Halo, sahabat-sahabat pengunjung blog Nurina Mengeja Kata. Ada nggak di antara sahabat yang sedang menanti hari pernikahan, atau menanti dilamar dengan kalimat "Menikahlah Denganku"?
Aih, jadi baper ya? ^^
Daripada baper, yuk ikuti rangkaian blogtour novel Menikahlah Denganku karya kak Annisa Andrie yang diawali di blog ini. Duduk yang manis dan jangan desak-desakan, ya. Baca dulu review dari saya sebelum menuju ke giveaway :))
Judul buku: Menikahlah Denganku
Penulis: Annisa Andrie
Penyunting: Pratiwi Utami & Noni Rosliyani
Perancang sampul: @labusiam
Penerbit: Bentang Pustaka
Tahun terbit: November 2014
Tebal buku: vi + 254 halaman
ISBN: 978-602-291-073-2
BLURB
Tubuhku lunglai seketika. Jari tanganku gemetar, detak jantungku semakin kencang. Di otakku, pikiran negatif itu terus berseliweran. Hanya satu harapanku, berita mengejutkan ini tidak akan mengacaukan rencana masa depanku bersama Satura.
Show must go on! You must be a strong woman, Jenna! ujarku berkali-kali di dalam hati.
Tapi nyatanya, seorang pria tidak selalu lebih kuat ketimbang wanita. Kenapa Satura memilih menyerah dan sengaja melupakan rencana pernikahan kami?
Aku tahu kamu masih mengingat semuanya, Satura. Atau, jangan-jangan, perempuan itu yang membuatmu menutup hati serta ingatan? Mungkinkah bukan aku lagi yang bisa membuatmu tertawa, tetapi dia?
Kini, hanya satu pintaku.
Seperti yang pernah kamu minta dulu padaku.
Menikahlah denganku ....
RESENSI
Jenna merasa bersemangat mempersiapkan pernikahannnya dengan Satura. Di benaknya terdapat banyak rencana untuk pesta pernikahan mereka yang unik dan bertema alam. Jenna ingin semua detailnya berbeda dari pesta-pesta pernikahan yang pernah ada.
Sayangnya, konsep "unik" itu ditolak orangtua Jenna yang menginginkan pesta pernikahan dilaksanakan sesuai prosesi dan adat Yogyakarta. Jenna gondok. Ia merasa sudah mengalah dalam hal masalah tanggal pernikahan. Hanya karena hitung-hitungan weton, ia tak bisa menikah di tanggal impiannya. Tapi untuk pesta, Jenna tetap bersikeras menggunakan idenya. Ia pun memutuskan akan mengurus pesta pernikahan impiannya sendiri dengan bantuan Satura dan Rigel, sahabatnya. Dengan tekad kuat ia dan Satura berniat membiayai sendiri pesta pernikahan mereka.
Untuk memenuhi biaya pernikahan, Satura dan Jenna semakin aktif menambah pundi-pundi uang mereka. Hingga Satura salah langkah. Keputusan kerjasama yang diambilnya berakibat fatal. Mencoba menghilangkan kekalutannya, Satura pun pergi memanjat tebing. Naas. Kali ini hati dan pikiran yang gemuruh berbuah kecelakaan dan membuatnya cacat.
Satura semakin terpuruk. Usaha Jenna untuk tetap di sisinya dan melanjutkan pernikahan mereka, ditepisnya. Maka tak salah jika Jenna selalu menggunakan bahu Rigel untuk bersandar. Untuk berkeluh. Untuk jadi kekuatannya. Tapi Jenna masih menyimpan cinta yang besar bagi Satura. Bagaimanapun keadaan Satura.
Berhasilkah Jenna menguatkan dan meyakinkan Satura akan masa depan mereka? Atau Jenna sendiri pun akhirnya goyah dan memilih Rigel? Bagaimana nasib gaun pengantin yang lama tergantung di lemarinya?
--------------
Menikahlah Denganku sempat membuat saya terkecoh. Ketika membaca blurb saya pikir saya akan dibawa masuk ke dalam cerita melalui sudut pandang orang pertama. Tapi ternyata salah. Novel ini menggunakan orang ketiga serba tahu sebagai sudut pandang. Jadi saya bisa menyelami perasaan Satura dan Rigel di samping perasaan Jenna si tokoh utama. Hal itu membuat emosi saya makin teraduk-aduk dan nyesek.
