Tampilkan postingan dengan label Naked Nobility. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Naked Nobility. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Juli 2016

[Resensi] The Naked Baron - Sally MacKenzie

Judul buku: Baron yang Telanjang
Judul asli: The Naked Baron
Series: Naked Nobility #2
Penulis: Sally MacKenzie
Alihbahasa: Eka Budiarti
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun terbit: 2011
Tebal buku: 448 halaman
ISBN: 978-602-00-2874-3



BLURB

Sebagai pendatang baru bagi sosialita London, Lady Grace Belmont pasti akan segera bersembunyi di balik pohon-pohon palem, karena ia sama sekali tidak mahir berdansa, terutama dengan... pria! Sebaliknya, Baron Dawson sedang berburu calon istri! Lekuk liku tubuh montok Grace dan tinggi badannya yang menjulang, tidak membuatnya terintimidasi. Sebaliknya, semakin menarik perhatiannya, kalau tidak mau dikatakan semakin membuatnya bergairah!

Jauh dari jangkauan akal sehatnya, Lady Grace mendapati dirinya berada dalam pelukan Baron Dawson. Daya tarik mematikan sang Baron benar-benar sesuatu yang tidak mungkin dapat ia tahan. Terlebih ketika sang Baron yang tampan membisikkan kata-kata indah memabukkan ke telinganya...


RESENSI

Atas bujukan Bibi Kate akhirnya Lady Grace menjalani juga tampil di depan kalangan bangsawan London di season kali ini. Lady Kate, janda Earl of Oxbury, bersikeras siapa tahu Grace menemukan seorang laki-laki yang ia cintai sehingga tidak perlu menerima perjodohan yang direncanakan oleh ayah Lady Grace, Earl of Standen. Dan di pesta yang diadakan Duke of Alvord, Grace bertemu dengan David Wilton yang terlarang baginya.
David Wilton, Baron Dawson of Riverview mewarisi gelarnya setelah kematian kakeknya. Dan ia membutuhkan istri untuk mendapatkan seorang pewaris. Saat melihat Grace, ia yakin bahwa Grace adalah wanita yang ia inginkan.
Sayangnya ada sejarah kebencian di antara Lord Standen dan seluruh keluarga Wilton. Ayah Grace itu tak bisa lupa bahwa tunangan yang ia cintai, Lady Harriet, memilih kabur dan kawin lari dengan Luke Wilton—orangtua David. Kebencian yang membuat Lord Standen bahkan mampu memisahkan Kate dan Alex Wilton, pasangan yang 13 tahun lalu begitu dimabuk asmara.
Bisakah David mendapatkan keinginannya, menikah dengan Grace? Dan apakah akhirnya cinta Kate dan Alex bisa bersatu setelah 13 tahun berlalu?

----------------------------

Meski nggak ada kaitan langsung dengan The Naked Duke, tapi novel ini mengambil setting pada pesta yang diadakan James, Duke of Alvord. Tepat bersamaan dengan kemunculan Sarah Hamilton di London. Jadi masih ada benang merahnya dengan buku pertama. Bahkan di sebuah pesta, David juga mengobrol dengan Earl of Westbrooke.

Saya mendapati novel ini nggak sekocak Naked Nobility yang lain. Sedikit flat dan kurang renyah. Meski dialognya tetap terasa mengalir dan interaksi antar tokohnya klik banget.
Ada dua cerita di dalam novel ini. Kisah David yang berusaha meyakinkan Grace agar menerima lamarannya dan menolak dijodohkan dengan John Parker-Roth, serta kisah CLBK-nya Bibi Kate dan Paman Alex. Dan saya merasa kisah Kate-Alex justru malah lebih menarik dan bikin emosi saya naik-turun karena ada adegan Alex kabur ke propertinya dan menolak bertemu Kate lagi. Duuh... dalem banget deh om perasaan sampeyan XD

Karakternya maniiiis semua. Bibi Kate biar udah jadi janda juga kayak masih polos dan rapuh gitu. Grace sayangnya gak begitu pede karena fisiknya yang tinggi dan montok. Padahal David demen yang montok-montok. Wkwkwk~
Saya suka dengan karakter Marie, si pelayan Lady Kate dan Lady Grace. Beneran canggih, intuitif dan efisien. Dia tahu banget apa yang terjadi pada majikannya dan penuh perlindungan. Paling suka waktu dia mencecar Kate tentang mual-muntahnya Kate. Haha...

