Tampilkan postingan dengan label weddinglit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label weddinglit. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Agustus 2016

[Resensi] Perfect Wedding - Putu Felisia, Catz Link Tristan, Achi Narahashi

Judul: Perfect Wedding
Penulis: Putu Felisia, Catz Link Tristan, Achi Narahashi
Desainer kover: Chyntya Yanetha
Penerbit: Grasindo
Tahun terbit: Februari 2015
Tebal buku: 220 halaman
ISBN: 9786022518921



BLURB

Julia

“Kenapa kamu terima lamarannya?"
"Karena dia sesuai dengan gambamn pria ideal gang selalu kita impikan. Kaya, tampan, mapan, baik, dan tidak pernah terlihat menggandeng banyak pacar."
“Dia mengatakan perasaannya padamu?"
Aku kembali menggeleng.
“Dia pernah menciummu?"
"Dia pernah memelukku... Oh! Dan berpegangan tangan saat foto prewed."
"Astaga, J..."

Meisha

“Aku nggak tahu kenapa orang-orang masih ingin menikah. Mengetahui persiapannya saja sudah membuatku gila.""
“Serius, kamu benar-benar nggak tahu? Kamu perlu nikah karena kamu bisa ‘having fun' sepuasnya tanpa harus takut dosa!" well, mungkin itu salah satu keuntungan pernikahan.
Tapi menukarkan kebebasanku hanga untuk itu? Oh, tidak! Setidaknya aku memang, belum siap untuk itu.

Octa
"Sebenernya menikah itu untuk apa? Aku selalu berpikir, pernikaham itu hanya tanda tangan di atas kertas perjanjian. Laki-laki memberi nafkah. Perempuan melayani seumur hidupnya. Mungkin akan ada hal-hal lain di dalam perjanjian itu. Aku tak tahu, tapi... dengan semua yang terjadi, aku... "


RESENSI

Novel ini mempunyai konsep yang unik. Kisah tentang sebuah pernikahan yang dipandang dari tiga sisi yang berbeda oleh tiga wanita. Siapa bilang pernikahan adalah impian semua wanita, kadang ada beberapa wanita yang punya prinsip berbeda tentang pernikahan dan ada yang terbelenggu sebuah masa lalu sehingga gamang untuk melangkah ke dalam pernikahan. Dengan kover yang cantik minta ampun ini, tiga penulis: Putu Felisia, Catz Link Tristan dan Achi Narahashi merangkai tiga buah kisah.

Novel ini dawali dengan kisah tentang J atau Julia karya Catz Link Tristan. Dengan sudut pandang orang pertama yaitu dari sisi Julia, saya dijejali dengan keluh kesah si calon penganti wanita ini.
Kisahnya lumayan membosankan karena gaya bertuturnya lebih condong pada telling dan bukannya showing. Jadi saya pasrah-pasrah aja membaca uraian Julia tanpa bisa merasakan hal yang dirasakan si tokoh utama ini. Apalagi saya sama sekali nggak merasakan chemistry baik antara Julia dengan Dixon maupun Julia dengan Josh.
Detail pekerjaan tokohnya pun kurang jelas. Masak sih Julia sebagai sekretaris nggak ada kerjaan lain selain antar kopi, antar koran dan melamun? Ini sekretaris apa office girl?

Julia digambarkan sebagai karakter yang menyepelekan pernikahan. Bagi dia yang penting ada pria sempurna yang melamar, urusan cinta bisa dipupuk belakangan. Tapi, ternyata dia nggak berusaha untuk berkomunikasi. Saya jadi bertanya-tanya juga, umur Julia ini berapa sih? Kok masih kayak anak kecil. Ceroboh sih nggak masalah, tapi milih calon pasangan nikah kayak milih kue. Helloooo... ini perkara orang yang bakal menemani seumur hidup, lho. Main terima aja hanya karena ganteng, mapan dan baik.
Pesan yang disampaikan mama bagus tuh, bahwa untuk masuk ke hubungan pernikahan harus ada komunikasi. Saling menghargai juga.
Yang saya dapatkan di sini adalah seorang karakter utama perempuan yang belum matang pikirannya yang menganggap pernikahan hanyalah tentang persiapan pesta dan perayaan kemudian tergoda pria dari masa lalu, tapi menganggap dirinya bakal jadi istri yang sempurna. Tanpa mau menggali masa lalu, kecocokan dan rencana masa depan dengan pasangan. Huffft....

