Judul buku: Sesaat di Keabadian
Penulis: Mezty Mez
Editor: Ayuning dan Bayu Novri Lianto
Desainer sampul: Maspri
Penerbit: EnterMedia
Tahun terbit: Oktober 2015
Tebal buku: 130 halaman
ISBN: 979-780-835-1
Harga buku: Rp. 42.000,-
BLURB
Ini tentang seseorang yang istimewa di hatiku; seseorang yang tak bisa aku lupakan meski telah lama pergi.
Ini juga tentang seseorang yang mampu membahagiakanku; seseorang yang tak bisa aku tinggalkan di babak kehidupan selanjutnya. Mungkin ceritaku ini sedikit berlebihan,
tapi aku jujur menuliskannya. Bukankah tak ada yang lebih indah dari saling mencintai?
Aku bisa jadi salah seorang perempuan yang beruntung di bumi ini, mungkin saja. Tapi tanpa mereka?
Entahlah bagaimana aku jadinya.
Apakah kamu tahu takdir tentang cinta yang paling menyakitkan itu apa? Jawabannya adalah kamu tidak ingin orang-orang yang mencintaimu patah hati lalu terluka.
Kamu tak perlu setuju dengan jawabanku, karena cinta punya bahasanya sendiri. Percayalah, apa yang aku alami jauh lebih buruk dari sekadar patah hati.
Sampai di sini, maukah kamu mendengar ceritaku selanjutnya?
RESENSI
Sudah empat tahun Dante pergi. Penantian tiada akhir yang lama-lama mengikis harapan Rena secara perlahan. Padahal Dante berjanji akan pulang untuk melamarnya, tapi penantian Rena tak kunjung menemukan temu.
Alex yang selama ini ada di sisi Rena, menyaksikan penantian gadis itu merasa terenyuh. Bukan saja karena ia juga telah kehilangan sahabatnya, Dante, tapi juga karena di hati Alex telah tumbuh perasaan lain. Sekuat tenaga Alex berusaha menepisnya dengan cara menyakiti diri. Merusak diri.
Apa sebenarnya yang terjadi pada Dante? Akankah Dante muncul dan menjawab segala penantian dan air mata Rena? Ataukah Rena akan berpaling pada cinta Alex yang selalu setia?
------------
Saya menghabiskan waktu membaca buku ini dengan waktu yang luar biasa cepat. Kurang dari seperempat hari! Bukan hanya karena bukunya yang tipis dan ukuran fontnya yang besar tapi juga karena bahasanya yang simpel dan mudah dicerna.
Sesaat di Keabadian diceritakan melalui sudut pandang orang ketiga dengan fokus utamanya pada Rena dan Alex. Hanya saja menurut saya POV orang ketiga ini seolah masih membentengi saya sebagai pembaca dengan para tokoh utama. Perasaan mereka kurang sampai pada saya. Seandainya kegelisahan mereka juga diungkapkan melalui gestur dan gerak-gerik yang lebih spesifik, pastinya kegundahannya akan lebih sampai lagi.
Saya sedikit dibingungkan dengan timeline-nya, karena kecelakaan terjadi di tahun 2008 tapi di tahun 2013 mengapa Rena bilang kalau sudah menanti selama empat tahun?
Dan saya rasa adegan di bab awal itu mungkin akan lebih baik jika diletakkan di belakang, sebagai additional scene atau fragmen, agar nggak merusak twist yang ada di endingnya. Itu akan lebih twisting menurut saya.
Tapi karena ini adalah novel lanjutan dari Hai, Luka dan saya belum membaca novel tersebut, mungkin saja adegan awal itu sudah terjadi di novel selanjutnya.
Dan melihat ending Sesaat di Keabadian yang saya kira twist ending, sepertinya akan ada lanjutan lagi dari novel ini. :))
Pengkarakteran tokohnya kurang tereksplor, cenderung ditekankan melalui deskripsi dari penulis dan bukan ditunjukkan secara alami melalui gestur, dialog ataupun pola pikir sang tokoh.
Karakter Alex semestinya bakal bisa mencuri perhatian, karena ia digambarkan sebagai pria tangguh namun berusaha mati-matian mengendalikan diri.
Mezty Mez beberapa kali menggunakan kalimat asosiasi dalam novel ini. Indah dan mengena. Kalimat-kalimat bijak yang cantik yang bisa jadi membuat baper kalau saya juga tengah menanti seseorang seperti Rena. ^^
Secara keseluruhan novel ini cukup menghibur dengan kisahnya yang ringan. Simple and warm.
-----------GIVEAWAY TIME-------------
Naah sekarang waktunya saya untuk kembali bagi-bagi hadiah berupa satu buah novel Sesaat di Keabadian bagi kamu yang beruntung!
Hoohhoo... sudah nggak sabar kan?Caranya mudah saja:
1. Peserta tinggal atau memiliki alamat kirim di Indonesia.
2. Follow akun twitter @OnlyMezty @ Entermedia3 dan akun saya @KendengPanali
3. Share info giveaway ini dengan hashtag #SesaatDiKeabadian dan jangan lupa mention ketiga akun di atas.
4. Follow blog ini melalui GFC atau email.
5. Menjawab pertanyaan di bawah ini dengan menyertakan Nama | Akun twitter | Nama yang digunakan untuk memfollow blog | alamat email
Sesaat di Keabadian adalah kisah tentang penantian. Share dong lagu favorit kalian yang mengisahkan tentang penantian. Yang sekiranya bakal cocok untuk jadi soundtrack membaca novel ini ;)
6. Giveaway akan berlangsung selama 6 hari dan akan saya tutup pada tanggal 10 Februari 2016 pukul 23.59 WIB.
Pemenang akan diumumkan serentak di blog www.ach-bookforum.blogspot.co.id pada tanggal 12 Februari 2016.
7. Yang terakhir good luck yaa :)

