Tampilkan postingan dengan label Contemporary novel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Contemporary novel. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Oktober 2015

[Resensi: Mr. (Not Quite) Perfect - Jessica Hart] Menciptakan Tuan Sempurna


Judul buku: Mr. (Not Quite) Perfect
Penulis: Jessica Hart
Alih bahasa: Erika Noor Rachma
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun terbit: 2015
Tebal buku: 256 halaman
ISBN: 978-602-02-6145-4



BLURB

Apa yang sebenarnya diinginkan seorang wanita?

Allegra Fielding, seorang jurnalis, sedang dalam masalah. Dia menawarkan sebuah kisah kepada bosnya—merubah pria-yang-tidak-terlalu-sempurna menjadi Pangeran Memesona—dan sekarang dia dapat tugas besar! Tapi, di mana dia bisa menemukan pria yang mau dijadikan 'korban' makeover?
Hmm, saatnya memeras teman seatapnya, Max....

Sayangnya, rencana licik Allegra berubah menjadi bumerang ketika Max menolak untuk 'disempurnakan'!
Dia adalah seorang pria yang benar-benar tahu apa yang diinginkannya, dan dia dengan senang hati akan membuktikan pada Allegra bahwa tak ada yang lebih hot daripada pria seperti dirinya.

RESENSI

Bekerja di Glitz, sebuah majalah mode yang gaya dan penuh dengan gosip kalangan atas, membuat Allegra harus pintar-pintar menyusun artikel agar bisa menyenangkan editornya—yang tak mudah terkesan. Maka ketika sebuah ide brilian tersusun dalam pikirannya, Allegra berusaha membuat artikel yang sempurna yang bisa menjadi batu loncatan baginya. Dia ingin karirnya bersinar dan ibunya tak lagi meremehkan pekerjaannya.
Flick, seorang jurnalis kelas tinggi yang terkenal dan sangat tajam dalam mengulas ekonomi dan politik memang selalu menuntut kesempurnaan dari Allegra. Flick ingin Allegra mengikuti jejaknya dan bukan bekerja di majalah omong kosong semacam Glitz. Tapi bagi Allegra, mode dan fashion adalah dunianya.
Allegra berencana membuat artikel tentang membentuk pria sempurna. Maka Allegra mencari seorang pria biasa-biasa saja sebagai korban untuk diajari minum cocktail, memasak, seni kontemporer dan berdansa. Dan pilihannya jatuh pada Max.
Max, kakak laki-laki sahabat Allegra, baru saja putus dari tunangannya. Maka untuk sementara dia tinggal seatap dengan Allegra. Di mata Allegra, Max adalah pria yang cocok sebagai bahan eksperimennya. Max yang insinyur sipil dan berselera buruk dalam hal berpakaian akan menjadi target perombakan Allegra.
Meski Max setuju, dengan iming-iming kencan bersama Darcy, sang model pakaian dalam, tapi ternyata tidak mudah mengubah Max. Apakah misi Allegra berhasil? Apakah Max akan menjadi tuan sempurna bagi Darcy? Atau tuan sempurna bagi Allegra?

-----------

Butuh waktu untuk menyelesaikan novel ini. Beberapa kali saya berhenti dan hampir menyerah. Mungkin karena jalan ceritanya yang flat dan mudah tertebak.
Tokoh-tokohnya cukup berkarakter dan punya warna yang berbeda.
Menarik melihat bagaimana Allegra bisa berkembang menjadi pribadi unik di bawah tekanan ibu yang selalu menuntut kesempurnaan. Di satu sisi Allegra nggak ingin membuat Flick kecewa, di sisi lain ada jiwa romantis yang menginginkan dirinya jadi diri sendiri.
Saya cukup kagum pada Max akan integritasnya. Sisi pria normalnya terlihat ketika ia nggak bisa menolak permintaan Allegra karena iming-iming kencan dengan Darcy. Namun, ketika dihadapakan pada perempuan terseksi dan termanis di dunia pun, Max tetap bersifat gentleman tanpa mengabaikan Allegra.
Novel ini begitu fokus pada tahap-tahap mengubah Max dan minim adegan romantis. Terdapat momen khas yang biasa muncul di drama komedi romantis semacam stoking sobek atau terjatuh di depan meja yang membuat kekonyolannya terasa berlebihan.

Penerjemahannya lumayan baik meski ada susunan kalimat yang kurang pas. Juga banyak terdapat kesalahan penulisan tanda baca. Tapi, masih bisa dinikmati karena ceritanya ringan dan menghibur.

Saya menyukai novel ini karena pesan yang mengena. Saya pun menginginkan pria sempurna dalam hidup saya. Tapi seperti Allegra, saya belajar bahwa mencintai seseorang bukan berarti memintanya untuk berubah, tetapi menerima dia apa adanya. Menerima kelebihan dan kekurangannya. Dia mungkin bukanlah pria yang kita idealkan tetapi dia pria yang kita butuhkan. Itulah yang membuatnya sempurna.

TEBAR-TEBAR QUOTE

Wanita. Ketika kau mengira sudah mengerti, mereka berbalik dan menendang kakimu sampai kau jatuh, lalu membiarkanmu menggelepar. (hlm. 141)

"Kurasa menjaga jarak tertentu dengan semua orang berarti tak ada seorang pun yang memiliki kesempatan menyakitimu." (hlm. 219)

Siapa pun bisa berpura-pura, tapi apa pentingnya melakukan itu? Tak ada orang yang mau jatuh cinta dengan seseorang yang penuh kepalsuan. (hlm. 255)

Jumat, 09 Oktober 2015

[Resensi: Akulah Arjuna - Nima Mumtaz] Sang Arjuna Memilih Antara Cinta dan Logika


Judul buku: Akulah Arjuna
Penulis: Nima Mumtaz
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun terbit: 2014
Tebal buku: 443 halaman
Genre: Contemporary Romance
ISBN: 978-602-02-4771-7
Available at: Bukupedia


BLURB

Pencarian Cinta seorang Arjuna
Antara hati dan logikanya

Oke, inilah masalah pelik yang membelitku. Aku beristri dua!
Upps ... punya pacar dua, tepatnya. Eehhh, enggak juga.
Yang pasti saya punya dua pasangan tapiii … gak tepat juga ini, jadi apa istilah yang pas, ya?

Dalam khayalanku yang terliar pun gak akan pernah aku bayangin dapet nasib kayak gini. Aku adalah tipe lelaki setia yang tak akan pernah mempunyai dua pasangan dalam satu waktu bersamaan. Itu pantangan buat aku. Tapi sialnya itulah yang terjadi sekarang ini. Walaupun ini bukan mauku dan gak pernah kusengaja. Suer!

Di satu sisi aku udah punya Nina—walaupun dia gak secara langsung mengiyakan permintaanku, tapi boleh, dong aku kepedean nyebut dia pacar. Secara dia juga memperlakukan aku seperti pacarnya. Tapi di sisi lain ada anak bos, si setan cilik yang nyebelin itu, yang memproklamirkan diri sebagai pasanganku di kantor.

Indah, bukan? Banget! Bahkan terlalu indah untuk playboy terganteng seperti aku sekalipun.


