Minggu, 31 Juli 2016

[Resensi] A Thousand Miles in Broken Slippers - Rosi L. Simamora

Judul buku: A Thousand Miles in Broken Slippers (Leo Consul's Life Story)
Penulis: Rosi L. Simamora
Editor: Mirna Yulistianti
Proofreader: Sasa
Desain sampul & ilustrasi isi: Itjuk Rahayu
Setter: Fitri Yuniar
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: Januari 2016
ISBN: 9786020319780



BLURB

Aku dilahirkan di Bolinao, Filipina, di tengah keluarga miskin. Ayah hanya pekerja serabutan, sedangkan Ibu tukang cuci dan pedagang asongan. Sementara sejak berumur delapan tahun, aku sudah jadi pemulung dan tukang bersih bus antarkota.

Masa kecilku getir dan sulit. Bukan hanya disebabkan kemiskinan yang melilit, namun karena kebencian dan penolakan yang dilontarkan dunia padaku. Termasuk oleh kakak-kakakku, yang membenciku karena ayah mereka sangat menyayangiku. Ya, "ayah mereka", kataku, karena aku ini anak dari hubungan di luar pernikahan.

Tapi justru ayah tiriku itulah yang menjadi penyelamatku. Ia obat bagi setiap lukaku. Ia membentukku dengan nasihatnya, mencintaiku sepenuh jiwanya. Dialah yang membuatku terus berjuang menjadi murid terpandai di sekolah, merebut medali demi medali, meski ke mana pun aku pergi, kakiku hanya beralas sandal jepit yang menipis digerus langkah.

Tapi seperti kata Ayah, "Jangan biarkan sandal jepitmu menjadi jati dirimu."

Maka aku percaya, tak ada satu pun yang tak dapat kucapai, meski kakiku hanya beralaskan sandal jepit usang.


RESENSI

Leo Consul atau yang biasa dipanggil Dong terlahir dari keluarga miskin di Bolinao, Filipina. Hidupnya sangat sulit dan penuh penolakan, karena ia adalah anak haram. Tapi Dong tak pernah kehilangan harapan dan mimpi. Ia bekerja keras. Dengan sandal jepit lusuh, baju seragam bekas, Dong selalu menjadi siswa berprestasi. Ia selalu berusaha tampil di beragam perlombaan hanya agar lemenangannya bisa membuat ibunya tersenyum. Tapi, sebanyak apa pun medali yang diperolehnya, setinggi apa pun prestasinya, Dong tetap tak bisa mendapat cinta ibunya. Hanya ayah tirinya, yang mendukung dan mencintainya sepenuh hati.
Begitu lulus kuliah, Dong kesulitan mendapatkan pekerjaan. Saat itulah seorang kenalan menawarinya untuk ikut bekerja ke Jakarta, Indonesia. Dong mengambil kesempatan itu. Siapa sangka, hidup di Jakarta sungguh keras dan Dong terseok-seok menggapai impiannya.

-----------------------

Bagi pengamat layar kaca pertelevisian Indonesia pasti sudah sangat hafal siapa Leo Consul. Sayangnya saya bukan penikmat acara televisi, dan saya baru tahu tentang Leo Consul juga dari buku inspiratif ini. Yah, maklum saja televisi saya hanya menyala jam 5 - 7 sore, itu pun buat nonton Adit & Sopo Jarwo. Mana saya tahu kalau ia adalah salah satu host acara musik Dahsyat. *kunyah tivi* Wkwkwk~

A Thousand Miles in Broken Slippers adalah riwayat hidup penuh liku Leo Consul yang ditulis oleh Rosi L. Simamora. Kalimat yang digunakan sangat indah dan disusun dengan cantik. Sangat menyentuh. Terutama di bagian masa kecil Dong yang amat sangat menginginkan perhatian ibunya.
Ceritanya sangat miris dan nampak sekali bahwa bagi Dong hidup adalah perjuangan tanpa henti. Kepedihan menghampirinya dengan bertubi-tubi tapi ia justru makin kuat. Yang menyakitkan bagi saya adalah membaca sikap perlakuan kakak-kakak Dong yang kejam yang dipicu oleh tindakan sang ayah.
Di bagian ini saya sama sekali gak mengerti apa alasan ayah. Kenapa dia begitu penuh kasih pada Dong yang bukan anak kandungnya, tapi bersikap keras dan main pukul pada anak kandungnya. Apa alasannya? Apa karena Dong penurut? Apa karena Dong berprestasi? Atau ada alasan lain?
Yang membuat saya sedih, kenapa ayah harus bersikap begitu. Sebagai ayah bahkan sebagai orangtua mestinya seseorang bisa bersikap adil pada anak-anaknya. Anak yang tumbuh dengan rasa dihargai pasti akan menjadi tangguh. Sama seperti Dong. Rasa dihargai walau hanya berasal dari sosok ayah dan guru-guru, tapi bisa membangkitkan semangat dan harapan Dong.

