Tampilkan postingan dengan label Arleen A. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Arleen A. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 September 2016

[Resensi] Nenek, Kakek, dan Aku - Arleen A

Judul buku: Grandma, Grandpa and Me (Nenek, Kakek, dan Aku)
Penulis: Arleen A
Ilustrator: Herlina Kartaatmadja, Sisca Anggraeni, Adlina, Lenny Wen, Maria Arum, Linny Wibisono, EorG, Natassya Siregar, Natasya Christiani Ray, Jackson
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: Agustus 2016
Tebal buku: 208 halaman



BLURB

Tahukah kamu bahwa nenekku punya sepasang sarung tangan ajaib? Apakah kamu pernah dengar tentang switer tua yang dapat digunakan untuk apa saja? Apakah benar-benar ada tempat di mana kau dapat meminjam cucu? Dan apa yang akan kau lakukan bila ada sekelompok mahluk luar angkasa yang datang untuk menculik nenekmu? Kamu dapat membaca cerita-cerita itu dan lebih banyak lagi di dalam buku yang berjudul Kakek, Nenek dan Aku ini.

Anak-anak yang masih memiliki kakek dan nenek sangatlah beruntung. Mereka tumbuh tidak hanya dengan kasih orang tua, tapi dengan dikelilingi lebih banyak orang yang rela melakukan apapun demi mereka. Buku ini berisi sepuluh kisah yang mengabadikan saat-saat indah yang dialami anak-anak dengan kakek dan nenek mereka, saat-saat yang pasti akan membekas di dalam hati mereka. Buku ini adalah bentuk apresiasi terhadap kakek dan nenek di mana pun juga, dan adalah sebuah momento peringatan bagi mereka yang sudah meninggalkan kita.


RESENSI

Grandma's Magic Gloves

Sejak Mama mendapat pekerjaan baru, Aku selalu ditemani Nenek setiap siangnya. Kata Nenek, beliau akan memberi Aku sesuatu yang ajaib, tapi ternyata benda ajaib itu hanyalah sebuah sarung tangan berkebun yang kotor. Lalu apa yang ajaib dari sarung tangan itu?

Grandpa's Magic Oven

Ketika makan siang Aku melihat bekal milik seorang teman yang berupa kue kering nan cantik. Sang teman berkata kalau ia membuatnya bersama sang ibu dengan oven besar dan memiliki banyak tombol. Aku pun pulang dan minta dibelikan oven besar. Tapi Kakek punya pendapat lain. Kakek punya oven ajaib yang bisa menghasilkan kue kering yang sama lezatnya. Hmm... seperti apakah oven ajaib Kakek?

My Grandparents are NOT Retirees

Kedua orangtua Aku adalah seorang akuntan, mereka berusaha terlihat menarik padahal sebenarnya tidak. Justru Kakek dan Nenek Akulah yang menarik. Mereka punya benda-benda istimewa dan kegiatan istimewa yang mencurigakan. Aku yakin mereka bukanlah pensiunan seperti yang mereka akui. Lalu siapa mereka menurut Aku?

The Music Box

Aku mendapat tugas untuk membawa benda penting milik Kakek atau Nenek. Saat Aku menemui Kakek untuk meminjam salah satu benda milik Kakek yang keren, Kakek membawa Aku ke rumah lamanya dan mencari benda terkeren. Kira-kira benda apa itu? Dan apa kerennya benda tersebut?

Grandpa's Sweater

Bagi Aku, sweater Kakek adalah benda paling penting. Sweater itu selalu berbau seperti Kakek. Dan sweater itu telah menjadi segalanya bagi Aku, sejak ia lahir. Dan saat tiba waktunya untuk pergi belajar, apa ya kira-kira yang Kakek berikan sebagai hadiah kenang-kenangan?