RESENSI

Hati Arjuna melambung ketika Nina, cewek pujaan hatinya yang ditaksir kurang lebih selama satu tahun, bersedia menjadi kekasihnya. Juna sudah nggak sabar membawa Nina ke hadapan keluarganya untuk diperkenalkan sebagai calon istri.
Namun, hari-hari yang damai sejahtera itu porak poranda saat Ayana muncul dalam kehidupannya. Ayana, putri bosnya, yang baru berusia 16 tahun itu secara terang-terangan tanpa rasa malu menunjukkan kalau dirinya cinta mati pada Juna. Alamak!
Juna dibuat pusing oleh ulah Ayana yang seolah nggak peduli meski Juna punya pacar, Juna kentut sembarangan, bahkan meski Juna kerap bicara ketus dan menganggapnya cewek gila. Ayana nggak pernah merasa ilfil terhadap tingkah norak Juna, berbeda dengan Nina yang justru malah belingsatan dan sering ngambek.
Juna pun harus segera bertindak serius. Demi kelangsungan hubungannya ke jenjang yang lebih serius, Juna membawa Nina ke rumah dan memperkenalkannya kepada seluruh anggota keluarga. Malam itu juga, Juna melamar Nina. Gayung pun bersambut, Nina bersedia menikah dengan Juna.
Di kantor, ketika Juna sedang mencari cara untuk memberi tahu Ayana bahwa ia akan segera menikah, tanpa sengaja Juna malah melihat Nina yang sedang berselingkuh.
Kejadian itu membuat Juna kembali berpikir ulang. Apakah ia akan memaafkan Nina atau mengikuti saja permainan pacar-pacaran dengan Ayana? Ketika kedua gadis itu berlalu dari hidup Juna, yang mana yang membuat hati Juna remuk redam? Siapa yang akan Juna kejar bahkan hingga kematian memisahkan?

--------


Ini novel ketiga Nima Mumtaz yang saya baca dan membuat saya makin menyukai karyanya. Sungguh, untuk ide cerita, Nima benar-benar pandai mengolahnya menjadi cerita yang manis. Saya nggak ragu lagi untuk menjadikannya sebagai penulis favorit saya.

Cara bertutur Akulah Arjuna bisa dibilang sedikit lebih rapi dibanding Cinta Masa Lalu. Novel ini diceritakan dari sudut pandang orang pertama, yaitu Juna, dengan segala ketengilan dan kepercayaan dirinya yang berlebihan. :))))
Narasinya masih menggunakan bahasa nonbaku, tapi sudah enak dibaca.

Yang saya sukai dari karya Nima Mumtaz adalah dialognya yang lincah dan memperlihatkan chemistry yang kuat. Interaksi antara satu tokoh dengan tokoh lainnya mengalir dan luwes. Nggak ada kekakuan atau kalimat basi yang membosankan.

Membaca cerita ini membuat saya senyum-senyum menikmati rasa frustrasi Juna. Sepertinya Juna kualat nih, sama Mas Dave. Hahaha.
Pasangan David dan Viona cukup banyak nimbrung di novel ini, jadi serasa dapat bonus menyaksikan kelanjutan hubungan mereka sejak di Cinta Masa Lalu.
Kocaklah pokoknya kalau Juna, David dan Viona ada dalam satu scene.

Meskipun sudah lebih rapi, typo novel ini masih bertebaran. Kesalahan yang paling banyak terjadi adalah penggunaan di- sebagai kata depan dan sebagai awalan sering terbalik penulisannya. Misalnya saja:

dihadapanku --> di hadapanku (hlm. 12)
di set --> diset (hlm. 24)
di rem --> direm (hlm. 26)
kedokter --> ke dokter (hlm. 72)
di pegangnya --> dipegangnya (hlm. 102)
Itu hanya beberapa contoh dari banyaknya kesalahan dalam novel ini.

Selain itu penggunaan partikel -pun juga masih kurang tepat:
apapun --> apa pun (hlm. 7)
akupun --> aku pun (hlm. 10)
dan masih banyak lagi.
Kata dari bahasa asing juga banyak yang tidak ditulis dengan huruf miring.

Tapi masih sangat enak dibaca kok. Apalagi pilihan diksi Nima Mumtaz selalu mengharu biru dan bikin sukses mewek-mewek. Sudah tiga novelnya yang saya baca, dan ketiganya membuat saya nangis-nangis. ^^

Ah, tolong, saya ketagihan karya Nima Mumtaz! :D

TEBAR-TEBAR QUOTE

"Kalau cinta sudah memilihmu, ke manapun kau menghindar, tak akan ada cukup tempat kau sembunyi." (hlm. 59)

"Ingat Juna, orang kuat itu adalah orang yang bisa nahan diri saat marah." (hlm. 123)

"Saat mencintai seseorang, kita tak akan pernah peduli dengan masa lalunya, dengan apa yang mengikutinya, bahkan dengan semua keburukan dan kebusukannya. Kita hanya akan melihat dia apa adanya dan hanya mengharapkan semua hal yang terbaik untuknya. Bahkan tak akan pernah peduli kalau akhirnya hanya sakit yang bisa kita terima. Kamu hanya ingin melihat dia tersenyum, hanya ingin dia bahagia." (hlm. 172-173)

"Jangan ingkari apa yang dipilih hatimu. Bahkan orang buta pun bisa merasakannya. Kejarlah, mungkin kau akan lebih tenang. Dan jangan cari pelarian bodoh atau kamu akan menyesal pada akhirnya." (hlm. 240-241)

"Kamu mau aku menunggu? Akan kutunggu. Kamu minta aku datang? Aku akan ke sana. Aku tak peduli lagi dengan apapun sekarang. Aku hanya ingin matahari tetap menjadi milik kita. Kamu dan aku." (hlm. 307)

"Juna … setiap hubungan pasti ada naik turunnya. Jangan ragu meminta maaf kalau kamu punya salah dan jangan hanya minta dimengerti tanpa kamu mau mengerti. Laki-laki itu pasti jadi kepala keluarga, itulah kenapa dia harus matang dulu sebelum berani bawa anak orang. Selain tanggung jawabnya besar, pemikiran dan emosi harus stabil karena kelak dialah yang akan membawa arah rumah tangganya." (hlm. 320)

Minggu, 04 Oktober 2015

[Resensi: Cinta Masa Lalu - Nima Mumtaz] Cinta dan Kebencian Tujuh Tahun Lalu


Judul buku: Cinta Masa Lalu
Penulis: Nima Mumtaz
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun terbit: 2014
Tebal buku: 306 halaman
ISBN: 978-602-02-3101-3




BLURB

Mimpi apa yang paling buruk bagi seorang gadis?

Diperkosa dan mengandung di umur 18 tahun mungkin merupakan pengalaman paling buruk. Apalagi jika pelakunya adalah kekasih sepupumu.

Dan itu terjadi pada Viona.


RESENSI

Bagi David Raditya Arkhan, cewek-cewek akan selalu tunduk di kakinya. Bukan hanya karena dia sangat kaya, tapi juga karena dia ganteng, keren, dan hot. Semua cewek dengan mudah ditaklukkannya, dan korbannya berikutnya adalah Ghea.
Sayangnya cewek itu lebih suka sok jual mahal, dan dengan tipu daya berhasil membawa David ke pertemuan keluarga besarnya untuk diperkenalkan sebagai sang tunangan.
David yang semula merasa enggan, terkesima saat di pertemuan itu bertemu dengan sepupu Ghea yang masih belia, Viona. David merasa jatuh cinta untuk pertama kalinya. Sayangnya, Viona sama sekali tidak tertarik pada David. Hal itu membuat niat David untuk mengejar dan menaklukkan Viona semakin besar.
Ketika satu kesempatan akhirnya datang, dengan licik David merenggut kesucian Viona dan menghamilinya. Viona pun depresi berat. Meskipun David bersedia bertanggung jawab, namun Viona sudah telanjur membenci David. Untuk memulihkan kejiwaannya, Viona dibawa ke Jogja untuk terapi.
Tujuh tahun kemudian, Viona menginjakkan kaki kembali di Jakarta. Dengan niat memberi surprise bagi keluarganya, Viona sengaja tidak memberitahukan kepulangannya. Namun ternyata justru dirinyalah yang dibuat terkejut.
Di rumahnya, Viona menemukan David yang tampak seolah begitu diterima sebagai anggota keluarga. Bukan hanya David yang ada di sana, tapi juga seorang gadis kecil berusia 6 tahun yang memiliki sorot mata polos dan lesung pipit seperti dirinya.
Mengapa keluarga Viona bisa menerima David? Benarkah David telah berubah? Apakah Viona juga bisa menerima mereka? Atau justru dia menerima lamaran Diaz, cinta pertamanya?