Ini adalah kisah tentang harapan dan mimpi yang bisa diraih bukan karena status kelahiran. Tapi masa depan yang diraih dengan tekad kuat dan kerja keras. Kalau orang jawa bilang "ngrekosone kuat". Siapa yang bisa bertahan dalam penderitaan dialah yang akan mendapat kebahagiaan nantinya.

Buku ini benar-benar sangat inspiratif. Penulisannya yang rapi dan timeline alur cerita yang jelas membuatnya enak untuk dinikmati. Saya sendiri membaca buku ini saat sedang liburan dan rasanya saya jadi punya semangat untuk melalui hari-hari penuh kerja keras seusai liburan ke depan.


TEBAR-TEBAR QUOTE


Jika.
Ya, bahkan sampai sekarang pun hidupku masih teramat mengandalkan kata yang satu itu. Tapi toh, bagiku itu cukup. Karena "jika" berarti harapan, setipis apa pun itu. Karena "jika" berarti aku masih berjuang untuk maju, sesulit apa pun itu. Karena "jika" berarti cahaya, seredup apa pun itu. (hlm. ix)

"Tidak ada yang namanya pilihan salah ataupun benar. Setiap pilihan membawa kita ke sesuatu yang akan menggugah atau mematahkan kita. Yang terpenting adalah, kita tahu cara untuk bangkit kembali setiap kali kita terjatuh." - Leo Consul (hlm. 53)

"Jangan biarkan sandalmu menentukan jati dirimu, Dong. Jangan pernah merasa malu ke sekolah hanya mengenakan sandal dan seragam lungsuran yang sudah pudar putihnya. Hanya ada satu cara untuk memperbaiki takdirmu—sekolah. Timbalah ilmu setinggi mungkin, Nak. Jangan seperti ayahmu ini. Biarpun kau tidak menggunakan sepatu bermerek yang mahal, kalau kau terus berjuang dan giat belajar, sandalmu yang hanya seharga lima belas peso ini akan membawamu hingga ribuan mil perjalanan. Mengantarmu ke tempat-tempat jauh, yang tak pernah kaubayangkan pernah ada. Membawamu memetik bunga-bunga impian. Dan aku akan bahagia sekali, Nak. Bahagia untukmu." (hlm. 187)

Sabtu, 23 Juli 2016

[Resensi] Pesona Sang Koki - Sherry Thomas

Judul buku: Pesona Sang Koki
Judul asli: Delicious
Penulis: Sherry Thomas
Penerjemah: Lely Citra Maharani
Penyunting: Nur Asiah
Penerbit: Dastan Books
Tahun terbit: Maret 2012
Tebal buku: 428 halaman
ISBN: 978-602-9267-78-5



BLURB

Verity Durant terkenal dengan masakannya yang mampu memikat siapa pun mulai dari raja hingga pelayan. Namun, kisah cintanya yang penuh dengan skandal juga diketahui oleh banyak orang. Ia menjalin hubungan dengan majikannya yang bangsawan, Bertie Somerset. Namun, hubungan itu kandas karena Bertie batal menikahinya.

Sementara itu, Stuart Somerset, adik tiri Bertie, adalah salah satu bintang politik yang menanjak kariernya. Setelah Bertie meninggal, Stuart mewarisi semua estat Bertie sekaligus pelayan-pelayannya, termasuk Verity. Verity Durant hanyalah sekadar nama bagi Stuart, sampai masakan pertamanya menyentuh bibir pria itu. Tidak biasanya Stuart merasakan kenikmatan seperti itu, hanya sekali ketika ia dulu bertemu dengan seorang wanita misterius yang kemudian menghilang di saat fajar. Diam-diam Stuart merasakan hasrat yang luar biasa terhadap Verity tanpa mengetahui siapa Verity sebenarnya. Sementara itu, ketika Stuart menjadi majikan barunya, semua kenangan bersama Stuart dulu meskipun hanya satu malam kembali menghantui Verity, dan Verity kembali merasakan hasrat menggebu untuk bersama dengan Stuart lagi.

Apakah Stuart mampu menerima Verity kembali setelah apa yang dilakukan wanita itu padanya? Dan apakah Verity mampu memenangkan hati Stuart kembali dengan masakannya yang erotis dan luar biasa?


