Tampilkan postingan dengan label buku menang kuis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buku menang kuis. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Oktober 2015

[Resensi: Mr. (Not Quite) Perfect - Jessica Hart] Menciptakan Tuan Sempurna


Judul buku: Mr. (Not Quite) Perfect
Penulis: Jessica Hart
Alih bahasa: Erika Noor Rachma
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun terbit: 2015
Tebal buku: 256 halaman
ISBN: 978-602-02-6145-4



BLURB

Apa yang sebenarnya diinginkan seorang wanita?

Allegra Fielding, seorang jurnalis, sedang dalam masalah. Dia menawarkan sebuah kisah kepada bosnya—merubah pria-yang-tidak-terlalu-sempurna menjadi Pangeran Memesona—dan sekarang dia dapat tugas besar! Tapi, di mana dia bisa menemukan pria yang mau dijadikan 'korban' makeover?
Hmm, saatnya memeras teman seatapnya, Max....

Sayangnya, rencana licik Allegra berubah menjadi bumerang ketika Max menolak untuk 'disempurnakan'!
Dia adalah seorang pria yang benar-benar tahu apa yang diinginkannya, dan dia dengan senang hati akan membuktikan pada Allegra bahwa tak ada yang lebih hot daripada pria seperti dirinya.

RESENSI

Bekerja di Glitz, sebuah majalah mode yang gaya dan penuh dengan gosip kalangan atas, membuat Allegra harus pintar-pintar menyusun artikel agar bisa menyenangkan editornya—yang tak mudah terkesan. Maka ketika sebuah ide brilian tersusun dalam pikirannya, Allegra berusaha membuat artikel yang sempurna yang bisa menjadi batu loncatan baginya. Dia ingin karirnya bersinar dan ibunya tak lagi meremehkan pekerjaannya.
Flick, seorang jurnalis kelas tinggi yang terkenal dan sangat tajam dalam mengulas ekonomi dan politik memang selalu menuntut kesempurnaan dari Allegra. Flick ingin Allegra mengikuti jejaknya dan bukan bekerja di majalah omong kosong semacam Glitz. Tapi bagi Allegra, mode dan fashion adalah dunianya.
Allegra berencana membuat artikel tentang membentuk pria sempurna. Maka Allegra mencari seorang pria biasa-biasa saja sebagai korban untuk diajari minum cocktail, memasak, seni kontemporer dan berdansa. Dan pilihannya jatuh pada Max.
Max, kakak laki-laki sahabat Allegra, baru saja putus dari tunangannya. Maka untuk sementara dia tinggal seatap dengan Allegra. Di mata Allegra, Max adalah pria yang cocok sebagai bahan eksperimennya. Max yang insinyur sipil dan berselera buruk dalam hal berpakaian akan menjadi target perombakan Allegra.
Meski Max setuju, dengan iming-iming kencan bersama Darcy, sang model pakaian dalam, tapi ternyata tidak mudah mengubah Max. Apakah misi Allegra berhasil? Apakah Max akan menjadi tuan sempurna bagi Darcy? Atau tuan sempurna bagi Allegra?

-----------

Butuh waktu untuk menyelesaikan novel ini. Beberapa kali saya berhenti dan hampir menyerah. Mungkin karena jalan ceritanya yang flat dan mudah tertebak.
Tokoh-tokohnya cukup berkarakter dan punya warna yang berbeda.
Menarik melihat bagaimana Allegra bisa berkembang menjadi pribadi unik di bawah tekanan ibu yang selalu menuntut kesempurnaan. Di satu sisi Allegra nggak ingin membuat Flick kecewa, di sisi lain ada jiwa romantis yang menginginkan dirinya jadi diri sendiri.
Saya cukup kagum pada Max akan integritasnya. Sisi pria normalnya terlihat ketika ia nggak bisa menolak permintaan Allegra karena iming-iming kencan dengan Darcy. Namun, ketika dihadapakan pada perempuan terseksi dan termanis di dunia pun, Max tetap bersifat gentleman tanpa mengabaikan Allegra.
Novel ini begitu fokus pada tahap-tahap mengubah Max dan minim adegan romantis. Terdapat momen khas yang biasa muncul di drama komedi romantis semacam stoking sobek atau terjatuh di depan meja yang membuat kekonyolannya terasa berlebihan.

Penerjemahannya lumayan baik meski ada susunan kalimat yang kurang pas. Juga banyak terdapat kesalahan penulisan tanda baca. Tapi, masih bisa dinikmati karena ceritanya ringan dan menghibur.

Saya menyukai novel ini karena pesan yang mengena. Saya pun menginginkan pria sempurna dalam hidup saya. Tapi seperti Allegra, saya belajar bahwa mencintai seseorang bukan berarti memintanya untuk berubah, tetapi menerima dia apa adanya. Menerima kelebihan dan kekurangannya. Dia mungkin bukanlah pria yang kita idealkan tetapi dia pria yang kita butuhkan. Itulah yang membuatnya sempurna.

TEBAR-TEBAR QUOTE

Wanita. Ketika kau mengira sudah mengerti, mereka berbalik dan menendang kakimu sampai kau jatuh, lalu membiarkanmu menggelepar. (hlm. 141)

"Kurasa menjaga jarak tertentu dengan semua orang berarti tak ada seorang pun yang memiliki kesempatan menyakitimu." (hlm. 219)

Siapa pun bisa berpura-pura, tapi apa pentingnya melakukan itu? Tak ada orang yang mau jatuh cinta dengan seseorang yang penuh kepalsuan. (hlm. 255)

Jumat, 09 Oktober 2015

[Resensi: Akulah Arjuna - Nima Mumtaz] Sang Arjuna Memilih Antara Cinta dan Logika


Judul buku: Akulah Arjuna
Penulis: Nima Mumtaz
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun terbit: 2014
Tebal buku: 443 halaman
Genre: Contemporary Romance
ISBN: 978-602-02-4771-7
Available at: Bukupedia


BLURB

Pencarian Cinta seorang Arjuna
Antara hati dan logikanya

Oke, inilah masalah pelik yang membelitku. Aku beristri dua!
Upps ... punya pacar dua, tepatnya. Eehhh, enggak juga.
Yang pasti saya punya dua pasangan tapiii … gak tepat juga ini, jadi apa istilah yang pas, ya?

Dalam khayalanku yang terliar pun gak akan pernah aku bayangin dapet nasib kayak gini. Aku adalah tipe lelaki setia yang tak akan pernah mempunyai dua pasangan dalam satu waktu bersamaan. Itu pantangan buat aku. Tapi sialnya itulah yang terjadi sekarang ini. Walaupun ini bukan mauku dan gak pernah kusengaja. Suer!

Di satu sisi aku udah punya Nina—walaupun dia gak secara langsung mengiyakan permintaanku, tapi boleh, dong aku kepedean nyebut dia pacar. Secara dia juga memperlakukan aku seperti pacarnya. Tapi di sisi lain ada anak bos, si setan cilik yang nyebelin itu, yang memproklamirkan diri sebagai pasanganku di kantor.

Indah, bukan? Banget! Bahkan terlalu indah untuk playboy terganteng seperti aku sekalipun.


RESENSI

Hati Arjuna melambung ketika Nina, cewek pujaan hatinya yang ditaksir kurang lebih selama satu tahun, bersedia menjadi kekasihnya. Juna sudah nggak sabar membawa Nina ke hadapan keluarganya untuk diperkenalkan sebagai calon istri.
Namun, hari-hari yang damai sejahtera itu porak poranda saat Ayana muncul dalam kehidupannya. Ayana, putri bosnya, yang baru berusia 16 tahun itu secara terang-terangan tanpa rasa malu menunjukkan kalau dirinya cinta mati pada Juna. Alamak!
Juna dibuat pusing oleh ulah Ayana yang seolah nggak peduli meski Juna punya pacar, Juna kentut sembarangan, bahkan meski Juna kerap bicara ketus dan menganggapnya cewek gila. Ayana nggak pernah merasa ilfil terhadap tingkah norak Juna, berbeda dengan Nina yang justru malah belingsatan dan sering ngambek.
Juna pun harus segera bertindak serius. Demi kelangsungan hubungannya ke jenjang yang lebih serius, Juna membawa Nina ke rumah dan memperkenalkannya kepada seluruh anggota keluarga. Malam itu juga, Juna melamar Nina. Gayung pun bersambut, Nina bersedia menikah dengan Juna.
Di kantor, ketika Juna sedang mencari cara untuk memberi tahu Ayana bahwa ia akan segera menikah, tanpa sengaja Juna malah melihat Nina yang sedang berselingkuh.
Kejadian itu membuat Juna kembali berpikir ulang. Apakah ia akan memaafkan Nina atau mengikuti saja permainan pacar-pacaran dengan Ayana? Ketika kedua gadis itu berlalu dari hidup Juna, yang mana yang membuat hati Juna remuk redam? Siapa yang akan Juna kejar bahkan hingga kematian memisahkan?

--------


Ini novel ketiga Nima Mumtaz yang saya baca dan membuat saya makin menyukai karyanya. Sungguh, untuk ide cerita, Nima benar-benar pandai mengolahnya menjadi cerita yang manis. Saya nggak ragu lagi untuk menjadikannya sebagai penulis favorit saya.

Cara bertutur Akulah Arjuna bisa dibilang sedikit lebih rapi dibanding Cinta Masa Lalu. Novel ini diceritakan dari sudut pandang orang pertama, yaitu Juna, dengan segala ketengilan dan kepercayaan dirinya yang berlebihan. :))))
Narasinya masih menggunakan bahasa nonbaku, tapi sudah enak dibaca.

Yang saya sukai dari karya Nima Mumtaz adalah dialognya yang lincah dan memperlihatkan chemistry yang kuat. Interaksi antara satu tokoh dengan tokoh lainnya mengalir dan luwes. Nggak ada kekakuan atau kalimat basi yang membosankan.

Membaca cerita ini membuat saya senyum-senyum menikmati rasa frustrasi Juna. Sepertinya Juna kualat nih, sama Mas Dave. Hahaha.
Pasangan David dan Viona cukup banyak nimbrung di novel ini, jadi serasa dapat bonus menyaksikan kelanjutan hubungan mereka sejak di Cinta Masa Lalu.
Kocaklah pokoknya kalau Juna, David dan Viona ada dalam satu scene.

Meskipun sudah lebih rapi, typo novel ini masih bertebaran. Kesalahan yang paling banyak terjadi adalah penggunaan di- sebagai kata depan dan sebagai awalan sering terbalik penulisannya. Misalnya saja:

dihadapanku --> di hadapanku (hlm. 12)
di set --> diset (hlm. 24)
di rem --> direm (hlm. 26)
kedokter --> ke dokter (hlm. 72)
di pegangnya --> dipegangnya (hlm. 102)
Itu hanya beberapa contoh dari banyaknya kesalahan dalam novel ini.

Selain itu penggunaan partikel -pun juga masih kurang tepat:
apapun --> apa pun (hlm. 7)
akupun --> aku pun (hlm. 10)
dan masih banyak lagi.
Kata dari bahasa asing juga banyak yang tidak ditulis dengan huruf miring.

