Tampilkan postingan dengan label buntelan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buntelan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Oktober 2016

[Resensi] Ini Rahasia - Netty Virgiantini

Judul buku: Ini Rahasia
Penulis: Netty Virgiantini
Editor: Dewi Sunarni
Proofreader: Alit Tisna Palupi
Desainer cover: Dwi Anissa Anindhika
Penerbit: Gagas Media
Tahun terbit: 2011 (cetakan ketiga, cetakan pertama tahun 2010)
Tebal buku: 184 halaman
ISBN: 9789797804312



BLURB

Ssst, ini rahasia….

Jadi tutup bibirmu rapat-rapat karena bicara sepelan apa pun bisa membuat rahasia kita ketahuan. Aku akan bicara jujur tentang semuanya, tetapi tidak di sini. Di sana saja—tak ada siapa pun yang memperhatikan. Tapi janji dulu, jangan pernah cerita kepada siapa pun. Tak ada pengecualian. Jangan cerita ke teman-teman segengmu, ibu—apalagi pacarmu. Jauhkan tanganmu dari godaan menulis message tentang ini di wall akun Facebook-mu.

Mendekatlah, karena aku akan membisikimu rahasiaku. Rahasia tentang hatiku; tentang aku dan mereka. 

RESENSI

Tari merupakan gadis yang menjadi manajer tim sepak bola kelasnya. Ia melakukannya karena kecintaannya pada sepak bola dan karena bersahabat dekat dengan kapten tim kelasnya, Rendi. Tari menjadi penanggung jawab urusan jadwal pertandingan tim kelasnya dan juga.... uang taruhan yang digunakan dalam pertandingan. Ya, Tari memang punya rahasia besar. Ia dan tim sepak bola kelasnya melakukan taruhan. Selama ini rahasia itu tersipan aman dan rapi tanpa terendus pihak sekolah.
Hingga suatu hari di tengah pertandingan, Alex dan Rudi, yang merupakan perwakilan dari OSIS menghampiri mereka. Naluri pertama Tari dan teman-temannya adalah waspada. Tapi bagaimana Tari bisa berhati-hati kalau Rudi adalah gebetan yang sudah disukainya sejak kelas satu?
Semakin Rudi mendekatinya, semakin Tari kelimpungan, semakin teman-teman mengingatkannya agar berhati-hati. Rudi bisa saja musuh yang mengincar mereka. Tari tahu, tapi tak mampu menolak pesona Rudi, dan perhatian dari cowok itu yang entah mengapa tiba-tiba mengalir tak terbendung.
Hingga Tari ketahuan. Pihak sekolah berhasil mendapatkan bukti bahwa ia melakukan taruhan. Rudikah yang melaporkannya? Akankah bunga-bunga cinta yang baru saja berkembang terpaksa luruh? Benarkah Rudi hanya memanfaatkannya?

-------------------

Setiap orang pasti punya rahasia. Lalu kira-kira rahasia apa yang kemungkinan dimiliki oleh remaja SMA? Tadinya saya kira ini tentang cinta diam-diam, tentang cinta yang hanya mampu dipendam dan dirahasiakan. Yah ternyata saya secetek itu, karena saya salah besar. Ini Rahasia ternyata menceritakan tentang suatu kriminalitas kecil yang dilakukan tokoh utamanya. Meski tetap dibalut dengan kisah cinta yang malu-malu dan cukup konyol, saya menemukan pemaknaan akan sebuah persahabatan dan tanggung jawab.

Ini Rahasia berkisah melalui sudut pandang orang ketiga, dan tentunya lebih banyak berfokus pada Tari. Maka tentu saja, apa yang dirasakan oleh Rudi dan Rendi menjadi hal yang saya nantikan dengan deg-degan. Sayang Netty Virgiantini nggak terlalu memanjakan jenis pembaca macam saya yang paling suka membaca liku perasaan dan unek-unek si tokoh cowok. Tapi justru kelangkaan itu yang membuat saya jadi deg-deg plas setiap kali Rudi menunjukkan perasaannya pada Tari.
Cerita dalam novel ini bisa dibilang sangat sederhana. Nggak ada kerumitan yang berarti. Hanya tentang Tari yang berusaha menyembunyikan rahasianya dari Rudi. Juga tentang kecintaan Tari pada sepak bola. Deskripsi dan narasi tentang sepak bolanya panjang dan mendetail banget. Bisa dibilang buku ini memang didominasi tentang sepak bola. Mungkin, bagi beberapa pembaca akan terasa membosankan, karena temponya menjadi lambat saat tim sepak bola kelas Tari bertanding. Namun dialog antar tokohnya begitu cair dan luwes sehingga membuat cerita ini enak dinikmati. Banyak humor yang saling dilontarkan satu sama lain membuat adegan makin seru.
Adegan konyol yang paling saya suka adalah saat Momo mogok. Saya nggak berhenti ketawa membaca ulah Tari dan bagaimana dia grogi tapi juga masih menjaga prinsip saat berbicara dengan Rudi. Sementara adegan yang bikin saya puas adalah saat Rudi memergoki Tari peluk-pelukan dengan Rendi. Cara Rudi cemburu itu terasa menggemaskan dan puas rasanya saat melihat emosi terdalam Rudi.

Karakter dalam novel ini lagi-lagi anak-anak SMA yang sederhana, nggak mentereng dan khas remaja di kota kecil. Ng... bukan berarti saya mengecilkan kota Magetan, tapi suasana dan gambarannya terasa adem tanpa hingar bingar mall atau restoran mewah. Yang ada hanya anak-anak SMA yang kepikiran nongkrong di lapangan bola dan warung bakso. Dan lagi-lagi cowok kalem lagi yang saya temukan di sini. Lama-lama saya bisa mabuk cowok kalem nan sederhana, karena Netty Virgiantini selalu bisa membuat si tokoh pria terlihat manis dan mudah dicintai. Hanya saja meski tenang, terkendali dan kalem seperti karakter khasnya, yang membedakan Rudi dari beberapa karakter novel karya Netty Virgiantini yang lain adalah, Rudi ini populer, anggota OSIS dan lumayan jahil. Saya merasa dia iseng juga dengan sengaja bikin Tari salah tingkah. Wkwkwk~
Sementara karakter Tari digambarkan sebagai cewek jagoan, berani, tangguh tapi dengan fisik biasa saja. Jagoan yang melempem dan grogi di depan gebetan. Cukup suka sih sama Tari, dan ngiri juga. Bayangkan sampai SMA pun dia masih dibolehin main sepak bola bareng teman-temannya. Lha saya, baru gocek bola di kebon samping rumah aja udah diceramahin sama bokap, anak cewek udah gedhe, gak boleh main bola lagi. Ih, kan sedih. Makanya kok enak banget si Tari. Saya suka dengan ceplas-ceplosnya Tari, juga gerak-geriknya yang salting abis tiap deket Rudi.

Di novel ini saya mendapatkan arti persahabatan dan solidaritas yang luar biasa. Ikatan yang mereka miliki sudah selayaknya saudara. Saya belajar arti memaafkan dan legowo dari Tari. Saya belajar arti mempercayai. Saya belajar arti kearifan dan keadilan dari kepala sekolah. Dan saya belajar arti melepaskan dan penyesalan dari Rendi. Bagaimanapun fair play juga berlaku dalam cinta sama halnya dengan sepak bola.
Pada akhirnya, Ini Rahasia merupakan novel yang ringan dan mudah dibaca. Bagi kalian pencinta sepak bola boleh banget baca buku ini. Kisah tentang cewek tomboy yang menyimpan rahasianya.

Minggu, 11 Oktober 2015

[Resensi: Cincin Separuh Hati - Netty Virgiantini] Cincin Pertunangan Pembawa Takdir


Judul buku: Cincin Separuh Hati
Penulis: Netty Virgiantini
Editor: Husfani Putri & Astheria Melliza
Desain sampul: Marcel A. W.
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: 21 September 2015
Tebal buku: 280 halaman
ISBN: 978-602-03-1932-2


BLURB

Nilam benar-benar nekat!

Demi menghindari pertanyaan "kapan kawin" di acara reuni SMA, Nilam memakai cincin bekas pertunangan sepupunya. Dia bahkan mengganti profile picture dan status jejaring sosialnya; "Bertunangan dengan Aryobimo".

Nilam lupa bahwa satu kebohongan akan membawanya pada kebohongan-kebohongan berikutnya.

Hingga suatu hari, seorang lelaki bernama Aryobimo datang menemui Nilam, menuntutnya bertanggungjawab atas retaknya pernikahan lelaki itu karena dituduh telah berselingkuh dengan Nilam. Satu hal yang tidak Nilam duga, cincin separuh hati memaksanya menghadapi hantu-hantu masa lalu....

RESENSI

Sejak bergabung dengan grup WhatsApp teman SMA, Nilam jadi sering chatting sampai lupa waktu, akibatnya ia selalu terlambat datang ke kantor.
Namun itu bukan masalah besar jika dibandingkan dengan ajakan reuni teman-teman segrupnya. Bagi Nilam, reuni adalah hal yang paling ia hindari. Bagaimana tidak, usianya telah mencapai 35 tahun tapi ia masih melajang. Meskipun itu adalah pilihan hidupnya tetap saja teman-temannya akan mengerenyit heran dan mencecarnya dengan beragam pertanyaan.
Maka ketika istri sepupunya menawari Nilam untuk memakai cincin pertunangannya, Nilam setuju. Nilam pun berpura-pura telah bertunangan dengan mengunggah foto cincinnya dan memasang status "bertunangan dengan Aryobimo". Nilam bahkan memamerkan cincin itu di depan teman-temannya saat reuni, dan membual tentang calon tunangannya.
Tak disangka, itulah awal prahara. Seorang pria bernama Aryobimo mendatangi kantornya dan menuntut pertanggungjawaban Nilam. Pria yang memiliki pasangan cincin separuh hati itu marah karena istrinya menuntut cerai gara-gara status Nilam. Ternyata, pria mantan tunangan sepupunya, yang Nilam jadikan calon tunangan fiktif, adalah suami salah satu teman SMA Nilam.
Seolah keruwetan belumlah cukup, datang seorang pemuda yang mengaku sebagai adik Nilam. Nando mengungkapkan bahwa ia adalah adik Nilam satu bapak lain ibu.
Kedua lelaki yang tiba-tiba saja muncul dalam hidup Nilam itu membuat Nilam terpaksa harus menghadapi kemarahan dan dendam masa lalunya.
Bagaimana Nilam menyelesaikan masalah yang telah dibuatnya? Mampukah ia menepati janjinya untuk tidak pernah menikah dan tetap menyimpan kebencian terhadap bapaknya?

------------

Hal pertama yang melintas dalam pikiran saya saat membaca novel ini adalah, model cincinnya romantiiiss. ^^
Saya kira pria yang memilih cincin seperti ini sebagai cincin pertunangan pastilah pria romantis, ternyata malah pria lempeng. Hehe....
Tokoh pria dalam novel ini khas tokoh dalam novel-novel karya Netty Virgiantini, pria santun dan baik budi bak gentleman. Sabaaaaar banget menghadapi kejutekan Nilam. Tokoh Aryo (namanya sama seperti nama anak saya ^^) ini berasa istimewa karena selain dewasa juga bikin gemas karena kelempengan dan sejarah masa lalunya yang menyedihkan.