A Borrowed Granddaughter

Aku tinggal berjauhan dengan Kakek dan Nenek. Tapi bagi Aku mungkin itu yang terbaik karena menurut teman-teman, Kakek dan Nenek itu suka memerintah. Namun suatu hari, orangtua Aku harus bertugas ke luar kota dan menitipkan Aku kepada sepasang Kakek dan Nenek tetangga mereka. Bagaimana kesan Aku selama menjadi cucu pinjaman?

Kidnapped!

Aku diculik sepulang dari sekolah! Tapi anehnya ibu guru membiarkan saja aku diculik. Apakah ibu guru sudah dihipnotis? Namun wanita tua yang menculik Aku ini bersikap aneh tapi mungkin saja ia punya tujuan tertentu. Lalu bisakah Aku pulang dengan selamat?

My Grandpa and Me

Ketika Aku kecil, Kakek adalah orang yang seru. Beliau tinggal di pegunungan dan mengajak Aku melakukan hal-hal seru. Kakek dan Aku selalu bersenang-senang. Tapi ketika Aku besar, Kakek sudah tak selincah dulu lagi.
Jadi bisakah Kakek dan Aku tetap bersenang-senang?

Grandparent's Day at School

Di sekolah Aku setiap bulan selalu diadakan Hari Orangtua. Pada hari itu seorang ayah atau ibu akan datang ke kelas dan menceritakan pekerjaannya. Bulan ini adalah giliran orangtua Aku. Tapi Ayah dan Ibu sama-sama sibuk. Jadi Kakek dan Nenek yang menggantikan untuk datang. Tapi bisakah Kakek dan Nenek terlihat keren di depan kelas dan membuat teman-teman jadi kagum?

The Foos

Di masa lalu, ada sebuah planet yang ditinggali para Foo. Mereka terlahir dari debu bintang dan memiliki hati yang baik. Suatu hari mereka mencari pemimpin di Bumi. Kira-kira pemimpin seperti apa yang bisa memimpin dan membuat mereka bahagia?

--------------------------------

Kemarin tanggal 11 September 2016 di Amerika Serikat dirayakan sebagai National Grandparents Day. Hari untuk merayakan cinta, suka cita dan keseruan bersama kakek dan nenek. Kehadiran seorang kakek atau seorang nenek atau bahkan keduanya benar-benar anugerah dalam kehidupan seorang anak. Dan bertepatan dengan moment itu, buku anak Grandma, Grandpa and Me atau Nenek, Kakek dan Aku menjadi karya yang pas untuk dibaca bersama anak-anak.

Buku ini berisi sepuluh kisah tentang kakek dan nenek. Sembilan diantaranya diceritakan melalui sudut pandang orang pertama yaitu dari sisi anak-anak. Tentang apa yang mereka rasakan terhadap kakek dan nenek mereka, tentang betapa serunya kehidupan mereka karena kehadiran kakek dan nenek. Semuanya diceritakan dengan lugas dan nggak jauh berbeda dengan keseharian anak-anak. Sehingga mudah sekali bagi anak-anak untuk terkoneksi dengan cerita-cerita di dalam buku ini. 
Tokohnya sendiri adalah anak-anak laki-laki dan perempuan, yang sedang bersekolah di taman kanak-kanak. Mereka begitu ceria, penuh rasa ingin tahu dan memiliki pola pikir yang unik, khas anak-anak. Saya suka dengan kesemua tokohnya. Mereka benar-benar lucu dan menggemaskan.

Ada sepuluh ilustrator yang membuat buku ini semakin kece dan semarak. Kesepuluh ilustrator ini punya gaya masing-masing yang khas, namun kesemuanya sungguh keren. Gambarnya penuh detail, pewarnaan dan gradasinya lembut dan menonjolkan kesan yang manis. Namun yang paling saya suka adalah ilustrasi dari Lenny Wen. Bagus banget.

