Tampilkan postingan dengan label Guillaume Musso. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Guillaume Musso. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Oktober 2016

[Wawancara & Giveaway] The Girl on Paper



Sejauh ini Penerbit Spring selalu menghadirkan novel-novel yang populer dan nggak pernah mengecewakan pembacanya. Karya-karya yang diterjemahkan dan diterbitkan termasuk karya penulis top. Maka keputusan Penerbit Spring menerbitkan The Girl on Paper tentunya bikin saya bertanya-tanya. Tentunya karena ini adalah novel dari penulis Prancis yang belum pernah saya dengar gaungnya.

Jadi berikut adalah hasil kepo saya terhadap Penerbit Spring atas keputusannya menerjemahkan dan mempersembahkan novel ini kepada pembaca di Indonesia...


1. Bagaimanakah proses penerjemahan novel The Girl on Paper ini? Apakah lebih sulit dari menerjemahkan novel bahasa Inggris?

Kebetulan salah satu penerjemah bahasa Inggris kami adalah penerjemah bahasa Prancis juga. Sehingga tidak terlalu ada kesulitan.

Woooww... Menjura pada Kak Yudith Listiandri. Penerjemahannya baguuus ^^


2. Dari mana dan bagaimana Penerbit Spring mengenal Guillaume Musso?

Kami tahu Guillaume Muso saat berkunjung ke Seoul Book Fair tahun 2012. Saat itu di toko buku di Seoul, buku dari penulis ini sedang menjadi best seller di sana. Akhirnya kami mencari informasi mengenai hal ini dan tertarik dengan buku-bukunya.

Hmm~ lama juga ya, dari tahun 2012 lho pendekatannya untuk membawa novel ini ke Indonesia. Hidup Penerbit Spring!!!


3. Lalu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menerbitkan The Girl on Paper?

Untuk menerbitkannya sebenarnya tidak terlalu lama. Sejak mulai diterjemahkan sampai terbit memakan waktu 4-5 bulan.

Hehe.. cepet ya prosesnya. Benar-benar on fire nih dapur Spring 😁

4. Yang terakhir bisakah Penerbit Spring menggambarkan novel Girl on Paper dalam dua kata?

Seru dan tak terduga

Yap setuju!! Memang seru banget dan twistnya tak terduga. 😉


Nah setelah menyimak wawancara saya dengan Penerbit Spring, sekarang waktunya saya untuk membagikan satu eksemplar novel The Girl on Paper buat kalian yang beruntung.
Caranya mudah kok:

1. Peserta adalah warga negara Indonesia atau punya alamat pengiriman di Indonesia.

2. Follow akun twitter @PenerbitSpring dan akun twitter saya @KendengPanali

3. Share giveaway ini ke medsos kalian dengan hashtag #TheGirlOnPaperGA dan jangan lupa untuk mention akun kami berdua.

4. Boleh banget kalau mau memfollow blog ini via email, G+ atau GFC yang bisa diklik di bagian bawah blog (optional saja ya).

5. Baca dulu review The Girl on Paper di sini.

6. Jawab pertanyaan dari saya di kolom komentar di bawah ini disertai Nama | akun twitter | alamat email. Dan pertanyaannya adalah:

Jika kalian ada di situasi yang mirip dengan Tom, siapa tokoh fiksi yang kalian inginkan terjatuh dari buku dan muncul di hadapan kalian? Dan apa alasannya? Dengan catatan: tokoh fiksi tersebut haruslah tokoh dalam novel terbitan Haru, Spring atau Inari, yaa~

7. Giveaway akan berlangsung selama sepekan, dan akan ditutup tanggal 14 Oktober 2016 pukul 23.59 WIB.
Jika masih ada pertanyaan jangan segan colek saya di twitter, ok?

8. Yang terakhir, good luck ^^

*********UPDATE********

Akhirnya selesai sudah giveaway The Girl On Paper. Terima kasih saya ucapkan pada seluruh peserta yang telah ikut meramaikan giveaway ini. Pasti seru membayangkan karakter favorit bisa muncul di hadapan kita.

Dan karena jawaban teman-teman bagus semua, saya pun meminta bantuan mr. random untuk memilihkan pemenang. Dan ini dia yang beruntung mendapatkan The Girl on Paper:



Selamat untuk Prilla Mutia (@prillamutia2)

Saya tunggu konfirmasi data diri dan alamat kamu di email saya nurinawidiani84(at)gmail(dot)com paling lambat 2x24 jam ya.