Tapi masih sangat enak dibaca kok. Apalagi pilihan diksi Nima Mumtaz selalu mengharu biru dan bikin sukses mewek-mewek. Sudah tiga novelnya yang saya baca, dan ketiganya membuat saya nangis-nangis. ^^

Ah, tolong, saya ketagihan karya Nima Mumtaz! :D

TEBAR-TEBAR QUOTE

"Kalau cinta sudah memilihmu, ke manapun kau menghindar, tak akan ada cukup tempat kau sembunyi." (hlm. 59)

"Ingat Juna, orang kuat itu adalah orang yang bisa nahan diri saat marah." (hlm. 123)

"Saat mencintai seseorang, kita tak akan pernah peduli dengan masa lalunya, dengan apa yang mengikutinya, bahkan dengan semua keburukan dan kebusukannya. Kita hanya akan melihat dia apa adanya dan hanya mengharapkan semua hal yang terbaik untuknya. Bahkan tak akan pernah peduli kalau akhirnya hanya sakit yang bisa kita terima. Kamu hanya ingin melihat dia tersenyum, hanya ingin dia bahagia." (hlm. 172-173)

"Jangan ingkari apa yang dipilih hatimu. Bahkan orang buta pun bisa merasakannya. Kejarlah, mungkin kau akan lebih tenang. Dan jangan cari pelarian bodoh atau kamu akan menyesal pada akhirnya." (hlm. 240-241)

"Kamu mau aku menunggu? Akan kutunggu. Kamu minta aku datang? Aku akan ke sana. Aku tak peduli lagi dengan apapun sekarang. Aku hanya ingin matahari tetap menjadi milik kita. Kamu dan aku." (hlm. 307)

"Juna … setiap hubungan pasti ada naik turunnya. Jangan ragu meminta maaf kalau kamu punya salah dan jangan hanya minta dimengerti tanpa kamu mau mengerti. Laki-laki itu pasti jadi kepala keluarga, itulah kenapa dia harus matang dulu sebelum berani bawa anak orang. Selain tanggung jawabnya besar, pemikiran dan emosi harus stabil karena kelak dialah yang akan membawa arah rumah tangganya." (hlm. 320)

Minggu, 04 Oktober 2015

[Resensi: Cinta Masa Lalu - Nima Mumtaz] Cinta dan Kebencian Tujuh Tahun Lalu


Judul buku: Cinta Masa Lalu
Penulis: Nima Mumtaz
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun terbit: 2014
Tebal buku: 306 halaman
ISBN: 978-602-02-3101-3




BLURB

Mimpi apa yang paling buruk bagi seorang gadis?

Diperkosa dan mengandung di umur 18 tahun mungkin merupakan pengalaman paling buruk. Apalagi jika pelakunya adalah kekasih sepupumu.

Dan itu terjadi pada Viona.


RESENSI

Bagi David Raditya Arkhan, cewek-cewek akan selalu tunduk di kakinya. Bukan hanya karena dia sangat kaya, tapi juga karena dia ganteng, keren, dan hot. Semua cewek dengan mudah ditaklukkannya, dan korbannya berikutnya adalah Ghea.
Sayangnya cewek itu lebih suka sok jual mahal, dan dengan tipu daya berhasil membawa David ke pertemuan keluarga besarnya untuk diperkenalkan sebagai sang tunangan.
David yang semula merasa enggan, terkesima saat di pertemuan itu bertemu dengan sepupu Ghea yang masih belia, Viona. David merasa jatuh cinta untuk pertama kalinya. Sayangnya, Viona sama sekali tidak tertarik pada David. Hal itu membuat niat David untuk mengejar dan menaklukkan Viona semakin besar.
Ketika satu kesempatan akhirnya datang, dengan licik David merenggut kesucian Viona dan menghamilinya. Viona pun depresi berat. Meskipun David bersedia bertanggung jawab, namun Viona sudah telanjur membenci David. Untuk memulihkan kejiwaannya, Viona dibawa ke Jogja untuk terapi.
Tujuh tahun kemudian, Viona menginjakkan kaki kembali di Jakarta. Dengan niat memberi surprise bagi keluarganya, Viona sengaja tidak memberitahukan kepulangannya. Namun ternyata justru dirinyalah yang dibuat terkejut.
Di rumahnya, Viona menemukan David yang tampak seolah begitu diterima sebagai anggota keluarga. Bukan hanya David yang ada di sana, tapi juga seorang gadis kecil berusia 6 tahun yang memiliki sorot mata polos dan lesung pipit seperti dirinya.
Mengapa keluarga Viona bisa menerima David? Benarkah David telah berubah? Apakah Viona juga bisa menerima mereka? Atau justru dia menerima lamaran Diaz, cinta pertamanya?

--------------

Bagi saya, blurb Cinta Masa Lalu ini menggoda banget. Menggugah rasa penasaran. Buat saya yang sangat tergila-gila dengan Karmila-novel karya Marga T, cerita yang bernapas sama tentu saja membuat saya tertarik.

Lagipula, saya memang penyuka cerita yang tokoh ceweknya benci setengah mati sama cowoknya lebih dulu. Seru rasanya mengikuti perjuangan si cowok untuk mendapatkan maaf dan cinta si cewek.

Cinta Masa Lalu ini bukan kisah tentang kenangan cinta yang indah di antara dua orang, hanya David yang menganggapnya sebagai rasa cinta, sementara Viona sama sekali tak mau mengingatnya.

Cinta Masa Lalu memang menggunakan sudut pandang orang pertama, tapi tercatat ada tiga orang yang bercerita sebagai aku; Viona, David, dan Juna. Secara bergantian mereka berkisah melalui sudut pandang mereka. Meski menurut saya masih agak kurang rapi untuk pembagian porsinya, saya masih bisa menikmatinya kok.
Dengan alur maju-mundur, plotnya masih berlompatan dan belum rapi. Ada adegan yang berjalan terlalu cepat tanpa kronologi yang logis. Semisal saat Viona dibawa ke UGD setelah hendak menikam David di apartemennya.

Aku tak tahu apa dan bagaimana, yang pasti aku sekarang ada di ruang tunggu UGD rumah sakit yang jaraknya cukup dekat dengan apartemenku. (hlm. 126)

Saya pikir akan lebih dramatis kalau diceritakan kepanikan membawa Viona yang bersimbah darah dengan perjalanan yang mencekam karena berkejaran dengan waktu dan maut. Biar terasa tegangnya ^^

Karena saya membaca Jodoh untuk Naina lebih dulu, saya cukup dikagetkan dengan gaya bercerita novel ini. Berbeda dengan Jodoh untuk Naina yang ditulis dengan lebih rapi dan dewasa, gaya tulisan Cinta Masa Lalu terkesan bandel dan 'semau gue'. Saya bilang "semau gue" karena narasinya menggunakan bahasa non-baku, dialog-dialognya lincah dan tokohnya tengil. Serasa gemas dan pengin menoyor mereka tiap kali bikin ulah. Haha..
Saya kira mungkin novel ini memang sengaja diterbitkan persis sesuai naskah aslinya yang ditulis di wattpad tanpa proses editing sehingga banyak sekali catatan kesalahan eja yang saya dapati.

Hal-hal yang saya temukan dalam novel ini saya rangkum secara garis besar:

- Kurangnya penggunaan tanda titik dan tanda koma.
- Masih terdapat singkatan semacam "gw" dan "klo".
- Lumayan banyak kata penekanan dengan menambahkan jumlah huruf semacam "ampuuunnnn..", "Iiiiihhhhh..", atau "Huufffhhhh...". Dan yang paling membuat saya meringis, Juna dan David juga sering menggunakan kata "Iiiihhhh..." dalam dialog mereka. Kan jadi berasa kurang gentle. ^^
- Inkonsistensi dalam narasi pada satu paragraf. Ada penggunaan kata yang nggak konsisten. Saya sih nggak masalah narasi menggunakan kata non-baku, asal tetap konsisten. Contohnya penggunaan kata tak/gak:
Kenapa semua serba tak terduga begini, sih? Brengsek!!!! Mau gak mau aku harus menempuh jalan pintas buat dapetin Vio. (hlm. 44)
- Gaya bahasa lo-gue juga masih kurang konsisten. Kadang "gua", kadang "gue".

"Gue kan emang gak pernah tidur di sini lagi Vio, dua minggu sekali gua nginep di kamar ini. Selebihnya, ya, tinggal di tempat gualah."
- Kata bahasa asing yang nggak dicetak miring. Seperti kata virgin, misscall, please, dsb.

Terlepas dari itu, saya masih sangat menikmati novel ini. Dan tentu saja, Nima Mumtaz selalu bisa bikin saya banjir air mata. Adegan dan dialognya menyentuh saya dan membuat saya tergugu. Diksinya tetap membuat saya terharu. Saya percaya saya akan disuguhi ending nan manis dan membuat saya senyum-senyum sendiri.

Saya rekomendasikan Cinta Masa Lalu buat pembaca yang sudah dewasa secara pemikiran. Hati-hati dengan romantic scene yang bisa bikin dag-dig-dug-ser. :)))))

TEBAR-TEBAR QUOTE

"Oke, lu memang terluka, sakit, dan entah berapa banyak kosakata yang bisa gambarin keadaan lu. Tapi itu sudah terjadi Vi, kita gak bisa ngubah apa pun, kan? Kita hanya bisa memperbaikinya, mencoba menjadikannya lebih baik." (hlm. 20)

"Vio, dia cuma anak kecil tanpa dosa yang kebetulan terjebak di situasi yang gak menguntungkan." (hlm. 24)

Rabu, 16 September 2015

[Resensi: Texas Rain - Jodi Thomas] Sang Ranger dan Sang Peri Pencuri Ciuman


Judul buku: Texas Rain (Whispering Mountain #1)
Sub judul: Talam Hujanmu
Penulis: Jodi Thomas
Alih bahasa: Debbie Hendrawan
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun terbit: 2012
Tebal buku: 502 halaman
ISBN: 978-602-00-3328-0
Available at: bukupedia




BLURB

Saat pertama kali bertemu, Rainey Adam mencuri ciumannya--kemudian kudanya. Keterlaluan!
Sekarang McMurray, sang Texas ranger, bertekad untuk melacak wanita yang telah menggodanya itu dan membawanya kembali ke Whispering Mountains sebagai istrinya.

Namun sang pemberontaknya itu terlalu tangguh untuk dihadapi, bahkan untuk Ranger paling kuat di Texas sekalipun.


RESENSI

Travis McMurray, sang ranger, akhirnya pulang ke peternakan keluarganya setelah kurang lebih dua tahun bertempur di banyak peperangan di negara tetangga yang baru terbentuk. Travis ingin berada di rumah untuk bersantai dan mengingat siapa dirinya sebelum memakai lencana.
Tumbuh besar di Whispering Mountain, Travis telah kehilangan ayah dan ibunya saat ia berusia sepuluh tahun. Sejak itu, bersama Teagen dan Tobin yang juga baru berusia 11 tahun dan 6 tahun, Travis menjaga dan mengasuh Sage, adik perempuannya yang masih bayi. Bukan hanya itu, mereka belajar mengokang senjata untuk mengusir orang-orang yang berusaha mendekati tanah peternakan mereka.
Kepulangan Travis tentu disambut bahagia oleh Sage, bagaimana pun juga ia perlu pengawas untuk menemaninya datang ke pesta dansa. Travis yang setuju menemani tak disangka bertemu seorang gadis yang menarik di sana. Gadis itu berdiri di balik bayang-bayang, seolah bersembunyi, hingga Travis menabraknya. Rasa penasaran membuat Travis mengikutinya dan mendapati fakta bahwa gadis itu adalah pencuri kuda. Yang keterlaluan, gadis itu mencuri ciuman darinya dan mencuri salah satu kudanya!
Bertekad ingin mencari gadis yang ia anggap peri, Travis mengejar ke utara, namun malah harus berhadapan dengan perampok. Travis tertembak dan terluka. Meski kawanan perampok berhasil diringkus, dan Travis bisa menyelamatkan seorang bocah kurus kecil berusia tiga tahun, tapi Travis terancam lumpuh dan tak bisa lagi menjadi ranger.
Keuntungan kecil dari kejadian itu adalah, sang peri pencuri kuda muncul di hadapan Travis dan... mencuri ciuman dan kudanya sekali lagi.
Travis bagai singa yang terluka, mengaum pada siapa saja yang mendekat. Saat itulah surat-surat Rainey, peri yang telah mencuri kudanya, menyelamatkannya. Rainey merasa khawatir akan kesehatan Travis dan meminta maaf akan kuda yang telah ia pinjam. Surat-surat itu menghibur Travis dan membangkitkan semangat Travis untuk mencari gadis itu ke penjuru dunia.
Berhasilkah Travis menemukan Rainey? Apa alasan Rainey mencuri kuda dan petualangan apa yang menantinya?