--------------

Bagi saya, blurb Cinta Masa Lalu ini menggoda banget. Menggugah rasa penasaran. Buat saya yang sangat tergila-gila dengan Karmila-novel karya Marga T, cerita yang bernapas sama tentu saja membuat saya tertarik.

Lagipula, saya memang penyuka cerita yang tokoh ceweknya benci setengah mati sama cowoknya lebih dulu. Seru rasanya mengikuti perjuangan si cowok untuk mendapatkan maaf dan cinta si cewek.

Cinta Masa Lalu ini bukan kisah tentang kenangan cinta yang indah di antara dua orang, hanya David yang menganggapnya sebagai rasa cinta, sementara Viona sama sekali tak mau mengingatnya.

Cinta Masa Lalu memang menggunakan sudut pandang orang pertama, tapi tercatat ada tiga orang yang bercerita sebagai aku; Viona, David, dan Juna. Secara bergantian mereka berkisah melalui sudut pandang mereka. Meski menurut saya masih agak kurang rapi untuk pembagian porsinya, saya masih bisa menikmatinya kok.
Dengan alur maju-mundur, plotnya masih berlompatan dan belum rapi. Ada adegan yang berjalan terlalu cepat tanpa kronologi yang logis. Semisal saat Viona dibawa ke UGD setelah hendak menikam David di apartemennya.

Aku tak tahu apa dan bagaimana, yang pasti aku sekarang ada di ruang tunggu UGD rumah sakit yang jaraknya cukup dekat dengan apartemenku. (hlm. 126)

Saya pikir akan lebih dramatis kalau diceritakan kepanikan membawa Viona yang bersimbah darah dengan perjalanan yang mencekam karena berkejaran dengan waktu dan maut. Biar terasa tegangnya ^^

Karena saya membaca Jodoh untuk Naina lebih dulu, saya cukup dikagetkan dengan gaya bercerita novel ini. Berbeda dengan Jodoh untuk Naina yang ditulis dengan lebih rapi dan dewasa, gaya tulisan Cinta Masa Lalu terkesan bandel dan 'semau gue'. Saya bilang "semau gue" karena narasinya menggunakan bahasa non-baku, dialog-dialognya lincah dan tokohnya tengil. Serasa gemas dan pengin menoyor mereka tiap kali bikin ulah. Haha..
Saya kira mungkin novel ini memang sengaja diterbitkan persis sesuai naskah aslinya yang ditulis di wattpad tanpa proses editing sehingga banyak sekali catatan kesalahan eja yang saya dapati.

Hal-hal yang saya temukan dalam novel ini saya rangkum secara garis besar:

- Kurangnya penggunaan tanda titik dan tanda koma.
- Masih terdapat singkatan semacam "gw" dan "klo".
- Lumayan banyak kata penekanan dengan menambahkan jumlah huruf semacam "ampuuunnnn..", "Iiiiihhhhh..", atau "Huufffhhhh...". Dan yang paling membuat saya meringis, Juna dan David juga sering menggunakan kata "Iiiihhhh..." dalam dialog mereka. Kan jadi berasa kurang gentle. ^^
- Inkonsistensi dalam narasi pada satu paragraf. Ada penggunaan kata yang nggak konsisten. Saya sih nggak masalah narasi menggunakan kata non-baku, asal tetap konsisten. Contohnya penggunaan kata tak/gak:
Kenapa semua serba tak terduga begini, sih? Brengsek!!!! Mau gak mau aku harus menempuh jalan pintas buat dapetin Vio. (hlm. 44)
- Gaya bahasa lo-gue juga masih kurang konsisten. Kadang "gua", kadang "gue".

"Gue kan emang gak pernah tidur di sini lagi Vio, dua minggu sekali gua nginep di kamar ini. Selebihnya, ya, tinggal di tempat gualah."
- Kata bahasa asing yang nggak dicetak miring. Seperti kata virgin, misscall, please, dsb.

Terlepas dari itu, saya masih sangat menikmati novel ini. Dan tentu saja, Nima Mumtaz selalu bisa bikin saya banjir air mata. Adegan dan dialognya menyentuh saya dan membuat saya tergugu. Diksinya tetap membuat saya terharu. Saya percaya saya akan disuguhi ending nan manis dan membuat saya senyum-senyum sendiri.

Saya rekomendasikan Cinta Masa Lalu buat pembaca yang sudah dewasa secara pemikiran. Hati-hati dengan romantic scene yang bisa bikin dag-dig-dug-ser. :)))))

TEBAR-TEBAR QUOTE

"Oke, lu memang terluka, sakit, dan entah berapa banyak kosakata yang bisa gambarin keadaan lu. Tapi itu sudah terjadi Vi, kita gak bisa ngubah apa pun, kan? Kita hanya bisa memperbaikinya, mencoba menjadikannya lebih baik." (hlm. 20)

"Vio, dia cuma anak kecil tanpa dosa yang kebetulan terjebak di situasi yang gak menguntungkan." (hlm. 24)

Selasa, 18 Agustus 2015

[Resensi: To All The Boys I've Loved Before - Jenny Han] Surat Cinta yang Tanpa Sengaja Terkirimkan


Judul buku : To All The Boys I've Loved Before
Penulis : Jenny Han
Penerjemah : Airien Kusumawardani
Penyunting : Selsa Chintya
Penerbit : Penerbit Spring
Tahun terbit : April 2015 (cetakan pertama)
Tebal buku : 308 halaman
ISBN : 978-602-71505-1-5
Available at: bukupedia.com




BLURB

LARA JEAN

MENYIMPAN SURAT-SURAT CINTANYA DI SEBUAH KOTAK TOPI PEMBERIAN IBUNYA.

Surat-surat itu bukan surat cinta yang ditujukan untuknya, tapi surat yang ia tulis. Ada satu surat untuk setiap cowok yang pernah ia cintai--totalnya ada lima pucuk surat. Setiap kali menulis, ia mencurahkan semua perasaannya. Ia menulis seolah-olah mereka tidak akan pernah membacanya karena surat itu memang hanya untuk dirinya sendiri.

Sampai suatu hari, semua surat-surat rahasianya itu tanpa sengaja terkirimkan--entah oleh siapa.

Saat itu juga, kehidupan cinta Lara Jean yang awalnya biasa-biasa saja menjadi tak terkendali. Kekacauan itu melibatkan semua cowok yang pernah ia tulis di surat cintanya--termasuk cinta pertamanya, pacar kakaknya, dan cowok terkeren di sekolah.


