Sabtu, 30 Mei 2015

[Resensi: Baby Proposal by Dahlian & Gielda Lafita] Lamaran Bagi Sang Ayah


Judul buku : Baby Proposal
Penulis : Dahlian & Gielda Lafita
Editor : Christian Simamora, Ayuning Alif & Gita Romadhona
Penata letak : Ria Dekha
Desainer cover : Jeffri Fernando
Penerbit : Gagas Media
Tahun terbit : 2009
Tebal buku : 332 halaman
ISBN : 979-780-374-0





BLURB

Seandainya ini mimpi buruk,
Karina ingin cepat-cepat bangun
dan tak ingin mengingatnya lagi….

Tapi kenyataan memilih berlaku kejam kepadanya. Dua garis di testpack yang kini berada di tangannya adalah jawaban tegas: Karina hamil. Dan satu-satunya yang terpikirkan adalah mencari bapak anak ini dan meminta pertanggungjawaban.

Karina tidak berharap dinikahi Daniel. Dia ingin laki-laki itu mengurusinya selama masa kehamilan. Dengan senang hati, dia menyerahkan bayi itu ke tangan Daniel - sesederhana itu.

Namun, berada bersama Daniel membuatnya melihat laki-laki itu dari sisi lain. Sisi lembut dan penuh perlindungan. Sisi yang membuat dadanya berdesir. Perasaan yang mengenalkan Karina pada… cinta. Mungkinkah ini pertanda mimpi buruknya kelak akan berakhir bahagia?


RESENSI

Karina hamil. Dia takut, panik dan bingung. Meskipun berharap alat testpack yang dipegangnya hanyalah khayalan tapi toh nyatanya alat itu benar-benar menunjukkan tanda positif.
Ingatan Karina melayang pada kejadian dua minggu sebelumnya saat dia mendapat hadiah dari kuis SMS stasiun TV berupa liburan ke Lombok. Karina pergi bersama sahabatnya, Dewi. Ketika sedang naik jetfoil mewah dari Benoa ke Lembar, Karina berpapasan dengan Daniel. Karina terpesona pada ketampanan Daniel.
Tak sengaja Karina mencuri dengar saat Daniel bicara di telepon, dari situ Karina tahu bahwa Daniel ditinggal menikah oleh kekasihnya.
Setelah mendarat di Lombok dan mendapatkan kamar di vila, Karina bertemu dengan Daniel lagi di bar. Daniel sedang adu minum dengan Dewi. Melihat Dewi sudah mabuk, Karina berusaha membawa Dewi kembali ke vila, tapi Dewi malah menyuruh Karina menggantikannya untuk adu minum dengan Daniel. Karina dan Daniel pun sama-sama mabuk. Hingga akhirnya berakhir dengan melakukan one night stand.
Kini Karina harus mencari Daniel dan meminta pertanggungjawaban pria itu. Karina tidak menuntut pernikahan, dia hanya minta Daniel mengurusinya selama hamil dan mengasuh anak mereka jika telah lahir, karena menilik masa kecilnya, Karina belum sanggup untuk menjadi ibu. Daniel setuju.
Dua insan yang tadinya asing terpaksa bersama-sama mendatangi ginekolog dan parent's sharing. Perasaan mereka mulai tumbuh. Tapi ada kehilangan besar yang siap menyambut mereka. Saat Karina keguguran, masihkah Daniel bersedia mengurus Karina? Ataukah Daniel akan kembali pada Celinna, kekasihnya?


Tema Baby Proposal cukup mainstream. Terutama di kalangan pembaca Harlequin. Tadinya saya harap Dahlian dan Gielda bisa mengolahnya dengan gaya memikat untuk menghias ke-mainstream-annya.

Daniel digambarkan sebagai pria tampan. Dipertegas dalam narasi setiap kali Karina ngiler menatap Daniel. Sampai saya bosan dan hampir menjerit, "iya Karina…… saya tahu Daniel itu T-A-M-P-A-N!!" ^^
Sedangkan Karina ini mandiri dan cukup keras kepala. Sebagai wanita yang pernah hamil dan bertugas mengurusi ibu-ibu hamil di kampung, saya memang cerewet banget kalau soal kehamilan. Jadi saya sebal setengah mati karena Karina tidak bisa menjaga diri atau menjauhkan diri dari stres.
Itu kalau Karina jadi warga kampung saya, sudah saya seret ke Puskesmas buat dipantau bidan dan dicekoki PMT. Wkwkkk~

Saya biasa melihat chemistry kedua tokoh terbangun dari dialog keduanya. Sayangnya di novel Baby Proposal ini tidak banyak dialog yang menggigit. Terlalu banyak dialog basa-basi. Jadi saya merasa hambar membaca hubungan antara Daniel dan Karina. Rasanya cinta di antara mereka hanya cinta fisik bukan cinta yang terbangun dari interaksi mendalam.
Suasana baru terasa cair saat Karina punya kehidupan baru sebagai cook assistant di sebuah hotel. Karina mulai terlihat 'manusiawi' dengan interaksinya bersama Ken, Lim, juga Chef Betrand. Meski itu terjadi setelah separuh halaman lebih.

Yang menyenangkan dalam novel ini adalah kita disuguhi kehidupan keras sebagai koki di kitchen hotel. Besarnya tekanan yang dihadapi dan istilah-istilah dalam dunia perkokian mewarnai novel ini. Juga selipan informasi tentang budaya minum teh di Inggris yang mungkin belum diketahui beberapa pembaca. (Meskipun bukan informasi baru tapi senang karena penulis memasukkannya dalam novel).