Bagi yang belum beruntung jangan sedih. Masih ada novel Penerbit Haru, You Are My Moon yang akan hadir di blog ini, nantikan yaa~

[Resensi] The Girl on Paper - Guillaume Musso

Judul buku: The Girl on Paper
Judul asli: La Fille de Papier
Penulis: Guillaume Musso
Penerjemah: Yudith Listiandri
Penyunting: Selsa Chintya
Proofreader: Titish A.K
Design cover: Chyntia Yanetha
Penerbit: Penerbit Spring
Tahun terbit: September 2016
Tebal buku: 448 halaman
ISBN: 978-602-74322-4-6



BLURB

Gadis itu terjatuh dari buku.

Hanya beberapa bulan yang lalu, Tom Boyd adalah seorang penulis miliarder yang tinggal di Los Angeles dan jatuh cinta pada seorang pianis ternama bernama Aurore. Namun, setelah putusnya hubungan mereka yang terekspos secara publik, Tom menutup dirinya, menderita writer's block parah, dan tenggelam dalam alkohol dan obat terlarang.

Suatu malam, seorang gadis asing yang cantik muncul di teras rumah Tom. Dia mengaku sebagai Billie, karakter dalam novelnya, yang terjatuh ke dunia nyata karena kesalahan cetak dalam buku terakhir Tom.

Meskipun cerita itu gila, Tom harus percaya bahwa gadis itu benar-benar Billie. Akhirnya mereka membuat perjanjian. Jika Tom mau menulis novel agar Billie bisa kembali ke dunianya, Billie akan membantu Tom untuk mendapatkan Aurore kembali.

Tidak ada ruginya, kan? Iya, kan?


RESENSI

"Aku terjatuh."
"Terjatuh dari mana?"
"Terjatuh dari sebuah buku. Terjatuh dari bukumu, tepatnya! Aku terjatuh dari sebuah baris, di tengah kalimat yang belum selesai." (hlm. 69)


Karena kesalahan cetak, sebanyak seribu eksemplar novel Tom Boyd terhenti di halaman 266, tepat di sebuah kalimat '"Kumohon!" seru gadis itu jatuh', selebihnya hanyalah halaman kosong hingga ke akhir novel. Namun menurut Milo, sahabat Tom, itu bukanlah kabar terburuk. Kabar paling buruknya adalah Tom, si penulis miliarder itu telah bangkrut. Karena Milo telah memasukkan hampir semua uang mereka ke dalam dana manajemen yang tersandung kasus Madoff.
Patah hati, tergantung pada obat-obat antidepresan, mengalami writer block, dan kini bangkrut. Hidup Tom sudah benar-benar hancur. Ditambah lagi tiba-tiba ada seorang gadis telanjang berada di dalam rumahnya dan mengaku sebagai salah satu tokoh fiksi dari buku Tom.
Meski mustahil namun gadis itu benar-benar tampak seperti Billie. Bertingkah laku seperti Billie. Dan tahu segala detail kehidupan Billie yang tak pernah Tom ungkap kepada siapa pun. Mau tak mau Tom percaya.
Mereka membuat perjanjian bahwa Billie akan membantu mengembalikan cinta Aurore dan Tom harus meneruskan karyanya yang mandeg agar Billie bisa kembali.
Tapi mereka dikejar waktu. Karena Aurore sedang berlibur dengan kekasih terbarunya, Tom harus tiba di sana sebelum pria lain melamar Aurore dan Billie harus kembali ke dunia fiksi sebelum buku-buku yang cacat cetak dimusnahkan.
Berhasilkah misi mereka? Ataukah sesuatu yang tak terduga akan terjadi?

----------------

Seingat saya, penulis-penulis Prancis memang selalu luar biasa dalam menyajikan sebuah cerita. Mereka penuh imaji dan pandai memainkan emosi pembaca. Maka saya nggak ragu untuk membaca The Girl on Paper karya Guillaume Musso ini, apalagi karena saya juga percaya Penerbit Spring selalu menerbitkan novel-novel yang memukau dan memuaskan.

Premis The Girl on Paper benar-benar menarik dan membuat saya penasaran. Ide sang penulis untuk membaurkan dunia fiksi dan dunia nyata sungguh membuat saya nggak bisa menolak untuk melalap habis novel yang lumayan tebal ini. Prolognya disusun dengan unik, yaitu berupa potongan-potongan berita tentang Tom Boyd dan Aurore Valancourt. Dimulai dari artikel kegemilangan karir mereka, hubungan asmara mereka, skandal putusnya hubungan mereka dan bagaimana terpuruknya Tom setelah ia dicampakkan. Seolah saya sedang membaca file yang berisi kliping sebuah kasus.