Kisah yang kedua adalah kisah Mei karya Achi Narahashi. Kisah ini pun menggunakan sudut pandang orang pertama, yaitu dari sisi Mei. Namun berbeda dengan kisah sebelumnya yang adegannya ditampilkan dalam narasi, di kisah ini lebih berimbang dalam hal narasi dan dialog. Meskipun dialog yang muncul adalah dialog yang terlihat nggak natural.
Mungkin karena keterbatasan halaman, tokoh utamanya jadi terlihat berusaha menonjolkan karakternya. Mei yang sexy, free and single. Yang biasa menaklukkan cowok-cowok namun tanpa landasan yang kuat. Apakah memang sifatnya begitu, ataukah itu hanya di permukaan saja, entahlah.
Dan yang saya sayangkan, karakter Mei yang playfull ini nggak kelihatan di kisah sebelumnya, atau di kisah J. Seolah Mei yang saya baca di sini bukanlah Mei yang ada di awal.
Lalu lagi-lagi konfliknya klise dan mudah ditebak. Eksekusinya lumayan sih, tapi flat saja bagi saya.

Yang terakhir adalah kisah Octa karya Putu Felisia. Bagi saya, ini kisah yang plotnya paling rapi dan karakter tokohnya lebih bulat. Cara bertuturnya enak dan pilihan katanya juga lebih kaya.
Saya suka bagaimana saya dibuat bertanya-tanya dan berusaha menggabungkan kepingan informasi yang diberikan sepotong demi sepotong dengan sabar oleh si penulis. Rasa putus asa dan kemandirian Octa tertangkap jelas oleh saya tanpa usaha berlebihan.
Bahkan cara Putu Felisia memainkan perasaan saya pun sangat stabil. Putu Felisia tetap berimbang memberi kesempatan pada kedua tokoh pria, hingga sampai lembar-lembar terakhir saya masih belum bisa menebak siapa yang akan dipilih Octa.
Karakternya penuh, emosinya kuat, chemistrynya bagus. Kisahnya dipekuat dengan narasi yang kaya informasi terutama budaya India. Adegan romantismenya dapet banget dan nggak kacangan.
Untunglah cerita ini adalah cerita penutup sehingga bisa menutup lubang kekecewaan saya yang sempat menganga karena dua kisah sebelumnya.

Senin, 09 November 2015

[Blogtour & Giveaway] Menikahlah Denganku - Annisa Andrie


Halo, sahabat-sahabat pengunjung blog Nurina Mengeja Kata. Ada nggak di antara sahabat yang sedang menanti hari pernikahan, atau menanti dilamar dengan kalimat "Menikahlah Denganku"?
Aih, jadi baper ya? ^^
Daripada baper, yuk ikuti rangkaian blogtour novel Menikahlah Denganku karya kak Annisa Andrie yang diawali di blog ini. Duduk yang manis dan jangan desak-desakan, ya. Baca dulu review dari saya sebelum menuju ke giveaway :))



Judul buku: Menikahlah Denganku
Penulis: Annisa Andrie
Penyunting: Pratiwi Utami & Noni Rosliyani
Perancang sampul: @labusiam
Penerbit: Bentang Pustaka
Tahun terbit: November 2014
Tebal buku: vi + 254 halaman
ISBN: 978-602-291-073-2



BLURB

Tubuhku lunglai seketika. Jari tanganku gemetar, detak jantungku semakin kencang. Di otakku, pikiran negatif itu terus berseliweran. Hanya satu harapanku, berita mengejutkan ini tidak akan mengacaukan rencana masa depanku bersama Satura.

Show must go on! You must be a strong woman, Jenna! ujarku berkali-kali di dalam hati.

Tapi nyatanya, seorang pria tidak selalu lebih kuat ketimbang wanita. Kenapa Satura memilih menyerah dan sengaja melupakan rencana pernikahan kami?

Aku tahu kamu masih mengingat semuanya, Satura. Atau, jangan-jangan, perempuan itu yang membuatmu menutup hati serta ingatan? Mungkinkah bukan aku lagi yang bisa membuatmu tertawa, tetapi dia?