Desain sampulnya punya konsep yang menarik. Lucu saja ada perut ibu hamil diberi pita kado. Tapi kesannya malah seperti Baby Gift bukannya Baby Proposal :)

Ada banyak kesalahan pemenggalan kata, misalnya:

men-getuk (hal. 192)
Kar-ina (hal. 193)
Dan-iel (hal. 193)
ger-akan (hal. 204)
men-geluarkan (hal. 204)
dan masih banyak lagi. Kalau saya tulis semua nanti bisa panjang daftarnya. Hehe…

Sedangkan beberapa kesalahan penulisan dalam novel ini antara lain:

villa --> villa / vila (hal. 13)
isakkannya --> isakannya (hal. 23)
tenggorokkan --> tenggorokan (hal. 215)
sedang sedang --> sedang (hal. 245)
di tata --> ditata (hal. 263)
bibirnya merahnya --> bibir merahnya (hal. 274)
Juga kata "keluar" semua ditulis terpisah menjadi "ke luar". Kalau menunjuk luar sih tentu harus dipisah, tapi kalau yang dimaksud "keluar dari rumah" kan tidak perlu dipisah.

Kesalahan tata kalimat:

* Aroma parfum yang wangi dari tubuhnya. --> Aroma parfum yang wangi menguar dari tubuhnya. (hal. 229)

* Tidak terdengar suara musik klasik yang biasanya menemani lelaki bekerja. --> Tidak terdengar suara musik klasik yang biasanya menemani lelaki itu bekerja. (hal. 232)

* Terdengar suara hanya potongan pisaunya mencincang sayuran. --> Suara yang terdengar hanya potongan pisaunya mencincang sayuran. (hal. 254)

Kesalahan tanda baca:

"Ayo, sekarang tiup lilinnya, perintah Daniel lembut. --> "Ayo, sekarang tiup lilinnya," perintah Daniel lembut. (hal. 215)

"Aku bisa jamin, Ken, janji Karina pelan… --> "Aku bisa jamin, Ken," janji Karina pelan… (hal. 280)

Dalam Baby Proposal juga terdapat inkonsistensi penulisan orang ketiga. Dalam satu paragraf, kata ganti orang ketiga ditulis ia dan dia.

Juga kata tidak dalam dialog berikut:
"Aku tidak mengerti, kenapa tiba-tiba dia nggak jadi datang-" (hal. 19)


Overall, Baby Proposal cukup ringan untuk dibaca saat santai. Atau jika pembaca menginginkan membaca novel setipe Harlequin namun dengan rasa lokal, novel ini bisa jadi pilihan.

Saya beri 2,5 bintang untuk Baby Proposal.

Kamis, 28 Mei 2015

[Resensi: The Sum of All Kisses by Julia Quinn] Ciuman yang Tak Bisa Dihitung


Judul buku : The Sum Of All Kisses
Sub judul : Sehangat Kecupan
Penulis : Julia Quinn
Alih bahasa : Harisa Permatasari
Desain sampul : Marcel A.W.
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal buku : 432 halaman
Tahun terbit : 2015
ISBN : 978-602-03-1233-0
Available at: bukupedia.com




BLURB

Hugh Prentice tidak pernah menyukai wanita dramatis, sementara Lady Sarah Pleinsworth tidak pernah mengenal kata malu-malu. Dan karena kakinya yang cacat, Hugh merasa takkan bisa mendekati wanita seperti Sarah, apalagi bermimpi menikahinya. Sarah tak pernah memaafkan Hugh karena nyaris menghancurkan keluarganya. Tapi meskipun bisa memaafkan Hugh, Sarah tetap takkan tertarik kepadanya. Ia tak peduli bahwa kaki pria itu tidak sempurna, kepribadian Hugh-lah yang membuatnya tidak tahan. Namun saat Hugh dan Sarah terpaksa melewatkan waktu bersama selama seminggu, mereka mendapati bahwa kesan pertama tidaklah selalu tepat. Dan ketika ciuman pertama berujung pada ciuman kedua, ketiga, dan keempat, sang ahli matematika kehilangan hitungan. Sementara itu sang lady, mungkin untuk pertama kali dalam hidupnya, mendapati dirinya tak bisa berkata-kata...



RESENSI

Hugh Prentice, putra termuda Marquese of Ramsgate, memiliki ingatan yang kuat. Ia sanggup menghitung angka-angka yang terdiri lebih dari 4 digit. Dia memperhatikan segala hal, juga mengingat semuanya. Itu sebabnya ia selalu menang dalam permainan kartu.
Maka ketika malam itu ia mabuk bersama teman-temannya, dan ia dikalahkan Daniel Smythe-Smith dalam permainan kartu, ia menuduh Daniel curang dan menantangnya berduel. Dan itulah titik balik kehidupannya.
Hugh menembak pundak Daniel, Daniel yang kaget melepaskan tembakan ke paha Hugh. Tidak mematikan tapi cukup fatal. Hugh untungnya masih akan bisa memiliki keturunan meski ia akan pincang.
Ayah Hugh yang terkenal kejam, murka karena ia menginginkan pewaris dari Hugh. Ayah Hugh kemudian mengejar dan memburu Daniel karena menganggap pria itu telah menghancurkan masa depan Hugh. Meskipun Hugh berkali-kali telah menjelaskan bahwa ialah yang mengajak duel, ayahnya tetap tak peduli.
Jadi Hugh membuat perjanjian dengan ayahnya agar berhenti memburu Daniel dan mengizinkan Daniel kembali ke London.
Di acara pesta pernikahan adik Daniel, Hugh muncul dan terpaksa menghabiskan waktu bersama Lady Sarah, salah satu saudara sepupu Daniel yang membencinya.
Terperangkap dalam situasi canggung, mereka justru menemukan kecocokan. Tak pelak mereka saling jatuh cinta. Tapi Sarah tidak tahu bahwa Hugh telah membuat kesepakatan dengan ayahnya untuk menyelamatkan Daniel. Dan itu menyangkut keselamatan diri Hugh. Sementara mereka masih belum benar-benar terbebas dari kelicikan dan kekejaman ayah Hugh. Apakah Sarah tetap akan bertahan setelah tahu bahwa calon mertuanya adalah bajingan sinting? Dan bagaimana ia akan menyelamatkan hidup Daniel dan Hugh?



