Tampilkan postingan dengan label Bentang Belia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bentang Belia. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Agustus 2016

[Resensi] #CrazyLove PHP - Clara Canceriana, dkk

Judul buku: #CrazyLove PHP
Penulis: Clara Canceriana, Dila Maretihaqsari, Kyria, Ardelia Karisa
Penyunting: Starin Sani
Perancang & Ilustrasi sampul: Nocturvis
Penerbit: Bentang Belia
Tahun terbit: Februari 2015
Tebal buku: 210 halaman
ISBN: 9786021383094



BLURB

Gejala Korban PHP:

• Bibir kram karena nggak bisa berhenti senyum saat dipanggil “sayang”
• Perut mulas kalau kirim pesan ke dia nggak dibalas-balas
• Mendadak sesak napas kalau lihat dia jalan sama cewek atau cowok lain
• Mulai berhalusinasi tentang pertanyaan “kapan kamu nembak aku?”
• Banjir air mata dan keringat dingin begitu dengar kabar kalau dia udah jadian dengan orang lain

Apa kamu pernah ngalamin gejala di atas? Mungkin kamu lelah. Jadi korban PHP mungkin nggak enak. Ren, Kisa, Niar, dan Karma sudah membuktikan sendiri cerita PHP mereka. Jatuh bangun mengejar harapan yang ternyata menjatuhkan. Sudah berkorban macam-macam, tapi imbalannya nggak sesuai angan-angan. Apa benar semua kisah PHP selalu berakhir tragis?

RESENSI

Kenangan

Program Today's Secret yang biasa dipandu Ren di My Radio memasuki hari terakhir. Di hari itu Ren membacakan email yang masuk dari seseorang bernama Rio, yang mencurahkan rahasia hatinya yang bermula dari sembilan tahun lalu. Kisahnya bersama seorang gadis teman sebangkunya bernama Lala. Rio ingin mengungkapkan betapa menyesalnya ia menggantung dan tak memberi penjelasan apa pun. Siapakah Rio? Dan akankah Rio bertemu dengan Lala setelah sembilan tahun berlalu?

Dia Untukku

Sejak duduk di bangku SMP, pusat dunia Kisa adalah Gana. Meski tidak begitu pintar, Kisa nekat masuk SMA favorit pilihan Gana untuk mengejar pemuda itu. Kisa tergila-gila pada Gana dan tak ragu menunjukkannya. Sikap Gana yang penuh perhatian dan sayang padanya dianggap lampu hijau oleh Kisa. Tapi Gana tetap diam. Tetap tak menyatakan cinta. Hingga Kisa nekat memilih kampus yang sama demi Gana. Akankah Kisa akhirnya mendapat kejelasan dari Gana?

Selamanya Kamu

Niar kaget saat sedang berteduh dari hujan, disapa seorang cowok yang tampaknya mengenal dirinya. Cowok itu, Esha, ternyata adik kelasnya yang berada dua tingkat di bawahnya. Hubungan mereka menjadi dekat meski banyak teror dan gosip tak enak yang beredar di sekolah. Niar pun merasa memiliki perasaan lebih pada Esha. Apalagi Esha juga tampak setia membantu dan mendampinginya. Niar bertekad akan menyatakan perasaannya seusai SPMB. Akankah Esha menerimanya? Ataukah Niar hanya kege-eran saja atas perlakuan Esha?

Karma

Karma si playgirl yang selalu suka dikelilingi para cowok. Meski tak ada yang benar-benar resmi dijadikan pacar olehnya, tapi Karma memang toxic. Ia selalu bisa membuat cowok menuruti apa maunya. Itu sebabnya ia cocok bersahabat dengan Jiro yang playboy. Mereka sama. Mereka setipe. Dan mereka sebenarnya saling suka. Tapi bisakah playboy dan playgirl bersama? Bisakah mereka saling mempercayai?