Cerita yang paling menyentuh saya adalah Grandpa's Sweater. Ceritanya sungguh menyentuh dan menghangatkan. Paling mengingatkan saya kepada kakek dan nenek. Beberapa orang memang beruntung mendapatkan seorang kakek seperti dalam kisah ini. Tapi mungkin ada juga yang memiliki kakek yang kaku dan menjaga jarak. Tapi bagaimana pun, setiap kakek pasti memiliki rasa sayang yang besar terhadap cucunya. Hanya berbeda saja cara menunjukkannya.
Kemudian cerita yang paling disukai anak-anak saya adalah Kidnapped! Ahahaha membacakan cerita ini kepada anak-anak sungguh seru. Dan lebih seru lagi menjawab pertanyaan mereka. Entah anak saya yang terlalu polos atau memang daya imajinasinya kurang dahsyat, ia menelan mentah-mentah alur kisah ini dan kesulitan memahami twistnya. Dan ketika akhirnya paham ia tertawa keras dan bilang ingin diculik juga. Waduh! ^^
Tapi kisah ini benar-benar memberinya inspirasi untuk bermain peran.

Cerita menarik lainnya bagi saya adalah cerita kedua, Grandpa's Magic Oven. Yang menarik adalah, lupakan deh tentang nenek yang suka memasak dan selalu beraroma seperti kue. Dalam cerita ini, Kakeklah yang menemani cucunya memasak dan seru-seruan di dapur. Saya suka cerita ini terutama karena anak-anak saya memang suka di dapur. Mungkin dalam keluarga kecil kami, sayalah yang paling bloon dan payah di dapur. Suami dan anak-anak saya selalu punya waktu untuk bersenang-senang di dapur. Tentunya akan lebih seru lagi kalau nanti lain kali kakek pun bisa bergabung bersama mereka.

Grandma, Grandpa and Me merupakan buku anak yang luar biasa menarik. Gaya bertuturnya lugas, kalimatnya sederhana sehingga mudah dibaca sendiri dan dipahami oleh anak-anak. Arleen A memang pendongeng yang hebat. Buku ini full colour dengan kualitas kertas yang bagus dan juga bilingual. Jadi bisa sekalian untuk belajar apalagi bagi anak-anak saya yang Bahasa Inggris adalah bahasa nomer sekian setelah Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa dan Bahasa Upin-Ipin. Oh iya ada game seru pula di akhir buku ini, anak-anak benar-benar suka dengan bonus game-nya. Kisah-kisah dalam buku ini benar-benar seru dan membuat saya kangen pada kakek dan nenek. Yah akhirnya... Happy Grandparents Day!

Untuk para orangtua dapatkan the Official Grandma, Grandpa, and Me Activity E-book DI SINI, selamat bersenang-senang dengan putra-putri tersayang :))


Rabu, 29 Juli 2015

[Resensi: Ally-All These Lives by Arleen A] Menjelajahi Banyaknya Alam Semesta Bersama Ally


Judul buku : Ally - All These Lives
Penulis : Arleen A
Editor : Dini Novita Sari
Desain sampul : Iwan Mangopang
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : 22 Januari 2015
Tebal buku : 264 halaman
ISBN : 978-602-03-0884-5
Available at: bukupedia




BLURB

Apa yang akan kaulakukan jika satu menit yang lalu kau anak tunggal orangtuamu, lalu satu menit kemudian ada seseorang yang muncul entah dari mana dan duduk di sampingmu mengaku sebagai adikmu? Apa yang kau lakukan jika kau menemukan foto di meja, menampilkan dirimu dan seseorang yang belum pernah kaulihat? Apa yang kaulakukan jika kau pulang ke rumah dan menemukan bahwa di dalam rumah itu sudah ada dirimu yang lain?

Kehidupan Ally memang bukan kehidupan biasa. Kerap kali ia mendapati dirinya ditempatkan dalam kehidupan yang seolah miliknya, tapi ternyata bukan. Dan tiba-tiba kata "pulang" punya makna yang baru. Apakah Ally akan memiliki kesempatan untuk "pulang"? Akankah ia bisa kembali pada cinta yang ditinggalkannya di kehidupan yang lain?

