Tampilkan postingan dengan label Lisa Kleypas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lisa Kleypas. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Januari 2019

[Resensi] Sang Penguntit - Lisa Kleypas

Judul buku: Sang Penguntit
Judul asli: Hello Stranger
Series: The Ravenels #4
Penulis: Lisa Kleypas
Alih bahasa: Halita Permatasari
Editor: Yosef Bayu Anangga
Sampul: Marcel A.W
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: Desember 2018
Tebal buku: 464 halaman
ISBN: 9786020618449



BLURB

Sebagai satu-satunya dokter wanita di Inggris, Garret Gibson adalah wanita kuat dan mandiri. Ia sering kali menghadapi darah dan hal-hal mengerikan. Nyaris tak ada yang bisa mengusiknya. Sampai ia bertemu Ethan.

Ethan Ransom, mantan detektif di Scotland Yard, pria misterius yang kesetiaannya diragukan. Sebagai anak di luar pernikahan seorang bangsawan, Ethan tidak terlalu tertarik kepada masyarakat kalangan atas, namun ia terpikat pada Garrett yang cantik dan pemberani. Meski sama-sama berusaha melawan ketertarikan terhadap satu sama lain, Garrett malah terseret ke dalam salah satu misi Ethan yang paling berbahaya. Dan Ethan harus mengerahkan seluruh keahlian dan keberaniannya demi menyelesaikan misi sekaligus mendapatkan cinta wanita paling luar biasa yang ia kenal.

RESENSI

Hello Stranger atau Sang Penguntit merupakan buku keempat dari serial The Ravenels. Membuat saya bertanya-tanya mengapa kisah dokter Garret Gibson dan Ethan Ransom masuk ke dalam serial ini padahal mereka bukan bagian dari Ravenels. Entah saya melewatkan setitik informasi di buku-buku sebelumnya atau karena saya belum membaca novel ketiganya, Devil in Spring. Saya memang ingin menunda lebih lama untuk membaca Devil in Spring karena takut akan ekspektasi saya sendiri mengingat tokoh dalam Devil in Spring adalah putra dari Sebastian.

Nah, mungkin saja memang ada sesuatu yang menjadi petunjuk tentang Ethan di salah satu novel-novel pendahulunya, yang jelas saya mulai menyadarinya ketika Ethan bertemu dengan West Ravenel. Di situlah saya merasa kisah ini akan menjadi menarik.
Kisah ini terjadi pada sebuah musim panas tahun 1876. Garret Gibson menjadi satu-satunya dokter wanita yang ada di Inggris. Ia pergi ke Perancis untuk belajar kedokteran di Universitas Sorbornne karena sekolah-sekolah kedokteran di Inggris menolaknya. Pada saat itu di mana wanita tak boleh memiliki peran apa pun selain sebagai penghias rumah, jelas pilihan profesi Garret membuatnya dianggap mengerikan. Wanita tak boleh terlalu pintar dan menonjol. Beberapa dokter pria yang berprinsip kaku seolah enggan mengakuinya.
Pada catatan penulis di akhir kisah, Lisa Kleypas mengungkapkan bahwa ia terinspirasi oleh dr. Elizabeth Garret Anderson seorang dokter wanita pertama yang mendapatkan izin praktik di Inggris. Setelahnya British Medical Association langsung mengubah peraturan untuk mencegah wanita lain melakukan hal yang sama selama dua puluh tahun berikutnya. Ini membuat saya merasa kagum karena tentunya Lisa telah melakukan riset yang sangat dalam terutama pada beberapa lembar buku ini yang menuliskan dengan begitu detail bagaimana Garret Gibson membedah luka tembak Ethan. Semua peralatan, perkakas, obat-obatan dan tindakan medis yang dilakukan Garret membuat saya menyadari betapa tinggi risiko medis pada masa itu. Saya sempat bertanya-tanya ketika Garret memutuskan melakukan transfusi darah, mengapa ia tak menanyakan golongan darah mereka. Pertanyaan saya terjawab pada catatan penulis bahwa golongan darah baru ditemukan pada tahun 1901 yang semakin menunjukkan betapa berisikonya keputusan yang diambil Garret. Itu berarti proses transfusi darah pada saat itu hanya mengandalkan keberuntungan akan kecocokan darah.

Bagaimanapun juga novel ini memberi saya saat-saat frustasi antara menyukai dan tidak menyukainya. Ada saat-saat di mana Ethan membangun suasana intim, lalu Garret mengacaukannya dengan mengungkapkan istilah-istilah medis. Walau Ethan menganggapnya lucu dan menarik, tapi saya tidak. Apakah memang seperti itu jika kita berpacaran dengan seorang dokter? :)))
Sementara Ethan sendiri yang diceritakan sebagai mantan detektif Scotland Yard yang jarang tersenyum dan memilik aura seram tapi jantan (awww~~~), ternyata begitu puitis. Lagi-lagi saya merasa akward membaca rayuan-rayuannya, sementara Garret menanggapi dengan salah tingkah dan kemudian mengeluarkan komentar sakti berupa istilah medis. Bikin frustasi wooyyy 😭😭

Untungnya kehadiran West sangat menghibur dalam novel ini. Ia menjadi duri di pantat Ethan dengan keselengekannya tapi juga justru menjadi orang paling setia bagi Ethan. Mengingat betapa brengseknya dia di buku pertama, senang rasanya melihat West semakin menjadi pria dewasa sekaligus kekanakan yang membuat meleleh dari waktu ke waktu. Banter antara dirinya dan Ethan menjadi hiburan yang tiada duanya. Dialah penerang cerita ini.

Konflik yang terbangun dalam Hello Stranger cukup menegangkan. Walau tentu saja saya yakin keberuntungan akan muncul dan menyelamatkan para tokohnya dalam novel-novel semacam ini. Namun intrik yang terjadi tetaplah menarik untuk diikuti.
Yang tak kalah menegangkan justru adalah menunggu kapan Garret dan Ethan melakukan percintaan. Haha. Selama beberapa bab mereka melakukan permainan sentuh-tapi-tak-boleh-memiliki yang membuat saya hampir meledak jengkel dan ingin membenturkan kepala Ethan ke tembok karena begitu keras kepala. Namun toh akhirnya mereka bisa wikwik juga. Dengan menggebu. Tak tahu malu. Setiap waktu. Yah begitulah. Walau tentu saja Lisa Kleypas selalu bisa menuliskan adegan gulat penuh keringat ini dengan begitu indahnya tanpa terasa memalukan.