Diceritakan dengan sudut pandang orang ketiga, dan lebih terfokus pada Nilam. Kesedihan dan kepahitan hidupnya mengikat saya dalam rasa simpati. Meski saya nggak setuju juga dengan janji yang dibuatnya.
Plotnya rapi dan runut. Temanya menarik dan kekinian. Ada sindroma khas wanita usia pertengahan tiga puluhan yang berpotensi menjadi konflik, dan penulis dengan jeli mengolahnya menjadi cerita yang apik.

Saya selalu suka dengan gaya bertutur Netty Virgiantini. Diksi yang dipilihnya menarik dan selalu bisa menyelipkan nilai kesantunan dalam ceritanya. Ada kesan sederhana tapi kaya makna dalam gaya kepenulisannya. Pun dengan Cincin Separuh Hati, Netty Virgiantini memberikan kesan kearifan dan nrimo menjalani hidup tokoh-tokohnya.
Penulis juga sering menghadirkan kebudayaan jawa sebagai penghias kisahnya. Rumah berbentuk joglo, nama-nama yang njawani—Saya tahu lho, Surtikanti itu dalam pewayangan adalah nama istrinya Basukarna ^^, kuliner untuk kletikan, pakaian dan tas batik yang dikenakan, juga Mbah Uti yang sering nembang jawa. Ini membuat setting terasa kuat. Bahkan ketika Aryo dan Nilam datang ke Taman Balekambang, ada penjelasan singkat tentang sejarah tempat itu.

Konflik dalam Cincin Separuh Hati ini lumayan ruwet, meskipun keruwetannya dibikin sendiri oleh si tokoh utama. Lumayan sebal juga karena kekeraskepalaan Nilam. Namun penyelesaiannya malah berasa mudah dan twistnya masih bisa saya tebak. :))

Beberapa typo dalam novel ini:

* kenanganan --> kenangan (hlm. 109)
* ragu untuk langkah --> ragu untuk melangkah (hlm. 112)
* di ceritakan --> diceritakan (hlm. 129)
* dari keluar dari ponsel --> keluar dari ponsel (hlm. 146)
* …sambil tertawa --> …sambil tertawa. (hlm. 200)
* padanya --> padanya. (hlm. 237)
* rumah --> rumah. (244)
* tak beda jauh beda. --> tak jauh beda. (hlm. 253)
* ia dipadamkan --> ia padamkan (hlm. 273)

Overall, Cincin Separuh Hati membuat saya memaknai kejujuran dan nggak membenci seseorang mentah-mentah. Pasti ada alasan dibalik perbuatan seseorang, dan pasti ada penyesalan yang meski terlambat layak untuk kita beri maaf.
Saya rekomendasikan novel Amore ini bagi kalian yang ingin menikmati bukan hanya kisah cinta yang dipertemukan takdir tapi juga kisah tentang kasih sayang anak terhadap orang tuanya.

TEBAR-TEBAR QUOTE

"Nggak ada dua orang yang akan mengalami nasib sama persis di dunia ini." (hlm. 28)

"Pernahkah kamu mendengar bahwa harapan itu berteman dengan kekecewaan? Kalau nggak ingin kecewa, jangan pernah berharap apa-apa. Jalani saja hidup ini apa adanya. Seperti air mengalir, ikutlah ke mana arus akan membawamu. Walaupun mungkin alirannya akan menenggelamkanmu. Rasa sakit dan kecewanya nggak akan seberat orang yang selalu berharap."
"Kalau hidup tanpa berani berharap, itu sama saja putus asa!" (hlm. 28)

"Janji yang nggak membawa kebaikan, nggak perlu ditepati." (hlm. 226)


Ini dik Aryo yang lagi 'baca' blurb, semoga nanti bisa sesabar dan sesantun Mas Aryo ^^

Selasa, 29 September 2015

[Resensi: At the Park - Kristi Jo] Cinta Bersemi di Doggy Park


Judul buku: At The Park
Penulis: Kristi Jo
Genre: Teenlit
Editor: Irna
Desain sampul: Orkha Creative
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: Agustus 2015
Tebal buku: 288 halaman
ISBN: 978-602-03-1857-8



BLURB

Tiara sudah dua tahun menjadi pacar Raymond-model keren, ganteng, dan berkelas. Tapi ketika dinner bersama Raymond, kenapa jantung Tiara tidak lagi berdebar kencang seperti dulu ya?
Debar itu justru Tiara rasakan ketika bertemu dengan Al di taman. Alfred Effendi, cowok sederhana, berkacamata, bertampang biasa, dan mempunyai passion yang sama dengan Tiara, yaitu penyayang binatang.
Tanpa terasa, kejadian demi kejadian di taman membuat dunia Tiara jungkir balik. Ia merasakan lagi yang namanya jatuh cinta. Tapi... saat Tiara menyatakan perasaan pada Al, kenapa Al malah menolaknya?

RESENSI

Senangnya jadi Tiara, punya cowok ganteng selangit yang jadi model papan atas pula. Secara fisik, Raymond sempurna, dan mereka serasi karena Tiara pun cantik luar biasa.
Sayangnya minat mereka berbeda bagai bumi dan langit. Tiara sangat mencintai anjing dan suka menghabiskan waktu bersama anjingnya, Lopez, di Doggy Park. Tiara nggak suka ikut pesta-pesta glamor bareng rekan-rekan model Raymond. Sementara, Raymond jelas-jelas tak suka anjing dan selalu sebal kalau Tiara lebih mencurahkan perhatian pada Lopez.
Tadinya Tiara nggak begitu mempermasalahkan perbedaan mereka, tapi lama-lama kok Raymond makin menuntut ini-itu, ya. Tentu saja Tiara menahan sebal setengah mati.
Di tengah kegusarannya itulah, Tiara bertemu dengan Al. Cowok pemilik anjing corgi nan lucu bernama Santana. 
Al yang biasa-biasa saja dan berbeda 180 derajat dengan Raymond. Tapi justru begitu mirip dengan Tiara.
Tiara merasa nyambung kalau bersama Al, dan pastinya merasa berdebar-debar. Meskipun fisik Al cacat, tapi Al begitu cekatan dan mengabdikan hidupnya pada binatang melalui shelter yang ia dirikan bersama orangtuanya.
Tiara pun menyadari kalau perasaannya terhadap Raymond telah beralih kepada Al. Tapi apakah Al punya perasaan yang sama dengan Tiara? Ataukah Al hanya menganggap Tiara sebagai teman sesama penyayang anjing?

--------------

Sebagai novel bergenre teenlit, novel At the Park menyajikan kisah ringan kegalauan khas remaja, tentang hubungan cinta segitiga. Tapi tema nan biasa ini menjadi tak biasa karena tokohnya merupakan pencinta anjing.
Hampir dipastikan di setiap bab, Lopez, Santana atau Toto muncul ikut menyemarakkan kisah ini. Tentu saja karena latar pentingnya adalah Doggy Park, sebuah taman bermain khusus untuk anjing.

At the Park diceritakan dengan sudut pandang orang pertama yaitu Tiara. Saya cukup menikmati novel ini, dan merasa tertarik akan jenis-jenis anjing yang bermunculan. Hanya saja deskripsinya tidak terlalu banyak sehingga karena saya awam akan jenis anjing akhirnya saya pun googling untuk mencari gambarannya. Dan mereka memang lucu-lucu ^^

Tokoh-tokoh dalam At the Park punya kekuatan karakter masing-masing. Gaya bicara dan pemikiran mereka berbeda-beda. Tiara digambarkan sebagai cewek cantik berpola pikir sederhana, Illa, sahabat Tiara, sebagai cewek heboh dan ceplas-ceplos, Al merupakan cowok pemalu dan berdedikasi pada binatang. Dan tentu saja tokoh yang paling rese adalah Raymond, duh pacar seperti itu cemplungin ke Selokan Mataram aja ;p

Novel teenlit biasanya mengandalkan dialog tokohnya yang lincah, demikian juga At the Park. Meski beberapa dialog antara Tiara dan Illa serasa kurang chemistry. Entah, saya merasa masih ada jarak antara Tiara dan Illa.
Bagian dialog yang saya suka adalah ketika Tiara ikut makan bersama Al, dan mamanya Al membuka aib rahasia Al. Hahaha... itu lucu. Kelak kalau anak saya bawa calon pacarnya ke rumah, apa saya bakal kasih tahu rahasia memalukannya, ya? :))))

Konflik At the Park saya rasa cukup ringan dan mudah terselesaikan. Meski saya sempat bosan sama Tiara yang masih saja bersabar dengan segala polah Raymond. Gemas gitu karena Tiara bolak-balik menggalau. ^^
Mungkin karena saya baca Promises lebih dulu, saya pikir akan ada pola twist yang sama. Tapi ternyata kejutannya hanya satu. Fisik Al. :')


Beberapa typo dalam novel ini:

* kakaku --> kakakku (hal. 26)
* kepala --> kepada (hal. 42)
* "Tiara. Tiara Kristo" --> "Tiara. Tiara Kristo." (hal. 51)
* tanya Illa lagi --> tanya Illa lagi. (hal. 55)
* tiba-tiba Al nyeletuk --> tiba-tiba Al nyeletuk. (hal. 114)
* ujarku --> ujarku. (hal. 157)
* "Lo aneh ya" --> "Lo aneh ya," (hal. 218)

Hmm.. saya cukup suka novel ini dan saya rekomendasikan untuk dog lovers yang tentunya akan dimanja dengan anjing-anjing nan lucu yang berseliweran di novel ini. Juga bagi remaja, yang masih menganggap fisik adalah segalanya, kalian boleh banget baca novel ini.
Karena keserasian hati lebih penting daripada keserasian fisik.

TEBAR-TEBAR QUOTE

"Kalau memang sudah cinta dan suka, komitmen jadi nggak terasa berat." (hal. 66)

"Hati lo nggak pernah salah, Ra. Dia membisikkan hal yang tepat, meski saat ini menurut lo salah. Otak lo ngirim sinyal cemas karena keadaan sekeliling lo nggak mendukung, jadi lo mengiranya salah." (hal. 86)

"Ibaratnya bolpoin bertemu dengan tutupnya, kancing dengan lubangnya, sepatu dengan kakinya, cincin dengan jarinya... pasangan itu harus klop, Ra. Banyak tutup panci, bolpoin dan sepatu dengan berbagai ukuran dan bentuk, tapi sesuai nggak? Cocok nggak? Jangan cuma karena lo terbiasa ada dia lalu lo beekoar-koar cinta." (hal. 144)

"Ada saatnya kita harus berjuang, tapi ada juga saatnya kita harus berhenti ketika semesta kayaknya nggak mendukung kita untuk mendapatkan apa yang kita inginkan." (hal. 263)

Senin, 21 September 2015

[BlogTour + Giveaway] Namaku Subardjo by Hapsari Hanggarini - Caleg Lugu dan Penasehat Sotoy


Hallo pengunjung setia blog Nurina Mengeja Kata... kali ini saya jadi host ketiga untuk Blog Tour Namaku Subardjo karya Mbak Hapsari Hanggarini. Bagi kamu yang menginginkan novel ini gratis, yuk simak dulu resensi Namaku Subardjo dari saya, baru nanti di akhir resensi kita bakal bersenang-senang dengan giveaway-nya, ya ;)



Judul buku: Namaku Subardjo
Penulis: Hapsari Hanggarini
Editor: A. Mellyora
Desain sampul dan isi: Rendra TH
Proofreader: Hartanto
Penerbit: MetaMind, Imprint of Tiga Serangkai
Tahun terbit: Juli 2015
Tebal buku: 240 halaman
ISBN: 978-602-72834-0-4



BLURB

Pernah membayangkan kalau namamu--nama yang diberi orangtuamu--akan menentukan nasib percintaanmu?