---------------


PHP merupakan bagian dari serangkaian seri CrazyLove yang diterbitkan Bentang Pustaka. Sejauh ini sih saya baru baca yang #CrazyLove Mantan dan cukup suka. PHP sendiri terdiri atas empat cerita pendek yang ditulis oleh Clara Canceriana, Dila Maretihaqsari, Kyria dan Ardelia Karisa. Nama Clara, Kyria dan Ardelia saya ketahui sebagai penulis yang potensial, tapi nama Dila Maretihaqsari mengejutkan saya karena saya mengenalnya sebagai editor kece yang membantu kelahiran novel-novel yang saya sukai. Tentunya saya jadi antusias pengin tahu bagaimana karya sang editor favorit saya ini.

Saya mulai bahas dari cerita yang paling saya suka dulu ya...
Dari keempat cerita di dalam buku ini, yang paling saya suka adalah Karma karya Ardelia Karisa. Pengkarakterannya kuat dan konflik batinnya dapet banget. Mungkin karena berimbang porsi kegalauan antara dua tokoh utamanya, maka saya jadi suka. Tapi selain itu saya juga suka premisnya, playgirl ketemu playboy sama-sama saling nge-PHP-in, jadi seru rasanya ngikutin interaksi antara keduanya. Saya suka pilihan namanya. Bisa pas gitu dengan kalimat, "nanti kamu dapat karma lho." Nah loh, seneng apa sedih nih Jiro kalau dapet karma. Hahaha....
Endingnya pun membuat saya menutup buku ini dengan penuh kepuasan, bagai kesegaran a*ua setelah lari marathon belasan kilometer. *halah* :)))))

Sementara kisah Kenangan dari Clara Canceriana bikin saya baper. Kisahnya pasti bisa dialami siapa saja. Namanya remaja, suka tapi gak berani mengungkapkan lalu menyesal, itu memang paling bikin galau. Walau saya sih penganut paham mending dikatakan daripada terpendam sekian tahun dan menyisakan rasa penasaran.
Saya suka gaya bertuturnya dan plotnya yang rapi. Profesi si tokoh utama juga keren, penyiar radio, dan saya bisa membayangkan suara Ren pasti enak banget didengerin—seksi dan dalam. Membaca dialognya Ren saja sudah terngiang-ngiang seperti apa suaranya kala siaran. Yang jelas saya suka bagaimana cerita ini berawal dan berakhir. Nyesek sih, jadi pengin peluk Ren gitu, tapi di sini saya temukan bahwa mimpi dan cinta itu sama, kalau nggak dikejar ya sia-sia.

Kisah yang kedua adalah Dia Untukku karya Dila Maretihaqsari. Yang satu ini yang paling mendekati kisah saya sendiri. Hahaha... Saya mirip sama Kisa gitu deh, berharap pada satu cowok selama bertahun-tahun, bedanya si cowok nggak setengil Gana. Tapi kesamaan nasib inilah yang membuat saya menikmati cerita tentang Kisa. Dan tentunya saya suka banget interaksi antara Kisa dan Gana, chemistrynya bagus dan seru banget. Tengilnya Gana dan sikap nggak jelasnya itu memang bikin pengin ngasah pisau, tapi memang Gana ini so sweeeeeet banget.
Endingnya saya suka, karena meski apa pun yang terjadi, mereka tetap asyik, tetap seru dan tetap manis.

Yang ketiga ada kisah Selamanya Kamu karya Kyria. Bagi saya justru inilah cerita yang paling PHP di antara semuanya. Saya terkecoh deh. Saya kira cerita ini bakal mirip seperti cerita pertama, tapi ternyata murni PHP. Huhuuu.. Kyria benar-benar pintar bikin harapan saya ikut membumbung bersama Niar. Memang ceritanya cenderung datar dan kurang jelas, ada lubang yang masih bikin saya bertanya-tanya, tapi cukup menarik untuk diikuti.
Hanya saja endingnya yang open ending malah bikin saya kurang puas. Hahaha...

Yang jelas PHP benar-benar kumpulan cerpen yang bikin saya bernostalgia dan merasa baper pengin balik ke masa sekolah. Benang merah keempat cerita selain sama-sama menceritakan tentang harapan palsu atau rasa GR juga tokoh ceweknya yang saling terhubung. Tapi bagi saya, di antara semua tokohnya, saya paling suka sama Karma. Bagi kalian yang pengin nostalgia rasanya di-PHP-in boleh banget baca buku ini. Seru.

