Tampilkan postingan dengan label wishlist. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wishlist. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Januari 2017

December 2016 Book Haul

Selama ini sejak awal membuat blog, saya belum pernah membuat postingan book haul. Namun kali ini untuk pertama kalinya, saya ingin menulis December Book Haul karena saya merasa sangaaat bahagia menerima curahan cinta dari orang-orang terdekat saya.
Memang Desember menjadi bulan istimewa bagi saya. Tentu saja karena si empunya blog Nurina Mengeja Kata ini dilahirkan di bulan Desember yang ceria. Bohong banget lah kalau Desember itu kelabu, karena itu sih judul lagu doang πŸ˜‚πŸ˜‚

Tanpa perlu panjang kali lebar sama dengan luas persegi panjang, inilah dia buku-buku yang diterbangkan dengan penuh cinta ke pangkuan saya....

1. 

Kado Joglosemar yang telat sehari ini adalah kebahagiaan awal saya. Bagaimana tidak, semua wishlist saya terkabul! Huaa saya sih jelas terharu dan pengen peluk Wardah sang petugas kado yang sepertinya harus merambah beberapa toko buku demi mengumpulkan buku-buku ini:

• Anak Ini Ingin Mengencingi Jakarta? - Cerpen Pilihan Kompas 2015
• Selamat Menunaikan Ibadah Puisi - Joko Pinurbo
• Kupu-Kupu Bersayap Gelap - Puthut EA
• Genduk - Sundari Mardjuki
• Rumah Kertas - Carlos Maria Dominguez
• The Governess Affair - Courtney Milan


2. 


Buku yang satu ini tiba beberapa hari sesudahnya. Raden Mandasia tadinya adalah hasil kemenangan battle saya dengan Ridyananda, namun karena dikirim di bulan yang spesial akhirnya pun menjadi kado yang cantik. Senang banget karena Raden Mandasia si Pencuri Daging Sapi karya Yusi Avianto Pareanom ini juga merupakan wishlist yang akhirnya terpenuhi. Review saya bisa dibaca di sini.


3. 


Saya mendapat kiriman Orang-Orang Bloomington karya Budi Darma ini dari Eka, salah satu member BBI kesayangan. Buku ini tiba bersamaan dengan Raden Mandasia dan menjadi kejutan yang sangat menyenangkan. Tentu saja karena Orang-Orang Bloomington tadinya cukup lama ada dalam wishlist saya.


4. 


Paket buku Big Little Lies karya Liane Moriarty yang tiba kemudian merupakan paket super kejutan. Bagaimana tidak, saya sama sekali nggak tahu siapa yang sudah mengirim kado buku kece ini. Sempat menduga paket ini adalah pesanan buku orang lain yang meminjam alamat saya. Hingga pesan dari Mbak Mute tiba kemudian menanyakan kedatangan paket darinya. Ahahaha saya memang nggak berbakat menebak paket misterius.


5. 


Dua novel ini saya beli di obralan Gramedia Sudirman. Yah anggap saja sebagai hadiah bagi diri sendiri. Dua penulis favorit saya ditebus dengan harga murah. Aih bahagia kan ya. Apalagi saya meluncur ke Gramedia Sudirman setelah pertemuan di sore hari yang menyenangkan bersama teman-teman anggota grup ww 😷 Dua buku tersebut adalah:
• Moonlight Road - Robyn Carr
• Fools Rush In - Kristan Higgins


6. 



Yes, I Do But Not With You karya Shandy Tan yang dikirim oleh Gramedia Pustaka Utama ini juga tiba di bulan Desember. Wuaaah senangnya karena sudah cukup lama saya nggak membaca Metropop. Paket unyu yang saya anggap sebagai kado spesial ini masih dalam proses dibaca kala saya membuat postingan ini. Semoga saja reviewnya bisa segera tayang. [Update] Review saya bisa dibaca di sini.


7. 


Paket ini tiba tepat di penghujung Desember dan mejadi penutup yang manis. Paket hadiah tahap dua dari ombojo alias suami tercinta. Tentu saja karena permintaan saya untuk dolan ke Petungkriyono ditolak 😭 Tapi kesedihan itu terbayar oleh tiga buku unyu ini:
• Kekasih Sang Duke - Penny Jordan
• Temperatures Rising - Sandra Brown
• Only A Duke Will Do - Sabrina Jeffries

Demikianlah kronologi bagaimana timbunan saya akhirnya bertambah. Jadi... mari babat semua buku tersebut di tahun 2017. Semoga janji ini bisa ditepati... gyahahaha..
Setelah membaca, saya akan update reviewnya juga di postingan ini.

