Tampilkan postingan dengan label Contemporary Romance. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Contemporary Romance. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Agustus 2016

[Resensi] The Espressologist - Kristina Springer

Judul buku: The Espressologist
Penulis: Kristina Springer
Penerjemah: I Gusti Nyoman Ayu Sukerti
Penyunting: Rina Wulandari
Penyelaras aksara: Ananta
Desainer sampul: cddc
Penerbit: Noura Books
Tahun terbit: Juli 2015
ISBN: 978-602-0989-99-0




BLURB

Aku Jane Turner, seorang barista. Sekarang aku lebih dikenal sebagai Espressologist—orang yang bisa menjodohkan orang lain sesuai dengan kopi favorit mereka. Semua orang di kota membicarakanku, mereka yang belum punya pasangan datang padaku, dan tiga host TV ternama mewawancaraiku. Keren, kan?

Semua orang yang datang padaku akan segera mendapatkan pasangan. Aku jamin 100%.

Lalu, bagaimana denganku? Apa aku sudah punya pasangan?

Sayangnya, belum. Tapi, setidaknya sekarang aku sudah menemukan targetku—cowok keren dan baik hati yang jadi pelanggan nomor satuku. Yah, walaupun kopinya bukan jodoh kopiku, kurasa aku bisa melakukan sedikit penyesuaian dengan kopi favoritku. Rencanaku ini pasti berhasil. Dan, kuharap keberuntungan biji kopi berpihak padaku.

RESENSI

Sudah tiga bulan terakhir, Jane Turner mulai mengamati tamu yang datang ke Wired Joe's, sebuah kedai kopi lokal tempatnya bekerja. Ia selalu membuat catatan tentang jenis kopi yang dipesan oleh pengunjung dan sifat mereka. Hingga ia bisa menebak kopi apa yang akan dipesan bahkan sebelum si pengunjung mengucapkannya. Bermodalkan bakat dan catatannya, ia menjodohkan dua orang pengunjung, Gavin dan Simone. Dan berhasil. Jane pun mulai menjodohkan pasangan-pasangan lainnya, termasuk Cameron, teman di kelas bahasa inggrisnya, dengan sahabat Jane, Em.
Saat Derek, manajernya, mengetahui kemampuan Jane, ia pun membuat acara khusus setiap hari Jumat. Hari di mana Jane akan membantu pengunjung untuk menemukan jodohnya. Event itu sukses besar. Dan kini Jane bersiap menjodohkan pria favoritnya, Will, untuk dirinya sendiri. Meski kopi favorit mereka tidak cocok. Dan meski ia semakin cemburu melihat kedekatan Cam dan Em.

----------------------------

Pernah terbayang kopi bisa mewujudkan cinta sejati? Kalau belum, novel The Espressologist ini akan mewujudkannya. Espressologist sendiri adalah istilah yang dibuat oleh karakter utama novel ini yang merupakan seorang barista dan punya naluri kuat untuk menebak kopi favorit para tamu dan kemudian menganalisis kepribadian mereka dari kopi pilihan tersebut.

Saya suka dengan ide cerita novel ini. Karena saya pencinta kopi (walau kopi sasetan) dan suka takjub pada para peracik kopi. Sayang jalan ceritanya cenderung datar, nggak ada konflik yang menukik tajam. Jangankan menukik, menanjak saja enggak. Memang ada permusuhan yang nggak jelas alasannya dari Mellisa, tapi itu pun hanya sekedar sindiran-sindiran sinis Mellisa saat datang berkunjung ke kedai kopi. Padahal mungkin ini bisa digali, apa alasan dia nggak suka pada Jane, sedikit kekacauan bisa bikin cerita lebih menarik.