RESENSI

Tiba-tiba saja saat sedang memimpin anak buahnya untuk menyiapkan makan malam, Verity Durant mendapat kabar bahwa sang majikan, Bertie Somerset, meninggal dunia. Verity cukup terpukul, bukan karena ia pernah menjalin hubungan sangat dekat dengan Bertie. Hubungan itu kandas saat Bertie tak bisa menerima siapa dirinya yang hanya seorang juru masak. Tapi Verity juga cemas karena dengan meninggalnya Bertie maka semua warisan Bertie akan jatuh kepada sang adik tiri, Stuart Somerset. Lelaki yang juga pernah ada di masa lalu Verity.
Stuart menerima kabar kematian Bertie dengan hati tak menentu. Bertahun-tahun ia membenci dan berseteru dengan sang kakak. Saat ini karir politiknya mulai menanjak dan ia telah melamar Miss. Blesser sebagai pendamping hidupnya. Namun ketika ia tiba di Fairleigh Hall dan mencicipi masakan Varity ia mulai merasakan hasrat terhadap juru masaknya bahkan sebelum ia melihat wajah Varity. Stuart menjadi teringat pada kenangan akan wanita tak dikenal yang masuk ke dalam hidupnya dan menghabiskan malam yang tak akan sanggup dilupakan Stuart.
Ketika mereka bertemu akankah kesalahpahaman sepuluh tahun lalu bisa terurai? Dan akankah Stuart menerima Verity apa adanya?

--------------------

Ini pertama kalinya saya membaca karya Sherry Thomas. Dan rupanya ini adalah pengalaman pertama yang kurang memuaskan. Padahal saya membacanya dalam suasana liburan tapi cerita novel ini malah bikin saya stres karena banyaknya hal yang nanggung.

Novel ini bersetting tahun 1882-1892 dan beralur maju-mundur. Cara bertuturnya lumayan lebay terutama dalam hal mencicipi makanan. Yaaah Verity digambarkan sebagai koki terhebat yang pernah ada di generasinya,  masakannya sangat sempurna sampai-sampai seorang pria tua yang masam bisa makan lahap dengan kegembiraan seperti anak-anak. Nah, kalau dia sebegitu hebatnya, sampai bisa bikin Stuart berhasrat secara sensual saat menyantap makanannya, mestinya dia bisa jadi koki istana kan?
Saya sampai capek membaca betapa berlebihannya penulis menggambarkan masakan Verity.

Terjemahan yang kurang bagus juga memberi banyak pengaruh yang membuat saya benar-benar kebingungan. Banyak tata kalimat yang salah. Jalan ceritanya pun terbilang absurd apalagi saat Stuart dan Verity telah tinggal seatap dan mereka nggak pernah berjumpa. Sampai menutup buku ini, saya nggak menemukan satu pu  momen romantis di antara Stuart dan Verity. Semuanya flat. Datar tanpa emosi.
Saat Stuart mengenali Verity, menyalahkan Verity karena telah menunggalkannya dulu dan kemudian mengusir Verity? Mungkin saya bakal nangis kalau itu terjadi di novel karya Penny Jordan, tapi di sini, saya malah merasa lucu.

Dan baru kali ini saya sebal setengah mati pada si heroine. Bukan hanya karena saya nggak bisa paham sama jalan pikirannya, tapi Verity bukan karakter kesukaan saya. Dia menertawakan dongeng Cinderella dan dongeng lainnya, tapi masih menganggap dirinya Cinderella. Dan apa yang terjadi di masa lalu sehingga ia kehilangan jati dirinya yang bangsawan, itu bukan salah sang bibi, ternyata karena kebodohan Verity sendiri. Saya jadi kesal dan jengkel, jadi karena si Verity saat muda ini gegabah, dia hamil tapi kabur, tapi menganggap bibinya jahat. Hadeeeeh.

Well, saya sebenarnya bukan pembaca yang gampang menyerah pada seorang penulis. Buktinya saya tetap menamatkan buku ini walau saya kesal setengah mati. Tapi kalau untuk membaca karya Sherry Thomas lagi... entahlah, saya masih merasa capek.

Jumat, 08 Juli 2016

[Resensi: Devil May Cry - Sherrilyn Kenyon] Menaklukkan Sang Mantan Dewa Sumeria

Judul buku: Devil May Cry
Penulis: Sherrilyn Kenyon
Series: Dark-Hunter #11, The Entire Dark-Hunterverse #13
Penerbit: St. Martin's Press
Tahun terbit: Agustus 2007
Tebal buku: 384 halaman
ISBN: 9781429917421



BLURB

As an ancient Sumerian god, Sin was one of the most powerful among his pantheon. . . Until the night Artemis brutally stole his godhood and left him for dead. For millennia, this ex-god turned Dark-Hunter has dreamed only of regaining his powers and seeking revenge on Artemis. If only life were that simple.

