Tampilkan postingan dengan label Kate Hardy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kate Hardy. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Oktober 2016

[Resensi] The Spanish Consultant's Baby - Kate Hardy

Judul buku: Cinta Sang Konsulen Spanyol
Judul asli: The Spanish Consultant's Baby
Penulis: Kate Hardy
Alih bahasa: Juliana Tan
Sampul dikerjakan oleh: Marcel A. W
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: Januari 2012
Tebal buku: 264 halaman
ISBN: 978-979-22-7982-5



BLURB

Sejak pertemuan pertama, dr. Ramón Martínez—konsulen tamu dari Spanyol—tertarik pada Jennifer Jacobs. Wanita itu cekatan dan penuh perhatian pada anak-anak. Benar-benar cocok menjadi suster kepala di bagian pediatri Bradley Memorial Hospital.

Tetapi Jennifer langsung menjaga jarak jika berhubungan dengan pria, terutama Ramón. Jadi ia melakukan pendekatan berbeda, meminta wanita itu membantunya mengenal kota baru tempatnya ditugaskan.

Dengan waktunya yang terbatas sebagai dokter tamu, Ramón pun berusaha keras membuat Jennifer percaya bahwa dia bukan sekadar kekasih di masa liburan. 


RESENSI

Kedatangan Ramon Martinez, seorang konsulen dari Spanyol, membuat Jennifer Jacobs sedikit was-was. Apalagi ketika sang dokter menampakkan rasa ketertarikannya pada Jennifer secara terang-terangan. Ramon mengingatkan Jennifer pada sosok Andrew, mantan suaminya yang penuntut dan selalu merendahkannya. Jennifer enggak jatuh ke lubang yang sama. Apalagi Ramon hanya bertugas di rumah sakit tempat Jennifer bekerja, selama beberapa bulan saja. Jennifer sama sekali tak tertarik hanya menjadi selingan.
Namun kegigihan Ramon akhirnya melelehkan Jennifer juga. Dengan bujuk rayu dan sikap super gentleman, Ramon berhasil menjadi kekasih Jennifer. Namun, benarkah akhir bahagia adalah milik mereka? Bagaimana jika seorang adik yang angkuh datang dan menjatuhkan bom tepat di hadapan Jennifer? Sanggupkah ia bertahan?

--------------------

Kate Hardy merupakan salah satu penulis Harlequin favorit saya. Cara bertuturnya nggak pernah gagal membuat saya terhanyut dan premisnya selalu menarik. Dan kali ini, lagi-lagi saya dibuat jatuh cinta pada karyanya.

Siapa bilang Harlequin hanya menyajikan roman-roman picisan dengan adegan yang klise dan cheesy. Polanya memang sama, kadang juga sulit diterima nalar. Tapi selama isi ceritanya membuat pembaca menutup buku dengan kebahagiaan dan kepuasan, saya anggap di situlah keberhasilan sebuah novel romance. Tapi toh Kate Hardy memang nggak pernah membuat tulisan yang biasa-biasa saja. Kali ini Kate Hardy menghadirkan dunia kedokteran sebagai latar novelnya. Sebuah medical romance yang berisi dan menyentuh.