Karakternya cukup menyenangkan. Jane sepertinya pintar dan berbakat. Haha... saya sendiri bingung. Dia bisa menganalisis orang dan kopi kesukaannya, tapi hanya itu yang tampak nyata. Karena dia diceritakan ingin kuliah fashion tapi dia nggak kelihatan tertarik dengan fashion. Dia nggak berisik soal fashion dan dia juga nggak berpenampilan layaknya orang yang tergila-gila pada fashion. Jadi itu seperti tempelan saja supaya kelihatan Jane punya cita-cita. Yaah punya cita-cita tapi tanpa passion. Penulis tampaknya mengabaikan detail itu dan lebih terfokus pada bakat makcomblang Jane. Kenapa Jane nggak dibuat bercita-cita di bidang seni kopi saja supaya lebih nyambung dan nggak bikin saya sebagai pembaca merasa Jane nggak mampu untuk kuliah fashion.
Tapi Jane cukup berani juga sebenarnya. Bagus banget waktu dia membalas telak sindiran Mellisa. Kalau dia menempatkan diri sebagai orang yang mudah dibully, selamanya dia akan dibully. Sekali-kali Jane memang harus bersikap tegas dan berani agar tidak dibully. Itu bagian paling favorit sih.

Sementara untuk karakter utama pria, saya bertanya-tanya siapa yang akan jadi dengan Jane. Apakah Will yang tengil dan tukang PHP, atau Cam yang manis dan jelas-jelas punya perhatian? Tapi upaya penulis untuk membuat cerita cinta segitiga ini masih terasa kurang greget. Interaksi Cam dan Jane nggak meyakinkan dan kurang chemistry. Ketengilan Will juga cuma tergambar dari cerita Jane dan bukan terjadi langsung di depan pembaca. Rasanya masih datar dan kurang bikin berdebar.
Saya ingin tahu juga isi biografi tentang Jane yang ditulis Cam. Sayang hanya diungkap sedikit. Padahal paragraf yang sedikit terungkap itu manis banget. Seandainya saja versi panjangnya dibaca oleh Jane. Biar makim klepek-klepek dan galau gitu. Gimana nggak galau kalau cowok potensial yang kayaknya dia suka malah dia jodohkan dengan sahabatnya sendiri. Ha.

Sisi menarik novel ini terdapat pada jenis kopi dan kepribadian yang digambarkan mewakili kopi tersebut. Banyak catatan yang dibuat Jane untuk menjelaskannya. Entah benar entah enggak tapi rasanya romantis sih.
Yang sedikit di luar nalar mungkin banyaknya orang yang berhasil Jane jodohkan. Sampai 50 lebih pasangan lho. Waaah... bisa laris KUA kalau ada orang kayak Jane gini. Wkwkk~

Yaah sebagai novel kontemporer yang tipis novel ini memang ringan dan flat. Tapi cukup menghibur dan manis untuk dinikmati. Ada banyak kopi bertebaran juga ada resep cara bikin kopi favorit para karakter dalam novel ini. Glosarium yang ada di akhir novel juga akan memperkaya pengetahuan kita.

Jumat, 22 Januari 2016

[Resensi: Penantian Terpanjang - Kristan Higgins] Menanti Pulangnya Sang Cinta Pertama


Judul buku: Penantian Terpanjang
Judul asli: Waiting On You
Seri: A Blue Heron #3
Penulis: Kristan Higgins
Alih bahasa: Nina Andiana
Desain sampul: Marcel. A.W.
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: April 2015
Tebal buku: 608 halaman
ISBN: 978-602-03-1530-0



BLURB

Layakkah cinta pertama mendapatkan kesempatan kedua?

Colleen O’Rourke jatuh cinta pada cinta… selama itu tidak menyangkut dirinya. Sebagai lajang yang merasa lumayan bahagia, Colleen menghabiskan malam-malamnya di balik barnya di Manningsport, New York, meracik martini sambil memberikan nasihat cinta kepada pelanggan yang baru patah hati.

