Tampilkan postingan dengan label Diva Press. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diva Press. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 September 2019

[Blogtour & Giveaway] Pirgi dan Misota - Yetti A. KA

Judul buku: Pirgi dan Misota
Penulis: Yetti A. KA
Penyunting: Addin Negara
Tata sampul: sukutangan
Penerbit: DIVA Press
Tahun terbit: September 2019
Tebal buku: 132 halaman
ISBN: 978-602-391-753-2



BLURB

Aku dulu bocah yang riang, lalu tumbuh menjadi perempuan muda baik-baik, dan juga seorang penjaga toko roti dengan topi jamur di kepalaku. 
Aku bertemu Nodee.
Aku bahagia mencintainya, tapi juga berantakan karenanya. Cintaku ingin menggenapkan tapi juga meniadakan. Kesimpulannya, aku bingung dengan perasaanku sendiri.
Lalu ketika aku dan Nodee duduk berhadapan, Nodee berkata,
"Dengar, mulai sekarang kau sebatang jamur ya. Bukan sebatang jamur biasa, kau bisa berubah menjadi jamur raksasa dan menghancurkan semuanya. Itu yang harus kau percaya, Pirg."


RESENSI

Apakah seiring waktu cinta bisa berubah? Alih-alih membesar tapi malah memudar? Ataukah justru manusia sendirilah yang berubah, sementara cinta tetap ada di sana? Pirgi yang awalnya mencintai Nodee. Nodee yang sepertinya juga mencintai Pirgi. Ketika dua cinta bersatu bagaimana bisa segalanya menjadi salah?

Dalam novel yang cukup tipis ini Yetti A. KA menggunakan sudut pandang Pirgi sebagai si pencerita. Pirgi yang punya jalan pikiran yang unik. Pirgi yang sejak kecil punya impian menjadi penjaga toko roti dengan topi jamur. Pirgi yang naif. Pirgi yang hanya memiliki ibu dan diabaikan ayahnya. Pirgi yang bertemu dan jatuh cinta pada Nodee. Pirgi yang kesepian dan terluka.

Pirgi menjalani pernikahan yang semakin suram dan membosankan bersama Nodee. Ia mulai sering membuat kesalahan agar fokus Nodee beralih padanya. Walaupun emosi yang diberikan Nodee adalah kemarahan, Pirgi justru merasa senang. Sama seperti anak-anak, istri yang tak diperhatikan pun akan mencari-cari perhatian dan tak peduli lagi apakah itu emosi positif atau negatif. Yang diinginkan hanya satu, fokus yang tercurah padanya. Maka Pirgi sering berulah, demi membuat Nodee hanya memikirkannya.
Dalam kisah ini terlihat benar betapa egoisnya Nodee sebagai suami. Jarak usia Pirgi dan Nodee adalah 23 tahun. Namun Nodee tampaknya menginginkan seorang istri untuk mengasuhnya dan mengurusnya. Sementara Pirgi adalah gadis yang polos dan pengkhayal. Sejatinya ia merindukan sosok ayah. Ia menginginkan cinta laki-laki yang melindungi dan mengayomi, bukan laki-laki yang juga mengabaikannya seperti ayahnya.

Satu-satunya teman yang menurut Pirgi bisa memahaminya adalah Misota. Perempuan yang bekerja sebagai operator telepon di rumah bordil, tetapi tidak disukai oleh Nodee. Kepada Misotalah, Pirgi mencurahkan semua kegelisahan dan ketakutannya. Karena jika ia mengadu kepada ibu, tentu ibu akan cemas dan semakin tidak menyukai Nodee. Pada Misota ia menjadi diri sendiri. Ia menemukan cinta dan pengertian.

Pirgi dan Nodee mengawali pernikahan dengan cinta. Atau setidaknya mereka menganggap perasaan mereka sebagai cinta. Namun menikah adalah membuka diri kita kepada seseorang yang belum sepenuhnya mengenal kita. Pirgi menyadari semakin hari lapisan diri Nodee semakin terlihat. Nodee yang lebih senang tenggelam dalam pekerjaan menulisnya, Nodee yang lebih sering mengabaikan Pirgi, Nodee yang selalu mengatakan untuk berpisah saja setiap kali Pirgi berulah. Nodee yang membuat Pirgi gila.

Setiap perempuan dalam kisah ini memanggul kemuraman mereka sendiri. Betapa cinta sepihak telah memburamkan hidup mereka. Pirgi, Misota dan Ibu telah mengorbankan hidup mereka untuk cinta yang salah. Ada harapan yang tumbuh tapi lebih sering mimpi dan harapan itu patah oleh makhluk berjenis laki-laki. Apakah memang benar semua lelaki sama saja? Ataukah kita hanya perlu berkorban sejenak dengan lelaki yang salah untuk menemukan lelaki yang baik? Namun, apakah lelaki baik itu nyata... atau jangan-jangan hanya sekadar ilusi? Ah.. mungkin kita hanya perlu memejamkan mata seperti Pirgi. Di sana pastilah kita akan menemukannya. Akhir bahagia itu.


***** GIVEAWAY TIME *****



Haii.. jika kamu ingin mengenal Pirgi dan Misota lebih dekat, Diva Press punya satu eksemplar novel ini buat kamu lhooo..

Caranya mudaaaah saja yaa...

1. Peserta adalah warga negara Indonesia atau berdomisili serta memiliki alamat pengiriman di Indonesia.

2.Wajib follow Twitter Fiksi DIVA atau fanpage FB di Fiksi DIVA Press atau Intagram Fiksi DIVA (pilih salah satu saja)...
Follow saya juga di Twitter atau IG @kendengpanali

3. Wajib membagikan/share postingan ini di salah satu media sosial kamu.

4. Jawab pertanyaan berikut di kolom komentar:

Jika Pirgi adalah sebatang jamur, maka kamu akan menjadi tanaman apa?

sertakan juga tautan membagikan (link share) dan salah satu akun media sosial kamu. Formatnya:

Jawaban: 
Akun Twitter/FB/IG:
Tautan membagikan: 


5. Giveaway ini berlangsung hingga tanggal 15 September 2019 pukul 23.59 WIB dan akan dilanjutkan di blog shiori-ko.blogspot.com yaa .

