Pages

Senin, 12 Oktober 2015

[Resensi: I Need You - Yoana Dianika] Cinta Yang Memberi Harapan dan Diharapkan


Judul buku: I Need You
Sub judul: I Just Can't Show You
Seri: L.O.V.E CYCLE #2
Penulis: Yoana Dianika
Editor: Nurul Hikmah & Widyawati Oktavia
Penyelaras Aksara: Ayuning
Desainer dan ilustrator sampul: Levina Lesmana
Ilustrator isi: Ida Bagus Gede Wiraga
Penerbit: Gagas Media
Tahun terbit: Mei 2015
Tebal buku: viii + 320 halaman
ISBN: 979-780-810-6
Available at: Bukupedia



BLURB

Ini kisah tentang harapan, yang seumpama layang-layang.
Jika kau tarik terlalu kuat, ia akan putus.
Jika kau biarkan terlalu longgar, ia akan lepas.

[Amalia]
Aku menyukaimu, apakah isyaratnya tak pernah terbaca?
Kau tak perlu menjadi pembaca pikiran untuk itu.
Terlalu nyata segala rasa yang ada untukmu.

Kau memintaku tak beranjak pergi,
tetapi mengapa kau tak ikut duduk di sini?
Aku telah tahu segala hal tentangmu—kecuali tentang perasaanmu.

[Ivan]
Bersamamu tak pernah kurasakan sepi.
Tanpamu, ada sesuatu yang hilang.
Namun, saat kau isyaratkan cinta,
mengapa tak kutemukan sesuatu yang menyala?

[Sev]
Benarkah harapan juga bisa kedaluwarsa?
Habis masanya ketika waktu memberimu jarak;
kepada cinta yang tak pernah kau ungkap.

Harapan,
sesuatu yang membuatmu mampu bertahan dalam keadaan tersulit sekalipun.
Beri ia isyarat—agar ia tak lagi tersesat.


RESENSI

Sekolah Amalia kedatangan murid baru yang langsung bikin heboh. Tentu saja karena si anak baru ini cakep dengan tampang kebule-bulean. Meski anak baru itu adik kelas, gosipnya tetap beredar di kelas Amal, kelas XI. Yang membuat kaget, cowok itu ternyata Ivan, teman masa kecil Amal yang dulu pergi tanpa pamit.
Ivan telah kembali. Kehadirannya menumbuhkan lagi getar-getar di hati Amal. Hari-hari Amal kembali dipenuhi dengan perhatian Ivan layaknya di masa lalu.
Sayangnya itu tak berlangsung lama. Amal menangkap sesuatu yang mencurigakan antara Ivan dan Izz, sahabat Amal. Binar di mata mereka nggak mungkin diabaikan Amal.
Untuk menghilangkan rasa galaunya, Amal mencoba mengalihkan perhatian ke twitter untuk memantau Sev, vokalis band The Dusk, yang sangat digilai Amal.
Tak disangka, Sev membalas mentionnya, mem-folback twitter Amal, dan bahkan tiba-tiba muncul di hadapan Amal untuk mengantar Amal yang kemalaman di acara Grebeg Suro Ponorogo karena ditinggal Ivan dan teman-temannya.
Hingga kemudian muncul kabar bahwa Ellen, gitaris The Dusk, memutuskan keluar dari band dan memaksa The Dusk menggelar audisi untuk mencari pengganti Ellen. Amal yang memang pintar bermain gitar dan mencipta lagu mengikuti audisi dan dinyatakan lolos.
Amal pun harus ke Jakarta meninggalkan Ponorogo selama libur semester. Selama masa karantina ia nggak bisa berhubungan dengan Ivan. Tapi Amal takut, jeda masa itu akan semakin merenggangkan hubungan mereka.
Akankah Amal lolos dan menjadi bagian dari The Dusk? Seberat apa perjuangannya hingga hari pengumuman? Apakah Ivan akan tetap bersamanya atau menggunakan kesempatan itu bersama Izz? Lalu mengapa Sev yang terkenal dingin dan dijuluki The King of Ice Kingdom itu sangat perhatian terhadap Amal?

-----------------

I Need You merupakan novel remaja dalam seri L.O.V.E. CYCLE dengan tema tahap PDKT terbitan GagasMedia. Meskipun tokohnya menggalau karena cinta, tapi kreatifitas dan positif act tokoh-tokohnya membuat saya salut. Galau boleh tapi prestasi jalan terus. Gitu. ^^

Saya suka konsep novel ini. Dari covernya yang sederhana dan cantik, ilustrasi di dalamnya yang keren, lirik lagu yang mendalam dan sekali lagi galau, juga bagaimana novel ini dibagi menjadi lima bagian besar.
Ada 1st Track - H.I.L.A.N.G yang menjadi awal pembuka kisah kedatangan Ivan kembali.
Kemudian 2nd Track - I Will Be Here yang menceritakan proses audisi Amal di Jakarta dan kedekatannya dengan para personel The Dusk. Terutama Adrian dan Sev.
Dilanjut dengan 3rd Track - Love Lies yang berisi sepulangnya Amal ke Ponorogo setelah audisi dan mendapati kenyataan yang menyedihkan.
Ada pula 4th Track - The Dusk dan Bonus Track - The Future yang menjadi akhir konflik dan memberi saya twist super duper tak terduga.
Jalinan kisahnya membuat saya nggak bisa berhenti dan terjerumus dalam perasaan yang teraduk-aduk.
Sebal setengah mati pada Ivan yang PHP banget, kasihan pada Amal yang banyak berharap, dan senyum-senyum dengan kesantaian Adrian. Ah, campur aduklah rasa buku ini. :)

Dalam I Need You, Yoana Dianika banyak sekali memberi informasi teknik-teknik bermain catur dan gitar, sehingga kegemaran dan profesi tokohnya nggak terasa hanya tempelan. Terasa benar-benar menguasai dan bagai telah mendarah daging.
Kota Ponorogo juga terasa hidup di dalam novel ini. Bukan sekedar setting tanpa napas, tapi ada kegiatan dan suasana yang terasa khas meski tanpa membubuhkan dialek dalam dialog.