--------

Ranger berdarah setengah Indian setengah Irlandia merupakan daya pikat Texas Rain. Nggak salah saya meminta buku ini sebagai hadiah dari Romancenesia, karena novel ini saya banget.
Koboi, mau jelek atau cakep selalu keren di mata saya. Macho gitulah menurut saya. Dan suku Indian selalu berasa misterius dan "old". Ada kesan tua dan bijak dalam filosofi mereka. Nah, kalau dua hal itu bersatu dalam wujud kakak-beradik McMurray, bagaimana saya bisa menolak?

Dengan latar Texas tahun 1854, novel ini menyajikan banyak konflik. Konflik Travis yang merasa takut harus berhenti menjadi ranger, konflik Rainey dengan ayahnya, konflik percintaan Travis dan Rainey, kehadiran Duck, petualangan Rainey di Austin hingga dendam salah satu penjahat yang pernah dijebloskan Travis ke dalam penjara.
Kompleks banget ya, kan? :))
Dan sayangnya karena terlalu banyak konflik, ada beberapa konflik yang sebenarnya membuat saya penasaran akan endingnya tapi nggak tertuntaskan. Misalnya saja tentang misteri gadis penghuni kamar kontrakan Rainey sebelumnya yang menghilang dan meninggalkan gaunnya tergantung di teras. Teruuuus??? Nggak terungkap. Membuat saya jadi penasaran banget :(

Bicara tentang koboi, kira-kira apa yang ada di benak kalian? Kalau saya sih langsung terbayang Douglas, tokoh dalam komik Miriam karya Kyoko Hikawa. Hihi.. Dari dulu saya nggak bisa move on dari sosok koboinya, sih.
Travis di sini juga digambarkan sebagai pria canggung yang susah berhadapan dengan wanita. Sebagai seseorang yang memiliki darah campuran, ia sering dianggap tidak pantas mendapatkan wanita terhormat. Padahal ia ranger tangguh yang pastinya digilai wanita-wanita. Rainey sendiri selalu menyebut Travis sebagai pria pohon ek.
Bagi saya sosok Rainey cukup mengimbangi Travis. Sebagai gadis yang sejak usia tiga belas tahun mengajar di sekolah, Rainey terpelajar dan punya tekad kuat. Mandiri, berani dan cerdas.
Banyak tokoh bermunculan, tapi saya rasa tidak akan membuat pembaca kebingungan karena tiap tokoh yang muncul punya ciri dan kekhasan tersendiri.

Beberapa typo dalam novel ini:
* melarikan diri perjodohan --> melarikan diri dari perjodohan (hal. 59)
* pria melirik --> pria itu melirik (hal. 69)
* Andreson --> Anderson (hal. 69)
* mengetahui keberadaan mereka. --> mengetahui keberadaan mereka." (hal. 80)
* Spayol --> Spanyol (hal. 206)
* secermelang --> secemerlang (hal. 420)

Bagi pembaca penyuka cerita kehidupan barat yang liar, saya sangat merekomendasikan novel ini. Thanks to Romancenesia yang telah memberi saya novel petualangan nan memikat ini :* 

TEBAR-TEBAR QUOTE

"Beberapa pria merasa lebih hebat setelah mereka kehilangan sedikit darah." (hal. 4)

Apabila semua jika dalam hidupnya mulai melebihi kata mungkin, itu berarti bukan kabar gembira. (hal. 58)

"Aku akan menemukanmu, aku bersumpah. Jika kau menghilang lagi, aku akan menemukanmu." (hal. 101)

Banyak buku berkomentar seorang wanita yang tidak berhati-hati dengan pakaiannya, tidak hanya mempermalukan keluarganya, tetapi juga terganggu secara mental. (hal. 127-128)

"Memang begitulah anak-anak--mereka merangkak naik ke hatimu dan tetap tinggal di sana. Tak ada yang bisa kau lakukan." (hal. 188)

"Jika kau sudah menikah, kau akan tahu bahwa terkadang lebih baik menurut daripada berusaha dan memberi banyak alasan pada seorang wanita." (hal. 379)

"Pria bisa bersikap sangat berani dan pendiam untuk waktu yang lama. Segera setelah tiba di rumah, mereka akan meruntuhkan dinding itu dan berhenti berpura-pura kalau mereka tak terkalahkan." (hal. 395)

Jumat, 14 Agustus 2015

[Resensi: Telaga Rindu - Netty Virgiantini] Kerinduan yang Mebuncah di Telaga Sarangan


Judul Buku : Telaga Rindu
Penulis : Netty Virgiantini
Desainer : Sapta P Soemowidjoko & Lisa Fajar Riana
Penata isi : Yusuf Pramono
Penerbit : Grasindo
Tahun terbit : April 2014
Tebal buku : 161 halaman
ISBN : 978-602-251-488-6




BLURB

Setelah tiga bulan lamanya pergi tanpa kabar dan alasan yang jelas, Dipa tiba-tiba menghubungi Nala. Ia berjanji untuk datang menemui Nala di suatu tempat yang telah mengukir kenangan indah mereka berdua ketika menautkan hati.
Dalam suasana syahdu Telaga Sarangan, sepanjang hari Nala terbelenggu rasa resah dan gelisah. Menanti-nantikan saat ia dapat melihat kembali sosok yang selalu membayangi hari-harinya, dalam belitan rasa rindu yang selama ini coba diredamnya dalam diam.
Entah mengapa, tiba-tiba ada ragu yang terasa mengganggu. Menyelinap begitu saja bercampur keresahan dan kegundahan. Dalam luapan rasa suka yang sempat mencerahkan hati Nala, ada satu pertanyaan serupa firasat yang mengusik batinnya, sampai waktu menjelang tengah malam tiba.
Apakah Dipa akan menepati janjinya…?


RESENSI

Nala merasa ragu bercampur kesal saat ibu melarangnya memakai sweter warna hijau untuk dipakai saat outbound ke Telaga Sarangan. Betapa tidak, sweter hijau itu pemberian dari Dipa, kekasih hatinya, saat ulang tahunnya yang ketujuh belas. Tapi ibu dengan tegas melarang Nala memakainya dengan alasan tak jelas.
Padahal itu pemberian yang terakhir dari Dipa sebelum Dipa menghilang dari hidup Nala. Karena kasus korupsi yang menjerat bapaknya, Dipa merasa malu dan hijrah meninggalkan Magetan ke Surabaya. Meninggalkan Nala tanpa penjelasan apa-apa.
Pagi harinya saat Nala dan teman-temannya siap berangkat outbound, Imron, sahabat dekat Dipa, memberitahu Nala bahwa Dipa akan menyusul Nala ke Telaga Sarangan. Dipa diperkirakan akan sampai saat tengah malam selepas acara api unggun. Maka dimulailah kegalauan dan kegundahan Nala sepanjang hari itu. Rasa rindu setelah tiga bulan tak bertemu bercampur firasat yang mengganggu.
Akankah mereka bertemu? Apakah Nala tetap akan nekat memakai sweter hijaunya ke Telaga Sarangan?

----

Sungguh seru mengikuti kegalauan Nala selama sehari dalam novel ini. Plotnya rapi dan padat, jadi meski cerita berlangsung kurang lebih hanya dalam 24 jam rasanya sama sekali nggak membosankan. Justru beberapa kali saya senyum-senyum dan bahkan ngakak sendiri. XD
Dengan diksi yang memesona, saya terbawa arus dalam konflik batin Nala.

Suka banget dengan settingnya. Saya sendiri belum pernah ke Telaga Sarangan, tapi seperti sudah membentuk lokasinya di kepala berkat deskripsi dari penulis yang mendetail dan lengkap banget, sampai ke kelokan-kelokannya pun rasanya pernah saya lewati. Untuk deskripsi, saya benar-benar mengacungi jempol karena detailnya begitu jelas, terpampang nyata kalau kata Syahrini. XD
Dan Netty Virgiantini dengan cerdas menyelipkan beberapa mitos, legenda dan kearifan lokal dalam novel ini.

Telaga Rindu merupakan novel dengan banyak tokoh. Ada Bestari, Palupi dan Kinanti, sahabat-sahabat Nala yang hebohnya minta ampun. Ada pula Imron dan Charles, pujaan hati sahabat-sahabat Nala yang konyol. Belum lagi keluarga Nala dan keluarga Bestari yang ikut muncul. Jadi meriah banget suasananya.
Untuk karakter bapaknya Nala, entah kenapa kok yang terbayang adalah bapaknya Dudung di film kartun Si Dudung ya? Haha...
Mungkin karena medoknya dan lagaknya yang suka merayu ^^
Saya suka karakter Dipa yang tenang dan pendiam. Berasa cukup wise sebagai remaja belasan tahun. Lalu jadi geregetan karena pergi begitu saja tanpa memberi penjelasan apa-apa pada Nala. Ketidaksempurnaan Dipa itulah yang membuat novel ini membumi.

Desain sampulnya simpel tapi makna yang dikadungnya dalam banget. Setelah selesai membaca saya benar-benar bisa memahami gambar di sampul novel ini.

Saya tertawa dan terharu bersama novel ini. Sebagai perempuan yang pernah remaja saya bisa memahami kerisauan Nala dan keinginan kuat untuk tak mempercayai takhayul. Dan sebagai ibu, saya bisa memahami rasa protektif orangtua Nala, bahwa kadang firasat adalah alarm yang memang harus diwaspadai. Inilah yang saya dapatkan dalam novel Telaga Rindu.
Yang sedikit membuat saya mengerenyit hanyalah saat Nala berjalan sendirian menyusuri jalan gelap di tengah malam untuk mencapai tempat janjiannya dengan Dipa yang cukup jauh dari penginapan. Well, untungnya itu Nala, kalau saya jelas saya nggak akan mau. Bahaya kan gadis remaja jalan sendirian, malam-malam? Hehe…

Novel ini juga mulus karena minim typo, hanya ada dua kesalahan ketik yang saya temukan. Makanya membaca novel ini lancar jaya selancar jalan tol :))
Saya beri 4 bintang untuk Telaga Rindu, novel memikat yang telah mengaduk-aduk perasaan saya.


TEBAR-TEBAR QUOTE

Setiap orangtua punya cara mendidik dan aturan masing-masing dalam keluarga, tidak bisa diperbandingkan satu dan lainnya. (hal. 36)

"Mungkin itu yang namanya 'cinta itu buta', La! Sebuah perasaan yang kadang-kadang tak peduli apa pun selain ingin memiliki seseorang yang menggetarkan hatinya. Tak peduli untuk itu ia harus melewati tebing curam penuh onak dan duri yang membahayakan jiwanya." (hal. 80)

Ketika dua hati telah merasakan hal yang sama, memang tak perlu lagi dibutuhkan deretan kata-kata. Juga tak peduli lagi berapa banyak pulsa terbuang untuk sebuah komunikasi tanpa suara. (hal. 83)


Jumat, 07 Agustus 2015

[Resensi: Across The Ocean - Ria Destriana] Pulau Karimunjawa Tempat Penyembuh Luka Hati


Judul buku : Across The Ocean
Penulis : Ria Destriana
Editor : Irna Permanasari
Desain sampul : Orkha Creative
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : Mei 2015
Tebal buku : 168 halaman
ISBN : 978-602-03-1512-6



BLURB

"Kamu tahu bagaimana caranya mengobati hati yang luka?"
"Bagaimana?"
"Dengan tidak melaluinya sendirian."