6. Akan saya pilih satu jawaban yang beruntung untuk mendapatkan satu novel "Pirgi dan Misota" secara cuma-cuma.

7. Jika ada pertanyaan jangan segan colek akun medsos saya. Good luck :)

**** UPDATE ****

Holaaa.. setelah sepekan tiba saatnya saya mengumumkan satu orang yang beruntung mendapatkan buku Pirgi dan Misota nih..

Jawaban teman-teman keren semua jadi saya ucapkan terima kasih banyak bagi kalian yang sudah meramaikan giveaway di blog ini. Bagaimana pun setiap jenis tumbuhan memiliki cirinya masing-masing. Mereka memiliki cara yang berbeda untuk berguna bagi bumi ini. Lalu satu peserta yang beruntung adalaaaaaahhh....

@19linafitriani2

Selamat yaaa... Sila DM nama dan alamat pengiriman lengkap disertai nomor telepon ke akun twitter/IG saya. Bila dalam waktu 2 x 24 jam pemenang tidak juga melakukan konfirmasi maka akan dipilih pemenang lainnya.

Nah untuk selanjutnya bagi yang belum beruntung, kalian masih punya kesempatan lhoo mendapatkan novel ini gratis di blog shiori-ko.blogspot.com jangan sampai terlewat yaaa~







Senin, 04 Maret 2019

[Book Review & Giveaway] Dongeng Bahagia dari Sebelah Telinga - Gunawan Tri Atmodjo

Judul buku: Dongeng Bahagia dari Sebelah Telinga
Penulis: Gunawan Tri Atmodjo
Penyunting: Yetti A.KA
Penyelaras akhir: Avifah Ve
Tata sampul: Ferdika
Penerbit: DIVA Press
Tahun terbit: Januari 2019
Tebal buku: 192 halaman
ISBN: 978-602-391-663-4



BLURB

"Karena sesungguhnya, pulang sejati hanyalah menuju pada hati yang tenang."

Pintu adalah batas antara dua dunia. Seseorang mungkin sangat berkuasa di luar sana, tetapi setelah melewati pintu, bisa jadi dia akan segera menjelma makhluk tak berdaya karena dia telah memasuki dunia yang sama sekali berbeda. Demikian pula sebaliknya. Maka, berbahagialah bagi mereka yang tak terbelenggu oleh pintu serta menjadikan pintu sebagai gerbang idaman. (Sesuatu Menggeliat di Balik Pintu)

Untuk buku ini, Gunawan Tri Atmodjo menghadirkan "Sesuatu Menggeliat di Balik Pintu" dan enam belas cerita pendek lainnya, yang akan menghadirkan pengalaman-pengalaman tersendiri dalam benak para pembaca. Selamat menikmati.

RESENSI

Apa yang paling berkesan dari membaca sebuah dongeng? Akhir bahagianya? Perjalanan penuh liku yang dilalui tokoh utamanya? Atau ironi yang menyertai ceritanya? Apapun yang kita nantikan, dongeng selalu menjadi kisah magis yang dituturkan dari telinga ke telinga, dari zaman ke zaman.
Demikian pula dengan Dongeng Bahagia dari Sebelah Telinga yang menghadirkan kemagisan tersendiri untuk menyihir pembacanya. Kisah ini hadir bersama 16 cerita pendek lainnya, dan masing-masing cerita tersebut meninggalkan kesan yang berbeda.

Saya dibuat terkesima dengan cerpen pembukanya, Sunyaruri. Sebuah kisah yang kelam dan kental dengan aroma kemirisan. Seorang gadis buruk rupa yang pasrah menerima takdirnya dan seumur hidup tak mengenal penerimaan dari orang-orang di sekitarnya. Menjalani hari demi hari di balik bayang-bayang. Kisah yang membuat saya bertanya-tanya, mana yang lebih menyedihkan, dikaruniai wajah yang teramat sangat buruk atau teramat sangat cantik? Benarkah kecantikan adalah anugerah dan keburukrupaan adalah tragedi?

Cerpen kedua, Sesuatu Menggeliat di Balik Pintu, menghantam saya dengan ironi yang memilukan. Setiap pintu-pintu selalu menyembunyikan dengan baik apa saja yang terjadi di baliknya. Siapa yang bisa menduga akan apa yang terjadi pada rumah tangga seorang aktivis perempuan. Ketika ia menggaungkan perlawanan kepada para wanita-wanita korban kekerasan rumah tangga, apakah ia tetap segagah berani itu di balik pintunya sendiri?

Ah, masa lalu memang selalu lupa menutup pintu, kenangan dengan mudah lewat dan berlalu. (hlm. 31)

Banyak cerita yang menyentak saya dengan kejutan-kejutan tak diharapkan. Gunawan Tri Atmodjo dengan piawai membuat alur yang menikung tajam. Ada pertemuan takdir yang melankolis dalam cerita Pohon Merah di Bandara. Ada kisah miris di jagad persilatan dalam Pembaca Masa Depan dari Selatan. Ada kisah keikhlasan semu yang terasa getir dalam Sebuah Kecelakaan Suci.
Kisah-kasih antara sepasang anak manusia dengan beragam tragedinya juga muncul dalam beberapa cerpen di buku ini. Membuat saya menyadari bahwa setiap kisah cinta memiliki sisi tragisnya masing-masing. Ada kecemburuan yang mematikan, ada cinta sekian segi yang tumbuh diam-diam, ada penantian cinta yang berselisih jalan, ada pula cinta yang salah tujuan. Masing-masing kisah terjalin dengan alurnya sendiri yang tak bisa ditebak. Walau tentu saja ujung kisah cinta hanyalah bercabang dua, bahagia atau merana.