Aku tak akan percaya kalau tidak menyaksikan sendiri kisah cinta kakakku berantakan hanya karena namanya Subardjo--nama yang menurut mantan pacarnya, nggak ngepop. Bahkan, tampang keren, uang yang bertumpuk di rekening tabungan, atau tongkrongan hebat yang kamu punyai tak cukup membantu, selain menjadi perantara untuk mengulur waktu, saat di mana cintamu diputus begitu saja tanpa penyesalan.

Lalu, apa yang kamu rasakan ketika namamu pun ikut menentukan perjalanan kariermu? Meski pertanyaan itu konyol, aku bisa menemukan sedikit kebenaran di sana, ketika kakakku mendadak menjadi seorang caleg. Ya, caleg yang harus mengabdi pada rakyat: mendengarkan dan memperjuangkan hak dan aspirasi mereka.

Apa hubungannya? Kamu akan menemukannya dalam cerita ini. Cerita yang berawal dari sebuah nama serta berakhir di tempat yang sama.


RESENSI

Ini kisah tentang Subardjo alias Jojo, cowok yang menurut Dina--adiknya--cukup ganteng berkulit hitam manis. Jojo merupakan seorang mahasiswa semester terakhir di Program D3 Teknik dan merupakan spesies hasil persilangan Brebes dan Sidoarjo. Tapi dia sudah dipercaya keluarganya untuk mengurusi arus distribusi telur asin di Jakarta. Bisnis telur asin tersebut sudah digeluti keluarga Jojo dan Dina sejak zaman kakek moyang mereka. Bisa dipastikan seberapa kayanya Jojo meskipun dia masih mahasiswa.
Maka tak heran Jojo berhasil menggaet cewek paling manis sekompleks. Setiap pagi Jojo rutin mengantar Ila ke kampus sekalian memberi tebengan pada bapak, ibu dan adik Ila, terkadang Aa', Teteh, Om dan Tante ikut nebeng juga. Sayangnya itu nggak membuat Ila puas, begitu tahu nama panjang Jojo adalah Subardjo thok, Ila langsung minta putus. Karena Ila ilfil dengan nama Subardjo dan sepertinya dianggap tidak cocok mendampingi namanya, Priscilla Catherine Olivianti. Jojo pun patah hati.
Saat itulah, Rudy, salah satu karyawan Jojo mengusulkan agar Jojo mendaftar jadi caleg di partai kenalannya yang baru saja didirikan, Partai Peduli Amat. Awalnya Jojo ragu, tapi dengan sigap Rudy terus membujuk hingga Jojo pun menurut. Dan mendaftarlah Jojo di Partai Peduli Amat untuk menjadi caleg mewakili dapil daerah asalnya Brebes.
Siapa sangka, upaya coba-coba Jojo malah membuatnya terperosok makin dalam. Jojo yang lugu, yang lurus dan gaptik alias gagap politik, didampingi Rudy si penasehat sotoy, ikut berkubang dalam hiruk pikuk kampanye. Hal itu membuat Dina takut kakaknya mulai kehilangan nurani.
Berhasilkah Subardjo lolos jadi caleg dan membuktikan apalah arti sebuah nama?

-------

Sebagai Juara Harapan Pertama Lomba Menulis Novel Remaja Seberapa Indonesiakah Dirimu? novel Namaku Subardjo membidik tema yang unik dan penulis mengolahnya dengan cerdas. Dunia politik yang semestinya bernuansa serius disajikan dengan lucu sambil tak lupa menyentil perilaku masyarakat kita.

Novel ini dikisahkan dari sudut pandang Dina, sang adik, sebagai aku. Riskan tentu saja, karena "aku" bukanlah si tokoh utama, tugas berat bagi "aku" untuk menunjukkan kepada pembaca polah tingkah Jojo selama nyaleg. Namun penulis cukup cermat membuat "aku" bisa bercerita tentang kegiatan Jojo tanpa pembaca merasa risih karena terus mengintili tokoh utama.
Hanya satu kali saat si "aku" tidak ikut kakaknya ke TKP, yaitu ketika Jojo pertama kali mendatangi kantor Partai Peduli Amat. Kronologi yang terjadi di tempat itu keluar dari mulut Jojo saat bercerita pada Dina. Itulah saat Jojo mengambil alih peran sebagai "aku" meski dicetak miring. Di bagian ini terus terang saya agak kurang sreg. Saya pikir tetap lebih enak mereka berdialog, sehingga Dina tetap bisa nyeletuk dengan bebas. Tapi saya tetap bisa ngikik-ngikik geli bin jijay kok. Tentu saja karena guyuran hujan lokalnya :)))))

Novel ini menyajikan tokoh yang beragam dengan karakter masing-masing yang konsisten. Sangat bisa dibedakan sifat-sifatnya bahkan dari dialognya. Saya merasakan kekuatan karakter para tokoh. Terutama sosok Ibu, yang meski muncul sedikit tapi pelitnya langsung nancap di kepala. :D
Narasinya lumayan, kadang lucu, kadang bikin mikir, kadang lebay, kadang garing, kadang bikin ngakak hebat. Dan semua tersaji dalam porsi yang pas. Hal yang sama juga terasa dalam dialog. Cukup menghibur dengan bahasa ngapak yang digunakan para tokoh dalam novel ini. Tapi eits jangan khawatir nggak paham, karena ada catatan kaki untuk setiap kalimat berbahasa ngapak yang digunakan. Bisa nambah wawasan, kan?

Saya rekomendasikan novel ini bagi para pembaca yang ingin nyaleg remaja sebagai pemilih potensial dalam pemilu. Wawasan politik novel ini disajikan dengan kocak dan menghibur. Namaku Subardjo adalah novel yang ringan namun sarat makna, novel ini bisa jadi potret tentang secuil dunia politik Indonesia yang mirip panggung komedi ;)


TEBAR-TEBAR QUOTE

Rezeki memang nggak dibagi berdasarkan keren nggaknya nama seseorang, ya. (hal. 35)

"Kamu pinter banget, sih bikin kata kerja! Dari 'caleg' jadi 'nyaleg' dan cara ngomong kamu bikin 'nyaleg' kedengerannya nggak jauh beda dengan kata 'nyangkul', 'nyabit', 'nyari', 'nyuci', dan sebangsanya. Jadi caleg kan nggak semudah yang kita pikirin, Dol." (hal. 37)

Akan tetapi kalau nasi sudah menjadi bubur, memang lebih baik langsung dimakan. Jangan tanggung-tanggung. (hal. 90)

Hidup cuma sekali, seharusnya dinikmati, bukan diisi dengan menyiksa diri. Sepanjang masih didapatkan dan digunakan di jalan yang benar, pasti bermanfaat. (hal. 93)

Setiap orang punya nama yang pasti punya makna atau harapan tersirat di sana. Pendapat orang nggak perlu terlalu dipusingkan, apalagi sampai bikin stres. (hal. 133)

"Rud, apa nggak ada cara lain untuk menarik simpati orang selain memanfaatkan musibah orang lain?" (hal. 197)

Apakah memang benar sudah sebegitu remang-remangkah kehidupan dunia politik dan kehidupan masyarakat kita hingga orang superbaik dan kuat yang masuk ke dalam sistem pun nggak bisa berbuat banyak untuk melakukan sebuah perubahan? (hal. 207)

--------********--------

Dan sekarang saatnya GIVEAWAY!!! Saya akan bagi-bagi stiker Subardjo!!! Hahaha... enggaklah, biar Rudy saja yang bagi-bagi stiker mohon doa restunya, saya sih cuma mau membagi satu eksemplar novel NAMAKU SUBARDJO dari Mbak Hapsari Hanggarini di sini ^^

Syaratnya mudah & nggak ribet, kok:

1. Peserta berdomisili atau punya alamat kirim di Indonesia.
2. Follow akun twitter @Hh_hapsari  penerbit @Tiga_Serangkai dan @KendengPanali 
3. Follow blog ini via email atau GFC
4. Share giveaway ini dengan hashtag #NamakuSubardjo dan mention ketiga akun di atas. Boleh juga mention beberapa temanmu supaya lebih ramai ;)
5. Jawab pertanyaan berikut dengan mencantumkan nama, akun twitter dan kota tinggal. Pertanyaannya adalah:

Jika kamu punya anak nanti, atau sudah punya anak, nama apa yang akan kamu berikan dan harapan atau doa apa yang kamu titipkan dalam nama tersebut?
Sedikit tips: yang saya pertimbangkan adalah harapan kalian dalam nama tersebut, karena bagus enggaknya sebuah nama kan relatif ;) 

6. Jawaban serumu saya tunggu sampai penutupan giveaway tanggal 27 September 2015 pukul 23.59 ya. Selamat menjawab dan semoga beruntung :))

Minggu, 20 September 2015

[Resensi: Promises - Kristi Jo] Janji Persahabatan Setelah Lima Tahun


Judul buku: Promises
Penulis: Kristi Jo
Genre: Young Adult
Desain cover: Orkha Creative
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: September 2015
Tebal buku: 232 halaman
ISBN: 978-602-03-2000-7
Available at: bukupedia



BLURB

"Kita tulis apa saja harapan kita dalam waktu lima tahun ke depan."

Joshua, Lana, Alex sudah bersahabat sejak kecil dan memutuskan untuk menuliskan pesan berisi harapan yang nantinya akan dikubur di Taman Gembira. Hal itu dilakukan untuk mengenang persahabatan mereka yang sebentar lagi akan terpisah jarak.

Lima tahun kemudian mereka kembali bertemu dan menemukan bahwa persahabatan mereka tidaklah seperti dulu. Tidak mau persahabatan mereka putus. Joshua bertekad mencari tahu mengapa Alex yang kini dikenalnya terasa asing, dan Lana memilih untuk menutup diri.

Ada rentang waktu yang menyimpan rahasia dan membuat jalan mereka bertiga tak bersinggungan. Tapi, mereka berharap bahwa perasaan yang pernah ada itu hadir, membawa kembali persahabatan mereka seperti sedia kala.