Kini, hanya satu pintaku.
Seperti yang pernah kamu minta dulu padaku.
Menikahlah denganku ....

RESENSI

Jenna merasa bersemangat mempersiapkan pernikahannnya dengan Satura. Di benaknya terdapat banyak rencana untuk pesta pernikahan mereka yang unik dan bertema alam. Jenna ingin semua detailnya berbeda dari pesta-pesta pernikahan yang pernah ada.
Sayangnya, konsep "unik" itu ditolak orangtua Jenna yang menginginkan pesta pernikahan dilaksanakan sesuai prosesi dan adat Yogyakarta. Jenna gondok. Ia merasa sudah mengalah dalam hal masalah tanggal pernikahan. Hanya karena hitung-hitungan weton, ia tak bisa menikah di tanggal impiannya. Tapi untuk pesta, Jenna tetap bersikeras menggunakan idenya. Ia pun memutuskan akan mengurus pesta pernikahan impiannya sendiri dengan bantuan Satura dan Rigel, sahabatnya. Dengan tekad kuat ia dan Satura berniat membiayai sendiri pesta pernikahan mereka.
Untuk memenuhi biaya pernikahan, Satura dan Jenna semakin aktif menambah pundi-pundi uang mereka. Hingga Satura salah langkah. Keputusan kerjasama yang diambilnya berakibat fatal. Mencoba menghilangkan kekalutannya, Satura pun pergi memanjat tebing. Naas. Kali ini hati dan pikiran yang gemuruh berbuah kecelakaan dan membuatnya cacat.
Satura semakin terpuruk. Usaha Jenna untuk tetap di sisinya dan melanjutkan pernikahan mereka, ditepisnya. Maka tak salah jika Jenna selalu menggunakan bahu Rigel untuk bersandar. Untuk berkeluh. Untuk jadi kekuatannya. Tapi Jenna masih menyimpan cinta yang besar bagi Satura. Bagaimanapun keadaan Satura.
Berhasilkah Jenna menguatkan dan meyakinkan Satura akan masa depan mereka? Atau Jenna sendiri pun akhirnya goyah dan memilih Rigel? Bagaimana nasib gaun pengantin yang lama tergantung di lemarinya?

--------------

Menikahlah Denganku sempat membuat saya terkecoh. Ketika membaca blurb saya pikir saya akan dibawa masuk ke dalam cerita melalui sudut pandang orang pertama. Tapi ternyata salah. Novel ini menggunakan orang ketiga serba tahu sebagai sudut pandang. Jadi saya bisa menyelami perasaan Satura dan Rigel di samping perasaan Jenna si tokoh utama. Hal itu membuat emosi saya makin teraduk-aduk dan nyesek.
Bahkan saya sudah nyesek di halaman pertama. Diksi yang digunakan Annisa benar-benar puitis dan indah. Rangkaiannya langsung menyentuh emosi saya.

Sebagai novel wedding-lit, Menikahlah Denganku menonjolkan sisi ribetnya mengurus pernikahan. Saya diajak Jenna, Rigel dan Satura keliling-keliling Yogyakarta dan sekitarnya untuk menyiapkan pernak-pernik pesta pernikahan. Saya yang punya pengalaman menikah dengan sederhana pun dibuat takjub dengan "ribet" dan "bawel"-nya Jenna untuk pernik pestanya. Mulai dari undangan pernikahan yang harus beda dan bernuansa alam, souvenir yang antimainstream, hingga gaun pernikahan yang harus sempurna. Semua itu membuat saya geleng-geleng kepala.
Bahkan Jenna dan Satura berniat membiayai sendiri pesta pernikahan mereka, padahal tabungan mereka nggak mencukupi. Maka jadinya kalau orang jawa bilang terlalu "ngoyo". Memaksakan diri demi terpenuhi ambisinya.