Membaca Dongeng Bahagia dari Sebelah Telinga membuat saya sekali lagi jatuh cinta pada bengalnya imajinasi Gunawan Tri Atmodjo. Terutama pada cerpen berjudul "Lelaki Tak Bermata dan Anjing Kudisan" juga cerpen "Antara Debu Merah dan Ciuman Catalina". Kedua cerpen inilah yang meninggalkan kesan paling dalam dan menjadi favorit saya. Saran saya adalah, nikmati kisah-kisah dalam buku kumcer ini dengan perlahan, karena sungguh, saat tiba di cerpen terakhir rasanya seperti masih ingin membaca cerita lainnya lagi dan lagi.

***** GIVEAWAY TIME *****



Nah sekarang waktunya saya untuk membagikan satu kumcer Dongeng Bahagia dari Sebelah Telinga untuk satu orang yang beruntung. Sudah siap???

Syaratnya mudah saja:

1. Berdomisili di Indonesia atau memiliki alamat pengiriman di Indonesia.

2. Follow akun twitter @KendengPanali dan @diva_fiction atau fanpage fb "Penerbit DIVA Press" atau akun IG @fiksi.diva

3. Share giveaway ini di twitter atau di story IG kamu dan jangan lupa mention akun kami.

4. Jawab pertanyaan berikut dengan format: nama | nama akun | link share | jawaban

  • Dongeng apa yang paling berkesan bagi kalian dan apa alasannya?


5. Saya tunggu jawaban kamu sampai tanggal 10 Maret 2019 pukul 23.59 WIB.

6. Yang terakhir, good luck... jangan segan untuk colek-colek akun saya jika ada pertanyaan yang belum jelas yaa~ 


****** UPDATE ******

Setelah sepekan berlangsung, sayangnya giveaway di blog ini harus berakhir. Terima kasih banyak untuk para peserta yang sudah ikutan kuis giveaway blogtour di blog ini dan sudah berbagi pengalaman saat membaca dongeng.

Memanglah semua dongeng memiliki tujuan untuk menyentuh dan menggerakkan nilai-nilai moral dalam diri kita. Membaca satu persatu kesan yang didapat dari dongeng membuat saya yakin, dunia masih dipenuhi kebaikan hati.

Well.. akhirnya saya harus memilih satu kesan yang sekiranya cocok dengan isi kumcer Dongeng Bahagia dari Sebelah Telinga, dan yang beruntung adalaaaahh...

Ria Auliya | Twt: @auliyaria17

Selamaaaattt kamu beruntung mendapatkan satu kumcer dari Diva Press. Sila kirim nama dan alamat lengkap kamu melalui DM twitter/IG saya atau ke alamat email nurinawidiani84(at)gmail(dot)com. Saya tunggu konfirmasi kamu dalam 2 x 24 jam, jika hingga batas waktu yang ditentukan pemenang tidak mengkonfirmasi diri, maka akan dipilih pemenang lain.

Terima kasih untuk para peserta yang sudah berkunjung dan ikut seru-seruan di blog ini. Jangan sedih karena masih ada kesempatan lain untuk mendapatkan kumcer ini, di bloghost selanjutnya. Sila kunjungi destybacabuku.com yang akan mengulas dan membagikan satu buku Dongeng Bahagia dari Sebelah Telinga. Good luck :)

Senin, 26 November 2018

[Review & Giveaway] Basirah - Yetti A.K.A

Judul buku: Basirah
Penulis: Yetti A.K.A
Penyunting: Misni Parjiati
Tata sampul: Sukutangan
Penerbit: Diva Press
Tahun terbit: Oktober 2018
Tebal buku: 184 halaman
ISBN: 978-602-391-625-2



BLURB

Langit berwarna merah pekat.
Seorang perempuan orang tua tunggal
membaca pertanda alam lewat kartu tarot.
Seekor anjing raksasa mati dibunuh dengan cara mengenaskan.
Seorang perempuan tua yang lebih suka bercakap-cakap dengan arwah anak dan suaminya.
Anak gadis berjiwa dewasa terperangkap dalam kekeliruan.

Di Kota Basirah ini semua hal tidak masuk akal bisa terjadi. Mungkin, sesuai arti namanya, kota ini menunjukkan inti perasaan terdalam penghuninya, yang tak selalu seputih kapas, tapi juga sehitam malam.

RESENSI

Sebagai pengagum cerpen-cerpen koran Yetti A.K.A, memang baru kali inilah saya membaca utuh karya novelnya. Bagi saya Yetti A.K.A adalah penulis perempuan yang punya tempat di hati saya melalui kisah-kisahnya. Saya selalu suka dengan dunia yang dibangun Yetti A.K.A yang membuat saya kadang tenggelam dan terpesona.
Demikian pula dengan Basirah, sebuah kota kecil yang magis, di mana kisah-kisah "aneh" bersemayam. Di sanalah tinggal seorang gadis kecil berusia 8 tahun yang di kepalanya begitu penuh dengan pemikiran-pemikiran. Begitu riuhnya isi kepala Imi, demikian nama gadis mungil ini, dalam menghadapi kejadian demi kejadian di kehidupannya.