Rabu, 28 Oktober 2015

[Resensi: Remember Dhaka - Dy Lunaly] Menemukan Jati Diri di Kota Dhaka


Judul buku: Remember Dhaka
Penulis: Dy Lunaly
Penyunting: Ikhdah Henny
Penerbit: Bentang Belia (PT. Bentang Pustaka)
Tahun terbit: Januari 2013 (cetakan pertama)
Tebal buku: vii + 204 halaman
ISBN: 978-602-9397-64-2



BLURB

Di antara dunia baruku yang absurd,
aku menemukanmu.

Di antara semrawutnya kota ini, kamu datang seperti peri.

Kurasa, kamu jadi alasan terbesarku
bisa dan mau bertahan di sini.

Dhaka, tak pernah sekali pun terpikir olehku sebelumnya.

Bersama kamu, aku bisa menemukan diriku.

Karena kamu, kota ini jauh lebih hidup di mataku.

Jadi, tetaplah di sini.
Tetaplah indah seperti peri.

RESENSI

Bagi Arjuna Indra Alamsjah tak ada hal yang bisa mengalahkan kekayaan dan kekuasaan keluarganya, The Alamsjah. Maka ketika ia lulus dengan nilai yang sangat pas-pasan, ia tenang saja. Uang ayahnya pasti bisa membeli kampus manapun untuknya. Tapi, kakaknya, Agni, menolak pemikiran itu.
Merasa Arjuna terlalu menyepelekan hidup, Agni berniat mengirimkan adik semata wayangnya itu untuk mengikuti volunteer trip ke Dhaka. Tadinya Juna menolak mentah-mentah tawaran kakaknya dan memilih kabur dari rumah.
Tapi Juna lupa, tanpa uang ayahnya, ia bukan siapa-siapa. Teman-temannya menjauh karena kartu-kartu dan rekeningnya dibekukan. Dan Juna pun setuju untuk pergi ke Dhaka dan menjadi volunteer selama sebulan.
Siapa sangka, setibanya di Dhaka, ia bertemu seorang peri, atau lebih tepatnya seorang cewek yang mirip peri. Emma, meskipun lebih muda darinya, ternyata telah mengikuti Dhaka Education Project dan menjadi volunteer sejak usia 13 tahun.
Apakah Juna yang sejak kedatangannya ke Dhaka selalu mengeluh itu sanggup bertahan? Akankah ia menuntaskan tugas sukarelawannya atau memilih pulang sebagai pecundang? Apakah ia akan berubah atau tetap menjadi Juna yang mendewakan harta keluarganya?

--------------------

Ketika saya pertama melihat novel ini mejeng di rak toko buku, saya langsung jatuh cinta dengan judul dan kavernya. Padahal saya nggak ada gambaran sama sekali tentang jalan cerita novel ini akan seperti apa, karena blurb-nya yang mengambang.
Tapi toh saya beli juga dan kaget membaca awal kisahnya.

Sumpah, di bab awal, saya rasanya pengin nyeburin Juna ke Kali Code pas banjir lahar dingin, karena sombongnya selangit. Haha...
Karakternya yang semau gue dan nggak peduli terhadap orang-orang di dekatnya itu nyebelin banget. Saya rasa dari segi ini, Dy Lunaly sukses membuat tokoh yang nggak beres dan harus dirombak kepribadiannya.
Tapi, Juna ini baru berasa cowok ketika menggunakan bahasa lo-gue. Begitu Juna ber-aku-kamu, Juna jadi kehilangan 'suara' dan jiwa cowoknya. Dan lagi, ketika Juna beberapa kali menyebut orang yang lebih tua dengan kata 'beliau' saya jadi merasa Juna nggak brengsek-brengsek amat. Lah itu, masih sopan sama orang yang lebih tua. ^^

Tema yang menarik dan setting yang unik, membuat saya jatuh cinta pada Remember Dhaka. Diceritakan dengan sudut pandang orang pertama, yaitu sudut pandang Juna, saya diajak mengamati metamorfosisnya. Meskipun saya rasa kesadaran diri Juna agak terlalu cepat datangnya.

