Tampilkan postingan dengan label Indah Hanaco. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indah Hanaco. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Desember 2016

[Resensi] Love in Pompeii - Indah Hanaco

Judul buku: Love in Pompeii
Penulis: Indah Hanaco
Editor: Donna Widjajanto
Desain sampul: Orkha Creative
Desain isi: Nur Wulan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: 2016
Tebal buku: 235 halaman
ISBN: 978-602-03-3452-3



BLURB

Callum Kincaid, salah satu magnet Formula One, gagal menikah dengan kekasih modelnya. Pria yang sejak remaja sudah dikenal sebagai lady killer dan selalu mengencani gadis catwalk, memutuskan untuk tidak terikat komitmen dengan siapa pun untuk sementara. Tapi, kepindahan ke Hampstead dan ciuman yang terinterupsi, mengubah segalanya. Adalah Gladys Zayna Raviv, perempuan muda dengan pengalaman hidup yang mematangkannya lebih dari semestinya. Selalu menjaga jarak aman dari kaum pria karena terbebani dosa masa lalu. Hingga tiba hari ketika seporsi apple pie membuatnya mengenal pria bermata sangat biru dan wajah berbintik-bintik.

Meski Gladys ingin menjauh dari Callum, semesta tampaknya dengan keras kepala justru melakukan sebaliknya. Ditambah dengan Lulu, si orang ketiga antimainstream yang mementahkan semua upayanya.

Gladys berusaha menyangkal kebenaran yang disuarakan hatinya, hingga perjalanan ke Pompeii meruntuhkan segalanya. Hatinya tak lagi aman dari pesona Callum.

Sayang, kembali ke Hampstead, mereka ditunggu oleh kejutan besar. Masa lalu memang seperti hantu, menuntut untuk digenapi. Bisakah Gladys dan Callum bertahan dan memiliki keberanian untuk mengakui perasaan yang sudah begitu transparan? 


RESENSI

Kehidupan Gladys yang tenang di Hampstead bersama Lulu, putrinya, dan Tante Herra mulai terusik sejak kehadiran sang tetangga baru, Callum Kincaid. Berawal dari niat baiknya mematuhi tradisi, Gladys membuatkan apple pie untuk sang tetangga baru. Namun rupanya Lulu yang mudah akrab dengan pria dewasa langsung lengket dengan Callum yang menyukai anak-anak. Dan dimulailah hubungan pertetanggaan yang heboh tapi akrab.
Rupanya kedekatan Callum dan Lulu membuat Callum ingin berlibur bersama Gladys dan Lulu ke Napoli. Perjalanan mereka bahkan merambah hingga ke Pompeii. Di kota yang pernah hilang karena terkubur letusan gunung Vesuvius ini, Callum dan Gladys menyadari perasaan mereka. Sayangnya, hantu masa lalu Gladys telah menanti di London.
Mampukah Gladys mengusir hantu masa lalunya? Dan apakah Gladys akan menerima janji yang diucapkan Callum sementara ia tahu bahwa keyakinan mereka berbeda?

-------------------

Pompeii. Saya punya ketertarikan tersendiri terhadap kota ini sejak membaca ulasannya di majalah National Geographic bertahun-tahun yang lalu. Pompeii kota yang luar biasa, canggih pada masanya, dan menjadi pengingat bahwa alam dan Tuhanlah yang tetap punya kuasa di atas segalanya.
Maka ketika Indah Hanaco menuangkan kota ini ke dalam salah satu novelnya, saya merasa antusias. Banget.
Ditambah lagi Callum Kincaid sang tokoh utamanya berprofesi sebagai pembalap F1. Olahraga yang dulu saya ikuti perkembangannya bahkan pernah bikin saya iri berat pada Azrul Ananda yang bisa mondar-mandir di sirkuit-sirkuit.. Wkwkwk..

Love In Pompeii merupakan salah satu novel yang termasuk dalam Around The World With Love Series yang kini telah memasuki batch tiga. Bicara tentang seri ATWWL ini semakin ke sini kota yang dieksplorasi oleh keempat penulisnya semakin unik dan lain dari yang lain. Nah Pompeii sendiri termasuk kota yang unik dan berbeda.
Meski demikian setting novel ini bukan hanya di Pompeii saja, tapi juga di London dan Bogor. Malah sebagian besar cerita terjadi di London, di mana Callum dan Gladys tinggal bertetangga. Banyak hal yang terjadi di antara mereka yang menarik, lucu dan menggemaskan di London. Namun puncak romansanya memang terjadi di Napoli dan Pompeii.
Penggambaran settingnya yang rapi membuat saya betah ikut menyusuri setiap sudut kota ini. Detail tempat dan suasananya seakan saya benar-benar ada di sana. Banyak trivia-trivia seru tentang Pompeii yang pastinya akan semakin bikin penasaran.
Ada juga trivia-trivia tentang balap formula satu yang disajikan di dalam novel ini. Namun yang luar biasa adalah penggambaran situasi balapan ketika Callum sedang berada di tengah-tengah race. Haih saya saja sampai tegang membacanya.

Love in Pompeii menggunakan sudut pandang orang ketiga dan beralur maju. Ceritanya mengalir dengan ringan sekaligus seru. Saya semakin menikmati gaya bertutur Indah Hanaco yang luwes dan santai. Interaksi antara Callum, Gladys dan Lulu terasa asyik dan nggak kaku. Saya menangkap betapa mereka nyaman satu sama lain dan menjalin chemistry yang kuat. Callum dan Lulu sendiri luar biasa banget interaksinya. Saya saja yang pernah mengalami fase saat anak berusia lima tahun, manalah bisa sesabar dan setabah itu. Hahaha...
Saya suka jalinan ceritanya yang ringan dan seru. Semakin lama membaca novel ini saya semakin terhanyut dan geli sendiri. Banyak momen manis yang sederhana tapi mengena bagi saya. Konfliknya pun bukan hanya berasal dari masa lalu Gladys tapi juga kegalauan Gladys karena ia dan Callum begitu berbeda. Situasi kayak gini sakit banget loh #eaasurhat

Karakter Gladys dalam novel ini benar-benar menunjukkan seorang survivor, ia belajar dari kesalahan. Berani berbuat berani bertanggung jawab.
Saya suka banget deh dengan Callum. Oke entah ini anak lakiknya Indah Hanaco yang keberapa yang saya suka, saya sudah lelah menghitung. Bisa dibilang saya mungkin punya harem yang isinya karakter pria dari novel-novelnya Indah Hanaco saja. Tapi Callum memang spesial dan berbeda. Callum itu santai, sabar dan nggak grusa grusu. Jelas lah ya, pembalap F1 mah pastilah orang yang sabar dan penuh perhitungan 😷  Dan sepanjang membaca novel ini yang terbayang di benak saya justru Kimi Raikkonen... my iceman. Padahal Kimi kan gak seplayboy Callum yak.. wkwkwkwk...

Dalam Love in Pompeii ada masa lalu yang harus dituntaskan dan bukan sekedar dikubur.  Bahwa meski kita membenci dan merasa terluka akan masa lalu, ada seseorang yang memiliki hak untuk mengetahui fakta kebenarannya. Duh rasanya saya nggak rela mengakhiri membaca novel ini. Sebenarnya saya ingin menjelajahi Pompeii lebih lama bersama mereka dan ingin melihat Gladys berdiri di paddock menanti hasil balapan Callum. Bagi saya sih itu momen luar biasa bagi kekasih dan istri pembalap yang bikin saya iri 😉 


Kamis, 09 Juni 2016

[Resensi: Rainbow of You - Indah Hanaco] Mengharap Kembalinya Cinta Masa Kecil

Judul buku: Rainbow of You
Penulis: Indah Hanaco
Editor: Anin Patrajuangga
Desainer cover: Steffi
Penata isi: Yusuf Pramono
Penerbit: Grasindo
Tahun terbit: September 2013
Tebal buku: 280 halaman
ISBN: 9786022511939
Review at steller: Check out my story on Steller



BLURB

Ryu punya mimpi paling murni tentang Robin. Mimpi yang terpelihara rapi selama dua belas tahun. Hingga Tuhan memberi kejutan yang tidak siap untuk dihadapi gadis itu.
Enzo juga menyimpan mimpi-mimpinya di tempat rahasia. Berbeda dengan Ryu, Enzo tahu bagaimana caranya untuk mewujudkan mimpi itu. Meski tidak mudah.
Pipi semangka. Robin. Juliet. Ian Quintus. Lirik lagu. Satu per satu mendorong Ryu dan Enzo ke arah yang sama. Semuanya dilengkapi oleh ‘mantra’ yang diucapkan Ryu. Abrakadabra! Dan keajaiban pun tercipta.

RESENSI

Masa kecil Ryu selalu riuh dengan kehadiran anak-anak keluarga Macfadyen. Terutama si bungsu Enzo yang membuat hari-hari Ryu tak pernah tenang. Enzo selalu saja mengusili Ryu dan membuat si gadis cilik menangis. Kalau sudah begitu, Robin lah yang akan membela Ryu dan memarahi Enzo. Robin selalu lembut dan baik terlebih Robin juga tampan, sementara Enzo selalu jahat dan iseng. Tentu saja Ryu lebih menyukai Robin dan ingin menikah dengan Robin kelak jika ia besar nanti.
Sayangnya keluarga Macfadyen harus pindah ke Inggris dan meninggalkan Medan, dan membuat mereka sedih. Saat itulah Robin berjanji akan kembali demi Ryu suatu saat nanti. Robin memberikan album foto mereka saat bayi, dan Ryu menjadikan salah satu foto itu sebagai jimat.
Bertahun berlalu, Ryu yang telah menjadi gadis SMA tetap memegang kesetiaannya pada janji Robin. Ia menolak semua cowok yang mendekatinya. Tentu saja itu membuat kakak-kakak lelakinya geleng kepala, terutama Ken. Dan Ken yang sejak kecil jadi partner in crime Enzo tentu saja lebih memilih menjodohkan adiknya dengan Enzo. Itu sebabnya Ken mengumumkan bahwa Ryu adalah pacar Enzo untuk mengusir Ian, cowok yang terus menguntit Ryu. Jelas Ryu menjadi kesal.
Hingga akhirnya waktu yang dinanti tiba. Keluarga Macfadyen akan kembali. Ryu akan bisa bertemu dan bercakap-cakap lagi. Bukan hanya bicara seorang diri pada selembar foto bayi yang ditempel di kaca riasnya tiap hari.
Tapi benarkah Robin kembali demi Ryu? Yang jelas mantra yang diucapkan Ryu memang bekerja... terhadap salah satu anak keluarga Macfadyen.

********

Jika ditanya apa saya nggak bosan membaca karya Indah Hanaco, jawabannya nggak sama sekali. Saya selalu menikmati setiap karyanya senikmat saya mennyesap kopi. Kadang manis kadang pahit. Kadang pekat kadang encer. Kadang panas kadang dingin. Tapi tak pernah gagal menaikkan mood saya.

Rainbow of You menyajikan kisah kocak tentang kebebalan Ryu yang menanti teman masa kecil. Huhuu... gadis mana sih yang nggak punya teman-cowok-favorit-di-masa-kecil-yang-mungkin-potensial-untuk-diajak-nikah-nanti? Saya sih punya. Wkwkk~

Di bagian awal Rainbow of You memang lumayan membosankan. Mungkin karena banyak tokoh yang diperkenalkan dan dideskripsikan untuk membangun konstruksi ceritanya. Dan sebenarnya saya nggak suka sama kisah satu cewek yang dikelilingi banyak cowok. Dan ganteng. Bikin ngiri ya kan?
Coba di dunia nyata manalah ada cowok ganteng sebegitu banyak berkeliaran di sekitar saya? Hhhh....