Di seberang laut di Pulau Karimunjawa, dua hati yang terluka bertemu. Saat melihat Anindita, Bayu seperti melihat dirinya sendiri. Perlahan mereka menjadi dekat dan kedekatan itu membuat luka di hati masing-masing mengering dan digantikan sebuah perasaan yang tak asing.
"Karena setiap orang berhak bahagia, termasuk kamu."
Anindita belum siap. Bayu bersedia menunggu.
Tetapi, bagaimana kalau saat Anindita kembali ternyata Bayu tidak ada di sana?


RESENSI

Dunia Bayu seakan runtuh saat Siska, kekasihnya, meminta untuk mengakhiri hubungan. Siska tak ingin lagi melanjutkan hubungan yang tidak direstui keluarga mereka masing-masing karena perbedaan agama. Bayu patah hati. Bertekad ingin melupakan Siska, ia memencil ke Karimunjawa, mengurus rumah peninggalan orang tuanya dan menjadikannya sebagai homestay bagi turis-turis yang datang.
Bayu sangat menikmati berada di tengah tamu-tamu yang menginap di rumahnya, membuatnya bisa melupakan Siska.
Hingga malam itu, ketika tak ada satu pun turis yang datang karena adanya badai di Laut Jawa, Bayu melihat seorang gadis yang berusaha bunuh diri berjalan ke tengah laut. Bayu segera menyelamatkan gadis itu, tapi ia malah ditampar!
Keesokan harinya gadis itu datang lagi sebagai tamu yang berniat menginap di rumah Bayu. Nama gadis itu Anindita, namun Bayu memanggilnya Anin.
Dalam diri Anin, Bayu melihat kedukaan yang sama seperti yang dulu ada dalam dirinya. Bayu pun berusaha membuat Anin kembali bahagia. Ia menemani gadis itu menghabiskan waktu di Karimunjawa.
Saat Anin harus kembali ke Jakarta, Bayu telah jatuh hati pada Anin. Tapi Bayu tahu mereka belum siap, mereka masih terluka, maka ketika Anin meminta Bayu untuk menunggunya, Bayu bersedia.
Akankah Anin kembali lagi ke Karimunjawa? Dan apakah Bayu akan tetap di sana menunggunya bahkan setelah tiga tahun berlalu?

-------------

Across The Ocean adalah kisah tentang penyembuhan patah hati. Sedikit klise memang, saat kita patah hati, kita pasti pergi ke suatu tempat untuk menyembuhkan diri. Tapi pilihan setting dalam novel ini benar-benar keren!
Ria menjabarkan Karimunjawa dengan deskripsi yang rapi. Suasana sepi dan suasana ramainya terasa perbedaannya.

Novel ini diceritakan dengan dua sudut pandang. Dari prolog hingga separuh novel, diceritakan dari sudut pandang Bayu, sedangkan dari pertengahan hingga ke belakang, diceritakan dari sudut pandang Anindita. Porsinya cukup berimbang, sayangnya tidak ada perbedaan mencolok antara "aku" dari sisi Bayu dan "aku" dari sisi Anindita. Mereka masih terdengar sama dalam bertutur dan berpikir.
Dari sisi Bayu, alur cerita mengalir maju, sedangkan dari sisi Anindita, alur sekali-sekali mundur untuk menceritakan penyebab Anin patah hati.

Bayu dan Anin merupakan dua karakter yang menderita patah hati meski dengan jalan berbeda. Bayu bekerja sebagai penulis lepas suatu majalah gaya hidup sedangkan Anindita membuka butik pakaian di Jakarta, sayang tak banyak yang diceritakan tentang profesi mereka. Itu membuat saya merasa karakter mereka masih kurang kuat, dan dialognya masih kurang tajam.
Walau ada sih yang membekas dalam ingatan saya tentang Bayu: cowok yang takut hantu! :))

Desain sampulnya cantik, seperti poster film. Warnanya memang agak monoton dan bukan jenis cover yang akan sanggup memikat mata saya, tapi foto pantainya memberi daya tarik tersendiri.

Beberapa typo dalam novel ini:

* tapi suaraku tenggelam bunyi ombak dan angin yang menggila. --> tapi suaraku ditenggelamkan bunyi ombak dan angin yang menggila. (hal. 29)
* kecuali soal ia ternyata bahwa Anin berzodiak… --> kecuali soal bahwa Anin ternyata berzodiak… (hal. 51)
* sampai hari aku… --> sampai hari ini aku… (hal. 53)
* kamarnya --> kamarku (hal. 95)
* waku --> waktu (hal. 105)

Overall, novel Across The Ocean adalah novel ringan yang akan cocok dibaca sepulang kerja atau sepulang sekolah. Sangat menarik untuk meringankan kepenatan dan tekanan di kantor atau sekolah :)
Saya beri 3 bintang untuk Across The Ocean.

TEBAR-TEBAR QUOTE

Beruntung sekali orang yang tidak pernah putus cinta. Aku iri. (hal. 26)

"Luka ternyata tidak bisa hilang dengan menghabiskan waktu sendirian." (hal. 53)

Menunggu? Apa aku akan menunggu orang yang tidak menungguku? (hal. 138)

Rabu, 29 Juli 2015

[Resensi: Ally-All These Lives by Arleen A] Menjelajahi Banyaknya Alam Semesta Bersama Ally


Judul buku : Ally - All These Lives
Penulis : Arleen A
Editor : Dini Novita Sari
Desain sampul : Iwan Mangopang
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : 22 Januari 2015
Tebal buku : 264 halaman
ISBN : 978-602-03-0884-5
Available at: bukupedia




BLURB

Apa yang akan kaulakukan jika satu menit yang lalu kau anak tunggal orangtuamu, lalu satu menit kemudian ada seseorang yang muncul entah dari mana dan duduk di sampingmu mengaku sebagai adikmu? Apa yang kau lakukan jika kau menemukan foto di meja, menampilkan dirimu dan seseorang yang belum pernah kaulihat? Apa yang kaulakukan jika kau pulang ke rumah dan menemukan bahwa di dalam rumah itu sudah ada dirimu yang lain?

Kehidupan Ally memang bukan kehidupan biasa. Kerap kali ia mendapati dirinya ditempatkan dalam kehidupan yang seolah miliknya, tapi ternyata bukan. Dan tiba-tiba kata "pulang" punya makna yang baru. Apakah Ally akan memiliki kesempatan untuk "pulang"? Akankah ia bisa kembali pada cinta yang ditinggalkannya di kehidupan yang lain?

Ini bukan kisah biasa. Ini kisah yang akan membuatmu berpikir kembali tentang arti hidup dan arti cinta yang sebenarnya.


RESENSI

Semua bermula ketika Ally baru berusia sepuluh tahun. Gadis kecil itu duduk di dapur dan berbicara tentang ulangan matematikanya ketika Mamanya mengeluarkan seloyang kue kering cokelat dari oven. Tiba-tiba Ally merasakan seolah ada seekor semut berjalan di lengan kirinya. Namun ketika mengusapnya, tidak ada semut di sana. Justru tiba-tiba semua yang ada di sekitarnya… menghilang!
Meja, kursi, kotak makan, dan botol minum menghilang. Bahkan Mamanya dan seloyang kue kering juga menghilang. Ally terperangkap dalam sebuah ketidakberadaan. Tak ada kegelapan dan tak ada yang bisa ia lihat.
Lalu ketika Ally kembali melihat warna-warna dan mulai fokus, betapa terkejutnya ia karena ia mendapati ada di tempat yang sama, namun dalam versi dunia yang berbeda. Ally mendapati dirinya berada di dapur bersama mama yang memasak sup dan ada seorang anak laki-laki berusia kira-kira lima tahun yang tak lain adalah adiknya.
Saat ia bersikeras bahwa ia tadinya adalah anak tunggal, ia dibawa ke psikiater. Ally kebingungan. Tak tahu apa yang terjadi. Hingga peristiwa ketidakberadaannya yang kedua terjadi saat ia SMA.
Kali itu, Ally datang ke versi kehidupan di mana Albert, adiknya, telah meninggal dalam kecelakaan. Kemudian Saat Ketidakberadaan Ally datang lebih sering. Tak terduga dan tak terantisipasi. Setiap kali terjadi, selalu ada yang berubah dalam hidup Ally. Ally pun mendapat jawaban ketika mengikuti kelas astronomi, saat Profesor Fraknoi berbicara tentang beberapa alam semesta yang tumpang tindih. Itulah mulanya Ally mengenal adanya "Dunia yang Banyak". Teori yang merumuskan bahwa alam semesta terbelah dan terbagi setiap kali keputusan dibuat.
Ally pun menemui seorang ilmuwan yang mengajar di Universitas Oxford bernama Profesor David El Drone dengan harapan sang profesor bisa menemukan sesuatu untuk menghentikan 'perpindahannya'. Tapi hasilnya nihil. Ally tetap saja mengalami Saat Ketidakberadaan, hingga akhirnya ia pun pasrah. Menerima dan menjalani versi kehidupan mana pun ia ditempatkan.
Tapi tetapkah Ally pasrah saat ia bertemu seseorang yang istimewa? Bagaimana cara Ally tetap berusaha ada di dekat orang-orang yang ia cintai? Apakah ia bisa memilih versi kehidupannya sendiri? Dan apakah hanya Ally satu-satunya orang yang bisa menjelajah "Dunia Banyak"?

--------

Saya sangat menyukai Arleen sebagai penulis cerita anak. Setiap kali ada yang bertanya atau minta rekomendasi buku cerita anak, saya pasti menyebut nama penulis ini ^^
Maka ketika saya mendapat novel ini dari editornya, Dini Novita Sari, saya girang banget. Akhirnya saya bisa membaca novel beliau. Saya penasaran apakah saya akan menyukai novelnya sebesar saya menyukai buku cerita anaknya 😊

Tema dalam novel Ally benar-benar menarik. Saya sungguh senang ada penulis Indonesia yang berani menulis dengan tema Banyaknya Alam Semesta. Saya tidak merasakan adanya lubang menganga dalam alur kisahnya. Semua begitu rapi terjalin dan menggiring saya terhanyut dalam petualangan Ally.

Diceritakan dengan sudut pandang orang pertama yaitu Ally, saya dibawa ke dunia Ally dalam versi yang berbeda-beda. Dan entah kenapa, membaca penuturan Ally membuat saya teringat novel The Time Traveler's Wife. Apa karena mereka sama-sama sebagai 'aku' dan mengalami 'saat pertama' mereka ketika kecil, ya?

Untuk setting awalnya saya agak kebingungan akan latar tempatnya. Karena kalau saya nggak salah ingat, baru di bab enam lah disebutkan Ally tinggal di San Francisco.

Ally sungguh karakter yang kuat. Diambil dari satu versi kehidupan dan ditempatkan ke versi kehidupan lain sungguh menakutkan. Ia tidak tahu akan kehilangan siapa atau menemukan siapa di versi kehidupan barunya. Tapi ia menghadapinya dengan tabah. Ally juga terasa optimis saat ia berusaha mencari orang-orang yang ia sayangi di versi kehidupan barunya.
Sedangkan untuk karakter Kevin dan James, saya masih merasa mereka adalah satu orang. Tidak ada perbedaan mencolok di antara keduanya dalam hal 'bersuara'.
Cukup banyak narasi dalam novel Ally, tapi nggak membosankan. Mungkin hanya terasa repetitif ketika Saat Ketidakberadaan Ally datang, narasi penjelasan tentang suasana dan sensasinya diulang kembali dengan hampir sama.

Saya suka twist endingnya. Jujur saya nggak bisa menebak bagaimana kehidupan Ally akan berakhir. Dan ketika saya merasa kehidupan Ally telah stabil, saya mendapat kejutan. Yah, meskipun saya rasa Ally terlalu banyak mendapat 'keberuntungan' pada akhirnya :))

Saya suka konsep covernya. Elegan dan menggambarkan banyaknya dunia Ally. Yang kurang menarik hanyalah perpaduan warnanya menurut saya.