Sally MacKenzie sering memunculkan tokoh yang eksentrik dalam novelnya, kali ini pun sama. Bibi Lord Motton benar-benar "unik" kalau gak mau dibilang "aneh". Ada juga si kembar Addison yang mewakili gambaran gadis pemburu suami yang juga sering menghiasi novel Sally MacKenzie.
Konflik eksternalnya nggak semenegangkan Naked Nobility yang lain, nggak bikin deg-degan. Justru konflik internal Kate-Alex yang paling menarik minat saya.

Terjemahannya cukup lumayan, hanya saja penyebutan "musim" sebagai pengganti "season" terasa kurang pas. Karena season bukan hanya merujuk ke musim saja tapi merupakan musim perjodohan, di mana waktu bagi para bangsawan untuk saling "berburu" calon istri dan calon suami potensial.
Sedangkan covernya saya lebih sukaaa warna cover versi Elex ini daripada versi aslinya. Lebih biru dan kelihatan segar. Hehe..

Sayangnya karena gambaran John Parker-Roth di novel ini sepertinya membosankan, saya jadi agak ragu buat baca The Naked Gentleman. Meski John juga muncul di The Naked Earl dan kelihatan normal, tapi saya takut John nggak se-hot Naked Nobility yang lain. Well... tapi saya tetap akan mencoba :p

Jumat, 01 Juli 2016

[Resensi] The Naked Marquis - Sally MacKenzie

Judul buku: Marquis yang Telanjang
Judul asli: The Naked Marquis
Seri: Naked Nobility #3
Penulis: Sally MacKenzie
Alih bahasa: Eka Budiarti
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun terbit: 2012
Tebal buku: 408 halaman
ISBN: 978-602-00-2592-6



BLURB

Emma Peterson mungkin hanya putri pendeta, sementara dia adalah marquis baru Knightsdale, tapi Charles lebih suka menikahi Emma daripada disuruh mengikuti acara perjodohan.
Tapi begitu usul itu disampaikan, Emma langsung menyambutnya dengan lemparan porselen.
Mungkin usulannya agak kurang ajar, tetapi bukankah keduanya akan sama-sama diuntungkan? Ia bisa mendapat pewaris untuk Knightdale, sementara Emma terjamin kesejahteraan dan posisinya. Sederhana, praktis dan masuk akal.
Bagaimanapun Charles harus menenangkan Emma, karena sebenarnya ia pun sudah mulai... jatuh hati.


RESENSI

Kehidupan Mayor Charles Draysmith berbalik arah saat mendapat berita kematian kakaknya, Paul,  dan istrinya, Cecilia karena kecelakaan di Italia. Maka gelar Marquis of Knightsdale pun berpindah padanya. Hal yang sama sekali tak pernah ia bayangkan. Maka ia pun kembali ke kediaman Knightsdale untuk mulai mengurusi tanggung jawabnya.
Di sana ia menemukan bahwa kedua keponakan perempuannya ternyata telah tumbuh besar. Lady Isabelle dan Lady Claire, kedua putri Paul dan Cecilia yang dibesarkan tanpa cinta. Dengan kepolosan yang lugu, Claire mengungkapkan bahwa ia menginginkan Charles sebagai papa barunya dan Miss Emma Peterson sebagai mama barunya.
Ide yang dianggap cemerlang oleh Charles. Ia telah mengenal Emma sejak kecil. Putri pendeta itu dulunya adalah gadis kecil kurus yang selalu mengikuti Charles kemana pun dengan pandangan memuja. Namun ketika ia mengungkapkan ide pernikahan itu pada Emma, sebuah hiasan anjing porselen melayang hampir mengenai kepalanya.
Bisakah Charles meyakinkan Emma untuk menikahinya? Dan rahasia besar apa yang disembunyikan Paman-Kakek Randall di Knightsdale sehingga muncul hantu-hantu yang keluar dari dinding?

-------------------------------

Sejak membaca The Naked Duke, saya suka banget dengan persahabatan James-Charles-Robbie. Mereka kompak dan kocak. Maka setelah membaca kisah pasangan favorit saya Robbie dan Lizzie di The Naked Earl, saya pastinya langsung membaca kisah Charles.

