Tampilkan postingan dengan label setting lokal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label setting lokal. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Oktober 2015

[Resensi: Rahasia Pelangi - Riawani Elyta & Shabrina Ws] Cinta yang Belajar dari Ketabahan Gajah


Judul buku: Rahasia Pelangi
Penulis: Riawani Elyta & Shabrina Ws
Editor: Bernard Batubara & Yulliya
Desainer sampul: Mulya Printis
Penerbit: Gagas Media
Tahun terbit: 2015
Tebal buku: x + 326 halaman
ISBN: 979-780-820-3
Available at: www.bukupedia.com



BLURB

Katamu, ada pelangi setelah hujan.
Kau hadir, mengulurkan tanganmu.
Ajak aku melangkah, bersamamu.

Bisakah cinta menghilangkan rasa takut?
Juga memupuk rindu
yang mulai bertunas di hati?

Sepertimu, Anjani dan Rachel juga mencari cinta.
Namun, mereka tak pernah menduga
ternyata cinta segelap hutan di tengah malam.

Sementara bagi laki-laki itu,
ia baru menyadari
bahwa hidup ternyata seperti hutan.
Jika tak hati-hati, banyak ranting
yang akan membuatmu luka.

Dalam gelap hutan,
akankah pelangi terlihat sama indahnya?


RESENSI

Kisah diawali dengan tragedi di arena sirkus yang disaksikan Anjani. Ketika masih kecil, Anjani yang menonton sirkus bersama Ayah menyaksikan kejadian mengerikan saat gajah sirkus yang sedang melakukan atraksi tanpa sengaja menginjak anaknya sendiri dan kemudian membanting anak gajah yang malang itu.
Anjani yang merasa trauma, kemudian memutuskan ia harus menghadapi rasa takutnya secara langsung dengan menjadi mahout. Dengan semakin seringnya ia berada di dekat gajah, mengurus dan melatih gajah, ia pun sedikit demi sedikit berhasil mengenyahkan rasa trauma itu. Bersama Chay, seorang mahout senior dan mahout-mahout lain, Anjani bertugas di Taman Nasional Tesso Nilo, dan menjadi tim Flying Squad yaitu tim patroli gajah latih yang mengusir gajah-gajah liar yang tanpa sengaja masuk area perkebunan dan pemukiman warga.
Di sisi lain ada Rachel, seorang gadis penuh semangat yang merupakan aktivis di Change World Organization. Meskipun Rachel adalah anggota termuda di CWO cabang Pekanbaru namun ia mendapat kepercayaan untuk melakukan survei lapangan ke Taman Nasional Tesso Nilo bersama Febri.
Maka di TNTN itulah mereka berempat bertemu. Anjani, Rachel, Chay dan Febri. Empat insan yang sama-sama punya kepedulian besar terhadap lingkungan. Empat jiwa yang mencari cinta di antara aktivitas mereka yang penuh dedikasi.
Ketika Anjani melihat kedekatan Rachel dengan Chay, sontak hatinya terbakar. Anjani pun menjauhi dan mendiamkan mereka.
Hingga tiba hari penyerangan. Ketika gajah-gajah liar menyerbu perkebunan, ketika tim Flying Squad berusaha mengusir gajah-gajah itu, terjadilah tragedi kedua yang hampir sama di depan mata Anjani. Gajah liar itu mengejar dan menginjak Rachel.
Bagaimana nasib Rachel? Apakah Anjani pantas disalahkan? Masihkah ada pelangi yang akan menyambut mereka di balik semua tragedi?

