Tampilkan postingan dengan label booktour. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label booktour. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 November 2016

[Booktour: Review & Title Interpretation] (Never) Looking Back - Elvira Natali

Judul Buku: (Never) Looking Back
Penulis: Elvira Natali
Editor: Tesara Rafiantika
Desainer sampul: Agung Nugroho
Penerbit: Gagas Media
Tahun terbit: 2016
Tebal buku: 272 halaman
ISBN: 978-979-780-867-9



BLURB

"Aku ingin melihatmu bahagia, tetapi bersamaku. Hanya bersamaku."

Casta selalu yakin, seterjal apa pun jalannya, impian harus bisa dicapai. Karena itulah, ia meninggalkan Jakarta, meninggalkan cinta, untuk mewujudkan mimpinya menjadi seorang desainer di Paris. Ia terbiasa hidup seorang diri, tak terlalu memedulikan jika hatinya sepi.

Namun, pertemuan tak sengaja dengan Phillip Bouvier, seorang seniman pasir, membuatnya sadar bahwa ia tak bisa selamanya sendiri. Kepada Casta, laki-laki yang pernah kehilangan itu menemukan kembali kepercayaan akan cinta. Mereka saling mengisi kekosongan yang lama menggelayut di hati.

Ternyata, cinta tak selalu seperti dongeng. Orang dari masa lalu Casta hadir kembali dan meninggalkan jejak yang tak mungkin terhapus. Casta tak ingin melepaskan genggaman Phillip. Namun, ia juga tahu, ketidaksempurnaannya telah meninggalkan luka mendalam bagi lelaki itu. Sama sepertimu, Casta dan Phillip juga membutuhkan seseorang yang mendekap hatinya. Keduanya tak pernah bisa menerka akhir mana yang terbaik untuk mereka.


RESENSI

Dunia seakan ada di genggaman Casta saat ini. Betapa tidak, ia yang seorang yatim piatu, yang berangkat ke Paris untuk menimba ilmu sebagai desainer melalui beasiswa, kini telah menjadi salah satu desainer top papan atas di Paris. Puncaknya adalah ketika ia menjadi opener dalam Paris Fashion Week dan namanya diberitakan di mana-mana.
Ketika pikirannya buntu, Casta memutuskan pergi ke London untuk mencari inspirasi. Tak disangka, insiden kecerobohan kecil membawanya berkenalan dengan Phillip Bouvier. Meski perkenalan awal mereka kurang menyenangkan, tapi itu tak mencegah niat mereka untuk bertemu lagi, lagi dan lagi. Hingga mereka saling mendalami apa yang mereka simpan dalam hati masing-masing.
Namun, tiba-tiba saja, pria dari masa lalu Casta muncul. Adalah Kevin, seorang pembalap F1 top dunia yang merupakan teman dan mantan kekasih Casta. Pertemuan kembali itu membawa nostalgia yang ternyata kebablasan.
Ketika hati Casta mantap memilih, ia mendapati konsekuensi dari perbuatan sembrononya. Casta terjebak dilema. Apakah ia bisa mempercayai Phillip dan menyerahkan hatinya? Ataukah ia harus meminta pertanggungjawaban Kevin dan mengingkari degup jantungnya?

********

(Never) Looking Back merupakan novel yang ringan dan mudah dibaca. Membaca novel ini menjadi pengalaman yang menyenangkan untuk mengisi waktu yang cukup luang. Ini juga menjadi kali pertama saya membaca karya Elvira Natalia dan saya lumayan menikmatinya.
Dibuka dengan prolog tujuh tahun sebelumnya, membuat benak saya dibuat bertanya-bertanya sepanjang melahap habis novel ini. Akan seperti apa hubungan Casta dan Kevin setelah mereka terpisah jarak dan waktu. Namun, meskipun pada akhirnya saya mendapatkan jawabannya toh tetap saja masih ada banyak pertanyaan tak terpuaskan di benak saya.

Novel ini menggunakan sudut pandang orang ketiga serba tahu. Membuat saya dengan gamblang merasakan apa yang dirasa oleh para tokohnya. Kadang saya ikut kesal, ikut bingung dan ikut geleng-geleng mengikuti polah Casta. Temponya begitu cepat dan banyak lompatan waktu yang kentara. Ini membuat saya mudah terhanyut dan terbawa hingga tanpa sadar telah tiba di akhir kisah. Deskripsi, narasi dan dialognya berimbang dengan takaran yang pas. Walau masih kurang mendetail dalam bangunan setting waktu dan latarnya, tapi jalinan kisahnya sendiri sudah menyita rasa penasaran saya.