Sesuai dengan judulnya, Remember Dhaka, novel ini menyuguhkan setting Dhaka yang kuat. Pastinya Dy Lunaly telah melakukan riset yang benar-benar mendalam karena kota ini dideskripsikan dengan begitu detail. Saya nggak cuma mendapati lokasi-lokasi yang samar tapi lokasi yang tergambar dengan jelas.

Hampir sebagian besar dialog tokohnya menggunakan bahasa inggris. Bagi saya sendiri itu nggak masalah, tapi untuk beberapa murid remaja saya yang meminjam buku ini, saya sempat diprotes karena mereka nggak paham saking banyaknya kalimat inggris yang panjang. Untungnya saya guru yang baik hati *preet*, jadi saya bisa sekalian menjelaskan makna kalimat dan beberapa grammar yang salah. Haha...

Buat kalian yang ingin membaca novel ringan dengan setting yang berbeda dan unik, baca deh Remember Dhaka. Ada selipan petuah yang membuat kita berpikir ulang apakah benar hidup itu nggak adil sama kita :')

TEBAR-TEBAR QUOTE

"Juna, kamu jangan berekspetasi macam-macam, tapi juga jangan langsung underestimate sama tempat tujuan kamu. Percaya sama Kakak, setisp tempat pasti menyimpan keindahannya sendiri. Begitu juga India dan Bangladesh." (hlm. 30)

"Hidup udah begitu baik kepadaku, apa yang bisa aku berikan?" (hlm. 70)

"Kita yang menciptakan tempat untuk diri kita sendiri, Jun. Selama kita berpikir ini bukan tempat kita, selamanya akan berakhir seperti itu. Tapi, kalau kamu mau berusaha sedikit lebih keras, kamu bakal tahu bahwa ini tempatmu." (hlm. 77)

"Hidup ini selalu tentang mengeja ikhlas. Bagaimana kita belajar untuk ikhlas menerima kondisi apa pun yang ada dalam hidup kita." (hlm. 99)

"Caring for the other is like a drop of water. It will make ripples troughout the entire pond. Kebaikan menyebar dan akan terus menyebar. Dan, yang paling penting itu bertahan dan akan menjadi bagian dari orang itu." (hlm. 151)

Jumat, 11 September 2015

[Resensi: Chemistry of Love - Netty Virgiantini] Usaha Amma Menaklukkan Kimia, Mister Sa'id dan Emir


Judul buku: Chemistry of Love
Penulis: Netty Virgiantini
Penyunting: Starin Sani
Perancang & Ilustrasi sampul: Gloria Grace Tanama
Penerbit: Bentang Pustaka
Lini: Bentang Belia
Tahun terbit: Juli 2012 (Cetakan Pertama)
Tebal buku: 144 halaman
ISBN: 978-602-9397-35-2
Available at: bukupedia



BLURB

Mister Sa'id, Kimia, dan Emir, selalu sukses membuat sekujur tubuh Amma gemetar dengan alasan berbeda. Mister Sa'id membuat jam pelajaran Kimia serasa detik-detik penantian di Padang Mahsyar, Kimia menjelma jadi pelajaran paling sulit, dan Emir, si Jago Kimia, membuat dadanya selalu berdebar-debar.

Agar bisa mengimbangi Emir, harusnya Amma juga bisa menaklukkan Kimia. Tapi, boro-boro bisa bersahabat dengan pelajaran satu itu, Amma bahkan sering diusir ke luar kelas oleh Mister Sa'id. Ini juga dilema yang bikin Amma galau berat. Usahanya akan terjal dan penuh pengorbanan.


