Minggu, 17 April 2016

[Resensi] Devil in Winter - Lisa Kleypas


Judul buku: Romansa Pada Musim Dingin
Judul asli: Devil in Winter
Seri: Wallflowers #3
Penulis: Lisa Kleypas
Alih bahasa: Sisilia Kinanti G
Sampul dikerjakan oleh: Marcel A. W
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: Februari 2009
Tebal buku: 424 halaman
ISBN: 978-979-22-4345-1




BLURB

Evangeline Jenner, si wallflower gagap dan pemalu yang selalu meringkuk di sudut ruangan tiba-tiba saja muncul di ambang pintu Lord Sebastian St. Vincent tanpa pendamping. Dan lebih gilanya, gadis itu mengajukan penawaran yang paling mengejutkan: lamaran pernikahan!

Sebastian, sang aristokrat playboy yang terkenal bejat, mengagumi keberanian gadis itu. Dengan kondisi keuangan yang buruk, ia merasa lamaran itu akan menguntungkan satu sama lain mengingat Evie akan mewarisi kekayaan ayahnya dari klub judi terkenal di London.
Siapa sangka di balik sikap pemalunya, Evie ternyata bisa sangat keras kepala. Dan ketika ia berkeras untuk menjadikan pernikahan mereka hanya di atas kertas, tak ada yang bisa dilakukan Sebastian untuk meluluhkannya. Untuk pertama kali dalam hidupnya, Sebastian menemukan lawan sepadan.


RESENSI


Evangeline Jenner si gadis pemalu dan selalu bicara tergagap mengambil keputusan nekat. Evie merasa terdesak karena ayahnya sekarat, sementara keluarga ibunya berniat menikahkannya dengan sepupunya, Eustache. Maka dengan berani, Evie mendatangi kediaman Sebastian St. Vincent, seorang viscount muda yang beberapa hari sebelumnya menculik sahabat Evie, Lillian Bowman. Akibat usaha penculikan itu, Sebastian menghancurkan persahabatannya dengan Marcus, Earl of Westcliff. Usaha penculikan yang didorong keputusasaan karena ayah Sebastian terancam bangkrut. Sebastian harus menikahi gadis kaya dan mendapatkan mas kawin yang besar untuk memperbaiki keuangannya.
Mengetahui kondisi keuangan Sebastian yang kritis, Evie mengajukan sebuah tawaran pernikahan pada playboy flamboyan itu. Tanpa berpikir dua kali, Sebastian menerima tawaran itu, tahu bahwa Evie adalah pewaris tunggal dari klub judi Jenner, dan merasa sanggup memenuhi syarat yang diajukan Evie.
Seusai menikah dan mengendus-endus di penjuru klub judi milik ayah Evie, Sebastian menyadari ketertarikannya pada klub itu. Ia merombak total urusan klub judi, dan memecat biang kerugian klub. Namun masalah Sebastian bukan hanya itu saja, Sebastian yang selama ini sangat berpengalaman menghadapi wanita kali ini harus mengalami emosi tak pasti yang asing seperti yang dirasakannya pada Evie, gadis yang dibalik kegagapannya ternyata sangat keras kepala. Dan ketika seseorang mengincar nyawa Evie, tindakan yang diambil Sebastian benar-benar di luar dugaan orang-orang yang mengenalnya.

------------

Seri wallflowers berlanjut! Setelah Secret of A Summer Night dan It Happened One Autumn kini giliran Evie Jenner beraksi.
Cukup kaget juga awalnya dengan kenekatan Evie, nggak nyangka plot yang disiapkan bagi Evie ngetwist banget dengan karakter Evie yg ditampilkan di dua buku sebelumnya. Apalagi Evie yang pemalu dipasangkan dengan playboy yang nyebelin.

Konon, The Devil in Winter ini paliiing banyak jadi favorit pembaca Lisa Kleypas. Mungkin ini dikarenakan setiap perempuan pasti punya fantasi untuk bisa menaklukkan playboy dan membuatnya bertobat. *sotoy* XD
Atau jangan-jangan ini fantasi saya pribadi? Gyahahaha...
Yaah... tapi saya memang suka perkembangan cerita dalam novel ini. Beberapa adegan benar-benar menancap di kepala—tentunya selain adegan meja bilyard yang fenomenal—dan bikin iri.

Karakter Sebastian memang nyebelin di It Happened One Autumn, tapi di sini Sebastian begitu mudah dicintai. Alih-alih jadi playboy brengsek yang suka meremehkan, Sebastian justru kelihatan bertanggung jawab dan penuh perhatian. Detail kecil seperti menghangatkan kaki Evie itu romantis deh. Saya juga suka kedalaman emosi yang membuatnya ingin menjauhkan Evie.
Sebagai heroine, Evie memang bukan favorit saya. Tapi saya suka dengan tekadnya yang kuat dan kesabarannya menghadapi Sebastian. Sikapnya yang santai dan caranya memperlakukan Sebastian lama-lama membuat saya menyukainya. Meski pemalu, tapi Evie sungguh keras kepala dan cerdas.
Lalu yang saya suka tentu saja kemunculan Cam Rohan, tangan kanan ayah Evie yang kemudian jadi orang kepercayaan Sebastian. Dan yang nantinya bakal dibuat kisah sendiri dalam seri Keluarga Hathaway!
Cam ini hero favorit saya di antara semuaaaa hero Lisa Kleypas.

Devil in Winter mungkin menyajikan kisah klise tentang playboy yang bertekuk lutut pada satu wanita dan mempersembahkan hatinya untuk selamanya. Tapi... jalan ceritanya benar-benar asyik diikuti, emosi yang ditunjukkan kedua tokohnya kuat dan interaksinya menarik, adegan panasnya bisa mendidihkan segelas es campur, dan ikatan persahabatan dalam novel ini bikin haru. Apa pun keputusan sahabat, layak kita dukung, dan tentunya tentang memaafkan kesalahan seorang sahabat. Aaww... so sweet banget deh novel ini.
Setelah ini saya bakal lanjut baca dan mereview novel keempatnya, Scandal in Spring, jadi tetap ikuti blog ini yaa ;)

0 komentar:

Posting Komentar

 

Nurina mengeja kata Published @ 2014 by Ipietoon