The Sums of All Kisses sudah masuk wishlist saya sejak diterbitkan. Ada tiga hal yang menarik saya untuk memasukkannya ke daftar wishlist; nama Julia Quinn, cover-nya yang mewah dan blurb-nya yang saya banget.

Well, saya suka karakter hero seperti Hugh. Cerdas tapi muram. Dengan kakinya yang cacat ia sekuat tenaga ingin membuktikan diri bahwa ia masih bisa menjalani kehidupan. Keras pada dirinya sendiri.
Sementara Sarah, benar-benar dramatis. Terlalu banyak omong. Tapi keberaniannya dan kecerdikannya sangat memikat.
Interaksi keduanya sungguh menarik. Awalnya saling sebal, tapi seiring waktu mulai mengenal pribadi masing-masing dan saling jatuh cinta. Mainstream sih tapi Julia Quinn selalu bisa membuat situasi mainstream jadi memikat.
Adegan yang membuat saya tercekat adalah saat Sarah terjatuh dari kereta kuda. Saya sedih dengan ketidakberdayaan Hugh. Sedih dengan kemarahannya pada diri sendiri. Kalau saja kakinya tidak pincang, pasti dia yang akan menggendong Sarah.

Sayangnya dialog antar tokoh sering terpatah-patah. Sering untuk menggambarkan kegugupan sang tokoh, dialog sengaja diputus-putus. Bacanya jadi sedikit kurang nyaman.

Covernya menarik. Kesannya anggun dan elegan. Berasa mewah dan berkelas.

Sangat suka dengan twist-nya yang mencengangkan. Yaah meski harus diakui bahwa untuk menghadapi bajingan sinting kita juga harus jadi bajingan sinting pula.

Ending-nya luar biasa menurut saya. Huhuu~ memang cuma wanita seperti Lady Sarah-lah yang bisa meng-KO ayah Hugh. XD

Saya hanya menemukan dua typo dalam novel ini, entah memang hanya dua atau karena saya terlalu asyik membaca :p

kamudian --> kemudian (hal. 65)
mengahancurkan --> menghancurkan (hal. 90)


Saya beri 3 bintang untuk The The Sum of All Kisses.

TEBAR-TEBAR QUOTE

"Bukan kesalahan yang menunjukkan karakter kita, melainkan apa yang kita lakukan untuk memperbaikinya." (hal. 49)

Terkadang satu-satunya pilihan adalah humor yang muram. (hal. 218)

"Rusak adalah sesuatu yang terjadi pada reputasi, bukan sesuatu yang terjadi antara seorang pria dan wanita. Atau setidaknya, bukan yang terjadi antara kita." (hal. 296)

"Satu-satunya yang lebih buruk dari pria yang membuat wanita menangis adalah pria yang membuat wanita menangis tapi tidak merasa bersalah karenanya." (hal. 345)

Kamis, 21 Mei 2015

[MNSL Blogtour] Resensi Marry Now, Sorry Later - Ketika Memiliki Seseorang yang Tak Bisa Balas Mencintaimu




Judul Buku : MARRY NOW, SORRY LATER
Penulis : CHRISTIAN SIMAMORA
ISBN: 978-602-70362-2-2
Tahun Terbit : MEI 2015
Dimensi : 13 x 19 cm
Tebal buku : x + 438 hlm
Genre: Contemporary Romance
Kategori : Novel Dewasa


TAGLINE


LEBIH BAIK MENCINTAI YANG TAK BISA KAU MILIKI 
DARIPADA MEMILIKI SESEORANG YANG TAK BISA BALAS MENCINTAI.




BLURB

"BERSEDIAKAH SAUDARA MENGASIHI 
DAN MENGHORMATI ISTRI SAUDARA SEPANJANG HIDUP?"

Sejak awal Jao Lee sudah tahu, Reina tak mencintainya. Namun, menikah dengan putri satu-satunya direktur Hardiansyah Electronics itu memberi ilusi cukup bahwa Jao memilikinya. Salah besar. Reina justru melakukan sesuatu yang tak pernah Jao duga selama ini: kabur sebelum acara resepsi dimulai.

"ADAKAH SAUDARI MERESMIKAN PERKAWINAN INI
SUNGGUH DENGAN IKHLAS HATI?"

Setelah enam bulan bersembunyi, akhirnya Jao berhasil menemukan Reina. Seperti dugaannya, suaminya itu memaksanya pulang bersama ke Jakarta. Memangnya apa yang dia harapkan? Semacam membuka lembaran baru dan hidup bersama sebagai suami-istri sungguhan?

"SAYA BERJANJI SETIA KEPADANYA DALAM UNTUNG DAN MALANG,
DAN SAYA MAU MENCINTAI DAN MENGHORMATINYA
SEUMUR HIDUP."

Ini cerita cinta tentang dua orang yang tak saling cinta, tapi bertahan untuk tetap bersama. Sampai kapan mereka akan terus berusaha? Perlukah mereka jatuh cinta dulu supaya bisa bahagia?


