cerdas dan menarik, begitu hidup dan menghibur.

Untuk Holiday Spirit, ini pertama kalinya saya membaca karya Kay Hooper. Cukup menarik sebagai permulaan bahkan saya rasa plotnya mengalir dan membuat berdebar-debar. Hanya saja untuk novella yang bertema Natal, kesan natalnya masih kurang. Berbeda dengan Surrender milik Lisa Kleypas yang meskipun tokoh-tokohnya memiliki ketegangan, namun orang-orang di sekitar mereka begitu ceria dan bergembira dalam nuansa Natal.

Untuk desain sampul, saya suka. Warnanya begitu syahdu dan menggambarkan magisnya musim dingin. Tapi karena novel ini bertema Natal, saya rasa kecantikan sampulnya tidak pas dengan tema.

Penerjemahannya bagus tapi ada sedikit sekali typo.

"Aku tahu apa yang niatmu, dan aku tidak mau bercinta denganmu di atas salju." (Hal. 293)

Mungkin maksudnya 'apa niatmu' atau 'apa yang menjadi niatmu'.

Juga yang ini:

Laura melihat bahwa apa pun yang dugaan Jason tentang reaksinya, yang pasti bukan ini. (Hal. 305)

Kata 'yang' sekali lagi tidak tepat penulisannya.


TEBAR-TEBAR QUOTE


"Aku heran kenapa hantu memilih untuk berkeliaran saat cuaca sedang buruk. Dan kenapa tengah malam sepertinya menjadi waktu khusus mereka." (Hal. 51)

"Cinta adalah… tuan yang sangat menuntut." (Hal. 144)

"Lebih baik mengeluarkan amarah sekaligus dan menyelesaikannya." (Hal. 253)


3 bintang untuk Holiday Spirit dan 4 bintang untuk Surrender, jadi Gift of Love saya beri 3,5 bintang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar