Senin, 07 Maret 2016

[Blogtour: Giveaway + Review] Complicated Thing Called Love - Irene Dyah


Judul: Complicated Thing Called Love
Penulis: Irene Dyah
Editor: Dini Novita Sari
Desain sampul: Orkha Creative
Foto: Budi Nur Mukmin & Irene Dyah Respati
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: 2016
Tebal buku: 256 halaman
ISBN: 978-602-03-2557-6





BLURB

Awalnya, alur cerita ini sedikit membingungkan. Tak jelas mana hulu mana muara. Tapi jangan menyerah. Percayalah, ada titik ketika semua puzzle itu bertemu. Seperti cinta.
Kalau Garin Nugroho punya Cinta dalam Sepotong Roti, maka Nabila punya "Cinta (Monyet) dalam Sepotong Pisang". Organik. Gadis yang biasanya patuh itu kali ini memilih berontak: tetap pacaran meski dilarang. Bisa ditebak, kisahnya berakhir dan monyet bernama Bayu itu harus diusir.
Lalu hadir Bagas, pria sempurna pilihan ibunda. Semua jadi teelihat mudah bagi Nabila. Sayang, Bayu belum betul-betul pergi dari hatinya. Duh, bagaimana bisa Nabila memilih di antara Bagas si calon suami idaman dan Bayu yang bengal dan bikin deg-degan? Dan kenapa Nabila mesti berguru pada kisah cinta para sahabatnya?
Sebabnya satu: cinta memang repot!


RESENSI

Nabila ragu bukan main saat harus meninggalkan Tokyo dan pulang kampung ke Jogja. Apalagi kalau bukan karena masalah hati dan perasaan. Di hadapannya sudah ada Bagas, calon suami pilihan ibunya, yang to good to be true. Bagas santun, mapan dan begitu sayang pada Nabila. Tapi di hati Nabila selamanya hanya ada Bayu, mantan pacarnya saat SMA. Bayu yang bengal, Bayu yang berbeda 180° dari Nabila, Bayu yang tidak disetujui ibu.
Meski telah mengakhiri hubungan dengan Bayu bertahun-tahun silam, tetap saja waktu tak bisa membuat Nabila lupa akan perasaannya. Nabila terjebak dalam cinta monyetnya dan enggan diselamatkan. Itu sebabnya ia ragu menikah dengan Bagas.
Bahkan meski telah berguru pada kisah cinta keempat sahabatnya–Sora, Aalika, Dewi dan Dania–Nabila tetap ragu.
Hingga akhirnya ia memilih mundur dari Bagas dan kembali pada Bayu.
Tapi tepatkah keputusannya? Benarkah pernikahan harus selalu melibatkan cinta? Atau justru kita hanya perlu bersandar pada logika?

---------------

Complicated Thing Called Love adalah buku ketiga Irene Dyah yang saya baca, dan jujur saya baru benar-benar jatuh cinta pada tulisan Irene sejak membaca Wheels and Heels. Gaya berceritanya yang lincah dan kadang kocak sungguh enak dibaca.

Complicated Thing Called Love memang nggak sekocak Wheels and Heels tapi sanggup membuat saya lebih jatuh cinta lagi. Betapa tidak, saya diperkenalkan pada karakter-karakter yang penuh warna dan nggak seragam.
Let's see, setidaknya ada sebelas karakter yang muncul dalam novel ini dan saya jatuh cinta pada semuanya. Catat. Semuanya!

Jadi mari kita kupas satu-persatu karakter favorit saya di sini :)
Pertama saya berkenalan dengan Sora dan Langit. Sora adalah sang "Ibu Kos" apartemen yang dihuni Nabila yang cerdas (otaknya ada sekitar delapan!), tegas, bijak dan selalu bisa mengambil keputusan bahkan di waktu yang singkat. Pertemuannya dengan Langit di Verona berasa romantiiiis dan kocak. Berapa banyak sih cowok yang di awal kenalan udah menghubungkan nama kita dengan bintang bokep? Haha.
Well, tanpa Sora yang efisien dan bijak mungkin Nabila akan selalu terombang-ambing nggak jelas.
Yang kedua ada Aalika yang gampang baper dan terkadang nggak logis. Tapi semangatnya gampang menular dan rasa setia kawannya tinggi. Saya antara setuju dan nggak setuju terhadap hubungan gelap Aalika dan Rain, tapi toh saya meleleh juga dengan email singkat mereka di penghujung cerita.
Yang ketiga ada Dania yang merasa rendah diri karena suaminya nggak sekalipun memujinya cantik. Apalagi karena di masa kecil ia sering diejek karena kulitnya yang gelap. Tapi Dania setia, pemegang komitmen yang teguh, lembut dan selalu ingin membahagiakan orang-orang di sekitarnya.
Yang keempat ada Dewi yang logis dan teoritis. Rada drama juga sih sama suaminya, Dewa. Tapi saya suka dengan teorinya:

"Kalau aku, aku akan menyuruhmu menikah dengan pria yang sangat menyayangimu. Urusan hati pasangan kan tak bisa kita kontrol. Jadi pilih saja orang yang sudah pasti mencintaimu. Nah, urusan hati kita, kan kita yang akan mengendalikan. Toh sebetulnya, cinta bisa dipelajari, bisa dibangun, bisa diisi ulang." (hlm. 139)

Sementara Dewa, suami Dewi duuh adem. Sabar gitu ya menghadapi emosi Dewi, dan yang penting punya usaha untuk memperbaiki hubungan mereka.

Sekarang mari ke tokoh utamanya: Nabila, Bagas dan Bayu. Nabila ini lucu, sedikit-sedikit mewek dan lumayan manja padahal anak tunggal. Pintar dan penurut. Mantu idaman deh bagi saya yang punya anak cowok gini. Kkk~
Sama halnya Bagas yang mantuable banget. Bagas ini ganteng, sopan, baik, rajin beribadah. Good guy banget deh. Gampang meleleh deh sama sikapnya yang tenang dan perhatian.
Sementara Bayu adalah tipe badboy-nya. Dari SMA udah kelihatan bengal dan memang pesona "Rhoma Irama dipadu Adam Levine"-nya itu pastilah yang bikin Bayu sulit ditolak. Wkwkwk~

Kenapa saya ngobrolin karakter panjang lebar begini? Itu karena saya jenis pembaca yang paling suka dengan kekuatan karakter dan interaksi para tokoh dalam sebuah buku. Dan menurut saya Irene Dyah ini jago banget bikin karakter yang beda-beda dan nancep di kepala. Chemistry-nya pun oke banget. Nyambung dan klik.
Dan saya paling suka dengan kentalnya persahabatan yang selalu mewarnai novel-novel Irene Dyah. Selalu ramai tapi hangat.

Sedangkan untuk setting, saya suka karena Irene Dyah bukan hanya mendeskripsikan detail lokasi tapi juga selalu membubuhkan suasana yang menyertai setiap tempat-tempat indah itu. Sehingga latarnya bukan hanya sekedar indah tapi juga terasa semakin kuat.

Membaca novel yang beralur maju mundur ini bagai mengumpulkan dan menyatukan kepingan puzzle. Karena bahkan saat hari H pernikahan pun saya masih nggak tahu dengan siapa Nabila menikah, dengan Bagas atau dengan Bayu karena ternyata kedua pria ini punya inisial nama yang sama! Good job Irene, pinter banget mempermainkan rasa ingin tahu pembaca. Bahkan di detik terakhir saat tiba di ending cerita saya pun sempat melongo: A...apa ini... maksudnya???
Hahaha...

Overall, saya suka dengan Complicated Thing Called Love. Dan saya setuju cinta memang repot. Senangnya kalau jadi Sora yang nggak pernah ragu mengambil keputusan, tapi justru mengambil langkah yang salah pun kadang ada hikmahnya.


-----------GIVEAWAY TIME-------------



Nah bagi kalian yang ingin merasakan kegalauan Nabila memilih dua pria dan merasakan hangatnya persahabatan lima sekawan ini, saya punya satu eksemplar Complicated Thing Called Love buat kamu yang beruntung.

Caranya gampang seperti biasa:

1. Peserta adalah warga negara Indonesia atau memiliki alamat pengiriman di Indonesia.
2. Follow akun twitter @KendengPanali @aikairin dan share giveaway ini ke medsos dengan hashtag #GACTCL dan jangan lupa mention akun kami berdua
3. Kalian boleh memfollow blog saya via email atau GFC (optional)
4. Jawab pertanyaan di bawah ini di kolom komentar dengan menuliskan Nama, akun twitter dan alamat email, kemudian share juga jawaban kamu di twitter dengan hashtag #GACTCL dan mention akun kami. Jika jawaban cukup panjang kalian bisa memecahnya jadi beberapa twit atau dengan screenprint ;)

Di antara keempat sahabat Nabila yang saya tulis dalam review, mana yang paling cocok jadi sahabatmu? Dan apa alasannya?

5. Giveaway akan berlangsung selama sepekan dan akan saya tutup tanggal  12 Maret 2016 pukul 23.59 WIB.
6. Yang terakhir, good luck yaa :))


----------UPDATE----------

Haiii akhirnya berakhir juga blogtour Complicated Thing Called Love di blog saya. Terima kasih untuk seluruh peserta yang sudah seru-seruan bareng di giveaway kali ini. Kalian keren!!!
Nah sekarang saya akan mengumumkan satu orang yang beruntung mendapatkan novel Complicated Thing Called Love. Dan pemenangnya adalaaaaaah...

Wardahtuljannah
@bungaoktober_

Selamaaaat yaa. Saya tunggu data diri dan alamat kamu via email nurinawidiani84(at)gmail(dot)com paling lambat 2x24 jam.

Bagi yang belum beruntung jangan khawatir blogtour Complicated Thing Called masih akan berlanjut di kubikelromance.com so.. buruan ikutan :)

33 komentar:

Fitra Aulianty mengatakan...

Anak tunggal emang manja kak :D lebih manja dari anak bungsu

desty mengatakan...

Nama : Desty
Akun twitter : @destinugrainy
Email : destinugrainy@gmail.com

Jawaban:
Kayaknya saya bakal cocok sama Sora. Simply karena dia tegas dan bijaksana. Efisien dan romantis. Pasti bakalan nyambung deh sama saya.

Weni Syahfitri mengatakan...

Nama: Wika Agustina
Twitter: @agstnwika
Email: wikaagustina22@yahoo.com

Saya pilih Aalika karena satu alasan, setia kawan yg tinggi. Entah kenapa saya selalu mengagungkan seseorang yg memiliki rasa setia kawan yang sangat tinggi. Saya selalu luluh dan cepat menyayangi seseorang yang selalu ada dan selalu setia berada di samping saya apapaun dan bagaimanapun situasi dan kondisi saya. Selain itu Aalika juga tipe yang baper, 11 12 sama saya. Jadi kalau saya punya sahabat seperti Aalika, setidaknya akan ada momen dimana kami saling berbaperan dan itu pasti bakal unik plus aneh juga. Hehe^^

Alvina Vanila mengatakan...

Nama : alvina
Email : orybun @ gmail.com
Twitter : @alvina13
Saya kayaknya bakal suka sama Dania, mungkin bakal belajar satu dua hal perihal rumah tangga ke dia. Kayaknya sih dia sabar gitu ya, dan siapa sih yang ngga mau selalu dibahagiakan kalau deket deket dia? X)

Arie Pradianita mengatakan...

Nama: Arie E. Pradianita
Twitter: @APradianita
e-Mail: ariepradianita@gmail.com

DEWI yang paling cocok jadi sahabat saya, karena:

KARAKTER Dewi sama dengan karakter saya, jadi saya pasti akan merasa nyaman memiliki sahabat seperti Dewi.. :)
Karakter Dewi:

1. LOGIS.
Dewi yang berkarakter logis akan memikirkan apa alasan terjadinya sebuah kesalahan dengan otaknya. Dewi akan menyelesaikannya dengan solusi, bukan dengan menunjuk pelaku kesalahan. Dewi yang logis akan menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi disekitarnya, namun orang yang tidak logis selalu berharap lingkungan yang menyesuaikan diri dengan dirinya..

2. TEORITIS.
Dewi yang teoritis akan sanggup membaca buku yang dengannya lupa segala hal; lupa makan, lupa minum, lupa pacar. Tahan untuk tidak tidur ketika "bermesraan" dengan aksara dan angka dalam buku bacaannya. Dewi yang memiliki karakter teoritis cenderung pendiam dan selalu merenung dengan sesuatu yang terjadi. Pribadinya selalu melankolis dan kaku.

3. AGAK DRAMA TERHADAP DEWA.
Sesungguhnya istri seperti Dewi adalah sesosok makhluk yang tidak harus mendatangkan rasa “terancam” bagi Dewa. Memang karakter drama Dewi agak menjengkelkan Dewa, Dewa hanya harus mencoba mengerti dan memahami Dewi.

4. EMOSIONAL.
Memang menghadapi Dewi yang emosional bukan hal yang mudah. Kemarahan adalah emosi, sama seperti kebahagiaan, kesedihan, rasa bersalah, atau rasa takut. Mengarungi kehidupan berkeluarga bukanlah sesuatu yang mudah. Perlu banyak kesabaran. Dewa harus memahami dua kepribadian yang berbeda, dua manusia yang berbeda hidup bersama. Tidak mungkin, Dewi akan berpikir dengan cara yang sama dengan Dewa. Suka dan tidak suka tidak akan pernah sama. Akan ada situasi menjengkelkan. Namun keberhasilan pernikahan terletak pada bagaimana Dewa "men-setting" dirinya untuk dapat mengatasi situasi ini.

Teori yang dikemukakan Dewi di bawah ini mencerminkan karakternya yang logis, teoritis, agak drama terhadap Dewa dan emosional:

"Kalau aku, aku akan menyuruhmu menikah dengan pria yang sangat menyayangimu. Urusan hati pasangan kan tak bisa kita kontrol. Jadi pilih saja orang yang sudah pasti mencintaimu. Nah, urusan hati kita, kan kita yang akan mengendalikan. Toh sebetulnya, cinta bisa dipelajari, bisa dibangun, bisa diisi ulang." (hlm. 139)

Dah mengatakan...

Wardah
@bungaoktober_
sepuluh.cokelat@gmail.com

Di antara keempat sahabat Nabila yang saya tulis dalam review, mana yang paling cocok jadi sahabatmu? Dan apa alasannya?

Let's see....
- Dewi
Logis, teoritis, ratu drama. Hm. Mirip-mirip saya (kecuali bagian ratu dramanya sih). Meski kayaknya bakal klop tapi saya khawatir justru malah bakal sering gebuk-gebukan karena punya logika yang beda. Coret dari daftar.

- Dania
Rendah diri, setia, selalu ingin membahagiakan orang di sekitarnya. OH SAYA SUKA BANGET POIN TERAKHIR! Saya pun selalu berusaha gitu. Kayaknya bakal punya kecocokan saya sama Dania. Tapi..... mungkin saya nggak bakal tahan sama sifat rendah dirinya. Iya sih saya kadang inferior juga, semua manusia pun gitu. Tapi kayaknya saya bakal sering ngomel ke dia gegera ketidakpercayaan dirinya. Makanya daripada Dania makin nggak pede, saya coret dari daftar.

- Aalika
Gampang baper, nggak logis, semangatan(?), dan setia kawan. Well, saya udah punya sahabat yang mirip-mirip Aalika gini. Cukup satu aja deh punya sahabat yang suka baper tapi setia kawanan. Nggak perlu banyak-banyak, ntar capek sendiri. :" Jadi coret Aalika.

- Sora
Cerdas, tegas, bijak, dan bisa mengambil keputusan. Woho~ Tipe karakter cewek yang bakal saya suka banget ini. Dan kalau bisa pilih sahabat, saya mau sahabat kayak Sora. Habis di antara sahabat saya, saya yang sering dapat jatah "menentukan keputusan". Nah, kalau ada Sora, saya pikir saya bisa melepas tanggung jawab itu dan memberikannya pada Sora. HWAHAHAHAAA. *evil smirk* Yah, paling nggak saya bakal dapat teman berbagi pertimbangan, kan? Jadi, saya pilih Sora!

Btw, ngomongin sahabat gini jadi kangen kumpul sama sahabat-sahabat saya hikshiks. Kapan ya bisa kumpul lagi....

Eka Sasie mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Eka Sasie mengatakan...

Nama: Eka Sasining Putri
Akun twitter: @cha_ichie
e-mail: ekasasining@gmail.com
Jawaban: Seandainya Bayu juga sahabat Nabila, aku pasti langsung pilih dia. Namun dari empat orang sahabat sebenarnya Nabila, kupikir yang cocok denganku adalah Sora. Bagi diriku yang sering ceroboh, pelupa, dan moody-an, sosok Sora bisa jadi penetralisir yang ampuh. Kami bisa menjadi komplotan yang sempurna.
Sementara itu, tiga sahabat lain Nabila justru seolah menjadi pecahan diriku sendiri. Yang gampang baper, yang sering merasa rendah diri, dan yang selalu berpikir logis dan teoritis. Aku membayangkan bagaimana aku bersahabat dengan orang yang nyaris serupa denganku, dan itu menyenangkan, tapi seperti yang sudah kunyatakan, Sora 'cocok' menjadi sahabatku.
Omong-omong, Sora dan Langit memang serasi. Dalam bahasa Jepang, Sora bermakna 'langit' juga. Itu di luar nama aktris film biru yang juga punya nama yang sama :)

nafilah izzah mengatakan...

Nama : Nafilah
Twiter : Naafilahizzah
Email : nafilah26izzah@gmail.com
Ans :

Menurut saya diantara keempat sahabat Nabila, yang cocok dengan saya adalah 'DANIA'. Mengapa saya memilih Dania? bukannya Sora yang bersikap lebih bijak, atau Alika yang mempunya rasa setia kawan yang tinggi, juga Dewi yang memiliki sifat logis dan teoritis?

Saya memilih Dania karena, saya membutuhkan seorang sahabat yang selain setia, juga yang bisa berpegang teguh pada komitmen, sehingga disaat saya mengalami dilema besar, dialah yang bisa membantu saya memegang teguh pendirian saya, tanpa harus merakan penyesalan dalam mengambil keputusan itu.
saya juga memerlukan orang yang lembut, karena jujur saya orang yang gampang sakit hati, tetapi tidak pernah membicarakannya pada siapapun termasuk orangtua saya, garis bawahi'tetapi'ya! karena dia orang yang lembut, jadi saya bisa mempertimbangkan kembali untuk menceritakan segala permasalahan saya sama dia.
dan yang terakhir karena sifatnya yang ingin membahagiakan orang disekitarnya, selain sifat introvert ... saya memiliki sifat yang pesimistic haha xD, jadi saya memerlukan sahabat yang mampu membaca ekspresi saya, entah itu sedang senang, sedih, gugup dan sebagainya. dan orang seperti dia yang mampu membuat saya seketika melupakan sifat pesimis akut saya ;)

Afif Rohman mengatakan...

Nama: Afif Rohman
Twitter: @_Afif_Rohman
Email: rohmanafif212@gmail.com

Di antara keempat sahabat Nabila yang saya tulis dalam review, mana yang paling cocok jadi sahabatmu? Dan apa alasannya?

Jawaban: saya sepertinya lebih cocok bersahabat dengan orang seperti Dania. Alasannya simpel! Karna saya tertarik dengan kepribadiannya yang selalu rendah diri. Dan itu yang membuat saya merasa nyaman bersahabat dengan dia dan ingin selalu melindunginya.

Seperti yang mbak tulis dalam review di atas. Orang-orang seperti Dania biasanya punya jiwa setia, loyal, pemegang komitmen yang teguh, lembut dan selalu ingin membahagiakan orang-orang di sekitarnya. Dan itu adalah ciri-ciri sahabat yang baik. Juga istri yang baik.

Diddy Syaputra mengatakan...

Nama: Didi Syaputra
Twitter: @DiddySyaputra
Email: syaputradiddy@gmail.com

Jujur saja, memilih sahabat memang kadang sulit banget yah ;D. Tapi di antara keempat sahabat Nabila ini dua di antaranya sudah bisa di blacklist sih; Dania dan Dewi karna sederhana saja, sudah gak cocok lagi buat dijadiin teman terlebih sahabat, semua punya suami, berasa kejebak di antara Emak-Emak di Arisan Brondong ding ;D.

Lalu untuk Aalika - yang baper(an) dan kadang gak logis. Tapi punya semangat dan kesetiakawanan yang luarbiasa yang sekilas sangat pas dengan kepribadianku, sebab aku juga gak jarang seringkali baper(an) pun gak logis kalau
sudah kepepet yah jadi berasa punya teman senasib gak sepenanggungan, namun yang paling membuatku tertarik kesetiakawanan dan semangatnya, karna jaman sekarang sulit banget nyari sahabat yang begini, adanya cuma setia saat senangnya doang kalau sudah sedihnya yah langsung ditinggalin, semangatnya juga kalau lagi ada maunya. Akan tetapi meski Aalika ini cukup menarik untuk dijadikan sahabat, namun sepertinya hatiku lebih memilih kamu. Ya, kamu. Kamu - SORA. Sebab selain single (Karna aku mudah jatuh cinta sama sahabat | Sora sama Langit belum jadian kan ya???! ;D), sosok sahabat seperti Sora inilah yang telah kuidam-idamkan sejak lama, punya karakter mengayomi juga cerdas, tegas, bijak serta efisien dalam mengambil keputusan yang bahkan dalam waktu singkat. Dan dari sudut pandang manapun Sora akan lebih terlihat dewasa di segala bidang yang mungkin saja efek dari yang dituakan alias Ibu Kos, namun yang pasti bagiku Sora hanya menyandang status itu sebagai pemilik Apartemen bukan ibu-ibu ;D. Juga dia memang punya sisi kedewasaan dalam kepribadiaannya. Maka gak dapat dipungkiri sosok Sora adalah sosok sahabat idaman, bisa dijadikan tempat berbagi saat memanggul beban, tempat tertawa saat menyandang kebahagiaan, pun lainnya yang pasti sosok Sora is real freind for me.

nunaalia 79 mengatakan...

Nama: Aulia
Twitter: @nunaalia
Email: auliyati.online@gmail.com

Jawaban:
Aku suka dengan karakter Sora yg cerdas, tegas, bijak dan selalu bisa mengambil keputusan bahkan di waktu yang singkat. Tipe orang yg optimis. Karakter orang yg banyak positifnya seperti ini dapat memberikan pengaruh yg baik buatku.
Karena itu Sora paling cocok jadi sahabatku. :)

Ratna Sari mengatakan...

Nama : Ratna Sari
Twitter: @nAshari3
Email : nasharie88@gmail.com

Jawaban:
Aaaakkkk susah kaaakkk :(
Kenapa semua sahabat Nabila, karakternya mirip dengan semua sahabat sayaaa :(

1. Sora, ini mirip bgt dgn sahabat saya yaitu Emak Ririn,yang tegas, bijak, dan romantis. Dia juga berusia lebih tua, sehingga dipanggil dgn sebutan "emak"

2. Aalika, ini Vyza (@Vy_za), gampang baper apalagi kalo kita lagi ngomongin tentang cinta, sanking bapernya kadang nggak logis & suka nekat, tapi dia setia kawan banget.

3. Dania, mirip bgt dgn karakternya Echie (@dessifumi01), yang selalu merasa rendah diri (kalau Dania gak pernah memuji dirinya, kalo echie mah pacarnya) xixixi...Tapi dia setia, sanking setianya sering diselingkuhin oleh mantan-mantannya (upz). Dia juga lembut dan selalu ingin membahagiakan orang-orang di sekitarnya (hadeuh.. kalo dia tau, bisa geer bgt nih)

4. Dewi, yang logis dan teoritis, ini saya bangggeettt. Rada drama juga sih, apalagi kalo lg sensi & PMS. hahaha...

So, saya memilih semua sahabatnya Nabila menjadi sahabat saya juga kak :D (Maafkan) Karena persahabatan itu terdiri dari beberapa karakter yang berbeda, tetapi saling menghargai satu sama lain. Ini yang terpenting.

Mudah-mudahan kak nurina & kak Irene suka jawaban saya. Makasi sudah diberi kesempatan untuk ikutan give away novelnya. wish me luck :)

Dian Maharani mengatakan...

Nama: Dian Maharani
Akun Twitter: @realdianmrani93
Email: dianmaharani833@yahoo.com

Sora.
Kenapa? Mungkin sama seperti peserta lain, Sora yang cerdas, tegas, bijak dan selalu bisa mengambil keputusan bahkan di waktu yang singkat sangat cocok dijadikan sahabat. Walaupun cerdas /pede dikit gpp ya ^^v/ aku nggak bisa selalu tegas pada seseorang, karena selalu menimbang perasaan ini dan itu. Dalam hal mengambil keputusan pun begitu. Jangankan dalam waktu singkat, dalam waktu seminggu aja masih galau harus ngasih keputusan apa. Ya, karena itu tadi, terlalu baper, bawa perasaan terus :| /namanya juga cewek hihihi/ Yahh, jadi aku menginginkan sosok sahabat seperti Sora, yang bisa membantuku untuk bisa tegas dan mengajariku mengambil keputusan, walau ujungnya keputusan itu tidak sesuai harapan.
Ehh, selain alasan itu, setelah membaca nama 'Sora' pada review di atas, sosok yang muncul pertama kali dipikiran ku adalah Kang Sora, artis Korea Selatan. Sifatnya itu pun cocok dengan sifat Kang Sora saat membintangi film 'Sunny', tegas, bijak, dan mampu mengambil keputusan. Setelah menonton film itu, aku selalu ingin mengenal sosok Sunny yang diperankan oleh Kang Sora. Apakah Sora yang ini ada hubungannya dengan Sora yang itu? Pokoknya, aku mau sahabatan sama Sora <3 /lope lope/

Hikmawati Cahyaning Tyas mengatakan...

Hai kak, ikutan giveaway-nya yaaa...

Nama : Hikmawati Cahyaning Tyas
Twitter : @tyashc
Email : tyashc@gmail.com

Dari keempat sahabat Nabila yang cocok jadi sahabatku mungkin sosok Aalika. Karakter Aalika yang mirip denganku, yang kadang suka baper-an akan klop denganku. Selain itu Aalika punya semangat yang gampang menular dan setia kawan. Pasti asyik punya sahabat seperti Aalika.

Wish me luck :)

Pida Alandrian mengatakan...

Nama : Pida Alandrian
Twitter : @PidaAlandrian92
Email : shafrida.alandrian@gmail.com

Di antara keempat sahabat Nabila yang saya tulis dalam review, mana yang paling cocok jadi sahabatmu? Dan apa alasannya?

> Aku paling cocok dengan ke empat2 nya. Dan kalau bisa aku akan memilih empat2 nya.
Karena bagiku sosok sahabat seperti Sora, Dewi, Dania dan Aalika ini sangat melengkapi satu sama lainnya. Walaupun di tiap karakter mereka memiliki sisi yang kurang, tp itulah sosok sahabat sebenarnya menurutku. Tidak ada sahabat yang sempurna seperti kemauan kita. Justru di kekurangannya itulah yang menjadi daya tarik sosok sahabat yang kita cari. Itu menurutku.

Kalau di suruh pilih aku akan memilih sosok sahabat seperti Dewi. Walaupun penuh dengan drama dan teoritis juga logis di dlm hidupnya.
Tapi menurutku itu bagus. Karena jika ada kesalahan atau dlm mengambil keputusan Dewi sellu menggunakan akalnya, tidal hanya dengan emosi, tp dewi akan berpikir secara logis utk ke depannya akibat keputusan yang akan dia pilih.

Dan aku sama sperti mbak nurina. Aku menyukai teorinya dewi.
"Kalau aku, aku akan menyuruhmu menikah dengan pria yang sangat menyayangimu. Urusan hati pasangan kan tak bisa kita kontrol. Jadi pilih saja orang yang sudah pasti mencintaimu. Nah, urusan hati kita, kan kita yang akan mengendalikan. Toh sebetulnya, cinta bisa dipelajari, bisa dibangun, bisa diisi ulang." (hlm. 139)

Karena menurutku cinta itu hadir karena terbiasa dan seringnya kebersamaan yang terbentuk atau terjalin.

Sekian
Salam Pida Alandrian

Rachmah Wahyu mengatakan...

Nama : Rachmah Wahyu Ainsyah
Domisili :Surabaya
Aku Twitter : @rachmah_wahyu
Link Share :https://twitter.com/rachmah_wahyu/status/707500086427693056

Sahabat yang paling cocok dengan saya menurut saya adalah Dewi. Saya ini orang yang gampang baper dan rendah diri. Kalau saya bersahabat dengan Aalika dan Daniar, nanti kita jadi sekumpulan orang baper. (Walau kenyataannya teman saya banyak pada tipe ini). Sora sebenarnya pribadi yang menyenangkan, tapi orang yang bersikap bijak biasanya hanya tidak memberikan nasihat yang gamblang. Biasa mereka juga tidak terlalu suka mencampuri urusan orang lain, mereka akan lebih memberikan kebebasan memilih karena ini adalah kehidupan kita dan kita yang akan menjalaninya. Apalagi urusan pernikahan itu adalah suatu hal yang harus dijalani seumur hidup. Si orang bijak pasti lebih berhati-hati dalam memberikan nasihat. Dewi menurut saya paling tepat menjadi sahabat saya karena dia orang yang teoritis dan logis. Juga karena quote-nya yang keren pada review Kakak di atas.
Lebih baik mencintai orang yang mencintai kita, karena cinta sebenarnya bisa kita atur sendiri. Menurut saya, saya sangat memerlukan dorongan seperti ini.
Semoga GA kali ini saya yang menang ya. *merayu* Saya penasaran sekali dengan siapa yang akhirnya di pilih Nabila nih. Atau jangan-jangan Bayu dan Bagas sebenarnya adalah orang yang sama! Wah pasti seru sekali kalau akhirnya begitu hehe (itu kalau saya pengarangnya). Review di atas sudah membuat saya penasaran berat pada cara mbak Irene Dyah dalam mengembangkan karakternya. Makanya kasih saya donk mbak bukunya... hehe *merayu lagi*

mega widya mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Kiki Suarni mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Kiki Suarni mengatakan...

Nama: Kiki Suarni
Twitter: @Kimol12
Email: kikisuarni616@yahoo.com

Jawaban:

Sepertinya aku lebih klik sama Dania. Walau apa pun yang terjadi (termasuk masa lalu yang gak enak) dia tetap setia, konsisten dalam pendirian dan yang paling penting jiwa penghiburnya itu loh yang selalu berusaha buat orang di sekitarnya bahagia. Well, sepertinya Dania sangat cocok buat dijadikan sahabat saat aku ngerasa down. Dia ngerti gimana rasanya sakit but dia juga ngerti gimana caranya buat bahagia.

Terima kasih.

Cahya Widyastutik mengatakan...

Nama : Cahya Widyastutik
Twitter : @cahyawid
Email : cahyaembun04@gmail.com
Jawaban :

Sora.
Barangkali aku akan cocok dengan Sora.
Selain dia simple, cerdas, tegas, dan bijak, Sora selalu bisa mengambil keputusan di waktu yang singkat. Pribadi yang menyenangkan dan ngga bakal bikin bosen. Bisa jadi penghibur di kala kita lagi suntuk. Dan tentunya bisa belajar banyak dari Sora dalam hal mengambil keputusan.

Rini Cipta Rahayu mengatakan...

Rini Cipta Rahayu
@rinicipta
rinspiration95@gmail.com

Ketika membaca deskripsi sifat sahabat-sahabat Nabila, aku jadi teringat dengan sahabatku. Mereka hampir memiliki semua sifat itu. Aku seperti membayangkan mereka di cerita ini. Tokohnya manusiawi, memiliki plus minus yang dapat menyeimbangkan tokoh utama.
Diantara sahabat Nabila, mungkin aku akan sangat klik dengan Sora. Cerdas, tegas dan bijak jadi rasanya curhat sama dia akan mendapat pencerahan banget. Aku tipikal orang yang suka ragu-ragu dalam mengambil keputusan, karena aku akan memikirkannya dengan matang hingga merasa bahwa itu keputusan yang adil. Setidaknya meminimalisir kerugianlah yaa. Ditengah kegalauan itu, aku jadi lebih cerewet ke orang terdekatku, minta pendapat mereka dan minta 'dukungan'. Nggak kebayang kalau sahabatku setipe denganku. Jadi bukannya menyelesaikan masalah, malah nambah masalah dan buat pikiran makin ruwet. Aku perlu Sora sebagai penasehat pribadiku haha..
Sepertinya aku juga harus belajar dari Sora, bagaimanapun juga sikap burukku itu tidak akan membuatku jadi pribadi lebih baik jika tidak berubah. Inspirasi bisa datang dari siapa saja dan kapan saja. Ambil setiap positif dalam hidup prang terdekat dan adaptasi dalam hidup kita. Tapi jangan sampai kita kehilangan jati diri kita sendiri :)

Rini Cipta Rahayu mengatakan...

Rini Cipta Rahayu
@rinicipta
rinspiration95@gmail.com

Ketika membaca deskripsi sifat sahabat-sahabat Nabila, aku jadi teringat dengan sahabatku. Mereka hampir memiliki semua sifat itu. Aku seperti membayangkan mereka di cerita ini. Tokohnya manusiawi, memiliki plus minus yang dapat menyeimbangkan tokoh utama.
Diantara sahabat Nabila, mungkin aku akan sangat klik dengan Sora. Cerdas, tegas dan bijak jadi rasanya curhat sama dia akan mendapat pencerahan banget. Aku tipikal orang yang suka ragu-ragu dalam mengambil keputusan, karena aku akan memikirkannya dengan matang hingga merasa bahwa itu keputusan yang adil. Setidaknya meminimalisir kerugianlah yaa. Ditengah kegalauan itu, aku jadi lebih cerewet ke orang terdekatku, minta pendapat mereka dan minta 'dukungan'. Nggak kebayang kalau sahabatku setipe denganku. Jadi bukannya menyelesaikan masalah, malah nambah masalah dan buat pikiran makin ruwet. Aku perlu Sora sebagai penasehat pribadiku haha..
Sepertinya aku juga harus belajar dari Sora, bagaimanapun juga sikap burukku itu tidak akan membuatku jadi pribadi lebih baik jika tidak berubah. Inspirasi bisa datang dari siapa saja dan kapan saja. Ambil setiap positif dalam hidup prang terdekat dan adaptasi dalam hidup kita. Tapi jangan sampai kita kehilangan jati diri kita sendiri :)

Ananda Nur Fitriani mengatakan...

Ananda Nur Fitriani
@anandanf07
anandanftrn@gmail.com

Saya pribadi merasa diri saya seperti Sora; tegas, bijak, efisien, mampu mengambil keputusan di waktu yang singkat. Tapi, Sora bukanlah pilihan sahabat terbaik bagi saya. Kenapa? karena kepribadian kita sama. Saya memiliki semua sifat yang Sora punya, berarti saya butuh sifat-sifat lain yang mampu melengkapi kekurangan saya.

Maka dari itu, saya ingin mempunyai sahabat yang seperti Dania; setia, pemegang komitmen yang teguh, lembut dan selalu ingin membahagiakan orang-orang di sekitarnya. Bukan hanya karena kami cocok, tapi juga karena kami saling membutuhkan, mampu saling melengkapi. Dengan kepribadian saya yang tegas dan bijak, saya akan berusaha mengubah sudut pandang dan membangkitkan rasa percaya diri Dania yang merasa rendah diri karena suaminya tidak pernah memuji cantik, dan juga karena olokan orang kepadanya saat masih kecil. Sebaliknya, dibalik ketegasan dan kebijakan saya, saya merasa membutuhkan sosok lembut nan setia yang selalu berusaha membuat saya bahagia; untuk mendampingi saya saat mengambil keputusan, serta mendukung saya setiap ada permasalahan. Karena itulah sahabat kan? Memilikinya dapat membuat kita merasa lebih berarti :)

P.S: tapi aku gak akan nolak lho, kalau dikasih sahabat seperti apapun bentuknya, hihi. Asalkan judulnya, 'sahabat'!

Eni Lestari mengatakan...

Eni Lestari
@dust_pain
shinra2588@yahoo.com

di anatara keempat sahabat Nabila, kayaknya aku bakalan cocok sama Aalika yang baperan dan kadang gak logis. aku punya temen juga dulu yang dikit2 baper. kalo dia kumat baperan gitu (apalagi kalo lagi sakit bulanan), biasanya aku yang sibuk ngehibur dia sampai dia semangat lagi. sama kayak Aalika, dia juga setia kawannya tinggi. waktu ada yang jelekin aku, dianya nangis, katanya aku gak kayak gitu. dia gak mau aku dikatain, apalagi sama orang yang gak bener2 kenal aku. so sweet banget kan? hehe. sosok Aalika ini aku temuin banget lah sama temenku itu :)

Kitty mengatakan...

Nama: Kitty
Akun twitter: @womomfey
Alamat e-mail: kitty.wibisono@gmail.com
Link share: https://twitter.com/WoMomFey/status/708416014350835713


Di antara keempat sahabat Nabila yang saya tulis dalam review, mana yang paling cocok jadi sahabatmu? Dan apa alasannya?

>> Aku suka dengan karakter Dania. Meskipun dia merasa minder secara fisik, namun dia punya hati seluas samudera. Kebetulan sahabatku juga persis kaya Dania ini. Kadang saking mindernya, dia seolah lupa bahwa ada begitu banyak kelebihan dan potensi diri yang dapat dia kembangkan lebih lagi. Ujung-ujungnya aku selalu harus memberikan suntikan semangat baginya.

Kadang emang jadi gemas sih dengan keminderannya itu, tapi tanpa sadar, lambat laun dia mulai berubah karena dorongan-dorongan semangat yang sering saya berikan bagi dia. Dan tanpa sadar juga, ada begitu banyak hal yang saya kagumi dan pelajari dari sosok sahabat saya itu: kesetiaan, kejujuran dan keteguhan hatinya dalm berusaha menyenangkan hati banyak orang.

Nova Indah Putri Lubis mengatakan...

Nama : Nova Indah Putri Lubis
Twitter : @n0v4ip
Email : n0v4ip[at]gmail[dot]com
Link Share : https://twitter.com/n0v4ip/status/708500675873800192

Diantara keempat sahabat Nabila itu, yang paling cocok kayaknya Sora deh. Soalnya sifatnya yang tegas, bijak dan mudah mengambil keputusan itu bisa mengisi saya yang orangnya labilan... :D Dan pastinya ngobrol sama Sora ini pasti seru. Selain dia smart, dia juga bisa mengingatkan dan memberikan wejangan disaat saya mulai mengalami kelabilan dan juga salah arah... :D

Terima kasih kak ^^

Iyagi Fiction Club (IFC) Kendari mengatakan...

Nama: NM. Rayanti Sari Dewi
Akun twitter: @biblionervosa
Alamat email: biblionervosa@gmail.com
Link share: https://twitter.com/biblionervosa/status/708550055922282497

Kayaknya, saya paling cocok sahabatan sama Dewi deh. Saya selalu suka sama energi positif. Dengan sikap Dewi yang logis dan realistis, itu adalah suntikan energi positif buat saya. Bagaimanapun, ketika jatuh cinta, kita akan kehilangan logika dan rasionalitas. Dan saya akan selalu butuh sahabat seperti Dewi untuk selalu membuat saya "menginjak bumi" ketika terlalu menurutkan perasaan akibat jatuh cinta ^_^

Ratna Nur OS mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Ratna Nur OS mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Ratih My mengatakan...

Nama : Ratih M
Twitter : @Jju_naa
Email : ratihmulyati02@gmail.com

Sora dan Alika.
Karena aku sama mereka ga mungkin tabrakan satu sama lainnya. Aku dan mereka memiliki kesamaan. Dan kelebihan mereka adalah kekuranganku, jadi bisa saling menutupi satu sama lain.
Aku yg sering labil dan menunda banyak hal (ngeyel) butuh sikap tegas seorang Sora. Aku yang sering males atau ga tertarik dengan suatu hal membutuhkan seorang Alika yang Happy Virus. Aku yang sering baper juga butuh Alika sebagai temen ngebaper (Karena, hanya sesama pembaperlah yang mengerti perasaan satu sama lain). Aku dan Alika yang doyan baper ini butuh sifat bijak milik Sora, untuk menilai suatu permasalahan dari sudut pandang orang normal. Aku yang ga bisa memutuskan suatu permasalahan dengan sendiri, ditambah Alika yang sering ngasih masukan yg ga logis, lagi2 memerlukan Sora. Sora yang kayanya lebih dewasa dan tegas, butuh kami berdua yg sedikit tulalit untuk mewarnai harinya (Pede) dan merecoki kesehariannya.

Yang terpenting sifat setia kawan Alika itu sangat berharga dan jarang ditemui. Dia akan menjadi penengah & mengalah jika aku dan Sora berselisih. Karena dia ga mau ninggalin/berpihak sama salah satu temannya. Dia akan sedih dan berusaha menyatukan kami kembali. Orang kaya Alika ini biasanya bakal maju paling depan kalau temannya ada masalah, perasaannya itu lembut dan yg pasti ga akan berhianat.

Kaya sekarangkan, temen ada itu pas kita lagi bahagia.
Dan akan datang lagi kalau dia lagi ada maunya/masalah.

Jadi, Sora dan Alika paling cocok untuk menjadi sahabatku. Karena kami saling menutupi kekurangan satu sama lainnya. Dan seimbang satu sama lainnya.

Ratna Nur OS mengatakan...

Nama: Ratna Nur Oktavina Sari
Twitter: @happyfamily27
Email: ratnanuros@gmail.com
Link share: https://twitter.com/happyfamily27/status/708643833148407808

Di antara keempat sahabat Nabila yang saya tulis dalam review, mana yang paling cocok jadi sahabatmu? Dan apa alasannya?

Keren juga nih saran dari Dewi buat si Nabila untuk menyuruhnya menikah dengan seseorang yang sangat menyayanginya. Saya juga suka pendapatnya bahwa diri kita sendirilah yang bisa mengendalikan urusan hati kita, sementara hati orang lain kita tidak bisa mengontrolnya. Jawaban yang logis sekali.

Biasanya yang sering saya temui, kebanyakan adalah para laki-laki yang memiliki cara berpikir logis seperti ini. Rasanya sulit dan jarang sekali ada perempuan yang logis dan teoritis seperti Dewi. Kalaupun ada, yang namanya perempuan pasti ada sering galau dan bapernya. Untungnya si Dewi ini perempuan. Jadi walaupun cara berpikirnya logis dan teoritis, tapi seperti perempuan pada umumnya dia tetap bisa jadi sahabat ngerumpi (LOL). Terlepas dari sikap Dewi yang rada drama dengan suaminya, pasti senang jika punya sahabat seperti karakter Dewi tersebut. Dengan cara berpikirnya yang logis dan teoritis, dia mampu membantu kegalauan sahabat-sahabatnya. Dewi akan menjadi teman curhat yang pas dengan gagasan-gagasan logisnya yang mampu menyadarkan ketidaklogisan dalam cara berpikir yang seringkali dialami oleh banyak orang (baca: perempuan).

Saya sendiri merasa Dewi adalah yang paling cocok untuk menjadi sahabat saya. Secara saya merupakan orang yang mudah galau, mudah baper, serta seringkali tidak berpikir logis dalam beberapa hal. Jika saya mempunyai sahabat seperti Dewi, dia pasti mampu “mengajarkan” kepada saya untuk berpikir logis dalam menghadapi setiap masalah.

Meskipun merasa paling cocok dengan karakter Dewi sebagai sahabat saya, namun memilliki banyak sahabat dengan masing-masing karakternya yang berbeda-beda pasti akan menambah warna dalam persahabatan. Seperti bhineka tunggal ika yang berbeda-beda tetapi tetap satu, seperti itulah persahabatan dengan banyak perbedaan personality menjadikan sahabat sebagai tempat mendewasakan diri. Tidak mudak menyatukan perbedaan, namun disitulah letak keindahan rasa persahabatan.

Terimakasih sudah mengadakan GA ini :-)

Handini Putri Indriawan mengatakan...

Nama: Handini P. Indriawan
Twitter : @hndiniptrind
Email: handiniputriindriawan@gmail.com

Yang cocok jadi sahabat aku sepertinya Dania. Dia rendah diri dan gak pernah dipuji cantik oleh suaminya karena waktu kecil berkulit gelap. Aku pengen belajar kerendahan hati dari Dania karena cantik gak harus dari penampilan fisik kan? Aku berkulit gelap, terkadang minder sama temen-temen aku yang kulitnya putih / kuning langsat. Mereka cantik menurut aku, jadi banyak yang mau jadi temen mereka. Kalo aku punya sahabat kayak Dania, pasti dia bisa kasih nasehat-nasehat yang sesuai dan gak nyinggung aku supaya aku bisa bersyukur sama apa yang Tuhan ciptain buat aku. Ditambah lagi dia orangnya lembut dan teguh pendirian, bertolak belakang sama aku yang emosional dan labil. Jadi kita bisa saling melengkapi satu sama lain :)

Posting Komentar

 

Nurina mengeja kata Published @ 2014 by Ipietoon