Selamat jatuh cinta,

CHRISTIAN SIMAMORA




RESENSI

Pelarian Reina Hardiansyah berakhir. Setelah kurang-lebih selama 6 bulan bersembunyi dan membaur sebagai volunteer di Lotus, sebuah yoga retreat merangkap panti asuhan di daerah Ubud, akhirnya sang suami menemukannya. Suami yang Reina tinggalkan tepat saat resepsi pernikahan mereka.
Jao Lee, sang suami yang dianggap Reina sebagai jelmaan iblis itu berhasil menyeret Reina kembali ke Jakarta. Tentu saja dengan tawar-menawar alot yang membuahkan kesepakatan bahwa pernikahan mereka harus berakhir 6 bulan lagi, tepat saat satu tahun usia pernikahan mereka.
Pada awalnya, saat pertama kali Reina tinggal serumah dengan Jao, pernikahan mereka bagai neraka. Jao Lee yang dingin dan penuntut sering beradu mulut (harfiah dan non harfiah XD) dengan Reina yang meledak-ledak. Tiada hari yang mereka lewatkan tanpa saling ejek yang berujung pertengkaran.
Hingga Jao yang sebenarnya punya rasa ketertarikan terhadap Reina mulai mengerahkan segala upaya untuk menggoda dan mempertahankan Reina. Bukan hal yang mudah mengingat Reina bukanlah tipe cewek-cewek yang biasa Jao kencani. So… sanggupkah Jao membujuk Reina untuk bertahan?



Marry Now Sorry Later adalah novel karya Christian Simamora yang keempat belas, dan juga merupakan novel seri Jboyfriend yang kedelapan.
Ketika tahu bahwa ide awalnya adalah dari kisah dongeng Beauty and The Beast, saya langsung tertarik. Ya, saya tergila-gila dengan dongeng Beauty and The Beast!
Bagi saya, cinta Beauty itu tulus, tanpa memandang fisik atau rupa. Jatuh cinta pada pangeran tampan dan memesona itu mudah tapi jatuh cinta pada monster pemarah itu butuh kekuatan cinta yang besar.
Sayangnya Jao Lee bukan benar-benar monster. Oh, dia kejam, dingin dan pemarah mirip seperti Beast, tapi Jao Lee itu guanteeng maksimal! Wkwkwk~
Kesan iblisnya lebih ke tingkah laku dan ucapannya terhadap Reina.

Hal kedua yang membuat saya penasaran adalah tema Marry Now Sorry Later. Dari keempat belas karya Christian Simamora, baru kali inilah Si Abang ini menulis cerita bertema pernikahan. Kalau novel Jboyfriend yang masih lajang saja sudah hot apalagi Jboyfriend yang sudah menikah, kan? Wkwkkk~
(Iya, saya memang terlalu banyak baca Harlequin -__-)

Meski plotnya regresif karena dimulai dari tahap tengah, tapi mudah dinikmati karena mengalir dan menggiring pembaca ke jalan cerita yang menarik.

Karakter pria dalam Marry Now Sorry Later as hot as always. Jao ini tipe-tipe cowok kesukaan saya; ketus, dingin, nyebelin tapi so sweet! Peluk-able banget terutama waktu perasaannya disakiti Reina. Kkk~
Reina sendiri judes sejudes-judesnya. Dia jadi lawan yang sepadan buat Jao, meski kadang kata-katanya ke Jao jahat banget :(
Suka banget dengan dialog-dialog para tokohnya. Cerdas dan menggigit. Selipan parodi dan humornya keren. Memang cuma Christian Simamora yang bahkan bisa memparodikan GGS dengan epiknya. Wkwkkk~

Bagian paling ngena di hati saya adalah… saat Jao bikin produk The Reina Series! Awww~ benda seeksklusif dan seinovatif itu diberi brand dengan nama Reina, itu romantis bangeeet!

Bicara soal cover, Marry Now, Sorry Later terlihat berbeda dengan seri Jboyfriend sebelum-sebelumnya. Posenya terlihat intim dan menggoda. Pas dengan temanya.

Ilustrasi di tiap awal babnya keren, cantik banget. Ditambah kalimat quotable jadi menyegarkan mata.
Dan word of the day yang muncul di tiap bab jadi menambah informasi buat pembaca. Saya bahkan sampai googling beberapa kata karena saking penasarannya :)



Sayangnya ada beberapa typo yang saya temukan dalam novel ini:

senang senang --> senang (hal. 51)
terletak ada --> terletak (hal. 51)
merebahkannya Reina --> merebahkan Reina (hal. 65)
dan dan --> dan (hal. 73)
berturt-turut --> berturut-turut (hal. 121)
di menginap di --> menginap di (hal. 200)
ke ke --> ke (hal. 200)
Nikmati… --> "Nikmati… (hal. 208)
stelan --> setelan (hal. 231)

Buat penyuka contemporary novel dan penggemar Jboyfriend harus punya novel ini. Dijamin bakal kena #JaoEffect juga XD


TEBAR-TEBAR QUOTE

"Hidup lo bisa jadi memang berubah total, tapi nggak semua hal dalam hidup lo ikut berubah mengikuti kemauan lo." (hal. 17)

"Lo nggak bisa bikin dia jatuh cinta sama lo kalau lo-nya menolak untuk jatuh cinta sama dia." (hal. 71)

"Love isn't a sure thing - never was and never will. Dan ketika cinta sudah nggak ada lagi di hati, buat apa juga dipertahankan?" (hal. 96)

"Semua orang bisa menciptakan pembenaran demi secepatnya keluar dari hubungan yang nggak lagi mereka inginkan." (hal. 239)

"Buat apa merisikokan patah hati untuk orang yang nggak benar-benar bisa membuatmu jatuh hati?" (hal 241)

Sesakit-sakitnya digosipin orang, Rei, lebih sakit lagi kalau lo nggak jadi bahan omongan sama sekali. Makes you feel invisible." (hal. 319)