RESENSI

Perasaan Alex, Lana dan Joshua tak keruan di hari kelulusan SMP mereka. Persahabatan yang mereka bina sejak SD terancam bubar karena mereka akan terpencar-pencar, Lana melanjutkan SMA ke Melbourne, Joshua ke Surabaya dan Alex tetap di Jakarta. Bertekad agar mereka tetap saling bersahabat dan menjalin hubungan, mereka membuat janji untuk bertemu lima tahun lagi. Bukan hanya sekedar reuni tapi juga menggali pesan mereka terhadap satu sama lain yang mereka kuburkan di dekat salah satu pohon di Taman Gembira.
Lima tahun kemudian, Lana dan Joshua bertemu di Taman Gembira, dan saling terkejut akan perubahan masing-masing. Meskipun selama lima tahun mereka tetap saling berhubungan lewat BBM, WA bahkan Skype tapi bertatap muka langsung tetap saja membuat mereka kaget. Sayangnya kegembiraan hari itu tak sempurna karena Alex tidak muncul meski mereka memperpanjang waktu untuk menunggu. Alex juga tak mengangkat telepon dan membalas pesan. Di manakah Alex?
Mereka memutuskan untuk mencari Alex ke rumah bersama Noni, pacar Joshua. Tapi betapa terkejutnya mereka saat tiba di rumah Alex dan menemukan kenyataan bahwa Alex telah pergi dari rumah sejak setahun lalu setelah ibunya kabur. Beberapa hari dihabiskan Joshua untuk memburu keberadaan Alex yang tiba-tiba seperti hilang ditelan bumi. Terlebih ternyata botol berisi pesan yang mereka kuburkan telah digali dan diambil orang lain.
Saat akhirnya bertemu dengan Alex, mereka menemukan kenyataan bahwa Alex telah berubah. Alex kini begitu sinis dan membenci mereka berdua. Joshua penasaran akan perubahan sikap Alex. Apakah karena Alex merasa mereka tidak peduli padanya saat dia benar-benar terpuruk? Ataukah ada alasan lain?
Joshua pun berusaha keras untuk menyatukan kembali persahabatan mereka, tapi.... bisakah mereka kembali seperti dulu saat masing-masing jiwa mereka terluka dan menyembunyikan rahasia?

-------

Promises adalah karya Kristi Jo yang saya pilih untuk saya baca lebih dulu. Saya merasa penasaran karena penulis sempat menyebutkan bahwa tokoh Joshua terinspirasi oleh Yoshi Sudarso ^^
Sebagai novel young adult, Promises menawarkan tema persahabatan yang harus dipertahankan dalam terjangan konflik yang beragam. Bukan hanya masalah cinta terselubung tapi juga masalah dari luar yang sangat kompleks. Rahasia. Rentang lima tahun ternyata membuat mereka mempunyai rahasia kehidupan masing-masing.
Novel ini menggunakan POV orang ketiga secara bergantian antara Lana, Joshua dan Alex, membuat saya merasa dekat dengan mereka. Plot yang rapi dan misteri yang menyelubungi tiap tokoh membuat saya tak bisa berhenti membaca dan nangis sesenggukan beberapa kali :(

Tiga tokoh utama novel ini; Alex, Lana, dan Joshua, memiliki karakter yang cukup kuat dan berciri khas. Cara bicara, gestur dan pikiran mereka mampu dibedakan. Alex yang semula serius namun berubah brengsek dan nyebelin, Joshua yang semula terlihat bermasa bodoh tapi ternyata yang paling menghargai persahabatan mereka dan pantang menyerah, Lana yang semula tomboi dan jutek namun bisa lemah dalam rahasianya. Semua konsisten dengan pengkarakterannya masing-masing.
Saya sangat menikmati dialog di antara mereka, chemistry mereka terasa kuat dan meyakinkan saya bahwa mereka memang telah bersahabat bertahun-tahun.
Noni, pacar Joshua sempat bikin saya geleng-geleng kepala karena lumayan labil dan egois. Peranannya begitu pas sebagai pemicu konflik.

Hanya saja saya merasa meraba-raba dimensi waktu dalam novel ini. Setting waktunya nggak begitu jelas, semacam kapan tepatnya mereka lulus SMP, dan lima tahun kemudian itu kapan? Atau setahun yang lalu itu kapan? Atau 'beberapa bulan kemudian' itu tepatnya berapa bulan? Saya sempat merasa penasaran untuk menentukan jarak antara satu kejadian dengan kejadian lainnya.
Saya juga merasa penggunaan kata 'kita' dalam dialog kurang tepat. Seperti di halaman 91 saat Joshua bertanya ke Alex, "Benci sama kita berdua?"
Uhmm... kita itu kan digunakan untuk melibatkan orang kedua yang diajak bicara, dalam hal ini berarti Alex, sementara yang dimaksud hanya Joshua dan Lana. Jadi saya rasa lebih tepatnya pakai 'kami berdua'.
Karena saya sering mengalami, waktu menjelaskan ke murid-murid tentang perbedaan kata kita dan kami, murid-murid saya yang kritisnya minta ampun itu suka menyanggah dengan menunjukkan dialog dalam buku atau teks yang keliru. Saya bisa apa kalau begitu? Makin panjanglah diskusi itu jadinya. Hahaha...

Novel ini sangat minim typo sehingga lancar jaya bacanya. Kesalahan kecil semacam:
*Tawaku --> Tawanya (hal. 91)
* Ingin sekali rasanya Jo dan membuang... --> Ingin sekali rasanya Jo membuang...
* diam diam --> diam (hal. 216)

Cover Promises terlihat unyu dengan kesan manis dan kalem, nggak menyangka kalau di dalamnya tersembunyi kisah yang mengharu biru dan terjal berliku. Saya sih pasti penasaran kalau melihat cover begini mejeng di rak buku. Tapi itu botolnya kok di air bukannya di bawah pohon? Hehe...

Saya berasa mellow dengan endingnya. Agak dilema. Antara sedih dan berterima kasih, karena kalau akhirnya tidak dibuat seperti itu, orang mungkin akan selalu lari dari masalah karena menganggap tidak akan memberi efek fatal.
Lha emang gimana, sih, endingnya?
Sesuai kata Joshua, RAHASIA. :)))))
Cari tahu sendiri apa makna terima kasih saya terhadap ending novel ini dengan membacanya, ya. Biar saya nggak spoiler ;)

Promises adalah karya Kristi Jo yang menakjubkan dan saya sangaaaat merekomendasikannya buat pembaca mana saja dari golongan umur mana saja, karena kalian akan menemukan bukan hanya arti persahabatan tapi apa arti menguatkan dalam novel ini. Yaaay!!


TEBAR-TEBAR QUOTE

"Pada akhirnya semua orang akan mementingkan dirinya sendiri, bukan?" (hal. 71)

"Memangnya sahabat nggak boleh saling suka? Sahabat nggak boleh punya rasa yang lebih?" (hal. 83)

"Orang boleh berubah, waktu boleh bertambah, tapi ikatan persahabatan nggak harus putus. Lo bersahabat bukan hanya untuk satu atau dua tahun." (hal. 93)

"Nggak pernah ada kata terlambat, Lan. Selama lo nggak sendirian, lo bisa melewati semua mimpi buruk lo." (hal. 144)

"Lo tahu kan... hidup manusia itu bisa hilang secepat kedipan mata. Seperti nggak ada artinya..."
"Ada artinya kalau memang hidup lo diisi dengan hal-hal berguna, bukan menyia-nyiakannya seperti menumpuk sampah dan membiarkannya membusuk..." (hal. 149)

"Kemarahan itu ada batas waktunya. Semua hal ada batas waktunya. Marah, benci, sakit, takut, semuanya." (hal. 154)

"Apakah semua orang ditakdirkan untuk mempunyai rahasia?" (hal. 159)

"Kalau lo punya masalah, face it! Cari solusi. Kalau lo mampu bertahan menghadapi kesulitan apa pun, gue yakin hidup lo bakal kembali pada titik yang baik lagi." (hal. 161)

"Karena yang kelihatannya terburuk, juga kadang jadi solusi yang terbaik..." (hal. 167)

"Kita nggak harus kuat setiap saat, Jo. Nggak apa-apa sekali-kali kita terlihat lemah. Asal nggak keterusan. Kalau kita terpuruk terus, apa yang kita lihat? Bawah saja, kan? Kita cuma bisa ngeliat tanah dan aspal, bukan langit dan udara. Di bawah sana hanya ada sesal, sedangkan mimpi kita kan ada di atas sana." (hal. 204)

Jumat, 11 September 2015

[Resensi: Chemistry of Love - Netty Virgiantini] Usaha Amma Menaklukkan Kimia, Mister Sa'id dan Emir


Judul buku: Chemistry of Love
Penulis: Netty Virgiantini
Penyunting: Starin Sani
Perancang & Ilustrasi sampul: Gloria Grace Tanama
Penerbit: Bentang Pustaka
Lini: Bentang Belia
Tahun terbit: Juli 2012 (Cetakan Pertama)
Tebal buku: 144 halaman
ISBN: 978-602-9397-35-2
Available at: bukupedia



BLURB

Mister Sa'id, Kimia, dan Emir, selalu sukses membuat sekujur tubuh Amma gemetar dengan alasan berbeda. Mister Sa'id membuat jam pelajaran Kimia serasa detik-detik penantian di Padang Mahsyar, Kimia menjelma jadi pelajaran paling sulit, dan Emir, si Jago Kimia, membuat dadanya selalu berdebar-debar.

Agar bisa mengimbangi Emir, harusnya Amma juga bisa menaklukkan Kimia. Tapi, boro-boro bisa bersahabat dengan pelajaran satu itu, Amma bahkan sering diusir ke luar kelas oleh Mister Sa'id. Ini juga dilema yang bikin Amma galau berat. Usahanya akan terjal dan penuh pengorbanan.


RESENSI

Ammarilla, cewek kelas X SMA ini punya ketakutan terbesar dalam hidupnya: Kimia dan Mister Sa'id. Bagaimana tidak, guru kimia itu selalu mengusirnya keluar kelas setiap kali ia tidak bisa mengerjakan soal kimia di papan tulis. Dan entah kenapa, Mister Sa'id selalu saja menunjuk Amma sebagai korban pertama. Jadilah Amma merupakan siswa pertama di kelasnya yang disuruh keluar kelas.
Yang lebih memalukan, Emir, siswa kelas sebelah yang paling pintar dalam pelajaran kimia, selalu saja memergoki Amma yang berada di luar kelas tiap pelajaran kimia. Tentu saja Amma malu karena Emir adalah pujaan hatinya.
Sahabat-sahabat Amma, Ayu dan Wulan, tentu saja menganggap hal itu sebagai bahan bercandaan. Mana mungkin, kan, cowok jago kimia, yang ditunjuk sekolah sebagai duta olimpiade bisa membalas perasaan cewek lemot bin oneng yang jadi langganan keluar kelas tiap jam pelajaran kimia?
Amma pun berusaha mencari cara agar ia bisa terhindar dari Mister Sa'id. Mulai dari mendiskusikannya dengan Mas Anan, kakak semata wayangnya, hingga berencana menggelar aksi damai bareng teman-teman sekelas.
Berhasilkah Amma menaklukkan kimia, Mister Sa'id dan Emir sekaligus? Apakah rencananya berjalan mulus atau justru gagal total?
-------

Saya baca novel ini dalam sekali lahap, nggak ada setengah hari sambil nunggu si sulung sekolah. Puas banget bacanya. Chemistry of Love benar-benar cerita yang manis dan lugu. Plotnya mengalir rapi dengan diksi renyah khas Netty Virgiantini.