------------

Akhirnya kesampaian juga baca buku ini. Bagi saya, mahout adalah pekerjaan paling keren di dunia. Mereka gagah, mereka telaten dan mereka luar biasa berani. Sudah sejak lama saya mengidamkan ada penulis yang mengangkat profesi mahout. Dari dulu di benak saya, saya mengangankan cerita yang tokoh cowoknya adalah mahout sementara tokoh ceweknya adalah pihak dari korporat yang memiliki perkebunan. Huhuu antara cinta dan kontra kepentingan begitu, deh. :)))

Tapi, di novel ini semua tokohnya merupakan pendekar-pendekar lingkungan. Orang-orang yang berusaha melindungi alam dan menghentikan konflik gajah.
Rahasia Pelangi diceritakan dari sudut pandang orang pertama secara bergantian antara Anjani dan Rachel. Meski sama-sama berkisah sebagai "aku", "suara" mereka sangat berbeda. Anjani lebih religius dan pendiam, sifatnya yang lembut namun berani memang pas sebagai mahout. Sementara Rachel begitu spontan dan tanpa tedeng aling-aling. Memang sepertinya begitulah aktivis lingkungan ya? ^^

Setting yang disajikan dideskripsikan dengan jelas. Bukan hanya gambaran keindahan alam tapi juga kerusakan alam dan kabut asap. Selain setting, hal yang dituliskan secara mendetail dan alami adalah perilaku gajah.
Bagi saya yang telah memperhatikan gajah dan mahout sejak lama, saya memang sudah memahami informasi yang dipaparkan dalam Rahasia Pelangi, tapi bisa saya katakan, novel ini benar-benar akan membuka wawasan pembaca tentang gajah, mahout, dan kerusakan alam. Adanya kesalahpahaman terhadap gajah juga diluruskan oleh novel ini.
Jempol banget untuk isu yang diangkat. Kita tahu bahwa selama bertahun-tahun konflik gajah selalu memakan korban. Sebagai mamalia terbesar di daratan, daya jelajah gajah sangat besar, namun mereka kini terkepung keserakahan manusia. Inilah yang mengakibatkan konflik antara gajah dan manusia.

Porsi romannya sedikit, memang ada debaran-debaran, situasi canggung, tapi nggak terlalu romantis. Sayang ya, padahal aktivis lingkungan juga manusia, yang juga berhak mendapatkan saat-saat romantis. Hehe...
Tapi Chay dan Febri memang sosok-sosok keren yang berkarisma. Saya sih memang suka sama cowok yang mendedikasikan hidupnya untuk kelestarian alam dan kepedulian terhadap sesama jadi yaaa.... mereka berdua itu auranya keren banget!
Hanya saya memang kurang suka pada karakter Rachel yang nggak berpikir panjang dan sembrono. Kata-katanya juga ceplas-ceplos tanpa dipikir dulu.
Dan tokoh-tokoh ini benar-benar bikin iri, mereka punya kontribusi besar dalam isu penyelamatan lingkungan. Bisa terjun langsung dan berhadapan sendiri dengan gajah-gajah itu. Hiks... pengiiiin.

Beberapa kesalahan kata dan kalimat dalam novel ini:
* Tapi, malam berikutnya yang kami sepakati itu tak pernah terjadi lagi karena selalu makan malam aku menutup kamarku dan mengganti lampunya dengan lampu kecil. ——> ...karena selalu selesai makan malam... (hlm. 171)
* sambal ——> sambil (hlm. 195)
* persistiwa ——> peristiwa (hlm. 218)
* Tetapi, aku yakin, jika satu orang saja telah mengetahuinya, tak perlu menunggu lama untuk membuat semua rumah yang ada di cluster ini. ——> ....membuat heboh semua rumah... (hlm. 235)

Saya rekomendasikan novel Rahasia Pelangi ini bagi teman-teman yang ingin memahami seluk beluk gajah dan konflik mendesak antara manusia dengan alam. Karena novel ini mengajarkan kita agar lebih peduli pada alam sekitar. Juga agar kita belajar untuk tidak sembrono dan bagaimana bangkit dari keterpurukan.