"Gue mengucapkan 'I love you' bukan supaya lo merasa terbebani untuk membalasnya. Gue mengatakannya supaya lo selalu tahu isi hati gue sebenarnya." (hal. 399)


Daaaan… foto bergincu merahnya:


Juga… targetnya. Karena Jao Lee saya (baca: suami saya) nggak unyu kalau jadi target jadi Jao Lee Junior aja yang kena XD


Udah? Beluuum… masih ada satu postingan giveaway setelah ini. Jadi tetap ikuti rangkaian blogtour hari ini ya :))

Minggu, 17 Mei 2015

[Resensi: Not A Perfect Wedding by Asri Tahir] Manisnya Cinta Di Balik Permainan Takdir


Judul buku : Not A Perfect Wedding
Penulis : Asri Tahir
Editor : Afrianty P. Pardede
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tebal buku : 297 halaman
Tahun terbit : Mei 2015
ISBN : 978-602-02-5897-3






BLURB


Raina Winatama
Di hari pernikahanku, aku kehilangan mempelaiku. Bukan karena dia melarikan diri. Tapi dia pergi untuk selamanya.


Prakarsa Dwi Rahardi
Di hari pernikahanku, aku kehilangan mempelaiku. Bukan karena dia melarikan diri. Tapi aku harus pergi untuk selamanya.

Pramudya Eka Rahardi
Di hari pernikahan adikku, aku harus menjadi mempelai laki-laki. Menjalankan sebuah pernikahan yang harusnya dilakukan oleh adikku, Prakarsa Dwi Rahardi.



RESENSI

Satu hari menjelang hari pernikahannya, Raka menjemput sang kakak di bandara. Entah bagaimana, Raka berhasil membujuk sang kakak yang telah menetap di London selama 7 tahun, untuk pulang ke tanah air dan menghadiri pesta pernikahan Raka dan Raina.
Sayangnya setelah mengantar Pram ke rumah, Raka yang pergi lagi untuk mengurusi pengisi acara pernikahannya mengalami kecelakaan.
Raka kritis. Saat berada dalam hidup dan mati itulah dia mengajukan sebuah permintaan yang dirasa mustahil bagi Pram. Raka ingin Pram menggantikannya untuk menjaga Raina. Raka meminta Pram untuk menikahi Raina.
Raina yang tidak tahu menahu bahwa Raka meninggal -meski dia tahu Raka mengalami kecelakaan- merasa bahagia di hari pernikahannya. Namun betapa bingungnya dia saat dari tempatnya menanti, dia mendengar pria yang mengucapkan ijab qabul bukanlah Raka, tapi Pramudya Eka Rahardi.
Dan bergulirlah pernikahan yang terjadi akibat permainan takdir antara Pram dan Raina. Pram jatuh bangun menjaga janjinya kepada Raka. Susah payah dia bersabar terhadap Raina yang masih terpukul dan berduka.
Hingga Pram menyadari bahwa keinginannya untuk menjaga Raina bukan hanya demi Raka tapi juga demi dirinya sendiri. Namun, dia harus membuka rahasia masa lalunya terlebih dulu. Mengenai Sashi, cinta masa lalu yang membuatnya kabur ke London.
Akankah Raina bisa menerima pernikahan mereka? Apa yang akan terjadi pada pernikahan mereka saat Sashi muncul? Siapa yang akan Pram pilih?


Not A Perfect Wedding merupakan novel debut Asri Tahir melalui lini Le Mariage dari Elex Media Komputindo. Meskipun sebelumnya Asri telah menuliskan cerita ini melalui Wattpad dan telah dibaca ribuan readers.
Wajar saja karena Not A Perfect Wedding menyajikan kisah yang luar biasa. Idenya sangat menarik dengan jalinan cerita yang menimbulkan rasa penasaran. Dengan alur maju, Not A Perfect Wedding membawa pembaca terharu-biru mengikuti perjalanan pernikahan Raina dan Pram.

Saya suka kontrasnya karakter pria dan wanitanya. Pram begitu dewasa dan tidak egois dibanding Raina yang kekanakan dan manja. Ini jadi mengingatkan kepada hubungan saya dan suami. Hehe~
Raina sendiri walau di awal sulit menerima takdir, tapi makin ke belakang dia makin tegar, makin tangguh meski mudah bimbang.
Beberapa tokoh sampingan pun punya porsi yang pas untuk ikut ambil bagian. Bahkan konflik yang dialami kakak-kakak Raina dapat memberi jeda napas bagi pembaca dari konflik yang dialami sang tokoh utama.

Desain sampulnya cantik dengan warna favorit saya: biru. Terlihat sederhana tapi memikat dengan puluhan kupu-kupu yang beterbangan dan gaun pengantin yang anggun. Favorit banget deh!

Sayangnya masih banyak typo yang bertebaran dalam novel ini. Kesalahan tanda baca semacam peletakan tanda petik, tanda koma dan tanda titik juga masih banyak.

clucth --> clutch (hal. 5)
daritadi --> dari tadi (hal. 19)
pernikahan sama aku dan Pram --> pernikahan aku dan Pram (hal. 89)
saat meninggalkan Pram meninggalkannya --> saat Pram meninggalkannya (hal. 101)
dia lucu --> dia merasa lucu (hal. 167)
pram --> Pram (hal. 178)
Semua --> semua (hal. 179)
kakakknya --> kakaknya (hal. 206)
masih --> masa (hal. 211)
tidak alasan --> tidak ada alasan (hal. 255)
smester --> semester (hal. 269)
di duga --> diduga (hal. 274)
dres --> dress (hal. 276)
belalu --> berlalu (hal. 283)
digenggamannya --> di genggamannya (hal. 283)
di tatapnya --> ditatapnya (hal. 283)
dia diberikan --> dia berikan (hal. 285)

Tapi keseluruhan ceritanya begitu manis. Sebagai novel debut, Not A Perfect Wedding adalah karya yang menjanjikan. Saya sudah tidak sabar menunggu karya-karya Asri Tahir yang lainnya.
4 bintang saya berikan untuk Not A Perfect Wedding.