Imi menjadi sentral cerita dalam Basirah. Bagaimana ia menjalani kehidupan bersama mamanya, seorang single parent yang kabur dari masa lalunya dan memilih berdiam di Basirah. Imi banyak bercerita tentang hubungannya dengan Mama, perasaannya akan Mama, juga kritik-kritiknya terhadap sikap Mama.
Selain mereka berdua, masih ada Bolok, seekor anjing raksasa yang menjadi bagian keluarga mereka. Mereka hidup baik-baik saja bertiga, hingga hal tragis menimpa Bolok.
Ada juga Nenek Wu, seorang nenek tua yang tinggal di sebuah pondok dan tak mau berbicara dengan siapa pun kecuali roh-roh suami dan anak-anaknya. Hanya Imi yang berani mendekati Nenek Wu dan berteman dengannya. Imi seolah bisa memahami perempuan tua itu.
Rupanya sosok Nenek Wu merupakan tokoh tak kalah penting dalam kisah ini karena ia mendapat porsi untuk bercerita. Nenek Wu adalah kunci yang menjawab mengapa Imi sedemikian istimewa. Siapa Imi sebenarnya? Apa kaitan Imi dengan seorang anak perempuan yang telah mati bunuh diri hampir seabad lalu?

Aliran kisah menjadi tak terduga, membawa saya menebak-nebak apa yang terjadi, apa yang menimpa mereka, apa alasannya. Persis seperti yang dirasakan Imi. Saya seperti terseret dan terperangkap dalam pemikiran polos Imi. Bagaimana ia bercerita dengan tuturan khas anak kecil. Melompat ke sana dan kemari. Menceritakan apa yang menurutnya menarik dan tiba-tiba membelokkan cerita itu ke cerita lainnya. Saya benar-benar merasa seperti sedang mendengarkan seorang anak yang berbicara.

Semakin ke belakang, benang merah cerita ini semakin tampak. Timeline ceritanya yang jelas membuat saya tidak merasa kebingungan mengaitkan kisah seratus tahun lalu dengan kisah masa kini. Semakin menarik mengikuti kelamnya kehidupan yang dijalani para wanita dalam cerita ini. Nenek Wu dan tragedi bertubi yang menimpa dan menempanya, Mama yang harus berjuang sendiri, serta Imi yang berusaha tabah dan mandiri sebagai anak dari orang tua tunggal. Meski begitu, jawaban misteri hilangnya Imi jauh dari ekspektasi saya. Mungkin itu karena saya sudah merasa dijejali kejanggalan-kejanggalan dari sudut pandang Imi sebagai bocah. Saya terlanjur percaya pada pikiran kanak-kanak Imi, dan mempercayai bahwa mama sangat memahami Imi. Hahaha~

Yah, Basirah memang kisah yang ajaib, yang membuat kita menyadari betapa kuatnya wanita walau jalan hidupnya berdarah-darah dan menanggung luka batin. Namun, sebagai seorang ibu saya lebih ingin menggarisbawahi fakta ini: bagaimana pun dibalik senyum seorang anak, tersimpan perasaan-perasaan dan pemikiran-pemikiran yang ia sembunyikan dari orang dewasa. Apa pun itu, ia memilih untuk menyimpannya sendiri. Saya menyadari walau Imi terkesan begitu dewasa jauh dari usianya, tetap saja ada jiwa kanak-kanak yang harus dipenuhi haknya oleh orang dewasa di sekitarnya. Basirah merupakan sebuah cerita menarik tentang anak perempuan yang memeluk ketidakbahagiaannya sendirian, dan berusaha menampakkan diri sebagai anak manis hadiah terbaik dalam hidup mamanya.


*********** GIVEAWAY TIME ************

Haiiii.... bagaimana, sudah membaca review saya tentang Basirah? Seru kaaan~?
Nah kali ini saya punya satu eksemplar novel Basirah bagi kamu yang beruntung. Caranya mudah saja kok:

1. Kamu adalah warga negara Indonesia dan memiliki alamat pengiriman di Indonesia.

2. Follow akun divapress di twitter (@diva_fiction) atau akun IG @fiksi.divapress juga akun saya @kendengpanali 

3. Share review dan giveaway ini di akunmu (twitter/IG/IG story) dan jangan lupa tag akun kami

4. Jawab pertanyaan berikut di kolom komentar dengan menyertakan nama, akun medsos kamu, dan link share :

Pernahkah kamu pura-pura bahagia di depan orang tuamu? Kapankah itu?

5. Jawaban ditunggu sampai tanggal 30 November 2018 pukul 23.59 WIB.

6. Yang terakhir jangan segan colek saya jika masih ada pertanyaan. Good luck :)

**** UPDATE ****

Terima kasih untuk para peserta giveaway yang sudah mau berbagi tentang kebahagiaan kalian. Aku doakan semoga kalian selalu berbahagia tanpa perlu berpura-pura.

Akhirnya saya harus memilih satu jawaban sebagai pemenang dan.. yang beruntung adalaaaaaahh....
Selamat kepada:

Dini
@redddddn

Selamat kamu beruntung mendapatkan satu novel Basirah. Kirim data diri kamu selengkapnya melalui DM atau email nurinawidiani84(at)gmail(dot)com. Jika dalam kurun waktu 2 x 24 jam pemenang belum menghubungi saya, maka saya akan memilih pemenang pengganti.

Sekali lagi terima kasih kepada para peserta yang telah berpartisipasi, jangan sedih dan nantikan giveaway-giveaway berikutnya ;)


Senin, 05 Maret 2018

[Blogtour: Review + Giveaway] Your Lies - Rara Rachel

Judul: Your Lies
Penulis: Rara Rachel
Penyunting: Avifah Vé
Penyelaras Akhir: RA-in
Tata Sampul: Amalina Asrari
Penerbit: Diva Press
Tahun terbit: Maret 2018
Tebal buku: 288 halaman
ISBN: 978-602-391-517-0



BLURB

Rangga Gemilang. Nama tersebut selalu menjadi prioritasku saat chatting, salah satu orang yang paling berharga dalam hidupku, yang menjadi partnerku dalam hampir segala hal. Ringga dan otaknya tak pernah berhenti membuatku takjub. Aku tak yakin kalau ada sesuatu tentangku yang tidak Ringga tahu. Dia orang yang detail dan cermat, jadinya wajar kalau membaca gerakanku semudah membaca alur cerita Sir Arthur Conan Doyle, penulis favoritnya.
Sampai di kemudian hari, satu kebohongan besar yang aku lakukan membuat Ringga menutup pintu maaf dan aku terpaksa memutuskan untuk meninggalkan Ringga beserta segala kenangan manis di antara kami sampai waktu yang sangat lama...