RESENSI

Kehidupan Lara Jean selama ini hanya berpusat pada keluarganya. Ayahnya, dr. Covey, yang merupakan dokter kandungan; Margot, kakak tertuanya; dan Katherine, adik perempuannya yg lebih sering dipanggil Kitty. Dan tentu saja masih ada Josh, tetangga sekaligus pacar Margot. Josh telah menjadi idola bagi gadis-gadis Song, demikian mereka menamai diri mereka berdasarkan nama gadis ibu mereka yang telah meninggal.
Sebagai anak kedua, yang telah kehilangan ibunya saat berusia 10 tahun, tentu saja Lara Jean sangat mengidolakan Margot. Margot selalu teratur, selalu cekatan dan selalu bisa diandalkan. Maka saat Margot berpacaran dengan Josh, meski Lara Jean juga mencintai cowok itu, Lara Jean hanya bisa menerimanya dan mengubur rasa cintanya. Itu sebabnya ia menulis surat cinta untuk Josh. Surat sebagai tanda ia telah selesai mencintai cowok itu. Surat yang hanya ingin ia simpan bersama keempat surat cinta lainnya, tanpa ia niatkan untuk mengirimkannya.
Bahkan ketika Margot pergi kuliah ke Skotlandia dan putus dengan Josh, Lara Jean tetap menganggap Josh adalah milik Margot.
Dan tibalah hari itu, ketika Peter Kavinsky, cowok terkeren di sekolahnya, mendatangi Lara Jean dan menanyakan apa maksud surat dari Lara Jean yang ia terima. Kepanikan melanda Lara Jean, karena meskipun Peter adalah cowok pertama yang menciumnya, ia merasa sudah tidak punya perasaan apa-apa lagi pada Peter.
Dan dimulailah perubahan dalam hidup Lara Jean. Demi menghindari Josh, Lara Jean berpura-pura berpacaran dengan Peter. Karena Peter sendiri juga ingin membuat mantan pacarnya cemburu. Tapi semua jadi di luar kendali. Bagai kotak pandora yang dibuka, surat-surat Lara Jean membuat hidup Lara Jean jungkir balik. Ia harus menghadapi cowok-cowok yang pernah ia sukai, menemukan kenyataan yang mencengangkan, mendapat ciuman dari Josh dan Peter, juga harus menghadapi Genevieve, mantan pacar Peter yang masih menganggap Peter sebagai miliknya dan siap mengincar Lara Jean seperti singa lapar.
Bagaimana Lara Jean menghadapi kekacauan hidupnya? Dan bagaimana hal itu bisa ikut merubah kehidupan gadis-gadis Song? Siapa yang sesungguhnya Lara Jean cintai? Josh atau Peter?

-------

To All The Boys I've Loved Before sudah menarik hati saya sejak awal diterbitkan. Judulnya menggetarkan... well, jujur saya pun pernah melakukan hal yang sama seperti Lara Jean, melampiaskan unek-unek untuk merampungkan perasaan. Hanya saja saya menulisnya di buku harian, bukan di kertas surat dan menyegelnya dengan amplop bertuliskan alamat lengkap seperti Lara Jean. :P
Membaca blurbnya juga membuat saya makin penasaran. Sungguh, saya sudah berniat ingin memburu novel ini.
Namun begitu tahu akhirnya menggantung, dan bakal ada novel keduanya, saya urung. Saya jadi ragu untuk membacanya. Saya takut jadi penasaran.
Karena digantung dan penasaran itu menyebalkan. #eyaaa #tsurhat

Begitu saya berani mencoba membaca, saya sangat menikmatinya. Diceritakan dari sudut pandang Lara Jean sebagai "aku" novel ini membuat saya cengar-cengir. Terutama di bagian dialog Lara Jean dengan Kitty dan dialog Lara Jean dengan Peter.

Karakternya sungguh menyenangkan. Saya suka gambaran seorang ayah dengan tiga anak gadisnya. Langsung kebayang Steven Gerrard dan anak-anak ceweknya. Haha...
Margot cukup menyenangkan di awal cerita, meskipun saya setuju dengan Chris-sahabat Lara Jean-bahwa Margot membosankan. Saya cukup kesal pada Margot saat ia pulang dari Skotlandia dan tampak 'menyepelekan' pilihan Lara Jean. Sebagai kakak perempuan, tingkah kekanakannya terasa menyebalkan.
Dari awal membaca saya sudah yakin kalau saya adalah #TimPeter ^^ Karakternya yang over pede, haus pujian dan tengil itu sungguh menggemaskan. Saya suka chemistry antara Peter dan Lara Jean, adegan-adegan romantis spontan mereka membuat saya memfavoritkan pasangan ini. Juga dialog mereka yang fun, nakal dan jahil. Adegan favorit saya yang melibatkan mereka adalah saat mereka mengunjungi estate sale. Saya bisa memahami mengapa Peter menganggap Lara Jean gadis unik ;)

Hal yang paling saya suka dari novel ini adalah persahabatan Lara Jean dengan Chris. Itu bukan hanya persahabatan embel-embel untuk melengkapi cerita. Tapi ada kesan kuat dalam persahabatan mereka. Lara Jean yang gadis baik-baik bersahabat dengan Chris yang liar, suka ganti cowok dan mabuk. Lara Jean begitu setia dengan menerima kehadiran Chris kapan pun gadis itu membutuhkannya. Dan anggapan buruk Margot tentang Chris salah saat Chris, yang benci karyawisata, tetap ikut demi Lara Jean, dan akhirnya Chris-lah yang membuat Lara Jean tetap kuat. Keren.

Penerjemahannya bagus, gampang dicerna. Banyak catatan kaki tentang istilah dan hal asing yang sangat membantu. Dan yang paling penting, mulus dari typo.

Overall, saya sukaaaaaa kisah ini dan nggak sabar membaca buku keduanya.

TEBAR-TEBAR QUOTE

Kalau cinta diibaratkan seperti kerasukan arwah, mungkin bagiku surat-suratku itu semacam upacara pengusiran arwah. Surat-suratku membebaskanku. (hal. 5)

Bagaimana rasanya jika ada seorang cowok menangis untukmu? Bukan sembarang cowok, tapi Josh. Josh kami. (hal. 31)

"Menurutku sebuah hubungan tidak hanya berkaitan dengan sentuhan fisik. Selalu ada cara untuk menunjukkan bahwa kau menyayangi seseorang, tidak hanya dengan menggunakan bibirmu. Atau bagian tubuh lainnya." (hal. 128)

"Bertengkar bukan pertanda yang baik, Lara Jean. Itu artinya mereka masih saling sayang." (hal. 204)

"Apa menurutmu ada bedanya? Antara milik seseorang dengan dimiliki seseorang?" (hal. 206)

Kurasa sekarang aku tahu perbedaannya, antara mencintai seseorang dari kejauhan dengan mencintai seseorang dari dekat. Ketika kau melihat mereka dari dekat, kau melihat diri mereka yang sesungguhnya, dan mereka juga melihat dirimu yang sesungguhnya. (hal. 375-376)

Cinta itu menakutkan. Cinta berubah. Cinta tidak bisa menghilang. Itulah bagian dari risikonya. (hal. 376)

Senin, 06 Juli 2015

[Resensi: The Secret Wedding Dress - Ally Blake] Magisnya Gaun Pengantin Rahasia


Judul buku : The Secret Wedding Dress
Sub judul : Gaun Pengantin Rahasia
Penulis : Ally Blake
Penerjemah : Ayu Mahatma
Penerbit : Elex Media Komputindo
Genre : Contemporary Romance
Tahun terbit : 2015
Tebal buku : 312 halaman
ISBN : 978-602-02-5966-6
Available at: bukupedia



BLURB

Gaun pengantin… tapi tanpa pengantin.

Paige Danforth tidak mengharapkan pernikahan yang indah karena pengkhianatan ayahnya dulu. Akan tetapi di sale gaun pengantin tahun itu, dia tak dapat menahan dirinya dari gaun pengantin dari sifon. Sepertinya dia harus mengakhiri kesendiriannya.