Sebagai tokoh utama, Jenna benar-benar bikin saya pusing. Ambisinya untuk membuat pesta pernikahan yang beda membuat saya geregetan. Ambisi itu pula yang membawa urusan pernikahan ini di ambang kehancuran. Karena terlalu memaksakan diri, bersikeras membiayai pernikahan sendiri (yang sebenarnya di luar jangkauan tabungan mereka), akhirnya ketika Satura salah langkah dalam bisnis, hal itu membuat beban pikiran Satura.
Satura sendiri digambarkan sebagai pria pencinta alam bebas yang bisa dibilang kalem dan lembut. Lebih suka menyetujui usul Jenna dan seolah bersikap "asal Jenna senang". Itulah yang membuat "ledakan"-nya begitu hebat saat ia jatuh. Satura menganggap dirinya nggak akan mampu membahagiakan Jenna dengan kondisinya setelah kecelakaan di lokasi panjat tebing itu.
Saya sih lebih suka Rigel yang ceplas-ceplos dan terkadang alay. Kalau dianggapnya Jenna mulai ribet, Rigel tanpa ragu mengutarakannya. Saya lebih menyukai orang yang apa adanya seperti Rigel. Lebih membuat masalah jadi jelas.
Saya juga lebih menyukai chemistry Jenna dan Rigel yang akrab dan lugas daripada chemistry Jenna dan Satura yang walau menguarkan percik-percik romantisme tapi seperti menyimpan riak di baliknya.

Hal menarik dari novel Menikahlah Denganku adalah detail-detail pelengkap yang menyempurnakan cerita ini. Seperti, alat-alat yang digunakan untuk memanjat tebing, detail modifikasi mobil yang dilakukan bengkel Satura, detail pekerjaan Jenna dan Rigel sebagai videomaker untuk iklan, hingga detail pernik-pernik pernikahan Jenna. Detail ini membuat cerita makin terasa nyata.
Tapi mungkin lebih baik agar istilah-istilah modifikasi, perlengkapan naik gunung dan nukilan lirik diberi catatan kaki untuk menjelaskan artinya atau kegunaannya.

Setting yang digunakan juga sangat detail. Padahal settingnya cukup beragam. Mulai dari Pantai Siung di Gunungkidul hingga ke Gunung Bawakaraeng di Makassar. Banyak sudut-sudut kota Yogyakarta yang disebutkan plus detail lengkapnya. Tapi... kenapa Gondomanan nggak ada di dalam novel ini padahal Ngeksigondo aja ada??? Kan Jenna bisa ke Gondomanan cari blangkon seusai dari Malioboro??? *protes* :p

Konflik novel ini dibangun perlahan dan bikin emosi saya naik-turun. Landasan konfliknya jelas dan matang. Dan semua konflik diselesaikan satu persatu hingga tiba di ending. Ending tak terduga yang manis banget. Saya rasa sih itu solusi terbaik, tanpa menjadikan Jenna sebagai "penjahat" nggak punya hati.

Menikahlah Denganku merupakan novel yang mengajak kita berpikir, seberapa penting arti pesta pernikahan. Sanggupkah kita menjalani bentangan tahun yang tak pasti setelah akad diucapkan. Tentang ambisi, tentang harapan yang menyala, padam, dan menyala lagi. Saya rekomendasikan novel ini bagi kalian, yang sedang bersiap menjelang dan membilang hari pernikahan dan juga bagi kalian, yang sedang mengharapkan jodoh yang dipinjam orang agar segera dikembalikan pada kalian :))

TEBAR-TEBAR QUOTE

Setipis apa pun, pernikahan akan melahirkan sekat antara seseorang yang menikah dengan kehidupan di luar rumah tangganya. Seseorang yang menikah akan memiliki garis teritori yang tegas dalam hidupnya. (hlm. 25)

Pada kenyataannya, sebuah masalah memang harus dihadapi dengan kesatria. Bukan malah ditinggal lari karena dia akan semakin kuat menjadi hantu pikiran yang ingin akal sehatku mati. (hlm. 138)

Tangguh bukan berarti tak menangis. (hlm. 164)

Bahwa hidup harus tetap berjalan, itu memang mutlak diperjuangkan. Sedikit saja terlena dengan keterpurukan, kita akan terseret arusnya, lalu tenggelam. (hlm. 175)

"Pesta sehari tak ada bandingannya dengan PR besar yang akan kamu dapat selama usia pernikahan bukan?" (hlm. 192)

*******************************

Nah, bagaimana seru, kan? Sekarang waktunya kita untuk GIVEAWAY!!! Bagi kalian yang ingin mengikuti kisah Jenna, Satura dan Rigel, Mbak Annisa akan memberikan satu eksemplar novel Menikahlah Denganku lho, lewat blog ini.