Unfortunately he has bigger fish--or in Sin's case--demons, to fry. The lethal gallu that were buried by his pantheon are now stirring and they are hungry for human flesh. Their goal is to destroy mankind and anyone else who gets in their way. Sin is the only one who can stop them—that is if a certain woman doesn't kill him first. Unfortunately, Sin discovers that now he must rely on her or witness an annihilation of biblical proportions. Enemies have always made strange bedfellows, but never more so than when the fate of the world hangs in the balance. Now a man who knows only betrayal must trust the one person most likely to hand him to the demons. Artemis may have stolen his godhood, but this one has stolen his heart. The only question is will she keep it or feed it to the ones who want him dead? 


RESENSI

Baca via Bookmate di rumah Nenek


Ketika Artemis meminta bantuan Katra Agrotera untuk membunuh Sin, Kat sempat ragu. Sin adalah mantan dewa Sumeria yang kekuatannya dicuri Artemis, dan Artemis takut jika Sin mencoba membalas dendam padanya. Maka, meski Artemis telah menyerahkan Kat pada Apollymi, tapi Artemis tetap meminta pertolongan Kat.
Kat menjalankan misinya dan mendapati Sin sama sekali tak menjalankan tugasnya sebagai Dark-Hunter. Alih-alih memburu Daimon, Sin justru memburu iblis lain dan melakukan kekejaman pada korban yang telah dibunuh oleh iblis-iblis itu.
Ketika melihat Katra, Sin salah menyangka gadis itu sebagai Artemis. Itu sebabnya Sin melumpuhkan gadis itu dan memaksanya untuk mengembalikan kekuatan Sin yang telah dicurinya. Hingga ia menyadari mengapa Katra bisa sangat mirip dengan Artemis.
Tak sepenuhnya percaya pada Artemis, Kat memilih mempercayai Sin yang mengaku sedang membasmi iblis gallu. Dan bahwa kegilaan Sin belakangan ini karena para gallu berusaha membebaskan Dimme, kekuatan besar yang bisa memusnahkan seluruh umat manusia.
Kini Kat dan Sin berkejaran dengan waktu berusaha mencari saudara kembar Sin, Zakar, dan berusaha menghentikan usaha para gallu untuk membebaskan Dimme. Sementara, semakin sering mereka bersama, semakin kuat ketertarikan yang mereka rasakan satu sama lain. Kat mencintai pria tangguh penyendiri yang telah merasakan banyak kehilangan dan pengkhianatan dalam diri Sin. Dan Sin semakin menyadari bahwa Kat sama sekali berbeda dengan Artemis dan memuja kebesaran hati Kat. Tapi bagaimana jika Sin akhirnya mengetahui rahasia Kat yang berhubungan dengan hilangnya kekuatan dewa Sin ribuan tahun lalu? Akankah Sin tetap percaya?

------------------------------

Katra adalah karakter favorit saya, apalagi sejak dia ikut bertarung membantu Cassandra dan Wulf di Kiss of The Night. Sosoknya yang misterius dan sama sekali tak diketahui keberadaannya oleh Acheron semakin membuat saya penasaran. Dan akhirnya di novel ini terjawab sudah hubungan apa yang dimiliki oleh Katra dan Acheron, dan dari mana semua bermula.

Di novel ini Kat makin kelihatan badass-nya. Kekuatannya nggak diragukan lagi, mengingat asal-usulnya jelas kalau kekuatan Kat benar-benar besar. Ia bisa memanggil kekuatan Apollymi, tapi juga bisa bertarung dengan tangan kosong atau senjata sama baiknya. Namun setelah menghabiskan ribuan tahun bersama Artemis, benar-benar luar biasa sifatnya nggak meniru Artemis sama sekali. Kat justru sangat bijak, penuh humor, dan pintar. Beda banget dengan Artemis yang kekanakan dan egois. Kekuatannya yang bisa merasakan emosi orang lain membuatnya mudah berempati, dan saya suka caranya 'menjinakkan' Sin, bahkan hanya dengan kata-kata yang tepat.

Saya jatuh cinta pada Sin. Walaupun rasanya saya memang jatuh cinta sama semua Dark-Hunter. Hahaha...
Sebagai mantan dewa, Sin jadi pasangan yang seimbang bagi Kat. Kuat, tangguh, keras dan penyendiri. Pengkhianatan dan rasa kehilangan membuat Sin sulit mempercayai orang lain, namun perlahan kehadiran Kat membuatnya terbuka, dan kelihatan kalau Sin tergila-gila mampus sama Kat. Hubungan mereka terasa manis banget.
Keinginan Sin untuk melindungi umat manusia dengan kekuatannya sendiri itu juga maniiiis...