Namun begitu kisah bergulir ke masa kuliah, ketika Robin dan Enzo kembali, ceritanya jadi asyik. Seru dan konyol. Chemistry-nya juga dapet banget. Terutama antara Ken dan Ryu. Saya suka melihat persaudaraan mereka yang natural. Terlebih justru mungkin Ken lah orang yang paling perhatian terhadap Ryu. Buktinya ramalannya bisa tepat. Hahaha... Tapi chemistry Ryu dan Enzo juga seru banget. Bertengkar-ngambek-baikan-romantisan hiih... bikin gemes gitu. Dan bagian romantisnya jelaaas... bikin meleleh.

Yang selalu saya suka dari novel Indah Hanaco adalah karakter ceweknya yang berani and to be herself. Ryu di sini memang kekeuh pendiriannya sampai saya merasa terlalu bebal. Bego banget rasanya karena terlalu memegang janji anak umur sepuluh tahun. Tapi di sisi lain kesetiaan tanpa nalar itu tetap romantis ya kan? Dan kesetiaan itu yang membawa happy ending. Paling yang bikin sebel karena Ryu terus menganggap Enzo jelek dan nakal. Pengin njitak jadinya.
Robin tetap konsisten baik dan lembut. Tapi saya ikut syok juga seperti Ryu mengetahui perubahan yang terjadi pada Robin. Syok tapi ngakak. *diblebekin Robin*
Enzo aduuuh... saya sih yakin bakal seperti apa Enzo versi dewasa. Anak lelaki yang usil dan jadi teman berantem pasti gedhenya jadi keren dan asyik... setidaknya itulah versi cerita di manga dan novel. Wkwkwk~
Haduuh tapi sumpah deh ya, Enzo ini enak banget diajak ngobrol. Kadang jahil, kadang nggodain, tapi seringnya bikin melting. Nggak kuat jantung adek, bang.

Konfliknya simple dan ringan, cuma melibatkan perasaan antara Ryu, Robin dan Enzo. Sudah pas banget dan mudah dibaca sekali duduk. Aah... saya suka deh dialognya yang nggak kaku dan mengalir. Saya juga suka puisi-puisinya Ryu. Daleeeem jenderal!

Well, buat kalian yang suka kisah cinta yang ringan antar teman masa kecil boleh banget deh baca novel ini. ;)

Kamis, 05 Mei 2016

[Resensi: Les Masques - Indah Hanaco]


Judul buku: Les Masques
Penulis: Indah Hanaco
Editor: Anin Patrajuangga
Desain kover: Sapta S Soemowidjoko & Lisa Fajar R
Penerbit: Grasindo
Tahun terbit: Maret 2014
Tebal buku: 240 halaman
ISBN: 9786022514657



BLURB

Fleur Radella, lahir karena kebuasan hasrat yang tak bisa ditolak. Elektra Valerius, jiwa berani yang terpaksa bersemayam di tubuh yang salah. Tatum Honora, gadis pemurung yang tercipta karena ketidakmampuan manusia menundukkan diri sendiri.

Semua yang dimulai di masa lalu, tak seharusnya menjadi hantu yang menempel tanpa pengampunan. Lalu Adam Dewatra hadir. Menggenapi jejak horror masa lampau.

RESENSI

Kehidupan masa kecil yang dijalani Fleur Radella benar-benar menyedihkan. Lahir dari hasil pemerkosaan, neneknya, Marini, tak pernah menghujani Fleur dengan kasih sayang. Apalagi Reene Isabel, sang ibu yang mempertahankan kehamilannya walau masih SMA, meninggal setelah melahirkan Fleur. Maka semakin besarlah kebencian dan kemarahan Marini yang dilampiaskan pada Fleur. Anak kecil yang polos dan tanpa dosa.
Tak terhitung berapa kali Marini melenyapkan senyum Fleur. Puncaknya ketika Fleur berusia empat tahun, Marini mengunci Fleur di dalam kamar mandi yang gelap dan jarang digunakan. Tanpa peduli tangis histeris Fleur, Marini tak mengizinkan Nana, pengasuh Fleur untuk membukanya. Kala itulah diantara rasa takut Fleur, Elektra Valerius terlahir. Jiwa yang meledak-ledak, spontan dan cerdas bukan main.
Selepas kejadian itu Fleur bukanlah anak kecil yang sama, ia menjadi pendiam dan pemalu. Sifat yang malah mendorong orang-orang di sekitarnya semakin berlaku abusif. Termasuk Xander, saudara kembar ibunya, yang ikut memanfaatkan kesempatan untuk membuat permainan "Heaven" dengan si kecil Fleur. Yang menyebabkan lahirnya Tatum Honora, jiwa muram yang terluka.

Di masa SMA, Fleur terpilih menjadi salah satu finalis cover girl majalah Dara. Tidak ada yang menyangka, Fleur yang pemalu bisa berani ikut audisi dan lolos sebagai finalis. Fleur sendiri heran bukan main, kapan ia menjalani audisi? Mengapa wajahnya bisa tiba-tiba ada di dalam majalah?
Ketika Fleur akhirnya menang menjadi pemenang pilihan pembaca dan mulai ditawari untuk menjadi model, tentu saja Marini melarangnya. Dan... serangkaian kejadian tak enak pun terjadi. Marini meninggal misterius. Para model dan artis yang mencaci Fleur dibungkam satu-persatu. Sutradara yang mencoba melecehkan Fleur babak belur secara misterius.
Namun tentunya ada hal indah pula yang terjadi. Kebahagiaan terbesar saat Fleur bertemu Enrico, mantan kekasih Audrey. Bersama Enrico, Fleur merasakan apa artinya jatuh cinta. Tapi akankah kisah mereka berakhir bahagia?

----------------

Tarik napas... cari tempat duduk... sepertinya ulasan saya bakalan panjang. Haha...

Saya bagai menemukan harta karun saat membaca Les Masques. Saya mengenal Indah Hanaco sebagai penulis novel roman. Bukan roman menye-menye tentu saja, Indah Hanaco selalu membuat karakter heroine yang kuat dan mandiri. Tangguh. Itu yang saya suka dari penulis ini dan mengapa saya setia mengikuti karyanya.
Dalam novel-novel karyanya, Indah juga sering menyelipkan kepahitan hidup sebagai landasan psikologis tokoh-tokohnya. Yang membuat para tokoh ini bulat dan berdimensi. Beberapa kisah bergulir pula dengan kesan semi thriller seperti Tuhan untuk Jemima dan Cinta Sehangat Pagi. Roman berbalut thriller psikologis, yang mungkin memang di luar nalar tapi benar-benar ada.
Les Masques mengambil tema tentang gangguan identitas disosiatif atau yang dulunya disebut gangguan kepribadian majemuk. Ada beberapa kepribadian yang muncul akibat trauma masa kecil yang dialami Fleur. Kepribadian-kepribadian ini kemudian berkembang dan berniat melindungi Fleur dengan caranya masing-masing walau kemudian jadi semakin ekstrim.

Di kala membaca novel Tuhan untuk Jemima dan Cinta Sehangat Pagi, saya merasa sudah deg-degan mampus. Tapi ternyata itu belum seberapa dibanding ketika saya membaca novel Les Masques.
Pertama kali di awal saya dibawa jatuh iba pada Fleur kecil, saya mudah terenyuh, sedih jika jiwa-jiwa kecil yang seharusnya dilimpahi kasih sayang itu disakiti. Bukan hanya dalam bentuk fisik tapi juga secara mental. Terutama mental. Saya tahu betapa menyakitkannya diabaikan. Bahkan saya, yang sudah berusia kepala tiga, masih nggak kuat dengan pengabaian. Saya bisa down dan Anxiety Disorder saya mulai muncul hanya karena pengabaian.
Masih belum cukup dengan satu luka, ternyata ada luka lain yang dialami Fleur. Pelecehan dari pamannya sendiri. Di halaman awal Indah Hanaco sempat mengucapkan permintaan maaf atas penggunaan lagu Heaven dari Bryan Adams. Yaa.. lagu tersebut digunakan Xander sebagai pengiring kegiatan bejatnya. Itulah mengapa ia memberi nama "permainan" yang ia peragakan sebagai Heaven. Saya sendiri penyuka Bryan Adams apalagi lagu Heaven, tapi saya merasa nggak masalah. Seperti halnya Aoyama Gosho menggunakan lagu Let It Be sebagai lagu pengantar yang disiulkan si pembunuh dalam kasus Copycat Murder. Bisa dipahami mengapa Xander menggunakan lagu Heaven, selain lagunya memang berefek menenangkan, itu memang merupakan surga baginya. Tapi tentu saja neraka bagi Fleur dan Tatum :(

Di novel ini saya merasakan kebebasan Indah Hanaco dalam berekspresi. Saya sering mengemukakan mengapa kadang karya Indah Hanaco seolah kurang luwes dan kurang ekspresif. Seolah ada batasan tak kasat mata yang membuatnya kurang lepas. Di sini saya menemukan kisah yang diriset dengan baik, dipaparkan dengan lugas dan dituliskan dengan sepenuh hati.
Memang ada bagian yang saya rasa bisa didebat dan dipertanyakan seperti mengapa Reene tetap dioperasi caesar padahal tekanan darahnya terus naik.

Mengenai karakter, cukup banyak tokoh yang bermunculan dalam novel ini. Marini terasa dingin, menjaga jarak dan kaku. Kelihatan banget kalau dia nggak mau kompromi. Nana, sang pengasuh, meski sayang dan mencintai Fleur tapi juga nggak bisa berbuat banyak.
Enrico adalah cowok khasnya Indah Hanaco. Manis, sopan dan mudah dicintai. Kisah roman antara Enrico dan Fleur cukup memberi kehangatan dan meredam ketegangan.
Masih ada pula Utari, Xander, Audrey dan tokoh lain yang khas pengkarakterannya. Dan bisa saya bilang kalau interaksinya menarik dan luwes.

Sejak awal saya memang sudah menduga siapa Elektra dan Tatum, mengapa mereka muncul pun saya bisa memahami. Yang membuat saya terkejut justru kelahiran Adam dan siapa pelaku yang memicunya. Bom terakhir yang disimpan Indah Hanaco dan kemunculannya memberi ruang bagi saya untuk berimajunasi.
Endingnya sudah pas menurut saya. Layaknya novel atau film thriller yang endingnya memunculkan misteri lainnya, ending Les Masques memberi saya kesempatan untuk membuat ending sendiri.

Bagi saya novel ini jadi favorit saya, karena di sinilah saya menemukan kesejatian Indah Hanaco. Saya menemukan karyanya yang sepertinya ia tulis tanpa beban dan dicurahkan dengan tulus. Bukan berarti novel lainnya tidak ia tulis dengan rasa cinta, tapi di Les Masques saya merasakan kenikmatannya dalam berbagi.
Semoga saja Indah Hanaco kembali membuat novel semacam ini tentu saja yang lebih tebal dan lebih mendalam.