Syaratnya mudah saja kok:

1. Kalian adalah warga negara yang berdomisili dan memiliki alamat kirim di Indonesia.
2. Follow twitter @Annisasenja dan @KendengPanali
3. Share giveaway ini di akun twitter kalian dengan hashtag #MenikahlahDenganku dan jangan lupa mention akun kami berdua dan akun @bentangpustaka
4. Boleh follow blog ini via GFC atau email (optional)
5. Jawab pertanyaan berikut:

Jika kamu menikah, di mana lokasi foto prewedding impian kamu, dan konsep seperti apa yang kamu inginkan?
Tulis jawaban di kolom komentar dengan menyertakan nama, akun twitter dan alamat email.
6. Giveaway akan berlangsung selama satu pekan, dan akan berakhir pada tanggal 15 November pukul 23.59 WIB.
7. Selamat menjawab dan selamat berbaper ria :))))

----------------------GIVEAWAY WINNER-----------------

Sebelum mengakhiri dan mengumumkan pemenang blogtour ini, saya ingin mengucapkan terima kasih banyak untuk seluruh peserta giveaway yang luar biasa. Mimpi-mimpi dan harapan kalian semoga bisa terwujud di masanya nanti. Amin.

Dan satu orang yang beruntung pada giveaway kali ini adalaaaah:


Nama : Eka Sulistiana
Twitter : @ekasulistiana24


Selamaaaat! Jawabanmu berhasil memikat Satura KW :))) Saya tunggu data diri kamu di nurinawidiani84@gmail.com paling lambat 2x24 jam ya.

Bagi yang belum beruntung, jangan sedih karena blogtour masih akan berlanjut ke
kubikelromance.com (16-22 November 2015)
rizkymirgawati.blogspot.co.id (23-29 November 2015)

Kamis, 09 Juli 2015

[Resensi: Jodoh untuk Naina - Nima Mumtaz] Keikhlasan Naina Menerima Perjodohan


Judul buku : Jodoh untuk Naina
Penulis : Nima Mumtaz
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tahun terbit : 27 April 2015
Tebal buku : 252 halaman
ISBN : 978-602-02-6348-9



BLURB

Jodoh untuk Naina, Abah yang pilih, Naina ikhlas.
Tapi, kenapa Abah pilih dia?
Dia yang punya masa lalu kelam.
Dia yang pernah diarak keliling kampung karena berzina.
Dia yang tidak sempurna.
Mengapa Abah begitu yakin dia mampu menjadi imam Naina?
Bagaimana Naina harus menjalani kehidupan rumah tangga bersama pria yang tidak dia sukai, bahkan sebelum akad nikah?
Apakah dia adalah jodoh untuk Naina?


RESENSI

Naina Humairah tak mampu menolak saat Abah menawarkan seorang pria untuk menjadi suaminya. Setelah Umi meninggal dan kakak-kakaknya menikah, Naina hanya hidup berdua dengan Abah. Ia sangat menyayangi Abah. Dan jika pernikahan Naina membuat Abah bahagia, Naina rela menjalaninya.
Namun betapa kaget Naina saat mengetahui bahwa calon suaminya adalah Rizal Ayyashi. Pria yang sepuluh tahun lalu pernah membuat skandal memalukan di kampung hingga membuat keluarga pria itu pindah ke Surabaya. Meski saat kejadian itu, Naina masih kecil tapi Naina sudah banyak mendengar berita yang simpang siur dari para tetangga. Bahwa Rizal tertangkap sedang berzina dengan perempuan bersuami.
Naina pun memasuki gerbang pernikahannya dengan ketidakikhlasan. Ia masih meragukan Rizal. Ia masih mencari-cari kekurangan Rizal. Walaupun perlakuan Rizal begitu lembut dan protektif padanya, hati Naina masih ragu. Apakah Rizal benar-benar telah bertobat?
Tapi siapa, sih, yang bisa bertahan dibombardir kelembutan dan godaan yang menyenangkan dari suami yang ganteng? Naina pun luluh. Ia menerima pernikahan dengan ikhlas dan mulai membuka hati untuk Rizal hingga hanya pria itu yang memenuhi harinya.
Dan cobaan pun datang. Latifah, perempuan yang pernah menjadi partner skandal Rizal ,kembali pulang ke kampung. Janda itu mencari Rizal untuk menjawab lamaran yang ditawarkan Rizal setahun yang lalu. Tanpa sengaja Naina mendengar Rizal bertanya pada Latifah apakah Latifah mau menjadi istri kedua. Naina limbung. Dunia seakan menggelap.
Sanggupkah Naina dimadu? Seberapa jauh tanggung jawab yang hendak dituntaskan Rizal? Benarkah Rizal akan membawa wanita kedua dalam kehidupan pernikahan mereka? Dan siapakah gadis berkerudung biru yang menjadi cinta terpendam Rizal?