Hal yang paliiiing saya suka adalah saat Acheron tahu tentang Katra. Ya ampun bikin nangis, sumpah! Saya tersentuh banget dengan pertemuan pertama mereka. Dan terharu karena Acheron langsung bisa mengambil peranannya. Acheron selalu bijak dan hangat, ia selalu penuh kasih kepada orang-orang terdekatnya. Tapi caranya menjawab pertanyaan Katra dan caranya menghibut Katra terasa berbeda dan bikin saya meleleh. Aaah pokoknya saya suka banget dengan chemistry antara Kat dan Acheron.

Artemis seperti biasa bikin saya pengin nyekek. Apalagi waktu dia menolak membantu Kat, ya ampun Kat tabah banget punya ibu semacam itu. Simi dan Xirena adorable seperti biasa, saya selalu suka setiap kali mereka muncul dan... bertengkar. Haha..
Banyak tokoh yang muncul dalam novel ini, tapi semua punya porsi yang pas dan nggak bikin bingung. 

Secara keseluruhan saya suka kisah ini, bukan hanya hero dan heroine-nya yang lovable tapi juga karena kentalnya kekeluargaan dan persahabatan dalam novel ini. Sayang terjemahan seri Dark-Hunter berhenti di Unleash The Night, padahal saya merasa Dark-Hunter adalah serial terbaik untuk genre paranormal romance.

Minggu, 03 Juli 2016

[Resensi] Cocky Bastard - Penelope Ward & Vi Keeland

Judul buku: Cocky Bastard
Penulis: Penelope Ward & Vi Keeland
Penerbit: EverAfter Romance
Tahun terbit: Agustus 2015
Tebal buku: 337 halaman


Baca Cocky Bastard via Bookmate


BLURB

He was someone who belonged in my wildest fantasies instead of a rest stop in the middle of Nebraska.

A sexy, cocky, Australian named Chance was the last person I expected to run into on my cross-country drive.

When my car broke down, we made a deal. Next thing I knew, we were traveling together, spending sexually-tense nights in hotels and taking unplanned detours. 

My ordinary road trip turned into the adventure of a lifetime. It was all fun and games until things got intense.

I wanted him, but Chance wouldn’t make a move. I thought he wanted me too, but something was holding him back. 

I wasn’t supposed to fall for the cocky bastard, especially when I knew we’d be going our separate ways.

All good things must come to an end, right? 

Except our ending was one I didn’t see coming.


RESENSI

Dalam perjalanannya dari Chicago ke Temecula, California, Aubrey bertemu dengan Chance Bateman. Seorang pria arogan nan seksi yang menyapanya di toko sovenir. Ketika hendak melanjutkan perjalanan, Aubrey menyadari ban mobilnya kempes, Chance menawari Aubrey untuk membantu mengganti ban, asalkan Aubrey mau memberinya tumpangan karena kendaraan yang dibawa Chance rusak.

“Yes. Yes, I am. If I change your tire, you let me ride with you.”
“Ride with me?”
“Ride me, yes.”
“What did you just say?”
“You’re hearing things.”

Maka mereka pun melakukan perjalanan bersama, dan mau tak mau saling mengupas kepribadian masing-masing. Chance tahu Aubrey baru saja patah hati karena dikecewakan mantan kekasihnya dan berniat memulai kehidupan baru di Temecula. Aubrey tahu Chance adalah mantan atlet profesional dan berhenti karena cedera.
Perjalanan mereka semakin terlengkapi saat tanpa sengaja Aubrey menabrak seekor anak kambing di jalan. Karena khawatir, Aubrey bersikeras membawa binatang itu bersama mereka.
Tanpa bisa dihindari, hasrat dan gairah yang mereka rasakan satu sama lain semakin kuat dan membawa mereka ke Las Vegas. Dan setelah menghabiskan malam panas bersama... keesokan paginya Chance menghilang tanpa jejak.
Kemana perginya Chance? Bisakah Aubrey melanjutkan hidupnya dan melupakan Chance? Ataukah Chance akan kembali?

---------------------

Nggak nyangka saya bakal suka banget sama novel dengan POV orang pertama begini! Sebenarnya kalau disuruh milih baca novel dengan POV orang pertama atau ketiga, saya milih POV orang ketiga. Lebih nyaman bacanya karena saya nggak terlalu penasaran dengan perasaan salah satu tokoh utamanya. Tapi novel ini, gilaaaak... bikin perasaan saya jungkir balik gak karuan.