TEBAR-TEBAR QUOTE

Kita memang tak bisa lari dari masa lalu. Namun, kita punya pilihan, berdamai dengan waktu. (hlm. 1)

Alam memberi banyak hal daripada yang ia dapatkan. Sementara, kita mencari banyak alasan untuk memberi pada alam. (hlm. 7)

Alam adalah guru yang tak menua oleh waktu. (hlm. 61)

Pada gajah, kita belajar ketulusan, bagaimana mendengarkan dan bersikap tenang. (hlm. 79)

Saat kerikil datang, cinta bisa bermetamorfosis menjadi rasa yang berbeda, dan jaraknya hanya tinggal selapis kertas dengan rasa benci. (hlm. 109)

Prasangka bisa mengubah setitik bara menjelma kobaran yang tak terduga. (hlm. 129)

Bicara tentang hutan semestinya bukan hanya tentang pohon, tetapi juga tentang keselamatan bersama. Jika hutan aman, penghuninya akan merasa nyaman, dan manusia pun akan merasa tenteram. Masalahnya, siapa yang telah mengubah lebatnya hutan menjadi hamparan tumbuhan komersil seperti ini kalau bukan manusia? (hlm. 141-142)

Kadang, kaki terpeleset tak hanya di tempat basah, tetapi juga tergelincir di jalan berpasir. Namun, pasti tak ada satu langkah pun yang ingin terjatuh, apalagi tak bisa bangkit lagi. (hlm. 151)

Gajah menyimpan semua hal dari perjalanan hidupnya. Namun, mereka selalu bersikap dengan kejernihan berpikirnya. (hlm. 193)

Ada perhatian tak kasatmata. Ia bernama, doa dalam diam. (hlm. 291)

Cinta bukan seberapa banyak kau mengatakan, melainkan sejauh mana kau membuktikan. (hlm. 317)

Senin, 12 Oktober 2015

[Resensi: I Need You - Yoana Dianika] Cinta Yang Memberi Harapan dan Diharapkan


Judul buku: I Need You
Sub judul: I Just Can't Show You
Seri: L.O.V.E CYCLE #2
Penulis: Yoana Dianika
Editor: Nurul Hikmah & Widyawati Oktavia
Penyelaras Aksara: Ayuning
Desainer dan ilustrator sampul: Levina Lesmana
Ilustrator isi: Ida Bagus Gede Wiraga
Penerbit: Gagas Media
Tahun terbit: Mei 2015
Tebal buku: viii + 320 halaman
ISBN: 979-780-810-6
Available at: Bukupedia



BLURB

Ini kisah tentang harapan, yang seumpama layang-layang.
Jika kau tarik terlalu kuat, ia akan putus.
Jika kau biarkan terlalu longgar, ia akan lepas.

[Amalia]
Aku menyukaimu, apakah isyaratnya tak pernah terbaca?
Kau tak perlu menjadi pembaca pikiran untuk itu.
Terlalu nyata segala rasa yang ada untukmu.

Kau memintaku tak beranjak pergi,
tetapi mengapa kau tak ikut duduk di sini?
Aku telah tahu segala hal tentangmu—kecuali tentang perasaanmu.

[Ivan]
Bersamamu tak pernah kurasakan sepi.
Tanpamu, ada sesuatu yang hilang.
Namun, saat kau isyaratkan cinta,
mengapa tak kutemukan sesuatu yang menyala?

[Sev]
Benarkah harapan juga bisa kedaluwarsa?
Habis masanya ketika waktu memberimu jarak;
kepada cinta yang tak pernah kau ungkap.

Harapan,
sesuatu yang membuatmu mampu bertahan dalam keadaan tersulit sekalipun.
Beri ia isyarat—agar ia tak lagi tersesat.


