Tampilkan postingan dengan label wattpad. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wattpad. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Maret 2018

[Blogtour: Review + Giveaway] Your Lies - Rara Rachel

Judul: Your Lies
Penulis: Rara Rachel
Penyunting: Avifah Vé
Penyelaras Akhir: RA-in
Tata Sampul: Amalina Asrari
Penerbit: Diva Press
Tahun terbit: Maret 2018
Tebal buku: 288 halaman
ISBN: 978-602-391-517-0



BLURB

Rangga Gemilang. Nama tersebut selalu menjadi prioritasku saat chatting, salah satu orang yang paling berharga dalam hidupku, yang menjadi partnerku dalam hampir segala hal. Ringga dan otaknya tak pernah berhenti membuatku takjub. Aku tak yakin kalau ada sesuatu tentangku yang tidak Ringga tahu. Dia orang yang detail dan cermat, jadinya wajar kalau membaca gerakanku semudah membaca alur cerita Sir Arthur Conan Doyle, penulis favoritnya.
Sampai di kemudian hari, satu kebohongan besar yang aku lakukan membuat Ringga menutup pintu maaf dan aku terpaksa memutuskan untuk meninggalkan Ringga beserta segala kenangan manis di antara kami sampai waktu yang sangat lama...


RESENSI

Berapa banyak persahabatan antara laki-laki dan perempuan yang bisa bertahan selamanya? Apakah debaran-debaran yang kita rasakan terhadapnya adalah cinta atau hanya rasa nyaman karena kita telah sangat terbiasa dengannya? Jika seandainya kemudian kita membuat kesalahan yang baginya tak termaafkan, akankah dia sanggup menyingkirkan kita dari hidupnya?

Your Lies merupakan novel remaja muda karya Rara Rachel yang awalnya berasal dari wattpad. Dari segi premis mungkin bisa dibilang kisah ini sangat klise, dan sangat mudah ditebak. Namun dari segi alur, konstruksi cerita, dan beberapa dialog, novel ini terasa memuaskan. Puncak konfliknya mengena banget dan sampai bikin saya mewek. Serius. Yaaaa, walau saya terhitung memang gampang mewek saat baca novel, tapi saya selalu memberi nilai plus pada novel-novel yang bisa membangkitkan emosi saya, termasuk novel Your Lies ini.

Pada awalnya saya lumayan terganggu dengan gaya narasi Your Lies yang lebih mirip seperti curhatan diary. Cara perkenalan tokoh dan penggambaran situasinya seolah-olah sedang membaca status, notes atau chat seorang teman. Penggunaan sudut pandang orang pertama yang serba tahu semakin memperkuat kesan itu. Namun karena jalan ceritanya yang runtut dan padat, semakin ke belakang saya mulai bisa menerima dengan ikhlas. Apalagi ketika mendekati konflik yang sangat menguras emosi itu. Huhuuu~~

Setting novel ini berada di Jakarta, Bandung, dan kemudian Düsseldorf dan Köln. Memang novel ini tak begitu detail dalam penggambaran setting, tapi suasananya yang diungkapkan secara ringkas cukup membuat perbedaan antara satu tempat kejadian dengan tempat kejadian lainnya. Walau saya berharap penulis untuk ke depannya bisa lebih berani dalam hal riset dan menambahkan detail-detail untuk mempercantik ceritanya. Misalnya saja ketika Bu Sri sakit dan Ringga harus menjelaskan kondisi Bu Sri yang gawat kepada Atha. Tentunya akan lebih menarik jika penjelasan itu disampaikan secara mendetail, sedangkan pada novel ini hanya diungkapkan melalui kalimat: Ringga menceritakan detail masalah penyakit ibunya. Aku menyimak dengan serius, pantas saja Ringga sangat khawatir sampai menangis tadi malam. "Gitu, Tha," tutup Ringga. (hlm. 148).
Hal ini membuat seolah ada jurang yang memisahkan antara tokoh "aku" dan pembaca, karena ada yang diketahui si tokoh utama tapi tak bisa dipahami oleh pembaca.

Namun naik turunnya persahabatan Ringga dan Atha saaaangat menarik untuk diikuti. Bagaimana cheesy dan sweetnya interaksi mereka, bagaimana kode yang dilemparkan Ringga yang bisa bikin baper, banter yang mereka lakukan, juga pasang surutnya hubungan mereka.
Karakter dalam novel ini juga begitu hidup. Ringga begitu mengagungkan kejujuran, dia benci kebohongan dan paling benci dibohongi. Beberapa kali dia menegaskan pada Atha agar jangan bohong kepadanya. Sikap cuek dan masa bodohnya kontras dengan sikap penuh perhatiannya terhadap Atha, tapi kalau sudah marah.... bye aja, mendingan kabur saya mah kalau disembur murka begitu. 😭😭😭
Atha di sisi lain juga cukup unik, jago masak tapi juga jago main PES. Idaman banget kan tuh. Atha juga bijaksana dan sangat setia. Kebohongan terbesarnya terhadap Ringga pun sebenarnya tak ingin dia lakukan. Ah memang bagian ini yang bikin saya termehek-mehek.