Secara keseluruhan saya masih belum bisa memutuskan apakah saya menyukai atau tidak menyukai novel ini. Untuk sebagaian besar waktu saya menikmati membacanya, untuk beberapa waktu lainnya terutama ketika Ethan begitu puitis saya merasa terganggu. Namun, saya tetap merekomendasikan novel ini terutama bagi kalian yang tertarik membaca seluk beluk dunia medis di Inggris pada abad itu. Atau... bagi kalian penyuka drakor Descendant of The Sun dan ingin membacanya dalam versi hisrom dengan suasana Inggris. Nggak mirip banget sih tapi kisah cinta dokter wanita-anggota rahasia pasukan elite khusus dan intriknya hampir sama. Hmm menjadi catatan yang menarik juga ketika Garret menggunakan spons yang dicelup air lemon untuk dimasukkan ke vaginanya sebagai alat kontrasepsi. Selamat membaca :)

Minggu, 24 April 2016

[Resensi: A Wallflower Christmas - Lisa Kleypas] Kisah Cinta Di Malam Natal


Judul buku: Perayaan Cinta di Pengujung Tahun
Judul asli: A Wallflower Christmas
Penulis: Lisa Kleypas
Alih bahasa: Eliyanti J. Saleh
Sampul dikerjakan oleh: Marcel A. W.
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: Desember 2009
Tebal buku: 288 halaman
ISBN: 978-979-22-5228-6



BLURB

Para wallflower adalah empat gadis muda London yang bersahabat dan saling membantu dalam pencarian cinta sejati. Sekarang setelah menikah dengan bahagia, mereka kembali bersatu untuk membantu seorang playboy sinis mendapatkan kebahagiaannya.

Playboy Amerika Rafe Bowman, kakak Lillian dan Daisy, tiba di London untuk mencari istri. Putri Lord dan Lady Blandford yang cantik dan berdarah biru menjadi pilihan sang ayah. Dengan iming-iming posisi di kerajaan bisnis ayahnya, Rafe pun bersedia mendekati sang lady.
Rafe menyadari bahwa gadis London sangat berbeda dengan gadis Amerika. Ia pun meminta bantuan para wallflower. Sayangnya rencana para wallflower untuk membantu Rafe malah membawa pria itu kepada situasi yang lebih rumit. Terutama ketika ia tak bisa menentukan apakah gadis yang harus dipikatnya adalah lady yang akan membawanya kepada kesuksesan dan posisi tinggi di masyarakat atau gadis biasa yang mencuri hatinya sejak awal berjumpa.


RESENSI

Keempat wallflower punya tugas berat, membantu Rafe Bowman untuk mendapatkan Natalie Blandford. Maka sebelum memperkenalkan Rafe dengan Natalie, Lillian memutuskan mengundang Hannah Appleton, pemdamping Lady Natalie, untuk mengorek informasi yang bisa mereka gunakan dalam mempersatukan Rafe dan Natalie.
Sayang di pertemuan pertama, Rafe telah memberi kesan buruk di hadapan Hannah. Bukan hanya bersikap sangat Amerika, Rafe juga terang-terangan mengganggu Hannah dan mencium Hannah tanpa sepengetahuan keempat mantan wallflower. Tindakan yang cukup kurang ajar namun di sisi lain menggelitik hasrat Hannah.
Hannah pun bertekad untuk menggagalkan rencana perjodohan itu karena menganggap Rafe tak pantas bagi Natalie. Hannah merasa Natalie lebih cocok bagi Lord Travers. Sayangnya ketertarikan Natalie pada Rafe begitu besar dan tanpa peduli nasihat Hannah, Natalie berniat menjadi istri Rafe.
Namun di Stony Cross Park, di kediaman Lord Westcliff, justru Hannah semakin merasa nyaman dengan kehadiran Rafe dan terganggu dengan kedekatan Rafe dan Natalie. Seperti halnya Rafe yang kebingungan untuk menuruti keinginan ayahnya atau mengejar Hannah demi dirinya sendiri.
Dan tepat menjelang natal... Rafe harus membuat keputusan.

--------------

A Wallflower Christmas menjadi pelengkap bagi keempat seri wallflowers sebelumnya. Novel yang lebih tipis dibanding novel-novel sebelumnya ini menyajikan kisah tentang kakak Lillian dan Daisy sekaligus memberi kisah tambahan tentang kebahagiaan rumah tangga keempat wallflower.

Jujur yang saya nantikan adalah momen romantis Lillian dan Westcliff seperti yang mereka umbar dalam It Happened One Autumn, tapi rupanya bonusnya bukan hanya pasangan paling cetar ini tapi juga momen uhuk panas uhuk antara Evie dan Sebastian. Bisa dibilang fans Sebastian sang hero dalam Devil in Winter bakal senang dengan bonus roman ini ^^

Di novel sebelumnya yaitu Scandal in Spring, saya sebal setengah mati dengan keegoisan Lillian terhadap Daisy. Tapi di novel ini, Lillian jadi penuh pengertian dan nggak terlalu menuntut. Justru yang ada malah Lillian mencari gara-gara dengan Westcliff karena terbakar cemburu. Kkk~
Sayang mungkin karena keterbatasan jumlah halaman, pasangan Annabelle dan Simon Hunt nggak banyak diumbar seperti di Secret of A Summer Night.

Karakter Rafe benar-benar menawan. Ada saat Rafe begitu jahil dan lucu, tapi ada juga kalanya Rafe tampil sebagai gentleman dan luar biasa mempesona. Saya suka dengan pendiriannya dan bagaimana Rafe akhirnya mengambil keputusan.
Hannah cukup menyebalkan di awal cerita, terlalu kritis terhadap Rafe. Huhuu... main curiga main tuduh. Tapi sikap waspadanya memang menggemaskan. Saya paham kenapa akhirnya Rafe nggak tahan juga untuk mencium Hannah.
Chemistry di antara mereka berdua mengalir dan asyik diikuti. Interaksinya natural dan dialog yang saling mereka lemparkan terasa hangat dan kuat. I love this couple :)

Dan settingnya lagi-lagi di Stony Cross Park di musim dingin tahun 1845. Rupanya seluruh kisah wallflower memang berpusat di manor kediaman Westcliff. Tapi memang di mana lagi tempat terindah untuk saling jatuh cinta selain di Hampshire.

