Tampilkan postingan dengan label Prisca Primasari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prisca Primasari. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Agustus 2016

[Review & Giveaway] With or Without You - Prisca Primasari

Judul buku: With or Without You
Penulis: Prisca Primasari
Editor: Idha Umamah
Penyelaras aksara: Tesara Rafiantika
Penata letak: Gita Ramayudha
Desainer sampul: Lilio Muliya Printis & Agung Nugroho
Penerbit: Gagas Media
Tahun terbit: Agustus 2016
Tebal buku: 234 halaman
ISBN: 978-979-780-861-7



BLURB

Apa jadinya jika Gris, pria pengkhayal dan pelupa itu, hidup tanpa Tulip yang penyabar dan teratur? Dahulu, hal itu tak pernah terlintas di benaknya. Mereka saling menyayangi dan seakan telah ditakdirkan untuk saling melengkapi.

Namun, hidup selalu menyembunyikan sesuatu. Menjelang hari bahagia mereka, ketakutan diam-diam menyusup di hati Gris. Kecerobohannya mungkin akan membuat Tulip pergi dari hidupnya.

Gris tak pernah membayangkan itu terjadi karena selama ini keinginannya tak banyak: hanya ingin membahagiakan Tulip dan tetap bersamanya. Namun, hidup selalu punya teka-teki. Apa jadinya cinta tanpa kebersamaan? Bagaimana jika itu yang terbaik yang ditawarkan hidup kepadamu?

Keresahan menggelayuti hati Gris. Adakah kesempatan untuk mengubah akhir cerita menjadi seperti yang seharusnya?

RESENSI

Sebentar lagi Gris akan menikah dengan Tulip, tapi Gris malah mendapat masalah. Ia dipecat dari pekerjaannya karena salah membuat order. Gris sadar ia memang pelupa dan pasrah saja menerima nasibnya. Yang menjadi kegelisahannya hanya satu, menyampaikan kabar buruk ini pada Tulip.
Di saat sedang membicarakan masalah tersebut dengan Tulip, muncul seorang pria yang janggal dan misterius. Pria itu mengaku bernama Flynn dan memberikan buku Great Tales and Poems karya Edgar Allan Poe. Di dalam buku itu terselip kartu nama milik Wilhelm Beauvior.
Rasa ingin tahu Gris tergelitik, ia pun menyusuri petunjuk itu di tengah kesibukannya mencari pekerjaan baru. Petualangan yang entah ke mana akan berujung.
Siapakah Wilhelm Beauvior? Apakah Gris dapat menemukan pekerjaan baru atau justru harus membatalkan pernikahnnya dengan Tulip?

--------------------

Jangan meragukan Prisca Primasari dalam hal "mendongeng". Setiap kali saya merasa sudah merasa mengenali pola alur bertuturnya, saya menemukan lengkung pola pemikiran lain yang tertuang dalam karyanya. Kali ini melalui With or Without You, Prisca meleburkan unsur dongeng dan dunia nyata dan membuatnya menjadi kisah yang manis dan penuh teka-teki.

Setiap orang bisa saja kehilangan pekerjaannya tiba-tiba, entah karena resign, musibah atau dipecat layaknya Gris. Hal yang normal. Jamak terjadi di sekitar kita. Tapi hanya Gris seorang yang di tengah rasa gelisahnya bertemu seseorang sejanggal Flynn, dan harus memecahkan riddle yang aneh. Novel ini benar-benar menghanyutkan saya ke dunia yang janggal tapi seru dan membuat saya seolah sedang memburu kelinci di wonderland.

With or Without You menggunakan sudut pandang orang ketiga, dengan plot yang rapi. Kental dengan kesan misterius dan diksi yang luwes. Nggak kaku-kaku amat tapi tetap berciri khas Prisca. Narasi, deskripsi dan dialognya pas berimbang. Detailnya sungguh rapi dan suasananya begitu sendu. Saya suka momen setiap Gris dan Tulip bersama, mereka pasangan yang manis dan memberi aura yang tenang.