Sebagai anak kedua, Charles digambarkan sempat kebingungan akan tujuannya, itu sebabnya ia ikut berperang ke Semenanjung bersama James. Saya pikir perang lah yang membuat karakter Charles lebih dewasa yang kelihatan banget di The Naked Duke, tapi ternyata dari kisah masa kecil Emma-Charles sudah terlihat kalau Charles memang dewasa dan bertanggung jawab sejak kecil.
Tapi yang cukup bikin syok adalah, karena ternyata di antara ketiga sahabat ini, justru Charles lah yang paling sering punya pengalaman dengan wanita. Uh oh... Nggak nyangka aja. James jelas masih perjaka karena kenangan masa kecilnya dan Robbie terlalu trauma untuk berhubungan dengan banyak wanita.

Saya suka chemistry antara Charles dan anak-anak Paul. Bagaimana cara Charles mengambil hati Isabelle dan Claire itu meluluhkan hati saya. Kelihatan banget deh kalau dia bakal jadi ayah terhebat. Kebanyakan bangsawan memperlakukan anak perempuan nggak seperti cara mereka memperlakukan anak laki-laki, itu sebabnya anak perempuan jarang dekat dengan figur ayah. Tapi Charles mengajak mereka memancing, merayu koki, menjanjikan berenang dan memperhatikan perasaan mereka. Duuuh manisnyaaa...
Chemistry Charles dengan Emma pun tak kalah nyambungnya. Charles selalu menggoda dan Emma selalu merona. Kocak juga membaca ketidakmengertian dan kesalahpahaman Emma tentang proses membuat bayi. Wkwkwk~

Ini novel yang terlucu sejauh saya telah membaca 4 cerita dari seri Naked Nobility. Kepolosan Sarah nggak ada apa-apanya dibanding kepolosan Emma. Dan rombongan gadis pemburu jodoh di dalam novel ini benar-benar kena batunya. Persahabatan ketiga bangsawan juga terlihat kompak dan lucu. Misteri dan ketegangan yang menjadi konflik utama novel ini juga lumayan, terutama bagian lorong-lorong rahasia kediaman Knightsdale.
Terjemahannya sudah cukup bagus daripada seri sebelumnya, meski tetap saja masih ada kata-kata yang kurang pas.
Well, saya sudah ketagihan membaca serial ini dan bakal menyelesaikan seluruh novelnya. Jadi target ketelanjangan berikutnya adalah... Sang Baron. XD

Kamis, 30 Juni 2016

[Resensi] The Naked Earl - Sally MacKenzie

Judul buku: The Naked Earl
Series: Naked Nobility #4
Penulis: Sally MacKenzie
Penerbit: Zebra Book
Tahun terbit: April 2007
Tebal buku: 350 halaman
ISBN: 9780821780756



BLURB

He Took Her By Surprise

When a naked earl climbs through the window into her bedchamber, Lady Elizabeth Runyon does the proper thing: She screams. Loudly. And then...well, Lizzie has had enough of being proper. She wishes to be bold. Wanton, even. She won't be commanded to put on her nightgown. Just this once, she will be absolutely daring...

She Returned The Favor

Robert Hamilton, Earl of Westbrooke, has no intention of being tricked into marriage by a detestable female, and if he has to flee naked across a rooftop, he will. Jolly good there's an open window waiting--as well as an undressed, slightly drunk, and alluringly beautiful Lady Elizabeth. Oh dear. If they are caught together, he might have to marry her. The idea is delicious...and the temptation is irresistible...

RESENSI

Ketika menemukan Lady Felicity berada di ranjangnya, spontan Robert Hamilton, Earl of Westbrooke, melompat keluar dari jendelanya sebelum Lady Felicity bisa menjerit untuk menimbulkan skandal. Tak ingin terjebak, Robbie kabur masuk ke sebuah jendela kamar yang terbuka. Betapa terkejutnya Robbie saat menyadari kamar yang ia masuki adalah kamar Lady Elizabeth Runyon, adik sahabatnya, Duke of Alvord. Mereka sama-sama telanjang dan harus melakukan sesuatu ketika sekumpulan bangsawan yang sama-sama menginap di kediaman Lord Tynweith menerobos masuk kamar Lizzie untuk mencari Robbie.
Sejak kecil Lizzie telah tergila-gila pada Robbie dan meyakini dirinya akan menikah dengan Robbie. Itu sebabnya ia menolak beberapa lamaran yang ditujukan padanya. Kali ini ia akan berusaha menarik perhatian Robbie dan mencoba menjatuhkan para pesaingnya, terutama Lady Felicity.
Sayangnya Robbie telah memutuskan tidak akan menikah sampai kapan pun. Ia memiliki rahasia besar yang menurutnya memalukan berhubungan dengan kejantanannya, dan ia tak ingin membuat Lizzie kecewa. Terutama karena ia pun telah tergila-gila pada Lizzie sejak lama.
Namun saat rencana Lady Felicity semakin keterlaluan, bisakah Robbie menghindar? Atau ia akan memilih menikahi Lizzie demi kehormatan gadis itu yang terancam direnggut oleh rencana jahat Felicity?