--------

Saya penasaran dengan Nima Mumtaz sejak munculnya Akulah Arjuna. Sudah mengincar novel itu tapi sepertinya belum juga berjodoh. Dari gagal menang giveaway, stok kosong di toko buku, dan belum menemukan teman yang bisa meminjami :p
Hingga Jodoh untuk Naina terbit. Saya langsung tertarik dengan blurb-nya. Pikir saya, Naina si tokoh utama benar-benar hebat. Saya sendiri, yang nggak bakal mau menerima perjodohan dengan pasrah, tentunya mengagumi sosok yang bersedia menjalani perjodohan.

Temanya sungguh unik. Bukan hanya sekedar perjodohan, tapi perjodohan dengan pria yang memiliki masa lalu yang suram. Sebuah skandal perzinaan. Dosa yang teramat berat dari sisi agama.
Plotnya rapi dan begitu mengalir hingga saya tiba di bagian-bagian yang membuat saya meneteskan air mata. Pilihan diksi Nima meski simpel tapi mampu membuat terlarut. Terlebih karena novel ini menggunakan sudut pandang orang pertama, yaitu Naina, saya jadi ikut merasakan suasana hati Naina.

Karakter Naina tadinya saya rasa cukup menyebalkan di awal. Gemas banget waktu Naina setiap ditanya oleh Rizal jawabannya selalu terpatah-patah atau malah kadang cuma diam nggak berani ngomong. Tapi makin ke belakang makin ketahuan kalau Naina cerewet dan manja. Gaya ngomongnya ke Rizal yang manja dan merajuk itu rasanya lucu.
Untuk tokoh pria, saya yang biasanya mengidolakan cowok bad boy, kali ini luluh oleh Rizal. Aduh, Abah Miftah masih punya stok calon suami kayak Rizal nggak, sih? Sudah ganteng, santun, agamanya bagus, pintar, lembut, tapi bisa ngegombal juga. Haha.
Kepingin deh anak-anak saya kalau dewasa bisa kayak Rizal begitu ^^
Sayangnya fisik mereka kurang terdeskripsi dengan rinci.

Jodoh untuk Naina merupakan novel lini Le Mariage dari Elex Media kedua yang saya baca setelah Not A Perfect Wedding karya Asri Tahir.
Sebagai novel bertema pernikahan, Jodoh untuk Naina begitu kental nuansa islaminya. Mulai dari prosesi dan tata cara ijab qabul hingga keseharian para tokohnya.
Selain itu, hal yang saya sukai adalah unsur kebudayaan yang terangkat dalam hal adat pernikahan dan dialek beberapa tokoh yang digunakan. Terasa semakin memperkuat setting.

Dan yang membuat saya jatuh cinta adalah bonus epilognya. Aaah~ suka banget. Epic.

Radar saya hampir nggak menemukan typo di dalam novel ini:

sampai di rumah, kami pun dia tak berubah. --> sampai di rumah kami pun, dia tak berubah. ( hlm. 98)
makhlukmu --> makhluk-Mu (hlm. 214)

Novel ini memberi banyak pelajaran. Tentang kepatuhan, cara memperlakukan orangtua, cara berumah tangga yang sakinah mawadah warohmah dan tentang keikhlasan.
Saya beri 5 bintang untuk Jodoh untuk Naina.