Dalam (Never) Looking Back, Casta merupakan heroine yang disebutkan mandiri, ceria dan kuat. Ia begitu fokus pada cita-citanya dan berusaha melakukan yang terbaik. Namun kesempurnaan pribadi itu remuk ketika ia bertemua Phillip. Casta mulai berani bergantung. Saya rasa ini sweet. Bergantung bukan berarti perempuan jadi melemah, bergantung berarti perempuan semakin kuat terutama dalam hal mempercayai. Apalagi kalau pria itu seperti Phillip, yang meski rela melakukan apa saja demi Casta tapi masih mrnggunakan logikanya. Mereka pasangan yang manis dan chemistrynya lumayan asyik.

TITLE INTERPRETATION

Membaca judul novel ini mau nggak mau saya cukup berpikir keras. Saya sering mendapati kata yang dikurung di beberapa judul novel dan selalu sulit paham. Hahaha.. Tapi mari saya kupas berdasar judul keseluruhannya: Never Looking Back.

Bisakah kita benar-benar meninggalkan masa lalu di belakang kita tanpa pernah menengoknya lagi?
Saya sendiri merasa nggak mungkin. Entah kenangan manis atau pahit, saya perlu mengintip sejenak ke masa lalu untuk pembelajaran diri. Sudah tepatkah langkah saya? Sudah kuatkah saya dari hari kemarin? Sudah sebaik apa saya dibanding waktu lalu?
Dan seperti itulah Casta dan Phillip. Ada kenangan pahit di masa lalu yang menghancurkan hati mereka, tapi toh hal itu menjadi cambuk bagi mereka untuk bangkit dan meraih masa depan yang lebih bahagia. Menatap ke belakang, memetik pelajaran dan kemudian mengikhlaskan, itulah yang dilakukan Casta dan Phillip sehingga mereka semakin tenang menapaki masa depan mereka masing-masing.
(Never) Looking Back membuat saya mengerti, nggak ada yang salah dengan masa lalu, nggak ada yang salah dengan menatap ke belakang sejenak untuk menyadari bahwa betapa kuatnya kita sekarang.

******GIVEAWAY TIME*******



Bagaimana? Sudah membaca review dan tittle interpretation saya? Sudah cukup penasaran dan mupeng abis sama novel unyu satu ini?
Nah buat kalian, saya akan membagikan satu eksemplar novel (Never) Looking Back untuk satu orang pemenang.

Syaratnya mudah saja seperti biasa ya:

1. Peserta adalah warga negara Indonesia atau memiliki alamat pengiriman di Indonesia.

2. Follow akun twitter @elpignutt, @Gagasmedia dan @KendengPanali, kemudian share info GA ini dengan mention ke akun kami berempat dan jangan lupa sertakan hashtag #NeverLookingBack

3. Boleh banget kalau mau follow blog ini via email, G+ atau GFC yang bisa dilihat di bagian samping postingan ini. (Optional saja dan nggak memaksa).

4. Jawab pertanyaan berikut di kolom komentar dengan menyebutkan nama | akun twitter | domisili | alamat email. Dan pertanyaannya adalah:

Apa arti masa lalu bagimu?

5. Giveaway akan berlangsung selama lima hari dan ditutup pada tanggal  28 November 2016 pukul 23.59 WIB.

6. Jika ada pertanyaan, jangan segan colek saya di akun saya, ya. Good luck :))

*********UPDATE*******

Halooo... Lima hari sudah berlalu, dan pastinya giveaway (Never) Looking Back. Terima kasih untuk semua peserta yang sudah ikut memeriahkan book tour ini. Kalian luar biasa. Masa lalu membuat kalian kuat, sama seperti Casta dalam novel ini.
Tanpa perlu panjang lebar lagi, sekarang saya mau mengumumkan satu orang pemenang yang beruntung mendapatkan satu eksemplar (Never) Looking Back dan dia adalah......



 Bety Kusumawardhani
@bety_19930114


Selamat kepada pemenang!!! Saya tunggu data alamat lengkap dan nomor telepon kamu via email saya nurinawidiani84(at)gmail(dot)com paling lambat dalam 2 x 24 jam.

Bagi yang belum beruntung jangan sedih yaa... Masih ada kesempatan mendapatkan novel ini di host yang lain :)


Senin, 10 Oktober 2016

Cinta dan Dilema Persahabatan | Cinta Pangeran Es - Dinni Adhiawaty, Booktour



Sahabat, kita begitu kuat dalam jalinan yang melebihi persaudaraan. Tiang yang saling menopang satu sama lain. Sering aku terjatuh namun kau menegakkanku. Pun sebaliknya.