RESENSI

Berapa banyak persahabatan antara laki-laki dan perempuan yang bisa bertahan selamanya? Apakah debaran-debaran yang kita rasakan terhadapnya adalah cinta atau hanya rasa nyaman karena kita telah sangat terbiasa dengannya? Jika seandainya kemudian kita membuat kesalahan yang baginya tak termaafkan, akankah dia sanggup menyingkirkan kita dari hidupnya?

Your Lies merupakan novel remaja muda karya Rara Rachel yang awalnya berasal dari wattpad. Dari segi premis mungkin bisa dibilang kisah ini sangat klise, dan sangat mudah ditebak. Namun dari segi alur, konstruksi cerita, dan beberapa dialog, novel ini terasa memuaskan. Puncak konfliknya mengena banget dan sampai bikin saya mewek. Serius. Yaaaa, walau saya terhitung memang gampang mewek saat baca novel, tapi saya selalu memberi nilai plus pada novel-novel yang bisa membangkitkan emosi saya, termasuk novel Your Lies ini.

Pada awalnya saya lumayan terganggu dengan gaya narasi Your Lies yang lebih mirip seperti curhatan diary. Cara perkenalan tokoh dan penggambaran situasinya seolah-olah sedang membaca status, notes atau chat seorang teman. Penggunaan sudut pandang orang pertama yang serba tahu semakin memperkuat kesan itu. Namun karena jalan ceritanya yang runtut dan padat, semakin ke belakang saya mulai bisa menerima dengan ikhlas. Apalagi ketika mendekati konflik yang sangat menguras emosi itu. Huhuuu~~

Setting novel ini berada di Jakarta, Bandung, dan kemudian Düsseldorf dan Köln. Memang novel ini tak begitu detail dalam penggambaran setting, tapi suasananya yang diungkapkan secara ringkas cukup membuat perbedaan antara satu tempat kejadian dengan tempat kejadian lainnya. Walau saya berharap penulis untuk ke depannya bisa lebih berani dalam hal riset dan menambahkan detail-detail untuk mempercantik ceritanya. Misalnya saja ketika Bu Sri sakit dan Ringga harus menjelaskan kondisi Bu Sri yang gawat kepada Atha. Tentunya akan lebih menarik jika penjelasan itu disampaikan secara mendetail, sedangkan pada novel ini hanya diungkapkan melalui kalimat: Ringga menceritakan detail masalah penyakit ibunya. Aku menyimak dengan serius, pantas saja Ringga sangat khawatir sampai menangis tadi malam. "Gitu, Tha," tutup Ringga. (hlm. 148).
Hal ini membuat seolah ada jurang yang memisahkan antara tokoh "aku" dan pembaca, karena ada yang diketahui si tokoh utama tapi tak bisa dipahami oleh pembaca.

Namun naik turunnya persahabatan Ringga dan Atha saaaangat menarik untuk diikuti. Bagaimana cheesy dan sweetnya interaksi mereka, bagaimana kode yang dilemparkan Ringga yang bisa bikin baper, banter yang mereka lakukan, juga pasang surutnya hubungan mereka.
Karakter dalam novel ini juga begitu hidup. Ringga begitu mengagungkan kejujuran, dia benci kebohongan dan paling benci dibohongi. Beberapa kali dia menegaskan pada Atha agar jangan bohong kepadanya. Sikap cuek dan masa bodohnya kontras dengan sikap penuh perhatiannya terhadap Atha, tapi kalau sudah marah.... bye aja, mendingan kabur saya mah kalau disembur murka begitu. 😭😭😭
Atha di sisi lain juga cukup unik, jago masak tapi juga jago main PES. Idaman banget kan tuh. Atha juga bijaksana dan sangat setia. Kebohongan terbesarnya terhadap Ringga pun sebenarnya tak ingin dia lakukan. Ah memang bagian ini yang bikin saya termehek-mehek.

Overall, saya cukup menyukai novel ini. Enak untuk dibaca karena ringan tapi juga bikin baper. Bagi kalian yang suka kisah sahabat jadi ehem ehem, kalian boleh banget baca novel ini 😉


********GIVEAWAY TIME********



Nah... siapa yang sudah kangen ikutan kuis di blog ini???
:)))))))
Huhuuu... setelah menyepi sebentar, sekarang Nurina Mengeja Kata kembali buat membagi satu eksemplar novel Your Lies karya Rara Rachel ini.

Syaratnya gampang seperti biasanya kok:

1. Peserta berdomisili atau memiliki alamat pengiriman di Indonesia.

2. Follow twitter @divapress01 @DIVA_fiction dan @KendengPanali atau like fanpage Penerbit DIVA Press di facebook.

3. Jangan lupa share info blogtour ini dengan hashtag #YourLiesGA dan mention ketiga akun di atas.

4. Follow blog ini bisa via GFC atau email (opsional, hanya kalau kalian merasa blog ini berguna bagi kalian saja).

4. Jawab pertanyaan berikut di kolom komentar di bawah dengan format:
Nama | akun twitter | alamat email

Kebohongan terbesar apa yang pernah kalian lakukan/ucapkan kepada sahabat kalian?

5. Giveaway akan berlangsung selama 7 hari dan berakhir pada tanggal 11 Maret 2018 pukul 23.55 WIB.

6. Jika ada pertanyaan jangan sungkan untuk colek saya di twitter. Yang terakhir, good luck 😉

********UPDATE********

Akhirnya genap sepekan sudah giveaway di blog ini berlangsung. Terima kasih kepada para peserta yang telah ikut meramaikan giveaway di lapak ini dan dengan suka rela menuliskan "dosa" yang pernah diperbuat kepada sahabat.
Kebohongan yang tentunya diucapkan bukan dengan niat jahat untuk menyakiti sahabat tapi justru demi sang sahabat dan keutuhan persahabatan. Sama seperti kebohongan yang dibuat Atha kepada Rangga. White Lie. Walau kebohongan tetaplah kebohongan.