RESENSI

Ammarilla, cewek kelas X SMA ini punya ketakutan terbesar dalam hidupnya: Kimia dan Mister Sa'id. Bagaimana tidak, guru kimia itu selalu mengusirnya keluar kelas setiap kali ia tidak bisa mengerjakan soal kimia di papan tulis. Dan entah kenapa, Mister Sa'id selalu saja menunjuk Amma sebagai korban pertama. Jadilah Amma merupakan siswa pertama di kelasnya yang disuruh keluar kelas.
Yang lebih memalukan, Emir, siswa kelas sebelah yang paling pintar dalam pelajaran kimia, selalu saja memergoki Amma yang berada di luar kelas tiap pelajaran kimia. Tentu saja Amma malu karena Emir adalah pujaan hatinya.
Sahabat-sahabat Amma, Ayu dan Wulan, tentu saja menganggap hal itu sebagai bahan bercandaan. Mana mungkin, kan, cowok jago kimia, yang ditunjuk sekolah sebagai duta olimpiade bisa membalas perasaan cewek lemot bin oneng yang jadi langganan keluar kelas tiap jam pelajaran kimia?
Amma pun berusaha mencari cara agar ia bisa terhindar dari Mister Sa'id. Mulai dari mendiskusikannya dengan Mas Anan, kakak semata wayangnya, hingga berencana menggelar aksi damai bareng teman-teman sekelas.
Berhasilkah Amma menaklukkan kimia, Mister Sa'id dan Emir sekaligus? Apakah rencananya berjalan mulus atau justru gagal total?
-------

Saya baca novel ini dalam sekali lahap, nggak ada setengah hari sambil nunggu si sulung sekolah. Puas banget bacanya. Chemistry of Love benar-benar cerita yang manis dan lugu. Plotnya mengalir rapi dengan diksi renyah khas Netty Virgiantini.

Konflik dalam Chemistry of Love merupakan konflik yang biasa ditemui remaja. Siapa sih yang nggak punya guru killer semasa sekolahnya? Takut atau nggak takut, tetap saja kehadirannya membuat kulit meremang dan jantung deg-degan nggak karuan.
Saya sendiri kerap mendapat curhat dari murid-murid saya tentang guru killer mereka. Macam-macam model galaknya, dan macam-macam pula cara menghukumnya. Tapi saya rasa tindakan Pak Sa'id di novel ini nggak mendidik banget. Masa, anak yang nggak bisa ngerjain soal malah disuruh keluar kelas, seharusnya kan terus dibimbing biar bisa. Makanya saya sangat mendukung aksi damai Amma :p
Ada juga konflik yang terjadi di dalam banyak keluarga: orangtua yang menuntut anaknya jadi PNS. Hadeeeh ini keluarga saya banget :'D

Karakter Amma di novel ini polos banget. Pemikiran dan ucapannya begitu lugu dan membuat saya jadi ingin nguyek-uyek rambutnya saking gemasnya. Agak telmi dan gampang khawatir. Tapi lucu ^^
Saya langsung memfavoritkan Pak Trisna dari caranya mengajar. Aah... andai guru pelajaran kimia saya seperhatian dia :D

Bicara soal chemistry, saya suka chemistry antara Amma dan Anan, meski porsi dialognya sedikit, tapi rasa sayang kakak dan adik di antara mereka sudah berkesan kuat. Persahabatan antara Amma, Wulan, dan Ayu pun terlihat kompak. Meskipun saya pasti sudah merajam sahabat saya kalau sampai dia mengumumkan siapa gebetan saya di hadapan guru dan teman sekelas. :)))

Ada selipan pengetahuan juga yang rapi dan nggak berkesan tiba-tiba. Mulus banget masuknya ke dialog. Top deh.

Desain sampulnya meski sederhana tapi sudah mewujudkan tema cerita. Lucu kalau menurut saya, apalagi bookmark-nya berbentuk gambar vas seperti yang ada di sampul. Aah, Bentang memang paling unyu kalau bikin bookmark.

Saya merekomendasikan novel ini bagi pembaca yang ingin mendapatkan kisah ringan, lucu dan polos, namun memiliki makna yang dalam.