Ini bukan kisah biasa. Ini kisah yang akan membuatmu berpikir kembali tentang arti hidup dan arti cinta yang sebenarnya.


RESENSI

Semua bermula ketika Ally baru berusia sepuluh tahun. Gadis kecil itu duduk di dapur dan berbicara tentang ulangan matematikanya ketika Mamanya mengeluarkan seloyang kue kering cokelat dari oven. Tiba-tiba Ally merasakan seolah ada seekor semut berjalan di lengan kirinya. Namun ketika mengusapnya, tidak ada semut di sana. Justru tiba-tiba semua yang ada di sekitarnya… menghilang!
Meja, kursi, kotak makan, dan botol minum menghilang. Bahkan Mamanya dan seloyang kue kering juga menghilang. Ally terperangkap dalam sebuah ketidakberadaan. Tak ada kegelapan dan tak ada yang bisa ia lihat.
Lalu ketika Ally kembali melihat warna-warna dan mulai fokus, betapa terkejutnya ia karena ia mendapati ada di tempat yang sama, namun dalam versi dunia yang berbeda. Ally mendapati dirinya berada di dapur bersama mama yang memasak sup dan ada seorang anak laki-laki berusia kira-kira lima tahun yang tak lain adalah adiknya.
Saat ia bersikeras bahwa ia tadinya adalah anak tunggal, ia dibawa ke psikiater. Ally kebingungan. Tak tahu apa yang terjadi. Hingga peristiwa ketidakberadaannya yang kedua terjadi saat ia SMA.
Kali itu, Ally datang ke versi kehidupan di mana Albert, adiknya, telah meninggal dalam kecelakaan. Kemudian Saat Ketidakberadaan Ally datang lebih sering. Tak terduga dan tak terantisipasi. Setiap kali terjadi, selalu ada yang berubah dalam hidup Ally. Ally pun mendapat jawaban ketika mengikuti kelas astronomi, saat Profesor Fraknoi berbicara tentang beberapa alam semesta yang tumpang tindih. Itulah mulanya Ally mengenal adanya "Dunia yang Banyak". Teori yang merumuskan bahwa alam semesta terbelah dan terbagi setiap kali keputusan dibuat.
Ally pun menemui seorang ilmuwan yang mengajar di Universitas Oxford bernama Profesor David El Drone dengan harapan sang profesor bisa menemukan sesuatu untuk menghentikan 'perpindahannya'. Tapi hasilnya nihil. Ally tetap saja mengalami Saat Ketidakberadaan, hingga akhirnya ia pun pasrah. Menerima dan menjalani versi kehidupan mana pun ia ditempatkan.
Tapi tetapkah Ally pasrah saat ia bertemu seseorang yang istimewa? Bagaimana cara Ally tetap berusaha ada di dekat orang-orang yang ia cintai? Apakah ia bisa memilih versi kehidupannya sendiri? Dan apakah hanya Ally satu-satunya orang yang bisa menjelajah "Dunia Banyak"?

--------

Saya sangat menyukai Arleen sebagai penulis cerita anak. Setiap kali ada yang bertanya atau minta rekomendasi buku cerita anak, saya pasti menyebut nama penulis ini ^^
Maka ketika saya mendapat novel ini dari editornya, Dini Novita Sari, saya girang banget. Akhirnya saya bisa membaca novel beliau. Saya penasaran apakah saya akan menyukai novelnya sebesar saya menyukai buku cerita anaknya 😊

Tema dalam novel Ally benar-benar menarik. Saya sungguh senang ada penulis Indonesia yang berani menulis dengan tema Banyaknya Alam Semesta. Saya tidak merasakan adanya lubang menganga dalam alur kisahnya. Semua begitu rapi terjalin dan menggiring saya terhanyut dalam petualangan Ally.