TEBAR-TEBAR QUOTE

"Atas nama takdir, terkadang manusia bersembunyi dengan rasa takutnya. Menyalahkan keadaan sebagai rasa pelariannya. Untuk mereka yang percaya takdir, sang sutradara selalu menyimpan kisah manis untukmu, meski dengan cara berliku." (hal. ix)

"If you think you are that though, then prove it." (hal. 52)

"Pernikahan bukan tentang cara kamu bersikap kepadaku, Pram. Tapi tentang sebuah pondasi yang kuat untuk menjalaninya." (hal. 123)

"Karena membuka masa lalu sama dengan membuka luka lama…" (hal. 129)

"Cukup Raka yang menyerahkanmu padaku. Tapi tidak denganku, Rain. Segala sesuatu yang menjadi milikku, akan selalu kupertahankan." (hal. 176)

"Menghilangkan rasa sakit itu bukan dengan menciptakan rasa sakit yang baru. Yang kita perlukan adalah menghadapinya." (hal. 178)

Tidak ada kebahagiaan yan instan itu memang benar, karena sejatinya harus ada pengorbanan dari tiap kebahagiaan." (hal. 195)

"Itulah salah perempuan, kasih kesempatan untuk laki-laki menaklukkan kalian. Buat mereka penasaran. Iya kan, Pasha?" (hal. 209)

"No… it's your past. Dan aku nggak punya hak untuk meminta kamu melupakannya." (hal. 240)

Kamis, 14 Mei 2015

[Resensi] Mencecap Rasa Vanila dalam The Vanilla Heart by Indah Hanaco


Judul buku : The Vanilla Heart
Seri : Love Flavour
Penulis : Indah Hanaco
Penyunting : Laurensia Nita
Perancang sampul : Fahmi Ilmansyah
Penerbit : Bentang Pustaka
Tahun terbit: Juni 2013
Tebal buku : 262 halaman
ISBN : 978-602-7888-47-0






BLURB

Komposisi: Cinta, Kejujuran, Ketulusan, dan Kesabaran.
Cara Penyajian: Tuangkan kejujuran, ketulusan, dan kesabaran ke dalam cangkir. Tambahkan 180cc air cinta, aduk, dan sajikan.

Aroma lembut vanila itu sangat kuat menguar, merasuk, dan memengaruhi cita rasa hidup manusia.
Karena kejujuran rasa vanila mengajarkan kita bahwa ketulusan dan kesabaran memampukan kita meraih cinta.

Kau membuatku sadar bahwa cinta itu perjuangan.
Berjuang mendapatkan, meluluhkan, dan mempertahankan.
Hingga aku menyadari bahwa hadirmu bagai vanila, mampu mendatangkan kesederhanaan cinta yang tidak biasa.
Tetapi tahukah kau, dirimu terkadang menyebalkan.
Terlalu cepat berlari, hingga membuatku takut dan ragu.



RESENSI

Hugo baru saja menerima keputusan menyakitkan dari Farah, kekasihnya selama 7 tahun terakhir. Farah menolak rencana pertunangan mereka dan meminta Hugo menundanya. Hugo yang marah dan merasa sakit hati, pergi dari rumah Farah begitu saja. Saat mengemudi dengan hati kalut itulah Hugo menabrak Kyoko, sahabat Dominique.
Dominique tanpa ampun memarahi Hugo habis-habisan, tapi siapa sangka Hugo yang baru kali itu bertemu dengan cewek segalak Dominique, langsung melamar Dominique. Tentu saja hal itu justru membuat Dominique makin marah dan menonjok hidung Hugo.
Hugo yang menolak menyebut dirinya patah hati, membelokkan rencana studinya yang tadinya ke Melbourne menjadi ke Bristol.
Setelah menghabiskan 5 tahun di Bristol, Hugo kembali ke tanah air dan bekerja di perusahaan orang tuanya sebagai wakil manajer pemasaran. Tapi alangkah kagetnya dia ketika di lorong kantor, dia sekali lagi bertemu dengan Dominique! Ternyata Dominique juga bekerja di perusahaan yang sama sebagai staf pembukuan. Mereka berdua sama-sama masih mengingat satu sama lain.
Hugo senang sekali karena kembali bertemu dengan Dominique, sementara Dominique sendiri malah sebal setengah mati. Terutama karena Hugo mulai mengejar-ngejarnya. Dominique enggan menerima, dia kan masih cinta pada Jerry, kakak kelas semasa SMA-nya yang sekarang jadi rekan sekerjanya. Meskipun Jerry malah naksir sahabat Dominique.
Apalagi mama Hugo masih saja menjodoh-jodohkan Hugo dengan Farah, yang juga tampaknya masih naksir berat pada Hugo.
Akankah Hugo berhasil mendapatkan hati Dominique atau dia sekali lagi harus kembali ke Bristol karena kali ini dia benar-benar patah hati?