Kamis, 31 Maret 2016

[Resensi: Perfect Purple - Indah Hanaco] Kisah Cinta di Tengah Penyelamatan Paus


Judul buku: Perfect Purple
Penulis: Indah Hanaco
Penyunting naskah: Moemoe Rizal dan Irawati Subrata
Desain sampul: Inekeu Rahayu
Desain isi: Kulniya Sally
Proofreader: Febti Sribagusdadi Rahayu
Penerbit: Pastel Book
Tahun terbit: Januari 2016
Tebal buku: 196 halaman
ISBN: 978-602-7870-64-2




BLURB

Gadis keras kepala ini bernama Milly. Dia menyukai ungu, dan tahu apa yang dia inginkan. Masuk jurusan pilihan ibunya bukanlah keinginannya. Sementara itu berkampanye menyelamatkan paus minke adalah keinginannya. Apa pun risikonya.

Milly lantas mengarungi kapal berwarna ungu, berlayar menuju kutub selatan yang tampak keunguan dari kejauhan. Dia akan berupaya menyelamatkan paus dari perburuan. Mengenal orang-orang yang mendedikasikan nyawanya demi lingkungan. Dan, membenci mereka yang mengeruk sumber daya alam demi uang.

Namun, meskipun keras kepala sebetulnya keinginan Milly terus berubah. Mungkin suatu hari dia akan berhenti, dan kembali menjadi gadis biasa dari Pematangsiantar. Namun Milly bertemu laki-laki yang mengubah hidupnya di atas kapal. Mengajarkannya deburan menyenangkan selain ombak dan keindahan warna ungu. Yaitu ...


RESENSI

Mendekati kelulusan, SMA Milly di Pematangsiantar kedatangan tamu istimewa. Seorang aktivis lingkungan dari Sea Not For Sale, sebuah organisasi konservasi lautan non-profit yang berusaha menyelamatkan hewan-hewan laut langka dan mecegah kerusakan di laut. Bukan hanya membagi kisah tentang petualangannya berkampanye melawan perburuan paus, Neal O'Mara ternyata juga membuka pendaftaran anggota baru yang akan direkrut untuk berkampanye bersamanya.
Mendengar kesempatan itu, Milly pun berusaha mati-matian agar diterima. Gadis itu melakukan segala usaha agar bisa ikut berkampanye. Meskipun rasa antusiasmenya bukan sepenuhnya karena ingin menyelamatkan paus.
Ketika berhasil mendapatkan tiket emas dan bergabung dengan aksi kampanye SNFS, Milly seketika menyesal. Berlayar di tengah lautan luas, dihantam badai dan mendapati beberapa insiden membuat Milly mual. Ia mulai menyadari caranya lari dari masalah bukanlah jalan yang tepat.
Hingga seekor paus terbunuh. Melihat kejadian itu membuat benak Milly terguncang. Seluruh kru kapal pun mati-matian berusaha mencegah pemindahan paus ke sebuah kapal pabrik. Di titik ini, Milly menyadari usaha Neal dan seluruh krunya adalah tindakan nyata yang luar biasa.
Ketika akhirnya ia berhasil dekat dengan Neal dan berbagi rahasia-rahasia kecil mereka, Milly merasa semakin terikat dengan SNFS. Sayang kedekatan mereka memancing kemarahan Deborah, gadis yang selalu menempel Neal ke manapun.
Berhasilkah kru SNFS mencegah kematian paus minke? Akankah Milly melanjutkan kampanye bersama SNFS? Lalu bagaimana kelanjutan hubungan Milly dan Neal?

----------------

Saya sudah membaca dua buku karya Indah Hanaco yang berhubungan tentang aktivis laut, yaitu Cinta Sehangat Pagi dan Tuhan untuk Jemima. Di kedua novel tersebut diceritakan bahwa tokoh utamanya adalah aktivis laut yang (pernah) berusaha menyelamatkan paus dari kebrutalan industri. Jadi saya sudah lumayan akrab dengan isu penyelamatan paus ini.

Namun yang membedakan Perfect Purple dari dua novel tersebut adalah porsi kampanye dan latarnya. Di Perfect Purple, peran Neal dan Milly dalam penyelamatan paus benar-benar menjadi porsi utama, dan latar yang digunakan adalah benar-benar aktifitas kampanye mereka di tengah lautan dan berhadapan dengan kapal-kapal penangkap paus.

Itu sebabnya saya mendapati bahwa novel ini begitu seru dan mendebarkan. Baru di buku inilah Indah Hanaco menceritakan dengan detail bagaimana cara aktivis bekerja. Suasananya dibangun dengan baik, bagaimana Milly berusaha menyesuaikan diri, bagaimana tanggapan dan keakraban kru kapal, dan bagaimana situasi tegang terbangun begitu seekor paus dibantai.
Tampaknya riset yang dilakukan Indah Hanaco benar-benar menyeluruh, saya malah sampai curiga jangan-jangan penulis ini bukan hanya sekedar menonton film dokumenter Whale Wars, tapi sudah mengintili Paul Watson dan Sea Sepherd Conservation Society-nya. :))
Yap.. yap.. novel ini memang lagi-lagi terinspirasi dari Sea Sepherd Conservation Society.

Pengkarakteran dalam novel Perfect Purple terasa pas. Beberapa novel Indah Hanaco menampilkan tokoh heroine yang sedikit terlalu bijak yang kadang nggak begitu sesuai dengan usianya, tapi di Perfect Purple, saya mendapati seorang heroine yang anak SMA banget. Keras kepala, merasa tindakan dan keputusannya benar, punya rasa gentar namun juga punya kekuatan untuk berjuang. Dan... sensitif. Ahahahaa... lucu juga mendapati Milly langsung mundur teratur begitu mendapat konflik kecil dari Neal.
Neal sendiri tadinya cukup asing bagi saya. Meski sudah melakukan dialog dengan Milly di Pematangsiantar, saya belum menemukan karakternya. Baru ketika mendapati Neal ikut terjun sendiri melakukan aksi penyelamatan paus, saya terkesan. Apalagi ketika Neal berdialog santai dengan Milly, duh langsung meleleh. Rasanya Neal ini santai, ramah dan lembut. Tapi kalau udah bad mood... langsung berubah auranya. Huhuhuuu... tapi saya malah suka. Berasa manusiawi dan nggak berlebihan.

Novel ini beralur maju dan menggunakan sudut pandang orang ketiga, yaitu sudut pandang Milly. Bahkan saat Neal dan kru lain mencoba menggagalkan pemindahan daging paus, dari sisi Milly lah ketegangannya digambarkan. Aksi yang menurut saya mungkin akan lebih menegangkan bila ditulis dari sisi Neal. Tapi... karena ini perjalanan kisah Milly, saya rasa memang lebih relevan jika Milly yang bercerita.

Overall saya suka dengan novel Perfect Purple ini. Banyak hal bisa didapat dari novel ini. Bukan hanya tentang aksi heroik penyelamatan paus tapi juga pengetahuan-pengetahuan ringan yang selalu diselipkan Indah Hanaco di setiap novelnya. Jadi, nggak rugi deh baca novel ini. Apalagi Neal dan Milly pasangan yang maniiiis banget, malu-malu tapi unyu ;)

Kamis, 10 Maret 2016

[Resensi: Delicious Marriage - Indah Hanaco] Pernikahan Berbumbu Cinta dan Cemburu


Judul buku: Delicious Marriage
Penulis: Indah Hanaco
Editor: Anin Patrajuangga
Desainer kover: Chyntia Tedy
Penerbit: Grasindo (Gramedia Widiasarana)
Tahun terbit: Februari 2016
Tebal buku: 233 halaman
ISBN: 978-602-375-347-5





BLURB

Milly Regitha

Sangat tahu bagaimana rasanya tatkala cinta berubah menyakitkan. Terluka dan sulit memercayai orang lain, hingga bertemu seorang lelaki lancang.

Keith Bertram

Semua kisah asmara di masa lalunya mendadak tak lagi bermakna saat bertemu perempuan bermata muram itu. Dorongan tak tertahankan yang ganjil membuatnya ingin menjadi penyembuh apa pun resikonya.

——————

Milly akhirnya membuka hati saat menyadari bahwa hidup memang penuh risiko. Cinta pun bertumbuh tanpa bisa dicegah. Namun, bahkan di minggu pertama pernikahan mereka, badai mulai bergulung. Keith harus bersabar tapi Milly terlalu muak dengan orang-orang yang ingin mencampuri hidupnya. Mungkinkah sentuhan cinta bisa jadi penawar untuk segalanya?


RESENSI

Milly Regitha lagi-lagi mendapati Keith mendatangi Maharani, toko tempatnya bekerja sebagai bridal consultant. Sudah empat bulan Keith mengejar Milly tapi Milly tetap bersikap jutek pada Keith. Hingga Milly harus menghadiri resepsi pernikahan Keke, sahabatnya. Menjadi masalah yang pelik karena kakak Keke adalah mantan suami Milly. Maka Keith pun menawarkan diri untuk menemani Milly.
Mengetahui kisah hidup Milly tak membuat semangat Keith kendur. Status Milly yang janda tak masalah bagi Keith. Justru Keith mulai mempertimbangkan hubungan mereka secara serius. Keith pun melamar Milly.
Meski sempat ragu, Milly menerima lamaran Keith. Namun ternyata perjalanan pernikahan mereka pun tak bisa berjalan mulus. Milly dan Keith masih saling cemburu dan mudah diguncang badai. Karena bukan hanya orang ketiga saja yang hadir di tengah mereka, tapi juga orang keempat bahkan kelima.
Akankah cinta mereka bisa bertahan?

---------------

Judul Delicious Marriage tentunya menggelitik rasa ingin tahu saya. Pernikahan yang nikmat? Atau... lezat? Hmm~ dan sepertinya bukan lezat dalam hal yang berkaitan dengan masak-memasak.

Delicious Marriage menguraikan kisah seorang wanita yang pernah melalui pernikahan yang pahit dan mencoba berani menghadapi pernikahan yang baru.

Dengan gaya berceritanya yang khas, Indah Hanaco menyajikan kisah ini melalui dua POV, di bagian awal dan akhir menggunakan POV orang ketiga, dan di pertengahan cerita menggunakan POV orang pertama yaitu dari sisi Milly.

Ini pertama kalinya saya membaca novel Indah Hanaco yang memasukkan seni bercinta di dalamnya. Saya deg-degan ketika penulisnya bilang kalau novel ini akan berisi adegan bercinta juga. Haha...
Cukup terkesan juga dengan usaha penulis yang menampilkan Milly sebagai wanita yang nggak keberatan bereksplorasi mengenai hasrat seksualnya. Tapi tetap saja saya merasakan rasa malunya dalam dialog Milly.

Dalam novel ini selain Keith dan Milly, muncul dua sahabat Keith yaitu Phillip dan Rafe. Porsi kedua pria ini lebih sering muncul dibanding Keke, sahabat Milly. Mungkinkah karena Indah Hanaco berencana membuat kisah untuk Phillip dan Rafe? Karena di saat Keith lari kepada Phillip dan Rafe ketika konflik mulai muncul, Milly justru nggak berusaha curhat pada Keke. Atau persahabatan antara Milly dan Keke nggak sedekat trio Keith-Rafe-Phillip?

Keith adalah karakter utama yang pembawaannya santai dan agak kekanakan. Rada nggak logis kalau sudah cemburu. Bayangan saya dia jadi seperti lebih muda dari Milly.
Sementara Milly bisa jadi penyeimbang yang pas buat Keith. Saat Keith yakin, Milly ragu. Saat Keith pergi, Milly berani mengejar. Saat Keith ngambek kayak bocah, Milly tetap seperti jangkar. Saat Keith minta pada Milly untuk melakukan striptease, Milly.... hmm~ kira-kira Milly mau memenuhinya nggak ya? :p
Dialognya lumayan luwes, tapi tiba di bagian *uhuk* hot *uhuk* terasa sedikit kaku. Chemistrynya asyik. Terutama bagian persahabatan Keith. Dan walau Keke jarang muncul untuk membela Milly toh sahabat-sahabat Keith pun akhirnya jatuh sayang juga pada Milly dan lebih membela Milly.