TEBAR-TEBAR QUOTE

Bukankah tugas seorang guru itu mendidik, mengarahkan, juga membimbing para siswa? Bukan malah membentak-bentak di depan kelas dan menghukum kalau mereka tidak bisa menyerap pelajaran dengan baik. Bukankah anak-anak seperti Amma seharusnya mendapat perhatian lebih daripada anak-anak yang sudah pintar dan harus dibimbing dengan penuh kesabaran? (hal. 14-15)

Mengapa kebanyakan guru hanya menyukai anak-anak yang pandai dan pintar? (hal. 15)

"Sekecil apa pun, yang namanya peluang pantas diperjuangkan." (hal. 19)

"Asal kalian tahu, ya, Nona-Nona sekalian, kalau yang namanya jatuh cinta itu udah sepaket sama sakit hati. Begitu kata para pujangga asmara yang hidup penuh gelora cinta." (hal. 20)

Rabu, 10 Juni 2015

[Resensi Jungkir Balik Dunia Mel by Indah Hanaco] Mengikuti Serunya Mel Terjungkir dan Terbalik


Judul buku : Jungkir Balik Dunia Mel
Penulis : Indah Hanaco
Penyunting : Dila Maretihaq Sari
Perancang sampul : Fahmi Ilmansyah
Pemeriksa aksara : Intan & Prita
Penata aksara : Gabriel
Ilustrasi isi : Itsna Hidayatun
Penerbit : Bentang Belia (Bentang Pustaka)
Tahun terbit : Januari 2012
Tebal buku : vi + 254 halaman
ISBN : 978-602-9397-05-5
Available at: bukupedia.com




BLURB

Hidup Mel hampir sempurna. Gimana enggak? Mel punya pacar dan sohib yang bener-bener asyik. Tico, pacar yang ganteng dan selalu ngertiin Mel. Fika, Nef, dan Yuri, tiga besties yang mengisi hari-hari Mel dengan penuh tawa.

Keadaan berubah dilema ketika Wing, mantan Mel, mendadak muncul lagi. Tico jadi tak sesempurna dulu di mata Mel. Eh tahunya, Wing juga sudah punya pacar baru.

Persahabatan Mel dengan tiga besties-nya pun sedang enggak akur. Yuri, si paling cantik bikin masalah di geng. Belum lagi, adik Mel, Shasy, yang juga nyebelin banget.

Gimana Mel menghadapi hari-hari di usia remajanya?
Mungkinkah Mel balikan lagi sama Wing?



RESENSI

Di usia 13 tahun Mel yang punya tiga sahabat dekat: Yuri, Nef dan Fika, pertama kalinya mengenal cinta. Merasakan jatuh cinta dan berpacaran dengan Wing, teman sekelasnya. Sayangnya cinta itu nggak berjalan mulus. Setelah enam bulan pacaran, Mel dan Wing putus karena Wing terlalu sibuk dengan les-lesnya dan nggak punya waktu buat Mel.
Memasuki SMA, Mel yang tetap satu sekolah -- bahkan satu kelas -- dengan ketiga besties-nya, berkenalan dengan gengnya Edgar. Mel sendiri berpacaran dengan Arland, salah satu teman Edgar. Sementara Edgar sedang mengincar Yuri. Malangnya, Mel melihat sendiri Arland selingkuh, mereka pun putus.
Bukan hanya hubungan percintaan Mel yang jatuh bangun, tapi persahabatan mereka berempat pun mengalami pasang surut. Ada saat di mana Mel iri pada Yuri, ada saat Nef tersinggung pada Yuri, ada pula saat Yuri mengalami kesedihan yang tragis.
Hingga akhirnya Mel bertemu Tico, mahasiswa keren yang perhatian banget dan dewasa. Tapi saat salah satu teman SMP Mel mengundang Mel ke acara ulang tahunnya, Mel kembali bertemu Wing. Meski mereka membawa pacar masing-masing, tapi getar-getar itu masih ada. Mel kembali merasakan sengatan listrik itu. Apa benar cinta mereka hanya cinta monyet? Apakah mereka bisa balikan sementara sama-sama telah memiliki kekasih?

-----

Jangan kaget saat membuka bab pertama Jungkir Balik Dunia Mel. Novel ini bukan novel biasa, karena bukan hanya dunia Mel saja yang jungkir balik tapi letak bab pertama dan selanjutnya juga sengaja diacak.
Bab pertama letaknya bukan di halaman satu tapi di halaman 24.
Sebenarnya penulis sudah memberi peringatan sebelumnya di dalam Ucapan Terima Kasih, agar pembaca jangan bingung membaca urutan babnya. Pembaca bisa baca dengan dua cara, sesuai urutan halaman atau urutan bab. Tapi saran saya, sih, lebih enak baca sesuai urutan bab, meski setelah selesai satu bab harus balik lagi ke daftar isi untuk melihat bab selanjutnya di halaman mana.
Konsep yang sangat unik meski sedikit merepotkan. Mungkin jika di akhir bab diberi informasi di mana letak bab selanjutnya, pembaca jadi lebih bisa menikmati tanpa gangguan.