The Vanilla Heart adalah salah satu novel dalam seri Love Flavour yang diterbitkan Bentang Pustaka.
Sebagai novel bercita rasa vanila, saya suka konsep dan filosofinya. Vanila memang unik dan punya cita rasa menarik. Makanya saya suka banget Vanilla latte, sama seperti Hugo :))

Karakter Dominique di sini adalah gadis yang meledak-ledak dan blak-blakan. Tipe yang pastinya akan jadi teman yang menyenangkan. Sedangkan Hugo, yaah Hugo ini tipikal hero-nya Indah Hanaco banget; sabar dan gentle. Perfect deh pokoknya.
Kakak-kakak Hugo juga sama sempurnanya. Huhu~ kalau ada 3 bersaudara yang tampan dan mapan semua, rasanya beruntung banget kalau jadi ibunya. Wkwkk~

Saya suka interaksi Hugo dan Dominique, saya nggak bakal bosan lihat gaya pacaran mereka. Fun tapi saling perhatian dan nyambung banget.

Plotnya rapi dan alurnya mengalir sampai jadi terhanyut. Saya juga suka setting Bristol dalam novel ini, cukup tergali dan menyajikan hal yang berbeda.

Desain sampulnya juara menurut saya. Suka banget! Jadi ngiler, deh! Iya, saya tipe pembaca buku yang sering jatuh cinta pada pandangan pertama dengan cover novel. Tapi, isinya juga senikmat sampulnya, kok.

Saya suka jalinan ceritanya. Meski bukan ide yang baru dan umum dalam cerita roman, tapi The Vanilla Heart punya rasa tersendiri yang sama sekali nggak klise.

Pokoknya kalau baca novel ini, jangan jauh-jauh dari es krim vanila atau kopi vanilla latte, karena begitu selesai (atau bahkan saat di tengah cerita), kita langsung jadi pengen menikmati vanila.

Saya beri 4 bintang untuk The Vanilla Heart karena filosofinya yang menarik dan ceritanya yang manis.


TEBAR-TEBAT QUOTE


"Vanila tidak pernah bisa melebur ke bahan lain dan kehilangan jati dirinya. Vanila selalu punya identitas, di mana pun dia berada." (hal. 18)

Hidup ini tidak seharusnya bertumpu pada satu hal belaka. Ada banyak poin lain di dunia ini yang butuh konsentrasi dan fokus perhatian yang tidak terbagi. (hal. 34)

"Luka karena cinta tidak harus disembuhkan oleh cinta pula." (hal. 37)

"Vanila dalam secangkir vanilla latte adalah penetral untuk rasa pahit kopi dan berlemaknya susu. Temukan vanila dalam dadamu agar hidupmu lebih seimbang untuk dijalani." (hal. 38)

"Urusan cinta dan hati itu tidak bisa dipaksa atau diprediksi." (hal. 72)

"Mencintailah seperti vanila. Mencintai dengan cara membiarkan aromanya sebagaimana awalnya. Keindahannya tetap akan terpancar saat tidak harus mengenakan topeng dan kepalsuan." (hal. 201)

"Vanila mewarnai rasa sehingga kita tidak hanya mengenal kepahitan yang sangat pahit. Atau kemanisan yang sangat manis. Vanila membuat kita tahu, ternyata ada kepahitan yang manis atau kemanisan yang pahit." (hal. 254)

Selasa, 12 Mei 2015

[Resensi: Dixieland Sushi by Cara Lockwood] - Memahami Uniknya Perbedaan dalam Cinta


Judul buku : Dixieland Sushi
Penulis : Cara Lockwood
Alih bahasa : Shandy Tan
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tahun terbit : 2013
Tebal buku : 300 halaman
ISBN : 978-602-02-0476-5
Available at: bukupedia






BLURB

Jen Nakamura Taylor, seorang gadis blasteran Jepang, mengira telah meninggalkan masa lalunya di sebuah kota kecil daerah Selatan ketika dia pindah ke utara untuk menjadi produser acara televisi populer di Chicago. Sampai akhirnya dia menerima kabar dari kampung halaman bahwa sepupunya akan menikah dengan Kevin Peterson, pria yang selama bertahun-tahun sangat dicintai Jen.

Kabar tersebut bukan hanya membangkitkan kenangan lama yang menyesakkan, tapi sekarang Jen, yang lajang dan sangat sibuk, terpaksa harus mencari pasangan untuk menghadiri pernikahan tersebut.

Sementara itu, Riley - pria ganteng dari Inggris yang menjadi teman sekantor Jen - kelihatannya bisa menjadi 'pasangan' yang cocok. Bahkan pacar Riley pun menganggapnya sebagai ide bagus.

Selama perjalanan menuju Dixieland, tanpa disangka, keduanya mulai merasakan perasaan yang berbeda antara satu sama lain. Dan Kevin Peterson yang telah dewasa tetap saja menawan! Di tengah-tengah situasi rumit, Jen pada akhirnya tetap harus belajar untuk mencintai silsilah keluarga, kehidupan cinta, bahkan dirinya sendiri.


RESENSI

"Nah, apa rencanamu untuk mengacaukan pernikahan itu?"

Bagi Jen Nakamura, gadis blasteran Jepang yang tumbuh di Dixieland, Kevin Peterson adalah cinta masa remajanya yang jauh di awang-awang. Jen menghabiskan masa belianya dengan jatuh cinta setengah mati pada Kevin. Namun, meski bagi Jen, ia sudah sering memberi Kevin sinyal-sinyal cinta, Kevin tetap saja tidak meliriknya dan malah sering bergonta-ganti pacar.
Jadi ketika suatu hari di sela kesibukannya sebagai produser acara berita, Jen mendapat undangan pernikahan dari Lucy - sepupu Jen - dan Kevin Peterson, Jen kalang kabut.
Jen menghabiskan waktu untuk mencari pria yang kemungkinan besar pantas dan mau menjadi pendampingnya untuk menghadiri pernikahan Lucy dan Kevin. Sayangnya pria-pria yang dikencani Jen adalah pria-pria "aneh".
Jen sebenarnya ingin mengajak Nigel Riley, rekan kerja yang menurut Jen adalah versi dewasa dari Kevin. Sayangnya, meski Riley akrab dan sering menggodanya, Riley telah punya pacar. Pacar yang cantik, pintar dan baik hati. Pacar yang sempurna. Maka Jen menahan diri.
Siapa sangka justru malah Tiffany - pacar Riley-lah yang menawarkan agar pria itu menemani Jen ke pesta pernikahan.
Dan dimulailah perjalanan Jen pulang kampung menuju Dixieland, kota kecil di daerah selatan. Kali ini ia harus memperkenalkan keluarganya yang aneh pada Riley, menyusuri perjalanan penuh godaan bersama Riley, menghadapi rayuan-rayuan Kevin yang telah ia dambakan sejak usia belasan dan menemukan arti keluarga dan cinta bagi dirinya.