----------------------------

Aaaah akhirnya baca juga kisah Robbie-Lizzie yang jadi favorit saya di The Naked Duke. Di sana saya dapat gambaran tentang Robbie yang jahil dan suka bercanda, dan Lizzie yang manis dan kelihatan banget kalau tergila-gila sama Robbie.

Ide ceritanya menarik bagi saya karena saya suka banget kisah cinta antara seorang pria dengan adik sahabatnya. Cuma ternyata di dalam novel ini, cerita bercabang ke mana-mana dan menjadikan kisah bukan hanya terfokus pada Robbie dan Lizzie.
Ada kisah tentang Charlotte yang di The Naked Duke merupakan kandidat terkuat calon duchess bagi James. Tapi karena James kemudian menikahi Sarah, Charlotte terpaksa menikah dengan Duke yang tua renta. Charlotte berusaha memberikan pewaris bagi sang Duke untuk mengamankan posisinya dan untuk itu maka ia berselingkuh. Saya malah jadi tertarik dengan kisahnya, duh segitunya ya intrik yang harus dihadapi para bangsawan. Mereka harus menjatuhkan kalau nggak mau dijatuhkan. Nah yang menarik, adalah Charlotte yang terkenal dingin itu ternyata di sini bisa panas membara karena Tynweith! Tapi sayangnya... ini perselingkuhan. Hiks...
Yang bikin geleng-geleng tentu saja ulah Felicity. Banyaaaaak banget rencana jahatnya. Apalagi dia kelihatan ambisius dan egois. Dapet banget karakter jahatnya.

Ceritanya masih sama kocak dengan seri Naked Nobility yang lain. Dialognya segar dan beberapa adegannya konyol. Tokoh-tokoh yang muncul juga unik-unik. Wkwkkw~
Dan gombalannya lebih jago Tynweith daripada Robbie. Adegan panasnya juga. Hahaha...
Hmm... Sekarang karena kisah tentang Robbie sudah terpuaskan, sepertinya waktunya saya untuk baca seri kedua Naked Nobility :))

Kamis, 23 Juni 2016

[Resensi] The Naked Duke - Sally MacKenzie

Judul buku: Duke yang Telanjang
Judul asli: The Naked Duke
Seri: Naked Nobility #1
Penulis: Sally MacKenzie
Alih bahasa: Debbie Hendrawan
Editor: Tyas
Penerbit: Elexmedia Komputindo
Tahun terbit: September 2011
Tebal buku: 360 halaman
ISBN: 978-602-00-0898-6



BLURB

Canggih. Penuh skandal. Bahkan, Miss Sarah Hamilton, dari Philadelpia, menemukan masyarakat London ternyata sangat mengejutkan. Bagaimana bisa bahwa dia telah terbangun dari tidur yang tidak bersalah ke menemukan dirinya di tempat tidur di samping pria tampan - PRIA - dan telanjang? 

Para penonton yang berdiri tertawa di ambang pintu tidak membantu sama sekali, dan sudah jelas, orang itu tidak mungkin seorang duke seperti pengakuannya. James, the Duke of Alford, terpesona pada teman tidurnya yang tak terduga - dan sama sekali tidak penakut. Benar, keadaan dan tempat pertemuan mereka memang paling tidak biasa, tetapi gadis Amerika yang bersemangat memukulinya dengan bantal sungguh-sungguh keindahan yang tak tertandingi. 

Jika Sarah bersedia mendengarkan penjelasannya yang masuk akal, James yakin ia akan memenangkan hatinya... untuk selamanya.