Delicious Marriage memotret pernikahan pasangan muda yang impulsif, cenderung terburu-buru. Sehingga mereka harus menyelesaikan masalah justru setelah pernikahan berjalan.
Bagi kalian yang ingin menikmati kisah cinta yang dipenuhi bumbu agar delicious, cobalah baca novel ini. Karena bagi saya novel ini yummy dan cukup nikmat.

Atau nikmati dulu book trailer Delicious Marriage berikut:



Selasa, 01 Maret 2016

[Resensi: Love in Edinburgh - Indah Hanaco] Cinta dan Kemanusiaan di Kota Edinburgh yang Cantik


Judul buku: Love In Edinburgh
Penulis: Indah Hanaco
Editor: Donna Widjajanto
Desain sampul: Orkha Creative
Desain isi: Nur Wulan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: Februari 2016
Tebal buku: 232 halaman
ISBN: 978-602-03-2534-7



BLURB

Katya adalah karyawati toko kue di Edinburgh yang aktif sebagai relawan di beberapa badan amal. Sementara Sebastian adalah pemilik perusahaan parfurm yang sedang menyiapkan masa depan bersama kekasihnya.

Lewat sebuah reality show berjudul Underground Magnate, keduanya bertemu. Sejak awal, mereka punya banyak perbedaan. Katya, muslimah yang menemukan Tuhan justru saat berada jauh dari kota kelahirannya, Jakarta. Sebastian, pria Yahudi yang cenderung menjadi islamophobia usai ibunya menjadi salah satu korban runtuhnya gedung WTC. Namun, ada terlalu banyak hal tak terduga yang terjadi. Reaksi kimia di antara mereka terlalu kuat untuk diabaikan.

Ketika akhirnya Katya dan Sebastian punya kans untuk bersama, dosa masa lalu menghantui keduanya, menuntut penyelesaian. Bisakah cinta membuat mereka tetap bertahan?


RESENSI

Sebastian Meir senang luar biasa saat akhirnya bisa melamar Bridget, kekasihnya, dan diterima. Ia tak sabar merancang pernikahan dan menyelenggarakannya sesegera mungkin. Sayangnya, Bridget yang semula antusias malah lebih memprioritaskan kariernya dan ingin menunda pernikahan.
Merasa kesal Sebastian pun memilih mengikuti acara reality show berjudul Underground Magnate yang membuatnya bisa menyusup ke badan-badan amal di Edinburgh. Di salah satu badan amal itulah Sebastian bertemu Katya, gadis asal Indonesia yang menjadi relawan di beberapa badan amal.
Sebastian yang punya islamophobia sempat menjauhi Katya. Namun melihat kesungguhan dan kebaikan hati Katya mau tak mau Sebastian merasa berdebar. Apalagi setelah mereka jadi dekat, Sebastian akhirnya menyadari Katya adalah gadis yang istimewa.
Sayangnya ada penghalang besar di antara mereka. Bukan hanya tentang Bridget, tapi juga masa lalu Katya yang kelam dan keyakinan mereka yang berbeda. Akankah mereka bisa meruntuhkan penghalang dan menghadapi masa depan bersama?

-------------

Love in Edinburgh merupakan salah satu novel dari seri Around The World With Love, novel-novel yang mengisahkan kisah cinta dari kota-kota cantik di dunia yang berbalut nuansa islami. Konsep yang menurut saya unik dan keren.

Love in Edinburgh diceritakan dengan POV orang ketiga dari sisi Sebastian dan Katya. Alurnya mengalir maju dan plotnya begitu rapi. Bagi yang mengikuti novel Indah Hanaco pasti tahu kalau penulis yang satu ini selalu menggunakan diksi yang khas. Misalnya saja alih-alih menggunakan penunjuk waktu semacam detik atau menit, Indah Hanaco lebih memilih menggunakan detak jantung sebagai penghitung waktu jeda. Cantik dan khas.

Adakah yang tahu di mana letak Edinburgh? Saya merasa terpesona pada setting yang digunakan dalam novel ini. Kota cantik ini bukan hanya digambarkan melalui tempat-tempat yang indah dan berkelas tapi juga berlatar sosial-kemanusiaan yang menyentuh.
Melalui Edinburgh, Indah Hanaco memaparkan tentang keberagaman agama yang nggak menghalangi rasa kemanusiaan. Ada toleransi yang kental yang ditebarkan di tiap-tiap adegan. Pas dan bikin haru. Inilah yang saya harapkan ada dalam sebuah novel pop islami, gambaran tentang islam yang toleran.

Sayang untuk karakter novel ini, saya nggak mendapatkan feelnya. Saya suka dengan Katya, dia tangguh, pekerja keras, baik hati dan pemaaf. Kabur dari Jakarta hingga ke Edinburgh tentunya membutuhkan keberanian yang besar. Saya suka dengan karakternya.
Tapi Sebastian cukup memberi tanda tanya bagi saya. Gampang banget beralih perasaan dari Bridget ke Katya. Meski Katya memang mengagumkan tapi saya rasa Bridget pun sama mengagumkannya. Saya ingin tahu apa yang menyebabkan Sebastian akhirnya memilih Katya dan yakin Katya adalah belahan jiwanya? Saya ingin tahu kata-kata apa yang diucapkan Sebastian sehingga Bridget bisa dengan mudah melepaskan Sebastian dan menerima Katya. Saya penasaran. Karena saya rasa sejarah Sebastian dan Bridget tentunya cukup panjang dan serius.
Interaksi Sebastian dan Katya juga berasa kurang akrab. Kurang nyambung, mungkin karena mereka sama-sama tipe serius. Karena saya tahu ada karakter-karakter tokoh di beberapa novel Indah Hanaco yang chemistrynya lebih asyik dibandingkan Sebastian dan Katya.

Overall saya suka dengan novel ini. Ada banyak hal yang bisa saya dapatkan di dalamnya, tentang kemanusiaan, tentang toleransi dan tentang berjuang menghadapi hantu masa lalu melalui Katya. Saya rekomendasikan novel ini buat kamu yang suka menjelajahi keindahan sebuah kota sambil menguak rasa kemanusiaan dan toleransi yang pastinya bersemayam dalam jiwa kita.


Berikut adalah book trailer seri Around The World With Love tahap pertama: Edinburgh, Adelaide, Marrakech dan Paris. Bagus deh :))




Minggu, 07 Februari 2016

[Resensi: Stand by Me - Indah Hanaco] Ketika Cinta Terhalang Rentang Usia


Judul buku: Stand By Me
Penulis: Indah Hanaco
Editor: Afrianty P. Pardede
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun terbit: Juli 2014
Tebal buku: 340 halaman
ISBN: 978-602-02-4576-8





BLURB

Selama bertahun-tahun, Ralph menyaksikan bagaimana Mya tumbuh menjadi gadis kepala batu dan cenderung judes. Selama itu pula hubungan mereka tetap berada pada dua sisi yang berpunggungan. Hingga suatu malam Mya yang patah hati bersumpah akan menikahi teman kakaknya. Tentu saja yang dimaksudnya bukan Ralph, karena hati Mya sudah telanjur takluk pada pesona Chris. Tapi, cinta tetaplah salah satu misteri terbesar semesta. Hingga suatu ketika Mya menyadari bahwa hatinya kini menghendaki sosok lain untuk menjadi tempat penitipan hatinya. Ralph.
Namun, masa lalu Ralph dengan sederet panjang para mantan, tidak mudah untuk diabaikan. Belum lagi perbedaan usia yang terentang jauh di antara keduanya. Juga keraguan yang kerap menyudutkan Ralph dan Mya ke tempat asing.
Namun keduanya kian menyadari bahwa perasaan istimewa sudah membenamkan mereka terlalu jauh. Nyaris tidak ada kesempatan untuk membebaskan diri tanpa tersakiti. Pertanyaannya, cukupkah cinta mereka menjawab semua rintangan yang siap melukai?


RESENSI

Perayaan ulang tahun Mya Devri Aryanata yang ke-16 masih berupa ritual yang sama. Makan malam bersama ibu, abangnya, Nicholas, dan ketiga sahabat sang abang: Joe, Chris dan Ralph. Tapi malam itu Ralph terlambat datang dan menyebabkan Mya mengomel panjang.
Ralph cukup kaget karena Mya menunggunya, padahal selama ini hubungan mereka yang paling renggang jika dibandingkan hubungan Mya dengan Joe ataupun Chris. Mya lebih betah saling tukar ejekan dengan Joe atau bicara panjang dengan Chris daripada dekat-dekat Ralph yang irit kata dan playboy.
Tapi usia enambelas memang membawa perubahan pada Mya, bukan dalam kejudesan dan kekeraskepalaannya tentu saja, tapi pada perasaan hatinya yang mulai mengenal kata: cinta. Mya menganggap dirinya jatuh cinta pada Chris yang penyayang dan penuh perhatian. Maka ia pun membuat sumpah bahwa ia akan menikah dengan salah satu teman abangnya. Tapi rupanya sumpah itu didengar oleh Ralph!
Sayangnya Chris hanya menganggap bercanda pernyataan cinta Mya. Perbedaan usia sepuluh tahun membuat Chris selalu menganggap Mya masih bocah. Dan Chris justru malah memperkenalkan kekasihnya, Isabel pada Mya. Hanya Ralph yang tahu bahwa Mya sedang patah hati dan berusaha menghibur gadis itu.
Lama-lama kedekatan Mya dan Ralph membawa kenyamanan yang tak mereka duga. Kali ini akankah perasaan Mya berbalas? Ataukah lagi-lagi ini hanya sekadar fase dalam masa remaja Mya? Atau malah, setelah Chris dan Ralph apakah Mya juga akan jatuh cinta pada Joe juga?

-------------

Berapa jarak usiamu dengan pasanganmu? Atau berapa jarak usia ideal yang kauinginkan dengan pasanganmu? Lebih tua, sepantar, atau lebih muda?
Saya sendiri punya jarak usia 16 tahun dengan suami, jadi saya doyan banget sama novel yang perbedaan usianya jauh seperti dalam novel Stand by Me ini.
Meski sebenarnya ada juga yang membuat alergi di novel ini. Hmm~ empat cowok dan satu cewek dalam satu lingkaran itu sebenarnya sudah saya hindari saking sempat jamaknya.
Tapi membaca novel ini memberi sensasi yang berbeda, karena salah satu pria dari empat sekawan ini adalah abang dari si tokoh utama. Abang sungguhan. Duh, bikin ngiri aja, deh. Saya juga mau tiap kali bangun tidur sudah ada cowok ganteng nongol di rumah. Wkwkk~

Stand by Me diceritakan menggunakan dua jenis POV. Pada bab satu, POV menggunakan POV orang ketiga. Memasuki bab dua, POV menggunakan POV orang pertama dari sisi Mya. Lanjut ke bab tiga, POV menggunakan POV orang pertama dari sisi Ralph. Kemudian bab empat dan lima POV kembali menjadi POV orang ketiga.
Ceritanya mengalir dengan lincah, kocak dan menghibur. Terutama melihat (membaca) ceplas-ceplosnya Mya.