Sahabat, kau kekuatan sekaligus kerapuhanku. Bersamamu aku sanggup menghadapi apa pun, dan tanpamu aku bagai gigil yang kehilangan api.

Kita telah menapaki beragam jalan. Bukan hanya jalan nan mulus, namun yang terjal, yang berliku, hingga yang penuh duri. Tak sekalipun kita menyerah. Tak sekalipun kita berselisih jalan. Pertengkaran kita tak pernah menghancurkan. Malah perselisihanlah yang mendewasakan kita.

Namun....

Sejak kau mengenal cinta semua berubah.

Tak kudengar lagi suara gelakmu. Tak kurasa lagi kehadiranmu. Tak kulihat lagi ketulusanmu. Apa yang salah?
Yakinkah kau itu cinta?
Tak semestinya cinta meretakkan persahabatan. Tak seharusnya cinta merenggangkan ikatan. Tak seharusnya cinta mengekang dan membatasi langkahmu. Rasa cintamu padanya telah menjadi tembok besar di antara kita.

Rasa serba salah ini meremukkanku. Aku ingin menyadarkanmu. Aku ingin menyingkap kabut yang membutakanmu. Tapi kau semakin menjauh. Kau menolak mendengar apa pun. Cinta.... telah menutup mata dan hatimu.

Tapi aku tetap setia menanti. Aku tetap akan ada untukmu hingga nanti. Karena semestinya cinta dan persahabatan adalah rasa yang saling melengkapi. Bukan saling membelakangi. Dilema ini harus segera diakhiri.

Seperti halnya hubungan Cinta dan Andara di dalam novel Cinta Pangeran Es. Kehadiran Raffa dalam hidup Andara, membuat hubungannya dengan Cinta menjadi renggang. Padahal mereka telah bersahabat begitu lama, bahkan Andara selalu mendukung hubungan Cinta dan Andra. Namun rasa cinta Andara pada Raffa membuatnya tega menyakiti Cinta. Hanya demi keserakahan.

Novel Cinta Pangeran Es telah memberikan pelajaran yang menarik tentang meletakkan kepercayaan pada cinta dan persahabatan. Rasa sesal yang datang terlambat, juga kata maaf yang akan selalu dimiliki oleh seorang sahabat.

************GIVEAWAY TIME************



Kalian penasaran apa yang terjadi pada Cinta dan Andara? Ada kesempatan bagi kalian untuk mengikuti kisahnya dengan memenangkan satu eksemplar Cinta Pangera Es di blog saya. Mau? 😉

Caranya mudah saja kok:

1. Peserta adalah warga negara Indonesia atau memiliki alamat di Indonesia.

2. Follow akun twitter penulis dan penerbit @Diidee83 @KataDepan_ juga akun twitter saya @KendengPanali

3. Share giveaway ini dan jangan lupa mention ketiga akun di atas dengan hashtag #sepuluhharibicaracinta dan #booktourCPE.

4. Follow blog ini via email, G+ atau GFC (optional aja ya, kalau kalian merasa blog ini penting untuk difollow 😉)

5. Jawab pertanyaan berikut di kolom komentar dan jangan lupa untuk menyertakan nama | akun twitter | alamat email. Dan pertanyaannya adalah:

Share yuk pengalaman kalian... Pernahkah kalian mengalami cinta dan dilema persahabatan? Bisa dari sisi Cinta, sisi Andara bahkan dari sisi Raffa.

6. Giveaway hanya berlangsung tiga hari dan ditutup pada tanggal 12 Oktober 2016 pukul 23.59 WIB.

7. Jika masih ada pertanyaan jangan segan colek saya di medsos yaa.. Good luck! 😊

**********UPDATE*******

Akhirnya Booktour Cinta Pangeran Es di blog saya telah berakhir. Terima kasih atas partisipasi teman-teman semua. Membaca jawaban kalian saya sadar betapa luar biasanya teman-teman dalam menghadapi dilema cinta dan persahabatan.
Jujur saya nggak bisa memilih mana jawaban terbaik, jadi saya pun meminta bantuan Mr. Random untuk memilihkan seorang pemenang. Dan yang beruntung mendapatkan satu eksemplar Cinta Pangeran Es adalah:

Aisyah Rahmatusysyifa
@pabooel

Selamat yaa. Saya tunggu nama, alamat dan nomor hape kamu di email saya nurinawidiani84(at)gmail(dot)com, paling lambat 2 x 24 jam.

Bagi kalian yang belum beruntung, jangan sedih. Masih ada kesempatan mengikuti rangkaian booktour CPE Sepuluh Hari Bicara Cinta. Tetap semangat ya 😘


 

Nurina mengeja kata Published @ 2014 by Ipietoon