Selasa, 03 Januari 2017

[Posbar] 5 Buku Terbaik yang Saya Baca di 2016 dan Harapan 2017

Tahun 2016 cukup luar biasa bagi saya. Saya menghabiskan membaca 275 buku dalam setahun ini. Lumayan meleset jauh dari target awal yang saya pasang sejumlah 366 buku. Yaah saya akui target itu memang muluk banget. Mungkin saya sedang kerasukan saat memasang target sebanyak itu, atau mungkin karena saya terlalu bahagia bisa membaca seperti orang gila di bulan-bulan awal tahun 2016.
Bisa dibilang saya rajin banget mendekati pertengahan tahun, hingga negara api menyerang. Oh bukan. Bukan negara api. Tapi dunia per-werewolf-an di telegram. Hahaha... saya pernah mencoba log out dan left group tapi hidup saya jadi hampa, jadi akhirnya saya nikmati saja.
Tapi membaca 275 buku dalam setahun benar-benar hal luar biasa bagi saya. Pencapaian tersebut bisa dilihat dari potongan gambar yang saya ambil dari goodreads saya berikut ini:




Nah... dari 275 buku tersebut saya ingin memilih 5 buku terbaik yang telah saya baca di 2016 versi saya.

1. Unveiled - Courtney Milan

Awalnya, Mbak Desty lah yang merekomendasikan buku ini lewat Ijak. Saya yang memang penyuka genre historical romance jelas nggak menolak dan mencoba membaca novel ini. Dan ternyata saya langsung suka. Banget! Saya langsung menobatkan Courtney Milan sebagai penulis favorit setelah membaca novel ini. Ulasan saya bisa dibaca di sini.

2. Cocky Bastard - Penelope Ward

Novel ini gokil parah. Saat membaca novel, saya paling suka dengan dialog yang lentur, luwes dan cerdas, seperti dalam Cocky Bastard ini. Ditulis dengan dua sudut pandang bikin novel ini dalem banget. Ulasan saya bisa dibaca di sini.

3. Devil May Cry - Sherrilyn Kenyon

Ini salah satu favorit saya dari seri Dark Hunter. Sin dan Katra langsung mencuri rasa sayang saya. Bagi saya mereka adalah best couple di antara pasangan-pasangan Dark-Hunter dan Were-Hunter lainnya. Saya mengulas novel ini di sini.

4. Deessert - Elsa Puspita

Seri yummylit ini luar biasa bikin baper bagi saya. Kisah cinta lama yang belum tuntas dipadu dengan cowok yang berprofesi sebagai cheff. Aih saya pokoknya suka banget sama cerita ini. Coba tengok ulasan saya di sini.

5. Scarlet - Marissa Meyer

Novel fantasi yang merupakan retelling dari dongeng Si Kerudung Merah ini langsung memikat hati saya. Terutama heronya yang favorit saya banget. Bahkan saya lebih menyukai Scarlet daripada buku pertamanya, Cinder. Ulasan saya tentang Scarlet bisa dibaca di sini.


Itulah kelima buku terbaik yang telah saya baca di tahun 2016. Kebetulan yang dibaca memang kebanyakan novel romance, jadi buku terbaik versi saya di tahun ini ya jelas romance. Wkwkwkk...

Nah setelah menutup tahun 2016 dengan sedikit kepuasan sekarang saya ingin mengungkapkan wishlist saya untuk tahun 2017. Harapan-harapan yang berkaitan dengan dunia perbukuan dan peresensian #halah

Dan daftar wishlist saya adalah:

1. Membaca 300 buku sepanjang tahun 2017. Okelah tahun kemarin saya gagal menyentuh angka 300, maka untuk tahun ini saya masih tetap berambisi untuk mencapainya. Semoga saja mood saya tetap bagus sepanjang tahun 2017 nanti.

2. Membaca timbunan. Tahun 2016 saya lumayan bisa mengurangi timbunan hingga hanya tersisa belasan buku yang belum saya baca. Tapi kok ya mulai masuk bulan Oktober saya mulai kalap gara-gara banjir diskon dan obralan di mana-mana. Ditambah lagi buku hadiah selama bulan Desember dari teman-teman Joglosemar dan BBI lainnya yang membuat saya terharu. Timbunan nambah!!!! 😱😱 Jadi harapan saya adalah membabat habis timbunan tersebut.