RESENSI

Sekolah Amalia kedatangan murid baru yang langsung bikin heboh. Tentu saja karena si anak baru ini cakep dengan tampang kebule-bulean. Meski anak baru itu adik kelas, gosipnya tetap beredar di kelas Amal, kelas XI. Yang membuat kaget, cowok itu ternyata Ivan, teman masa kecil Amal yang dulu pergi tanpa pamit.
Ivan telah kembali. Kehadirannya menumbuhkan lagi getar-getar di hati Amal. Hari-hari Amal kembali dipenuhi dengan perhatian Ivan layaknya di masa lalu.
Sayangnya itu tak berlangsung lama. Amal menangkap sesuatu yang mencurigakan antara Ivan dan Izz, sahabat Amal. Binar di mata mereka nggak mungkin diabaikan Amal.
Untuk menghilangkan rasa galaunya, Amal mencoba mengalihkan perhatian ke twitter untuk memantau Sev, vokalis band The Dusk, yang sangat digilai Amal.
Tak disangka, Sev membalas mentionnya, mem-folback twitter Amal, dan bahkan tiba-tiba muncul di hadapan Amal untuk mengantar Amal yang kemalaman di acara Grebeg Suro Ponorogo karena ditinggal Ivan dan teman-temannya.
Hingga kemudian muncul kabar bahwa Ellen, gitaris The Dusk, memutuskan keluar dari band dan memaksa The Dusk menggelar audisi untuk mencari pengganti Ellen. Amal yang memang pintar bermain gitar dan mencipta lagu mengikuti audisi dan dinyatakan lolos.
Amal pun harus ke Jakarta meninggalkan Ponorogo selama libur semester. Selama masa karantina ia nggak bisa berhubungan dengan Ivan. Tapi Amal takut, jeda masa itu akan semakin merenggangkan hubungan mereka.
Akankah Amal lolos dan menjadi bagian dari The Dusk? Seberat apa perjuangannya hingga hari pengumuman? Apakah Ivan akan tetap bersamanya atau menggunakan kesempatan itu bersama Izz? Lalu mengapa Sev yang terkenal dingin dan dijuluki The King of Ice Kingdom itu sangat perhatian terhadap Amal?

-----------------

I Need You merupakan novel remaja dalam seri L.O.V.E. CYCLE dengan tema tahap PDKT terbitan GagasMedia. Meskipun tokohnya menggalau karena cinta, tapi kreatifitas dan positif act tokoh-tokohnya membuat saya salut. Galau boleh tapi prestasi jalan terus. Gitu. ^^

Saya suka konsep novel ini. Dari covernya yang sederhana dan cantik, ilustrasi di dalamnya yang keren, lirik lagu yang mendalam dan sekali lagi galau, juga bagaimana novel ini dibagi menjadi lima bagian besar.
Ada 1st Track - H.I.L.A.N.G yang menjadi awal pembuka kisah kedatangan Ivan kembali.
Kemudian 2nd Track - I Will Be Here yang menceritakan proses audisi Amal di Jakarta dan kedekatannya dengan para personel The Dusk. Terutama Adrian dan Sev.
Dilanjut dengan 3rd Track - Love Lies yang berisi sepulangnya Amal ke Ponorogo setelah audisi dan mendapati kenyataan yang menyedihkan.
Ada pula 4th Track - The Dusk dan Bonus Track - The Future yang menjadi akhir konflik dan memberi saya twist super duper tak terduga.
Jalinan kisahnya membuat saya nggak bisa berhenti dan terjerumus dalam perasaan yang teraduk-aduk.
Sebal setengah mati pada Ivan yang PHP banget, kasihan pada Amal yang banyak berharap, dan senyum-senyum dengan kesantaian Adrian. Ah, campur aduklah rasa buku ini. :)

Dalam I Need You, Yoana Dianika banyak sekali memberi informasi teknik-teknik bermain catur dan gitar, sehingga kegemaran dan profesi tokohnya nggak terasa hanya tempelan. Terasa benar-benar menguasai dan bagai telah mendarah daging.
Kota Ponorogo juga terasa hidup di dalam novel ini. Bukan sekedar setting tanpa napas, tapi ada kegiatan dan suasana yang terasa khas meski tanpa membubuhkan dialek dalam dialog.

I Need You dikisahkan dari sudut pandang orang pertama, yaitu Amalia yang bercerita sebagai aku. Namun saat kisah flashback ke masa kecil para tokohnya—yang diceritakan di awal beberapa bab—Yoana menggunakan sudut pandang orang ketiga.
Tokohnya memiliki karakter yang menonjol, dan memiliki ciri sendiri-sendiri. Yang jelas sih, Ivan si tuan ahli PHP-lah yang paling bikin gemas.
Sedangkan Amal, cewek bertalenta yang cuek ini sebenarnya punya karakter yang asyik. Girlpower banget.
Sampai tigaperempat novel saya masih bingung, Amal nanti akhirnya mau dipasangkan dengan siapa? Ivan? Dhamar? Sev? Atau justru Adrian?
Aih, pokoknya kalau saya sih, jelas #TimAdrian :))))
Andai saja Adrian dibikin cerita tersendiri, pasti keren. Adrian dalam novel ini jadi tokoh Adrian ketiga favorit saya setelah Adrian di Legenda Pelangi dan Adrian di telenovela Esmeralda. *lawas* :D