Yah akhirnya selesai sudah saya membaca ulang seri wallflower ini. Sedih tapi juga senang. Laah... 
Tapi tentunya saya bakal bertemu lagi dengan beberapa karakter dalam novel ini di seri-seri Lisa Kleypas yang lain. Overall saya menikmati membaca ulang seri wallflower dan sepertinya akan berlanjut dengan membaca ulang seri Hatthaway Family. Hmm... kita tunggu saja ^^

Sabtu, 23 April 2016

[Resensi: Scandal in Spring - Lisa Kleypas] Penemuan Cinta Wallflower Terakhir


Judul buku: Skandal Musim Semi
Judul asli: Scandal in Spring
Seri: Wallflowers #3
Penulis: Lisa Kleypas
Alih bahasa: Ratih Susanty
Sampul oleh: Marcel A. W
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: April 2009 (cetakan kedua)
Tebal buku: 408 halaman
ISBN: 978-979-22-4416-8



BLURB

Akhirnya tiba giliran Daisy Bowman, wallflower terakhir, untuk mencari calon suami. Setelah menjalani tiga season tanpa berhasil menggaet bangsawan seorang pun, akhirnya Daisy diberi ultimatum oleh ayahnya untuk segera mendapatkan calon suami. Kalau tidak, dalam jangka waktu dua bulan ia akan dinikahkan dengan Matthew Swift, pegawai kepercayaan ayahnya.
Daisy benar-benar shock membayangkan dirinya menikah dengan pria kurus yang angkuh dan sok tau itu. Namun ia tak memperhitungkan bahwa dengan berlalunya waktu, pria itu telah berubah menjadi pria yang sangat memesona dengan sensualitas memabukkan. Dengan cepat Daisy menyadari pria yang selama ini ia benci ternyata menjadi pria yang ia impikan.
Namun, Matthew ternyata menyimpan masa lalu kelam, yang tak berani ia ungkapkan kepada siapa pun. Meskipun demikian, Daisy tetap bersedia menerima Matthew berikut masa lalunya. Tepat di tengah kebahagiaan mereka, rahasia kelam itu terungkap dan mengancam menghancurkan Matthew serta jalinan cintanya dengan Daisy.


RESENSI

Thomas Bowman merasa marah karena puteri bungsunya tak juga berhasil menggaet bangsawan eropa, ia merasa telah nengeluarkan banyak uang tanpa hasil, dan menjuluki Daisy Bowman sebagai parasit. Maka ia memutuskan untuk menjodohkan Daisy dengan Matthew Swift, pria yang paling ia percaya di perusahaannya. Pria yang lebih ia sayang daripada putera-puterinya sendiri.
Bagi Daisy, ingatannya tentang Matthew adalah pria kurus menyebalkan yang efisien, kejam dan licik. Maka betapa terkejutnya Daisy saat Matthew muncul di Stony Cross Park sebagai pria gagah dan menawan yang pesonanya mengancam kewarasan Daisy.
Matthew sendiri telah lama mencintai Daisy, mengamati gadis itu dan menyimpan perasaannya dalam-dalam. Ia takut mendekati Daisy karena menyimpan masa lalu yang kelam. Masa lalu yang mungkin bisa melukai gadis yang dicintainya.
Semakin lama mengenal Matthew, semakin Daisy menyadari perasaannya dan perasaan Matthew. Maka untuk nendorong agar Matthew mau mengakui rasa cintanya, Daisy mendekati Lord Llandrindon. Tapi rupanya Llandrindon pun jatuh hati pada Daisy.
Ditambah lagi, kedekatan Daisy dan Matthew ditentang habis-habisan oleh Lillian, kakak Daisy.
Akankah Daisy menemukan pria yang mencintainya seperti ketiga wallflower sebelumnya? Apakah masa lalu Matthew benar-benar tak terampunkan?

--------------

Scandal in Spring mempersembahkan wallflower terakhir, Daisy Bowman. Bagi saya Daisy adalah gadis yang paling menyenangkan dari semua wallflowers. Annabelle terlalu mengagungkan keningratannya pada awalnya, Lillian meledak-ledak dan kurang rasional, Evie pemalu. Tapi Daisy selalu ceria, selalu romantis, selalu jahil tapi juga logis.

Ketiga wallflowers sebelumnya dapat dibaca di buku yang telah saya review ini:

Secret of A Summer Night
It Happened One Autumn
Devil in Winter

Daisy dikisahkan adalah gadis yang suka membaca. Penuh mimpi romantis tapi juga bersemangat melakukan hal-hal gila. Pola pikirnya unik. Dulu di saat membaca novel Devil in Winter untuk pertama kalinya, saya pikir pasangan Daisy nantinya adalah Cam Rohan. Mengingat apa yang Daisy lakukan bersama Cam di lorong rahasia. *saya nangis saking irinya* *bahahaa*
Tapi rupanya jodoh Daisy bukan Cam. *sujud syukur*

Matthew tipe pria yang sabar, saya suka ketabahannya dalam menjaga perasaannya dan sikap hati-hatinya. Tapi karena dari awal Lillian menceritakan hal yang jelek-jelek tentang Matthew saya jadi sebal juga. Ahaha.. tapi saya tersentuh ketika tiba di adegan Daisy tahu bahwa Matthew menyimpan kancing baju Daisy. Err... sempat mikir kok kayak psycho ya. Hihihiii.. tapi romantis.  Menyimpan benda milik seseorang yang dicintainya dan membawa

Sayangnya saya menganggap cerita di novel ini nggak terasa spesial. Nggak bersemangat seperti It Happened One Autumn juga nggak penuh debaran seperti Devil in Winter. Meski memang cukup manis sebagai penutup serial.

Sudah empat novel seri wallflower yang saya selesaikan. Sudah selesai? Eiits... belum. Masih ada satu novel ekstra untuk melengkapi keempat wallflower ini. Jadi tunggu review A Wallflower Christmas di blog ini, ya :)

Minggu, 17 April 2016

[Resensi] Devil in Winter - Lisa Kleypas


Judul buku: Romansa Pada Musim Dingin
Judul asli: Devil in Winter
Seri: Wallflowers #3
Penulis: Lisa Kleypas
Alih bahasa: Sisilia Kinanti G
Sampul dikerjakan oleh: Marcel A. W
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: Februari 2009
Tebal buku: 424 halaman
ISBN: 978-979-22-4345-1




BLURB

Evangeline Jenner, si wallflower gagap dan pemalu yang selalu meringkuk di sudut ruangan tiba-tiba saja muncul di ambang pintu Lord Sebastian St. Vincent tanpa pendamping. Dan lebih gilanya, gadis itu mengajukan penawaran yang paling mengejutkan: lamaran pernikahan!