Saya suka tokoh-tokoh novel ini yang karakternya nggak sempurna. Gris pria biasa dan pelupa akut, tapi dia penyayang dan menghargai setiap orang. Tulip yang teratur menjadi karakter yang membuatnya utuh. Bagai puzzle yang menjadikan mereka satu bentuk sempurna.
Dan Flynn menebarkan warna di sekitar mereka. Saya bertanya-tanya akan seperti apa novel ini tanpa kehadiran Flynn. Dia yang menyemarakkan kisah ini, dia yang membuat suasana sendu meluruh dan membuat saya mau nggak mau tersenyum akan polah dan ucapannya. I really love Flynn. Terutama interaksinya dengan Wilhelm. Kocak dan saya nggak tahu antara pengin jedotin Flynn atau nyium dia. Hahaha...
Dan omong-omong tebakan saya tentang apa yang terjadi di kantor Gris sebelumnya ternyata tepat loh. ^^

Yang jelas novel ini sungguh manis dan menyentuh. Ada banyak cara manusia untuk mencintai, dan ada banyak cara manusia untuk menghadapi kehilangan. Tokoh-tokoh pria di sini rupanya memiliki kemiripan tentang mencintai dan dalam menghadapi kehilangan orang tercinta. Tapi seperti yang dikatakan Tulip:

"'Mencintai selamanya' tidak sama dengan menyakiti diri untuk selamanya. Mungkin Anda tidak akan pernah berhenti membuatkan kopi untuk istri Anda... Mungkin hanya itu yang bisa mengisi kekosongan di hati Anda. Tapi, bukan berarti lantas Anda lupa untuk hidup."

Well, akhirnya saya menutup buku ini dengan rasa hangat di dada. Lagi-lagi saya dibuat tergila-gila oleh karya Prisca.


*********GIVEAWAY TIME**********


Bagaimana? Sudah membaca review With or Without You di atas? Sudah merasa nggak sabar ketemu Gris, Tulip dan si ajaib Flynn?
Nah, melalui blog Nurina Mengeja Kata ini, Mbak Prisca punya satu eksemplar novel With or Without You buat kamu yang beruntung.

Caranya gampang banget kok :)

1. Peserta adalah warga negara Indonesia atau memiliki alamat pengiriman di Indonesia.
2. Follow akun twitter saya @KendengPanali dan akun @priscaprimasari
3. Bagikan link giveaway ini dengan hashtag #WithOrWithoutYou dan jangan lupa mention akun kami berdua.
4. Boleh banget kalau kalian mau follow blog ini, bisa lewat email atau GFC (optional).
5. Jawab pertanyaan berikut di kolom komentar dengan menyertakan Nama | alamat email | akun twitter

Gris dan Tulip menemukan kartu nama di dalam buku Great Tales and Poems yang mereka dapatkan dari Flynn.
Kamu sendiri pernahkah mengalami hal yang sama? Menemukan sesuatu di dalam buku yang kamu dapatkan atau kamu beli bekas? Ceritakan dengan singkat ya benda apa dan apa yang kamu lakukan terhadap benda itu.
Dan bagi yang belum pernah mengalami, kira-kira benda apa yang kamu harap akan kamu temukan dalam buku? Dan apa alasannya?

Cukup jelas ya pertanyaannya? Kalau masih belum jelas, sila colek saya di twitter :)

6. Giveaway berlangsung selama tiga hari dan akan ditutup tanggal 31 Agustus 2016 pukul 23.59 WIB.
7. Yang terakhir, good luck yaa...

------------UPDATE-------------

Haiii... Senangnya melihat antusiasme teman-teman buat ikutan giveaway ini. Terima kasih banyak bagi yang sudah meramaikan. Menyenangkan bukan membayangkan atau mengingat suatu benda terselip dalam sebuah buku. Seperti pengantar pesan tak terduga, ya? ^^

Kali ini seseorang yang beruntung mendapatkan novel With or Without You adalaaaaahhh.....


Dias Sintha
@DiasShinta


Selamaaaaat... Saya tunggu konfirmasi data diri dan alamat lengkap kamu di email saya nurinawidiani84(at)gmail(dot)com dalam kurun 2x24 jam.