Yang mengganjal dalam benak saya dalam novel ini adalah bagaimana hubungan Amal dan Izz akhirnya? Apakah nggak ada penjelasan sama sekali dari Izz atau seenggaknya obrolan penyelesai masalah? Setelah kecelakaan di jurang itu kenapa nggak ada cerita Izz menjenguk Amal dan ngobrol dari hati ke hati? Padahal itu momen yang pas sebenarnya.

Sedikit typo dalam novel ini:

* …Kamu sudah punya pacar.?" --> …Kamu sudah punya pacar?" (hlm. 30)
* hadir --> Hadir (hlm. 36)
* bar-unya --> ba-runya (hlm. 36)
* followback" --> followback." (hlm. 107)
* …dan diunduh ke YouTube. --> …dan diunggah ke YouTube. (hlm. 158)
* pikirkanku --> pikiranku (hlm. 161)
* Sebelum mengunduh ke YouTube… --> Sebelum mengunggah ke YouTube… (hlm. 164)
* Liberia --> Liberica (hlm. 241)

Saya sangaaaat menyukai novel ini terlepas dari tokoh Ivan yang heartless, karena ada banyak hal positif dalam kisah cinta yang menarik ini.
Buat kalian yang mudah kena PHP atau malah tukang PHP, boleh banget baca novel ini. ^^


TEBAR-TEBAR QUOTE

Saat menyadari datangnya rasa suka, aku takut suatu saat kehilangan akan datang merenggutnya. (hlm. 31)

"Amal, aku tahu, kebencian pada akhirnya hanya akan melukai diri kita sendiri." (hlm. 120)

"Sebenarnya, orang-orang yang hanya bisa menyalahkan orang lain pasti akan tambah menderita. Aku kasihan kepada mereka. Orang yang mengerjai orang lain hanyalah orang lemah yang ingin memastikan bahwa dirinya sendiri tidak lemah." (hlm. 120)

Kenapa manusia tidak bisa menyukai orang lain dengan puas tanpa harus memikirkan saingan? (hlm. 123)

Mungkin, hidup itu pada dasarnya seperti permainan catur. Kalau sejak awal langkah yang diambil bagus, ke belakang pastinya juga akan mulus—walaupun terkadang menghadapi rintangan di tengah permainan. (hlm. 145)

"Amal, dengar. Terkadang, cinta memang tidak mudah diraih. Tapi, untuk cinta yang tidak mudah diraih itulah manusia rela berkorban." (hlm. 146)

"Hei, kita sudah pernah bertemu sekali. Pertemuan kedua sudah pasti jodoh." (hlm. 190)

"Amal, di dunia ini, nggak ada orang yang terlahir hanya untuk merasa bahagia. Tapi, bahagia itu pilihan. Bikankah masa depan adalah hal yang bisa kita buka dengan tangan kita sendiri?" (hlm. 206)

"Kamu pernah mendengar istilah ini, 'manusia menjadi kuat karena ingin ada yang dilindungi'?" (hlm. 273)

"Aku selalu berandai-andai, seumpama waktu cepat berlalu, pasti tidak ada celah pada kita untuk merasa rindu pada sesuatu." (hlm. 305)

"Mungkin, dia adalah satu-satunya yang bisa membuatku merasa abadi—karena dia akan menyembuhkan luka yang pernah membuatku kehilangan arah." (hlm. 315)

Jumat, 14 Agustus 2015

[Resensi: Telaga Rindu - Netty Virgiantini] Kerinduan yang Mebuncah di Telaga Sarangan