Datanglah tetangga barunya, Gabe Hamilton. Dia sangat menginginkan Paige di ranjangnya--tanpa ikatan, tanpa patah hati.
Tapi, akankah sang petualang yang bertubuh besar dan nakal itu mengakhiri perjalanannya saat dia melihat gaun pengantin di lemari Paige.


RESENSI

Saat diminta menemani sahabatnya, Mae, ke sebuah toko gaun pengantin yang sedang diskon besar-besaran, secara tak sengaja Paige Danforth melihat gaun pengantin yang langsung memikatnya. Entah terdorong oleh hal apa, Paige yang sangat anti pada hubungan jangka panjang, membelinya tanpa ragu.
Saat melihat Paige membeli gaun tersebut, Mae menganggap Paige harus segera menemukan seorang pria.
Sekembalinya ke apartemen, saat di dalam lift, Paige membuat perjanjian dengan dirinya sendiri bahwa ia akan mengajak bercinta pria pertama yang tersenyum padanya. Dan masuklah Gabe Hamilton ke dalam lift itu.
Gabe adalah penghuni penthouse yang terletak di lantai teratas apartemen. Gabe benar-benar berbeda dengan pria yang biasa Paige kencani. Paige lebih suka pria berjas yang bekerja berjam-jam, sementara Gabe selalu terlihat kasual dengan kemeja yang mempertontonkan bahu bidangnya.
Tak bisa dipungkiri adanya percik gairah di antara mereka. Dengan lift yang selalu naik turun sesukanya sendiri, Paige terdampar di penthouse Gabe dan memulai hubungan tanpa ikatan.
Gabe yang begitu tertutup karena pernah dikhianati perempuan berambut pirang-yang mirip Paige, hanya ingin menjadikan Paige tempat singgah sesaat. Karena ia tak pernah ingin menetap. Tapi betapa terkejutnya Gabe setelah kembali dari urusan bisnis, ia mendapati Paige di apartemennya… dalam balutan gaun pengantin! Apa Paige ingin menjeratnya? Apa Paige menginginkan komitmen? Tapi Paige malah menangis dan mengungkapkan betapa irinya ia terhadap Mae.
Apakah Paige hanya sekedar butuh hubungan seksual ataukah ia mencintai Gabe? Sanggupkah Gabe mengakhiri hubungan mereka? Mengapa ia tetap teringat Paige saat melihat hiasan flamingo di Venisia?

------

Satu kalimat di pikiran saya: Terlalu banyak adegan seksual! Hahaha…
Ini pertama kalinya saya baca karya Ally Blake, lumayan berkesan karena ide ceritanya yang menarik. Yaah~ cerita yang mengaitkan gaun pengantin memang berkesan romantis.

Karakterisasi tokohnya lemah, hanya mengambang. Saya nggak teryakinkan bahwa mereka benar-benar anti komitmen. Meski Gabe digambarkan pekerja keras tapi tak terungkap dengan jelas tentang dunia kerjanya. Demikian juga dengan Paige. Seolah profesi mereka hanya tempelan.
Meskipun begitu saya suka aliran ceritanya dan konflik dalam diri mereka.
Dialognya aman dan datar, nggak ada dialog menggigit yang mengena. Saya pikir saat Paige dan penghuni apartemen yang lain bermasalah dengan lift apartemen, akan ada satu adegan konfrontasi Paige dengan Sam, si pemilik apartemen. Tapi ternyata nggak ada. Seolah, 'terima saja lift-nya seperti itu, fokus saja pada betapa hotnya mereka berhubungan'.
Dan meski akhirnya terungkap apa penyebab lift apartemen naik turun sesukanya, bagi saya itu nggak mengejutkan.

Saya suka dengan cover novel ini. Sederhana tapi kesan romantisnya dapat banget. Judul juga langsung tertangkap mata dengan cantik.

Penerjemahannya bagus meski ada beberapa typo dalam novel ini:

* Paige menunjuk --> Mae menunjuk (hlm. 9)
* mas bodoh --> masa bodoh (hlm. 52)
* mengehembuskannya --> menghembuskannya (hlm. 56)
* kerasa kepala --> keras kepala (hlm. 56)
* …pintu apartemennya." --> …pintu apartemennya. (hlm. 79)
* dah --> dan (hlm. 104)
* …yang dimaksud --> …yang dimaksud. (hlm. 122)
* …yang berbeda." --> …yang berbeda. (hlm. 132)
* …seperti dia. --> …seperti dia." (hlm. 132)
* yang tidak yang berguna --> yang tidak berguna (hlm. 207)
* dengan pola makan begitu. --> dengan pola makan begitu." (hlm. 214)
* tau --> tahu (hlm. 222)
* penyataan --> pernyataan (hlm. 229)
* yang dalam mata Paige --> yang dalam di mata Paige (hlm. 273)
* atasan Mae. --> atasan Mae." (hlm. 276)
* menari --> menarik (hlm. 290)
tanpa bahkan menoleh --> bahkan tanpa menoleh (hlm. 292)

Novel ini begitu ringan sehingga cocok dibaca dalam perjalanan, sambil menanti seseorang atau janji. Bahasanya lugas dan berasa kontemporer. Saya sarankan hanya untuk pembaca dewasa karena hot scene-nya bertebaran di sepanjang kisah ^^
Saya beri 3 bintang untuk The Secret Wedding Dress.

TEBAR-TEBAR QUOTE

Jika seorang wanita terlihat seperti masalah, besar kemungkinan dia akan menimbulkan masalah. (hlm. 30-31)

Pria yang enggan menunjukkan kepribadiannya pada suatu tempat berarti tidak terikat dengan tempat itu. Atau dengan orang-orang yang tinggal di tempat itu. (hlm. 61-62)

Sabtu, 27 Juni 2015

[Resensi: Practice Makes Perfect by Julie James] Cinta dan Rivalitas Selama Delapan Tahun


Judul buku : Practice Makes Perfect
Penulis : Julie James
Genre : Contemporary Romance
Alih bahasa : Layna Ariesianti
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tahun terbit : 2012
Tebal buku : 395 halaman
ISBN : 978-602-00-2109-6




BLURB

Setelah delapan tahun berkompetisi, yang melelahkan sekaligus menyenangkan, baik Payton maupun J.D. tinggal menunggu pengangkatan sebagai partner di firma hukum bergengsi di Chicago. Dengan mengesampingkan ego masing-masing, mereka bekerja sama melobi satu klien penting bagi firma. Sayangnya, bos mereka kemudian berubah, hanya satu dari mereka yang akan diangkat menjadi partner!

Payton Kendall seorang feminis sejati sedangkan J.D., keturunan keluarga kaya yang memiliki banyak hak-hak istimewa. Sebuah novel kontemporer menawan dari Julie James, dengan karakter yang arogan dan ambisius tapi menawan, dan perdebatan menarik memaparkan ketidaknyamanan dan kelemahan masing-masing pribadi.



RESENSI

Payton Kendall telah mengabdikan dirinya bekerja di firma hukum Ripley & Davis selama delapan tahun. Selama itu ia tak pernah kalah di persidangan. Namun, demikian juga J.D. Jameson, rival abadi Payton.
Selama delapan tahun mereka terus bersaing memberikan yang terbaik untuk firma. Perseteruan penuh sarkasme saling mereka lontarkan secara sembunyi-sembunyi, karena jika di hadapan partner senior, rekanan dan karyawan firma, mereka bersikap pura-pura manis satu sama lain.
Untuk mendapatkan tiket menjadi partner di firma, mereka terpaksa bekerja sama melobi klien kelas kakap. Sayangnya persaingan mereka makin meruncing saat firma menyatakan hanya akan mengangkat satu partner saja dan akan memilih seseorang di antara mereka berdua. Salah satu harus kalah dan keluar dari firma.
Saat terungkap bahwa mereka sebenarnya saling tertarik satu sama lain, bagaimana mereka akan menyikapi masalah pengangkatan partner ini? Sanggupkah salah satu dari mereka dikalahkan dan menerima kekalahan? Apakah mereka masih bisa bersama tanpa merasa kecewa?