Sepuluh tahun lalu, Lucas Campbell, cinta pertama Colleen, mematahkan hatinya. Pengalaman yang tidak ingin Colleen ulangi. Sejak saat itu, ia cukup puas menjalin hubungan asmara singkat di sana-sini, melontarkan rayuan maut sesekali, sampai jadi makcomblang bagi temantemannya.

Tak disangka, masalah keluarga membuat Lucas kembali ke kota. Dan sebagaimana dulu, pria itu tetap sedap dipandang, meremukkan pertahanan Colleen. Urusan di antara mereka tampaknya masih jauh dari kata selesai. Untuk itu, Colleen harus bersedia membuka diri, atau ia berisiko kehilangan kesempatan kedua dengan satu-satunya pria yang pernah ia cintai.


RESENSI

Coleen O'Rourke adalah bartender dan pemilik bersama bar terbaik dan satu-satunya di Manningsport. Selama ini ia telah berhasil menjodohkan 15 pasangan, dan kini target berikutnya adalah menjodohkan Bryce dengan Paulie.
Sayangnya usahanya mendapat tentangan dari Lucas, sepupu Bryce sekaligus cinta pertama Colleen yang telah lama meninggalkannya. Lucas adalah kekasih pertama Colleen di SMA, namun keinginannya untuk menikah dengan Lucas sepuluh tahun lalu ditolak oleh Lucas. Tapi justru ketika mereka bertengkar, Lucas malah menikahi perempuan lain.
Kini, sepuluh tahun kemudian, Colleen sadar ia masih sangat mencintai pria itu. Tapi Lucas kembali bukan untuk dirinya, Lucas kembali untuk menemani pamannya di saat-saat terakhirnya dan membimbing Bryce agar bisa mandiri dan bekerja. Tapi tetap saja, kenangan akan gairah manis mereka di masa SMA tak bisa hilang dari ingatan Lucas.
Bisakah Colleen dan Lucas meluruskan benang kusut di antara mereka dan meraih masa depan mereka yang sempat tertunda?

------------

Kesan pertama saya begitu baca novel ini adalah... tema ceritanya bikin baper banget, sih. Huahahaa...
Kristan Higgins menyajikan kisah cinta pertama yang manis dan tetap bertahan lama. Kisah yang hanya bisa dimiliki segelintir pasangan.

Novel ini menggunakan POV orang ketiga dan lebih terfokus pada Collen dan Lucas secara bergantian. Alurnya maju dan sesekali mundur untuk menyingkap apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu.

Fokus cerita tentu saja bukan hanya tentang Colleen dan Lucas. Gila aja jika 600 halaman hanya berputar di masalah mereka. Pasti bosan banget. Tapi di novel ini masih ada juga kisah perjuangan Paulie untuk mendapatkan cinta Bryce, yang bisa dibilang konyol banget.
Ada juga kisah ibu Colleen yang telah bercerai dari ayah Colleen sepuluh tahun lalu karena ayah Collen berselingkuh dan membuat selingkuhannya hamil. Ibu Colleen bisa dibilang sama dengan Colleen yang selama sepuluh tahun masih memelihara rasa cintanya.
Ada juga kisah Joe, paman Lucas yang di saat terakhirnya sebelum meninggal ingin bercerai dengan Didi.

Karakter dalam Waiting on You ini benar-benar loveable semua. Yah, kecuali Didi. Bahkan Gail si selingkuhan sang ayah pun cukup mudah disayang.
Saya suka dengan hubungan saudara kembar antara Colleen dan Connor. Mereka kompak dan lucu banget. Connor juga benar-benar kakak kembar sejati dengan menghajar Lucas. Hohoo... itu scene favorit banget.
Colleen sendiri sejak SMA memang populer karena cantik dan kepribadiannya menyenangkan. Bukan jenis populer ala-ala mean girl, tapi populer yang selalu ramah dan membantu semua orang. Kekurangannya yang selalu bicara ngelantur setiap kali gugup atau grogi itu benar-benar menggemaskan.