Sebastian, sang aristokrat playboy yang terkenal bejat, mengagumi keberanian gadis itu. Dengan kondisi keuangan yang buruk, ia merasa lamaran itu akan menguntungkan satu sama lain mengingat Evie akan mewarisi kekayaan ayahnya dari klub judi terkenal di London.
Siapa sangka di balik sikap pemalunya, Evie ternyata bisa sangat keras kepala. Dan ketika ia berkeras untuk menjadikan pernikahan mereka hanya di atas kertas, tak ada yang bisa dilakukan Sebastian untuk meluluhkannya. Untuk pertama kali dalam hidupnya, Sebastian menemukan lawan sepadan.


RESENSI


Evangeline Jenner si gadis pemalu dan selalu bicara tergagap mengambil keputusan nekat. Evie merasa terdesak karena ayahnya sekarat, sementara keluarga ibunya berniat menikahkannya dengan sepupunya, Eustache. Maka dengan berani, Evie mendatangi kediaman Sebastian St. Vincent, seorang viscount muda yang beberapa hari sebelumnya menculik sahabat Evie, Lillian Bowman. Akibat usaha penculikan itu, Sebastian menghancurkan persahabatannya dengan Marcus, Earl of Westcliff. Usaha penculikan yang didorong keputusasaan karena ayah Sebastian terancam bangkrut. Sebastian harus menikahi gadis kaya dan mendapatkan mas kawin yang besar untuk memperbaiki keuangannya.
Mengetahui kondisi keuangan Sebastian yang kritis, Evie mengajukan sebuah tawaran pernikahan pada playboy flamboyan itu. Tanpa berpikir dua kali, Sebastian menerima tawaran itu, tahu bahwa Evie adalah pewaris tunggal dari klub judi Jenner, dan merasa sanggup memenuhi syarat yang diajukan Evie.
Seusai menikah dan mengendus-endus di penjuru klub judi milik ayah Evie, Sebastian menyadari ketertarikannya pada klub itu. Ia merombak total urusan klub judi, dan memecat biang kerugian klub. Namun masalah Sebastian bukan hanya itu saja, Sebastian yang selama ini sangat berpengalaman menghadapi wanita kali ini harus mengalami emosi tak pasti yang asing seperti yang dirasakannya pada Evie, gadis yang dibalik kegagapannya ternyata sangat keras kepala. Dan ketika seseorang mengincar nyawa Evie, tindakan yang diambil Sebastian benar-benar di luar dugaan orang-orang yang mengenalnya.

------------

Seri wallflowers berlanjut! Setelah Secret of A Summer Night dan It Happened One Autumn kini giliran Evie Jenner beraksi.
Cukup kaget juga awalnya dengan kenekatan Evie, nggak nyangka plot yang disiapkan bagi Evie ngetwist banget dengan karakter Evie yg ditampilkan di dua buku sebelumnya. Apalagi Evie yang pemalu dipasangkan dengan playboy yang nyebelin.

Konon, The Devil in Winter ini paliiing banyak jadi favorit pembaca Lisa Kleypas. Mungkin ini dikarenakan setiap perempuan pasti punya fantasi untuk bisa menaklukkan playboy dan membuatnya bertobat. *sotoy* XD
Atau jangan-jangan ini fantasi saya pribadi? Gyahahaha...
Yaah... tapi saya memang suka perkembangan cerita dalam novel ini. Beberapa adegan benar-benar menancap di kepala—tentunya selain adegan meja bilyard yang fenomenal—dan bikin iri.

Karakter Sebastian memang nyebelin di It Happened One Autumn, tapi di sini Sebastian begitu mudah dicintai. Alih-alih jadi playboy brengsek yang suka meremehkan, Sebastian justru kelihatan bertanggung jawab dan penuh perhatian. Detail kecil seperti menghangatkan kaki Evie itu romantis deh. Saya juga suka kedalaman emosi yang membuatnya ingin menjauhkan Evie.
Sebagai heroine, Evie memang bukan favorit saya. Tapi saya suka dengan tekadnya yang kuat dan kesabarannya menghadapi Sebastian. Sikapnya yang santai dan caranya memperlakukan Sebastian lama-lama membuat saya menyukainya. Meski pemalu, tapi Evie sungguh keras kepala dan cerdas.
Lalu yang saya suka tentu saja kemunculan Cam Rohan, tangan kanan ayah Evie yang kemudian jadi orang kepercayaan Sebastian. Dan yang nantinya bakal dibuat kisah sendiri dalam seri Keluarga Hathaway!
Cam ini hero favorit saya di antara semuaaaa hero Lisa Kleypas.

Devil in Winter mungkin menyajikan kisah klise tentang playboy yang bertekuk lutut pada satu wanita dan mempersembahkan hatinya untuk selamanya. Tapi... jalan ceritanya benar-benar asyik diikuti, emosi yang ditunjukkan kedua tokohnya kuat dan interaksinya menarik, adegan panasnya bisa mendidihkan segelas es campur, dan ikatan persahabatan dalam novel ini bikin haru. Apa pun keputusan sahabat, layak kita dukung, dan tentunya tentang memaafkan kesalahan seorang sahabat. Aaww... so sweet banget deh novel ini.
Setelah ini saya bakal lanjut baca dan mereview novel keempatnya, Scandal in Spring, jadi tetap ikuti blog ini yaa ;)

Senin, 11 April 2016

[Resensi: It Happened One Autumn - Lisa Kleypas] Perseteruan Panas di Musim Gugur


Judul buku: Suatu Hari di Musim Gugur
Judul asli: It Happened One Autumn
Seri: Wallflowers #2
Penulis: Lisa Kleypas
Alih bahasa: Juliana Tan
Editor: Dharmawati
Sampul dikerjakan oleh: Marcel A. W.
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: Februari 2009 (cetakan kedua)
Tebal buku: 424 halaman
ISBN: 978-979-22-4255-3