Konflik utamanya ada dalam diri sang heroine, Jennifer Jacob. Masa lalunya membuat dia menutup diri dari pria yang hadir ke dalam hidupnya. Terutama jika pria tersebut begitu mirip dengan mantan suaminya dan mengingatkan Jennifer pada kenangan pahit di masa lalu. Kekerasan dalam rumah tangga memang bukan melulu urusan fisik, kata-kata yang melecehkan, atau pasangan yang terlalu mendikte dan mengekang juga termasuk dalam bentuk kekerasan rumah tangga. Sayangnya banyak wanita yang masih terjebak dalam kekerasan semacam ini dan Jennifer adalah salah satunya. Dibutuhkan waktu yang panjang untuk membangkitkan kepercayaan dirinya, dan sungguh sulit membuatnya kembali membuka hati. Ketakutan, kecemasan dan keraguan Jennifer bisa saya pahami dan membuat saya menyayanginya. Apalagi melihat dia begitu penuh kasih kepada pasien dan staffnya.
Di sisi lain Ramon merupakan sosok yang menjadi penyeimbang yang ideal bagi Jennifer. Pria yang gigih, lembut, sedikit licik tapi dia benar-benar tahu apa yang dia mau. Sungguh menyenangkan melihat interaksi kedua tokoh ini, terutama ketika mereka bahu-membahu memberi penjelasan pada keluarga pasien dan berusaha menenangkan kepanikan mereka.
Apalagi ketika hubungan mereka mulai meningkat dan mereka resmi jadi sepasang kekasih. Aww... manis banget deh. Sungguh chemistry yang seru dan menarik. Bukan hanya antara hero dan heroinenya saja, tapi juga antara Jennifer dan para pasien. Benar-benar cair dan menakjubkan.
Untuk konflik pemuncaknya barulah saya mulai merasa ini sedikit klise. Lagu lama. Tapi, saya penasaran juga bagaimana Kate Hardy akan mengeksekusinya. Sayang endingnya nampak mudah dan nggak sepadan dengan perjuangan Ramon-Jennifer sepanjang kisah dan kehadiran adik Ramon yang bagai bom di siang bolong.
Namun saya tetap puas kok. Endingnya manis dan romantis. Saya pun bisa menutup buku ini dengan bahagia.

Di dalam Cinta Sang Konsulen Spanyol banyak sekali istilah penyakit yang nggak pernah saya dengar. Tapi pembaca jangan khawatir nggak mudeng dengan nama penyakit dan istilah kedokteran yang tersebar dalam novel ini, karena semua dijelaskan dengan sejelas-jelasnya oleh duet Ramon-Jennifer. Mulai dari penyebab, akibat, efek, hingg cara penanganan dan penyembuhan, semua lengkap dipaparkan. Jadi sambil menikmati kisah cinta antara sang konsulen dan sang suster, pembaca juga disuguhi pengetahuan baru.

Secara keseluruhan, saya menyukai The Spanish Consultant's Baby ini. Ada banyak kekuatan yang bisa saya temukan di dalamnya. Tentang kerelaan seseorang untuk membuka hati lagi, tentang berdamai dengan masa lalu dan keberanian untuk melangkah, menyambut kebahagiaan yang baru. Setidaknya sebagai novel Harlequin yang biasanya cukup ringan dan fun, kali ini The Spanish Consultant's Baby memberikan kisah yang lumayan berbobot. Sebuah medical romance yang hangat dan manis. Saya rekomendasikan novel ini buat kalian yang menggemari kisah cinta berlatar dunia kedokteran.

Jumat, 26 Februari 2016

[Resensi: Cinta Tak Terduga - Kate Hardy] Ketika Sang Pengacara Jatuh Cinta pada Nona Bohemian


Judul buku: Cinta Tak Terduga
Judul asli: Mistress on Trial
Penulis: Kate Hardy
Alih bahasa: Regalia Sariputra
Desain sampul: Marcel A.W.
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: Desember 2015
Tebal buku: 264 halaman
ISBN: 978-602-03-2437-1





BLURB

Leo Ballantyne tidak memercayai si wanita urakan, Rose Carter. Baginya, Rose salah satu orang yang menyesatkan adik perempuannya. Biasanya Leo takkan sudi berurusan apa pun dengan Rose. Tapi, karena keponakan tersayangnya dititipkan kepada wanita pembawa masalah itu, Leo pun harus sering menghabiskan waktu bersamanya.

Seiring waktu berjalan, Leo menyadari betapa cerdas dan menawannya Rose. Tapi, kepribadian mereka bertolak belakang. Dunia Rose pun begitu berbeda dari dunia Leo. Sanggupkah mereka menemukan jalan untuk menjalin kasih di tengah perbedaan yang begitu mencolok?