Cocky Bastard terbagi menjadi dua bagian. Bagian satu dengan POV Aubrey adalah kisah pertemuan Aubrey dan Chance, perjalanan mereka yang asyik banget dan penuh flirting, hingga Aubrey yang ditinggal oleh Chance. Di bagian awal ini sumpah lucu banget. Dialognya cerdas dan chemistrynya bagus. Semakin seru waktu si anak kambing ikutan gabung dan adegannya makin konyol-konyol nggemesin. Mulutnya Chance astagaaa... Wkwkw~ saya antara kepengin nyium dan mau nyumpel pake sandal sekaligus. XD
Chance jenis pria yang seksi bukan hanya fisik tapi juga pemikirannya, saya bisa betah mendengarkan opininya yang kadang gila tapi benar dan dalem itu.
Adegannya manis banget. Mulai dari penyelamatan si anak kambing, kemping, tour ke Las Vegas. Saya juga merasa penulis begitu cerdas ketika membuat adegan Chance "hilang" pertama kali, dan kemudian kembali. Kembalinya Chance dan kalimatnya itu bikin saya sebagai pembaca yakin pada Chance dan kemudian syok karena Chance benar-benar tega melakukannya.

Cover asli Cocky Bastard yang nggak begitu saya suka :p

Di bagian kedua adalah POV Chance tepat dua tahun setelah ia meninggalkan Aubrey. Ternyata ada alasan kuat kenapa Chance pergi. Bukan alasan ala-ala sinetron seperti di beberapa novel, seperti karena Chance sakit (walaupun saya sempat mikir begini juga) atau karena harus terjebak wanita lain, tapi alasan yang.... duh bikin patah hati beneran. How sweet he is.
Jadi Chance lalu memutuskan untuk menemui Aubrey kembali. Sempet syok dan patah hati saat tahu Aubrey sudah punya pacar. Tapi perjuangannya Chance itu gila... bikin meleleh kalau saya sih mah. Mulai dari stalking, beli kopi Starbuck yang mirip dengan pesanan Aubrey, kasih sarapan Aubrey hingga motongin rumput di halaman rumah Aubrey dan menemukan.... Pixy si anak kambing mereka yang dipelihara Aubrey. Ya ampun manis banget sih dua orang ini.
Di bagian ini suasananya mulai serius, meski tetap aja Chance bandel mulutnya masih suka mancing-mancing dan kadang sok sengaja selip salah omong. Wkwkwk~
Saya juga suka banget sama Aubrey. Pintar, kuat dan baik banget. Meski rada sebel karena nggak mau langsung nerima Chance balik setelah tahu alasannya, tapi saya juga paham kalau dia trauma. Saya suka karena dia bisa menanggapi Chance sama cerdasnya. Bisa balik menggoda dan ikutan nakal. Hahaha...

Ini kisah cinta yang manis banget bagi saya. Apalagi karena saya memang suka dengan novel yang akhirnya si pria usaha ngejar-ngejar heroinenya. Dan baru Chance lah yang usahanya niat banget menurut saya. Aaaah bahkan sampai sekarang saya belum bisa move on!
Saya rekomendasikan banget deh novel ini bagi penyuka novel sweet and witty and hawt, asaaaal udah 17 tahun ke atas yaa ;)



Sabtu, 02 Juli 2016

[Resensi] The Naked Baron - Sally MacKenzie

Judul buku: Baron yang Telanjang
Judul asli: The Naked Baron
Series: Naked Nobility #2
Penulis: Sally MacKenzie
Alihbahasa: Eka Budiarti
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun terbit: 2011
Tebal buku: 448 halaman
ISBN: 978-602-00-2874-3



BLURB

Sebagai pendatang baru bagi sosialita London, Lady Grace Belmont pasti akan segera bersembunyi di balik pohon-pohon palem, karena ia sama sekali tidak mahir berdansa, terutama dengan... pria! Sebaliknya, Baron Dawson sedang berburu calon istri! Lekuk liku tubuh montok Grace dan tinggi badannya yang menjulang, tidak membuatnya terintimidasi. Sebaliknya, semakin menarik perhatiannya, kalau tidak mau dikatakan semakin membuatnya bergairah!

Jauh dari jangkauan akal sehatnya, Lady Grace mendapati dirinya berada dalam pelukan Baron Dawson. Daya tarik mematikan sang Baron benar-benar sesuatu yang tidak mungkin dapat ia tahan. Terlebih ketika sang Baron yang tampan membisikkan kata-kata indah memabukkan ke telinganya...