Saya sudah yakin akan menikmati novel ini tanpa halangan (baca: typo). Tentu saja karena nama penulis dan editornya. Dan terbukti saya nggak menemukan typo, hanya ada kekurangan tanda titik dan kesalahan peletakan tanda koma di halaman 153.

Saya rekomendasikan novel Ally-All These Lives karena saya menjadi memaknai setiap orang yang hadir dalam versi kehidupan saya dan semakin mempertimbangkan masak-masak tiap keputusan yang saya ambil 😉
Saya beri 4 bintang untuk Ally-All These Lives.


TEBAR-TEBAR QUOTE

Setiap kali Saat Ketidakberadaan-ku datang, aku jadi merasa bahwa dunia sedang memainkan sebuah permainan dan aku telah ditinggalkan. (hal. 25)

"Berarti ada banyak sekali alam semesta karena ada begitu banyak manusia dan masing-masing dari mereka membuat begitu banyak keputusan di dalam hidup mereka? Dan setiap kali keputusan dibuat, entah itu keputusan sederhana seperti menu makan pagi atau keputusan besar seperti pemilihan profesi dan pasangan hidup, maka alam semesta akan terbagi?" (hal. 36)

"Tapi kata siapa hidup ini adil? Paling tidak, orang harus menanggung risiko dan konsekuensi dari semua keputusan yang diperbuatnya." (hal. 42)

Alam semesta ini tidak mempunyai Kevin di dalamnya. Sekarang, bagaimana caraku untuk bisa hidup di sebuah alam semesta yang tidak punya Kevin dan Albert di dalamnya? (hal. 86)

"Aku tidak bilang bahwa kau dapat mengendalikan hidupmu. Aku bilang kau dapat memutuskan untuk menerimanya. Jika kau menerimanya, kau akan lebih menghayati hidupmu yang sekarang. Tapi jika tidak, kau hanya akan menjadi seorang turis yang hidup dari sebuah koper, menantikan penerbanganmu selanjutnya." (hal. 121)

"Tuhan, tolong beri aku keberanian untuk mengubah hal-hal yang dapat kuubah, beri aku kedamaian untuk menerima hal-hal yang tidak dapat kuubah, dan beri aku kebijaksanaan untuk membedakan keduanya." (hal. 150-151)


Selasa, 14 Juli 2015

[Resensi: 3 Sisi Susi - Fyra Fatima] Kisah Kegilaan, Kecerdasan, Kesuksesan dan Keberanian Susi Pudjiastuti


Judul buku : 3 Sisi Susi - Kisah Gila-Gilaan Kecerdasan, Kesuksesan, & Keberanian Susi Pudjiastuti
Penulis : Fyra Fatima
Penyunting : Zulfa Simatur, Fitria Pratiwi, Lis Sutinah
Pendesain Sampul & Penata Letak : EM. Giri
Ilustrasi Sampul : Aminudin Hadinugroho
Penerbit : Visimedia
Tahun terbit : 2015
Tebal buku : viii + 172 halaman
ISBN : 978-979-065-239-2
Available at: bukupedia




BLURB

Sang penerobos! Mungkin cap semacam itu sangat layak kita sematkan pada sosok Susi Pudjiastuti. Pada masa remaja, dia berani melakukan pilihan hidup yang "gila" yaitu meninggalkan bangku SMA. Orangtuanya marah karena biaya untuk sekolah ada dan semua kebutuhan terpenuhi. Dia hanya ingin mandiri, menjalankan hal yang dia anggap mampu. Berawal dari bakul ikan, Susi menjadi pengusaha sukses yang bisa mengekspor sendiri hasil tangkapannya. Ketika ada kebutuhan pesawat untuk membawa hasil laut ke tempat yang jauh dalam keadaan segar, tidak ada pihak perbankan yang yakin bahwa Susi bisa membayar. Empat tahun kemudian, barulah ada pengusaha nasional yang bersedia memberikan dana. Lain halnya ketika baru menjabat sebagai menteri, Susi yang dijuluki sebagai pahlawan laut mengeluarkan terobosan baru dengan menenggelamkan kapal asing yang tepergok masuk perairan Indonesia tanpa izin dan membuat moratorium perizinan usaha perikanan tangkap.

Tiga sisi yang diangkat dalam buku ini berkisah tentang terobosan atau kegilaan-kegilaan Susi terkait kecerdasan, kesuksesan, dan keberaniannya dalam kehidupan pribadi, perjalanan usaha, hingga kebijakan publiknya. Semangat yang ditularkan oleh Susi memberikan harapan kepada banyak orang bahwa tidak ada yang tidak mungkin tanpa usaha keras dan kesungguhan. Mungkin benar bahwa jika ingin mendapatkan hasil yang gila-gilaan, kita juga harus melakukan upaya yang gila-gilaan.

RESENSI

Ada tiga sisi dari Susi Pudjiastuti yang dikupas dalam buku 3 Sisi Susi yaitu Sisi Perempuan Cerdas, Sisi Perempuan Sukses dan Sisi Perempuan Berani.
Seperti yang kita ketahui Susi Pudjiastuti adalah Menteri Kelautan dan Perikanan dalam Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo. Banyak yang terperangah saat beliau diangkat sebagai menteri meskipun banyak juga yang sudah memperkirakan sebelumnya. Banyak selentingan dan kabar tak enak beredar dan menutupi prestasi-prestasi beliau. Maka buku 3 Sisi Susi ini dengan akurat menjabarkan dan memaparkan sisi-sisi sang menteri agar pembaca dapat mengenal beliau lebih dekat dan menjadikan beliau sebagai sumber inspirasi.

1. Perempuan Cerdas - Murid Berprestasi Menolak Sekolah

Dalam Susi dan Keluarga, pembaca diajak mengenal Susi dalam proses membangun keluarga. Kegagalan pernikahannya tak membuatnya surut langkah. Beliau bahkan masih berhubungan baik dengan mantan suaminya.
Sedangkan Susi Kecil akan membawa pembaca ke masa kecil Susi yang sangat mengidolakan Semar, gemar menonton wayang dan membaca dan memimpikan punya montor mabur.
Sejak kecil, Susi memang telah menjadi pribadi yang rajin. Si Rajin Susi mengungkapkan alasan mengapa Susi meninggalkan bangku SMA tanpa menamatkannya.
-----
Saya banyak menemukan fakta menarik dari sisi pertama ini. Banyak inspirasi yang saya petik. Hanya saja penulis masih belum rapi merangkaikan jalinan informasinya. Terkesan melompat-lompat dan kurang runtut.

2. Perempuan Sukses - Beli Pesawat Hanya Demi Lobster

Susi dan Bakul Ikan, Susi Sang Ratu Lobster, dan Susi Punya Pabrik, adalah sisi yang mengupas perjalanan kerajaan bisnis ikan Susi Pudjiastuti. Bisnis yang benar-benar dimulai dari nol. Bisnis yang tidak selalu berjalan mulus. Banyak kendala yang beliau temui namun dengan kecerdasan beliau mengubahnya menjadi peluang.
Susi dan Tsunami akan membawa kita pada kenangan Tsunami Aceh, saat kita kagum akan keberaniannya mendaratkan pesawatnya untuk mengirim bantuan. Sebagai pesawat pertama yang mendarat di Aceh, Susi menjadi bagian dari sejarah. Banyak sukarelawan dan media meminjam pesawat milik Susi dan menyebutnya sebagai Susi Air. Inilah cikal bakal Susi Air Lahir.
----
Dalam sisi Susi yang kedua, jalinan fakta sudah lebih rapi. Meski mengungkap betapa heroiknya Susi, namun penyampaiannya wajar dan tidak berlebihan. Saya sangat menikmati bagian sisi ini.

3. Perempuan Berani - Tak Gentar Menenggelamkan Kapal Pencuri

Setelah Susi Jadi Menteri yaitu Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi pun langsung beraksi. Laut dan ikan adalah her love and passion, semangatnya mengembalikan hak nelayan lokal sangat mengagumkan.
Susi dan Kapal menunjukkan bahwa beliau ingin kita tak lagi memunggungi laut, tapi memeluk dan menjaganya. Paparan program dalam Susi dan Kebijakannya, sangat terperinci dengan gambaran tindakan pembenahan yang beliau lakukan.
Sedangkan Susi di Mata Mereka adalah testimoni tentang Susi Pudjiastuti dari Presiden Joko Widodo, Menko Kemaritiman Dwisuryo Indroyono Soesilo, Menteri LHK Siti Nurbaya, Mensesneg Pratikno, dan Menko PolhuKam Tedjo Edhi Purdhijanto.
----

Saya cukup menikmati buku ini, ada banyak hal yang bisa kita petik dari Susi Pudjiastuti. Saya merekomendasikan buku ini bagi pembaca yang ingin mengenal sisi-sisi Susi dan meneladani kecintaan beliau terhadap kemaritiman, kelautan dan perikanan Indonesia.
Saya beri 3 bintang untuk 3 Sisi Susi.

Beberapa typo dalam buku ini:

* tahun 1889 --> tahun 1989 (hlm. 6)
* mengizinkannya itu untuk --> mengizinkannya untuk (hlm. 11)
* …katanya.Dari --> …katanya. Dari (hlm. 12)
* saat diangkat Presiden --> saat diangkat oleh Presiden (hlm. 17)
* dia dibiasakan oleh bangun pukul 03.00 --> dia dibiasakan oleh orangtuanya bangun pukul 03.00 (hlm. 22)
* melanjutkan sekolah SMAN 1 Yogyakarta --> melanjutkan sekolah di SMAN 1 Yogyakarta (hlm. 27)
* dilakukanyaa. --> dilakukanya. (hlm. 29)
* …ketika ada pesanan. dia… --> …ketika ada pesanan, dia… (hlm. 40)
* …sedang masa bertelur. Susi langsung… --> …sedang masa bertelur, Susi langsung… (hlm. 45)
* …pada hari yang, sama, --> …pada hari yang sama, (hlm. 49)
* suminya --> suaminya (hlm. 51)
* …semua produk laut hasil yang… --> …semua produk hasil laut yang… (hlm. 51)
* di produksinya --> diproduksinya (hlm. 51)
* Susilo bambang Yudhoyono --> Susilo Bambang Yudhoyono (hlm. 71)
* Panganadaran --> Pangandaran (hlm. 89)


TEBAR-TEBAR QUOTE

Tidak ada sesuatu yang bisa didapatkan tanpa usaha keras. (hlm. 7)

Semua anak pasti senang dapat membawa orangtuanya dan menunjukkan sesuatu yang telah dilakukan. (hlm. 13)

Jangan pernah berpikir bahwa dunia akan memberimu tempat istimewa karena kamu seorang perempuan. (hlm. 31)

Susi menteri unik yang justru tidak mau dipanggil dengan sebutan Ibu Menteri. Dia lebih suka dipanggil dengan namanya, tanpa embel-embel Bu Menteri. (hlm. 90)

Integritas sangat penting baginya karena itu merupakan pertaruhan kebebasan, freedom of mind. Jika kebebasan hilang, seseorang akan terpenjara dan terkotak oleh kepentingan dan keharusan. (hlm. 99)

Hal yang harus dilakukan kini adalah bangsa Indonesia harus mulai sadar bahwa selama ini sudah terlalu lama memunggungi laut. (hlm. 127)

"Bila dikelola dengan benar dan disiplin, potensi laut dapat menyaingi migas. Tapi, kita harus keras untuk mengelola sumber daya laut dengan benar dan lestari. Kalau tidak, bisa habis seperti migas." (hlm. 135)

"Saya orang yang full komitmen kalau mengerjakan sesuatu. Saya ingin eksistensi dan pengalaman saya membuahkan hasil." (hlm. 150)

"Pemimpin masa depan, yakinlah keberhasilan kita untuk masa depan bangsa kita hanya kita dapatkan dengan jiwa dan pikiran yang merdeka dan mandiri." (hlm. 155)

Kamis, 09 Juli 2015

[Resensi: Jodoh untuk Naina - Nima Mumtaz] Keikhlasan Naina Menerima Perjodohan


Judul buku : Jodoh untuk Naina
Penulis : Nima Mumtaz
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tahun terbit : 27 April 2015
Tebal buku : 252 halaman
ISBN : 978-602-02-6348-9



BLURB

Jodoh untuk Naina, Abah yang pilih, Naina ikhlas.
Tapi, kenapa Abah pilih dia?
Dia yang punya masa lalu kelam.
Dia yang pernah diarak keliling kampung karena berzina.
Dia yang tidak sempurna.
Mengapa Abah begitu yakin dia mampu menjadi imam Naina?
Bagaimana Naina harus menjalani kehidupan rumah tangga bersama pria yang tidak dia sukai, bahkan sebelum akad nikah?
Apakah dia adalah jodoh untuk Naina?


