Tampilkan postingan dengan label guest post. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label guest post. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 April 2016

[Guest Post] Ridyananda's Five Badass Heroines


Hari ini saya menjamu tamu agak malaman. Moga-moga aja nggak ketahuan Pak RT ya... bisa-bisa tamu saya dimintai KTP karena bertamu malam-malam. Wkwkwk~

Langsung aja yaa.. saya kenalkan dengan guest saya yang terkenal suka bawa pecut kemana-mana dan siap memecut cowok hawt member BBI yang nggak tertib. :p
Yap dialaaah... Nina alias Ridyananda. Monggo-monggo Nina, silakan bercuap-cuap, tapi jangan keras-keras, nanti Pak RT bisa dengar.. bisa minta dipecut dese >.<



Aduh, jadi malu sendiri #dikeplak
Makasih Mbak Ina sudah mengizinkan Nina numpang lewat. Pertama kalinya nih main ke rumah Mbak Ina *celingukan* Agak bingung juga mau bikin postingan yang gimana, tapi untunglah sang tuan rumah sudah memberi saya tema postingan. Hehe. *iye saya kan baik hati, nggak sombong, dan gemar menimbun*

Perkenalkan dulu. Nama saya Nina Ridyananda (nama blogger sih). Saya bertempat tinggal di The Bookadict Diaries, sebuah blog yang memang berbasis bahasa Inggris karena saya sukaaaaa sekali baca Contemporary Romance dan Paranormal Romance dari negara orang. Genre favorit saya emang Romance, dengan subgenre bermacam-macam—sport, erotica, BDSM, dark, fantasy, military, suspense, dan lain sebagainya. *nah sekarang paham kan kenapa Nina selalu bawa pecut?* *kunyah beling* 
Saya akuin, saya sendiri jarang baca novel Indonesia sejak beberapa kali dipehapein dan dikecewakan, sakitnya itu kayak ditikung temen #eh Terus terang, saya kurang cocok baca novel Indonesia karena kurang bervariasi aja bagi saya, dan saya sendiri kurang aktif mengikuti perkembangan tren Romance dalam negeri. Semoga saya bisa segera nemu novel Indonesia yang bikin saya ternganga kagum dan mengembalikan kepercayaan pada dunia fiksi di negeri sendiri.
Oke, cukup curhatnya. Anyhoo, biasanya saya ngomongin cowok. Karena, tentu saja, Romance tidak akan lengkap tanpa kehadiran heroes yang bisa bikin meleleh. Ganteng, perhatian, atletis. Semuanya adalah atribut cowok Romance yang paling tipikal. Kadang ya nemu aja yang kinky, agak culun, pendiam, terluka akibat perang. Tapi karena saya sudah bosen banyak ngomongin cowok ganteng, kali ini saya diminta bahas cewek-cewek badass versi saya.
Saya suka sekali cewek yang bisa fight her own battles. Cewek yang tau dia maunya apa, dan nggak gampang dipengaruhi oleh keseksian cowoknya. Di Contemporary Romance, saya agak jarang nemu cewek-cewek begini, tapi di salah satu subgenre favorit saya lainnya, Paranormal, ada beberapa cewek keren yang menurut saya bisa dibilang badass.


Elena Deveraux dari seri Guild Hunter (Nalini Singh)

Baca Review Archangel's Kiss (Guild Hunter #2)

Elena ini adalah cewek pertama yang berhasil bikin saya terkagum-kagum. Secara fisik, dia emang jago berantem dan jago pegang senjata. Saya suka juga sama sisi vulnerable yang hanya dia tunjukkan pada Raphael dan loyalitasnya ke teman-temannya. Sifat pantang nyerah dan mulut smartass Elena juga layak ditiru, hehe. Elena juga yang bikin saya ngefans berat sama Tante Nalini.



Sejauh ini, cover di atas adalah cover favorit saya yang menggambarkan Elena. Saya blas nggak tau siapa yang cocok buat memerankan Elena. Biarlah dia ada di imajinasi saja X)


Eve Dallas dari seri In Death (J.D. Robb)

Baca Review Brotherhood In Death (In Death #42)

Seorang letnan divisi pembunuhan, Eve secara fisik serupa dengan Elena. Kuat, fit, dan jago berantem (bahkan sama Roarke juga). Tapi kalau udah sama Roarke, hadeeeeh, sisi ceweknya keluar meskipun dese keras kepala dan nggak mau dianggap lemah. Saya suka banget sama Eve Dallas, karena dia tokoh yang sangat amat kompleks dan di setiap buku baru In Death (hitungan sekarang 42 menjelang 43), saya menemukan keunikan baru dalam Eve.