Konflik dalam Chemistry of Love merupakan konflik yang biasa ditemui remaja. Siapa sih yang nggak punya guru killer semasa sekolahnya? Takut atau nggak takut, tetap saja kehadirannya membuat kulit meremang dan jantung deg-degan nggak karuan.
Saya sendiri kerap mendapat curhat dari murid-murid saya tentang guru killer mereka. Macam-macam model galaknya, dan macam-macam pula cara menghukumnya. Tapi saya rasa tindakan Pak Sa'id di novel ini nggak mendidik banget. Masa, anak yang nggak bisa ngerjain soal malah disuruh keluar kelas, seharusnya kan terus dibimbing biar bisa. Makanya saya sangat mendukung aksi damai Amma :p
Ada juga konflik yang terjadi di dalam banyak keluarga: orangtua yang menuntut anaknya jadi PNS. Hadeeeh ini keluarga saya banget :'D

Karakter Amma di novel ini polos banget. Pemikiran dan ucapannya begitu lugu dan membuat saya jadi ingin nguyek-uyek rambutnya saking gemasnya. Agak telmi dan gampang khawatir. Tapi lucu ^^
Saya langsung memfavoritkan Pak Trisna dari caranya mengajar. Aah... andai guru pelajaran kimia saya seperhatian dia :D

Bicara soal chemistry, saya suka chemistry antara Amma dan Anan, meski porsi dialognya sedikit, tapi rasa sayang kakak dan adik di antara mereka sudah berkesan kuat. Persahabatan antara Amma, Wulan, dan Ayu pun terlihat kompak. Meskipun saya pasti sudah merajam sahabat saya kalau sampai dia mengumumkan siapa gebetan saya di hadapan guru dan teman sekelas. :)))

Ada selipan pengetahuan juga yang rapi dan nggak berkesan tiba-tiba. Mulus banget masuknya ke dialog. Top deh.

Desain sampulnya meski sederhana tapi sudah mewujudkan tema cerita. Lucu kalau menurut saya, apalagi bookmark-nya berbentuk gambar vas seperti yang ada di sampul. Aah, Bentang memang paling unyu kalau bikin bookmark.

Saya merekomendasikan novel ini bagi pembaca yang ingin mendapatkan kisah ringan, lucu dan polos, namun memiliki makna yang dalam.

TEBAR-TEBAR QUOTE

Bukankah tugas seorang guru itu mendidik, mengarahkan, juga membimbing para siswa? Bukan malah membentak-bentak di depan kelas dan menghukum kalau mereka tidak bisa menyerap pelajaran dengan baik. Bukankah anak-anak seperti Amma seharusnya mendapat perhatian lebih daripada anak-anak yang sudah pintar dan harus dibimbing dengan penuh kesabaran? (hal. 14-15)

Mengapa kebanyakan guru hanya menyukai anak-anak yang pandai dan pintar? (hal. 15)

"Sekecil apa pun, yang namanya peluang pantas diperjuangkan." (hal. 19)

"Asal kalian tahu, ya, Nona-Nona sekalian, kalau yang namanya jatuh cinta itu udah sepaket sama sakit hati. Begitu kata para pujangga asmara yang hidup penuh gelora cinta." (hal. 20)

Kamis, 10 September 2015

[Resensi: The Kolor of My Life - Netty Virgiantini] Kolor Batik Kawung Pembawa Keberuntungan


Judul buku: The Kolor of My Life
Penulis: Netty Virgiantini
Desain sampul: Orkha Creative
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: 9 Juli 2015 (cetakan pertama Desember 2008)
Tebal buku: 192 halaman
ISBN: 978-602-03-1513-3




BLURB

Sumpah demi kolor molor!

Neyra benar-benar nggak terima kolor batik keberuntungannya jatuh ke tangan Damar, cowok bertampang jadul bin cupu dan culun yang tinggal di rumah Simbah, tetangganya yang eksentrik.

Segala jurus sudah Neyra kerahkan demi mendapatkan kembali kolor spesial itu. Termasuk mengerahkan Jurus Macan Betina, yang nembuatnya berubah menjadi cewek supergalak - siap mencakar dan menerkam Damar.

Alih-alih berhasil, kesialan demi kesialan terus merundung Neyra. Dan kesialan terbesar adalah: Neyra mulai berdebar-debar nggak keruan dan salah tingkah bila berada di dekat Damar.

Gimana dong? Apa ini yang namanya cinta dari mata turun ke kolor?

RESENSI

Bagi Neyra si Pencinta Kolor, kolor batik kawungnya adalah kolor keberuntungan. Meskipun cara ia mendapatkannya berawal dari kesialan di Pasar Klewer, tapi Neyra yakin ia selalu mendapat keberuntungan saat memakainya. Sudah banyak bukti tak terbantahkan bahwa ia bisa menghindari kesialan hanya dengan memakai kolor batik kawung itu.
Namun semua berubah di siang hari berhujan itu. Meski sudah berusaha menyelamatkan celana kolornya dari hujan lebat, Neyra tetap kalah dari angin kencang yang menghembus celana kolornya ke... atap rumah tetangganya.
Serangkaian misi pun dijalankan Neyra untuk merebut kembali kolor itu dari atap rumah Simbah, tetangga yang sudah Neyra anggap seperti simbah sendiri. Tapi celana kolornya justru malah semakin tak tergapai karena... telah dipakai Damar!
Damar adalah saudara Simbah dari Sragen yang mulai hari itu pindah ke rumah Simbah karena ayahnya telah meninggal. Damar yang ternyata juga pindah ke sekolah Neyra dan menjadi teman sebangku Neyra itu mulai sering terlihat memakai celana kolor batik kawung keberuntungan Neyra. Dan sejak itu kesialan bertubi-tubi mendatangi Neyra. Duh... Neyra harus merebut celana itu kembali, tapi benarkah ia sungguh membenci Damar? Bukankah garis batas antara cinta dan benci itu begitu tipis?

-------

Sekali lagi saya dibuat nyengir-nyengir bak anak kuda oleh karya Netty Virgiantini. Pantas saja novel ini menyabet Juara Pertama Cerita Konyol Tahun 2008. Sungguh, konyolnya minta ampun!
Temanya berawal dari hal sederhana, tapi berkembang jadi luar biasa lucu. Gaya narasi yang kocak di sekali waktu, hiperbolis di kala lain dan puitis di satu momen membuat novel ini nggak berkesan monoton. Dialognya pun luwes dan nggak kaku dan berlogat jawa.

Point yang saya suka dari novel ini adalah unsur budaya lokal yang diangkat oleh penulis. Ada kolor batik kawung yang memang saya sendiri akui enak dipakai. Kolor batik itu adem dan praktis dan isis :)))
Juga pagelaran wayang kulit yang diperagakan Simbah yang diselipkan dengan gaya humor telah memberi warna budaya dalam novel ini.
Tapi masih ada lagi bagian favorit saya, Neyra terlepas dari sikapnya yang nyebelin karena suka bentak-bentak dan main marah-marah sama Damar, memainkan olahraga yang "beda" dari tokoh novel kebanyakan. Neyra jago main tenis meja. Saya pikir asyik juga si Neyra karena memainkan cabang olahraga ini. Jadi teringat Kogoro Mouri. Loh? Hahaha.. ujungnya larinya ke komik juga :p
Karakter Damar sendiri... aduuuh bikin iba setengah mati karena selalu dimarahi Neyra. Saya kira Damar ini bakal jadi favorit emak-emak karena kesantunan dan gaya jadulnya :)))

Judulnya lucu karena saya pikir ini plesetan dari ungkapan the color of my life, ya? Hihi... Dan saya lebih suka cover cetakan yang ini daripada cover cetakan pertamanya karena celana kolor batiknya jadi sorotan utama dan warnanya kalem.

Hanya ada sedikit kesalahan penulisan dan tanda baca dalam novel ini:
* maksudmua --> maksudmu (hal. 53)
* sountrack --> soundtrack (hal 79)
* Dasar bocah... --> "Dasar bocah... (hal. 90)
* berasalan --> beralasan (hal. 112)
* mikiran --> mikirin (hal. 132)
* ...lama. --> ...lama." (hal. 135)

Kalau kamu suka novel-novel humor nan konyol, saya sarankan baca novel ini. Dijamin bakal ngikik-ngikik geli oleh polah tingkah Neyra, Simbah dan tokoh lainnya. Porsi romannya walau sedikit tapi nyeees banget. Sempat hampir nangis juga sih karena adegannya sediiiih :(


TEBAR-TEBAR QUOTE

"Kadang-kadang kita memang ndak bisa membedakan orang yang bener-bener sedang kena musibah dan membutuhkan pertolongan, atau orang yang sengaja memanfaatkan rasa simpati kita untuk berbuat jahat." (hal. 29)

Makhluk lemah, lembut, dan tak berdaya? Hah, makhluk yang satu ini bahkan lebih galak daripada singa betina! (hal. 121)

Tapi sebagai laki-laki, rasa sakit justru menguatkannya. Mendewasakannya untuk tetap mencintai tanpa berharap balasan yang sama. (hal. 172)



The Kolor of My Life nemenin "Damar" belajar.
 Eh... tapi kalau berdasar sablengnya 
mungkin cocoknya jadi "Yoga" :D

Selasa, 30 Juni 2015

[Blogtour] Resensi & Giveaway Tuhan untuk Jemima by Indah Hanaco



Hi all, belum capek ikutan blogtour Tuhan untuk Jemima, kan? Kali ini selamat bertandang ke blog Nurina Mengeja Kata yang akan meresensi daaaaan… memberikan giveaway untuk satu eksemplar novel ini ;)
So, enjoy the tour ^^



Judul buku : Tuhan untuk Jemima
Penulis : Indah Hanaco
Editor : Gita Savitri
Perwajahan sampul : Shutterstock & Mulyono
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : Juni 2015
Tebal buku : 305 halaman
ISBN : 978-602-03-1660-4


BLURB

Jemima, gadis gelisah yang merindukan Tuhan, tapi tidak tahu harus mencari ke mana. Diberi kebebasan memilih agama, Jemima malah makin bimbang. Apalagi sederet tragedi sedang mengintai gadis itu dan keluarganya.

Kenneth, pria belia yang sangat tahu apa yang diinginkannya dalam hidup ini, sibuk berjuang untuk kelestarian lingkungan. Saat menyaksikan paus-paus kesayangannya dibantai, dia berkesimpulan tidak memercayai keberadaan Tuhan adalah keputusannya yang paling cerdas.

Kala keduanya bertemu di Selandia Baru, negara cantik berangin dengan berjuta keajaiban, otak dan hati mereka seolah diadu. Di antara keindahan pohon rimu, di antara pertarungan hidup dan mati, serta tamu khusus berwajah cahaya, akankah mereka menemukan hidayah-Nya?