Overall, saya cukup menyukai novel ini. Enak untuk dibaca karena ringan tapi juga bikin baper. Bagi kalian yang suka kisah sahabat jadi ehem ehem, kalian boleh banget baca novel ini 😉


********GIVEAWAY TIME********



Nah... siapa yang sudah kangen ikutan kuis di blog ini???
:)))))))
Huhuuu... setelah menyepi sebentar, sekarang Nurina Mengeja Kata kembali buat membagi satu eksemplar novel Your Lies karya Rara Rachel ini.

Syaratnya gampang seperti biasanya kok:

1. Peserta berdomisili atau memiliki alamat pengiriman di Indonesia.

2. Follow twitter @divapress01 @DIVA_fiction dan @KendengPanali atau like fanpage Penerbit DIVA Press di facebook.

3. Jangan lupa share info blogtour ini dengan hashtag #YourLiesGA dan mention ketiga akun di atas.

4. Follow blog ini bisa via GFC atau email (opsional, hanya kalau kalian merasa blog ini berguna bagi kalian saja).

4. Jawab pertanyaan berikut di kolom komentar di bawah dengan format:
Nama | akun twitter | alamat email

Kebohongan terbesar apa yang pernah kalian lakukan/ucapkan kepada sahabat kalian?

5. Giveaway akan berlangsung selama 7 hari dan berakhir pada tanggal 11 Maret 2018 pukul 23.55 WIB.

6. Jika ada pertanyaan jangan sungkan untuk colek saya di twitter. Yang terakhir, good luck 😉

********UPDATE********

Akhirnya genap sepekan sudah giveaway di blog ini berlangsung. Terima kasih kepada para peserta yang telah ikut meramaikan giveaway di lapak ini dan dengan suka rela menuliskan "dosa" yang pernah diperbuat kepada sahabat.
Kebohongan yang tentunya diucapkan bukan dengan niat jahat untuk menyakiti sahabat tapi justru demi sang sahabat dan keutuhan persahabatan. Sama seperti kebohongan yang dibuat Atha kepada Rangga. White Lie. Walau kebohongan tetaplah kebohongan.

Kini tiba saatnya saya umumkan pemenang yang berhasil mendapatkan satu eksemplar novel Your Lies pekan ini, dan dia adalah:

Intan Ayu
@intanayues

Selamat kepada pemenang, saya tunggu konfirmasi data nama dan alamat kamu via DM atau email nurinawidiani84(at)gmail(dot)com paling lambat 2 x 24 jam. Jika konfirmasi tidak dilakukan dalam jangka waktu yang ditentukan, maka akan dipilih pemenang lainnya.

Bagi unyureaders yang belum beruntung, jangan sedih karena masih ada kesempatan mendapatkan novel ini di bloghost selanjutnya. Atau nantikan keseruan lain di blog ini. Terima kasih :)

Minggu, 21 Agustus 2016

[Resensi] The Proposal of Love - Mayya Adnan

Judul: The Proposal of Love
Penulis: Mayya Adnan
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun terbit: Agustus 2014
Tebal buku: 344 halaman
ISBN: 9786020245256



BLURB

Aira Maharani seorang gadis manis dan cerdas yang bekerja sebagai peneliti di Lembaga Konsultan Politik yang bertugas untuk mendampingi Vivian Mahesa selama jelang Pemilukada dihadapkan dengan tugas baru yang menjengkelkan. 

Dan itu berhubungan dengan Raditya Mahesa putra bungsu dari Reynaldi dan Vivian Mahesa, Raditya yang tampan, CEO Mahesa grup, playboy dan gemar bersenang-senang sering membuat keluarganya pusing bukan main. Selain itu apa tugas baru Aira?


RESENSI

Aira Maharani yang sedang terburu-buru tanpa sengaja menabrak Raditya Putra Mahesa dan membuat berkas-berkas Aira berhamburan, sementara jas dan kemeja Raditya ketumpahan kopi. Tapi Raditya tak menyangka kalau Aira, adalah peneliti dan pendamping ibu Radit untuk maju ke pemilukada. Ia harus bekerja sama dengan Aira untuk mensukseskan ibunya.
Raditya pun menyadari kalau Aira ternyata sangat cerdas dan sangat menarik. Sayangnya, Aira sangat dekat dengan Dimas, sepupu Raditya yang juga atasan Aira. Mereka sangat akrab, bahkan orangtua dan puteri Dimas pun begitu dekat dengan Aira. Raditya pun berusaha bersikap sinis dan membenci Aira. Meski ternyata hal itu sangat sulit dilakukan.
Bagi Aira sendiri, berdekatan dengan Raditya membuat hatinya lelah dan terluka. Kadang pria itu sangat manis namun di kala lain bersikap amat berengsek. Belum lagi para wanita cantik yang selalu ada di dekat Radit dan bebas menyentuh dan mencium pria itu tanpa Radit merasa keberatan.
Bisakah Radit membunuh perasaannya dan merelakan Aira untuk Dimas? Atau akankah ia bersikap jantan dan berusaha merebut Aira?