Sayangnya saya merasa usaha Lucas untuk kembali pada Colleen kok rasanya gampang banget. Kenapa dia nggak dibuat memohon-mohon? Kenapa Colleen nggak jual mahal sedikit? Memang sih karakter Colleen ini wanita yang apa adanya yang jujur dan logis, tapi berilah kesempatan Lucas buat mengejar. Karena kesalahan Lucas ini nggak termaafkan.
Saat SMA, dengan satu tindakan heroik Lucas langsung mendapatkan Colleen; lalu Colleen dan Lucas bertengkar karena Lucas nggak jujur; saat mereka putus Lucas nggak berusaha mengejar; saat Lucas menikah ia dengan mudahnya memberitahu Colleen; setelah bercerai dengan Ellen ia juga nggak langsung kembali kepada Colleen, nah rasanya semuanya terlalu mudah buat Lucas. Kenapa harus nunggu empat tahun buat kembali ke Manningsport? Seandainya Joe nggak sekarat apa Lucas nggak akan kembali dan membuat Colleen benar-benar jadi perawan tua?!

Yeah, tapi meski begitu Lucas memang karakter yang menyenangkan. Caranya mencintai Colleen sudah menghapuskan semua kesalahannya.
Waiting on You benar-benar kisah yang romantis dan recomended. Dan jangan kuatir, nggak ada adegan kipas-kipasnya kok. :)

Selasa, 05 Januari 2016

[Resensi: Lamaran Pernikahan - Julie James] Usaha Sidney Menemukan Mr. Right


Judul buku: Lamaran Pernikahan
Judul asli: It Happened One Wedding
Penulis: Julie James
Alih bahasa: Yunita Chandra
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun terbit: 2015
Tebal buku: 470 halaman
ISBN: 978-602-02-6192-8



BLURB

Setelah pertunangannya berakhir dengan memalukan, Sidney Sinclair sang bankir investasi muak dengan para pria yang tidak ingin berkomitmen jangka panjang. Tapi ketika adiknya bertunangan, Sidney berhubungan dekat dengan Vaughn Roberts, tipe pria playboy seksi yang ingin dihindarinya.

Sesuatu yang dimulai dengan pertengkaran kini berakhir dengan permainan hati yang tidak bisa diabaikan....


REVIEW

Sidney Sinclair merasa putus asa saat teman kencannya di kedai kopi yang ia temukan di situs kencan online tak sesuai harapan. Pria itu terlalu banyak bicara. Saat itulah seorang pria tampan dengan kepercayaan diri yang tinggi mendatangi mejanya dan merayunya. Sayangnya di mata Sidney, pria itu sama dengan mantan tunangannya dulu: pria anti komitmen. Sidney pun menolaknya.
Sidney terburu-buru karena telah berjanji akan menemui adiknya, Isabelle, dan kekasih adiknya, Simon, di Restoran. Tapi siapa sangka kalau ia akan bertemu lagi dengan pria playboy perayu tadi dan diperkenalkan pada pria itu yang ternyata adalah kakak Simon. Mimpi buruk pun menjelang saat Isabelle dan Simon mengumumkan mereka akan menikah. Itu artinya Sidney akan selalu bertemu dengan Vaughn sebagai pasangan pengiring pengantin wanita dan pengantin pria.
Seiring berjalannya waktu yang mereka habiskan bersama, Sidney pun menyadari pesona Vaughn yang sulit ditolak. Alasannya membenci Vaughn ternyata tak sekuat hasrat yang ditimbulkan pria itu.
Saat mereka akhirnya bersama benarkah itu hanya hubungan saling menguntungkan tanpa ikatan?

------------

Julie James selalu jadi penulis favorit saya. Bukan hanya karena gaya berceritanya yang fresh dan menarik tapi juga karena bobot isi di dalamnya. Julie James nggak pernah setengah-tengah dalam pengkarakteran tokohnya. Terutama dengan detail profesi tokohnya.