RESENSI

Jemima Damarys syok saat kakak perempuan satu-satunya, Ashlyn Damarys, meninggal karena kecelakaan. Ia merasa berduka dan kehilangan. Hal itu diperparah dengan rasa duka berlebihan kedua orang tuanya. Jemima merasa ditinggalkan sendirian. Seisi rumah memilih menghadapi rasa duka mereka sendiri-sendiri. Jemima menjadi gelisah, ia butuh bersandar, butuh mengadu. Tapi ia belum memilih Tuhan mana yang hendak disembahnya.

Dibesarkan oleh orangtua yang berbeda keyakinan, Jemima dibebaskan untuk memeluk agama sesuai keyakinannya. Namun berbeda dengan Ashlyn yang telah menentukan pilihan, Jemima masih bimbang dan belum kunjung menemukan Tuhannya.

Sementara di belahan bumi lain, Kenneth Nigel Kincaid, seorang aktivis yang ikut dalam aksi penyelamatan paus bersama Sea World Conservacy tak ragu untuk menjadi ateis. Ia merasa Tuhan telah meninggalkan paus-paus tak berdosa itu sendirian hanya untuk dibantai nelayan-nelayan Jepang.

Mereka berdua bertemu di Selandia Baru saat Jemima mengunjungi Nick, bibinya. Jemima yang datang ke Negeri Kiwi tersebut untuk mencari Tuhan menghabiskan beberapa hari bersama Nick, Kenneth dan teman-temannya.
Hingga Jemima mendadak diminta pulang karena ternyata mobil yang dinaiki Ashlyn saat kecelakaan telah disabotase. Ayah Jemima menganggap ada yang mengincar mereka.

Maka dimulailah serentetan teror bagi keluarga Damarys. Ancaman racun, misteri kalung perhiasan Ashlyn, dan usaha penculikan, menghantui keluarga itu. Pembunuh Ashlyn masih menginginkan jatuhnya korban lain.
Siapakah pembunuh Ashlyn? Apa motifnya? Apakah Jemima akhirnya akan menemukan Tuhan? Bagaimana akhir hubungannya dengan Kenneth, cowok bule berambut merah dan bermata hijau yang telah memikat hatinya? Dan apakah Kenneth akan tetap menjadi ateis?

----------------

Tuhan untuk Jemima adalah novel lanjutan dari Cinta Sehangat Pagi. Lanjutan karena kedua novel tersebut mengisahkan tentang kisah cinta para aktivis lingkungan yang bergabung dalam Sea World Conservacy. Jadi jangan kuatir, nggak masalah walau kalian belum baca Cinta Sehangat Pagi, karena kisah dalam Tuhan untuk Jemima ini berdiri sendiri.

Novel ini menjawab pertanyaan besar saya di novel sebelumnya. Jika penulis begitu mengidolakan Paul Watson dan Sea Sepherd-nya, kenapa tokoh yang dimunculkan malah tokoh fiktif Lochart Kincaid dengan Sea Warrior-nya? Sementara setting dan aktivitasnya mirip dengan aktivitas Sea Sepherd.
Ternyata inilah jawabannya. Karena akan ada kisah cinta dari klan Kincaid. Waaah… menarik!

Saya ingat bertahun-tahun lalu selepas kuliah, saya menangis saat membaca majalah National Geographic. Itu edisi yang mengulas suku Inuit ketika melakukan perburuan terhadap narwhal. Saya jatuh cinta sekaligus langsung patah hati. Binatang secantik dan seunik itu ditembaki saat sedang bermigrasi :'(
Maka saya senang karena novel ini menyuarakan aktivitas penyelamatan terhadap paus, hewan yang harus kita jaga populasinya.

Saya sangat menikmati novel ini, 305 halaman rasanya habis dalam sekejap. Ceritanya mengalir dengan lebih luwes dibanding Cinta Sehangat Pagi. Plotnya rapi dan diksinya menusuk ke hati. Balutan misteri dan thriller dalam novel ini tentunya menambah seru jalan cerita.

Sebagai gadis yang baru lulus SMA dan beranjak dewasa, karakter Jemima justru terasa matang. Terasa wise dan santun. Saya suka dialog 'mendalam' antara Jemima dan Kenneth. Senang rasanya melihat muda-mudi sudah berpikiran terbuka dan bijak menyikapi persoalan seperti mereka.

Ada banyak informasi yang kita dapat jika membaca Tuhan untuk Jemima. Tentang perburuan paus, lanskap Selandia Baru, Islam dari segi sains, hingga jenis-jenis racun. Saya jadi penasaran pada riset yang telah dilakukan Indah Hanaco untuk menyajikan ilmu-ilmu baru pada pembaca.

Hanya ada sedikit typo di dalamnya:

* tidak dengar Jemima --> tidak didengar Jemima (hal. 40)
* menyulum --> mengulum (hal. 96)
* tanya dengan suara rendah --> tanyanya dengan suara rendah (hal. 118)
* dilakukanoleh --> dilakukan oleh (hal. 122)
* kegunda-han --> kegundah-an (hal. 129)
* jatuh sakit,atau --> jatuh sakit, atau (hal. 139)
* diemukan --> ditemukan (hal. 170)
* menjaga --> menjadi (hal. 210)
* mudah-mudah --> mudah-mudahan (298)

Well, novel memikat ini akan sangat menyenangkan dibaca karena sajiannya yang komplet. Saya beri 4 bintang untuk Tuhan untuk Jemima.


TEBAR-TEBAR QUOTE

Ketika hubungan Internasional itu terputus, sebuah pertanyaan seakan mendompak benak Jemima.
Apakah Tuhan juga bisa dicari di Negeri Kiwi itu? (hal. 69)

Manusia biasanya akan terlalu cerewet untuk mengajukan pertanyaan. Mendebat apa yang dirasa tidak cocok dengan pendapat mereka. Tapi Tuhan yang Mahatahu itu tidak pernah bersikap sok tahu. Tuhan selalu menjadi pendengar sempurna saat orang berdoa, kan? Itulah yang hilang dari hidup Jemima. (hal. 83)

"Pendidikan bisa menanti, tapi menyelamatkan lingkungan enggak bisa ditunda." (hal. 110)

"Tapi jika kamu melepaskan sesuatu dengan mudah, itu artinya kamu memang enggak benar-benar menginginkannya. Jadi, enggak perlu merasa aneh atau apalah. Kebahagiaanmu adalah yang paling penting dalam hidup. No sweat. Remember Jemima, your happiness is down the pike. Go get it before you late." (hal. 128-129)

Jemima tidak akan meminta jalan yang mudah karena itu keinginan yang egois. Tidak masalah kalau jalan itu berliku dan menyusahkan sebab dia tahu Tuhan menyukai orang-orang yang tangguh, para penyintas. (hal. 304)

***********

Tertarik ingin membaca Tuhan untuk Jemima? Nah, saya dan Mbak Indah Hanaco punya satu eksemplar novel Tuhan untuk Jemima bagi kalian pengunjung blog ini. Caranya mudah kok:

1. Follow twitter @KendengPanali dan @IndahHanaco. Jangan lupa share giveaway ini via twitter dan mention kami dengan hashtag #GATuhanUntukJemima

2. Jawab pertanyaan berikut:

Seandainya kalian menjadi aktivis lingkungan seperti Kenneth, binatang apa yang ingin kalian selamatkan? Apa alasannya?

Jawab semenarik mungkin di kolom komentar dengan format:

Nama:
Akun twitter:
Jawaban:

3. Boleh banget kalau mau follow blog ini ;)

4. Giveaway berlangsung dari tanggal 30 Juni dan ditutup tanggal 3 Juli 2015 pukul 23.59 dan pemenang akan diumumkan hari berikutnya :)

5. Yang terakhir… good luck!!


Oh iya, kalian bisa mengikuti rangkaian blogtour ini di blog host yang lain:

22 - 25 Juni 2015 >> Ky's Book Journal

26 - 29 Juni 2015 >> Books-Over-ALL

30 Juni - 3 Juli 2015 >> Nurina Mengeja Kata (perhentianmu saat ini ^^)

4 - 7 Juli 2015 >> Delina Books

8 - 11 Juli 2015 >> The Anti-books

Kamis, 21 Mei 2015

[MNSL Blogtour] Resensi Marry Now, Sorry Later - Ketika Memiliki Seseorang yang Tak Bisa Balas Mencintaimu




Judul Buku : MARRY NOW, SORRY LATER
Penulis : CHRISTIAN SIMAMORA
ISBN: 978-602-70362-2-2
Tahun Terbit : MEI 2015
Dimensi : 13 x 19 cm
Tebal buku : x + 438 hlm
Genre: Contemporary Romance
Kategori : Novel Dewasa


TAGLINE


LEBIH BAIK MENCINTAI YANG TAK BISA KAU MILIKI 
DARIPADA MEMILIKI SESEORANG YANG TAK BISA BALAS MENCINTAI.




BLURB

"BERSEDIAKAH SAUDARA MENGASIHI 
DAN MENGHORMATI ISTRI SAUDARA SEPANJANG HIDUP?"

Sejak awal Jao Lee sudah tahu, Reina tak mencintainya. Namun, menikah dengan putri satu-satunya direktur Hardiansyah Electronics itu memberi ilusi cukup bahwa Jao memilikinya. Salah besar. Reina justru melakukan sesuatu yang tak pernah Jao duga selama ini: kabur sebelum acara resepsi dimulai.

"ADAKAH SAUDARI MERESMIKAN PERKAWINAN INI
SUNGGUH DENGAN IKHLAS HATI?"

Setelah enam bulan bersembunyi, akhirnya Jao berhasil menemukan Reina. Seperti dugaannya, suaminya itu memaksanya pulang bersama ke Jakarta. Memangnya apa yang dia harapkan? Semacam membuka lembaran baru dan hidup bersama sebagai suami-istri sungguhan?

"SAYA BERJANJI SETIA KEPADANYA DALAM UNTUNG DAN MALANG,
DAN SAYA MAU MENCINTAI DAN MENGHORMATINYA
SEUMUR HIDUP."

Ini cerita cinta tentang dua orang yang tak saling cinta, tapi bertahan untuk tetap bersama. Sampai kapan mereka akan terus berusaha? Perlukah mereka jatuh cinta dulu supaya bisa bahagia?


Selamat jatuh cinta,

CHRISTIAN SIMAMORA




RESENSI

Pelarian Reina Hardiansyah berakhir. Setelah kurang-lebih selama 6 bulan bersembunyi dan membaur sebagai volunteer di Lotus, sebuah yoga retreat merangkap panti asuhan di daerah Ubud, akhirnya sang suami menemukannya. Suami yang Reina tinggalkan tepat saat resepsi pernikahan mereka.
Jao Lee, sang suami yang dianggap Reina sebagai jelmaan iblis itu berhasil menyeret Reina kembali ke Jakarta. Tentu saja dengan tawar-menawar alot yang membuahkan kesepakatan bahwa pernikahan mereka harus berakhir 6 bulan lagi, tepat saat satu tahun usia pernikahan mereka.
Pada awalnya, saat pertama kali Reina tinggal serumah dengan Jao, pernikahan mereka bagai neraka. Jao Lee yang dingin dan penuntut sering beradu mulut (harfiah dan non harfiah XD) dengan Reina yang meledak-ledak. Tiada hari yang mereka lewatkan tanpa saling ejek yang berujung pertengkaran.
Hingga Jao yang sebenarnya punya rasa ketertarikan terhadap Reina mulai mengerahkan segala upaya untuk menggoda dan mempertahankan Reina. Bukan hal yang mudah mengingat Reina bukanlah tipe cewek-cewek yang biasa Jao kencani. So… sanggupkah Jao membujuk Reina untuk bertahan?