Kini tiba saatnya saya umumkan pemenang yang berhasil mendapatkan satu eksemplar novel Your Lies pekan ini, dan dia adalah:

Intan Ayu
@intanayues

Selamat kepada pemenang, saya tunggu konfirmasi data nama dan alamat kamu via DM atau email nurinawidiani84(at)gmail(dot)com paling lambat 2 x 24 jam. Jika konfirmasi tidak dilakukan dalam jangka waktu yang ditentukan, maka akan dipilih pemenang lainnya.

Bagi unyureaders yang belum beruntung, jangan sedih karena masih ada kesempatan mendapatkan novel ini di bloghost selanjutnya. Atau nantikan keseruan lain di blog ini. Terima kasih :)

Selasa, 08 November 2016

[Blogtour & Giveaway] Seaside - Zee

Judul buku: Seaside
Penulis: Zee (Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie)
Penyunting: Misni Parjiati
Tata sampul: Amalina
Penerbit: Senja
Tahun terbit: 2016
Tebal buku: 236 halaman
ISBN: 978-602-391-263-6



BLURB

Awalnya, dia hanya gadis biasa. Juga mulai terbiasa menghadapi guncangan besar ketika ayahnya masuk penjara akibat ulah musuh-musuhnya. Tapi, begitu dibutakan oleh amarah, dia mulai mengumpulkan setiap informasi dan menyusun rencana balas dendam.

Gadis itu membuat kesepakatan dengan iblis. Langkah penuh risiko dia lalui, dibantu oleh seseorang yang masih misterius.

Satu demi satu targetnya berjatuhan. Dan dia menikmati setiap tetes darah yang mengalir di tangannya. Apakah masih ada tempat untuk nurani? Apakah dia masih mampu memaafkan?


RESENSI

Ketika sang papa yang sedang menyelidiki kasus korupsi dijebak dan dijebloskan ke dalam penjara, Aku merasa berang. Papa adalah satu-satunya keluarga yang Aku miliki, setelah Aku merasa kecewa karena sang mama dan saudara-saudaranya menolak mendukung papa. Dengan hati-hati, Aku merencanakan balas dendamnya. Baginya tak cukup dengan mata dibalas mata, Aku menginginkan lebih. Aku menginginkan nyawa mereka yang telah membuat papanya dipenjara. Para pejabat korup, dan juga para penegak hukum yang mudah tergiur uang.
Aku mulai menyusuri jalan kelamnya. Memulai dari sang informan, Aku bertemu dengan Anon, seseorang yang melatih fisik dan mentalnya sebagai pembunuh tak kenal ampun. Namun bukan hanya dari Anon, Aku mengasah dirinya. Aku juga bertemu pemuda seusianya, yang melatihnya sebagai pelacur, demi bisa mendekati para pejabat korup. Dan dari pemuda itu pula, Aku menemukan kenyamanan dan kepercayaan. Namun bisakah rencananya berjalan mulus hingga akhir?

------------------------------

Seaside merupakan karya ketiga Ziggy yang telah saya baca. Dan saya masih saja dibuat terpukau dengan betapa bunglonnya gaya bertutur Ziggy. Sudah tiga bukunya saya baca, tapi saya menemukan dimensi yang lain dari novel-novel sebelumnya. Membaca Seaside seperti menyusuri labirin Square Maze di acara Benteng Takeshi. Tahu kan? Itu lho labirin dengan banyak pintu dan 2 algojo kekar yang bisa-bisa tiba-tiba ada di balik pintu. Nah, seperti itulah yang saya rasakan saat membaca novel ini, prepare for the worst but still hoping for the best. Jadi saya hanya mampu mengikuti laju kisah ini dan berharap dengan berdebar-debar. Karena saya percaya, Ziggy selalu mampu mengejutkan saya dengan twistnya, dan benar saja. Ha!

Membuka bagian awal novel ini, yang langsung menarik perhatian saya adalah judul tiap babnya. Semua judul diawali dengan sea: Seance, Sealion, Seaweed, Seabed, Seafood, Seasick, Search, dan seterusnya. Total ada sebelas part dan satu epilog yang menggunakan judul dengan kata sea. Hal yang cerdas dan unik menurut saya.

Novel ini menggunakan sudut pandang orang pertama yaitu Aku, sehingga saya dihanyutkan pada seluk beluk pikiran Aku yang diliputi dendam dan kecurigaan. Menarik untuk ditelusuri dan bikin bergidik di beberapa bagiannya. Saya merasakan kengerian, kesadisan dan kecemasan yang melingkupi kisah ini. Namun saya juga menemukan romantisme yang manis di tengah keriuhan dendam. Membuat saya sempat berharap.
Seaside mengambil beberapa setting tempat, di Lampung, Bandung, Jakarta, bahkan hingga ke Scheveningen. Semua settingnya dideskripsikan dengan detail yang apik dan rapi. Diksi yang digunakan Ziggy dalam Seaside begitu kaya dan unik, benar-benar enak untuk dinikmati. Dialognya begitu luwes dan hidup. Ini sebabnya saya sangat menyukai Seaside, karena chemistrynya pun terasa sangat tebal dan kuat.

Membaca novel ini adalah mencecap rasa karya Ziggy yang lain; rasa yang lebih menyengat, rasa yang membuat bergidik, rasa yang lebih brutal. Ziggy cukup terperinci dengan adegan pembunuhan para target Aku. Semua dengan cara yang berbeda, dan semua menakjubkan. Tapi meski berdarah-darah dan berlumur dendam, Ziggy mengimbangi kesadisan Aku dengan romance gelap yang dirasakan Aku. Walau haus darah, Aku nyatanya toh tetap gadis polos yang bisa jatuh cinta.