-----

Gaya bertutur Julie James dalam Practice Makes Perfect begitu mudah dinikmati. Terutama karena novel ini menceritakan bidang keahliannya, dunia pengacara. Saya dibuat tegang dengan naik turunnya hubungan Payton dan J.D.., juga sangat menikmati jatuh bangun dan perjalanan karier mereka.

Sudut pandangnya menggunakan sudut pandang orang ketiga dari sisi Payton dan J.D. sehingga sangat terasa pergumulan batin mereka.

J.D. digambarkan sebagai pria sempurna. Lulusan fakultas hukum universitas Harvard (wow), pengacara handal, tegap, rapi dan jago olahraga. Yayaya~. Sosok yang dengannya kamu nggak akan mau bersaing. Tapi Payton menjadi lawan yang sepadan. Sebagai wanita yang membenci diskriminasi gender bisa dibilang ia benci setiap kali J.D. bisa lebih akrab dengan bosnya karena 'pemahaman sesama pria' di antara mereka.

Dialog dalam Practice Makes Perfect benar-benar segar dan terkadang menggelikan. Ada juga yang menyentuh. Yang jelas Julie James benar-benar tahu kapan menempatkan dialog yang pas. Interaksi di antara J.D. dan Payton juga menarik walau kadang kekanakan. Saya merasa ingin melihat langsung mereka berdebat dan saling melemparkan sindiran :)

Saya terus menebak-nebak bagaimana Julie James akan mengakhiri kisah ini dengan win-win solution, tapi kejutan di bagian akhir benar-benar membuat saya terhenyak. Terutama bagian kesalahan fatal yang dilakukan J.D.. Twist novel ini sungguh di luar dugaan dan membuat saya jatuh cinta.

Untuk penerjemahan, masih ada bagian yang kurang pas dan typo-nya ampuuuuun banyaknya! Sangat disayangkan bila menilik jalan cerita yang mengalir, jadi sedikit kurang nyaman dibaca.

* …sendiri. --> …sendiri." (hal. 29)
* mengijinkan --> mengizinkan (hal. 46)
* kami --> mereka (hal. 61)
* gelassnya --> gelasnya (hal. 67)
* sekarangr? --> sekarang? ( hal. 76)
* Karena lelah dan hanyut dalam pikirannya Payton tidak menyadari… --> Karena lelah dan hanyut dalam pikirannya, Payton tidak menyadari… ( hal. 80)
* mengunjnungi --> mengunjungi (hal. 93)
* ten-ang --> te-nang ( hal. 96)
* mat-anya --> ma-tanya (hal. 97)
* ben --> Ben (hal. 99)
* Payten --> Payton (hal. 100)
* kag-etnya --> ka-getnya (hal. 104)
* meny-endiri --> me-nyendiri (hal. 104)
* men-enangkan --> mene-nangkan (hal. 105)
* ruan-gan --> ruang-an (hal. 105)
* dan dia matanya memicing, --> dan matanya memicing, (hal. 123)
* bertuju --> bertujuh (hal. 123)
* santi --> santai (hal. 129)
* menmuaskan --> memuaskan (hal. 133)
* apapun --> apa pun (hal. 133 dan beberapa halaman lain)
* Tak akan ada yang akan melihat --> Tak ada yang akan melihat (hal. 133)
* iut --> itu (hal. 152)
* pen-gadilan --> peng-adilan (hal. 156)
* payton --> Payton (hal. 162)
* siapapun --> siapa pun (hal. 181)
* sekedar --> sekadar (hal. 181)
* deposisi 30(6)(6) --> deposisi 30(b)(6) (hal. 183)
…Tuntut saja kalau mau) --> …Tuntut saja kalau mau). (hal. 223)
* karir --> karier (hal. 236)
* Brekafast --> Breakfast (hal. 238)
* dan yang apa tepatnya --> dan apa tepatnya (hal. 247)
* tidak mengetahu --> tidak mengetahui (hal. 276)
* Apa kau takutkan akan terjadi --> Apa yang kau takutkan akan terjadi (hal. 280)
* puplen --> pulpen (hal. 287)
* substantsial --> substansial (hal. 288)
* jamannya --> zamannya (hal. 288)
* Kalyan --> Kalian (hal. 298)
* siapapun --> siapa pun (hal. 355)
* alu --> lalu (hal. 365)
* Seberapapun --> Seberapa pun (hal. 368)
* …karena aku bajingan" --> …karena aku bajingan." (hal. 368)
* Setibanya di kantor Ben Payton mendapati… --> Setibanya di kantor Ben, Payton mendapati… (hal. 374)
* akan akan --> akan (hal. 379)
* I tengah-tengah --> Di tengah-tengah (hal. 388)

Saya beri 4 bintang untuk Practice Makes Perfect.


TEBAR-TEBAR QUOTE

"Berkarier ataupun tidak, wanita usia tiga puluhan yang masih lajang tidak boleh menelantarkan kehidupan pribadinya untuk selamanya." (hal. 86)

Lagipula, hanya wanita bodoh yang tidak menyukai seseorang pria hanya karena pria itu menyukainya. (hal. 131)

"Aku akan melakukannya untukmu dalam sedetakan jantung." (hal. 203)

"Menurutku kebencian yang mendalam bisa jadi halangan dalam mengejarnya." (hal. 234)

"Nah kan, kau hanya tidak memahami wanita seperti aku memahami mereka, J.D. Mereka menginginkan semuanya: karir, martini apel, kebebasan finansial, sepatu yang menawan; tapi di waktu yang bersamaan--dan ini tidak akan pernah mereka akui--mereka tertarik pada pria patrialis yang dominan dan memegang kendali. Itulah inti dari Darcy-complex. Darcy mungkin memang bajingan, tapi dia bajingan yang pada akhirnya mendapatkan si wanita." (hal. 236)

"Bagus… sekarang panggillah aku 'bedebah' dan beri aku tatapan seolah kau ingin melempar sesuatu padaku… itu bagian favoritku." (hal. 269)

"Aku juga kemari untuk mengatakan, berlawanan dengan keyakinanmu, aku tak butuh dikejar." (hal. 359)

Kamis, 21 Mei 2015

[MNSL Blogtour] Resensi Marry Now, Sorry Later - Ketika Memiliki Seseorang yang Tak Bisa Balas Mencintaimu




Judul Buku : MARRY NOW, SORRY LATER
Penulis : CHRISTIAN SIMAMORA
ISBN: 978-602-70362-2-2
Tahun Terbit : MEI 2015
Dimensi : 13 x 19 cm
Tebal buku : x + 438 hlm
Genre: Contemporary Romance
Kategori : Novel Dewasa


TAGLINE


LEBIH BAIK MENCINTAI YANG TAK BISA KAU MILIKI 
DARIPADA MEMILIKI SESEORANG YANG TAK BISA BALAS MENCINTAI.




BLURB

"BERSEDIAKAH SAUDARA MENGASIHI 
DAN MENGHORMATI ISTRI SAUDARA SEPANJANG HIDUP?"

Sejak awal Jao Lee sudah tahu, Reina tak mencintainya. Namun, menikah dengan putri satu-satunya direktur Hardiansyah Electronics itu memberi ilusi cukup bahwa Jao memilikinya. Salah besar. Reina justru melakukan sesuatu yang tak pernah Jao duga selama ini: kabur sebelum acara resepsi dimulai.