RESENSI

Leo Ballantyne tak pernah menyukai Rose Carter, sahabat adik bungsunya. Leo menganggap Rose membawa pengaruh buruk bagi Sara, adiknya. Rose mendukung Sara untuk berhenti kuliah ketika Sara hamil, dan Rose juga pernah didakwa gara-gara mencuri barang. Rose membuat Leo jengkel karena pakaian Rose yang bergaya bohemian, gaya hidup Rose yang kacau dan karena Rose selalu mampu membangkitkan hasrat Leo.
Maka ketika Sara berlibur dan menitipkan putrinya, Daisy, kepada Rose, Leo merasa perlu untuk bertindak. Ia datang untuk mengawasi selama Rose mengasuh keponakannya. Namun, semakin lama mereka bersama dan berdebat, Leo sadar bahwa ia salah. Rose wanita cerdas, mandiri dan teratur. Dan Rose luar biasa menggairahkan hingga Leo tak mampu lagi berpura-pura membenci Rose.
Sayangnya kehidupan mereka sangat bertolak belakang, apalagi Leo sedang berusaha memantapkan karier pengacaranya dan ingin menjadi QC termuda seperti kakeknya. Salah memilih pasangan, yang tak bisa diterima dunia pengacara dan koleganya, bisa-bisa membuatnya tersingkir dan lama mendapat promosi.
Bisakah Leo memilih antara tetap mencintai Rose dan menghentikan ambisinya menjadi QC atau ia akan meninggalkan Rose dan lebih memilih kariernya?

--------------

Baru sekali ini saya mencicipi karya Kate Hardy dan langsung suka. Saya sampai merasa kesal pada diri sendiri kenapa selama ini nggak pernah melirik penulis yang satu ini dan mencoba membaca salah satu karyanya. Tapi, sungguh, Mistress on Trial benar-benar cerita yang manis.

Novel ini berkisah tentang dua orang yang saling berlawanan sifat, Leo yang kaku dan penuh tanggung jawab dengan Rose yang berjiwa bebas. Namun ketertarikan di antara mereka begitu kuat. Sehingga ketika mereka akhirnya bersama mereka harus memutuskan untuk berkompromi atau melepaskan cinta sejati.
Hohooo saya paling suka cerita seperti ini. Memang klise dari segi premis, tapi cara bertutur Kate Hardy benar-benar mengaduk perasaan.
Terutama karena penulis nggak segan-segan menuliskan dengan detail perasaan tokoh pria. Betapa Leo tertekan setengah mati oleh rasa mendamba. Duh, benar-benar bikin meleleh.

Bersetting di London, novel ini menampakkan sisi lain dari kota megah itu. Karena Rose berjualan di pasar, seru rasanya mengikuti aktivitas Rose.
Sedangkan sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang orang ketiga, bergantian dari sisi Leo dan Rose. Yang saya sukai tentu saja karena sudut pandang Leo porsinya hampir sama besar dengan porsi Rose.

Saya suka penokohannya yang kontras dan mudah memicu konflik. Namun toh kekontrasan itu hanya dalam hal pekerjaan dan berbusana. Nyatanya Leo dan Rose punya prinsip yang sama dalam menangani Daisy dan punya pandangan ke depan yang kurang lebih mirip.
Leo kaku dan penuh tanggung jawab, tapi juga mudah mengucapkan kata-kata romantis. Leo selalu bisa meluluhkan saya dengan kata-katanya yang tepat dan manis.
Sementara Rose wanita yang keren. Menyukai hal-hal berbau vintage dan percaya dirinya tinggi. Saya paling suka ketika dia datang ke pesta amal para pengacara dengan busana yang antimainstream, yang berbeda dengan busana yang dipakai para pengacara. Haha~ keren!
Saya juga suka interaksi antar keduanya, bagaimana mereka saling memengaruhi dan membuat perubahan yang baik. Chemistry-nya oke banget.

Konfliknya cenderung datar dan mudah diselesaikan, namun dikemas dengan apik dan rapi. Sedari awal saya yakin Leo akan mengambil keputusan yang tepat dan nggak memperpanjang drama.
Sementara untuk adegan panasnya cukup sensual dan bikin panas dingin. Haha...

Penerjemahannya bagus, minim typo dan enak dibaca. Sayangnya saya nggak sreg dengan penerjemahan judul. Jadi menghilangkan esensi Mistress on Trial-nya. Tapi saya suka kavernya, saya memang nggak suka dengan kaver yang menampakkan wajah, tapi saya suka pakaian yang dikenakan wanita dalam kaver. Keren.

Overall saya suka novel ini. Ringan, menghibur dan maniiiis banget. Lika-liku kisah percintaan antara pengacara kaku dan pedagang pasar yang membuat mereka menyadari arti berkompromi. Recommended deh.
 

Nurina mengeja kata Published @ 2014 by Ipietoon