Ziggy pernah memukau saya dengan musik-musik klasik yang berjejalan di dalam novelnya, di Seaside pun, Ziggy masih melakukannya. Beberapa judul lagu, nama penyanyi dan nama band bertebaran di dalam novel ini, menarik dan bikin penasaran. Terutama lagu yang kemudian seolah menjadi soundtrack Aku dalam melakukan pembunuhan.

"Peristiwa yang mengubah manusia itu selalu menarik. Perubahan manusia sendiri menarik. Dan manusia yang berubah... they're more than fascinating." (hlm. 145)

Karakter dalam novel ini begitu bulat dan matang. Saya merasakan transformasi Aku dari gadis biasa namun keras kepala menjadi mesin pembunuh andal dan berdarah dingin. Bisa dibilang ia menghabisi para targetnya tanpa berkedip, tanpa ragu. Aku hanya merasakan saat-saat emosional saat bersama partner in crimenya. Tokoh-tokoh yang bergantian muncul untuk membantunya pun punya karakter yang khas. Mereka muncul dan langsung memikat saya, dengan gaya yang asyik, rasanya mudah saja untuk menyukai mereka.

"Bahkan meskipun mereka nggak akan menghargai pengorbanan kamu, pada akhirnya kalau kamu berjuang, kamu nggak akan pernah menyesal. Mungkin saja kamu salah. Mungkin saja kamu kalah. Tapi kamu nggak jatuh tanpa perlawanan. Meski kamu bisa saja kecewa dengan hasilnya, kamu nggak akan kecewa dengan prosesnya. Dan itu yang membuat kamu kuat—itu yang membuat kamu berarti." (hlm. 111)

Dari Seaside saya merasa Ziggy ingin menyentil hukum yang kadang begitu mudah dibeli. Kadang hukum begitu mudah mengkhianati kebajikan dan malah memuja uang. Di situlah balas dendam berbicara. Namun sekali Aku mengambil langkah ke dalan rasa dendam yang kelam, nggak ada jaminan untuk kembali. Nggak ada waktu untuk menyesali, selain maju dan menuntaskan semuanya hingga akhir. Dan menanti. Apakah dendam bisa berhenti. Atau justru dendamnya memunculkan rasa dendam yang lain lagi.
Saya sungguh sangat menikmati buku ini, sampai-sampai saya mempertanyakan diri saya sendiri, apa saya diam-diam punya jiwa psikopat? Namun terlepas betapa mengerikannya aksi Aku, keahlian bercerita Ziggylah yang membuat novel ini begitu hidup. Namun saya tetap merekomendasikan novel ini bagi dewasa muda, atau bagi yang kuat membaca adegan pembunuhan.


*******GIVEAWAY TIME*******



1. Peserta adalah warga negara Indonesia atau memiliki alamat pengiriman di Indonesia.

2. Follow akun twitter @divapress01 dan akun saya @KendengPanali juga like fanpage Penerbit Diva Press

3. Share info giveaway ini dengan hashtag #GASeaside dan jangan lupa memention kedua akun di atas.

4. Boleh banget kalau mau follow blog ini via email, G+ atau GFC yang bisa dilihat di bagian bawah postingan ini. (Optional saja dan nggak memaksa).

5. Jawab pertanyaan berikut di kolom komentar dengan menyebutkan nama | domisili| akun twitter | alamat email. Dan pertanyaannya adalah:

Pernahkah kamu merasa dendam? Apa yang kamu lakukan untuk mengatasinya?

6. Giveaway akan berlangsung selama sepekan dan ditutup pada tanggal 14 November 2016 pukul 23.59 WIB.

7. Pengumuman pemenang akan diumumkan tanggal 15 November 2016, bagi yang belum beruntung bisa mengikuti GA di bloghost selanjutnya: Alvina

8. Jika ada pertanyaan, jangan segan colek saya di akun saya, ya. Good luck :))

******UPDATE******

Haii... sepekan sudah giveaway novel ini berlangsung. Terima kasih yaa untuk para peserta yang luar biasa. Jawaban kalian banyak yang bijak meski ada juga yang lucu. Tapi yang terpenting ternyata teman-teman keren banget karena bisa menyisihkan dendam dan amarah.

So, sekarang saya akan mengumumkan satu nama yang beruntung karena jawabannya saya anggap lumayan kocak, mengimbangi kelamnya novel ini, dan karena mengingatkan saya pada Anon 😉 Dan yang beruntung adalaaaaah....

Dani N.
@dnv22

Selamaaaaat... Saya tunggu data nama dan alamat lengkap kamu lewat dm atau email saya nurinawidiani84(at)gmail(dot)com paling lambat 2 x 24 jam.

Bagi yang belum beruntung jangan sedih yaaa... Karena masih ada dua host lagi yang menyelenggarakan blogtour ini. Dan karena saya masih punya dua giveaway buku unyu di bulan ini.
Keep reading ya, gaeesss 😊😊

Senin, 25 April 2016

[Blogtour: Review + Giveaway] Garnish - Mashdar Zainal


Judul buku: Garnish
Penulis: Mashdar Zainal
Penyunting: Miz
Tata sampul: Amalina
Tata isi: Violetta
Penerbit: de TEENS
Tahun terbit: April 2016
Tebal buku: 220 halaman
ISBN: 978-602-391-126-4



BLURB

Anin mengabaikan larangan sang ayah yang tak suka melihatnya melukis. Ia bertekad mewarnai kanvas hidupnya.

Buni ingin membuktikan pada mamanya bahwa memasak adalah jalan hidupnya, bahwa dia punya cara sendiri untuk menjadi berarti.