----------------------

Ini pertama kalinya saya mencicipi novel karya Mayya Adnan. Agak ragu-ragu sih karena saya nggak suka covernya. Tapi dibanding dua judul yang lain, The Proposal of Love ini yang paling rada mendingan, dan akhirnya mendorong saya untuk mencoba membaca novel yang diangkat dari wattpad ini.

The Proposal of Love menggunakan dua sudut pandang. Ada sudut pandang orang pertama, yang bergantian dari sisi Aira dan dari sisi Raditya, kemudian ada juga sudut pandang orang ketiga. POV semacam ini memang jamak di wattpad, dan setahu saya, Elex Media Komputindo merupakan salah satu penerbit yang membebaskan penulisnya untuk berganti sudut pandang, meskipun karya tersebut bukan berasal dari wattpad. Nggak membingungkan sih bagi saya, karena setiap pergantian sudut pandang, selalu ada nama tokoh yang mengawali, untuk memandu saya agar tahu siapa yang sedang bercerita. Tapi Aira dan Raditya sedikit terasa masih punya "suara" yang sama. Meski sudah menggunakan pembeda gaya bahasa (Aira memakai aku-kamu, Raditya memakai lo-gue), kadang suaranya masih terasa berasal dari orang yang sama.

Plot novel ini sayangnya masih kurang rapi. Dan ini membuat saya bertanya-tanya apakah memang novel ini nggak dibimbing seorang editor? Karena saya yakin, dengan bimbingan yang benar, pembenahan yang tepat, pasti novel ini bisa lebih bersih dari typo dan lebih rapi.
Alur novel ini maju-mundur dengan beberapa kali flashback. Yang cukup mengganggu bagi saya adalah penulisan "flashback" setiap kali adegan mundur ke beberapa saat sebelumnya. Saya lebih suka penulis bermain dengan sedikit narasi untuk membawa pembaca ke masa lalu. Saya menganggap kata flashback hanyalah seperti jalan pintas yang terlalu mudah bagi seorang penulis.
Setting pedalamannya pun saya masih agak ragu di mana. Apa saya kelewatan detailnya ya? Yang jelas saya buta lokasi kecuali ketika adegan ada di Jakarta.

Yang saya suka dari novel ini adalah usaha Mayya Adnan untuk menyelipkan seluk beluk pemilihan umum. Pekerja humas yang bekerja di balik proses pemenangan calon itu keren banget lho. Saya sih selalu menganggap tim sukses itu keren. Bukan tim sukses yang suka ikut mejeng di koran atau di televisi, sih. Tapi mereka yang mengolah data dan melakukan riset juga memeras otak untuk memenangkan si calon. Tapi mungkin bagi beberapa pembaca yang alergi politik, novel ini bisa jadi membosankan.
Padahal saya rasa ada pesan baik dalam novel ini tentang pemilu yang benar dan bersih. Saya sih merasa ini penting terutama bagi pembaca muda yang bisa jadi adalah pemilih pemula nantinya.

Untuk karakter, memang terasa masih lemah. Aira cukup okelah bagi saya. Mandiri dan cerdas, tapi bisa klepek-klepek pada pandangan pertama. Haha... Aira juga wanita sejati yang nggak terlalu ribet sama kalori dan dandanan. Tapi saya sih penginnya Aira nggak begitu aja suka sama Raditya. Apa sih kualifikasi yang dimiliki Raditya yang bisa bikin jatuh cinta.
Memang dari awal saya merasa ilfil banget sama Raditya. Saya kira dia pria manja. Tapi dari obrolannya dengan Aira dan momen-momen saat rapat, dia ternyata cerdas juga. Cuma ya itu tengilnya nyebelin. Kenapa Aira nggak gaplok aja si Radit sekali-sekali, sih.

Saya sempat nangis baca novel ini, tapi lupa di bagian mana. Ahahaha... Tapi ya saya akui, saya terhanyut sama curahan hati Raditya dan frustasinya dia sampai ke saya. Saya anggap sih itu sebagai poin tambahan untuk novel ini. Seandainya dialog-dialog cerdasnya diperbanyak saya sih makin suka. Cukup sekali dua kali saja si pria merajuk manja, jangan banyak-banyak. Hihihiii...

Overall, saya suka dengan novel ini. Memang masih banyak kekurangan, dan saya berharap seandainya ada cetak ulang, kebolongan dan typonya bisa diperbaiki. Hmm... Saya sih mulai melirik nama Mayya Adnan dan nggak ragu untuk membaca novelnya yang lain.
 

Nurina mengeja kata Published @ 2014 by Ipietoon