"ADAKAH SAUDARI MERESMIKAN PERKAWINAN INI
SUNGGUH DENGAN IKHLAS HATI?"

Setelah enam bulan bersembunyi, akhirnya Jao berhasil menemukan Reina. Seperti dugaannya, suaminya itu memaksanya pulang bersama ke Jakarta. Memangnya apa yang dia harapkan? Semacam membuka lembaran baru dan hidup bersama sebagai suami-istri sungguhan?

"SAYA BERJANJI SETIA KEPADANYA DALAM UNTUNG DAN MALANG,
DAN SAYA MAU MENCINTAI DAN MENGHORMATINYA
SEUMUR HIDUP."

Ini cerita cinta tentang dua orang yang tak saling cinta, tapi bertahan untuk tetap bersama. Sampai kapan mereka akan terus berusaha? Perlukah mereka jatuh cinta dulu supaya bisa bahagia?


Selamat jatuh cinta,

CHRISTIAN SIMAMORA




RESENSI

Pelarian Reina Hardiansyah berakhir. Setelah kurang-lebih selama 6 bulan bersembunyi dan membaur sebagai volunteer di Lotus, sebuah yoga retreat merangkap panti asuhan di daerah Ubud, akhirnya sang suami menemukannya. Suami yang Reina tinggalkan tepat saat resepsi pernikahan mereka.
Jao Lee, sang suami yang dianggap Reina sebagai jelmaan iblis itu berhasil menyeret Reina kembali ke Jakarta. Tentu saja dengan tawar-menawar alot yang membuahkan kesepakatan bahwa pernikahan mereka harus berakhir 6 bulan lagi, tepat saat satu tahun usia pernikahan mereka.
Pada awalnya, saat pertama kali Reina tinggal serumah dengan Jao, pernikahan mereka bagai neraka. Jao Lee yang dingin dan penuntut sering beradu mulut (harfiah dan non harfiah XD) dengan Reina yang meledak-ledak. Tiada hari yang mereka lewatkan tanpa saling ejek yang berujung pertengkaran.
Hingga Jao yang sebenarnya punya rasa ketertarikan terhadap Reina mulai mengerahkan segala upaya untuk menggoda dan mempertahankan Reina. Bukan hal yang mudah mengingat Reina bukanlah tipe cewek-cewek yang biasa Jao kencani. So… sanggupkah Jao membujuk Reina untuk bertahan?



Marry Now Sorry Later adalah novel karya Christian Simamora yang keempat belas, dan juga merupakan novel seri Jboyfriend yang kedelapan.
Ketika tahu bahwa ide awalnya adalah dari kisah dongeng Beauty and The Beast, saya langsung tertarik. Ya, saya tergila-gila dengan dongeng Beauty and The Beast!
Bagi saya, cinta Beauty itu tulus, tanpa memandang fisik atau rupa. Jatuh cinta pada pangeran tampan dan memesona itu mudah tapi jatuh cinta pada monster pemarah itu butuh kekuatan cinta yang besar.
Sayangnya Jao Lee bukan benar-benar monster. Oh, dia kejam, dingin dan pemarah mirip seperti Beast, tapi Jao Lee itu guanteeng maksimal! Wkwkwk~
Kesan iblisnya lebih ke tingkah laku dan ucapannya terhadap Reina.

Hal kedua yang membuat saya penasaran adalah tema Marry Now Sorry Later. Dari keempat belas karya Christian Simamora, baru kali inilah Si Abang ini menulis cerita bertema pernikahan. Kalau novel Jboyfriend yang masih lajang saja sudah hot apalagi Jboyfriend yang sudah menikah, kan? Wkwkkk~
(Iya, saya memang terlalu banyak baca Harlequin -__-)

Meski plotnya regresif karena dimulai dari tahap tengah, tapi mudah dinikmati karena mengalir dan menggiring pembaca ke jalan cerita yang menarik.

Karakter pria dalam Marry Now Sorry Later as hot as always. Jao ini tipe-tipe cowok kesukaan saya; ketus, dingin, nyebelin tapi so sweet! Peluk-able banget terutama waktu perasaannya disakiti Reina. Kkk~
Reina sendiri judes sejudes-judesnya. Dia jadi lawan yang sepadan buat Jao, meski kadang kata-katanya ke Jao jahat banget :(
Suka banget dengan dialog-dialog para tokohnya. Cerdas dan menggigit. Selipan parodi dan humornya keren. Memang cuma Christian Simamora yang bahkan bisa memparodikan GGS dengan epiknya. Wkwkkk~

Bagian paling ngena di hati saya adalah… saat Jao bikin produk The Reina Series! Awww~ benda seeksklusif dan seinovatif itu diberi brand dengan nama Reina, itu romantis bangeeet!

Bicara soal cover, Marry Now, Sorry Later terlihat berbeda dengan seri Jboyfriend sebelum-sebelumnya. Posenya terlihat intim dan menggoda. Pas dengan temanya.

Ilustrasi di tiap awal babnya keren, cantik banget. Ditambah kalimat quotable jadi menyegarkan mata.
Dan word of the day yang muncul di tiap bab jadi menambah informasi buat pembaca. Saya bahkan sampai googling beberapa kata karena saking penasarannya :)



Sayangnya ada beberapa typo yang saya temukan dalam novel ini:

senang senang --> senang (hal. 51)
terletak ada --> terletak (hal. 51)
merebahkannya Reina --> merebahkan Reina (hal. 65)
dan dan --> dan (hal. 73)
berturt-turut --> berturut-turut (hal. 121)
di menginap di --> menginap di (hal. 200)
ke ke --> ke (hal. 200)
Nikmati… --> "Nikmati… (hal. 208)
stelan --> setelan (hal. 231)

Buat penyuka contemporary novel dan penggemar Jboyfriend harus punya novel ini. Dijamin bakal kena #JaoEffect juga XD


TEBAR-TEBAR QUOTE

"Hidup lo bisa jadi memang berubah total, tapi nggak semua hal dalam hidup lo ikut berubah mengikuti kemauan lo." (hal. 17)

"Lo nggak bisa bikin dia jatuh cinta sama lo kalau lo-nya menolak untuk jatuh cinta sama dia." (hal. 71)

"Love isn't a sure thing - never was and never will. Dan ketika cinta sudah nggak ada lagi di hati, buat apa juga dipertahankan?" (hal. 96)

"Semua orang bisa menciptakan pembenaran demi secepatnya keluar dari hubungan yang nggak lagi mereka inginkan." (hal. 239)

"Buat apa merisikokan patah hati untuk orang yang nggak benar-benar bisa membuatmu jatuh hati?" (hal 241)

Sesakit-sakitnya digosipin orang, Rei, lebih sakit lagi kalau lo nggak jadi bahan omongan sama sekali. Makes you feel invisible." (hal. 319)

"Gue mengucapkan 'I love you' bukan supaya lo merasa terbebani untuk membalasnya. Gue mengatakannya supaya lo selalu tahu isi hati gue sebenarnya." (hal. 399)


Daaaan… foto bergincu merahnya:


Juga… targetnya. Karena Jao Lee saya (baca: suami saya) nggak unyu kalau jadi target jadi Jao Lee Junior aja yang kena XD


Udah? Beluuum… masih ada satu postingan giveaway setelah ini. Jadi tetap ikuti rangkaian blogtour hari ini ya :))

Selasa, 12 Mei 2015

[Resensi: Dixieland Sushi by Cara Lockwood] - Memahami Uniknya Perbedaan dalam Cinta


Judul buku : Dixieland Sushi
Penulis : Cara Lockwood
Alih bahasa : Shandy Tan
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tahun terbit : 2013
Tebal buku : 300 halaman
ISBN : 978-602-02-0476-5
Available at: bukupedia






BLURB

Jen Nakamura Taylor, seorang gadis blasteran Jepang, mengira telah meninggalkan masa lalunya di sebuah kota kecil daerah Selatan ketika dia pindah ke utara untuk menjadi produser acara televisi populer di Chicago. Sampai akhirnya dia menerima kabar dari kampung halaman bahwa sepupunya akan menikah dengan Kevin Peterson, pria yang selama bertahun-tahun sangat dicintai Jen.