RESENSI

Naina Humairah tak mampu menolak saat Abah menawarkan seorang pria untuk menjadi suaminya. Setelah Umi meninggal dan kakak-kakaknya menikah, Naina hanya hidup berdua dengan Abah. Ia sangat menyayangi Abah. Dan jika pernikahan Naina membuat Abah bahagia, Naina rela menjalaninya.
Namun betapa kaget Naina saat mengetahui bahwa calon suaminya adalah Rizal Ayyashi. Pria yang sepuluh tahun lalu pernah membuat skandal memalukan di kampung hingga membuat keluarga pria itu pindah ke Surabaya. Meski saat kejadian itu, Naina masih kecil tapi Naina sudah banyak mendengar berita yang simpang siur dari para tetangga. Bahwa Rizal tertangkap sedang berzina dengan perempuan bersuami.
Naina pun memasuki gerbang pernikahannya dengan ketidakikhlasan. Ia masih meragukan Rizal. Ia masih mencari-cari kekurangan Rizal. Walaupun perlakuan Rizal begitu lembut dan protektif padanya, hati Naina masih ragu. Apakah Rizal benar-benar telah bertobat?
Tapi siapa, sih, yang bisa bertahan dibombardir kelembutan dan godaan yang menyenangkan dari suami yang ganteng? Naina pun luluh. Ia menerima pernikahan dengan ikhlas dan mulai membuka hati untuk Rizal hingga hanya pria itu yang memenuhi harinya.
Dan cobaan pun datang. Latifah, perempuan yang pernah menjadi partner skandal Rizal ,kembali pulang ke kampung. Janda itu mencari Rizal untuk menjawab lamaran yang ditawarkan Rizal setahun yang lalu. Tanpa sengaja Naina mendengar Rizal bertanya pada Latifah apakah Latifah mau menjadi istri kedua. Naina limbung. Dunia seakan menggelap.
Sanggupkah Naina dimadu? Seberapa jauh tanggung jawab yang hendak dituntaskan Rizal? Benarkah Rizal akan membawa wanita kedua dalam kehidupan pernikahan mereka? Dan siapakah gadis berkerudung biru yang menjadi cinta terpendam Rizal?

--------

Saya penasaran dengan Nima Mumtaz sejak munculnya Akulah Arjuna. Sudah mengincar novel itu tapi sepertinya belum juga berjodoh. Dari gagal menang giveaway, stok kosong di toko buku, dan belum menemukan teman yang bisa meminjami :p
Hingga Jodoh untuk Naina terbit. Saya langsung tertarik dengan blurb-nya. Pikir saya, Naina si tokoh utama benar-benar hebat. Saya sendiri, yang nggak bakal mau menerima perjodohan dengan pasrah, tentunya mengagumi sosok yang bersedia menjalani perjodohan.

Temanya sungguh unik. Bukan hanya sekedar perjodohan, tapi perjodohan dengan pria yang memiliki masa lalu yang suram. Sebuah skandal perzinaan. Dosa yang teramat berat dari sisi agama.
Plotnya rapi dan begitu mengalir hingga saya tiba di bagian-bagian yang membuat saya meneteskan air mata. Pilihan diksi Nima meski simpel tapi mampu membuat terlarut. Terlebih karena novel ini menggunakan sudut pandang orang pertama, yaitu Naina, saya jadi ikut merasakan suasana hati Naina.

Karakter Naina tadinya saya rasa cukup menyebalkan di awal. Gemas banget waktu Naina setiap ditanya oleh Rizal jawabannya selalu terpatah-patah atau malah kadang cuma diam nggak berani ngomong. Tapi makin ke belakang makin ketahuan kalau Naina cerewet dan manja. Gaya ngomongnya ke Rizal yang manja dan merajuk itu rasanya lucu.
Untuk tokoh pria, saya yang biasanya mengidolakan cowok bad boy, kali ini luluh oleh Rizal. Aduh, Abah Miftah masih punya stok calon suami kayak Rizal nggak, sih? Sudah ganteng, santun, agamanya bagus, pintar, lembut, tapi bisa ngegombal juga. Haha.
Kepingin deh anak-anak saya kalau dewasa bisa kayak Rizal begitu ^^
Sayangnya fisik mereka kurang terdeskripsi dengan rinci.

Jodoh untuk Naina merupakan novel lini Le Mariage dari Elex Media kedua yang saya baca setelah Not A Perfect Wedding karya Asri Tahir.
Sebagai novel bertema pernikahan, Jodoh untuk Naina begitu kental nuansa islaminya. Mulai dari prosesi dan tata cara ijab qabul hingga keseharian para tokohnya.
Selain itu, hal yang saya sukai adalah unsur kebudayaan yang terangkat dalam hal adat pernikahan dan dialek beberapa tokoh yang digunakan. Terasa semakin memperkuat setting.

Dan yang membuat saya jatuh cinta adalah bonus epilognya. Aaah~ suka banget. Epic.

Radar saya hampir nggak menemukan typo di dalam novel ini:

sampai di rumah, kami pun dia tak berubah. --> sampai di rumah kami pun, dia tak berubah. ( hlm. 98)
makhlukmu --> makhluk-Mu (hlm. 214)

Novel ini memberi banyak pelajaran. Tentang kepatuhan, cara memperlakukan orangtua, cara berumah tangga yang sakinah mawadah warohmah dan tentang keikhlasan.
Saya beri 5 bintang untuk Jodoh untuk Naina.


TEBAR-TEBAR QUOTE

"Tak ada waktu yang terlalu cepat atau terlalu lambat untuk masalah jodoh. Dia akan datang kapan pun dia mau. Karena Allah telah menuliskannya dalam garis takdirmu." (hlm. 2)

"Kamu selalu punya pilihan, Naina." (hlm. 22)

Aku memang selalu punya pilihan, tapi aku juga memilih untuk membahagiakan Abah, apa pun yang terjadi. (hlm. 22)

"Naina, tidak ada harta bersama dalam pernikahan. Yang ada hanya harta suami dan harta istri. Suami punya kewajiban memenuhi semua kebutuhan rumah tangga juga kebutuhan istrinya, sedang harta istri bebas dibelanjakan semau istri. Itulah kenapa Abang berikan semuanya. Karena Abang mau, Naina yang atur. Karena Abang mau, Nai tahu berapa penghasilanku dan berapa pengeluaran kita. Jadi, nanti kalau kamu minta dibeliin mobil mewah atau liburan ke luar negeri sebulan sekali, Nai bisa tahu kalau Abang belum mampu." (hlm. 56)

"Enak, ya, punya istri, ada yang cemberutin." (hlm. 59)

Aku ingin membencimu. Begitu ingin. Aku ingin mengutuk semua keragu-raguanmu namun yang kulakukan hanya memberi maaf padamu. (hlm. 213)

Ya rabb,
Maaf jika aku mencinta makhlukmu terlalu sungguh. Maaf jika aku merindu makhluk-Mu dengan segenap rindu yang kupunya. Tapi aku tak sanggup menahan ini, ya Allah. Aku terlalu mencinta, aku amat sangat merindu. 
Allahku, tolong jaga dia dalam lindungan-Mu. Jaga dia dalam kasih sayangmu. Jaga hatinya agar selalu dalam lingkup rahmatmu. (hlm. 214)

Kamis, 25 Juni 2015

[Resensi: Love at School by Guntur Alam dkk] Merasakan Cinta di Sekolah


Judul buku : Love at School
Kategori : Kumpulan Cerita Pendek
Penulis : Guntur Alam, Anggun Prameswari, Faisal Odang, dkk
Editor : Pradita Seti Rahayu
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tahun terbit : 28 Januari 2015
Tebal buku : 181 halaman
ISBN : 978-602-02-5692-4




BLURB

"Ia selalu ada … rasakan kehadirannya."

Pernahkah kamu bertanya, mengapa senyuman yang selalu dia perlihatkan ketika melintasi kelasmu setiap pagi membuat jantungmu memompa darah lebih cepat?

Pernahkah kamu bertanya, mengapa obrolan tak serius di perpustakaan dengan dia bisa menjadi pemicu mimpi indahmu di malam hari?

Atau, mengapa cemburu yang muncul setelah melihat dia berjalan ke kantin dengan yang lain membuat harimu terasa berantakan di sekolah?

Jangan menduga-duga jawaban. Mungkin itu cinta.

Sama seperti enam belas kisah yang ditulis oleh Guntur Alam, Anggun Prameswari, Faisal Oddang, Pretty Angelia, Ria Destriana, Fakhrisina Amalia Rovieq, Afgian Muntaha, Pipit Indah Mentari, Mel Puspita, Fitriyah, Karina Indah Pertiwi, Afin Yulia, Ruth Ismayati Munthe, juga Dilbar Dilara.

Mereka merasakan kehadirannya. Tak pernah absen.

Cinta itu selalu ada … di sekolah.



RESENSI

Love at School merupakan kumpulan cerita remaja tentang kisah-kisah cinta berlatar sekolah. Cerpen-cerpen ini merupakan hasil dari event yang digagas Guntur Alam melalui akun twitter-nya.

Ada 16 judul cerita pendek yang manis-asam-pahit di dalam buku Love at School ini, yaitu:

* Katanya sih Ini Cinta karya Dilbar Dilara
* Cinta Sulit si Jangkung karya Afin Yulia
* Waktu Hujan Reda karya Ria Destriana
* Puzzle karya Fakhrisina Amalia Rovieq
* Jam Tangan untuk Nanda karya Agfian Muntaha
* Unnamed Love karya Pipit Indah Mentari
* Detention karya Mel Puspita
* Jangan Pernah Salahkan Waktu karya Fitriyah
* Love Code karya Karina Indah Pertiwi
* Hanya dengan Foto karya Pretty Angelia
* Library We Meet karya Ruth Ismayati Munthe
* Dongeng Bunga Matahari karya Anggun Prameswari
* Pangeran Cinta di Bus Kota karya Guntur Alam
* Warna Keberuntungan Maura karya Guntur Alam
* Cerita Tentang Hujan karya Guntur Alam
* Surat Malala karya Faisal Oddang

Dari ke-enambelas cerita pendek tersebut ada beberapa yang menarik perhatian saya.
Salah satunya adalah Waktu Hujan Reda. Cerita dari Ria Destriana ini mengalir dengan lincah, dialognya luwes dan hidup. Kisahnya memang bisa ditebak tapi tokoh cowoknya, Rendy, bikin gemes. :)

Jam Tangan untuk Nanda membuat saya teringat masa SMP. Problem Nanda sama seperti saya, nggak bisa pakai jam tangan keren karena terlalu kurus. Bedanya Nanda ingin pakai G-Shock, kalau saya ingin pakai Baby-G yang merupakan versi feminin dari jam tangan tersebut. Kalau saya dulu nekat nambahin lubang pada jam tangan, Nanda memilih untuk meningkatkan berat badan. Hasilnya Nanda jadi cowok 'kayu jati' yang tegap dan keren. Tapi bukan itu saja yang membuat saya senyum-senyum baca karya dari Agfian Muntaha ini, tapi juga kejutan yang ada di akhir ceritanya yang bikin ngakak :D

Cerpen Love Code juga menarik diikuti. Saya ikut menebak-nebak siapa pengirim surat cinta yang unik itu. Unik karena si pengirim menulis surat cinta yang hanya berisi kode deretan huruf dan angka. Karya Karina Indah Pertiwi ini menurut saya enak dibaca karena mengalir dengan rapi.