BLURB

Sebagai Earl of Westcliff, Marcus sangat menyadari tanggung jawab yang diembannya sangat besar dan karenanya dia tidak bisa main-main dalam memutuskan sesuatu. Termasuk memilih calon istri. Dan Lillian Bowman sudah pasti tidak memenuhi syarat. Gadis itu bukan keturunan bangsawan, kasar, suka membantah, lancang, dan luar biasa keras kepala. Lillian jelas bukan pilihan yang layak untuk menjadi pendampingnya.
Lillian sangat membenci Lord Westcliff. Apa pun yang dilakukan pria arogan, sok berkuasa, sok tahu, kaku, tidak berperasaan, dan menjengkelkan itu selalu memancing kemarahannya. Ia kasihan pada siapa pun gadis yang akan menjadi istri pria itu. Tapi ketika parfum ajaibnya berhasil memikat pria itu, Lillian pun gamang.
Marcus dan Lillian menyadari betapa mereka bertolak belakang. Siapa pun akan mengatakan mereka pasangan yang sangat tidak serasi. Tapi pada suatu hari di musim gugur yang indah, mereka menemukan bahwa semua yang mereka pikir salah tentang diri masing-masing ternyata merupakan hal yang paling mereka sukai.


RESENSI

Lillian Bowman adalah putri tertua keluarga Bowman yang merupakan keluarga pengusaha di Amerika. Keluarganya membawa Lillian dan adiknya, Daisy, ke Inggris untuk menggaet suami bangsawan. Hal yang sepenuhnya sulit dilakukan, karena meski kaya raya, tapi sikap dan sifat Lillian sama sekali tak mencerminkan keanggunan seorang Lady. Sikapnya yang dianggap eksentrik dan sulit dikendalikan, bahkan membuat kesal Marcus, Earl of Westcliff.
Sejak awal Marcus membenci sikap urakan Lillian dan berusaha menghindari gadis itu. Terlebih ia punya kewajiban untuk mencari istri yang berasal dari kalangan bangsawan untuk meneruskan garis keturunan Marsden, sebagai bangsawan tertua di Inggris.
Namun sejak kedatangan Lillian dan keluarganya untuk yang kedua kali di estatnya, Marcus menyadari betapa sulit menolak daya tarik mereka yang besar. Marcus menyadari gairah dan kekeraskepalaan Lillian begitu memikat. Dan ketika Sebastian St. Vincent jelas-jelas menunjukkan ketertarikannya pada Lillian, Marcus merasa tak bisa tinggal diam.

-----------

It Happened One Autumn adalah buku kedua dari seri wallflowers setelah Secret of A Summer Night. Novel yang saya suka banget karena kekontrasan karakter hero-heroinenya dan terutama karena temanya yang klise: benci jadi cinta.
Meski buku kedua dari sebuah seri, tenaaaang... bisa langsung dibaca tanpa membaca buku pertamanya. Hal yang saya suka dari Lisa Kleypas memang kejernihannya bertutur yang seolah menutup lubang meski nggak membaca buku sebelumnya. Maka boleh banget kalau mau langsung baca It Happened One Autumn. 

Mengambil setting di Hampshire, di estat milik Marcus, yaitu di Stony Cross Park, tepat saat musim gugur di tahun yang sama dengan kisah Annabelle sebelumnya, tahun 1843. Saya selalu suka dengan Hampshire yang hijau, tenang dan terasa lapang. Tempat kelahiran Jane Eyre ini benar-benar lokasi yang sempurna untuk jatuh cinta.
Lisa Kleypas pun melukiskan tempat ini dengan detail yang indah dan mudah dibayangkan. Saya suka bagaimana Lisa memberi sentuhan manis terhadap latarnya sehingga suasana jadi mendukung.

Hmm~ sebagai hero, Marcus ini tipe pria yang selalu bikin saya gemeees. Kaku, tukang perintah, merasa selalu benar dan terkendali. Saya setuju dengan Lillian, memang kalau menilik cara berbusana Marcus yang rapi banget, pastilah membangkitkan sisi liar kita yang pengin membuatnya acak-acakan. Bahahaa...
Lillian sebagai heroine sebenarnya cukup bikin kesal. Saya sudah kesal dengan kengototannya terhadap Annabelle agar tidak berhubungan dengan Simon di buku pertama. Lillian sebenarnya sama dengan Marcus, selalu merasa benar dan suka mengatur. Hanya saja Lillian lebih meledak-ledak dan provokatif. Malah beberapa kali dia berhasil memancing reaksi Marcus. Tapi justru di situlah saya merasa kuatnya karakter Lillian. Heroine yang badass apalagi saat dia nggak mau menyerah begitu saja ketika diculik Sebastian.
Ooh... dan saya paliiiiing suka dengan dialog-dialog penuh sindiran dan sarkasme yang Lillian ucapkan terhadap ibu Marcus maupun Marcus sendiri. Ya ampun... gadis ini luar biasa pinter omong. Wkwk~
Lillian menjadi cerminan gadis yang amat sangat bertolak belakang dengan gadis bangsawan yang harus penuh sopan santun dan tunduk diatur-atur. Lillian begitu segar dan menunjukkan harga diri sebagai wanita di tengah kekolotan.
Sebastian St. Vincent muncul sebagai pihak ketiga.. kehadirannya membuat kisah makin segar. Tentunya Marcus perlu dorongan besar untuk mengakui perasaannya terhadap Lillian, dan dorongan itu berupa kecemburuannya terhadap Sebastian. Seruuuu... :))

Konflik di novel ini lebih menegangkan dibanding sebelumnya. Namun lagi-lagi, cukup mudah ditangani. Terlalu mudah malah. Tapi bagaimanapun juga... endingnya yang manis membuat saya memeluk buku ini erat-erat.

Nah.. bagi kalian yang sedang membenci seseorang, hati-hati lhooo... karena terkadang di balik benci yang terlalu ada hasrat cinta yang menggebu. Saya rekomendasikan banget It Happened One Autumn yang luar biasa ini.

Minggu, 10 April 2016

[Review: Secret of A Summer Night - Lisa Kleypas] Rahasia di Penghujung Musim Panas


Judul buku: Rahasia Malam Musim Panas
Judul asli: Secrets of A Summer Night
Seri: Wallflowers #1
Penulis: Lisa Kleypas
Alih bahasa: Iingliana
Desain sampul: Marcel A. W.
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: November 2008 (cetakan kedua)
Tebal buku: 448 halaman
ISBN: 978-979-22-4040-5



BLURB

Empat gadis muda memasuki lingkungan sosial elite London dengan satu tujuan yang sama: memanfaatkan kecerdasan dan daya tarik mereka untuk mendapatkan suami. Maka terciptalah rencana rahasia perburuan-suami yang mengejutkan.