Kabar tersebut bukan hanya membangkitkan kenangan lama yang menyesakkan, tapi sekarang Jen, yang lajang dan sangat sibuk, terpaksa harus mencari pasangan untuk menghadiri pernikahan tersebut.

Sementara itu, Riley - pria ganteng dari Inggris yang menjadi teman sekantor Jen - kelihatannya bisa menjadi 'pasangan' yang cocok. Bahkan pacar Riley pun menganggapnya sebagai ide bagus.

Selama perjalanan menuju Dixieland, tanpa disangka, keduanya mulai merasakan perasaan yang berbeda antara satu sama lain. Dan Kevin Peterson yang telah dewasa tetap saja menawan! Di tengah-tengah situasi rumit, Jen pada akhirnya tetap harus belajar untuk mencintai silsilah keluarga, kehidupan cinta, bahkan dirinya sendiri.


RESENSI

"Nah, apa rencanamu untuk mengacaukan pernikahan itu?"

Bagi Jen Nakamura, gadis blasteran Jepang yang tumbuh di Dixieland, Kevin Peterson adalah cinta masa remajanya yang jauh di awang-awang. Jen menghabiskan masa belianya dengan jatuh cinta setengah mati pada Kevin. Namun, meski bagi Jen, ia sudah sering memberi Kevin sinyal-sinyal cinta, Kevin tetap saja tidak meliriknya dan malah sering bergonta-ganti pacar.
Jadi ketika suatu hari di sela kesibukannya sebagai produser acara berita, Jen mendapat undangan pernikahan dari Lucy - sepupu Jen - dan Kevin Peterson, Jen kalang kabut.
Jen menghabiskan waktu untuk mencari pria yang kemungkinan besar pantas dan mau menjadi pendampingnya untuk menghadiri pernikahan Lucy dan Kevin. Sayangnya pria-pria yang dikencani Jen adalah pria-pria "aneh".
Jen sebenarnya ingin mengajak Nigel Riley, rekan kerja yang menurut Jen adalah versi dewasa dari Kevin. Sayangnya, meski Riley akrab dan sering menggodanya, Riley telah punya pacar. Pacar yang cantik, pintar dan baik hati. Pacar yang sempurna. Maka Jen menahan diri.
Siapa sangka justru malah Tiffany - pacar Riley-lah yang menawarkan agar pria itu menemani Jen ke pesta pernikahan.
Dan dimulailah perjalanan Jen pulang kampung menuju Dixieland, kota kecil di daerah selatan. Kali ini ia harus memperkenalkan keluarganya yang aneh pada Riley, menyusuri perjalanan penuh godaan bersama Riley, menghadapi rayuan-rayuan Kevin yang telah ia dambakan sejak usia belasan dan menemukan arti keluarga dan cinta bagi dirinya.

Dixieland Sushi memiliki tema yang unik. Tentang kehidupan gadis blasteran Amerika-Jepang yang merasa keluarganya paling aneh sedunia. Bahwa ia terkadang menghadapi prasangka yang konyol, menggelikan dan bahkan menyedihkan dari orang-orang di sekitarnya.

Gaya penceritaan Cara Lockwood lumayan membosankan di awal. Dengan alur maju-mundur yang membawa kita ke tahun 80-an, Cara cukup sangat sering menyebutkan judul-judul serial TV yang tidak saya pahami.
Mungkin untuk warga Amerika itu adalah budaya populer di kala itu, tapi di Indonesia yang pada era 80-an hanya punya satu stasiun TV yaitu TVRI, saya tak punya bayangan sama sekali tentang serial-serial TV yang disebutkan. Kecuali The A Team… wkwkwkk~
Cara juga terlalu banyak memasukkan tokoh sampingan yang sebenarnya tidak terlalu penting. Tokoh-tokoh sampingan itu hanya memperpanjang narasi yang justru malah semakin terasa membosankan.

Untungnya saat cerita mulai memasuki perjalanan Jen dan Riley, saya mulai menikmatinya. Dialog antara mereka begitu cair dan cerdas. Interaksi mereka lumayan menghibur.

Saya cukup suka karakter Riley yang slengekan  tapi posesif. Dari dialog di awal cukup kelihatan kalau dia care banget terhadap Jen.
Yang tidak saya sukai adalah karakter Jen. Jen ini begitu skeptis dan sinis terhadap dunia dan terutama terhadap dirinya sendiri. Gambaran Jen terhadap dirinya sungguh menyedihkan. Saya jadi berpikir bahwa Jen ini memang cewek biasa. Sehingga saya kaget saat Riley dan Kevin menyatakan kalau Jen adalah gadis yang cantik, pintar dan menawan.

Terjemahannya cukup bagus meski sedikit tidak konsisten. Ada dialog yang tidak baku tapi ada juga dialog dengan bahasa baku. Menurut saya karena ini adalah roman kontemporer, mestinya penerjemah tidak perlu takut menggunakan bahasa tak baku untuk dialog.

Beberapa typo dalam novel ini:

* Bibir --> bibi (hal. 68)
* pernah suara --> pernah mendengar suara (hal. 77)
* alvokad --> avokad (hal. 138)
* kuning pisau --> kuning pisang (hal. 138)
* granda --> grandpa (hal. 195)
* goreng ikan --> ikan goreng (hal. 226)

Covernya menarik, meski saya bingung untuk apa si kucing duduk di situ menatap Jen. Wkwkwkkk~


TEBAR-TEBAR QUOTE

"Keluarga! Kau kan tahu awak berita sejati tidak punya waktu untuk keluarga." (hal. 16)

"Kita semua punya cacat perkencanan yang mematikan. Cacatmu adalah kau mencintai seorang pria ideal, jadi begitu mengenal dia, kau selalu akan merasa kecewa. Semua pria selalu terlihat lebih baik dari diri mereka yang sebenarnya sampai kau mengenal mereka dan sadar bahwa semuanya ternyata sama saja. Semua pria suka lelucon jorok dan hal-hal berbau porno." (hal. 115)

"Kau bisa saja menggiring bebek ke air, tapi belum tentu bisa memaksanya minum." (hal. 184)

"Orang yang kau nikahi tidak semestinya menjadi prestasi dalam hidup. Aku memang belum menikah, tapi menurutku tidak seharusnya pernikahan nenjadi target atau untuk mendapatkan mahkota. Pernikahan berarti berbagi hidup bersama seseorang, tapi jangan sampai dianggap mencerminkan siapa dirimu." (hal. 255)

"Kau tidak bisa mengandalkan orang lain agar menjalani hidupmu untukmu. Kau harus membuat keputusan sendiri, memutuskan apa sebetulnya yang kau inginkan." ( hal. 256)


Saya suka budaya dan kuliner Amerika Selatan dan Jepang yang muncul di novel ini. Jadi saya beri 3 bintang untuk Dixieland Sushi.
 

Nurina mengeja kata Published @ 2014 by Ipietoon