Saya sampai sekarang bingung menggambarkan Eve, tapi saya kebayang Maggie Grace versi rambutnya pendek pas dia main di Lockout. Cuma rambutnya harus jadi cokelat dulu hehe.


Kate Daniels dari seri Kate Daniels (Ilona Andrews)

Anyway, ketika pertama baca buku Kate Daniels-nya IA, saya ngerasa sangar aja senjatanya pedang. Dia jago sihir, dan secara fisik, dia emang dideskripsikan nggak secantik heroines lain kebanyakan. Meskipun saya sudah nemu cewek-cewek yang rada mirip Kate, dia masih ada di hati saya karena Kate itu endearing.



Kate di sini adalah pose favorit saya.


Sylvie Bissenette dari buku Creed (Kristen Ashley)

Baca Review Creed (Unfinished Hero #2)

Yang satu ini bukan dari paranormal. Sylvie adalah salah satu karyawan Knight Sebring yang tugasnya melindungi cewek-cewek escorts yang bekerja pada Knight. Saya terkesan sekali pada Sylvie, yang berusaha move on (meskipun gagal) dari hubungannya dengan Tucker Creed yang berakhir tragis, kemudian mau memberi kesempatan lagi meskipun udah terlalu banyak masalah ketika mereka terpisah. Selain itu, Sylvie adalah tipe anti-heroine, dia nggak cocok pada cetakan cewek baik-baik. Kalau Sylvie cowok, udah saya nikahin deh.



Sampulnya emang nggak assuming banget ya XD tapi gambar pier itu ada filosofinya buat Creed-Sylvie


Charlie Erickson dari buku Defenseless (Corinne Michaels)

Baca Review Defenseless

Agen CIA. Yang berani melawan CIA karena dia punya kepercayaan sendiri. Mungkin bacaan saya aja yang kurang luas, karena saya baru pertama kali ini ketemu agen CIA cewek sebagai tokoh utama. Dan saya suka penulisnya membuat Charlie sebagai cewek semi-tomboy yang leleh juga sama Mark, cowoknya.



Aww. Saya suka banget angle dan pengambilan gambar sampul ini. KEREN!


Saya sering juga nemu cewek-cewek yang saya kagumi di buku. Definisi saya tentang cewek badass memang sebatas cewek itu bisa mempertahankan diri, hehe. Dasarnya saya emang gak suka sama cewek yang dikit-dikit nurutin cowoknya, plinplan, terlalu insecure, dll. Tapi banyak sekali cewek-cewek lain yang memorable buat saya. 
Definisi badass bisa kok dipakein ke cewek yang berjuang untuk keluarga, berjuang untuk mimpinya. Karena setiap cewek, fiksional atau bukan, emang spesial kan? *injek Ana Steele*

Sekian dulu guest post saya. Karena nulisnya hari Minggu, 24 April, saya nonton Rossi dan abang Marquez dulu ya!

Salam,

Nina Ridyananda
So-called book-blogger with Romance fetish



Hyaa... terima kasih Nina sudah mampir dan bergosip ria di Nurina Mengeja Kata. Untung nggak ketahuan Pak RT ya, Nina. Ahaha...
Nah itulah lima cewek badass dalam pandangan Nina, lalu bagaimana menurut kalian? Siapa heroines yang badass abis versi kalian? Jangan segan buat berbagi di kolom komentar ya ;)

Jumat, 25 Maret 2016

[Guest Post] 5 Film Adaptasi Buku yang Bukunya Belum Dibaca by Fikriah


Bulan Maret ini saya kedatangan tamu blogger buku imut nan unyu dari tanah Makassar. Gimana enggak blogger satu ini masih kelas IX SMP!!
Saya salut dan kagum dengan kekonsistensiannya di dunia membaca dan mereview. Apalagi tahun 2015 lalu dia menjadi Resensor Favorit dari Penerbit Haru.
Dan dia adalah Fikriah Azhari pemilik rumah fikriah-bookaddict.blogspot.co.id