Keadaan keluarganya yang miskin meski berdarah bangsawan membuat Annabelle Peyton dihadapkan pada dilema terbesar dalam hidupnya: menjadi wanita simpanan pria bangsawan yang sudah menikah, atau menikah dengan rakyat biasa dan menanggalkan status kebangsawanan.
Bersama ketiga temannya, Annabelle menyusun rencana untuk memikat Lord Kendall yang lajang lagi kaya. Sialnya, rencana mereka sedikit terhambat karena kehadiran Simon Hunt, anak tukang daging yang kini sukses menapaki tangga sosial dengan menjadi salah satu orang terkaya di Inggris.
Sekuat tenaga Annabelle berusaha menampik Simon dan berkonsentrasi pada usahanya menjadi Lady Kendall. Hingga pada suatu malam musim panas, Annabelle menyerah pada godaan yang ditawarkan Simon dan menyadari tak ada tempat lain yang pas baginya selain di sisi Simon.


RESENSI

Ini adalah musim keempat bagi Annabelle Peyton. Tiga musim sebelumnya ia gagal mendapatkan suami dan kini lagi-lagi ia menjadi wallflower. Meski cantik namun tidak ada yang ingin menikahinya karena Annabelle tidak memiliki mas kawin. Situasi keuangan keluarganya sudah sangat memprihatinkan, adiknya—Jeremy—bisa terancam putus sekolah. Padahal jika ia menginginkan suami bangsawan, ia harus mempunyai mas kawin yang besar. Belum lagi, Annabelle sudah muak dengan kehadiran Lord Hodgeham di waktu-waktu yang ganjil di kediaman Annabelle, untuk mengurangi sedikit tagihan keluarganya.
Bersama ketiga wallflower lainnya; Evie, Lillian, dan Daisy, Annabelle membentuk persekutuan untuk saling membantu dalam perburuan calon suami. Dan target mereka jatuh pada Lord Kendall.
Sayang rencana yang disusun matang itu gagal karena Simon Hunt, putra tukang daging yang kini kaya raya dan tengah berusaha masuk ke pergaulan kaum bangsawan. Annabelle tak pernah menyukai Simon Hunt karena pria itu bukanlah berasal dari kalangan darah biru, tak peduli sebanyak apa pun uang yang dihasilkan Simon. Annabelle menolak mentah-mentah perhatian dan minat Simon, apalagi ia tahu Simon hanya menginginkannya sebagai kekasih gelap.
Namun ketidaksukaan Annabelle tak bisa menangkal hasrat meletup yang selalu muncul setiap ia berada di dekat Simon. Akankah perburuan calon suami di musim panas ini berakhir dengan manis bagi Annabelle?

----------

The Wallflowers adalah seri favorit saya dari penulis kesayangan saya, Lisa Kleypas. Membaca ulang novel berseri ini selalu bisa memperbaiki mood buruk saya. Kali ini saya membaca ulang Secret of A Summer Night dan mencoba menuliskan reviewnya di blog saya tercinta.
Saya membaca novel ini pertama kali dari hasil meminjam di taman bacaan, lalu saya berhasil mendapatkan novel ini setelah Kak Lina menjualnya dengan harga murah meriah! Wah... nggak perlu pikir panjang saya langsung beli, deh XD

Secret of A Summer Night berlatar di London tahun 1843 tepat di akhir musim perjodohan, ketika persaingan untuk memburu calon suami potensial semakin ketat. Juga tahun ketika kaum industrialis mulai mengancam keberadaan kaum bangsawan.
Simon merupakan perwujudan dari kaum golongan menengah yang dengan kemampuan dan instingnya berhasil mengumpulkan pundi-pundi uang hingga berhasil bergaul dengan golongan atas. Tapi di sisi lain kehadiran orang-orang seperti Simon ini nggak disukai beberapa bangsawan kolot. Bangsawan-bangsawan ini menganggap garis keturunan lebih penting meskipun kebiasaan bermalas-malasan mereka mengakibatkan kebangkrutan.
Dan begitulah Annabelle pada mulanya. Jatuh miskin tapi masih sok angkuh pada Simon. Wkwkk~
Harga diri Annabelle patut diacungi jempol, tinggi dan kuat banget. Dia menolak jika hanya sekedar dijadikan sebagai wanita simpanan. Annabelle jadi lawan yang sepadan untuk Simon yang keras kepala.

Saya suka interaksi di antara Simon dan Annabelle, keterusterangan Simon yang nggak tahu malu itu bisa dibalas dengan keangkuhan oleh Annabelle, yang membuat mereka berdua jadi menggemaskan.
Saya juga suka melihat perubahan pemikiran Annabelle, yang akhirnya bisa melihat ke luar lingkup kaum bangsawan Inggris. Bahwa kerja keras sesungguhnya lebih hebat dibanding garis bangsawan turun temurun yang hanya menciptakan para pemalas.

Bagi saya Secret of A Summer Night menjadi pembuka yang manis untuk seri wallflowers, apalagi sudah ada bibit konflik antara Lillian dan Lord Westcliff sebagai tokoh utama di buku keduanya ^^

Kamis, 16 April 2015

[Resensi] Gifts of Love - Kado Cinta dalam Keajaiban Natal

Judul buku : Gifts of Love
Sub judul : Kado cinta
Penulis : Lisa Kleypas & Kay Hooper
Penerbit : Dastan Books
Penerjemah : Endang Sulistyowati
Penyunting : Mehong F. Purba
Genre : Historical romance
Tahun terbit : Juni 2013
Jumlah halaman : 356 halaman
Dimensi : 11 x 18 cm
Desain sampul : m.shuzue@yahoo.com
ISBN : 978-602-247-104-2





BLURB

Holiday Spirit
Countess of Ware berusaha menjodohkan kembali cucunya, Antonia, dengan Richard Allerton, Duke of Lyonshall. Richard diundang untuk merayakan Natal bersama di Wingate Castle. Pertunangan serta rencana pernikahan Antonia dan Richard sebelumnya telah gagal karena Antonia, dan hanya Antonia yang tahu mengapa dirinya membatalkan pernikahan itu. Di malam-malam bersalju menjelang Natal, Antonia dan Richard melihat pemunculan hantu-hantu yang mengungkapkan rahasia penghuni kastil di masa lalu, peristiwa tersebut mendekatkan kembali mereka berdua. Richard yang masih mencintai Antonia terus berusaha meluluhkan kembali hati Antonia, sementara itu Antonia merasa tak berdaya dengan perasaannya kepada Richard yang masih ada di hatinya.