Bahkan saya sudah nyesek di halaman pertama. Diksi yang digunakan Annisa benar-benar puitis dan indah. Rangkaiannya langsung menyentuh emosi saya.
Sebagai novel wedding-lit, Menikahlah Denganku menonjolkan sisi ribetnya mengurus pernikahan. Saya diajak Jenna, Rigel dan Satura keliling-keliling Yogyakarta dan sekitarnya untuk menyiapkan pernak-pernik pesta pernikahan. Saya yang punya pengalaman menikah dengan sederhana pun dibuat takjub dengan "ribet" dan "bawel"-nya Jenna untuk pernik pestanya. Mulai dari undangan pernikahan yang harus beda dan bernuansa alam, souvenir yang antimainstream, hingga gaun pernikahan yang harus sempurna. Semua itu membuat saya geleng-geleng kepala.
Bahkan Jenna dan Satura berniat membiayai sendiri pesta pernikahan mereka, padahal tabungan mereka nggak mencukupi. Maka jadinya kalau orang jawa bilang terlalu "ngoyo". Memaksakan diri demi terpenuhi ambisinya.
Sebagai tokoh utama, Jenna benar-benar bikin saya pusing. Ambisinya untuk membuat pesta pernikahan yang beda membuat saya geregetan. Ambisi itu pula yang membawa urusan pernikahan ini di ambang kehancuran. Karena terlalu memaksakan diri, bersikeras membiayai pernikahan sendiri (yang sebenarnya di luar jangkauan tabungan mereka), akhirnya ketika Satura salah langkah dalam bisnis, hal itu membuat beban pikiran Satura.
Satura sendiri digambarkan sebagai pria pencinta alam bebas yang bisa dibilang kalem dan lembut. Lebih suka menyetujui usul Jenna dan seolah bersikap "asal Jenna senang". Itulah yang membuat "ledakan"-nya begitu hebat saat ia jatuh. Satura menganggap dirinya nggak akan mampu membahagiakan Jenna dengan kondisinya setelah kecelakaan di lokasi panjat tebing itu.
Saya sih lebih suka Rigel yang ceplas-ceplos dan terkadang alay. Kalau dianggapnya Jenna mulai ribet, Rigel tanpa ragu mengutarakannya. Saya lebih menyukai orang yang apa adanya seperti Rigel. Lebih membuat masalah jadi jelas.
Saya juga lebih menyukai chemistry Jenna dan Rigel yang akrab dan lugas daripada chemistry Jenna dan Satura yang walau menguarkan percik-percik romantisme tapi seperti menyimpan riak di baliknya.
Hal menarik dari novel Menikahlah Denganku adalah detail-detail pelengkap yang menyempurnakan cerita ini. Seperti, alat-alat yang digunakan untuk memanjat tebing, detail modifikasi mobil yang dilakukan bengkel Satura, detail pekerjaan Jenna dan Rigel sebagai videomaker untuk iklan, hingga detail pernik-pernik pernikahan Jenna. Detail ini membuat cerita makin terasa nyata.
Tapi mungkin lebih baik agar istilah-istilah modifikasi, perlengkapan naik gunung dan nukilan lirik diberi catatan kaki untuk menjelaskan artinya atau kegunaannya.
Tapi mungkin lebih baik agar istilah-istilah modifikasi, perlengkapan naik gunung dan nukilan lirik diberi catatan kaki untuk menjelaskan artinya atau kegunaannya.
Setting yang digunakan juga sangat detail. Padahal settingnya cukup beragam. Mulai dari Pantai Siung di Gunungkidul hingga ke Gunung Bawakaraeng di Makassar. Banyak sudut-sudut kota Yogyakarta yang disebutkan plus detail lengkapnya. Tapi... kenapa Gondomanan nggak ada di dalam novel ini padahal Ngeksigondo aja ada??? Kan Jenna bisa ke Gondomanan cari blangkon seusai dari Malioboro??? *protes* :p
Konflik novel ini dibangun perlahan dan bikin emosi saya naik-turun. Landasan konfliknya jelas dan matang. Dan semua konflik diselesaikan satu persatu hingga tiba di ending. Ending tak terduga yang manis banget. Saya rasa sih itu solusi terbaik, tanpa menjadikan Jenna sebagai "penjahat" nggak punya hati.