Nah, Kiki silakan mulai bercuap-cuap di sini. Anggap aja rumah sendiri, yaaa :))



Halo! Fikriah Azhari melaporkan dari Nurina Mengeja Kata! Saya di sini mau ngapain? Bukan kok, bukan mau ngebuat rusuh, tapi mau ngeramaiin ihiiy~ *gayanya ngeramaiin blog orang padahal blog sendiri udah jarang update*. Untuk kak Ina, terima kasih sudah mengizinkan saya untuk hadir di blog ini ^^ senang banget rasanya hehe. Saya lagi suntuk di blog sendiri, eh dikasih suasana baru buat nulis di blog orang xD. Udah ah, mau kalem kalem dulu, siapa tahu habis ini diajakin nulis di blog mana lagi gitu *pasang muka paling manis*
*ambil gelas sama kopi mumpung ada pemanis*

Jadi, haruskah saya memperkenalkan diri terlebih dahulu? Saya Fikriah Azhari, bisa dipanggil Fikriah, bisa juga dipanggil Kiki, asalkan jangan manggil Fikri soalnya itu terkesan cowok banget ih. Kalau yang follow saya di Twitter, pasti tahu kalau saya ini pelajar SMP kelahiran November 2001 yang sedang dipusingkan oleh UN-BK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) yang akan diselenggarakan pada 9 sampai 12 Mei 2016 nanti. Dan ini udah Maret. Sedikit tertekan nih kalau ingat UN. Ah udalah Ki, bawa santai aja. 
Maka dari itu, saya mau menenangkan pikiran dulu dengan hadir di Nurina Mengeja Kata dan menuliskan daftar “5 Film Adaptasi Buku yang Bukunya Belum Saya Baca” ih daftar apaan tuh, judulnya panjang amat. Tak apalah. Yang penting isinya *mulai seenaknya lagi* Langsung aja ya nih?


Harry Potter series by J.K. Rowling



Jadi, siapa sih yang nggak tahu Harry Potter? Film adaptasi novel J.K. Rowling ini rasanya cukup populer dan juga meraih kesuksesan. Harry Potter ini ada 7 buku, namun untuk filmnya sendiri, buku ke-7 tersebut dibagi menjadi dua bagian. Jujur, saya belum baca novelnya dan juga belum nonton filmnya. Itu gimana ya? Wajar kan ya? Ada rasa penasaran sih, apalagi setelah mengetahui bagaimana cerita dari Harry Potter ini, saya tertarik untuk membaca bukunya. Kata Farah –yang merupakan teman saya-  ada beberapa adegan di buku yang justru penting tapi malah tidak ada di film.
Mungkin, suatu saat nanti –rencana terdekat adalah setelah UN- bakal nonton film Harry Potter dari yang pertama sampai terakhir, dan mungkin baca bukunya juga yang tebel itu? Tanteku punya lengkap bukunya, jadi mungkin bisa minjem nanti. *ini kurang yakin bakal sukses* 
*dih bikin iri, punya tante yang hobi baca* *kunyah bengkoang*

Divergent series by Veronica Roth



Bagi penikmat novel Divergent series karya Veronica Roth, beberapa di antara mereka –setidaknya teman-teman grup Line saya- mengutarakan kekecewaannya terhadap filmnya. Namun, untuk Allegiant yang baru tayang, setelah mewawancarai dan melihat rating yang didapat filmnya, sepertinya puncak kekecewaan pembaca ada di film ini. 

Saya belum baca bukunya, jadi masih oke oke aja nontonnya. Apalagi ada Theo James-nya x) *fangirling* Ahaha. Tapi waktu liat trailernya Allegiant, langsung keingat sama Hunger Games & Scorch Trials. Entah mengapa. Untuk novelnya sendiri, saya baru punya Insurgent dan belum dibaca, plastiknya aja belom dibuka *pokus UN*.
*murid teladan deh* :))

Jadi gimana, yang sudah baca bukunya, pendapat kalian tentang filmnya gimana?