Kelindan takdir membawa dua manusia yang saling tak mengenal ini dalam perjalanan hidup penuh warna.


RESENSI

Bagi Buni, dapur dan rempah-rempah adalah kesenangan yang terbentur harapan sang mama. Meski sejak kecil menyukai memasak tapi sang mama sama sekali tak mengizinkan Buni mendekati dapur. Harapan dan impian mama hanyalah agar Buni menjadi ekonom sukses seperti papanya. Meski patuh dengan setengah hati, dan lulus menjadi sarjana ekonomi, Buni tak juga berhasil mendapatkan pekerjaan. Tekanan dari mama semakin besar seiring keinginan hati Buni untuk memasak. Hingga puncaknya, mama membuang hasil masakan Buni. Merasa disepelekan dan dianggap tak berguna, Buni protes dengan melumuri tubuhnya dengan saus dan kecap lalu pergi meninggalkan rumah.
Di sisi lain ada Anin seorang putri kesayangan ayahnya. Saat kecil, seusai melihat pameran lukisan dan membeli alat gambar bersama sang ibu, ibunya mengalami kecelakaan hingga meninggal. Sejak itu perhatian ayah Anin menjadi berlebihan. Apalagi setelah ayahnya menikah lagi dan Anin memilih tinggal di rumah lama. Anin terkekang oleh aturan-aruran ayahnya. Hingga ketika ia memilih untuk melukis, ayahnya melarang dan memicu pemberontakan gadis muda itu. Anin menumpahkan cat air ke tubuhnya dan kabur dari rumah.
Dua insan, dengan masalah yang sama, bertemu di bangku sebuah taman. Saling mengungkapkan keresahan, saling mengajukan harapan dan mulai merangkai impian. Bersama.
Bisakah Anin dan Buni mencapai impian-impian mereka? Akankah mereka berdamai dengan keluarga mereka masing-masing?

--------

Garnish hadir menyodorkan cerita dengan permasalahan yang jamak dialami kaum remaja yang beranjak dewasa. Passion yang terbentur harapan orang tua. Jujur... saya pun mengalaminya.

Novel ini diceritakan dengan sudut pandang orang pertama secara bergantian di setiap bab. Dari sudut pandang Buni dan sudut pandang Anin. Ini membuat saya bisa menyelami perasaan dan keresahan Anin dan Buni. Namun sayangnya, saya merasa suara "aku" milik Buni dan Anin masih mirip, nggak ada perbedaan dalam bertutur di antara kedua "aku" sehingga kadang saya lupa siapa yang tengah bertutur.

Buni adalah pemuda yang manis, sikapnya sopan dan lumayan sensitif. Gayanya boleh juga saat memasak. Sedangkan Anin gadis yang ceria dan berkeinginan kuat. Gaya bicaranya sedikit ceplas-ceplos dan membuat suasana menjadi hidup.
Interaksi antar keduanya saya anggap cukup cair, meski ada pula saat saya merasa obrolan mereka sedikit kaku dan membosankan.
Tapi di antara itu semua, ada banyak hal-hal bijak yang saling mereka lontarkan, sehingga terlihat kedewasaan yang siap muncul dari diri mereka.

Saya suka dengan detail pembuatan kafe dalam novel ini. Step-step yang dilakukan Buni dan Anin, hal-hal kecil yang dipikirkan untuk membangun kafe mereka diceritakan dengan sangat mendetail. Membuat usaha mereka di dalam novel ini lebih terasa nyata.

Overall saya menikmati membaca novel ini. Bukan hanya tentang kasih sayang dan kepercayaan yang tumbuh antar dua insan, tapi juga kepercayaan terhadap mimpi dan terhadap keluarga kita. Cukup banyak kalimat yang quotable di dalam novel ini yang membuat saya jadi mulai berpikir tentang mimpi-mimpi saya.


**********GIVEAWAY TIME***********



Sekarang waktunya saya untuk membagi satu novel Garnish bagi satu orang yang beruntung. Sudah siap?

Caranya mudah seperti biasa yaa...

1. Peserta berdomisili atau memiliki alamat kirim di Indonesia.

2. Follow akun twitter @Divapress01 dan @KendengPanali serta fanpage Penerbit DIVA Press

3. Bagikan info giveaway ini dengan tagar #GAGarnish dan jangan lupa mention akun saya dan akun divapress

4. Follow blog ini melalui email, GFC atau G+ (optional)

5. Jawab pertanyaan di bawah ini di kolom komentar dengan menyertakan nama | akun twitter | alamat email

Apa impian kamu dan bagaimana usaha kamu untuk meraihnya?

6. Giveaway dibuka selama sepekan dan akan ditutup tanggal 1 Mei 2016 pukul 23.59 WIB.

7. Yang terakhir... selamat bersenang-senang, good luck ya :)

****UPDATE*****

Hai... hai... sudah waktunya bagi saya untuk mengumumkan siapa yang beruntung dalam giveaway Garnish ini.

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih pada para peserta yang telah meramaikan giveaway ini. Impian kalian luar biasa dan membuat saya terharu. Saya aminkan semua impian ini yaa.
Karena impian tidak bisa dinilai mana yang lebih baik dan usaha tak bisa diukur mana yang lebih berat maka kali ini saya meminta bantuan mesin random untuk memilih pemenang.

Dan dia adalaaaah....



Yap... nama yang bertengger di angka satu adalah pemenangnya, yaitu

Ratnani Latifah / @ratnaShinju2chi

Selamaaat... saya tunggu data diri dan alamat lengkap kamu via email nurinawidiani84(at)gmail(dot)com paling lambat 2x24 jam ya.

Bagi yang belum beruntung jangan sedih, tetap semangat dan tetap membaca yaa. Sering-sering mampir ke blog ini untuk intip opini saya tentang buku-buku yang saya baca. Salam cinta baca ;)


 

Nurina mengeja kata Published @ 2014 by Ipietoon