TEBAR-TEBAR QUOTE

"Tak ada waktu yang terlalu cepat atau terlalu lambat untuk masalah jodoh. Dia akan datang kapan pun dia mau. Karena Allah telah menuliskannya dalam garis takdirmu." (hlm. 2)

"Kamu selalu punya pilihan, Naina." (hlm. 22)

Aku memang selalu punya pilihan, tapi aku juga memilih untuk membahagiakan Abah, apa pun yang terjadi. (hlm. 22)

"Naina, tidak ada harta bersama dalam pernikahan. Yang ada hanya harta suami dan harta istri. Suami punya kewajiban memenuhi semua kebutuhan rumah tangga juga kebutuhan istrinya, sedang harta istri bebas dibelanjakan semau istri. Itulah kenapa Abang berikan semuanya. Karena Abang mau, Naina yang atur. Karena Abang mau, Nai tahu berapa penghasilanku dan berapa pengeluaran kita. Jadi, nanti kalau kamu minta dibeliin mobil mewah atau liburan ke luar negeri sebulan sekali, Nai bisa tahu kalau Abang belum mampu." (hlm. 56)

"Enak, ya, punya istri, ada yang cemberutin." (hlm. 59)

Aku ingin membencimu. Begitu ingin. Aku ingin mengutuk semua keragu-raguanmu namun yang kulakukan hanya memberi maaf padamu. (hlm. 213)

Ya rabb,
Maaf jika aku mencinta makhlukmu terlalu sungguh. Maaf jika aku merindu makhluk-Mu dengan segenap rindu yang kupunya. Tapi aku tak sanggup menahan ini, ya Allah. Aku terlalu mencinta, aku amat sangat merindu. 
Allahku, tolong jaga dia dalam lindungan-Mu. Jaga dia dalam kasih sayangmu. Jaga hatinya agar selalu dalam lingkup rahmatmu. (hlm. 214)

Minggu, 17 Mei 2015

[Resensi: Not A Perfect Wedding by Asri Tahir] Manisnya Cinta Di Balik Permainan Takdir


Judul buku : Not A Perfect Wedding
Penulis : Asri Tahir
Editor : Afrianty P. Pardede
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tebal buku : 297 halaman
Tahun terbit : Mei 2015
ISBN : 978-602-02-5897-3






BLURB


Raina Winatama
Di hari pernikahanku, aku kehilangan mempelaiku. Bukan karena dia melarikan diri. Tapi dia pergi untuk selamanya.


Prakarsa Dwi Rahardi
Di hari pernikahanku, aku kehilangan mempelaiku. Bukan karena dia melarikan diri. Tapi aku harus pergi untuk selamanya.

Pramudya Eka Rahardi
Di hari pernikahan adikku, aku harus menjadi mempelai laki-laki. Menjalankan sebuah pernikahan yang harusnya dilakukan oleh adikku, Prakarsa Dwi Rahardi.



RESENSI

Satu hari menjelang hari pernikahannya, Raka menjemput sang kakak di bandara. Entah bagaimana, Raka berhasil membujuk sang kakak yang telah menetap di London selama 7 tahun, untuk pulang ke tanah air dan menghadiri pesta pernikahan Raka dan Raina.
Sayangnya setelah mengantar Pram ke rumah, Raka yang pergi lagi untuk mengurusi pengisi acara pernikahannya mengalami kecelakaan.
Raka kritis. Saat berada dalam hidup dan mati itulah dia mengajukan sebuah permintaan yang dirasa mustahil bagi Pram. Raka ingin Pram menggantikannya untuk menjaga Raina. Raka meminta Pram untuk menikahi Raina.
Raina yang tidak tahu menahu bahwa Raka meninggal -meski dia tahu Raka mengalami kecelakaan- merasa bahagia di hari pernikahannya. Namun betapa bingungnya dia saat dari tempatnya menanti, dia mendengar pria yang mengucapkan ijab qabul bukanlah Raka, tapi Pramudya Eka Rahardi.
Dan bergulirlah pernikahan yang terjadi akibat permainan takdir antara Pram dan Raina. Pram jatuh bangun menjaga janjinya kepada Raka. Susah payah dia bersabar terhadap Raina yang masih terpukul dan berduka.
Hingga Pram menyadari bahwa keinginannya untuk menjaga Raina bukan hanya demi Raka tapi juga demi dirinya sendiri. Namun, dia harus membuka rahasia masa lalunya terlebih dulu. Mengenai Sashi, cinta masa lalu yang membuatnya kabur ke London.
Akankah Raina bisa menerima pernikahan mereka? Apa yang akan terjadi pada pernikahan mereka saat Sashi muncul? Siapa yang akan Pram pilih?