Diceritakan dengan sudut pandang orang pertama yaitu Ally, saya dibawa ke dunia Ally dalam versi yang berbeda-beda. Dan entah kenapa, membaca penuturan Ally membuat saya teringat novel The Time Traveler's Wife. Apa karena mereka sama-sama sebagai 'aku' dan mengalami 'saat pertama' mereka ketika kecil, ya?

Untuk setting awalnya saya agak kebingungan akan latar tempatnya. Karena kalau saya nggak salah ingat, baru di bab enam lah disebutkan Ally tinggal di San Francisco.

Ally sungguh karakter yang kuat. Diambil dari satu versi kehidupan dan ditempatkan ke versi kehidupan lain sungguh menakutkan. Ia tidak tahu akan kehilangan siapa atau menemukan siapa di versi kehidupan barunya. Tapi ia menghadapinya dengan tabah. Ally juga terasa optimis saat ia berusaha mencari orang-orang yang ia sayangi di versi kehidupan barunya.
Sedangkan untuk karakter Kevin dan James, saya masih merasa mereka adalah satu orang. Tidak ada perbedaan mencolok di antara keduanya dalam hal 'bersuara'.
Cukup banyak narasi dalam novel Ally, tapi nggak membosankan. Mungkin hanya terasa repetitif ketika Saat Ketidakberadaan Ally datang, narasi penjelasan tentang suasana dan sensasinya diulang kembali dengan hampir sama.

Saya suka twist endingnya. Jujur saya nggak bisa menebak bagaimana kehidupan Ally akan berakhir. Dan ketika saya merasa kehidupan Ally telah stabil, saya mendapat kejutan. Yah, meskipun saya rasa Ally terlalu banyak mendapat 'keberuntungan' pada akhirnya :))

Saya suka konsep covernya. Elegan dan menggambarkan banyaknya dunia Ally. Yang kurang menarik hanyalah perpaduan warnanya menurut saya.

Saya sudah yakin akan menikmati novel ini tanpa halangan (baca: typo). Tentu saja karena nama penulis dan editornya. Dan terbukti saya nggak menemukan typo, hanya ada kekurangan tanda titik dan kesalahan peletakan tanda koma di halaman 153.

Saya rekomendasikan novel Ally-All These Lives karena saya menjadi memaknai setiap orang yang hadir dalam versi kehidupan saya dan semakin mempertimbangkan masak-masak tiap keputusan yang saya ambil 😉
Saya beri 4 bintang untuk Ally-All These Lives.


TEBAR-TEBAR QUOTE

Setiap kali Saat Ketidakberadaan-ku datang, aku jadi merasa bahwa dunia sedang memainkan sebuah permainan dan aku telah ditinggalkan. (hal. 25)

"Berarti ada banyak sekali alam semesta karena ada begitu banyak manusia dan masing-masing dari mereka membuat begitu banyak keputusan di dalam hidup mereka? Dan setiap kali keputusan dibuat, entah itu keputusan sederhana seperti menu makan pagi atau keputusan besar seperti pemilihan profesi dan pasangan hidup, maka alam semesta akan terbagi?" (hal. 36)

"Tapi kata siapa hidup ini adil? Paling tidak, orang harus menanggung risiko dan konsekuensi dari semua keputusan yang diperbuatnya." (hal. 42)

Alam semesta ini tidak mempunyai Kevin di dalamnya. Sekarang, bagaimana caraku untuk bisa hidup di sebuah alam semesta yang tidak punya Kevin dan Albert di dalamnya? (hal. 86)

"Aku tidak bilang bahwa kau dapat mengendalikan hidupmu. Aku bilang kau dapat memutuskan untuk menerimanya. Jika kau menerimanya, kau akan lebih menghayati hidupmu yang sekarang. Tapi jika tidak, kau hanya akan menjadi seorang turis yang hidup dari sebuah koper, menantikan penerbanganmu selanjutnya." (hal. 121)