Alurnya mengalir maju, plotnya juga lumayan rapi. Tiap bab menunjukkan babak baru kehidupan Mel. Meski sudut pandangnya orang ketiga tapi merupakan sudut pandang Mel, sebagai tokoh utama. Jadi hanya terfokus pada pemikiran dan perasaan Mel, ditambah lagi catatan harian Mel yang diselipkan di tiap bab, semakin menguatkan fokus sudut pandang.

Karakter dalam Jungkir Balik Dunia Mel cukup banyak. Tapi Indah Hanaco mampu membuat perbedaan antara tokoh yang satu dengan tokoh yang lain. Perbedaan karakter ini konsisten terwujud dalam dialog, tingkah laku dan pemikiran.
Dialognya menarik terutama karena selipan informasi yang dijelaskan dengan catatan kaki. Ada informasi tentang Skatole, Joseph Pujol hingga ikan coelacanth dan mesin antikythera.

Konflik cenderung flat, makanya cocok dibaca sekali duduk. (Walau saya butuh tiga hari menyelesaikan novel ini karena terserang demam cikungunya). Ringan tapi sarat makna. Karena novel ini bukan hanya berisi kisah cinta Mel, tapi juga arti persahabatan, persaudaraan dan hubungan dengan orang tua.

Hanya saja Mel sepertinya terlalu banyak menemui kebetulan. Mel beruntung banget karena bisa sekelas dengan ketiga sahabatnya. Padahal saya dulu mesti kepisah kelas sama sahabat-sahabat saya huhuuuu~
Mel juga beruntung sudah putus dari Arland sebelum Arland kena kasus. Coba kalau masih jadi pacar Arland, Mel bisa ikut terseret kasus tuh.

Ukuran dan jenis font-nya menarik. Enak dibaca. Apalagi saya sama sekali nggak menemukan typo. Ilustrasi di dalamnya unyu. Meski saya nggak begitu sreg dengan cover-nya. Kurang jungkir balik kayaknya. :D

Saya beri 4 bintang untuk Jungkir Balik Dunia Mel.


TEBAR-TEBAR QUOTE

Penampilan memang sering mengaburkan isi dari kemasannya. Padahal, isi jauh lebih penting. (hal. 53)

Cinta itu mirip jelangkung. Datang tak dijemput, pulang tak diantar. Bisa pergi tanpa permisi dan hadir tanpa diundang. (hal. 75)

Rasa iri yang mengotori hati kadang membuat otak jadi beku dan lidah meloloskan kata-kata negatif yang menyakitkan. (hal. 89)

Mencintai bukan hanya tentang keinginan untuk memiliki. Mencintai juga tentang melepaskan dan membebaskan. (hal. 160)

Ke mana pun pandangan mencari, cinta tak akan datang bila saatnya belum tiba. Jadi, jangan menghindar jika hatimu telah mengatakan "ya". (hal. 177)

Mungkinkah sekadar mencintai saja tidak cukup untuk sebuah hubungan? (hal. 198)

Cinta memang tidak pernah salah. Meski sudah berusaha memalingkan wajah darimu, ternyata hatiku hanya mampu takluk padamu. (hal. 221)

"Terserah kalo orang bilang ini cinta monyet. Aku justru mau bilang, hati-hati sama cinta monyetmu." (hal. 236)

Jangan pernah meremehkan cinta monyet. Usia bukanlah tolok ukur untuk menilainya. Orang yang tepat, hati yang menemukan tempat bersandarnya, dan kesediaan untuk saling memahami, bisa mengubahnya menjadi "cinta naga". (hal. 237)
 

Nurina mengeja kata Published @ 2014 by Ipietoon