Not A Perfect Wedding merupakan novel debut Asri Tahir melalui lini Le Mariage dari Elex Media Komputindo. Meskipun sebelumnya Asri telah menuliskan cerita ini melalui Wattpad dan telah dibaca ribuan readers.
Wajar saja karena Not A Perfect Wedding menyajikan kisah yang luar biasa. Idenya sangat menarik dengan jalinan cerita yang menimbulkan rasa penasaran. Dengan alur maju, Not A Perfect Wedding membawa pembaca terharu-biru mengikuti perjalanan pernikahan Raina dan Pram.

Saya suka kontrasnya karakter pria dan wanitanya. Pram begitu dewasa dan tidak egois dibanding Raina yang kekanakan dan manja. Ini jadi mengingatkan kepada hubungan saya dan suami. Hehe~
Raina sendiri walau di awal sulit menerima takdir, tapi makin ke belakang dia makin tegar, makin tangguh meski mudah bimbang.
Beberapa tokoh sampingan pun punya porsi yang pas untuk ikut ambil bagian. Bahkan konflik yang dialami kakak-kakak Raina dapat memberi jeda napas bagi pembaca dari konflik yang dialami sang tokoh utama.

Desain sampulnya cantik dengan warna favorit saya: biru. Terlihat sederhana tapi memikat dengan puluhan kupu-kupu yang beterbangan dan gaun pengantin yang anggun. Favorit banget deh!

Sayangnya masih banyak typo yang bertebaran dalam novel ini. Kesalahan tanda baca semacam peletakan tanda petik, tanda koma dan tanda titik juga masih banyak.

clucth --> clutch (hal. 5)
daritadi --> dari tadi (hal. 19)
pernikahan sama aku dan Pram --> pernikahan aku dan Pram (hal. 89)
saat meninggalkan Pram meninggalkannya --> saat Pram meninggalkannya (hal. 101)
dia lucu --> dia merasa lucu (hal. 167)
pram --> Pram (hal. 178)
Semua --> semua (hal. 179)
kakakknya --> kakaknya (hal. 206)
masih --> masa (hal. 211)
tidak alasan --> tidak ada alasan (hal. 255)
smester --> semester (hal. 269)
di duga --> diduga (hal. 274)
dres --> dress (hal. 276)
belalu --> berlalu (hal. 283)
digenggamannya --> di genggamannya (hal. 283)
di tatapnya --> ditatapnya (hal. 283)
dia diberikan --> dia berikan (hal. 285)

Tapi keseluruhan ceritanya begitu manis. Sebagai novel debut, Not A Perfect Wedding adalah karya yang menjanjikan. Saya sudah tidak sabar menunggu karya-karya Asri Tahir yang lainnya.
4 bintang saya berikan untuk Not A Perfect Wedding.



TEBAR-TEBAR QUOTE

"Atas nama takdir, terkadang manusia bersembunyi dengan rasa takutnya. Menyalahkan keadaan sebagai rasa pelariannya. Untuk mereka yang percaya takdir, sang sutradara selalu menyimpan kisah manis untukmu, meski dengan cara berliku." (hal. ix)

"If you think you are that though, then prove it." (hal. 52)

"Pernikahan bukan tentang cara kamu bersikap kepadaku, Pram. Tapi tentang sebuah pondasi yang kuat untuk menjalaninya." (hal. 123)

"Karena membuka masa lalu sama dengan membuka luka lama…" (hal. 129)

"Cukup Raka yang menyerahkanmu padaku. Tapi tidak denganku, Rain. Segala sesuatu yang menjadi milikku, akan selalu kupertahankan." (hal. 176)

"Menghilangkan rasa sakit itu bukan dengan menciptakan rasa sakit yang baru. Yang kita perlukan adalah menghadapinya." (hal. 178)

Tidak ada kebahagiaan yan instan itu memang benar, karena sejatinya harus ada pengorbanan dari tiap kebahagiaan." (hal. 195)

"Itulah salah perempuan, kasih kesempatan untuk laki-laki menaklukkan kalian. Buat mereka penasaran. Iya kan, Pasha?" (hal. 209)

"No… it's your past. Dan aku nggak punya hak untuk meminta kamu melupakannya." (hal. 240)

 

Nurina mengeja kata Published @ 2014 by Ipietoon