Bagi yang belum beruntung jangan sedih, buku MbakbPrisca sudah bisa didapatkan di toko buku kesayangan maupun bukan kesayangan kok. Dan... Jangan tinggalin blog ini ya, karena masih bakal ada giveaway buku kece lainnya. See you.. ;)

Jumat, 19 Agustus 2016

[Resensi] French Pink - Prisca Primasari

Judul buku: French Pink
Penulis: Prisca Primasari
Editor: Anin Pratajuangga
Desainer sampul & ilustrasi: Nisa Nafisa dan Riva Marino
Penata isi: Yusuf Pramono
Penerbit: Grasindo
Tahun terbit: Oktober 2014
Tebal buku: 80 halaman
ISBN: 9786022516873



BLURB

Di Distrik Jiyugaoka yang mungil, cantik, dan berwarna-warni, Hitomi tiba-tiba bertemu pria aneh yang mengungkit-ungkit tentang kematian.

Siapa sebenarnya pria itu? Dan... lho, lho, mengapa dia jadi menyuruh Hitomi mencarikan syal warna French Pink? Mana mungkin sih pria beraura gelap seperti itu menyukai warna pink? Dan untuk apa juga?

Ck. Sungguh. Pria itu benar-benar merepotkan Hitomi.

RESENSI

Hitomi sudah tak mampu lagi mengenali warna. Semua warna baginya hanya hitam. Padahal ia pemilik toko pita terkenal di distrik Jiyugaoka. Seandainya ia berani, ia ingin bunuh diri saja.
Namun begitu ia selesai mengucapkan keinginannya untuk mati, seorang laki-laki muncul dan mengusiknya. Laki-laki itu berpakaian serba hitam dan menanyakan mengapa Hitomi ingin mati. Merasa janggal terhadap pria itu, Hitomi pun buru-buru mengakhiri pertemuan mereka.
Tapi keesokannya, Hane, si laki-laki itu datang lagi dan meminta bantuan Hitomi untuk mencarikan pita berwarna English Lavender. Bukan itu saja, ia juga minta dicarikan syal berwarna French Pink dan kertas kado berwarna hitam.
Siapa sebenarnya Hane? Benarkah ia seorang shinigami? Dan apa arti ketiga permintaannya itu?

---------------------

Ini keempat kalinya saya membaca novel karya Prisca Primasari. Dan keempat kalinya pula saya merasa puas. Meski saya cukup kaget juga karena tipisnya novel ini dan sempat meragukan kepadatan ceritanya. Tapi saya salah besar karena sempat ragu dan skeptis, ternyata hanya dengan beberapa lembar saja, Prisca Primasari mampu menyajikan kisah yang padat, menghanyutkan dan memberi kesan mendalam. 

French Pink diceritakan menggunakan sudut pandang orang ketiga, dan terfokus pada Hitomi. Alurnya mengalir maju dan plotnya begitu rapi. Setting tempatnya sangat detail dan bikin saya seolah-olah ada di sana. Bahkan suasananya yang dingin pun terasa hingga ke sumsum tulang saya.
Prisca yang saya tahu selalu bisa memberi sentuhan aura dark dalam novel-novelnya. Sendu dan menyesakkan. Seolah saya ikut tertekan seperti si tokoh utama. Gaya bertuturnya yang baku juga merupakan daya tarik tersendiri. Memberi saya jeda pada kejenuhan gaya lo-gue beberapa novel lokal. Prisca selalu bisa membuat bahasa Indonesia begitu indah dan menyayat hati. Diksinya begitu kaya dan mempertajam suasana.

Sejak awal, saya digiring untuk mengambil kesimpulan yang sama dengan Hitomi. Dari perawakan, gerak-gerik, dan gaya Hane saya hampir meyakini hal yang sama dengan Hitomi. Hingga akhirnya saya dikagetkan saat siapa Hane sebenarnya akhirnya terungkap.
Dan kemudian adegan endingnya bikin saya teringat pada salah satu short story di komik serial cantik lawas. Kira-kira 14 tahun lalu. Sayang saya lupa judulnya. Saya sampai coba ubrek-ubrek catatan saya saat SMA karena saya ingat saya pernah bikin fanficnya untuk dikirim ke majalah Animonster, tapi nggak jadi. Apa yang dialami pasangan tokoh di komik itu sama seperti yang dialami Hitomi dan Hane. Hanya di komik, si cowok lah yang merana dan depresi seperti Hitomi. Saya juga ingat adegan terakhirnya di jembatan.