Setting Pematang Siantar dalam novel ini saya rasa cukup kental. Bukan hanya dari deskripsi ataupun lokasi-lokasi yang disebutkan tapi juga karena pengucapan panggilan 'bang' bagi para abang-abang dalam novel ini. Hanya saja yang bikin saya heran, kenapa sih Ralph dan yang lain menganggap panggilan 'Bang Domu' itu mengerikan? Ada alasan khusus ataukah karena terdengar nggak enak aja? Padahal kan itu unyu. *digaplok Ralph*

Semua karakter dalam novel ini benar-benar loveable. Saya kesulitan memutuskan pengen peluk yang mana. *lah emang siapa yang minta dipeluk?*
Saya suka dengan gaya ceplas-ceplos dan blak-blakannya Mya, karena Mya ini sedikit mirip dengan saya dalam hal ngomong ngasal nggak pakai dipikir. *GR* *kunyah udon kuah udang*
Sementara Ralph langsung mencuri perhatian saya dengan gigi berantakannya. Soal lesung pipit saya nggak terlalu tertarik, pria berlesung pipit di keluarga saya banyak. *sombong*. Tapi cowok dengan gigi berantakan itu lebih seksi. Menurut versi saya, sih. Haha~
Dan percayalah, cowok yang bisa masak itu seksi. Sumpah!
Saya suka banget dengan interaksi Mya dan Ralph yang alami dan kompak. Yang satu meledak-ledak yang satu sabar banget. Mereka pasangan favorit saya, deh.

Konfliknya sangat ringan dan mudah diselesaikan. Khas problema remaja. Kegamangan, kegalauan dan kecemburuan yang meledak-ledak. Ah... remaja, memang bikin iri.

Overall, saya lagi-lagi dibuat jatuh cinta dengan karya Indah Hanaco. Penulis ini memang mirip bunglon, karena mampu menulis beberapa genre dengan pas dan sama ciamiknya.
Bagi kalian yang suka dengan cinta beda usia ataupun kisah cinta remaja yang manis, it's so recommended!

Kamis, 21 Januari 2016

[Resensi: 33 Binatang Paling Heboh! - Indah Hanaco] Belajar Sains Sambil Menikmati Dongeng


Judul buku: 33 Binatang Paling Heboh!
Sub judul: Fabel Sains untuk Anak Cerdas
Penulis: Indah Hanaco
Editor: Frida Novi Arimbi
Ilustrasi Sampul & Isi: Wawan Kungkang
Desain sampul: Suprianto
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: April 2014
Tebal buku: 203 halaman
ISBN: 979-602-03-0403-7
Available at: Bukupedia.com




BLURB

Hai, Anak Cerdas!
Kamu suka membaca cerita binatang, kan? 33 Binatang Paling Heboh! ini berisi fabel seru dan informasi mengejutkan yang mungkin tidak pernah kamu bayangkan sebelumnya.

Fakta unik seperti:
• cula badak terbuat dari buku-bulu halus yang mengeras,
• rubah kerdil biasa tidur panjang pada musim panas, dan
• ikan lentera punya lampu unik di wajahnya

bisa kamu dapatkan di sini. Dikisahkan dalam bahasa yang mudah kamu mengerti, simak juga cerita teman-teman misterius yang kelihatannya tidak masuk akal tapi semuanya nyata, seperti:

• Paul punya gigi yang sangat kuat dan bisa menembus baja. Uniknya lagi, gigi Paul selalu tanggal dan berganti dalam hitungan hari!
• Dido mampu puasa minum air selama berbulan-bulan tanpa sakit. Hidung Dido juga bisa menutup sendiri agar tidak kemasukan pasir.
• Gina menggendong anaknya selama tiga tahun, sejak bayi hingga cukup dewasa.

Ajaib, kan! Siapkan dirimu untuk terkagum-kagum!


RESENSI

33 Binatang Paling Heboh! merupakan buku infomasi fakta-fakta tentang dunia binatang yang dikemas dengan kisah fabel yang seru.
Judul-judul yang ada di dalam buku ini adalah:

1. Persahabatan Angin dan Rino (1)
2. Kisah Gigi Kuat Milik Paul
3. Dan Lily pun Tak Berdaya
4. Cerdiknya Bea dan Selma
5. Lampu untuk Semua
6. Keluarga Mia yang Berguna
7. Ketika El Kehausan
8. Percakapan Sisi dan Wim
9. Kerja Keras Lebah Pekerja
10. Xena dan Ica
11. Emma pun Menjadi Woody
12. Simbiosis Mutualisme Antara Rexy dan Ken
13. Perjalanan Panjang Pi
14. Gigi Ajaib Billy
15. Gina yang Murah Hati
16. Poppy yang Berdarah
17. Lendir Ajaib Kaka
18. Lulu yang Galak
19. Hibernasi Dua Sahabat
20. Kala Juno Menyelamatkan Pippa
21. Persahabatan Angin dan Rino (2)
22. Klinik Kesehatan di Laut
23. Anak Gajah yang Sombong
24. Kasih Sayang Anak Penguin
25. Abel yang Jujur
26. Kupu-Kupu yang Takut Terbang
27. Istana Baru Kerajaan Rayap
28. Ikan Napoleon Pembohong
29. Si Punggung Perak yang Pemaaf
30. Dido yang Hemat
31. Duri Ajaib Lula
32. Rahasia Kaki Yuri yang Bersih
33. Seleksi Ratu Lebah

Buku ini bukan hanya berisi cerita yang mengajarkan budi pekerti, persahabatan dan kebaikan tapi juga memberikan fakta-fakta sains yang biasanya membosankan jika dibaca dalam textbook biasa. Dijamin anak-anak akan lebih mudah mengingat informasi jika disajikan dalam dongeng-dongeng seperti ini.

Di antara cerita di atas, ada beberapa fakta yang nggak saya ketahui, padahal saya guru les. Haha... saya jadi malu. Wkwk~
Saya terkesan banget dengan hewan-hewan heboh yang ada dalam buku ini. Terutama tentang ikan sakura, wow ini fakta yang mengagetkan saya dan Indah Hanaco meramu fakta ini menjadi cerita yang apik dalam Emma pun Menjadi Woody. Waah kenapa Emma bisa jadi Woody, hayoo? :)
Selain ikan sakura masih ada fakta tentang badak, hiu, burung egyptian plover, buaya, kepik, belalang pemalas timur, ikan lentera, belut gulper, elang, pohon baobab, kantong semar, lebah, macan tutul, simpanse, dan masih banyaaaak lagi.

Satu kisah fabel rata-rata berkisar dalam enam halaman. Ilustrasinya bagus dan menarik, bahasa yang digunakan juga sederhana, mudah dimengerti dan beberapa kata justru menambah kosakata baru bagi anak-anak.
Meskipun untuk anak-anak di usia yang lebih kecil dari tingkat dasar harus didampingi saat membacanya karena banyak kata berimbuhan dan nama-nama tokohnya cukup sulit dibaca anak prasekolah. Tapi bagi anak usia SD ke atas saya rasa akan sangat membantu bukan hanya dalam hal ilmu pengetahuan binatang tapi juga dalam berbahasa yang baik dan benar.

Saya merekomendasikan buku ini untuk anak-anak cerdas dan penuh rasa ingin tahu agar mengenal binatang-binatang di dunia ini. Agar merasa dekat dan mencintai binatang-binatang itu dan menjaganya tetap lestari di alam. Buku ini pastinya akan menjadi teman belajar yang menyenangkan.

Sabtu, 16 Januari 2016

[Resensi: Cinta 4 Sisi - Indah Hanaco] Menemukan Cinta di Sisi yang Tepat


Judul buku: Cinta 4 Sisi
Penulis: Indah Hanaco
Desain kaver: Steffi
Penerbit: Grasindo
Tahun terbit: Oktober 2013 (cetakan kedua)
Tebal buku: 272 halaman
ISBN: 978-602-25-1010-9



BLURB

Violet

Bertekuk lutut pada seseorang yang mengaku mencintainya selama beberapa tahun. Dalam perjalanannya kemudian dia belajar, bahwa yang (konon) berusia panjang itu tidak menjamin apa-apa.

Quinn

Jatuh hati pada salah satu temannya, terpikat oleh pesona fisik yang menawan. Namun harus menerima fakta pahit, ada waktu ketika dirinya masih kurang menarik dibanding cinta pertama sang kekasih.

Jeffry

Mengaku setia pada kekasihnya, tapi tak mampu mengendalikan inderanya yang selalu tertambat pada sosok menawan perempuan asing. Baginya, menepat lawan jenis yang menarik itu tak bermakna apa-apa.

Eirene

Mungkin tergolong tipe orang yang selalu terjebak pada stigma "cinta pertama tak mungkindilupakan".

Ada dua orang kekasih yang merasa diabaikan. Diam-diam bersekutu untuk menyadarkan pasangan masing-masing bahwa mereka ada. Hingga persekutuan itu justru mengikut mereka terlalu dalam. Menyadarkan dan membuka mata akan perasaan murni yang membelit keduanya. Penyangkalan dan penolakan hanya menambah penderitaan saja. Penderitaan karena menyimpan cinta yang terlarang.


RESENSI

Violet telah berpacaran dengan Jeffry beberapa bulan, sayangnya Jeffry selalu saja jelalatan setiap kali melihat perempuan cantik. Dan yang membuat Violet sebal adalah Jeffry tak pernah merasa bersalah setiap kali Violet menegurnya. Jeffry selalu beralasan ia hanya menatap tidak sampai melakukan hal yang lebih jauh karena yang ia cintai hanyalah Violet.
Namun saat mereka menghadiri resepsi pernikahan teman Jeffry, mereka bertemu teman-teman Jeffry yang lain termasuk juga sepasang kekasih Eirene dan Quinn. Eirene yang dulunya adalah adik kelas Jeffry tampak langsung menyedot perhatian Jeffry. Mereka bicara dengan akrab sampai-sampai mengabaikan pasangan masing-masing. Bahkan sejak itu, Jeffry dan Eirene makin intens berhubungan melalui telepon.
Merasa tak tahan, Quinn mendatangi Violet dan berdiskusi tentang hubungan yang terjadi di antara pacar mereka. Hingga tercetuslah ide dari Quinn untuk bersekutu. Quinn mengajak Violet bersandiwara seolah-olah mereka saling tertarik. Tentunya agar pacar mereka cemburu dan tidak bertindak makin jauh. Violet pun setuju.
Namun bagaimana jika hubungan sandiwara mereka berubah jadi hubungan yang nyaman? Bagaimana jika cinta bersemi di hati keduanya tepat saat Jeffry sanggup mengubah sikapnya?

---------------

Saya membaca novel ini benar-benar dalam sekali duduk. Begitu memulai saya sudah nggak bisa berhenti. Pantang menutup buku sebelum tamat! :))

Cinta 4 Sisi diceritakan menggunakan POV orang ketiga tapi lebih terfokus pada Violet. POV yang membuat saya ikut geregetan pada tingkah Jeffry dan benar-benar pengin nyiram air ke mukanya karena jelalatan. Sumpah sebel banget. Haha...
Plotnya rapi dan diksinya apik khas kepenulisan Indah Hanaco. Tentunya hal ini membungkus kisah percintaan yang biasa menjadi alur cerita yang enak diikuti.