Novel ini dituturkan menggunakan dua macam sudut pandang. Yang pertama adalah sudut pandang orang ketiga, yang digunakan oleh Guillaume Muso saat hendak bercerita dari sudut pandang Milo, Carole dan beberapa karakter lainnya. Dan yang kedua adalah sudut pandang orang pertama, saat penulis bercerita dari sudut pandang Tom. Dual POV yang berimbang, nggak bikin bingung dan justru terasa unik. Plotnya sangat rapi dan temponya terjaga, nggak terlalu cepat dan juga nggak terlalu lambat. Alurnya maju dengan sesekali mundur ketika Tom, Milo dan Carole mengenang masa lalu mereka.

Perjalanan Tom dan Billie sungguh seru untuk diikuti. Dari satu tempat ke tempat yang lain, digempur cuaca yang sedikit ekstrim, dialog-dialog yang saling mereka lemparkan begitu cair dan menunjukkan chemistry yang asyik.
Bagian yang saya suka adalah ketika Milo dan Carole memburu satu buku karya Tom yang salah cetak. Satu-satunya buku cacat yang tersisa yang menurut mereka menjadi jalan untuk mengembalikan Billie ke dunia fiksi. Petualangan satu buku itu yang dioper dari satu orang ke orang lainnya, melintasi negara dan benua malah terasa menarik. Ada banyak kisah pendek yang ikut menghiasi keseluruhan novel ini. Kisah-kisah yang juga sama menyentuhnya.
Sebagai novel yang mengambil banyak lokasi setting, The Girl on Paper begitu mendetail dalam deskripsi settingnya. Suasana dan nuansanya begitu mudah dicerna, membuat saya seolah hadir di sana pula.

Ada banyak nama-nama bintang layar kaca dan penulis-penulis terkenal yang tersebar di dalam novel ini. Trivia-trivia informatif yang diselipkan dengan luwes dan cermat. Menjalin keterikatan dengan saya sebagai pembaca yang memang akrab dengan nama-nama tersebut.

"Kalau kau tidak sungguh-sungguh berjuang melawan dirimu sendiri, kau tahu apa yang akan terjadi? Kau akan terus menelan lebih banyak obat penenang dan mengisap lebih banyak sabu-sabu. Setiap kali begitu, kau akan tenggelam sedikit lebih dalam, membenci dan muak pada dirimu sendiri. Dan setelah kau tidak punya uang lagi, kau akan berakhir di jalanan, tempat suatu pagi seseorang akan menemukan mayatmu, dengan jarum suntik masih terbenam di lenganmu." (hlm. 125)

Kesemua karakter dalam novel ini terasa kuat. Mulai dari Tom, Milo dan Carole. Rasa depresi Tom walau bikin gemas tapi sungguh meremukkan hati. Carole yang tenang di luar tapi terlihat rapuh saat hanya berdua dengan Tom, dia yang paling misterius bagi saya. Billie yang cerewet dan selalu bisa meng-KO Tom dengan kata-katanya yang pedas dan mengena. Karakter Milo juga konsisten, konsisten pengen nyekek. Hahaha..
Namun yang membuat saya bertanya-tanya adalah karakter Lilly. Setelah twist ending yang mengejutkan, saya justru jadi bertanya-tanya tentang sosoknya. Tentang seperti apa dia yang sebenarnya.

Secara keseluruhan, The Girl on Paper benar-benar kisah yang komplet. Ada keputusasaan yang berubah menjadi harapan, ada keegoisan yang harusnya bisa disingkirkan, ada persahabatan yang telah melewati bermacam ujian dan bertahan, ada kekuatan dan tekad. Setelah 446 halaman saya menutup novel ini dengan rasa puas, menikmati petualangan yang nggak pernah bisa saya bayangkan, dengan kualitas penerjemahan yang oke pula.

Nah... Setelah membaca review saya untuk Girl on Paper, ada juga artikel wawancara saya dengan Penerbit Spring serta GIVEAWAY satu eksemplar novel The Girl on Paper yaa. Ayoo ikutan 😉


 

Nurina mengeja kata Published @ 2014 by Ipietoon