Dalam novel ini Sidney adalah bankir investasi yang pindah ke Chicago dan beralih profesi menjadi direktur sebuah firma ekuitas, sementara Vaughn adalah agen FBI khusus kejahatan kerah putih. Profesi yang penggambarannya bukan hanya sekedar tempelan tapi juga berkembang dalam novel ini.

Saya suka sinisme dan sarkasme Sidney yang dilempar ke Vaughn dan bagaimana kalemnya Vaughn menanggapinya. Interaksi mereka kocak dan asyik. Aaah... saya cinta banget sama mereka berdua. Dialognya seru dan menghibur. Adegan panasnya juga hot banget. XD
Yang paling menggelikan adalah saat Sidney dan Vaughn saling berbalas pesan singkat membahas kencan yang dilakoni Sidney untuk mencari Mr. Right. Lucuuu banget.
Sementara adegan paling manis adalah saat Vaughn melacak sahabat ibu Sidney hanya demi membahagiakan Sidney. Haduuuh... sweet deh.

Sayangnya saya lebih suka kaver edisi aslinya. Karena Vaughn dan Sidney dalam bayangan saya nggak mirip sama sekali dengan pria dan wanita di kaver ini.
Penerjemahannya bagus dan minim typo. Tapi saya mencatat di halaman 111 ketika Vaughn, Simon, Sidney dan Isabelle tiba di rumah orangtua Vaughn, disebutkan Kathleen akan menyiapkan makan malam.

Setelah itu, Kathleen berjalan ke dapur untuk menyelesaikan persiapan makan malam, sementara Simon mengajak Sidney dan Isabelle melakukan tur singkat di rumah. (hlm. 111)

Namun nggak lama kemudian diceritakan Sidney memilih membantu Kathleen untuk menyiapkan makan siang.

"Aku akan melihat apakah ibumu membutuhkan bantuan menyiapkan makan siang." (hlm. 111-112)

Entah ini kesalahan penerjemahan atau kesalahan penulisan dari Julie James sendiri.

Overall, It Happened One Wedding adalah novel yang seru tentang seorang wanita lajang tigapuluhan yang menginginkan komitmen tapi malah bertemu dan jatuh cinta pada pria antikomitmen. Novel yang seru, menghibur dan.... aww~ panaaas!! :))

Selasa, 20 Oktober 2015

[Resensi: Mr. (Not Quite) Perfect - Jessica Hart] Menciptakan Tuan Sempurna


Judul buku: Mr. (Not Quite) Perfect
Penulis: Jessica Hart
Alih bahasa: Erika Noor Rachma
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun terbit: 2015
Tebal buku: 256 halaman
ISBN: 978-602-02-6145-4



BLURB

Apa yang sebenarnya diinginkan seorang wanita?

Allegra Fielding, seorang jurnalis, sedang dalam masalah. Dia menawarkan sebuah kisah kepada bosnya—merubah pria-yang-tidak-terlalu-sempurna menjadi Pangeran Memesona—dan sekarang dia dapat tugas besar! Tapi, di mana dia bisa menemukan pria yang mau dijadikan 'korban' makeover?
Hmm, saatnya memeras teman seatapnya, Max....

Sayangnya, rencana licik Allegra berubah menjadi bumerang ketika Max menolak untuk 'disempurnakan'!
Dia adalah seorang pria yang benar-benar tahu apa yang diinginkannya, dan dia dengan senang hati akan membuktikan pada Allegra bahwa tak ada yang lebih hot daripada pria seperti dirinya.