I Need You dikisahkan dari sudut pandang orang pertama, yaitu Amalia yang bercerita sebagai aku. Namun saat kisah flashback ke masa kecil para tokohnya—yang diceritakan di awal beberapa bab—Yoana menggunakan sudut pandang orang ketiga.
Tokohnya memiliki karakter yang menonjol, dan memiliki ciri sendiri-sendiri. Yang jelas sih, Ivan si tuan ahli PHP-lah yang paling bikin gemas.
Sedangkan Amal, cewek bertalenta yang cuek ini sebenarnya punya karakter yang asyik. Girlpower banget.
Sampai tigaperempat novel saya masih bingung, Amal nanti akhirnya mau dipasangkan dengan siapa? Ivan? Dhamar? Sev? Atau justru Adrian?
Aih, pokoknya kalau saya sih, jelas #TimAdrian :))))
Andai saja Adrian dibikin cerita tersendiri, pasti keren. Adrian dalam novel ini jadi tokoh Adrian ketiga favorit saya setelah Adrian di Legenda Pelangi dan Adrian di telenovela Esmeralda. *lawas* :D

Yang mengganjal dalam benak saya dalam novel ini adalah bagaimana hubungan Amal dan Izz akhirnya? Apakah nggak ada penjelasan sama sekali dari Izz atau seenggaknya obrolan penyelesai masalah? Setelah kecelakaan di jurang itu kenapa nggak ada cerita Izz menjenguk Amal dan ngobrol dari hati ke hati? Padahal itu momen yang pas sebenarnya.

Sedikit typo dalam novel ini:

* …Kamu sudah punya pacar.?" --> …Kamu sudah punya pacar?" (hlm. 30)
* hadir --> Hadir (hlm. 36)
* bar-unya --> ba-runya (hlm. 36)
* followback" --> followback." (hlm. 107)
* …dan diunduh ke YouTube. --> …dan diunggah ke YouTube. (hlm. 158)
* pikirkanku --> pikiranku (hlm. 161)
* Sebelum mengunduh ke YouTube… --> Sebelum mengunggah ke YouTube… (hlm. 164)
* Liberia --> Liberica (hlm. 241)

Saya sangaaaat menyukai novel ini terlepas dari tokoh Ivan yang heartless, karena ada banyak hal positif dalam kisah cinta yang menarik ini.
Buat kalian yang mudah kena PHP atau malah tukang PHP, boleh banget baca novel ini. ^^


TEBAR-TEBAR QUOTE

Saat menyadari datangnya rasa suka, aku takut suatu saat kehilangan akan datang merenggutnya. (hlm. 31)

"Amal, aku tahu, kebencian pada akhirnya hanya akan melukai diri kita sendiri." (hlm. 120)

"Sebenarnya, orang-orang yang hanya bisa menyalahkan orang lain pasti akan tambah menderita. Aku kasihan kepada mereka. Orang yang mengerjai orang lain hanyalah orang lemah yang ingin memastikan bahwa dirinya sendiri tidak lemah." (hlm. 120)

Kenapa manusia tidak bisa menyukai orang lain dengan puas tanpa harus memikirkan saingan? (hlm. 123)

Mungkin, hidup itu pada dasarnya seperti permainan catur. Kalau sejak awal langkah yang diambil bagus, ke belakang pastinya juga akan mulus—walaupun terkadang menghadapi rintangan di tengah permainan. (hlm. 145)

"Amal, dengar. Terkadang, cinta memang tidak mudah diraih. Tapi, untuk cinta yang tidak mudah diraih itulah manusia rela berkorban." (hlm. 146)

"Hei, kita sudah pernah bertemu sekali. Pertemuan kedua sudah pasti jodoh." (hlm. 190)

"Amal, di dunia ini, nggak ada orang yang terlahir hanya untuk merasa bahagia. Tapi, bahagia itu pilihan. Bikankah masa depan adalah hal yang bisa kita buka dengan tangan kita sendiri?" (hlm. 206)

"Kamu pernah mendengar istilah ini, 'manusia menjadi kuat karena ingin ada yang dilindungi'?" (hlm. 273)

"Aku selalu berandai-andai, seumpama waktu cepat berlalu, pasti tidak ada celah pada kita untuk merasa rindu pada sesuatu." (hlm. 305)

"Mungkin, dia adalah satu-satunya yang bisa membuatku merasa abadi—karena dia akan menyembuhkan luka yang pernah membuatku kehilangan arah." (hlm. 315)

1 komentar:

  1. .bagus sekali, terimakasih telah memberi saya inspiransi untuk meresensi buku ini :)

    BalasHapus