Menikahlah Denganku merupakan novel yang mengajak kita berpikir, seberapa penting arti pesta pernikahan. Sanggupkah kita menjalani bentangan tahun yang tak pasti setelah akad diucapkan. Tentang ambisi, tentang harapan yang menyala, padam, dan menyala lagi. Saya rekomendasikan novel ini bagi kalian, yang sedang bersiap menjelang dan membilang hari pernikahan dan juga bagi kalian, yang sedang mengharapkan jodoh yang dipinjam orang agar segera dikembalikan pada kalian :))
TEBAR-TEBAR QUOTE
Setipis apa pun, pernikahan akan melahirkan sekat antara seseorang yang menikah dengan kehidupan di luar rumah tangganya. Seseorang yang menikah akan memiliki garis teritori yang tegas dalam hidupnya. (hlm. 25)
Pada kenyataannya, sebuah masalah memang harus dihadapi dengan kesatria. Bukan malah ditinggal lari karena dia akan semakin kuat menjadi hantu pikiran yang ingin akal sehatku mati. (hlm. 138)
Tangguh bukan berarti tak menangis. (hlm. 164)
Bahwa hidup harus tetap berjalan, itu memang mutlak diperjuangkan. Sedikit saja terlena dengan keterpurukan, kita akan terseret arusnya, lalu tenggelam. (hlm. 175)
"Pesta sehari tak ada bandingannya dengan PR besar yang akan kamu dapat selama usia pernikahan bukan?" (hlm. 192)
*******************************
Nah, bagaimana seru, kan? Sekarang waktunya kita untuk GIVEAWAY!!! Bagi kalian yang ingin mengikuti kisah Jenna, Satura dan Rigel, Mbak Annisa akan memberikan satu eksemplar novel Menikahlah Denganku lho, lewat blog ini.
Syaratnya mudah saja kok:
1. Kalian adalah warga negara yang berdomisili dan memiliki alamat kirim di Indonesia.
2. Follow twitter @Annisasenja dan @KendengPanali
3. Share giveaway ini di akun twitter kalian dengan hashtag #MenikahlahDenganku dan jangan lupa mention akun kami berdua dan akun @bentangpustaka
4. Boleh follow blog ini via GFC atau email (optional)
5. Jawab pertanyaan berikut:
Jika kamu menikah, di mana lokasi foto prewedding impian kamu, dan konsep seperti apa yang kamu inginkan?
Tulis jawaban di kolom komentar dengan menyertakan nama, akun twitter dan alamat email.
6. Giveaway akan berlangsung selama satu pekan, dan akan berakhir pada tanggal 15 November pukul 23.59 WIB.
7. Selamat menjawab dan selamat berbaper ria :))))
----------------------GIVEAWAY WINNER-----------------
Sebelum mengakhiri dan mengumumkan pemenang blogtour ini, saya ingin mengucapkan terima kasih banyak untuk seluruh peserta giveaway yang luar biasa. Mimpi-mimpi dan harapan kalian semoga bisa terwujud di masanya nanti. Amin.
Dan satu orang yang beruntung pada giveaway kali ini adalaaaah:
----------------------GIVEAWAY WINNER-----------------
Sebelum mengakhiri dan mengumumkan pemenang blogtour ini, saya ingin mengucapkan terima kasih banyak untuk seluruh peserta giveaway yang luar biasa. Mimpi-mimpi dan harapan kalian semoga bisa terwujud di masanya nanti. Amin.
Dan satu orang yang beruntung pada giveaway kali ini adalaaaah:
Nama : Eka Sulistiana
Twitter : @ekasulistiana24
Selamaaaat! Jawabanmu berhasil memikat Satura KW :))) Saya tunggu data diri kamu di nurinawidiani84@gmail.com paling lambat 2x24 jam ya.
Bagi yang belum beruntung, jangan sedih karena blogtour masih akan berlanjut ke
kubikelromance.com (16-22 November 2015)
rizkymirgawati.blogspot.co.id (23-29 November 2015)