Marry Now Sorry Later adalah novel karya Christian Simamora yang keempat belas, dan juga merupakan novel seri Jboyfriend yang kedelapan.
Ketika tahu bahwa ide awalnya adalah dari kisah dongeng Beauty and The Beast, saya langsung tertarik. Ya, saya tergila-gila dengan dongeng Beauty and The Beast!
Bagi saya, cinta Beauty itu tulus, tanpa memandang fisik atau rupa. Jatuh cinta pada pangeran tampan dan memesona itu mudah tapi jatuh cinta pada monster pemarah itu butuh kekuatan cinta yang besar.
Sayangnya Jao Lee bukan benar-benar monster. Oh, dia kejam, dingin dan pemarah mirip seperti Beast, tapi Jao Lee itu guanteeng maksimal! Wkwkwk~
Kesan iblisnya lebih ke tingkah laku dan ucapannya terhadap Reina.

Hal kedua yang membuat saya penasaran adalah tema Marry Now Sorry Later. Dari keempat belas karya Christian Simamora, baru kali inilah Si Abang ini menulis cerita bertema pernikahan. Kalau novel Jboyfriend yang masih lajang saja sudah hot apalagi Jboyfriend yang sudah menikah, kan? Wkwkkk~
(Iya, saya memang terlalu banyak baca Harlequin -__-)

Meski plotnya regresif karena dimulai dari tahap tengah, tapi mudah dinikmati karena mengalir dan menggiring pembaca ke jalan cerita yang menarik.

Karakter pria dalam Marry Now Sorry Later as hot as always. Jao ini tipe-tipe cowok kesukaan saya; ketus, dingin, nyebelin tapi so sweet! Peluk-able banget terutama waktu perasaannya disakiti Reina. Kkk~
Reina sendiri judes sejudes-judesnya. Dia jadi lawan yang sepadan buat Jao, meski kadang kata-katanya ke Jao jahat banget :(
Suka banget dengan dialog-dialog para tokohnya. Cerdas dan menggigit. Selipan parodi dan humornya keren. Memang cuma Christian Simamora yang bahkan bisa memparodikan GGS dengan epiknya. Wkwkkk~

Bagian paling ngena di hati saya adalah… saat Jao bikin produk The Reina Series! Awww~ benda seeksklusif dan seinovatif itu diberi brand dengan nama Reina, itu romantis bangeeet!

Bicara soal cover, Marry Now, Sorry Later terlihat berbeda dengan seri Jboyfriend sebelum-sebelumnya. Posenya terlihat intim dan menggoda. Pas dengan temanya.

Ilustrasi di tiap awal babnya keren, cantik banget. Ditambah kalimat quotable jadi menyegarkan mata.
Dan word of the day yang muncul di tiap bab jadi menambah informasi buat pembaca. Saya bahkan sampai googling beberapa kata karena saking penasarannya :)



Sayangnya ada beberapa typo yang saya temukan dalam novel ini:

senang senang --> senang (hal. 51)
terletak ada --> terletak (hal. 51)
merebahkannya Reina --> merebahkan Reina (hal. 65)
dan dan --> dan (hal. 73)
berturt-turut --> berturut-turut (hal. 121)
di menginap di --> menginap di (hal. 200)
ke ke --> ke (hal. 200)
Nikmati… --> "Nikmati… (hal. 208)
stelan --> setelan (hal. 231)

Buat penyuka contemporary novel dan penggemar Jboyfriend harus punya novel ini. Dijamin bakal kena #JaoEffect juga XD


TEBAR-TEBAR QUOTE

"Hidup lo bisa jadi memang berubah total, tapi nggak semua hal dalam hidup lo ikut berubah mengikuti kemauan lo." (hal. 17)

"Lo nggak bisa bikin dia jatuh cinta sama lo kalau lo-nya menolak untuk jatuh cinta sama dia." (hal. 71)

"Love isn't a sure thing - never was and never will. Dan ketika cinta sudah nggak ada lagi di hati, buat apa juga dipertahankan?" (hal. 96)

"Semua orang bisa menciptakan pembenaran demi secepatnya keluar dari hubungan yang nggak lagi mereka inginkan." (hal. 239)

"Buat apa merisikokan patah hati untuk orang yang nggak benar-benar bisa membuatmu jatuh hati?" (hal 241)

Sesakit-sakitnya digosipin orang, Rei, lebih sakit lagi kalau lo nggak jadi bahan omongan sama sekali. Makes you feel invisible." (hal. 319)

"Gue mengucapkan 'I love you' bukan supaya lo merasa terbebani untuk membalasnya. Gue mengatakannya supaya lo selalu tahu isi hati gue sebenarnya." (hal. 399)


Daaaan… foto bergincu merahnya:


Juga… targetnya. Karena Jao Lee saya (baca: suami saya) nggak unyu kalau jadi target jadi Jao Lee Junior aja yang kena XD


Udah? Beluuum… masih ada satu postingan giveaway setelah ini. Jadi tetap ikuti rangkaian blogtour hari ini ya :))

Minggu, 19 April 2015

[Resensi Cinta Sehangat Pagi - Aimee Karenina] Ketika Hangatnya Cinta Dihadang Badai Gelap

Judul buku   : Cinta Sehangat Pagi
Penulis         : Aimee Karenina
Editor           : Donna Widjajanto
Desain sampul : Suprianto
Tata letak isi     : Shinzy & Fajarianto
Penerbit            : Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit     : 2014
Jumlah halaman : 211 halaman
ISBN                  : 978-602-03-0924-8
Available at: bukupedia






BLURB


Mengimamimu adalah mimpi terbesarku.
Bagi Nino, Selma adalah pelabuhan terakhirnya. Dia bahkan bersedia melanggar sumpahnya untuk tidak berpacaran sebelum menikah, ketika bertemu Selma. Sayangnya, walau didesak bagaimanapun, Selma tidak mau buru-buru menikah.


Dia mengajakku menikah sebulan sekali. Aku bahkan sulit percaya kalau dia serius!
Bagi Selma, Nino adalah pria sempurna-blasteran Spanyol, aktivis lingkungan yang cerdas, dan gentleman yang alim. Tapi, yang diinginkan Selma bukanlah pernikahan, melainkan karier yang cemerlang.



AKU BISA MENGORBANKAN SEGALANYA DEMI DIA. AKU TAHU BAGAIMANA CARA MENCINTA.
Saat bermain tarik-ulur dalam hubungan mereka, Nino dan Selma tidak menyadari ada pihak lain yang menyelinap datang dengan obsesi siap menghancurkan tali kasih yang rapuh inu. Akankah Nino dan Selma teguh bersatu, atau malah mengalah pada permainan takdir?



RESENSI

Cinta Sehangat Pagi dibuka dengan acara makan malam antara Selma Zafir dan Nino Fahim Santos. Nino secara to the point mengajak Selma menikah. Selma terperanjat, bukan hanya karena baginya hubungan ini baru berjalan 8 bulan, tapi juga karena ini ajakan menikah yang ke-8 dari Nino! Selma tentu saja ngambek karena baginya Nino tidak romantis, terburu-buru dan sederet alasan lainnya. Selma ingin mengejar karier terlebih dahulu. Dibesarkan dalam keluarga yang membebaskan perempuan mengejar karier setinggi-tingginya, Selma ingin sukses sebagai wanita karier seperti ibu dan tantenya.
Sementara Nino sendiri, yang alim dan berpegang teguh pada agama, merasa pacaran selama 8 bulan sudah sangatlah cukup. Ia sudah menentang prinsipnya sendiri dan mengajak Selma berpacaran dengan segala persyaratan yang aneh. Di saat kegamangan mereka itulah, orang ketiga berdatangan di antara mereka. Ada Titus, yang merupakan teman kerja Dija, adik Selma; Regina, sahabat Nino semasa kuliah; dan Camilla, teman SMP Nino. Salah satu dari mereka telah membuat rencana matang untuk memisahkan Selma dan Nino dan berniat menempuh segala cara untuk mendapatkan sang pujaan hatinya.

Cinta Sehangat Pagi merupakan novel Islami berbalut thriller. Plotnya mengalir dan ketegangannya masuk secara perlahan-lahan. Bertambah dengan porsi yang pas di tiap babnya. Pelaku sengaja disamarkan untuk membuat pembaca menebak-nebak siapa orang ketiga yang sangat mengancam ini.

Nino menjadi tokoh yang memegang peranan nuansa Islami. Nino selain digambarkan sebagai pria blasteran Indonesia-Spanyol yang merupakan aktivis lingkungan dan alim, Nino ini juga hormat sama perempuan dan terutama nggak pernah maksa-maksa Selma untuk menunaikan kewajiban sebagai muslimah. Hayooo susah nggak mencari cowok seperti Nino di dunia nyata? :D
Selma sendiri merupakan perwujudan gadis masa kini; cantik, independen dan mendahulukan karier. Makanya transformasi Selma yang sedikit demi sedikit memenuhi perintah Allah sungguh menarik. Meski Selma ini karakternya kok sedikit mbulet dan ribet. Susah gitu dibujukin nikah. :D

Desain sampul novel ini manis dan hangat banget. Sepasang tangan yang bergandengan itu diblur, mungkin untuk menggambarkan gaya pacaran kedua tokohnya. Tapi menurut saya, fashion yang dipakai tokoh cewek di cover nggak menggambarkan pribadi Selma. Gimana ya, kesannya gadis yang di cover itu lebih sederhana kalau dilihat dari model pakaiannya.

Cinta Sehangat Pagi merupakan novel yang komplit. Roman dengan unsur Islami, thriller, juga isu penyelamatan lingkungan diramu dengan apik. Hanya saja untuk latar rasanya belum masuk ke cerita. Berulang kali saya lupa kalau setting-nya ada di Medan, entah kenapa benak saya malah membayangkan cerita ini terjadi di Jakarta. Lokasi dan kulinernya sedikit kurang tergali dan terdeskripsi.

Tapi nilai plus novel ini adalah:

  1. Isu penyelamatan Paus.
Aimee menyoroti perburuan paus yang terjadi di perairan dunia. Sungguh mengagumkan kalau benar-benar ada orang Indonesia yang menjadi aktivis melawan tradisi perburuan paus di Kepulauan Faroe. Karena sungguh, membunuh paus-paus itu adalah perbuatan keji dan biadab :'(
Makanya saya senaaaang sekali karena penulis mengangkat tema itu.