Surrender
Jason Moran adalah orang kaya dan sukses dari hasil kerja kerasnya. Ia berusaha menaikkan statusnya dengan menikahi Laura Prescott, gadis keturunan bangsawan di Boston. Namun pernikahan tersebut seolah-olah tak bermakna. Jason merasa bahwa dirinya dinilai tidak pantas menikahi Laura, sementara Laura merasa Jason begitu dingin kepadanya. Laura bahkan berpikiran bahwa pernikahan mereka telah salah sejak awal. Namun, kesalahpahaman yang memuncak di antara mereka berdua mulai mencair ketika mereka mengikuti acara Natal keluarga Prescott. Mungkin segalanya belum terlambat bagi pernikahan mereka berdua.


RESENSI

Gifts of Love berisi dua novella dari dua penulis berbeda. Lisa Kleypas dan Kay Hooper.
Dalam Holiday Spirit yang ditulis Kay Hooper diceritakan bahwa Countess of Ware mengundang Richard Allerton ke pesta Natal pribadi keluarga mereka. Tentu saja tujuan utamanya adalah menjodohkan Richard kembali dengan cucunya, Antonia. Dua tahun lalu Antonia secara sepihak memutuskan pertunangannya dengan Richard dan menyimpan sendiri alasannya. Meski menjadi skandal, ia tetap teguh menolak berhubungan kembali dengan Richard. Tapi sang nenek dibantu oleh cuaca badai yang akan membuat mereka terpencil di Wingate Castle, telah menempatkan mereka berdua di sayap selatan kastil. Antonia mengira neneknya sengaja mengatur agar ia dan Richard hanya berdua di sayap selatan agar kisah cinta di antara mereka berdua timbul kembali. Ternyata ia salah. Sang Countess bukan hanya mengharap bantuan dari cuaca tapi juga dari hantu-hantu leluhur Antonia yang muncul di kamar Antonia dan Richard! Pada akhirnya, Antonia harus mengungkapkan alasan apa yang membuatnya memutuskan Richard dan mencoba menemukan kembali kepercayaannya terhadap Richard.

Kisah Surrender dimulai dengan kunjungan Jason Moran ke rumah teman kampusnya yang sama-sama kuliah di Harvard, Hale Prescott. Untuk pertama kalinya ia bertemu dengan Laura Prescott yang masih belia. Jason yang merupakan pria keturunan Irlandia memutuskan ia akan menikahi Laura Prescott untuk menaikkan status sosialnya. Saat Jason berhasil mewujudkannya, ia mengira Laura jijik padanya dan bersedia menikah hanya karena hartanya. Padahal Laura yang lugu, yang tak pernah mengenal pria sebelumnya, selalu takut membuat Jason marah. Sehingga dua bulan pernikahan mereka berjalan dengan kesalahpahaman. Hale yang menyadari ketidakberesan hubungan mereka terpaksa sedikit turut campur. Berbekal informasi dari Hale, Jason menemani Laura untuk mengikuti acara Natal keluarga Prescott. Di sana mereka saling menemukan kebenaran perasaan-perasaan mereka. Mengapa Laura bersedia menikah dengan Jason yang bukan bangsawan murni? Dan mengapa Jason begitu membenci darah Irlandia-nya? Yang pasti Lisa Kleypas tidak pernah mengecewakan dalam memberi ending yang manis.

Sebagai penggemar Lisa Kleypas saya kembali menemukan plot yang menarik dari Lisa. Setelah kecewa membaca Stranger in My Arms sebelumnya, saya kembali jatuh cinta pada hero dan heroine dalam novella ini. Saya suka sifat Laura yang berani dan tahu apa yang diinginkannya. Ia benar-benar cocok mendampingi Jason yang temperamental. Dialog mereka cerdas dan menarik, begitu hidup dan menghibur.

Untuk Holiday Spirit, ini pertama kalinya saya membaca karya Kay Hooper. Cukup menarik sebagai permulaan bahkan saya rasa plotnya mengalir dan membuat berdebar-debar. Hanya saja untuk novella yang bertema Natal, kesan natalnya masih kurang. Berbeda dengan Surrender milik Lisa Kleypas yang meskipun tokoh-tokohnya memiliki ketegangan, namun orang-orang di sekitar mereka begitu ceria dan bergembira dalam nuansa Natal.

Untuk desain sampul, saya suka. Warnanya begitu syahdu dan menggambarkan magisnya musim dingin. Tapi karena novel ini bertema Natal, saya rasa kecantikan sampulnya tidak pas dengan tema.

Penerjemahannya bagus tapi ada sedikit sekali typo.

"Aku tahu apa yang niatmu, dan aku tidak mau bercinta denganmu di atas salju." (Hal. 293)

Mungkin maksudnya 'apa niatmu' atau 'apa yang menjadi niatmu'.

Juga yang ini:

Laura melihat bahwa apa pun yang dugaan Jason tentang reaksinya, yang pasti bukan ini. (Hal. 305)

Kata 'yang' sekali lagi tidak tepat penulisannya.


TEBAR-TEBAR QUOTE


"Aku heran kenapa hantu memilih untuk berkeliaran saat cuaca sedang buruk. Dan kenapa tengah malam sepertinya menjadi waktu khusus mereka." (Hal. 51)

"Cinta adalah… tuan yang sangat menuntut." (Hal. 144)

"Lebih baik mengeluarkan amarah sekaligus dan menyelesaikannya." (Hal. 253)


3 bintang untuk Holiday Spirit dan 4 bintang untuk Surrender, jadi Gift of Love saya beri 3,5 bintang.