Gone Girl by Gillian Flynn



Sinopsis:
Nick Dunne
Istriku menghilang. Tepat pada hari ulang tahun
pernikahan kami yang kelima. Ketika pulang hari itu, aku
mendapati sisa-sisa pergumulan di ruang duduk. Polisi
mencurigaiku. Banyak kejanggalan muncul dari hasil
penyelidikan. Parahnya, semua bukti mengarah
kepadaku. Apa yang istriku lakukan terhadapku?

Amy Dunne
Dalam buku harian, aku menulis dia mungkin akan
membunuhku. Kalau suatu hari aku ditemukan
mati... yah, itu bukan lelucon yang lucu. Setahun
belakangan aku sudah mempersiapkan diri.
Agar suamiku tak macam-macam denganku.

Nick harus mengerahkan segala upaya untuk
lepas dari penghukuman media dan publik,
menghindar dari penjara dan bahkan hukuman mati.
Menyelami isi kepala istrinya yang rumit dan
perfeksionis, hanya itu satu-satunya cara.

Saya belum baca dan nonton filmnya jadi nggak bisa banyak komentar x)


Maze Runner series by James Dashner



Saya sudah nonton filmnya! Kyaaaa sukaaa. Tapi, dengar-dengar dari yang udah baca novelnya, film keduanya yaitu Scorch Trials cukup melenceng dari novelnya, malah para pembaca bertanya nanti Death Cure mau diapain? Aihh saya mah apa atuh? Belum baca novelnya, masih ada di wishlist hehe. Tapi cukup suka lah dengan filmnya, menantikan Death Cure. Psst, ini filmnya nobar bareng teman-teman kelas >,< 



Laskar Pelangi by Andrea Hirata



Laskar pelangi ini diadaptasi menjadi film pada tahun 2008, dan bukunya telah diterjemahkan ke beberapa bahasa, saya sudah nonton filmnya beberapa kalitapi belum baca novelnya.

***

Aih itu aja dulu ya, sebenarnya mau ngejelasin banyak tapi untuk menceritakan ulang sebuah cerita, sebenarnya saya ini lebih lancar bicara langsung daripada nulis x) Jadi, seperti yang kita ketahui, film adaptasi buku tidak selamanya bisa sebagus bukunya, kadang malah ada yang sangat mengecewakan.akanya banyak pembaca (termasuk saya) yang harap-harap cemas jika ada buku kesukaannya yang akan diadaptasi ke film, antara senang dan takut.

Segitu dulu ya. Makasih buat Kak Ina atas kesrmpatannya ^^ Maaf jika ada salah kata, maklum lagi error dikit habis mid semester. Hihi.

Kamis, 25 Februari 2016

[Guest Post] Five Favorite Quotes from Non-Romance Books by Alvina Ayuningtyas


Hohoo... akhirnya tiba juga tanggal 25 yang ditunggu-tunggu. Seperti biasa ya, di tiap tanggal ini saya selalu menjamu tamu di "rumah" saya ini.

Kali ini tamu saya spesial banget, karena saya selalu terkagum-kagum sama genre bacaannya yang kadang rasanya jadi pengen nyilet-nyilet.... tembok.
Yuup, tamu saya hari ini adalah Alvina Ayuningtyas alias Vina alias Buban sang pemilik blog Mari Ngomongin Buku.


Vina datang ke sini dengan misi khusus, beliau ingin berbagi dengan saya dan teman-teman tentang quote klepek-klepek yang ternyata bisa ada di buku non-romance. Yuk kita simak. *nyemil gutaim*



Siapa bilang kutipan romantis Cuma ada di novel-novel Romance? Pasti sering donk nemuin kutipan kutipan yang bikin meleleh tapi di novel yang sebenarnya bukan bergenre utama romance? Fantasi misalnya, atau bahkan thriller.

Yaaaa memang susah lha ya untuk tidak membawa-bawa perihal sayang atau cinta ke dalam sebuah buku. Apalagi kalau buku itu tebalnya ratusan halaman plus konfliknya antara laki-laki dan perempuan. Romance seakan menjadi “bumbu” penyedap yang memantapkan cerita dalam sebuah buku. *bumbu rasa sapi apa rasa ayam, nih?*

Meski sebenarnya saya lebih suka bumbu itu bunuh-bunuhan gitu deh.