Judul Buku : Telaga Rindu
Penulis : Netty Virgiantini
Desainer : Sapta P Soemowidjoko & Lisa Fajar Riana
Penata isi : Yusuf Pramono
Penerbit : Grasindo
Tahun terbit : April 2014
Tebal buku : 161 halaman
ISBN : 978-602-251-488-6




BLURB

Setelah tiga bulan lamanya pergi tanpa kabar dan alasan yang jelas, Dipa tiba-tiba menghubungi Nala. Ia berjanji untuk datang menemui Nala di suatu tempat yang telah mengukir kenangan indah mereka berdua ketika menautkan hati.
Dalam suasana syahdu Telaga Sarangan, sepanjang hari Nala terbelenggu rasa resah dan gelisah. Menanti-nantikan saat ia dapat melihat kembali sosok yang selalu membayangi hari-harinya, dalam belitan rasa rindu yang selama ini coba diredamnya dalam diam.
Entah mengapa, tiba-tiba ada ragu yang terasa mengganggu. Menyelinap begitu saja bercampur keresahan dan kegundahan. Dalam luapan rasa suka yang sempat mencerahkan hati Nala, ada satu pertanyaan serupa firasat yang mengusik batinnya, sampai waktu menjelang tengah malam tiba.
Apakah Dipa akan menepati janjinya…?


RESENSI

Nala merasa ragu bercampur kesal saat ibu melarangnya memakai sweter warna hijau untuk dipakai saat outbound ke Telaga Sarangan. Betapa tidak, sweter hijau itu pemberian dari Dipa, kekasih hatinya, saat ulang tahunnya yang ketujuh belas. Tapi ibu dengan tegas melarang Nala memakainya dengan alasan tak jelas.
Padahal itu pemberian yang terakhir dari Dipa sebelum Dipa menghilang dari hidup Nala. Karena kasus korupsi yang menjerat bapaknya, Dipa merasa malu dan hijrah meninggalkan Magetan ke Surabaya. Meninggalkan Nala tanpa penjelasan apa-apa.
Pagi harinya saat Nala dan teman-temannya siap berangkat outbound, Imron, sahabat dekat Dipa, memberitahu Nala bahwa Dipa akan menyusul Nala ke Telaga Sarangan. Dipa diperkirakan akan sampai saat tengah malam selepas acara api unggun. Maka dimulailah kegalauan dan kegundahan Nala sepanjang hari itu. Rasa rindu setelah tiga bulan tak bertemu bercampur firasat yang mengganggu.
Akankah mereka bertemu? Apakah Nala tetap akan nekat memakai sweter hijaunya ke Telaga Sarangan?

----

Sungguh seru mengikuti kegalauan Nala selama sehari dalam novel ini. Plotnya rapi dan padat, jadi meski cerita berlangsung kurang lebih hanya dalam 24 jam rasanya sama sekali nggak membosankan. Justru beberapa kali saya senyum-senyum dan bahkan ngakak sendiri. XD
Dengan diksi yang memesona, saya terbawa arus dalam konflik batin Nala.

Suka banget dengan settingnya. Saya sendiri belum pernah ke Telaga Sarangan, tapi seperti sudah membentuk lokasinya di kepala berkat deskripsi dari penulis yang mendetail dan lengkap banget, sampai ke kelokan-kelokannya pun rasanya pernah saya lewati. Untuk deskripsi, saya benar-benar mengacungi jempol karena detailnya begitu jelas, terpampang nyata kalau kata Syahrini. XD
Dan Netty Virgiantini dengan cerdas menyelipkan beberapa mitos, legenda dan kearifan lokal dalam novel ini.

Telaga Rindu merupakan novel dengan banyak tokoh. Ada Bestari, Palupi dan Kinanti, sahabat-sahabat Nala yang hebohnya minta ampun. Ada pula Imron dan Charles, pujaan hati sahabat-sahabat Nala yang konyol. Belum lagi keluarga Nala dan keluarga Bestari yang ikut muncul. Jadi meriah banget suasananya.
Untuk karakter bapaknya Nala, entah kenapa kok yang terbayang adalah bapaknya Dudung di film kartun Si Dudung ya? Haha...
Mungkin karena medoknya dan lagaknya yang suka merayu ^^
Saya suka karakter Dipa yang tenang dan pendiam. Berasa cukup wise sebagai remaja belasan tahun. Lalu jadi geregetan karena pergi begitu saja tanpa memberi penjelasan apa-apa pada Nala. Ketidaksempurnaan Dipa itulah yang membuat novel ini membumi.