RESENSI

Atas bujukan Bibi Kate akhirnya Lady Grace menjalani juga tampil di depan kalangan bangsawan London di season kali ini. Lady Kate, janda Earl of Oxbury, bersikeras siapa tahu Grace menemukan seorang laki-laki yang ia cintai sehingga tidak perlu menerima perjodohan yang direncanakan oleh ayah Lady Grace, Earl of Standen. Dan di pesta yang diadakan Duke of Alvord, Grace bertemu dengan David Wilton yang terlarang baginya.
David Wilton, Baron Dawson of Riverview mewarisi gelarnya setelah kematian kakeknya. Dan ia membutuhkan istri untuk mendapatkan seorang pewaris. Saat melihat Grace, ia yakin bahwa Grace adalah wanita yang ia inginkan.
Sayangnya ada sejarah kebencian di antara Lord Standen dan seluruh keluarga Wilton. Ayah Grace itu tak bisa lupa bahwa tunangan yang ia cintai, Lady Harriet, memilih kabur dan kawin lari dengan Luke Wilton—orangtua David. Kebencian yang membuat Lord Standen bahkan mampu memisahkan Kate dan Alex Wilton, pasangan yang 13 tahun lalu begitu dimabuk asmara.
Bisakah David mendapatkan keinginannya, menikah dengan Grace? Dan apakah akhirnya cinta Kate dan Alex bisa bersatu setelah 13 tahun berlalu?

----------------------------

Meski nggak ada kaitan langsung dengan The Naked Duke, tapi novel ini mengambil setting pada pesta yang diadakan James, Duke of Alvord. Tepat bersamaan dengan kemunculan Sarah Hamilton di London. Jadi masih ada benang merahnya dengan buku pertama. Bahkan di sebuah pesta, David juga mengobrol dengan Earl of Westbrooke.

Saya mendapati novel ini nggak sekocak Naked Nobility yang lain. Sedikit flat dan kurang renyah. Meski dialognya tetap terasa mengalir dan interaksi antar tokohnya klik banget.
Ada dua cerita di dalam novel ini. Kisah David yang berusaha meyakinkan Grace agar menerima lamarannya dan menolak dijodohkan dengan John Parker-Roth, serta kisah CLBK-nya Bibi Kate dan Paman Alex. Dan saya merasa kisah Kate-Alex justru malah lebih menarik dan bikin emosi saya naik-turun karena ada adegan Alex kabur ke propertinya dan menolak bertemu Kate lagi. Duuh... dalem banget deh om perasaan sampeyan XD

Karakternya maniiiis semua. Bibi Kate biar udah jadi janda juga kayak masih polos dan rapuh gitu. Grace sayangnya gak begitu pede karena fisiknya yang tinggi dan montok. Padahal David demen yang montok-montok. Wkwkwk~
Saya suka dengan karakter Marie, si pelayan Lady Kate dan Lady Grace. Beneran canggih, intuitif dan efisien. Dia tahu banget apa yang terjadi pada majikannya dan penuh perlindungan. Paling suka waktu dia mencecar Kate tentang mual-muntahnya Kate. Haha...

Sally MacKenzie sering memunculkan tokoh yang eksentrik dalam novelnya, kali ini pun sama. Bibi Lord Motton benar-benar "unik" kalau gak mau dibilang "aneh". Ada juga si kembar Addison yang mewakili gambaran gadis pemburu suami yang juga sering menghiasi novel Sally MacKenzie.
Konflik eksternalnya nggak semenegangkan Naked Nobility yang lain, nggak bikin deg-degan. Justru konflik internal Kate-Alex yang paling menarik minat saya.

Terjemahannya cukup lumayan, hanya saja penyebutan "musim" sebagai pengganti "season" terasa kurang pas. Karena season bukan hanya merujuk ke musim saja tapi merupakan musim perjodohan, di mana waktu bagi para bangsawan untuk saling "berburu" calon istri dan calon suami potensial.
Sedangkan covernya saya lebih sukaaa warna cover versi Elex ini daripada versi aslinya. Lebih biru dan kelihatan segar. Hehe..

Sayangnya karena gambaran John Parker-Roth di novel ini sepertinya membosankan, saya jadi agak ragu buat baca The Naked Gentleman. Meski John juga muncul di The Naked Earl dan kelihatan normal, tapi saya takut John nggak se-hot Naked Nobility yang lain. Well... tapi saya tetap akan mencoba :p

Jumat, 01 Juli 2016

[Resensi] The Naked Marquis - Sally MacKenzie

Judul buku: Marquis yang Telanjang
Judul asli: The Naked Marquis
Seri: Naked Nobility #3
Penulis: Sally MacKenzie
Alih bahasa: Eka Budiarti
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun terbit: 2012
Tebal buku: 408 halaman
ISBN: 978-602-00-2592-6



BLURB

Emma Peterson mungkin hanya putri pendeta, sementara dia adalah marquis baru Knightsdale, tapi Charles lebih suka menikahi Emma daripada disuruh mengikuti acara perjodohan.
Tapi begitu usul itu disampaikan, Emma langsung menyambutnya dengan lemparan porselen.
Mungkin usulannya agak kurang ajar, tetapi bukankah keduanya akan sama-sama diuntungkan? Ia bisa mendapat pewaris untuk Knightdale, sementara Emma terjamin kesejahteraan dan posisinya. Sederhana, praktis dan masuk akal.
Bagaimanapun Charles harus menenangkan Emma, karena sebenarnya ia pun sudah mulai... jatuh hati.