(*elus-elus Gone Girl*)

*sembunyiin pisau dan gunting di bawah bantal* *njiiir, tamu saya kali ini nyeremin*

Oke, jadi inilah quote yang saya suka tapi nggak saya ambil dari novel romance.

1. I Look him in the eye, I will always love you – Blood Promise : Richelle Mead



Blood Promise ini salah satu seri dari Vampire Academy, tokoh utamanya yang pasangan adalah Rose dan Dimitri. Temanya yaa tentang vampire lah ya sesuai judulnya. Tapi vampire di sini ngga bling bling kok, tenang aja. Nah si Dimitri ini mentornya Rose di St. Vladimir’s Academy. Sekolah ini melatih para moroi untuk melindungi para vampire dari serangan Strigoi. Meski Suka cerita mereka, saya nggak ngoleksi bukunya. Sayang soalnya terjemahannya mandeg di tengah jalan. Hiks.


2. "I do," I say. "I need you.” –Catching Fire : Suzanne Collins



Pernah denger The Hunger Games donk yaaa? Kalau ngga pernah baca, paling ngga ya denger judul atau nonton filmnya deh. Catching Fire ini buku kedua dari trilogi THG. Tokohnya ada Peeta serta Katniss. Meski latar dystopia di sini cukup kerasa, tapi emang banyak juga adegan romancenya sih. Filmnya banyak yang bilang bagus, tapi saya belum nonton, lebih tepatnya nggak niat nonton sih. Mweheheh.. Saya tipe yang lebih puas baca buku daripada nonton pilm, kecuali kalau kepo berat xD *atau kalau dibayarin nontonnya, ya?*


3. “Nobody can avoid falling in love. They might want to deny it, but friendship is probably the most common form of love.” ―Stieg Larsson, The Girl Who Kicked the Hornet's Nest



Buku ketiga trilogi Salander ini menurut saya paling seru di antara buku buku sebelumnya. Memang bantal banget sih buku bukunya, tapi seru dan penuh intrik. Ngga banyak unsur romance, benar benar isinya thriller kejar kejaran sama bunuh bunuhan. Mwahahha. Tokoh Salander juga unik, cewek ini apatis banget, cuek, nekad tapi cerdasnya bukan main.


4. “Stories don't always have happy endings." - Patrick Ness, A Monster Calls



Meski novel fantasi dan lebih ke children sih ya.. tapi bukan berarti ngga ada kutipan romantis donk.. Buku ini sukses membuat saya mewek saat selesai membacanya. Kutipannya benar-benar membekas, mungkin karena sesuai dengan realita hidup yang sebenarnya, ya.


5. “I will never abandon you. I love you too much.” S.J. Watson, Before I Go to Sleep



Novel ini bercerita tentang seorang wanita yang setiap bangun tidur, ia akan lupa siapa dirinya. Genrenya thriller, dan cukup bikin penasaran sih sama endingnya. Alurnya cepat, bikin sedikit deg-degan juga waktu menjelang akhir cerita. Nggak banyak adegan romantic, tapi penuh prasangka.. dan ((tepiskanlah)) curiga… (*terus ambil mic buat smule*)


Yak, itulah daftar buku yang bukan bergenre utama romance, tetapi mengandung kutipan-kutipan cinta dan kasih sayang. #tsaaah

Selamat membaca ya, beberapa sudah ada yang diterjemahkan kok ^^


Yaap... itulah lima quote favorit Vina yang dikutip dari buku non-romance. Menarik, ya, kan? Bahwa buku dari yang menegangkan hingga yang bikin depresi pun bisa mengandung unsur cintaaaah dan kasih sayang. :))
Terima kasih Vina sudah mampir dan berbagi dengan kami. Sumpah, jadi penasaran beneran sama A Monster Calls ^^

Naah, sampai di sini dulu obrolan kita dan nantikan tamu spesial saya yang lain bulan depan yaa :))

Senin, 25 Januari 2016

[Guest Post] Kepo Bersama Rizky Mirgawati


Happy Monday, all!
Tetap semangat dong ya, di awal pekan. Hari ini Nurina Mengeja Kata kedatangan tamu, lho. Seorang blogger buku kece yang ngehits banget setahun terakhir ini, kak Rizky Mirgawati. *gelar red carpet*



Saya penasaran bin kepo sama Kiky yang tergolong cepat banget membaca buku dan sanggup menjadi host banyak blogtour yang kepadatan jadwalnya bisa bikin pingsan itu.
Nah, berikut wawancara singkat yang saya lakukan dengan Kiky:

Halo Kiky, selamat datang di Nurina Mengeja Kata, anggep aja rumah sendiri, ya. *sodorin gelas, suruh bikin minum sendiri* #plak

Hai Mba Nurina, terima kasih loh sudah mengajakku untuk bertamu di Nurina Mengeja Kata.