Desain sampulnya simpel tapi makna yang dikadungnya dalam banget. Setelah selesai membaca saya benar-benar bisa memahami gambar di sampul novel ini.

Saya tertawa dan terharu bersama novel ini. Sebagai perempuan yang pernah remaja saya bisa memahami kerisauan Nala dan keinginan kuat untuk tak mempercayai takhayul. Dan sebagai ibu, saya bisa memahami rasa protektif orangtua Nala, bahwa kadang firasat adalah alarm yang memang harus diwaspadai. Inilah yang saya dapatkan dalam novel Telaga Rindu.
Yang sedikit membuat saya mengerenyit hanyalah saat Nala berjalan sendirian menyusuri jalan gelap di tengah malam untuk mencapai tempat janjiannya dengan Dipa yang cukup jauh dari penginapan. Well, untungnya itu Nala, kalau saya jelas saya nggak akan mau. Bahaya kan gadis remaja jalan sendirian, malam-malam? Hehe…

Novel ini juga mulus karena minim typo, hanya ada dua kesalahan ketik yang saya temukan. Makanya membaca novel ini lancar jaya selancar jalan tol :))
Saya beri 4 bintang untuk Telaga Rindu, novel memikat yang telah mengaduk-aduk perasaan saya.


TEBAR-TEBAR QUOTE

Setiap orangtua punya cara mendidik dan aturan masing-masing dalam keluarga, tidak bisa diperbandingkan satu dan lainnya. (hal. 36)

"Mungkin itu yang namanya 'cinta itu buta', La! Sebuah perasaan yang kadang-kadang tak peduli apa pun selain ingin memiliki seseorang yang menggetarkan hatinya. Tak peduli untuk itu ia harus melewati tebing curam penuh onak dan duri yang membahayakan jiwanya." (hal. 80)

Ketika dua hati telah merasakan hal yang sama, memang tak perlu lagi dibutuhkan deretan kata-kata. Juga tak peduli lagi berapa banyak pulsa terbuang untuk sebuah komunikasi tanpa suara. (hal. 83)


Jumat, 07 Agustus 2015

[Resensi: Across The Ocean - Ria Destriana] Pulau Karimunjawa Tempat Penyembuh Luka Hati


Judul buku : Across The Ocean
Penulis : Ria Destriana
Editor : Irna Permanasari
Desain sampul : Orkha Creative
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : Mei 2015
Tebal buku : 168 halaman
ISBN : 978-602-03-1512-6



BLURB

"Kamu tahu bagaimana caranya mengobati hati yang luka?"
"Bagaimana?"
"Dengan tidak melaluinya sendirian."

Di seberang laut di Pulau Karimunjawa, dua hati yang terluka bertemu. Saat melihat Anindita, Bayu seperti melihat dirinya sendiri. Perlahan mereka menjadi dekat dan kedekatan itu membuat luka di hati masing-masing mengering dan digantikan sebuah perasaan yang tak asing.
"Karena setiap orang berhak bahagia, termasuk kamu."
Anindita belum siap. Bayu bersedia menunggu.
Tetapi, bagaimana kalau saat Anindita kembali ternyata Bayu tidak ada di sana?