RESENSI

Setelah ayahnya meninggal, Sarah Hamilton setuju untuk melaksanakan pesan terakhir sang ayah, yaitu kembali ke Inggris dan menemui pamannya yang seorang earl. Namun setibanya di penginapan, kesalahpahaman terjadi. Karena rambutnya yang berwarna merah ia dikira pelacur oleh pemilik penginapan dan diusir. Untungnya seorang pria membantunya sehingga Sarah mendapatkan sebuah kamar. Merasa lelah karena perjalanan panjangnya dari Amerika, Sarah pun jatuh tertidur.
Namun betapa terkejutnya Sarah saat terbangun dan mendapati pria yang telanjang bulat di ranjangnya. Dan seolah mimpi buruknya belum cukup, beberapa orang menyerbu pintunya dan menyaksikan apa yang terjadi.
James William Randolph Runyon, Duke of Alvord jelas harus menikahi Sarah untuk membungkam skandal. Toh ia memang membutuhkan seorang istri untuk memberinya pewaris, karena sepupunya, Richard Runyon, berniat merebut gelarnya dengan segala cara.
Mampukah James meyakinkan Sarah, gadis Amerika yang sama sekali tak paham tatanan bangsawan Inggris, untuk menjadi Duchess of Alvord?

------------------

The Naked Duke adalah buku pertama dari seri Naked Nobility yang malah saya baca setelah The Naked King. Tadinya saya nggak punya harapan lebih pada novel ini mengingat pengalaman saya membaca The Naked King yang karakternya annoying semua. Tapi setelah membaca The Naked Duke... duuuh saya jadi jatuh cinta!!

Saya akui Sally MacKenzie memang memiliki gaya bertutur yang lucu. Bukan hanya adegan yang terasa komikal tapi juga dialog cerdas yang memancing senyum. Di novel inilah saya merasakan kenikmatan membaca "ketelanjangan". Wkwkwk~

James benar-benar hero yang baik dan gentleman sejati. Selera humornya pas, rayuannya bikin meleleh, nggak gombal dan sikapnya tanpa cela dan.... masih perjaka!! Seorang duke yang cakep dan gagah tapi masih perjaka! Ahahaha...
Keluguan dan kepolosan Sarah juga lucu banget, tapi sifat ragu-ragunya lumayan nyebelin. Namun mereka berdua pasangan yang pas dan terasa saling melengkapi.

Dalam perkembangan hubungan James dan Sarah, tekanan yang mereka hadapi dari Richard memberi sentuhan suspense yang menjadikan cerita semakin seru. Richard berani melakukan usaha apa pun untuk merebut gelar duke. Di bagian ini terasa banget kekejaman Richard, bahkan mungkin bisa dibilang kegilaan Richard. Sebegitu pentingnya sebuah gelar sampai bisa memunculkan intrik-intrik yang mencekam.

Sayang terjemahannya kurang memuaskan. Banyak kalimat yang jadi rancu dan ada beberapa kata yang diterjemahkan dengan keliru. Saya juga terganggu dengan penyebutan "tuanku" untuk menggantikan "my lord"... karena ini adalah panggilan untuk menyapa seseorang yang memiliki gelar bangsawan, saya rasa sih nggak perlu diterjemahkan.

Tapi untuk segi cerita, saya puas banget. Saya pun penasaran akan kisah Lizzie—adik James—dan Robbie. Mengingat betapa kocaknya Robbie dan manisnya Lizzie di novel ini.

Rabu, 20 Januari 2016

[Resensi: The Naked King - Sally MacKenzie] Pemilik Hati sang King of Hearts


Judul buku: Raja yang Telanjang
Judul asli: The Naked King
Series: Naked Nobility #7
Penulis: Sally MacKenzie
Alih bahasa: Debbi Hendrawan
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun terbit: 2013
ISBN: 978-602-02-0716-2




BLURB

Perselingkuhan hanyalah sebuah awal ...

Satu malam yang agak berlebihan, yah dia mabuk dan Stephen Parker-Roth menyadari dirinya harus bertunangan untuk menghindari skandal! Dan `pasangannya` adalah wanita cantik berambut merah dengan topi yang sama sekali tidak trendi.