RESENSI

Kehidupan Mayor Charles Draysmith berbalik arah saat mendapat berita kematian kakaknya, Paul,  dan istrinya, Cecilia karena kecelakaan di Italia. Maka gelar Marquis of Knightsdale pun berpindah padanya. Hal yang sama sekali tak pernah ia bayangkan. Maka ia pun kembali ke kediaman Knightsdale untuk mulai mengurusi tanggung jawabnya.
Di sana ia menemukan bahwa kedua keponakan perempuannya ternyata telah tumbuh besar. Lady Isabelle dan Lady Claire, kedua putri Paul dan Cecilia yang dibesarkan tanpa cinta. Dengan kepolosan yang lugu, Claire mengungkapkan bahwa ia menginginkan Charles sebagai papa barunya dan Miss Emma Peterson sebagai mama barunya.
Ide yang dianggap cemerlang oleh Charles. Ia telah mengenal Emma sejak kecil. Putri pendeta itu dulunya adalah gadis kecil kurus yang selalu mengikuti Charles kemana pun dengan pandangan memuja. Namun ketika ia mengungkapkan ide pernikahan itu pada Emma, sebuah hiasan anjing porselen melayang hampir mengenai kepalanya.
Bisakah Charles meyakinkan Emma untuk menikahinya? Dan rahasia besar apa yang disembunyikan Paman-Kakek Randall di Knightsdale sehingga muncul hantu-hantu yang keluar dari dinding?

-------------------------------

Sejak membaca The Naked Duke, saya suka banget dengan persahabatan James-Charles-Robbie. Mereka kompak dan kocak. Maka setelah membaca kisah pasangan favorit saya Robbie dan Lizzie di The Naked Earl, saya pastinya langsung membaca kisah Charles.

Sebagai anak kedua, Charles digambarkan sempat kebingungan akan tujuannya, itu sebabnya ia ikut berperang ke Semenanjung bersama James. Saya pikir perang lah yang membuat karakter Charles lebih dewasa yang kelihatan banget di The Naked Duke, tapi ternyata dari kisah masa kecil Emma-Charles sudah terlihat kalau Charles memang dewasa dan bertanggung jawab sejak kecil.
Tapi yang cukup bikin syok adalah, karena ternyata di antara ketiga sahabat ini, justru Charles lah yang paling sering punya pengalaman dengan wanita. Uh oh... Nggak nyangka aja. James jelas masih perjaka karena kenangan masa kecilnya dan Robbie terlalu trauma untuk berhubungan dengan banyak wanita.

Saya suka chemistry antara Charles dan anak-anak Paul. Bagaimana cara Charles mengambil hati Isabelle dan Claire itu meluluhkan hati saya. Kelihatan banget deh kalau dia bakal jadi ayah terhebat. Kebanyakan bangsawan memperlakukan anak perempuan nggak seperti cara mereka memperlakukan anak laki-laki, itu sebabnya anak perempuan jarang dekat dengan figur ayah. Tapi Charles mengajak mereka memancing, merayu koki, menjanjikan berenang dan memperhatikan perasaan mereka. Duuuh manisnyaaa...
Chemistry Charles dengan Emma pun tak kalah nyambungnya. Charles selalu menggoda dan Emma selalu merona. Kocak juga membaca ketidakmengertian dan kesalahpahaman Emma tentang proses membuat bayi. Wkwkwk~

Ini novel yang terlucu sejauh saya telah membaca 4 cerita dari seri Naked Nobility. Kepolosan Sarah nggak ada apa-apanya dibanding kepolosan Emma. Dan rombongan gadis pemburu jodoh di dalam novel ini benar-benar kena batunya. Persahabatan ketiga bangsawan juga terlihat kompak dan lucu. Misteri dan ketegangan yang menjadi konflik utama novel ini juga lumayan, terutama bagian lorong-lorong rahasia kediaman Knightsdale.
Terjemahannya sudah cukup bagus daripada seri sebelumnya, meski tetap saja masih ada kata-kata yang kurang pas.
Well, saya sudah ketagihan membaca serial ini dan bakal menyelesaikan seluruh novelnya. Jadi target ketelanjangan berikutnya adalah... Sang Baron. XD
 

Nurina mengeja kata Published @ 2014 by Ipietoon