RESENSI

Bekerja di Glitz, sebuah majalah mode yang gaya dan penuh dengan gosip kalangan atas, membuat Allegra harus pintar-pintar menyusun artikel agar bisa menyenangkan editornya—yang tak mudah terkesan. Maka ketika sebuah ide brilian tersusun dalam pikirannya, Allegra berusaha membuat artikel yang sempurna yang bisa menjadi batu loncatan baginya. Dia ingin karirnya bersinar dan ibunya tak lagi meremehkan pekerjaannya.
Flick, seorang jurnalis kelas tinggi yang terkenal dan sangat tajam dalam mengulas ekonomi dan politik memang selalu menuntut kesempurnaan dari Allegra. Flick ingin Allegra mengikuti jejaknya dan bukan bekerja di majalah omong kosong semacam Glitz. Tapi bagi Allegra, mode dan fashion adalah dunianya.
Allegra berencana membuat artikel tentang membentuk pria sempurna. Maka Allegra mencari seorang pria biasa-biasa saja sebagai korban untuk diajari minum cocktail, memasak, seni kontemporer dan berdansa. Dan pilihannya jatuh pada Max.
Max, kakak laki-laki sahabat Allegra, baru saja putus dari tunangannya. Maka untuk sementara dia tinggal seatap dengan Allegra. Di mata Allegra, Max adalah pria yang cocok sebagai bahan eksperimennya. Max yang insinyur sipil dan berselera buruk dalam hal berpakaian akan menjadi target perombakan Allegra.
Meski Max setuju, dengan iming-iming kencan bersama Darcy, sang model pakaian dalam, tapi ternyata tidak mudah mengubah Max. Apakah misi Allegra berhasil? Apakah Max akan menjadi tuan sempurna bagi Darcy? Atau tuan sempurna bagi Allegra?

-----------

Butuh waktu untuk menyelesaikan novel ini. Beberapa kali saya berhenti dan hampir menyerah. Mungkin karena jalan ceritanya yang flat dan mudah tertebak.
Tokoh-tokohnya cukup berkarakter dan punya warna yang berbeda.
Menarik melihat bagaimana Allegra bisa berkembang menjadi pribadi unik di bawah tekanan ibu yang selalu menuntut kesempurnaan. Di satu sisi Allegra nggak ingin membuat Flick kecewa, di sisi lain ada jiwa romantis yang menginginkan dirinya jadi diri sendiri.
Saya cukup kagum pada Max akan integritasnya. Sisi pria normalnya terlihat ketika ia nggak bisa menolak permintaan Allegra karena iming-iming kencan dengan Darcy. Namun, ketika dihadapakan pada perempuan terseksi dan termanis di dunia pun, Max tetap bersifat gentleman tanpa mengabaikan Allegra.
Novel ini begitu fokus pada tahap-tahap mengubah Max dan minim adegan romantis. Terdapat momen khas yang biasa muncul di drama komedi romantis semacam stoking sobek atau terjatuh di depan meja yang membuat kekonyolannya terasa berlebihan.

Penerjemahannya lumayan baik meski ada susunan kalimat yang kurang pas. Juga banyak terdapat kesalahan penulisan tanda baca. Tapi, masih bisa dinikmati karena ceritanya ringan dan menghibur.

Saya menyukai novel ini karena pesan yang mengena. Saya pun menginginkan pria sempurna dalam hidup saya. Tapi seperti Allegra, saya belajar bahwa mencintai seseorang bukan berarti memintanya untuk berubah, tetapi menerima dia apa adanya. Menerima kelebihan dan kekurangannya. Dia mungkin bukanlah pria yang kita idealkan tetapi dia pria yang kita butuhkan. Itulah yang membuatnya sempurna.