2.  Yang kedua tentang Pseudocysis.

Pseudocysis atau kehamilan palsu adalah kondisi yang terjadi dimana seorang wanita merasa hamil padahal secara medis tidak hamil sama sekali. Juga tentang penyakit kegilaan yang mungkin saja bisa terjadi pada orang-orang di sekitar kita.
Tambahan pengetahuan buat pembaca, nih :)


TEBAR-TEBAR QUOTE


"Kalau bicara tentang kepuasan, manusia nggak akan pernah puas, Sel! Tiap kali maju satu langkah, tujuan malah bergerak menjauh empat langkah. Begitulah kira-kira. Kita sendiri yang harus tahu, kapan saatnya berhenti." (hal. 5)

"Orang sering menyalahkan cinta atau kecocokan. Pada kenyataannya, manusia memang tidak akan pernah cocok satu sama lain dengan sempurna, kok! Pasti ada saja perbedaan di sana-sini yang harus diatasi. Tapi, dengan cinta semua perbedaan itu mudah dijembatani. Namun, saat cinta sudah hilang, perbedaan kecil pun bisa menjadi perang dahsyat." (hal. 8)

"Kalau tahu punya banyak kekurangan, kenapa tidak berusaha memperbaikinya?" (hal. 25)

"Aku memang bukan cermin perempuan yang taat beragama. Aku masih mengabaikan perintah untuk menutup aurat. Tapi, apakah itu berarti kamu lebih baik dibanding aku? Aku jadi sungguh-sungguh ingin tahu, apakah jika seseorang berhijab lantas boleh seenaknya melontarkan perkataan yang bisa menyakiti hati orang lain? Apakah hijab itu lantas menjadikanmu kebal dari segala dosa?" (hal. 52)

"Apakah aku lantas menjadi perempuan bejat karena tidak menutup aurat?" tanya Selma dengan suara tersendat. "Apakah hanya kalian yang berhak mendapatkan kebaikan dalam hidup ini? Dan untuk orang-orang sepertiku yang belum siap berhijab, hanya keburukan yang pantas kudapatkan? Tidak peduli seberapa kerasnya aku ingin menjadi manusia yang baik?" (hal. 60)

Untuk setiap sesuatu yang diambil, harus ada pula sejumlah imbalan. Cukup adil, kan? (hal. 88)

Cinta pada dasarnya adalah soal perasaan terdalam yang hanya dimiliki untuk seseorang yang istimewa. Hubungan seperti itu sama sekali tidak melibatkan kemewahan dan materi. Tidak ada tempat untuk hal-hal seperti itu dalam cinta sejati. (hal. 125)


Saya beri 3 bintang untuk Cinta Sehangat Pagi.

Senin, 16 Maret 2015

Resensi Mamma Mia! Survivor - Indah Hanaco

Judul          : Mamma Mia! Survivor
Penulis      : Indah Hanaco
Editor        : Gita Savitri
Penerbit    : Gramedia Pustaka Utama
Tebal buku   : 163 halaman
Tahun terbit : 2014
ISBN               : 978-602-03-0930-9






BLURB

Orang-orang ini, luar biasa! Kegetiran hidup tidak mematikan semangat mereka. Kala sebagian orang bersembunyi dalam lara saat cobaan menerpa, survivor ini justru ikhlas menceritakan penderitaan, rasa sakit, atau penghinaan yang mereka alami pada dunia. Dengan usaha dan doa, mereka bertahan sekaligus menaklukkan pengalaman mengerikan pada masa silam.
Kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan seksual, kehilangan kasih ibu, dan pengkhianatan cinta yang dialami survivor ini membuktikan bahwa keajaiban bukan hanya terjadi dalam kisah para nabi. Saat kita bertekad untuk tetap berjuang. Tuhan pasti menghadiahi kita kemudahan. Karena sejatinya cobaan bukan melulu penderitaan, melainkan penempa jiwa agar menjadi lebih kuat.


RESENSI


        Delapan wanita, delapan kisah, delapan perjuangan hidup. Dibuka dengan kisah Survivor Satu yaitu Helen yang bahagia bagai di alam mimpi saat Ariel melamarnya. Selama setahun lebih pernikahan mereka berjalan tanpa riak. Hingga setelah kematian ibu Helen, di situlah turning point Ariel. Pria itu mulai terungkap belangnya.
        Dalam Survivor Dua, Lyla mengenal Monty sebagai senior di kampusnya. Mengabaikan reputasi Monty yang terkenal flamboyan dan punya banyak mantan, Lyla jatuh dalam pesona Monty. Sayangnya mereka kebablasan dan Lyla meminta pertanggungjawaban Monty. Monty yang merasa terjebak membuat pernikahan mereka bagai di neraka untuk Lyla. Lyla harus pasrah menerima penghinaan-penghinaan yang dilontarkan Monty.
        Survivor Tiga menceritakan tentang Wanda yang harus menghadapi kesedihan akibat meninggalnya sang ayah dan adiknya sejak ia masih balita. Hanya ibu yang ia jadikan sandaran hidup. Namun semua berubah saat sang ibu menikah lagi. Bukannya mendapatkan cinta dari sang ayah tiri dan saudara-saudara tirinya, Wanda justru harus membagi cinta dan perhatian ibunya. Hingga ia sadar, perjuangannya meraih kembali kasih ibunya adalah hal yang mustahil.
    Dalam Survivor Empat kita mendapati kisah Fiona yang tak pernah paham mengapa ia memiliki alergi terhadap pria. Setahunya ia merasa mulas dan ingin kabur sejauh mungkin jika menjalin hubungan dengan pria. Fiona berusaha mencari tahu ada apa di masa lalunya yang membuatnya seperti itu. Saat ia menemukan memori bahwa ia pernah menjadi korban pelecehan seksual semasa kecil, Fiona berusaha bangkit dan belajar memaafkan.
        Di kisah Survivor Lima ada Siwi yang harus menghadapi rasa duka akibat kematian suami dan kedua putrinya. Ia yang menjalani hidup bagai robot menenggelamkan diri dalam makanan dan gaya hidup tak sehat. Ketika ia dilarikan ke rumah sakit karena kesehatannya memburuk ia bertemu seorang perawat yang mengalami kedukaan yang sama dengannya. Dari Bertha, sang perawat itu, Siwi memaknai kehilangannya.
        Tya harus menghadapi kekerasan suaminya dalam Survivor Enam. Tadinya ia bertahan menghadapi pukulan demi pukulan yang dilayangkan padanya. Tapi saat pukulan-pukulan itu terarah kepada si kembar, mau tak mau Tya harus bertindak.
        Survivor Tujuh menceritakan tentang Yolanda yang merupakan anak ketiga dari 5 bersaudara. Ia harus bertahan dari kemiskinan dan orang tuanya yang tak peduli. Ia bekerja keras agar adik-adiknya bisa sekolah layak tanpa harus menjadi pelacur seperti kedua kakaknya.
        Kisah dalam Survivor Delapan adalah yang paling unik. Lula merupakan putri dari seorang eks tapol (tahanan politik) karena si ayah terlibat dalam gerakan PKI di masa lalu. Sejak itu embel-embel "anak PKI" melekat padanya. Ia berjuang mendapatkan pekerjaan dan pasangan hidup yang tidak mudah didapat karena statusnya.

Saya sangat menyukai tema buku ini. Mamma Mia! Survivor adalah kisah delapan wanita yang berjuang mengatasi masalah kehidupan mereka. Banyak wanita di luar sana memiliki "iblis-iblis" mereka sendiri dalam kehidupan. Masalah-masalah yang dihadapi para wanita dalam buku ini pun cukup merepresentasikannya.

Beberapa kisah membuat saya berpikir, "Hm, ini kayak cerita hidupnya si anu." Juga, "wuih, ini kisah hidupnya si itu." Di situ kadang saya merasa miris :(
Benar, ini bukan sekedar fiksi, tapi kisah-kisah nyata, ada di sekitar kita, dialami teman, tetangga atau saudara kita. Atau bahkan kita sendiri.
Sekedar curhat, hidup di perkampungan membuat saya melihat Yolanda-Yolanda yang berjuang tetap hidup di garis lurus dalam belitan kemiskinan. Saya juga tidak heran dengan orang tua Yolanda yang tak peduli pada pendidikan anak-anaknya dan bersyukur jika anaknya berhenti sekolah karena itu berarti mereka bisa membantu ekonomi keluarga. Itu sebabnya Yolanda ini sangat menginspirasi.
Untuk Lula saya merasa kisah ini unik karena kami mengalaminya. Ya, kami. Papa, tante, om dan juga saya. Kakek saya sama seperti ayah Lula, eks tapol karena terlibat PKI. Karenanya saya paham frustasinya Lula, karena Papa saya dan adik-adiknya pun merasakan, setinggi apa pun sekolah mereka, tetap tidak mampu mendapatkan pekerjaan yang diinginkan. Waktu saya lulus dan mencari SKKB di kepolisian pun masih harus mengisi formulir terlibat/tidak terlibat PKI. Huff… konyol memang.
Kisah perjuangan yang beragam ini dikemas apik oleh Indah Hanaco. Seperti biasa, penulis menggunakan diksi unik yang jadi ciri khasnya. Misalnya, alih-alih menggunakan kata berkurang, beliau memilih kata defisit:

Lula harus menata hati dan hidupnya agar rasa nyerinya mengalami defisit. (hal 162)

Hanya saja kedelapan kisah ini tidak memiliki judul tersendiri. Setiap kisah diberi judul Survivor Satu, Survivor Dua dan seterusnya hingga Survivor Delapan. Agak berbeda dengan seri Mamma Mia! lainnya yang pernah saya baca. Tapi mungkin penulisnya ingin menonjolkan survivornya sehingga kata itulah yang digunakan sebagai judul.
Saya juga merasa masalah beberapa survivor kurang tergali dalam, seperti pelecehan seksual yang dialami Fiona kurang terasa traumatisnya. Sedangkan kisah Helen malah kurang rasa survive-nya. Bagaimana ia menghadapi hidup setelah ditipu habis-habisan oleh Ariel tidak diceritakan. Sehingga saya tidak mampu menangkap inti survivornya.

Buku ini saya rekomendasikan untuk para wanita, baik yang sudah menikah atau belum. Banyak inspirasi yang bisa kita temukan. Meski kita tidak mengalaminya semoga kita memiliki simpati dan empati untuk wanita-wanita di luar sana yang sedang berusaha survive.

3 bintang untuk Mamma Mia! Survivor, untuk kisah-kisah inspirasionalnya.


TEBAR-TEBAR QUOTE


Tidak ada orang yang bisa menempati posisi orang lain dan menjadi pengganti. Karena tiap manusia itu unik dan punya keistimewaan sendiri. (Hal 52)


"Sesekali, adalah manusiawi kalau kita bersandar pada orang lain. Karena kita nggak selalu bisa menolong diri sendiri." (Hal 79)


"Selamat pagi, apa kabar surga hari ini?" (Hal 100)


"Papa menyekolahkanmu bukan untuk membuatmu mudah mencari pekerjaan. Kalau cuma itu tujuan seseorang bersekolah, memalukan sekali." (Hal 155)


Karena hidup ini terus berjalan, tidak pernah menunggu orang yang berlama-lama dengan kesedihannya. Hidup ini kadang menuntutmu untuk berlari. (Hal 162)


"Tuhan memang selalu menyiapkan yang terbaik di bagian akhir." (Hal 163)
 

Nurina mengeja kata Published @ 2014 by Ipietoon