"Tuhan, tolong beri aku keberanian untuk mengubah hal-hal yang dapat kuubah, beri aku kedamaian untuk menerima hal-hal yang tidak dapat kuubah, dan beri aku kebijaksanaan untuk membedakan keduanya." (hal. 150-151)


Senin, 30 Maret 2015

Berpetualang dan Bermain Bersama Kodi, Si Kodok Yang Suka Menyanyi

Judul buku : Kodi, Si Kodok yang Suka Menyanyi
Penulis : Arleen A.
Editor : A Mellyora & Yenni Saputri
Desain sampul : @pras_santosa
Desain isi : @pras_santosa
Penata letak isi : Diyantomo
Ilustrator : KeMot
Penerbit : Tiga Ananda (creative imprint of Tiga Serangkai)
Jumlah halaman : 248 halaman; 24 cm
Tanggal terbit : Oktober 2014
ISBN : 978-979-045-772-0
Cara dapat : hadiah kuis dari penulisnya



BLURB
     Kodi adalah seekor kodok yang lucu. Ia tinggal di tepi kolam dengan kedua orang tua dan adiknya, Keni. Kodi suka sekali menyanyi dengan suaranya yang indah.
Di dalam buku ini, kalian akan mengikuti kisah-kisah Kodi, Keni, dan juga teman-teman mereka, seperti Geri Si Belalang, dan Tori Si Kupu-kupu. Ada kisah tentang Kodi yang pergi berkemah di dalam batang pohon, diadakannya olimpiade kolam, saat Kodi kehilangan suaranya, dan banyak lagi kisah lainnya. Ayo, baca buku Kodi ini dan ikuti petualangannya!


RESENSI


Sudah 4 tahun saya berburu buku anak seheboh berburu buku fiksi dan nonfiksi. Tentu saja alasannya karena saya ingin anak-anak saya juga gemar membaca dan tidak jadi dungu. Dan mencari buku anak yang perfect itu gampang-gampang susah.
Unsur yang saya cari dalam sebuah buku cerita bergambar adalah gambar yang imajinatif, kosa kata yang sederhana dan simpel, dan tentu saja pesan moral yang mudah dicerna anak. Dan kesemua hal itu lengkap terdapat dalam buku Kodi, Si Kodok yang Suka Menyanyi ini.

Dari desain sampulnya saja sudah mewakili kriteria saya. Judulnya yang besar-besar dan simpel itu dengan mudah dibaca oleh putra saya yang berusia 4 tahun. Tiga nukilan gambar Kodi di sampulnya telah menunjukkan sifat-sifat Kodi, seperti suka berteman dan percaya diri. Dan gambar Kodi yang menggandeng Keni itulah yang membuat saya berpikir, "Gotcha! Ini sempurna!" Yup! Sifat Kodi yang penyayang terhadap adiknyalah yang saya sukai.
Maklum saja sebagai ibu dengan dua putra, yang jaraknya hanya 3 thn, tentu agak sulit meyakinkan sang kakak bahwa kasih orang tuanya tetap sama seperti dulu. Bahwa si kakak juga harus menyayangi si adik karena si kakak akan jadi role model bagi adiknya. Tentu saja putra pertama saya sayang pada adiknya tapi saya ingin hubungan mereka bisa erat. Huhuuu saya malah curhat… :l

Cerita bergambar ini berisi 10 cerita:

1. Kodi, Si Kodok yang Suka Menyanyi
2. Kodi Kehilangan Suara
3. Kodi dan Peluit
4. Olimpiade Kolam
5. Mahkota yang Hilang
6. Pergi Berkemah
7. Kakak yang Hebat
8. Liburan yang Menyenangkan
9. Todi Datang Berkunjung
10. Kodi Tampil di Atas Panggung

Bagaimana? Sudah ada gambarankah tentang kisah-kisah di dalamnya? :) Dari judul-judulnya pun telah terlihat keseruan petualangan Kodi. Dari kesepuluh cerita itu, kisah yang saya suka adalah… semuanyaaaaa!! XD

Arleen begitu jeli dan cerdik memasukkan pesan-pesan keteladanan dalam cerita-ceritanya. Kisah Kodi pun kisah yang mudah kita temui dalam keseharian anak sehingga anak-anak akan merasa akrab dengan ceritanya. Alurnya menarik dan penyelesaian masalahnya patut dicontoh.