TEBAR-TEBAR QUOTE

Wanita. Ketika kau mengira sudah mengerti, mereka berbalik dan menendang kakimu sampai kau jatuh, lalu membiarkanmu menggelepar. (hlm. 141)

"Kurasa menjaga jarak tertentu dengan semua orang berarti tak ada seorang pun yang memiliki kesempatan menyakitimu." (hlm. 219)

Siapa pun bisa berpura-pura, tapi apa pentingnya melakukan itu? Tak ada orang yang mau jatuh cinta dengan seseorang yang penuh kepalsuan. (hlm. 255)

Minggu, 04 Oktober 2015

[Resensi: Cinta Masa Lalu - Nima Mumtaz] Cinta dan Kebencian Tujuh Tahun Lalu


Judul buku: Cinta Masa Lalu
Penulis: Nima Mumtaz
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun terbit: 2014
Tebal buku: 306 halaman
ISBN: 978-602-02-3101-3




BLURB

Mimpi apa yang paling buruk bagi seorang gadis?

Diperkosa dan mengandung di umur 18 tahun mungkin merupakan pengalaman paling buruk. Apalagi jika pelakunya adalah kekasih sepupumu.

Dan itu terjadi pada Viona.


RESENSI

Bagi David Raditya Arkhan, cewek-cewek akan selalu tunduk di kakinya. Bukan hanya karena dia sangat kaya, tapi juga karena dia ganteng, keren, dan hot. Semua cewek dengan mudah ditaklukkannya, dan korbannya berikutnya adalah Ghea.
Sayangnya cewek itu lebih suka sok jual mahal, dan dengan tipu daya berhasil membawa David ke pertemuan keluarga besarnya untuk diperkenalkan sebagai sang tunangan.
David yang semula merasa enggan, terkesima saat di pertemuan itu bertemu dengan sepupu Ghea yang masih belia, Viona. David merasa jatuh cinta untuk pertama kalinya. Sayangnya, Viona sama sekali tidak tertarik pada David. Hal itu membuat niat David untuk mengejar dan menaklukkan Viona semakin besar.
Ketika satu kesempatan akhirnya datang, dengan licik David merenggut kesucian Viona dan menghamilinya. Viona pun depresi berat. Meskipun David bersedia bertanggung jawab, namun Viona sudah telanjur membenci David. Untuk memulihkan kejiwaannya, Viona dibawa ke Jogja untuk terapi.
Tujuh tahun kemudian, Viona menginjakkan kaki kembali di Jakarta. Dengan niat memberi surprise bagi keluarganya, Viona sengaja tidak memberitahukan kepulangannya. Namun ternyata justru dirinyalah yang dibuat terkejut.
Di rumahnya, Viona menemukan David yang tampak seolah begitu diterima sebagai anggota keluarga. Bukan hanya David yang ada di sana, tapi juga seorang gadis kecil berusia 6 tahun yang memiliki sorot mata polos dan lesung pipit seperti dirinya.
Mengapa keluarga Viona bisa menerima David? Benarkah David telah berubah? Apakah Viona juga bisa menerima mereka? Atau justru dia menerima lamaran Diaz, cinta pertamanya?

--------------

Bagi saya, blurb Cinta Masa Lalu ini menggoda banget. Menggugah rasa penasaran. Buat saya yang sangat tergila-gila dengan Karmila-novel karya Marga T, cerita yang bernapas sama tentu saja membuat saya tertarik.

Lagipula, saya memang penyuka cerita yang tokoh ceweknya benci setengah mati sama cowoknya lebih dulu. Seru rasanya mengikuti perjuangan si cowok untuk mendapatkan maaf dan cinta si cewek.

Cinta Masa Lalu ini bukan kisah tentang kenangan cinta yang indah di antara dua orang, hanya David yang menganggapnya sebagai rasa cinta, sementara Viona sama sekali tak mau mengingatnya.

Cinta Masa Lalu memang menggunakan sudut pandang orang pertama, tapi tercatat ada tiga orang yang bercerita sebagai aku; Viona, David, dan Juna. Secara bergantian mereka berkisah melalui sudut pandang mereka. Meski menurut saya masih agak kurang rapi untuk pembagian porsinya, saya masih bisa menikmatinya kok.
Dengan alur maju-mundur, plotnya masih berlompatan dan belum rapi. Ada adegan yang berjalan terlalu cepat tanpa kronologi yang logis. Semisal saat Viona dibawa ke UGD setelah hendak menikam David di apartemennya.