Tapi novel French Pink lebih terasa kaya dari pada komik tersebut. Ada kesan misterius dari sosok Hane dan permintaannya. Saya dibuat bertanya-tanya pada kelakuan dan permintaannya. Serba tak pasti.
Dan bahkan dengan novel setipis ini, Prisca mampu membuat karakter tokoh yang kuat dan bulat. Saya juga suka dengan chemistry antar tokohnya.

Lagipula novella setipis ini menyimpan banyak pengetahuan yang dibeberkan melalui profesi si tokoh utama. Beberapa ragam warna muncul di novel ini, dengan penjelasan yang manis dan romantis. Warna-warna yang memaksa saya akhirnya mengunjungi kangmas google dan malah keasyikan. Seru ternyata, dari satu novel banyak hal baru yang saya temukan.
Di novel ini terdapat hal yang saya akrabi juga yang saya temukan. Tentang shinigami. Bagi pelahap manga seperti saya tentu sudah sering membaca dan menemukan shinigami dalam berbagai versi, beberapa di antaranya seperti yang disebut dalam novel ini, shinigami versi Death Note dan Bleach.

Memang novel ini terasa manga banget bagi saya. Tapi itu justru membuat French Pink terasa akrab dan mudah untuk saya sukai. Apalagi jika rasa komik tersebut diberi sentuhan cita rasa khas Prisca Primasari yang sendu namun juga manis.
Well, saya sih suka banget sama kisah ini yang walau tipis tapi terasa padat dan pas. Menghibur sekaligus memberi harapan, semangat dan kekuatan. Saya sih sangat merekomendasikan novel imut ini, terutama bagi kalian yang suka gaya-gaya cerita yang Jepang banget. Dijamin kalian bakal jatuh cinta.

Senin, 16 Mei 2016

[Blogtour: Review & Giveaway] Purple Eyes - Prisca Primasari





Judul buku: Purple Eyes
Penulis: Prisca Primasari
Penyunting: Cerberus404
Proofreader: Seplia
Design cover: Chyntia Yanetha
Penerbit: Penerbit Inari
Tahun terbit: Mei 2016
Tebal buku: 144 halaman
ISBN: 978-602-74322-0-8




BLURB

Karena terkadang
tidak merasakan itu lebih baik daripada menanggung rasa sakit yang bertubi-tubi

Ivarr Amundsen kehilangan kemampuannya untuk merasa. Orang yang sangat dia sayangi meninggal dengan cara yang keji dan dia memilih untuk tidak merasakan apa-apa lagi, menjadi seperti sebongkah patung lilin.

Namun, saat Ivarr bertemu Solveig, perlahan dia bisa merasakan lagi percikan-percikan emosi dalam dirinya. Solveig, gadis yang tiba-tiba masuk dalam kehidupannya. Solveig, gadis yang misterius dan aneh.

Berlatar di Trondheim, Norwegia, kisah ini akan membawamu ke suatu masa yang muram dan bersalju.
Namun, cinta akan selalu ada, bahkan di saat-saat tergelap sekalipun.


RESENSI

Telah 120 tahun semenjak kematiannya di tahun 1895. Sebanyak itulah waktu yang dihabiskan Lyre menjadi asisten Hades. Pekerjaan yang monoton dan membosankan; membantu Hades mengarsip data orang-orang yang telah mati, rutin membuatkan Hades minuman, dan melakukan apa pun yang diperintahkan Hades, sang dewa kematian.
Akhir-akhir ini banyak orang mati dengan kasus yang sama. Kehilangan levernya. Untuk itulah Hades ditugaskan ke bumi dan menghentikan si pembunuh yang masih berkeliaran di Trondheim, Norwegia. Hades pun mengajak Lyre untuk membantunya.
Di bumi mereka menjelma menjadi Halstein dan Solveig, tujuan mereka adalah mendatangi Ivarr, salah satu kakak korban. Mereka mengaku sebagai warga Inggris yang ingin memesan souvenir dari Ivarr. Selama itu Hades menugaskan Solveig untuk mendekati Ivarr, untuk membangkitkan perasaan Ivarr yang selama ini dingin dan hampa.
Tanpa Solveig sadari kedekatan ini lama-lama semakin berbahaya. Ia bisa saja jatuh cinta. Padahal dunia mereka berbeda. Dan Ivarr adalah kunci Hades dalam menjalankan misinya memburu si pembunuh.