Saya juga menyukai bagian awal dan akhir cerita. Di awal cerita selalu dimulai dengan kalimat tanya yang akan merangsang rasa penasaran anak, seperti:

     Ketika tersesat, Kodi malah menyanyi. Apakah itu bisa membawanya pulang? (Hal 9)

     Suara Kodi tiba-tiba hilang! Bagaimana cara mendapatkan kembali? (Hal 33)

     Kodi sangat menyukai peluit Boci. Namun apakah ia akan menyimpan peluit itu untuk dirinya sendiri? (Hal 56)



Tentu saja anak-anak jadi tidak sabar membaca ceritanya. Jangankan anak-anak, saya saja ikut penasaran :))

Dan cerita akan diakhiri dengan kuis yang menanyakan seputar kisah sebelumnya. Model kuisnya pun bukan hanya sekedar kalimat pertanyaan, tapi dikemas dalam bentuk game menelusuri jejak.
Wow! Brilian menurut saya. Karena anak-anak mana yang tidak suka menelusuri jejak? Hal ini juga akan membantu orang tua untuk mendapati sejauh mana pemahaman anak terhadap cerita.

Sebagai cerita bergambar tentu saja bagian terpenting adalah gambarnya. Menurut saya gambarnya simpel, imajinatif, cantik dan sesuai perspektif anak. Ketika saya melihat gambar pohon dalam buku ini, saya jadi ingat kalau anak saya beberapa waktu lalu sempat menangis karena tidak bisa menggambar pohon. Ia hanya bisa membuat lingkaran di atas batang pohon untuk menggambarkan dedaunan, ia frustasi karena tidak bisa membuat kurva-kurva melengkung seperti di gambar-gambar pepohonan kebanyakan. Saat saya tunjukkan gambar pohon dalam buku ini padanya, ia pun tertawa dan kembali melukis seperti yang ia imajinasikan. Lingkaran-lingkaran di atas batang pohon. Oh, betapa saya bersyukur karena buku ini. Ilustratornya benar-benar memahami anak-anak.

Untuk kosa kata yang dipilih penulis, layak diacungi jempol karena sederhana dan mudah dicerna anak-anak. Nama-nama tokoh juga mudah dibaca,dilafalkan dan diingat anak. Beberapa buku anak menuliskan kata-kata sulit yang kadang membuat anak-anak bertanya apa artinya, tapi saat anak saya membaca buku ini dia sangat paham makna tiap katanya.

Jika ada kekurangan dalam buku ini saya rasa hanya terletak pada interactive game-nya. Menurut saya akan lebih menarik jika permainannya dibuat beragam, tidak hanya menelusuri jejak saja. Mungkin bisa permainan mencari perbedaan atau melengkapi puzzle :)

Buku ini saya rekomendasikan untuk para orang tua yang suka membacakan cerita bagi putra-putrinya, guru TK-Sekolah Dasar karena saya pun menggunakannya untuk alat peraga mengajar membaca dan mendongeng, juga untuk anak-anak yang sedang belajar membaca atau malah telah lancar membaca.

Sedikit tips untuk para orang tua:
Saat membacakan cerita ini untuk balita, coba tunggu jawaban putra-putri anda setelah anda membaca kalimat tanya yang biasa ada di awal kisah. Dengar apa jawaban mereka dan anda pasti akan tersenyum mendengar betapa ajaibnya jawaban-jawaban mereka.

Saya beri 5 bintang untuk buku ini. Terima kasih Mbak Arleen dan timnya yang telah membuat karya yang mengagumkan :)



 

Nurina mengeja kata Published @ 2014 by Ipietoon