Aku tak tahu apa dan bagaimana, yang pasti aku sekarang ada di ruang tunggu UGD rumah sakit yang jaraknya cukup dekat dengan apartemenku. (hlm. 126)

Saya pikir akan lebih dramatis kalau diceritakan kepanikan membawa Viona yang bersimbah darah dengan perjalanan yang mencekam karena berkejaran dengan waktu dan maut. Biar terasa tegangnya ^^

Karena saya membaca Jodoh untuk Naina lebih dulu, saya cukup dikagetkan dengan gaya bercerita novel ini. Berbeda dengan Jodoh untuk Naina yang ditulis dengan lebih rapi dan dewasa, gaya tulisan Cinta Masa Lalu terkesan bandel dan 'semau gue'. Saya bilang "semau gue" karena narasinya menggunakan bahasa non-baku, dialog-dialognya lincah dan tokohnya tengil. Serasa gemas dan pengin menoyor mereka tiap kali bikin ulah. Haha..
Saya kira mungkin novel ini memang sengaja diterbitkan persis sesuai naskah aslinya yang ditulis di wattpad tanpa proses editing sehingga banyak sekali catatan kesalahan eja yang saya dapati.

Hal-hal yang saya temukan dalam novel ini saya rangkum secara garis besar:

- Kurangnya penggunaan tanda titik dan tanda koma.
- Masih terdapat singkatan semacam "gw" dan "klo".
- Lumayan banyak kata penekanan dengan menambahkan jumlah huruf semacam "ampuuunnnn..", "Iiiiihhhhh..", atau "Huufffhhhh...". Dan yang paling membuat saya meringis, Juna dan David juga sering menggunakan kata "Iiiihhhh..." dalam dialog mereka. Kan jadi berasa kurang gentle. ^^
- Inkonsistensi dalam narasi pada satu paragraf. Ada penggunaan kata yang nggak konsisten. Saya sih nggak masalah narasi menggunakan kata non-baku, asal tetap konsisten. Contohnya penggunaan kata tak/gak:
Kenapa semua serba tak terduga begini, sih? Brengsek!!!! Mau gak mau aku harus menempuh jalan pintas buat dapetin Vio. (hlm. 44)
- Gaya bahasa lo-gue juga masih kurang konsisten. Kadang "gua", kadang "gue".

"Gue kan emang gak pernah tidur di sini lagi Vio, dua minggu sekali gua nginep di kamar ini. Selebihnya, ya, tinggal di tempat gualah."
- Kata bahasa asing yang nggak dicetak miring. Seperti kata virgin, misscall, please, dsb.

Terlepas dari itu, saya masih sangat menikmati novel ini. Dan tentu saja, Nima Mumtaz selalu bisa bikin saya banjir air mata. Adegan dan dialognya menyentuh saya dan membuat saya tergugu. Diksinya tetap membuat saya terharu. Saya percaya saya akan disuguhi ending nan manis dan membuat saya senyum-senyum sendiri.

Saya rekomendasikan Cinta Masa Lalu buat pembaca yang sudah dewasa secara pemikiran. Hati-hati dengan romantic scene yang bisa bikin dag-dig-dug-ser. :)))))

TEBAR-TEBAR QUOTE

"Oke, lu memang terluka, sakit, dan entah berapa banyak kosakata yang bisa gambarin keadaan lu. Tapi itu sudah terjadi Vi, kita gak bisa ngubah apa pun, kan? Kita hanya bisa memperbaikinya, mencoba menjadikannya lebih baik." (hlm. 20)

"Vio, dia cuma anak kecil tanpa dosa yang kebetulan terjebak di situasi yang gak menguntungkan." (hlm. 24)

 

Nurina mengeja kata Published @ 2014 by Ipietoon