Bagi cerita dong, Ky, tentang kesukaan membacanya. Apa genre favorit Kiky dan mengapa suka genre itu?

Wah, aku sudah suka membaca sepertinya sejak kecil ya, saat baru mengenal huruf. Inget banget waktu kecil, suka sekali baca korannya bapak, hal ini yang membuat aku sudah lancar membaca sejak TK. Alhamdulilah, kedua orangtuaku sangat mendukung kebiasaan membacaku, mereka malah lebih senang aku membeli buku daripada membeli mainan lainnya ya. Namun, dulu menemukan buku itu susah sekali loh buatku yang tinggal nun jauh di Papua sana (belum ada tuh toko buku seperti Gramedia). Yang ada toko buku kecil, yang koleksi bukunya sedikit sekali dan harganya lumayan mahal buat kantong pelajar sepertiku. *beruntunglah kalian yang tinggal deket toko buku*


Untungnya aku punya sahabat yang sama suka membaca juga, aku dulu biasanya suka minjem buku dia. Bacaanku saat remaja juga kebanyakan buku-buku Lima Sekawan dan Goosebumps. Bahagia banget rasanya saat aku keterima di salah 1 PTN di Pulau Jawa, dan akses buat menemukan buku-buku yang kusukai jadi lebih mudah :)


Kalau bicara genre, aku suka sekali baca novel romance, apapun bukunya asal ada romancenya aku pasti suka. Kenapa aku suka romance? Entahlah mungkin karena aku suka sekali sama semua yang berbau romantis, walau bukan seorang wanita yang romantis (bingung khan?) *minum dulu Ky kalau bingung*


Kiky kan bekerja dan punya balita, kapan dan di mana nih bisa baca bukunya? Punya tempat favorit nggak untuk baca buku?

Sejak dulu aku tidak punya waktu dan tempat khusus untuk membaca, cuma memang setelah punya anak waktu membacaku memang sudah semakin menipis sekali, karena dibagi dengan kerja dan mengurus putraku yang masih batita. Aku pun mensiasati untuk selalu membawa buku didalam tas kemanapun aku pergi, selain untuk mengurangi kebosanan jika menunggu, jika ada kesempatan aku bisa membaca. *colong tas Kiky yang isi buku*
Sekarang aku lebih banyak membaca di perjalanan kantor dengan commuterline, lumayan bisa dapat berpuluh-puluh halaman (dengan catatan kondisi commuterline memungkinkan ya, tidak penuh sesak). Selain itu, aku juga biasanya membaca sebelum tidur (sudah kebiasaan sejak remaja), jadi jangan kaget jika dibawah bantalku ada 1 atau 2 buku yang sedang kubaca :) *sekalian aja bukunya yang jadi bantal, Ky*


Sebagai blogger hits yang dapat banyak tawaran mereview dan ngehost blogtour, pasti banyak pengalaman yang unik, share dong suka dukanya?

Awalnya jujur aku membuat blog buku hanya untuk konsumsi pribadi saja dan sebagai pengingat buku apa saja yang sudah kubaca. Jujur aku tipikal pembaca yang ingat jalan cerita, tetapi kadang-kadang suka lupa nama tokoh :) Hingga suatu hari aku mengajukan diri sebagai host Blog Tour salah 1 penerbit, darisanalah aku kok jadi tertarik untuk bekerjasama dengan penerbit/penulis. Untungnya aku punya beberapa penulis yang cukup dekat denganku, alhamdulilah mereka mau membantu mensponsori GA di blogku.

Lama kelamaan, blog bukuku jadi lebih dikenal di kalangan blogger, apalagi aku akhirnya menjadi member BBI. Tawaran demi tawaran baik penerbit, penulis maupun teman blogger datang susul menyusul, alhamdulilah bahagia sekali kesempatan yang luar biasa sekali buatku sebagai seorang blogger pemula.