Senin, 09 Februari 2015

Resensi Stranger in My Arms-Lisa Kleypas

Judul buku : Stranger in My Arms
Sub judul : Dalam Pelukan Pria Asing
Penulis : Lisa Kleypas
Penerbit Indonesia : Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : Februari 2014
Alih bahasa : Anggraini Novitasari
Tebal : 432 halaman
Periode baca : 16-20 Januari 2015


BLURB

"Lady Hawksworth, suami Anda masih hidup."
Dengan diterimanya kabar tersebut, dunia Lara pun jungkir balik. Pernikahannya dengan Hunter Hawksworth yang tidak bahagia berakhir ketika pria itu dikabarkan hilang di laut. Lalu muncullah pria yang memang tampak seperti Hunter, dan mengungkapkan rahasia yang hanya diketahui pria itu.
Namun Lara menyadari ada sesuatu yang berbeda pada pria itu. Hunter yang ia kenal dingin dan tidak tertarik padanya, sementara Hunter yang baru lebih hangat, bahkan bersumpah ingin memulai segalanya dari awal lagi bersama Lara. Ia pun tercabik antara keengganan untuk kembali terkungkung dalam pernikahan dan keinginan untuk menerima sosok Hunter yang baru.

RESENSI

Cerita Stranger in My Arms diawali dengan Lara, seorang janda, yang mendapat kabar bahwa suaminya yang selama ini dianggap telah meninggal karena kecelakaan kapal, masih hidup dan kembali ke London. Suami yang telah mengabaikannya, mengkhianatinya dan tidak mencintainya.
Lara merasa tidak antusias akan kepulangan suaminya karena mengira ia akan kembali menjalani kehidupan sebagai Lady Hawksworth seperti sebelum suaminya berangkat ke India. Terkekang, kesepian dan menyedihkan. Padahal, sejak suaminya dinyatakan meninggal, Lara menikmati kehidupannya yang ia abdikan bagi panti asuhan dan orang-orang yang membutuhkan dirinya.
Namun, pria yang kembali dari kematian itu begitu membingungkan. Secara fisik dan pembawaan ia begitu mirip suami Lara dulu, tapi Hunter Hawksworth seolah memiliki kepribadian baru. Hunter yang ini begitu penuh kasih pada Lara, sering menggoda dan merayunya. Dan Lara mendapati Hunter yang baru sanggup membuatnya terbakar gairah, tidak seperti Hunter di masa lalu.
Hingga sedikit demi sedikit misteri mulai terungkap, dan Lara harus mengambil keputusan. Bukan hanya demi kebahagiaannya sendiri, tapi juga demi adiknya, putra angkatnya dan ibu mertuanya.
Hunter adalah tipe hero favorit saya. Penggoda, penuh kewaspadaan, cerdas dan gentleman. Meskipun tindakan gentle-nya tentu saja dilandasi demi kepentingan Lara.

Hal yang menarik dari novel ini adalah budaya India yang disinggung oleh Hunter. Saya sampai browsing tentang tradisi sati saking penasarannya. Dan mendapati bahwa pemerintah Inggris-lah yang melarang tradisi itu dilanjutkan di India.
Lara menurut saya adalah tokoh yang too good to be true, karena selalu memikirkan orang-orang yang kesulitan di sekitarnya dan tidak pernah memikirkan dirinya sendiri. Sayangnya dia terlalu ragu-ragu hingga membuat gemas.

Setengah kisah saya hampir bosan karena Lara yang malu-malu tapi mau, menarik ulur antara trauma pengalaman berhubungan badan dengan suaminya dulu tapi juga merasakan gairah meletup yang disulut suaminya yang sekarang.
Dan sebenarnya bagian yang saya tunggu-tunggu adalah pertemuan si pria asing dengan ibu Hunter. Saya menanti dialog apa yang akan terjadi di antara mereka berdua, tapi sayangnya itu tidak ada. Mereka sudah bertemu dan berbicara, titik.
Saya juga mendapati beberapa kesalahan penulisan. Contohnya kata "memejamkan matakan mata" tercetak berulang-ulang.
Kemudian saat Hunter membawa Rachel, adik Lara, yang mengalami pendarahan:
"Tidak kau bukan dia," terdengar jawaban lirih tapi pasti... dan jemari kurus Lara menyentuh pipi Hunter seolah memberkatinya dengan lembut. (Hal 310)
Seharusnya yang bicara bukan Lara tapi Rachel.
Juga ketika persidangan Hunter, Lord Sunbury berkata:
"Baik kalau begitu," salak Sunbury, menatap tajam Lara. "Saya harap Anda akan memberikan penjelasan lebih lanjut kepada kami, Lady Hawksworth. Anda mengaku wanita ini suami Anda, tapi dia berkeras dia bukan Lord Hawksworth. Siapa dari kalian yang benar?" (Hal 400)
Seharusnya bukan 'wanita ini suami Anda', tapi pria ini.
Cukup membuat dahi mengerenyit :)

Tapi overall saya suka novel ini karena kejutan-kejutannya yang membuat tercengang dan informasi-informasi baru yang saya dapatkan di dalamnya. 3 bintang untuk Stranger in My Arms.

Tebar-tebar QUOTE

"Biar saya bantu Anda ke kastel," dorong Naomi, memegang lengan Lara. "Anda kelihatan pucat dan tak seperti biasa, dan itu wajar. Tak setiap hari suami yang sudah meninggal kembali pada istrinya." (Hal 31)

"Semboyanku, sebaiknya kau tidak memutuskan tidak menyukai sesuatu sebelum mencobanya." (Hal 73)

"Selama ini aku memang pengelana," sahut Hunter. "Sampai aku pulang padamu." (Hal 101)

"Asal-usul Johnny, atau silsilahnya yang tidak jelas, bukan salahnya. Dia anak yang tak berdosa. Jika dibesarkan di rumah yang baik, dia akan sangat berbeda dengan ayahnya." (Hal 160)

"Aku sudah di neraka," ucap Hunter. "Aku hanya ingin cuti semalam." (Hal 222)

"Kurasa lebih mudah melihat apa yang perlu diperbaiki dari kehidupan orang lain daripada mencermati kehidupanku sendiri." (Hal 334)

"Aku bersedia menjadi siapa pun, apa pun untukmu. Aku bersedia berbohong, mencuri, memohon, membunuh untukmu. Aku tidak menyesal atas apa yang kulakukan selama beberapa bulan terakhir. Kehidupanku pasti tak ada artinya tanpa itu." (Hal 384)

"Aku tidak pernah memahami mengapa kejujuran selalu dianggap sikap yang bernilai paling tinggi. Banyak hal yang lebih penting daripada kejujuran." (Hal 388)

 

Nurina mengeja kata Published @ 2014 by Ipietoon