3. Membaca novel dengan setting New Orleans dan St Petersburg. Dua kota ini adalah kota favorit saya. Maka di tahun 2017 ini saya berniat mencari dan membaca buku-buku yang berkaitan dengan kedua kota ini.

4. Read and review. Tahun kemarin saya lumayan nggak tertib dalam mereview buku, untuk tahun ini sih pengennya selesai baca harus dibuat reviewnya.

Huee... cukup segitu saja deh. Saya nggak mau berharap banyak-banyak juga, takut malah nggak tercapai nanti. Gyahahaha...
Sebagai penutup saya ingin menuliskan harapan saya untuk perliterasian Indonesia: 

Semoga saja perbukuan di Indonesia makin baik, menghasilkan karya-karya yang bagus dan semogaaaaaa minat baca masyarakat juga makin meningkat. Keep reading ya, teman-teman :))))


Kamis, 17 November 2016

[Serba-Serbi] Wishlist Arisan Joglosemar

Seharusnya sih sudah dari beberapa hari lalu saya memasang postingan ini di blog, agar petugas kado arisan BBI Jolosemar bisa mulai mencari. Tapi ya gimana ya. Sejak awal bulan saya stuck di telegram, ketagihan main werewolf dan nggosip nggak jelas (nyepik-nyepik dikit juga).
Well, tapi toh buku yang saya mau (sepertinya) nggak susah juga dicari. Jadi tolong dimaafkan kalau saya baru posting wishlist sekarang. Dan.... inilah buku-buku yang saya inginkan untuk ulang tahun saya 😊 :


Cinta Tak Pernah Tepat Waktu - Puthut EA



Tadinya kepingin cetulnya Isyarat Cinta yang Keras Kepala karena covernya lebih cakep dari yang sebelumnya. Tapi setelah dipikir lagi, saya lebih suka yang CTPTW sih. Dan belum punya juga, ya sudah akhirnya pilihan saya jatuh ke buku ini.


The Governess Affair (Skandal Sang Duchess) - Courtney Milan



Courtney Milan itu salah satu penulis favorit, dan kata Mbak Desty yang sudah baca duluan, novella ini lucu khas Courtney Milan. Apalagi saya sudah punya yang A Kiss for Midwinter, masa seri awalnya malah belum punya. Saya bela-belain menahan diri baca Midwinter demi nunggu punya novella yang ini dulu.


Genduk - Sundari Mardjuki



Buku yang menjadi kandidat pemenang Kusala Sastra 2016 ini covernya bikin jatuh hati. Diih cetek ya alasan saya.. Tapi ciyus, covernya yang sederhana itu malah bikin saya penasaran. Apalagi setelah baca ulasan Raafi tentang buku ini bikin semangat saya untuk memilikinya semakin menggebu.


Anak Ini Mau Mengencingi Jakarta?



Saya sudah ngidem kumcer ini sejak lama. Sempat pengin minta buku ini buat reward Battle Challenge, tapi kalah dari keinginan saya untuk punya Raden Mandasia. Jadi, sepertinya memasukkan buku ini ke wishlist arisan joglosemar adalah ide bagus. Siapa tahu saya akhirnya berjodoh dengan buku ini.


Rumah Kertas - Carlos MarΓ­a Dominguez



Buku yang satu ini menggiurkan banget. Membaca blurbnya saja udah bikin saya semangat dan penasaran. Apalagi Mas Dion nulis review di goodreads sampai pakai kepslok. Kan jadi makin pengen. Wkwkwk


Selamat Menunaikan Ibadah Puisi - Joko Pinurbo



Kurang afdol rasanya kalau dalam daftar wishlist nggak ada buku puisi. Dan Joko Pinurbo adalah idola. Sayangnya saya belum punya kumpulan puisi yang satu ini. Ratingnya memang nggak tinggi amat, tapi saya sih kalau sudah merasa suka, biar orang lain berkata apa, saya tetap suka. #ehgimanasik


Yap demikianlah wishlist saya untuk ulang tahun saya yang tinggal menghitung minggu. Saya tinggal pasrah saja pada keputusan sang petugas kado. Semoga petugas kadonya baik hati dan sabar mencarikan buku-buku buat saya. Ngahahahaha....
 

Nurina mengeja kata Published @ 2014 by Ipietoon