RESENSI

Dunia Bayu seakan runtuh saat Siska, kekasihnya, meminta untuk mengakhiri hubungan. Siska tak ingin lagi melanjutkan hubungan yang tidak direstui keluarga mereka masing-masing karena perbedaan agama. Bayu patah hati. Bertekad ingin melupakan Siska, ia memencil ke Karimunjawa, mengurus rumah peninggalan orang tuanya dan menjadikannya sebagai homestay bagi turis-turis yang datang.
Bayu sangat menikmati berada di tengah tamu-tamu yang menginap di rumahnya, membuatnya bisa melupakan Siska.
Hingga malam itu, ketika tak ada satu pun turis yang datang karena adanya badai di Laut Jawa, Bayu melihat seorang gadis yang berusaha bunuh diri berjalan ke tengah laut. Bayu segera menyelamatkan gadis itu, tapi ia malah ditampar!
Keesokan harinya gadis itu datang lagi sebagai tamu yang berniat menginap di rumah Bayu. Nama gadis itu Anindita, namun Bayu memanggilnya Anin.
Dalam diri Anin, Bayu melihat kedukaan yang sama seperti yang dulu ada dalam dirinya. Bayu pun berusaha membuat Anin kembali bahagia. Ia menemani gadis itu menghabiskan waktu di Karimunjawa.
Saat Anin harus kembali ke Jakarta, Bayu telah jatuh hati pada Anin. Tapi Bayu tahu mereka belum siap, mereka masih terluka, maka ketika Anin meminta Bayu untuk menunggunya, Bayu bersedia.
Akankah Anin kembali lagi ke Karimunjawa? Dan apakah Bayu akan tetap di sana menunggunya bahkan setelah tiga tahun berlalu?

-------------

Across The Ocean adalah kisah tentang penyembuhan patah hati. Sedikit klise memang, saat kita patah hati, kita pasti pergi ke suatu tempat untuk menyembuhkan diri. Tapi pilihan setting dalam novel ini benar-benar keren!
Ria menjabarkan Karimunjawa dengan deskripsi yang rapi. Suasana sepi dan suasana ramainya terasa perbedaannya.

Novel ini diceritakan dengan dua sudut pandang. Dari prolog hingga separuh novel, diceritakan dari sudut pandang Bayu, sedangkan dari pertengahan hingga ke belakang, diceritakan dari sudut pandang Anindita. Porsinya cukup berimbang, sayangnya tidak ada perbedaan mencolok antara "aku" dari sisi Bayu dan "aku" dari sisi Anindita. Mereka masih terdengar sama dalam bertutur dan berpikir.
Dari sisi Bayu, alur cerita mengalir maju, sedangkan dari sisi Anindita, alur sekali-sekali mundur untuk menceritakan penyebab Anin patah hati.

Bayu dan Anin merupakan dua karakter yang menderita patah hati meski dengan jalan berbeda. Bayu bekerja sebagai penulis lepas suatu majalah gaya hidup sedangkan Anindita membuka butik pakaian di Jakarta, sayang tak banyak yang diceritakan tentang profesi mereka. Itu membuat saya merasa karakter mereka masih kurang kuat, dan dialognya masih kurang tajam.
Walau ada sih yang membekas dalam ingatan saya tentang Bayu: cowok yang takut hantu! :))

Desain sampulnya cantik, seperti poster film. Warnanya memang agak monoton dan bukan jenis cover yang akan sanggup memikat mata saya, tapi foto pantainya memberi daya tarik tersendiri.

Beberapa typo dalam novel ini:

* tapi suaraku tenggelam bunyi ombak dan angin yang menggila. --> tapi suaraku ditenggelamkan bunyi ombak dan angin yang menggila. (hal. 29)
* kecuali soal ia ternyata bahwa Anin berzodiak… --> kecuali soal bahwa Anin ternyata berzodiak… (hal. 51)
* sampai hari aku… --> sampai hari ini aku… (hal. 53)
* kamarnya --> kamarku (hal. 95)
* waku --> waktu (hal. 105)

Overall, novel Across The Ocean adalah novel ringan yang akan cocok dibaca sepulang kerja atau sepulang sekolah. Sangat menarik untuk meringankan kepenatan dan tekanan di kantor atau sekolah :)
Saya beri 3 bintang untuk Across The Ocean.

TEBAR-TEBAR QUOTE

Beruntung sekali orang yang tidak pernah putus cinta. Aku iri. (hal. 26)

"Luka ternyata tidak bisa hilang dengan menghabiskan waktu sendirian." (hal. 53)

Menunggu? Apa aku akan menunggu orang yang tidak menungguku? (hal. 138)

 

Nurina mengeja kata Published @ 2014 by Ipietoon