Banyak hal yang saya suka dalam novel ini. Salah satunya adalah kebiasaan Quinn yang mengambil sayuran yang nggak disuka Violet ketika makan dan demikian juga sebaliknya. Saya jadi ingat cerita sahabat saya yang selalu mengambil makanan yang disisihkan di piring istrinya dan anak-anaknya dan kemudian menyebutnya kantong sampah rumah tangga. XD
Tapi ketika dilakukan Quinn kok kesannya memang sweet dan perhatian banget, ya. :p
Saya juga suka 90's stuff yang diselipkan Indah Hanaco dalam novel ini. Aihh... beneran saya langsung memutar lagu When You Say Nothing at All sambil membaca novel ini.
Selain itu, ada kutipan menarik dalam novel Cinta 4 Sisi:

Dalam salah satu episode Criminal Minds, Violet pernah terkesima dengan ulasan Dr. Spencer Reid. Menurutnya musik yang didengar saat seseorang berusia sekitar 14 tahun, akan bertahan di memorinya seumur hidup. Musik itulah yang akan terus dicintainya meski usia terus beranjak tinggi dan lagu-lagu baru datang silih berganti. (hlm. 128)

Hoo... jadi itukah sebabnya saya nggak pernah bisa berhenti mendengarkan No Matter What dari Boyzone dan Baby When You're Gone-nya Bryan Adams ft Mel C? :D

Hehe~ back to topic, karakter dalam Cinta 4 Sisi tentunya yang paling menarik adalah Jeffry. Apalagi kalau bukan karena karakternya yang seakan minta ditonjok.
Sedangkan karakter Violet cukup membuat emosi. Aduuh, sabar banget ya itu teman-temannya yang berusaha menasehati Violet. Jelas-jelas ada yang perhatiannya lebih dan sangat mengutamakan kenyamanannya, kok malah makin menyesatkan diri.
Lalu Quinn, aih saya suka deh begitu penulis menyebutkan ciri fisik Quinn yang giginya nggak rata tapi terlihat menarik. Tapiiii... kenapa namanya Quinn padahal asli Yogya? Padahal meski namanya Tarjo kalau sifatnya seperti itu saya bakalan tetap suka lho. *ya emang ada tokoh novel pop dinamai Tarjo?* *emangnya ini FTV?* *disepak*

Bisa dibilang chemistry di antara Quinn dan Violet ini asyik dan sweet banget. Adegan Violet di ruang kerja Quinn dan menunggu pria itu bekerja terasa romantis. Dan ketika Quinn menunduk ketika kaki Violet lecet di resepsi pernikahan Sheila, walau agak berasa drakor, tapi itu juga saya suka. Pokoknya, love this couple, deh.

Well, meski kisah Cinta 4 Sisi cukup sederhana, tapi saya merekomendasikannya bagi kalian yang memang suka cerita-cerita manis dan romantis. Pesan saya cuma satu, awas meleleh karena Quinn :)))

Senin, 04 Januari 2016

[Resensi: You Had Me At Hello - Indah Hanaco] Sapaan yang Berujung pada Pernikahan


Judul buku: You Had Me At Hello
Penulis: Indah Hanaco
Editor: Afrianty P. Pardede
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun terbit: Agustus 2015
Tebal buku: 360 halaman
ISBN: 978-602-02-7005-0
Available at: Bukupedia.com




BLURB

Inanna mungkin masih terlalu muda untuk membuka pintu yang membawanya pada pernikahan. Namun, berbagai kecerobohan membuat gadis itu tidak punya pilihan.
Inanna memilih menghabiskan sisa hidupnya bersama Alistair.

Cinta berhadir begitu dia menantang mata sewarna biru es itu. Harapan dilambungkan ke langit, suatu saat nanti Inanna bisa memiliki hati si pemilik tatapan penghitung pori-pori itu.
Bukankah mereka terikat sumpah di depan Tuhan?

Tapi apa jadinya saat Inanna tahu kalau Alistair cuma menganggapnya wujud kepingan masa lalu?
Percayalah, cinta takkan pernah semenyakitkan itu.

RESENSI

Kali ini ulah si kembar Inanna Grace dan Zora Estrid dianggap sudah kelewat batas oleh sang ayah, Navid Kusuma. Hukuman yang diterima Ina dan Zora bukan hanya sekedar penyitaan kartu kredit, tapi hukuman yang lebih serius. Mereka berdua akan segera dijodohkan. Navid mengaku sudah tak sanggup menghadapi kesembronoan putri kembarnya dan memilih untuk mencarikan pria malang di luar sana yang mau direpotkan oleh kelakuan Ina dan Zora.
Saat dikenalkan dengan calon suami mereka, Ina merasa mual. Berbeda dengan Zora yang tampak menyukai perjodohan itu, sayangnya ina mendapat pasangan yang tidak dia suka. Ina pun memikirkan segala cara untuk menggagalkan perjodohannya. Sayangnya usahanya gagal.
Hingga terjadi kecelakaan saat mobil Ina menabrak mobil lain. Korban yang ditabraknya terluka di kepala dan harus menjalani perawatan. Meski merasa ketakutan setengah mati, Ina tetap berusaha bertanggung jawab. Dan ketika Ina bertemu dengan orangtua Alistair, pengemudi mobil yang ditabraknya, Ina tak pernah menyangka ia akan diminta menikahi Alistair karena penyakit yang diderita Alistair.
Ketika Ina kemudian memilih memasuki pernikahan itu, Ina tak pernah menduga banyak kejutan yang akan ia temui. Termasuk... rahasia yang disimpan Alistair tentang masa lalunya yang memiliki kaitan dengan Ina, yang mengancam kehancuran pernikahan mereka.
Sanggupkah Ina mempertahankan pernikahannya? Apakah Ina akan menemukan jalan masa depannya? Dan akankah kisah cintanya kepada pria bermata biru es berakhir dengan manis?

-----------------

You Had Me At Hello adalah novel Le Mariage yang saya idamkan sejak kavernya muncul di timeline twitter. Cantik, elegan dan romantis. Warna ungunya nggak nguatin ^^

Novel ini diceritakan dengan dua POV, yaitu POV orang ketiga di chapter awal, kemudian berganti menjadi POV orang pertama, yaitu POV Inanna di chapter dua, dan kemudian kembali lagi menjadi POV ketiga di chapter akhir. Kisahnya mengalir maju dengan tempo yang cepat.

Saya mengamati kalau Indah Hanaco biasa menyelipkan pengetahuan baru dalam buku-bukunya. Kali ini informasi baru dimunculkan melalui petualangan Ina dan Al di Florence dan kecintaan Ina pada sepatu. Saya pernah membaca buku dengan setting Florence, namun Florence dalam novel ini dikisahkan dari sudut yang berbeda, sudut si heroine yang sangat mengagumi Salvatore Feragamo.
Adegan yang menarik adalah ketika Ina mengalami baby blues. Sesuatu yang nggak bisa dianggap remeh dan digambarkan dengan tepat oleh Indah Hanaco.
Daaaan... rumah kacanya Alistair itu yang paling menarik hati saya. Seru banget. Konsepnya bagus dan bikin iri.

Saya suka dengan tokoh Ina. Tentunya karena namanya sama dengan saya. *plak* Hehe~ oke serius. Inanna ini awalnya bandel dan doyan hura-hura. (Ih kalau ini sih nggak sama dengan saya yang alim), manipulatif dan blak-blakan. Kalau ngomong suka ngelantur. Wkwkk~
Sayangnya saya kurang menemukan intuisi yang biasa dimiliki antar saudara kembar antara Ina dan Zora. Padahal setahu saya kan biasanya saudara kembar itu intuisinya paling tajam satu sama lain.
Saya juga tertipu dengan sosok Alistair, kirain dia pendiam dan cool, apalagi kalau sedang menatap kayak dalaaaam banget. Ternyata bisa banyak omong juga. Dan kata-katanya selalu... bikin meleleeeh. Ngg... tindakannya juga sih.

Pada awalnya saya merasa novel ini agak kaku dan karakternya kurang lepas namun semakin ke belakang mulai mencair dan ketemu juga jalinan cerita yang asyik dan mengalir. Begitu Ina mulai masuk ke dalam pernikahan saya seolah sedang menunggu bom waktu. Saya tahu ada yang salah, ada yang disembunyikan, dan saya masih belum tahu apa itu hingga... dhuar. Ledakan konfliknya di luar perkiraan saya. Saya semakin asyik dengan perkembangan konflik dan terbawa arusnya sampai mewek. Yep... ada adegan favorit saya dalam novel ini. Sukaaa~

Secara keseluruhan, saya suka banget novel ini. You Had Me At Hello bukan hanya memberi kisah yang manis tapi juga makna bahwa pernikahan harus dilandasi kejujuran. Kebohongan sekecil apa pun bisa sangat melukai pasangan kita. Dan bahwa dalam pernikahan selain komitmen juga dibutuhkan kerja sama terutama dalam mengasuh anak. Aah~ love this book so much!

Kamis, 19 November 2015

[Blogtour + Giveaway] Out of The Blue - Indah Hanaco


Judul buku: Out of The Blue
Penulis: Indah Hanaco
Editor: Midya N. Santi
Ilustrasi & Desain sampul: Iwan Mangopang
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: 2015
Tebal buku: 296 halaman
ISBN: 978-602-03-2171-4
Available at: bukupedia.com



BLURB

Kemunculan Rengga—pria yang selama ini Sophie ketahui telah memerkosa ibunya—dan Austin, mantan pacarnya yang selebritis, membuat hidup Sophie begitu rumit. Ditambah pertengkaran dengan sahabatnya, Sophie pun nekat menyetujui rencana berlibur ke Skandinavia.

Di Nyhavn, Sophie harus berurusan dengan cowok kasar berego setinggi langit. Jamie menuduhnya tengah menguntit sebagai paparazzi. Setelah beberapa kali tidak sengaja bertemu dan berselisih paham, bahkan mengalami satu kejadian mengejutkan di tepi tebing Preikestolen, keduanya pun semakin dekat.

Ketika mengetahui identitas Jamie sebenarnya, Sophie langsung memutuskan kembali ke Jakarta. Haruskah ia mengambil risiko jatuh cinta dengan trauma yang sama? Atau justru rela melepaskan cowok yang diam-diam membuat hatinya menghangat?

RESENSI

Sophie merasa lega karena salah satu sahabatnya, Amara telah berhasil menemukan kebahagiaan bersama cowok yang tepat. Namun perasaan berbeda ia rasakan bagi Brisha, sahabatnya yang lain. Sophie masih mencemaskan Brisha yang pernah mengalami kekerasan dalam pacaran dengan pacar terdahulunya. Kali ini pun Brisha berkenalan dan tergila-gila pada seorang lelaki yang dikenal dari facebook. Jelas Sophie merasa cemas.
Hingga kecemasannya terbukti. Tapi saat ia berusaha memberi tahu Brisha, sahabatnya itu justru murka dan menuduh macam-macam.
Seolah belum cukup kegalauannya karena bertengkar dengan Brisha, Sophie juga harus berhadapan dengan Austin, mantan pacar Sophie yang telah menjadi artis papan atas. Tak hanya itu, Sophie pun dihantam pertemuan tak terduga dengan ayahnya. Ayah yang selama ini ia pikir kabur setelah memerkosa ibunya.
Pertemuan itu tak bisa tidak menggoyahkan topeng pura-pura kuat yang selama ini dikenakan Sophie.
Untuk menenangkan diri, Sophie pun menerima tawaran ayah dan ibu tirinya untuk melakukan solo trip ke Skandinavia.
Siapa sangka selain menemukan keindahan tak terkira, Sophie juga bertemu dengan cowok overpede dan berego tinggi yang menyebalkan. Tapi seiring berlalunya waktu yang dihabiskan bersama cowok itu sepanjang sisa perjalanan, Sophie bisa bicara tanpa beban dan menjadi dirinya sendiri. Hingga Sophie sadar, Jamie selalu bisa membuatnya nyaman.
Tapi, ada rahasia yang disembunyikan Jamie dari Sophie. Dan saat Sophie tahu siapa Jamie, akankah hal itu merubah penilaian mereka satu sama lain? Bagaimana dengan persahabatan Amara, Sophie dan Brisha yang terancam putus?