------------------

Prisca Primasari telah lama menjadi penulis kesukaan saya. Saya selalu menyukai gaya bahasanya yang baku tapi enak dan mengalir saat dibaca. Kali ini melalui Purple Eyes rasa kagum saya semakin menjadi.

Meski tipis tapi Purple Eyes benar-benar berbobot. Kisahnya singkat tapi padat. Dalam perjalanan Solveig selama menggali perasaan Ivarr, mereka membahas tentang The Scream, tentang Ibsen, bahkan tentang makhluk-makhluk legenda semacam fossegrim dan kelpie. Muatan berat dan padat ini toh tetap pas juga takarannya. Nggak ada yang berlebihan atau informasi yang dipaksakan. Semuanya dimasukkan dengan rapi dalam adegan dan dialog mereka.
Ada nuansa muram dan magis yang meliputi kisah ini. Rasanya begitu kuat dan konsisten sepanjang cerita. Bahkan saat Lyre dan Hades saling melempar lelucon pun yang terasa adalah humor yang sendu.

Saya merasakan kuatnya karakter tokoh dalam Purple Eyes. Terutama Ivarr. Ivarr wujud pria yang takut merasa karena takut tersakiti. Kehilangan demi kehilangan membuatnya membentengi diri. Namun kehadiran Solveig perlahan mengubahnya. Perubahan yang saya nanti-nantikan dengan penuh rasa penasaran dan berdebar-debar. Perubahan yang meski hanya sedikit tapi membuat saya meleleh dalam rasa hangat. Aww... manisnya.

Purple Eyes juga membuat saya penasaran pada misi Hades yang melibatkan Ivarr. Saya merasa cemas dan was-was sebelum si pembunuh diketemukan. Prisca dengan cerdik hanya memberi clue sedikit demi sedikit dan membuat saya menebak-nebak sendiri.

Bagi saya Purple Eyes sudah terasa pas. Kemungilan novella ini nggak menjadikan cerita hanya mengambang tanpa volume. Justru kisahnya padat, kuat dan dituntaskan dengan apik. Pun diselesaikan tanpa berlebihan. Maka, ya... saya benar-benar jatuh cinta pada Purple Eyes.


*********GIVEAWAY TIME**********




Naah... sudah membaca review saya? Sudah makin penasaran dengan si pemilik mata hampir ungu alias Purple Eyes?
Tenang, saya punya satu eksemplar Purple Eyes persembahan Penerbit Inari untuk dibagikan.

Caranya mudah saja:

1. Peserta adalah warga negara Indonesia atau berdomisili di Indonesia.

2. Follow akun twitter @penerbitinari @priscaprimasari dan akun saya @KendengPanali

3. Share giveaway ini dengan hashtag #GAPurpleEyes dan jangan lupa mention ketiga akun di atas

4. Boleh banget kalau kamu follow blog saya via email atau GFC

5. Tuliskan nama | akun twitter | alamat email kamu serta jawaban pertanyaan berikut di kolom komentar

Makhluk mistis yang disukai Ivarr adalah Fossegrim, sejenis peri yang tinggal di tengah-tengah air terjun. Mereka bersenandung dan bermain fiddle.
Bagaimana dengan kamu? Makhluk mistis apa yang kamu sukai? Dan mengapa?

6. Giveaway hanya berlangsung dua hari dan akan ditutup besok tanggal 17 Mei 2016 pukul 23.59 WIB.

7. Yang terakhir good luck ya ;)

 

Nurina mengeja kata Published @ 2014 by Ipietoon