Lady Anne Marston sudah lama berhenti memikirkan pernikahan. Itu harga yang harus ia bayar untuk sebuah kesalahan pada masa lalu. Tetapi percakapan kecil dengan seorang bangsawan tampan telah membawanya ke sebuah pertunangan! Sebelum rahasia dan dusta masa lalunya terungkap, Lady Anne harus membebaskan dirinya dari pesona memabukkan sang bangsawan.


RESENSI

Stephen Parker-Roth kaget bukan main saat diterjang anjing besar hingga jatuh ke kubangan lumpur, pasti brendi cukup mempengaruhinya hingga ia tak bisa menjaga keseimbangan. Tapi ternyata kejutan terbesar datang dari pemilik anjing yang muncul dengan topi besar dan gaun yang mengerikan. Stephen mendapati hanya mendengar suara seksi wanita itu saja sanggup membangkitkan hasratnya.
Maka ketika dengan keras kepala Stephen mengantar Lady Anne Marston pulang, ia tak bisa lagi menahan diri. Di jalan ia mencium Lady Anne. Saat itulah, kucing Lady Dunlee melintas dan membuat anjing Lady Anne berulah, tak ayal mereka berdua pun jatuh ke tanah sambil berpelukan. Tepat ketika Lady Dunlee muncul dan menuding mereka melakukan skandal.
Demi melindungi reputasi Lady Anne, Stephen berbohong bahwa mereka telah bertunangan. Karena jika Lady Anne tercemar, kemungkinan besae debut adiknya pun akan gagal.
Siapa sangka semakin lama bersama, mereka sama-sama tertarik satu sama lain. Sayangnya ada rahasia besar yang disembunyikan Lady Anne. Wanita itu takut jika ia mengungkapkannya, maka Stephen akan jijik dan buru-buru menghentikan pertunangan mereka.

------------

The Naked King merupakan buku ketujuh dari seri Naked Nobility karya Sally MacKenzie. Rupanya King di sini merujuk pada julukan Stephen yaitu 'The King of Hearts' yang tampaknya adalah seorang penakluk hati para wanita.

Membaca pembuka novel ini saya hampir geleng-geleng kepala karena ketidaksenonohan Stephen, yang langsung bergairah hanya dengan mendengar suara Anne. Well, karena saya bukan pria, saya nggak tahu juga jenis suara seksi yang langsung bisa membangkitkan gairah pria itu seperti apa? Apa seperti suara Mulan Jameela?  Memangnya bisa ya? Wkwkks

Mengambil setting di Inggris sekitar tahun 1821, novel ini menggunakan POV orang ketiga dan beralur maju dengan lambat. Plotnya cukup baik dan rapi. Tapi tokohnya  terasa annoying semua. #huuft

Saya lumayan sebal dengan Lady Anne yang nggak jelas banget. Rendah diri, pesimis, keras kepala dan gampang marah. Paling emosi saat dia dibawa ke tukang jahit dan berargumen panjang lebar nggak mau memakai gaun-gaun baru yang cantik. Alasannya karena ia nggak cantik. Huh, belum dicoba sudah skeptis duluan, belum merasakan sudah pesimis dan marah-marah duluan.
Dan sepupu Clorinda keterlaluan banget. Mentang-mentang dirinya perawan tua tapi picik banget memandang Anne. Kalimat-kalimatnya nggak sopan, nggak berkelas dan kasar. Blak-blakan bukannya berarti boleh menyerang pribadi orang lain, kan?
Tampaknya tokoh-tokohnya memang dibuat blak-blakan dan tukang campur urusan orang lain semua. Bikin capek hati bacanya. Huhuu~

Yang sedikit normal mungkin hanya Stephen. Saya bilang sedikit karena mencium wanita begitu berkenalan itu saya rasa nggak normal. Dan bakal dihadiahi gaplokan kalau terjadi di dunia nyata. Setampan dan sehot apa pun si pria. Meh.
Stephen lumayan rasional dan sabar menghadapi kelabilan Lady Anne yang drama queen banget. Saya suka cara berpikirnya dan caranya mengatasi masalah. Hanya saja pekerjaannya sebagai peneliti dan penemu tanaman-tanaman baru serasa hanya tempelan karena nggak digali.

Secara keseluruhan, buku ini lumayan lucu dan menghibur tapi sayangnya terlalu banyak tokoh yang 'menyerang' Lady Anne dan yang menyedihkan itu termasuk diri Lady Anne sendiri.
 

Nurina mengeja kata Published @ 2014 by Ipietoon