-------------

Bagi saya yang belum membaca serial pendahulunya, yaitu Heartling, novel Out of The Blue sama sekali nggak membuat saya bingung. Di awal cerita, latar belakang masing-masing tokoh cukup tergambar dan bisa memberi saya pondasi cerita yang mudah dipahami.

Jalinan cerita dalam Out of The Blue begitu rapi dan mengalir maju dengan cepat. Beberapa pencetus konflik disajikan di awal untuk mendorong Sophie memulai perjalanan dan bertemu Jamie. Dan ketika Sophie telah menginjakkan kaki di Denmark, alur pun mulai melambat.
Diksi yang digunakan tetap berciri khas Indah Hanaco, namun dengan dialog yang lebih luwes.

Novel ini mengambil setting di Jakarta dan Denmark. Denmark! Ini setting yang nggak biasa bagi saya. Saya jadi teringat obsesi saya pada Denmark ketika SMP dulu hingga nekat mengirim surat ke Kedutaan Besar Denmark. Obsesi itu tentu saja lahir karena kakak-beradik Michael dan Brian Laudrup :))



Penggambaran lanskap Skandinavia terasa apik dan rapi. Diceritakan dari sisi Sophie dan Jamie sebagai turis seakan memandu saya ikut merasakan pesona negara berangin ini. Sisi budaya juga diangkat penulis dari food tour yang diikuti Sophie.
Tadinya karena mengambil setting di Denmark, saya pikir penulis akan memasukkan Kepulauan Faroe dan paus, tapi ternyata enggak. Mungkin karena takutnya jadi out of topic dan nggak jadi bergenre YA lagi, ya? Hehe~

Saya suka karakter Sophie dan Jamie serta interaksi mereka yang lepas. Chemistry mereka manis banget meski kadang terasa kekanakan. Pas memang sebagai pasangan young-adult.
Meski tertekan, Sophie tampak kuat dan berani. Karakter Jamie juga khas karena keterlaluan pedenya. Dialog mereka berdua selalu membuat saya terhibur.
Walau saya menemukan inkonsistensi penggunaan kata nggak dalam satu dialog Jamie di halaman 280.

"Kamu tahu tidak, Sophie, aku sebenarnya pengin menyusulmu ke sini waktu tahu kamu pulang. Tapi situasinya nggak memungkinkan."

Juga ada beberapa kesalahan penulisan:

* Sophie merasakan elusan lembut di kepalanya mendapat hadiah. --> Sophie merasakan elusan lembut di kepalanya (bagai) mendapat hadiah. (hlm. 46)
* keningya --> keningnya (hlm. 113)
* mengambalikan --> mengembalikan (hlm. 233)
* apapun --> apa pun (hlm. 240)
* shock --> syok/shock (hlm. 252)
* ngga --> nggak (hlm. 279)
* pecinta --> pencinta (hlm. 284)

Puas banget baca novel ini. Out of The Blue meski ringan tapi cukup berbobot dengan konflik yang menyentil kaum cewek agar waspada akan "predator-predator" di luar sana. Saya rekomendasikan buat kalian yang suka petualangan ke negeri-negeri menawan.


Nah berikut ini adalah wawancara yang saya lakukan dengan penulis Out of The Blue, Mbak Indah Hanaco. Pertanyaan saya diwarna biru dan jawaban Mbak Indah diwarna merah:

Hai Mbak Indah, selamat atas lahirnya buku yang ke-25, ya. Apa nih tips untuk menjaga kekonsistenan menulis dan inspirasi tetap lancar?

Tengkiu, Mbak Nurina. Tipsnya, disiplin nulis tiap hari. Banyak atau sedikit, itu soal lain. Yang penting, setiap hari harus menulis. Dengan begitu, perlahan tapi pasti kita melatih beberapa hal. Menulis jadi lebih cepat, ide mengalir kian lancar. Menurut pengalamanku, itu yang otomatis terjadi kalau rutin menulis. 
Kalau soal inspirasi, dulu awalnya memaksakan diri untuk memerah ide, kalau kebetulan ide lagi ngumpet entah di mana. Jadi, nggak berharap ide datang menghampiri begitu saja. Awalnya sulit tapi Setelah terbiasa, ide nggak akan mandek lagi. Selain itu, membaca juga sangat penting. dan menurutku yang tak kalah penting adalah menonton acara yang bagus. Tidak sebatas film, tapi bisa juga reality show atau film dokumenter. Karena dari sepotong adegan, bisa menceritakan berjuta kisah yang bisa dituangkan ke dalam tulisan. 

Bicara soal inspirasi, dari mana asal inspirasi novel Out of The Blue ini?

Sejak awal mau menggarap Out Of The Blue, sudah terbayang gambaran Sophie yang ceria tapi menyimpan banyak rahasia itu, menikmati keindahan Skandinavia dan ketemu cowok aneh. Gambaran itu sudah menempel di kepala waktu aku menulis Heartling. Jadi, begitu punya kesempatan, aku buru-buru menulis kisah Sophie dan Jamie.

Ciri khas Mbak Indah itu kan selalu menyelipkan ilmu baru di setiap novelnya. Bisa cerita sedikit nggak Mbak, pengetahuan apa yang Mbak selipkan di Out of The Blue?

Dari sisi idealisme, Out Of The Blue jauh lebih ringan dibanding Tuhan Untuk Jemima, misalnya. Tadinya pengin menyelipkan pengetahuan tentang Viking di novel ini. Cuma akhirnya dibatasi karena takut membuat cerita melebar tak keruan.
Jadi akhirnya aku cuma menambahkan tentang tur makanan yang memang ada di Denmark, lokasi dan jenis makanannya pun tidak diganti, sesuai aslinya. Juga ada cara melayani konsumen di Anti-Mainstream yang benar-benar diwujudkan oleh banyak resto di luar yang menyediakan layanan drive-through.
Aslinya, pencatat pesanan itu disebut “Runner” atau “Pelari”. Seperti yang diakui Sophie bahwa dia melihat ide itu dari sebuah acara reality show, memang itu yang terjadi. Aku menonton salah satu episode Undercover Boss dan mendadak punya ide untuk menambahkan tentang “Runner” itu di cerita.

Setting Out of The Blue adalah Denmark. Pertanyaannya, kenapa Mbak Indah memilih Denmark? Dan apa saja riset yang dilakukan untuk mendukung setting ini?

Kenapa Denmark? Karena aku kebetulan nyaris tidak pernah membaca novel bersetting Denmark. Jadi, tergelitik untuk mencoba menulis tempat yang selama ini “kurang populer”. Kebetulan, aku punya buku travel Skandinavia dan sekitarnya. Informasinya cukup padat juga. Jadi, terpikir untuk memanfaarkan buku itu sebagai salah satu acuan.
Selain dari buku, sumber informasi sudah pasti internet. Mulai dari blog-blog yang mengulik tentang tempat-tempat di Skandinavia (dan jumlahnya sangat minim). Juga memanfaatkan situs Wikivoyage yang sangat membantu.
Oh ya, hampir lupa. Aku awalnya tersihir Nyhavn itu setelah melihat gambarnya di internet. Sampai bercita-cita pengin ke sana. Karena saat ini belum memungkinkan terbang ke Negeri Dongeng, terpaksa memberi kesempatan pada Sophie dulu untuk ke sana. Semoga aku bisa segera menyusul. Aamiin.

Amiiin. Jangan lupa ajak-ajak saya nanti ya, Mbak. :))
Menerbitkan 25 novel pasti pengalaman penuh jatuh bangun dan berdarah-darah, tapi hasilnya luar biasa. Apa Mbak Indah sudah puas? Sampai kapan Mbak Indah akan tetap berkarya di dunia literasi?

Mustahil puas, Mbak. Kalau aku puas, itu sama saja bunuh diri. Artinya, merasa sudah pintar dan tidak mau lagi belajar. Menjadi penulis, harus selalu haus ilmu. Aku tidak keberatan menjadi orang bodoh. Karena dengan begitu, kita akan bisa memperbaiki kualitas tulisan, menambah wawasan. Kalau mudah puas, sudah pasti tulisan tidak akan berkembang. Itu hal yang paling menakutkan buatku.
Aku tidak akan berhenti menulis selagi ada penerbit yang berkenan menerbitkan tulisanku. Berhenti menulis rasanya mustahil karena aku mencintai dunia ini luar biasa besar. Buku ke-25 ini takkan membuatku berhenti berkarya. Aku sangat berharap ada buku ke-57, ke-81, atau ke-110.

Amiiiin lagi ^^ Semoga sukses dan terus berkarya buat Mbak Indah Hanaco untuk dunia literasi kita.

------------------GIVEAWAY TIME----------------------


Nah, sekarang waktunya saya dan Mbak Indah membagikan satu eksemplar buat kamu yang ingin menelusuri Skandinavia bersama Sophie dan Jamie :)

Syaratnya mudah saja:

1. Peserta adalah warga negara yang berdomisili di Indonesia atau punya alamat kirim di Indonesia.
2. Follow twitter @IndahHanaco dan @KendengPanali
3. Share giveaway ini dengan hashtag #OutofTheBlue dan jangan lupa mention kami berdua.
4. Jawab pertanyaan di bawah ini di kolom komentar dengan menyertakan nama, twitter, link twit dan alamat email. Pertanyaannya adalah:

Jika kamu tahu cowok yang dekat dengan sahabatmu adalah cowok berengsek, apa yang akan kamu lakukan sementara sahabatmu tergila-gila pada cowok itu?

5. Giveaway akan berlangsung selama 5 hari. Giveaway akan ditutup tanggal 23 November 2015 pukul 23.59. Pemenang diumumkan tanggal 24 November 2015.
6. Yang terakhir good luck yaa :))

*****************************************

Akhirnya giveaway blogtour di Nurina Mengeja Kata telah berakhir. Terima kasih kepada Mbak Indah Hanaco yang sudah mempercayakan penyelenggaraan blogtour ini di blog saya.
Terima kasih juga untuk semua peserta yang sudah meramaikan giveaway ini. Kalian adalah sahabat-sahabat yang keren dan setia kawan. Jawaban kalian bikin saya terharu dan merasa iri pada sahabat kalian karena punya seseorang yang perhatian seperti kalian.

Namun karena saya hanya bertugas membagi satu eksemplar novel Out of The Blue, maka saya hanya bisa memilih satu pemenang, dan dia adalaaaaaah:

Nama: Lala
Twitter: @fazidaa_


Selamaaaaat!! Sila kirim data diri dan alamat kirim kamu ke nurinawidiani84@gmail.com dan saya tunggu dalam 2x24 jam.