Satu lagi cerpen yang bikin baper, Hanya dengan Foto karya Pretty Angelia. Jadi pengen naik ke Pangrango lagi, sambil bawa kamera. Suka dengan cerpen ini karena tema fotografi dan twist-nya. Maniiisss banget, deh, ceritanya ^^

Dongeng Bunga Matahari adalah favorit saya! Bukan hanya karena saya dulu juga pernah berpikir bahwa saya hanyalah bunga matahari, tapi cerita dari Anggun Prameswari ini bikin nyesek. Mengharu-biru apalagi puisinya. Saya sempat merasakan setitik asa untuk Bunga sebelum ia tertampar kenyataan :'(

Ada tiga cerpen dari Guntur Alam yang menarik semua. Tapi yang paling saya sukai adalah Warna Keberuntungan Maura. Saya nyengir baca ending-nya. Nggak tertebak dan bikin penasaran.

Surat Malala merupakan cerpen penutup dari Faisal Oddang. Cerpen yang legit dengan alur yang menarik.
Well, bisa saya katakan ini merupakan hal yang saya sukai dari susunan kumcer Love at School. Saya suka menyimpan bagian terbaik di akhir. Urusan makanan, bacaan atau apa pun selalu yang paling enak atau paling baik saya sisakan untuk dinikmati terakhir. Makanya saya suka, karena lima cerpen terakhir adalah cerpen terbaik menurut saya. Rasanya jadi lupa pada beberapa cerpen yang membuat saya mengerutkan dahi. Entah karena gaya penulisannya yang masih kaku, narasi tokoh cowok yang 'bersuara' cewek, ataupun eksekusi yang kurang mengena.

Saya rekomendasikan Love at School bagi pembaca remaja yang sedang mabuk cinta juga pembaca dewasa yang ingin bernostalgia dengan cinta semasa sekolah. Pesan saya hanyalah: awas baper. Haha…
Saya beri 4 bintang untuk Love at School.


TEBAR-TEBAR KUTIPAN

"Put, itu cowok paling ganteng satu sekolah!" Lili menunjuk ke arah podium. (Katanya sih Ini Cinta - hal. 1)

Banyak orang berpikir jadi jangkung itu menyenangkan. Sampai-sampai terobsesi untuk menambah tinggi badan. Tetapi, yang terjadi denganku justru kebalikannya. Aku tidak ingin tumbuh tinggi. Sebab tinggiku yang lebih dari 170 cm ini membuatku kesulitan mendapat pacar. Sudah lima kali cowok yang kutaksir menolakku dengan alasan yang sama -- aku ketinggian. (Cinta Sulit Si Jangkung - hal. 10)

"Bosannn…!" teriak Rendy dari balik jendela. Suaranya yang besar menggema mengalahkan deras air hujan yang turun. (Waktu Hujan Reda - hal. 23)

Sylvana bilang, cinta itu kayak potongan-potongan puzzle, nggak bisa menyatu kalau nggak ketemu kepingan yang pas. Tapi aku nggak setuju. (Puzzle - hal. 36)

Ada pepatah lama yang tidak kuketahui siapa pencetusnya yang berbunyi, "Setiap langkah besar selalu dimulai dari satu langkah kecil." Dan aku sangat setuju dengan hal itu. Aku memang mengalaminya sendiri. Sebuah langkah besarku dimulai dari satu langkah yang benar-benar kecil. Bahkan, alasanku mengambil langkah kecilku pun juga adalah hal kecil juga, yaitu jam tangan. (Jam Tangan untuk Nanda - hal. 47)

"Perlukah rasa cinta diberi nama?" tanyanya pada suatu sore. (Unnamed Love - hal. 63)

Keringat kini menetes sebulir-sebulir dari leherku. Aku yakin sekali kalau nyaris seluruh cairan di tubuhku sudah menguap di udara panas yang diam. Aku sudah tak tahan. Kurundukkan kepalaku perlahan agar tak ketahuan Mr. Poltak yang sedang menerangkan puisi dan sajak di depan kelas. Matanya yang minus tujuh kukira tak akan membuatku repot mencuri-curi kesempatan menyesap es soda yang kusimpan di laci mejaku. (Detention - hal. 71)

Sebagian orang berkata bahwa pertemuan pertama itu selalu menyenangkan dan menakjubkan, tapi tidak ada yang istimewa dengannya. Ia datang terlambat ke kelas, memakai jaket dan rambut gondrongnya ia tutupi dengan topi lalu duduk di paling belakang, dan di antara bisingnya obrolan kelas kami, kulihat ia sibuk dengan spidol dan menggoreskan sesuatu dengan serius di binder miliknya. Sebentar, kenapa aku begitu memperhatikannya? (Jangan Pernah Salahkan Waktu - hal. 83)

Cinta. Sesuatu yang selalu didambakan tetapi sulit diungkapkan. Sesuatu yang selalu dinanti tetapi sulit dipahami. Begitulah cinta. Ketika kalimat "I love you" tak bisa diungkapkan dengan tutur kata, ketika rasa ingin memiliki terpendam dalam hati, hanya angan dan harap yang tersisa. Menyatakan cinta secara langsung memang tidak mudah. Lalu bagaimana dengan menyatakan cinta secara tidak langsung? Tentu menjadi mudah berkat adanya Mading alias Majalah Dinding. (Love Code - hal. 94)

Aku tak begitu mengerti mengapa aku sangat tertarik dengan kamera. Yang jelas kamera sudah menjadi nyawa keduaku saat ini. Maka dari itu aku sangat menyukai fotografi. Dan yang kutunggu-tunggu tentunya adalah kompetisi fotografi yang seperti ini. (Hanya dengan Foto - hal. 106)

Februari 2013
"Bruk! Bruk!"
Lagi-lagi aku menjatuhkan buku-buku yang ada di rak perpustakaan sekolah ini. Kenapa sih, aku ceroboh banget? Padahal aku sudah lama pakai kacamata, supaya mataku yang minus ini tidak terus-terusan mengacaukan segala hal yang aku lakukan. Tapi sepertinya mengacaukan memang sudah jadi kebiasaanku. Bahkan, orang-orang yang ada di perpustakaan ini saja sepertinya juga sudah terbiasa dengan tingkah lakuku ini. Seperti dia, yang kali ini juga membantuku membereskan buku-buku yang kujatuhkan. (Library We Meet - hal. 117)

Hei kamu, ya kamu yang ada di situ,
Ada kisah yang mungkin kau belum tahu,
Tentang bunga matahari, sedikit pilu, tentu
Dengarkan, aku akan berkisah kepadamu
(Dongeng Bunga Matahari - hal. 127)

"Wit, tar pulang sekolah gue ikut lu berdua naik bus lagi ya?" ucap Cinta sembari mengaduk es jeruk yang ada di depannya. Wita terbelalak, buru-buru ia menoleh kepada Iren yang duduk di sebelahnya. Iren mengangkat sedikit bahunya, bingung. (Pangeran Cinta di Bus Kota - hal. 137)

Maura tercekat. Ia menahan napas dalam beberapa detik. Bola matanya membulat, ia benar-benar tak memercayai apa yang ia lihat barusan. Berulang kali ia membaca tulisan di halaman majalah kesayangannya itu. Tak berubah! Di sana tertera nama lengkap dan alamat rumahnya. Ia terpilih sebagai salah satu pemenang tiket nonton konser Super Junior di Jakarta. (Warna Keberuntungan Maura - hal. 147)

Hujan bulan November turun, Wi. Masih seperti tahun-tahun yang lalu. Disertai angin dan tetes air yang besar-besar. Dan kamu tahu? Sekarang tanggal 20 November. Hari ulang tahun kita. Ritualku masih seperti dulu, membuka- buka album kenangan yang menyimpan cerita tentang kita berdua. (Cerita Tentang Hujan - hal. 155)

Kepada Isuri…

Isuri bergeming. Ini sudah tiga hari dalam seminggu ia mendapati di mading sekolah ada puisi yang ditujukan buatnya. Pengirimnya sama, Malala. Hary Malala. Kembali, Isuri menatap dengan rasa haru yang bergolak di dadanya. Ia memperhatikan puisi itu. Perlahan membaca bagian yang baginya sangat jleb, di hati. (Surat Malala - hal. 165)

Note: cuplikan merupakan paragraf awal pembuka cerpen.

Minggu, 17 Mei 2015

[Resensi: Not A Perfect Wedding by Asri Tahir] Manisnya Cinta Di Balik Permainan Takdir


Judul buku : Not A Perfect Wedding
Penulis : Asri Tahir
Editor : Afrianty P. Pardede
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tebal buku : 297 halaman
Tahun terbit : Mei 2015
ISBN : 978-602-02-5897-3






BLURB


Raina Winatama
Di hari pernikahanku, aku kehilangan mempelaiku. Bukan karena dia melarikan diri. Tapi dia pergi untuk selamanya.


Prakarsa Dwi Rahardi
Di hari pernikahanku, aku kehilangan mempelaiku. Bukan karena dia melarikan diri. Tapi aku harus pergi untuk selamanya.

Pramudya Eka Rahardi
Di hari pernikahan adikku, aku harus menjadi mempelai laki-laki. Menjalankan sebuah pernikahan yang harusnya dilakukan oleh adikku, Prakarsa Dwi Rahardi.



RESENSI

Satu hari menjelang hari pernikahannya, Raka menjemput sang kakak di bandara. Entah bagaimana, Raka berhasil membujuk sang kakak yang telah menetap di London selama 7 tahun, untuk pulang ke tanah air dan menghadiri pesta pernikahan Raka dan Raina.
Sayangnya setelah mengantar Pram ke rumah, Raka yang pergi lagi untuk mengurusi pengisi acara pernikahannya mengalami kecelakaan.
Raka kritis. Saat berada dalam hidup dan mati itulah dia mengajukan sebuah permintaan yang dirasa mustahil bagi Pram. Raka ingin Pram menggantikannya untuk menjaga Raina. Raka meminta Pram untuk menikahi Raina.
Raina yang tidak tahu menahu bahwa Raka meninggal -meski dia tahu Raka mengalami kecelakaan- merasa bahagia di hari pernikahannya. Namun betapa bingungnya dia saat dari tempatnya menanti, dia mendengar pria yang mengucapkan ijab qabul bukanlah Raka, tapi Pramudya Eka Rahardi.
Dan bergulirlah pernikahan yang terjadi akibat permainan takdir antara Pram dan Raina. Pram jatuh bangun menjaga janjinya kepada Raka. Susah payah dia bersabar terhadap Raina yang masih terpukul dan berduka.
Hingga Pram menyadari bahwa keinginannya untuk menjaga Raina bukan hanya demi Raka tapi juga demi dirinya sendiri. Namun, dia harus membuka rahasia masa lalunya terlebih dulu. Mengenai Sashi, cinta masa lalu yang membuatnya kabur ke London.
Akankah Raina bisa menerima pernikahan mereka? Apa yang akan terjadi pada pernikahan mereka saat Sashi muncul? Siapa yang akan Pram pilih?