Yang jelas buatku menjadi seorang blogger ini, aku jadi punya banyak kesempatan dapat buntelan buku gratis, bisa berkesempatan bekerjasama dengan penerbit dan penulis, jadi banyak teman baru baik blogger lainnya. Salah satunya ya, Mba Nurina ini loh (walaupun kami belum pernah ketemu), dan teman-teman peserta GA diblogku. Buatku lebih banyak sukanya dey, dukanya ada gak ya? Mungkin ada yang akan mempertanyakan reviewku ini jujur atau sekedar pesanan saja? Namun, aku bisa memastikan bahwa review yang kubuat ini insya allah jujur dan sesuai dengan apa yang kubaca dan kurasakan. Bagaimanapun selera orang itu subjektif sekali, aku tidak bisa memaksakan seseorang untuk menyukai buku yang kusukai. Aku hanya bisa membantu untuk orang itu mempertimbangkan apakah dia tertarik membaca buku itu atau tidak.


Bagaimana pandangan Kiky tentang novel lokal dan prospek masa depan novel Indonesia?

Kalau mau dibilang aku sangat menyukai membaca novel lokal, apalagi melihat perkembangan akhir-akhir ini cukup banyak sekali buku baru yang terbit dalam 1bulan. Penerbit saling berlomba menerbitkan buku dan penulis pun makin banyak. Prospek masa depan novel Indonesia tentunya cerah sekali ya, cuma kalau bisa berharap aku ingin sekali harga buku tidak terlalu mahal seperti sekarang, biar bisa menjangkau semua kalangan, apalagi sampai saat ini katanya minat baca orang Indonesia masih kalah jauh dengan negara lain.


Kasih rekomendasi 3 buku buat aku, dong, dan kenapa buku itu layak dibaca?

Jujur aku bingung mau merekomendasikan buku apa buat Mba Nurina ney, tapi ini aku pilihkan 3 buku favoritku:

1. Me Before You - Jojo Moyes


Dulunya aku tidak pernah tahu siapa itu Jojo Moyes, tapi saat membaca novel ini aku dibuat jatuh cinta setengah mati. Novel ini tebal banget, tapi aku bisa menyelesaikan hanya dlm beberapa jam saja. Ini memang bukan novel romance yg manis, tapi bacanya nyesak banget. Kisahnya benar-benar mengaduk emosi bahkan aku sampai menitikkan air mata (siapkan tisu saat membacanya). Sampai sskarang, aku masih menanti After You diterjemahkan

2. Cantik Itu Luka -Eka Kurniawan


Dulunya aku sama sekali tidak pernah melirik buku ini, padahal buku ini sudah dicetak ulang berulang kali dan bahkan sudah diterjemahkan ke beberapa bahasa. Akhirnya suatu hari aku penasaran sama buku ini, kenapa orang-orang bisa suka. Ternyata aku kagum sekali dengan tulisan Mas Eka, novel ini tuh settingnya jadul banget, tokohnya ya ampun banyak banget, tapi semua tokohnya *hidup* mendukung cerita. Pantas novel ini menjadi masterpiece karyanya.


3. Sunset Bersama Rosie

Tere Liye adalah salah 1 penulis pria yang paling kusukai. Aku suka tulisannya karena selalu menyelipkan kisah sederhana yang sarat makna dan Tere Liye mampu menulis berbagai macam genre.

Salah 1 buku yang paling kusukai ya Sunset Bersama Rosie,kisahnya sederhana ttg sebuah keluarga yg hrs merasakan kehilangan krn bom bali dan bagaimana mereka saling menguatkan. Sungguh sangat menyentuh sekali :)

Waah sepertinya menarik, nih dan patut dicoba. Nanti pinjem ya, Ky *ora modal* *ditendang* Terima kasih Kiky sudah datang dan menjawab kekepoan saya. Semoga makin sukses dan makin berkibar di blantika perbloggerbukuan.

Nah, bulan depan kira-kira siapa ya yang bakal jadi target kepo saya. Tetap setia mampir ke sini ya untuk tahu siapa tamu saya berikutnya.
 

Nurina mengeja kata Published @ 2014 by Ipietoon