Bagi yang belum beruntung, jangan sedih karena masih ada kesempatan untuk mendapatkan novel ini di dua blog berikutnya:

24 - 28 November 2015 bookluvluv.blogspot.co.id

29 Nov - 3 Desember 2015 rizkymirgawati.blogspot.co.id

Sampai jumpa di blogtour & giveaway selanjutnya. Dan terus ikuti review-review saya ya :))

Sabtu, 04 Juli 2015

[Blogtour] Pemenang Giveaway Tuhan untuk Jemima




Yeayy~ Blogtour Tuhan untuk Jemima di blog Nurina Mengeja Kata telah sampailah pada saat yang berbahagia saat mengumumkan pemenang giveaway. Terima kasih untuk Mbak Indah Hanaco yang sudah memberi kesempatan bekerja sama dalam Blogtour "Tuhan Untuk Jemima" ini, semoga tidak mengecewakan dan bisa berlanjut ke hubungan intim #heh hubungan kerja sama berikutnya ;)

Dan apresiasi tak terhingga saya tujukan kepada seluruh peserta giveaway yang sudah meramaikan blogtour ini, kalian hebaaaaat!!
Membaca jawaban kalian membuat saya terharu dan senang karena kepedulian kalian yang besar pada hewan-hewan di sekitar kita :')

Semua hewan punya urgensi untuk diselamatkan, tapi saya harus memilih satu jawaban yang menurut saya paparan alasannya menarik. Maka yang berhak mendapatkan satu eksemplar novel Tuhan untuk Jemima adalah...



Thia Amelia/@Thia1498

Selamaaaaat, kamu berhak mendapatkan novel Tuhan untuk Jemima bertandatangan Mbak Indah Hanaco. Jika pemenang tidak memberi konfirmasi dalam 2x24 jam, saya akan memilih pemenang lainnya.

Buat yang lain yang belum terpilih, jangan khawatir kalian masih berkesempatan untuk mendapatkan Tuhan untuk Jemima di bloghost Blogtour berikutnya: Delina Books (4-7 Juli 2015) dan The Anti-Books! (8-11 Juli 2015)


Selasa, 30 Juni 2015

[Blogtour] Resensi & Giveaway Tuhan untuk Jemima by Indah Hanaco



Hi all, belum capek ikutan blogtour Tuhan untuk Jemima, kan? Kali ini selamat bertandang ke blog Nurina Mengeja Kata yang akan meresensi daaaaan… memberikan giveaway untuk satu eksemplar novel ini ;)
So, enjoy the tour ^^



Judul buku : Tuhan untuk Jemima
Penulis : Indah Hanaco
Editor : Gita Savitri
Perwajahan sampul : Shutterstock & Mulyono
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : Juni 2015
Tebal buku : 305 halaman
ISBN : 978-602-03-1660-4


BLURB

Jemima, gadis gelisah yang merindukan Tuhan, tapi tidak tahu harus mencari ke mana. Diberi kebebasan memilih agama, Jemima malah makin bimbang. Apalagi sederet tragedi sedang mengintai gadis itu dan keluarganya.

Kenneth, pria belia yang sangat tahu apa yang diinginkannya dalam hidup ini, sibuk berjuang untuk kelestarian lingkungan. Saat menyaksikan paus-paus kesayangannya dibantai, dia berkesimpulan tidak memercayai keberadaan Tuhan adalah keputusannya yang paling cerdas.

Kala keduanya bertemu di Selandia Baru, negara cantik berangin dengan berjuta keajaiban, otak dan hati mereka seolah diadu. Di antara keindahan pohon rimu, di antara pertarungan hidup dan mati, serta tamu khusus berwajah cahaya, akankah mereka menemukan hidayah-Nya?

RESENSI

Jemima Damarys syok saat kakak perempuan satu-satunya, Ashlyn Damarys, meninggal karena kecelakaan. Ia merasa berduka dan kehilangan. Hal itu diperparah dengan rasa duka berlebihan kedua orang tuanya. Jemima merasa ditinggalkan sendirian. Seisi rumah memilih menghadapi rasa duka mereka sendiri-sendiri. Jemima menjadi gelisah, ia butuh bersandar, butuh mengadu. Tapi ia belum memilih Tuhan mana yang hendak disembahnya.

Dibesarkan oleh orangtua yang berbeda keyakinan, Jemima dibebaskan untuk memeluk agama sesuai keyakinannya. Namun berbeda dengan Ashlyn yang telah menentukan pilihan, Jemima masih bimbang dan belum kunjung menemukan Tuhannya.

Sementara di belahan bumi lain, Kenneth Nigel Kincaid, seorang aktivis yang ikut dalam aksi penyelamatan paus bersama Sea World Conservacy tak ragu untuk menjadi ateis. Ia merasa Tuhan telah meninggalkan paus-paus tak berdosa itu sendirian hanya untuk dibantai nelayan-nelayan Jepang.

Mereka berdua bertemu di Selandia Baru saat Jemima mengunjungi Nick, bibinya. Jemima yang datang ke Negeri Kiwi tersebut untuk mencari Tuhan menghabiskan beberapa hari bersama Nick, Kenneth dan teman-temannya.
Hingga Jemima mendadak diminta pulang karena ternyata mobil yang dinaiki Ashlyn saat kecelakaan telah disabotase. Ayah Jemima menganggap ada yang mengincar mereka.

Maka dimulailah serentetan teror bagi keluarga Damarys. Ancaman racun, misteri kalung perhiasan Ashlyn, dan usaha penculikan, menghantui keluarga itu. Pembunuh Ashlyn masih menginginkan jatuhnya korban lain.
Siapakah pembunuh Ashlyn? Apa motifnya? Apakah Jemima akhirnya akan menemukan Tuhan? Bagaimana akhir hubungannya dengan Kenneth, cowok bule berambut merah dan bermata hijau yang telah memikat hatinya? Dan apakah Kenneth akan tetap menjadi ateis?

----------------

Tuhan untuk Jemima adalah novel lanjutan dari Cinta Sehangat Pagi. Lanjutan karena kedua novel tersebut mengisahkan tentang kisah cinta para aktivis lingkungan yang bergabung dalam Sea World Conservacy. Jadi jangan kuatir, nggak masalah walau kalian belum baca Cinta Sehangat Pagi, karena kisah dalam Tuhan untuk Jemima ini berdiri sendiri.

Novel ini menjawab pertanyaan besar saya di novel sebelumnya. Jika penulis begitu mengidolakan Paul Watson dan Sea Sepherd-nya, kenapa tokoh yang dimunculkan malah tokoh fiktif Lochart Kincaid dengan Sea Warrior-nya? Sementara setting dan aktivitasnya mirip dengan aktivitas Sea Sepherd.
Ternyata inilah jawabannya. Karena akan ada kisah cinta dari klan Kincaid. Waaah… menarik!

Saya ingat bertahun-tahun lalu selepas kuliah, saya menangis saat membaca majalah National Geographic. Itu edisi yang mengulas suku Inuit ketika melakukan perburuan terhadap narwhal. Saya jatuh cinta sekaligus langsung patah hati. Binatang secantik dan seunik itu ditembaki saat sedang bermigrasi :'(
Maka saya senang karena novel ini menyuarakan aktivitas penyelamatan terhadap paus, hewan yang harus kita jaga populasinya.

Saya sangat menikmati novel ini, 305 halaman rasanya habis dalam sekejap. Ceritanya mengalir dengan lebih luwes dibanding Cinta Sehangat Pagi. Plotnya rapi dan diksinya menusuk ke hati. Balutan misteri dan thriller dalam novel ini tentunya menambah seru jalan cerita.

Sebagai gadis yang baru lulus SMA dan beranjak dewasa, karakter Jemima justru terasa matang. Terasa wise dan santun. Saya suka dialog 'mendalam' antara Jemima dan Kenneth. Senang rasanya melihat muda-mudi sudah berpikiran terbuka dan bijak menyikapi persoalan seperti mereka.

Ada banyak informasi yang kita dapat jika membaca Tuhan untuk Jemima. Tentang perburuan paus, lanskap Selandia Baru, Islam dari segi sains, hingga jenis-jenis racun. Saya jadi penasaran pada riset yang telah dilakukan Indah Hanaco untuk menyajikan ilmu-ilmu baru pada pembaca.

Hanya ada sedikit typo di dalamnya:

* tidak dengar Jemima --> tidak didengar Jemima (hal. 40)
* menyulum --> mengulum (hal. 96)
* tanya dengan suara rendah --> tanyanya dengan suara rendah (hal. 118)
* dilakukanoleh --> dilakukan oleh (hal. 122)
* kegunda-han --> kegundah-an (hal. 129)
* jatuh sakit,atau --> jatuh sakit, atau (hal. 139)
* diemukan --> ditemukan (hal. 170)
* menjaga --> menjadi (hal. 210)
* mudah-mudah --> mudah-mudahan (298)

Well, novel memikat ini akan sangat menyenangkan dibaca karena sajiannya yang komplet. Saya beri 4 bintang untuk Tuhan untuk Jemima.


TEBAR-TEBAR QUOTE

Ketika hubungan Internasional itu terputus, sebuah pertanyaan seakan mendompak benak Jemima.
Apakah Tuhan juga bisa dicari di Negeri Kiwi itu? (hal. 69)

Manusia biasanya akan terlalu cerewet untuk mengajukan pertanyaan. Mendebat apa yang dirasa tidak cocok dengan pendapat mereka. Tapi Tuhan yang Mahatahu itu tidak pernah bersikap sok tahu. Tuhan selalu menjadi pendengar sempurna saat orang berdoa, kan? Itulah yang hilang dari hidup Jemima. (hal. 83)

"Pendidikan bisa menanti, tapi menyelamatkan lingkungan enggak bisa ditunda." (hal. 110)

"Tapi jika kamu melepaskan sesuatu dengan mudah, itu artinya kamu memang enggak benar-benar menginginkannya. Jadi, enggak perlu merasa aneh atau apalah. Kebahagiaanmu adalah yang paling penting dalam hidup. No sweat. Remember Jemima, your happiness is down the pike. Go get it before you late." (hal. 128-129)

Jemima tidak akan meminta jalan yang mudah karena itu keinginan yang egois. Tidak masalah kalau jalan itu berliku dan menyusahkan sebab dia tahu Tuhan menyukai orang-orang yang tangguh, para penyintas. (hal. 304)

***********

Tertarik ingin membaca Tuhan untuk Jemima? Nah, saya dan Mbak Indah Hanaco punya satu eksemplar novel Tuhan untuk Jemima bagi kalian pengunjung blog ini. Caranya mudah kok:

1. Follow twitter @KendengPanali dan @IndahHanaco. Jangan lupa share giveaway ini via twitter dan mention kami dengan hashtag #GATuhanUntukJemima

2. Jawab pertanyaan berikut:

Seandainya kalian menjadi aktivis lingkungan seperti Kenneth, binatang apa yang ingin kalian selamatkan? Apa alasannya?

Jawab semenarik mungkin di kolom komentar dengan format:

Nama:
Akun twitter:
Jawaban:

3. Boleh banget kalau mau follow blog ini ;)

4. Giveaway berlangsung dari tanggal 30 Juni dan ditutup tanggal 3 Juli 2015 pukul 23.59 dan pemenang akan diumumkan hari berikutnya :)

5. Yang terakhir… good luck!!


Oh iya, kalian bisa mengikuti rangkaian blogtour ini di blog host yang lain:

22 - 25 Juni 2015 >> Ky's Book Journal

26 - 29 Juni 2015 >> Books-Over-ALL

30 Juni - 3 Juli 2015 >> Nurina Mengeja Kata (perhentianmu saat ini ^^)

4 - 7 Juli 2015 >> Delina Books

8 - 11 Juli 2015 >> The Anti-books
 

Nurina mengeja kata Published @ 2014 by Ipietoon