Not A Perfect Wedding merupakan novel debut Asri Tahir melalui lini Le Mariage dari Elex Media Komputindo. Meskipun sebelumnya Asri telah menuliskan cerita ini melalui Wattpad dan telah dibaca ribuan readers.
Wajar saja karena Not A Perfect Wedding menyajikan kisah yang luar biasa. Idenya sangat menarik dengan jalinan cerita yang menimbulkan rasa penasaran. Dengan alur maju, Not A Perfect Wedding membawa pembaca terharu-biru mengikuti perjalanan pernikahan Raina dan Pram.

Saya suka kontrasnya karakter pria dan wanitanya. Pram begitu dewasa dan tidak egois dibanding Raina yang kekanakan dan manja. Ini jadi mengingatkan kepada hubungan saya dan suami. Hehe~
Raina sendiri walau di awal sulit menerima takdir, tapi makin ke belakang dia makin tegar, makin tangguh meski mudah bimbang.
Beberapa tokoh sampingan pun punya porsi yang pas untuk ikut ambil bagian. Bahkan konflik yang dialami kakak-kakak Raina dapat memberi jeda napas bagi pembaca dari konflik yang dialami sang tokoh utama.

Desain sampulnya cantik dengan warna favorit saya: biru. Terlihat sederhana tapi memikat dengan puluhan kupu-kupu yang beterbangan dan gaun pengantin yang anggun. Favorit banget deh!

Sayangnya masih banyak typo yang bertebaran dalam novel ini. Kesalahan tanda baca semacam peletakan tanda petik, tanda koma dan tanda titik juga masih banyak.

clucth --> clutch (hal. 5)
daritadi --> dari tadi (hal. 19)
pernikahan sama aku dan Pram --> pernikahan aku dan Pram (hal. 89)
saat meninggalkan Pram meninggalkannya --> saat Pram meninggalkannya (hal. 101)
dia lucu --> dia merasa lucu (hal. 167)
pram --> Pram (hal. 178)
Semua --> semua (hal. 179)
kakakknya --> kakaknya (hal. 206)
masih --> masa (hal. 211)
tidak alasan --> tidak ada alasan (hal. 255)
smester --> semester (hal. 269)
di duga --> diduga (hal. 274)
dres --> dress (hal. 276)
belalu --> berlalu (hal. 283)
digenggamannya --> di genggamannya (hal. 283)
di tatapnya --> ditatapnya (hal. 283)
dia diberikan --> dia berikan (hal. 285)

Tapi keseluruhan ceritanya begitu manis. Sebagai novel debut, Not A Perfect Wedding adalah karya yang menjanjikan. Saya sudah tidak sabar menunggu karya-karya Asri Tahir yang lainnya.
4 bintang saya berikan untuk Not A Perfect Wedding.



TEBAR-TEBAR QUOTE

"Atas nama takdir, terkadang manusia bersembunyi dengan rasa takutnya. Menyalahkan keadaan sebagai rasa pelariannya. Untuk mereka yang percaya takdir, sang sutradara selalu menyimpan kisah manis untukmu, meski dengan cara berliku." (hal. ix)

"If you think you are that though, then prove it." (hal. 52)

"Pernikahan bukan tentang cara kamu bersikap kepadaku, Pram. Tapi tentang sebuah pondasi yang kuat untuk menjalaninya." (hal. 123)

"Karena membuka masa lalu sama dengan membuka luka lama…" (hal. 129)

"Cukup Raka yang menyerahkanmu padaku. Tapi tidak denganku, Rain. Segala sesuatu yang menjadi milikku, akan selalu kupertahankan." (hal. 176)

"Menghilangkan rasa sakit itu bukan dengan menciptakan rasa sakit yang baru. Yang kita perlukan adalah menghadapinya." (hal. 178)

Tidak ada kebahagiaan yan instan itu memang benar, karena sejatinya harus ada pengorbanan dari tiap kebahagiaan." (hal. 195)

"Itulah salah perempuan, kasih kesempatan untuk laki-laki menaklukkan kalian. Buat mereka penasaran. Iya kan, Pasha?" (hal. 209)

"No… it's your past. Dan aku nggak punya hak untuk meminta kamu melupakannya." (hal. 240)

Selasa, 12 Mei 2015

[Resensi: Dixieland Sushi by Cara Lockwood] - Memahami Uniknya Perbedaan dalam Cinta


Judul buku : Dixieland Sushi
Penulis : Cara Lockwood
Alih bahasa : Shandy Tan
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tahun terbit : 2013
Tebal buku : 300 halaman
ISBN : 978-602-02-0476-5
Available at: bukupedia






BLURB

Jen Nakamura Taylor, seorang gadis blasteran Jepang, mengira telah meninggalkan masa lalunya di sebuah kota kecil daerah Selatan ketika dia pindah ke utara untuk menjadi produser acara televisi populer di Chicago. Sampai akhirnya dia menerima kabar dari kampung halaman bahwa sepupunya akan menikah dengan Kevin Peterson, pria yang selama bertahun-tahun sangat dicintai Jen.

Kabar tersebut bukan hanya membangkitkan kenangan lama yang menyesakkan, tapi sekarang Jen, yang lajang dan sangat sibuk, terpaksa harus mencari pasangan untuk menghadiri pernikahan tersebut.

Sementara itu, Riley - pria ganteng dari Inggris yang menjadi teman sekantor Jen - kelihatannya bisa menjadi 'pasangan' yang cocok. Bahkan pacar Riley pun menganggapnya sebagai ide bagus.

Selama perjalanan menuju Dixieland, tanpa disangka, keduanya mulai merasakan perasaan yang berbeda antara satu sama lain. Dan Kevin Peterson yang telah dewasa tetap saja menawan! Di tengah-tengah situasi rumit, Jen pada akhirnya tetap harus belajar untuk mencintai silsilah keluarga, kehidupan cinta, bahkan dirinya sendiri.


RESENSI

"Nah, apa rencanamu untuk mengacaukan pernikahan itu?"

Bagi Jen Nakamura, gadis blasteran Jepang yang tumbuh di Dixieland, Kevin Peterson adalah cinta masa remajanya yang jauh di awang-awang. Jen menghabiskan masa belianya dengan jatuh cinta setengah mati pada Kevin. Namun, meski bagi Jen, ia sudah sering memberi Kevin sinyal-sinyal cinta, Kevin tetap saja tidak meliriknya dan malah sering bergonta-ganti pacar.
Jadi ketika suatu hari di sela kesibukannya sebagai produser acara berita, Jen mendapat undangan pernikahan dari Lucy - sepupu Jen - dan Kevin Peterson, Jen kalang kabut.
Jen menghabiskan waktu untuk mencari pria yang kemungkinan besar pantas dan mau menjadi pendampingnya untuk menghadiri pernikahan Lucy dan Kevin. Sayangnya pria-pria yang dikencani Jen adalah pria-pria "aneh".
Jen sebenarnya ingin mengajak Nigel Riley, rekan kerja yang menurut Jen adalah versi dewasa dari Kevin. Sayangnya, meski Riley akrab dan sering menggodanya, Riley telah punya pacar. Pacar yang cantik, pintar dan baik hati. Pacar yang sempurna. Maka Jen menahan diri.
Siapa sangka justru malah Tiffany - pacar Riley-lah yang menawarkan agar pria itu menemani Jen ke pesta pernikahan.
Dan dimulailah perjalanan Jen pulang kampung menuju Dixieland, kota kecil di daerah selatan. Kali ini ia harus memperkenalkan keluarganya yang aneh pada Riley, menyusuri perjalanan penuh godaan bersama Riley, menghadapi rayuan-rayuan Kevin yang telah ia dambakan sejak usia belasan dan menemukan arti keluarga dan cinta bagi dirinya.

Dixieland Sushi memiliki tema yang unik. Tentang kehidupan gadis blasteran Amerika-Jepang yang merasa keluarganya paling aneh sedunia. Bahwa ia terkadang menghadapi prasangka yang konyol, menggelikan dan bahkan menyedihkan dari orang-orang di sekitarnya.

Gaya penceritaan Cara Lockwood lumayan membosankan di awal. Dengan alur maju-mundur yang membawa kita ke tahun 80-an, Cara cukup sangat sering menyebutkan judul-judul serial TV yang tidak saya pahami.
Mungkin untuk warga Amerika itu adalah budaya populer di kala itu, tapi di Indonesia yang pada era 80-an hanya punya satu stasiun TV yaitu TVRI, saya tak punya bayangan sama sekali tentang serial-serial TV yang disebutkan. Kecuali The A Team… wkwkwkk~
Cara juga terlalu banyak memasukkan tokoh sampingan yang sebenarnya tidak terlalu penting. Tokoh-tokoh sampingan itu hanya memperpanjang narasi yang justru malah semakin terasa membosankan.

Untungnya saat cerita mulai memasuki perjalanan Jen dan Riley, saya mulai menikmatinya. Dialog antara mereka begitu cair dan cerdas. Interaksi mereka lumayan menghibur.

Saya cukup suka karakter Riley yang slengekan  tapi posesif. Dari dialog di awal cukup kelihatan kalau dia care banget terhadap Jen.
Yang tidak saya sukai adalah karakter Jen. Jen ini begitu skeptis dan sinis terhadap dunia dan terutama terhadap dirinya sendiri. Gambaran Jen terhadap dirinya sungguh menyedihkan. Saya jadi berpikir bahwa Jen ini memang cewek biasa. Sehingga saya kaget saat Riley dan Kevin menyatakan kalau Jen adalah gadis yang cantik, pintar dan menawan.

Terjemahannya cukup bagus meski sedikit tidak konsisten. Ada dialog yang tidak baku tapi ada juga dialog dengan bahasa baku. Menurut saya karena ini adalah roman kontemporer, mestinya penerjemah tidak perlu takut menggunakan bahasa tak baku untuk dialog.

Beberapa typo dalam novel ini:

* Bibir --> bibi (hal. 68)
* pernah suara --> pernah mendengar suara (hal. 77)
* alvokad --> avokad (hal. 138)
* kuning pisau --> kuning pisang (hal. 138)
* granda --> grandpa (hal. 195)
* goreng ikan --> ikan goreng (hal. 226)

Covernya menarik, meski saya bingung untuk apa si kucing duduk di situ menatap Jen. Wkwkwkkk~


TEBAR-TEBAR QUOTE

"Keluarga! Kau kan tahu awak berita sejati tidak punya waktu untuk keluarga." (hal. 16)

"Kita semua punya cacat perkencanan yang mematikan. Cacatmu adalah kau mencintai seorang pria ideal, jadi begitu mengenal dia, kau selalu akan merasa kecewa. Semua pria selalu terlihat lebih baik dari diri mereka yang sebenarnya sampai kau mengenal mereka dan sadar bahwa semuanya ternyata sama saja. Semua pria suka lelucon jorok dan hal-hal berbau porno." (hal. 115)

"Kau bisa saja menggiring bebek ke air, tapi belum tentu bisa memaksanya minum." (hal. 184)

"Orang yang kau nikahi tidak semestinya menjadi prestasi dalam hidup. Aku memang belum menikah, tapi menurutku tidak seharusnya pernikahan nenjadi target atau untuk mendapatkan mahkota. Pernikahan berarti berbagi hidup bersama seseorang, tapi jangan sampai dianggap mencerminkan siapa dirimu." (hal. 255)

"Kau tidak bisa mengandalkan orang lain agar menjalani hidupmu untukmu. Kau harus membuat keputusan sendiri, memutuskan apa sebetulnya yang kau inginkan." ( hal. 256)


Saya suka budaya dan kuliner Amerika Selatan dan Jepang yang muncul di novel ini. Jadi saya beri 3 bintang untuk Dixieland Sushi.
 

Nurina mengeja kata Published @ 2014 by Ipietoon