Dixieland Sushi memiliki tema yang unik. Tentang kehidupan gadis blasteran Amerika-Jepang yang merasa keluarganya paling aneh sedunia. Bahwa ia terkadang menghadapi prasangka yang konyol, menggelikan dan bahkan menyedihkan dari orang-orang di sekitarnya.

Gaya penceritaan Cara Lockwood lumayan membosankan di awal. Dengan alur maju-mundur yang membawa kita ke tahun 80-an, Cara cukup sangat sering menyebutkan judul-judul serial TV yang tidak saya pahami.
Mungkin untuk warga Amerika itu adalah budaya populer di kala itu, tapi di Indonesia yang pada era 80-an hanya punya satu stasiun TV yaitu TVRI, saya tak punya bayangan sama sekali tentang serial-serial TV yang disebutkan. Kecuali The A Team… wkwkwkk~
Cara juga terlalu banyak memasukkan tokoh sampingan yang sebenarnya tidak terlalu penting. Tokoh-tokoh sampingan itu hanya memperpanjang narasi yang justru malah semakin terasa membosankan.

Untungnya saat cerita mulai memasuki perjalanan Jen dan Riley, saya mulai menikmatinya. Dialog antara mereka begitu cair dan cerdas. Interaksi mereka lumayan menghibur.

Saya cukup suka karakter Riley yang slengekan  tapi posesif. Dari dialog di awal cukup kelihatan kalau dia care banget terhadap Jen.
Yang tidak saya sukai adalah karakter Jen. Jen ini begitu skeptis dan sinis terhadap dunia dan terutama terhadap dirinya sendiri. Gambaran Jen terhadap dirinya sungguh menyedihkan. Saya jadi berpikir bahwa Jen ini memang cewek biasa. Sehingga saya kaget saat Riley dan Kevin menyatakan kalau Jen adalah gadis yang cantik, pintar dan menawan.

Terjemahannya cukup bagus meski sedikit tidak konsisten. Ada dialog yang tidak baku tapi ada juga dialog dengan bahasa baku. Menurut saya karena ini adalah roman kontemporer, mestinya penerjemah tidak perlu takut menggunakan bahasa tak baku untuk dialog.

Beberapa typo dalam novel ini:

* Bibir --> bibi (hal. 68)
* pernah suara --> pernah mendengar suara (hal. 77)
* alvokad --> avokad (hal. 138)
* kuning pisau --> kuning pisang (hal. 138)
* granda --> grandpa (hal. 195)
* goreng ikan --> ikan goreng (hal. 226)

Covernya menarik, meski saya bingung untuk apa si kucing duduk di situ menatap Jen. Wkwkwkkk~


TEBAR-TEBAR QUOTE

"Keluarga! Kau kan tahu awak berita sejati tidak punya waktu untuk keluarga." (hal. 16)

"Kita semua punya cacat perkencanan yang mematikan. Cacatmu adalah kau mencintai seorang pria ideal, jadi begitu mengenal dia, kau selalu akan merasa kecewa. Semua pria selalu terlihat lebih baik dari diri mereka yang sebenarnya sampai kau mengenal mereka dan sadar bahwa semuanya ternyata sama saja. Semua pria suka lelucon jorok dan hal-hal berbau porno." (hal. 115)

"Kau bisa saja menggiring bebek ke air, tapi belum tentu bisa memaksanya minum." (hal. 184)

"Orang yang kau nikahi tidak semestinya menjadi prestasi dalam hidup. Aku memang belum menikah, tapi menurutku tidak seharusnya pernikahan nenjadi target atau untuk mendapatkan mahkota. Pernikahan berarti berbagi hidup bersama seseorang, tapi jangan sampai dianggap mencerminkan siapa dirimu." (hal. 255)

"Kau tidak bisa mengandalkan orang lain agar menjalani hidupmu untukmu. Kau harus membuat keputusan sendiri, memutuskan apa sebetulnya yang kau inginkan." ( hal. 256)


Saya suka budaya dan kuliner Amerika Selatan dan Jepang yang muncul di novel ini. Jadi saya beri 3 bintang untuk Dixieland Sushi.

Sabtu, 09 Mei 2015

[Resensi] Berlatih Mengungkap Kasus-Kasus Kriminal dalam Pianika Membuka Rahasia by Wolfgang Ecke


Judul buku : Pianika Membuka Rahasia (Seri Klub Detektif #4)
Penulis : Wolfgang Ecke
Ilustrator : Rolf Rettich
Penerbit : Gramedia
Alih bahasa : Hendarto Setiadi
Tebal buku : 128 halaman
Dimensi buku : 18 cm
Tahun terbit : September 1989 (cetakan kedua)
ISBN : 979-403-220-5





BLURB

Seri Klub Detektif mengajak para pembaca anak-anak dan remaja untuk mengasah otak dan belajar menjadi detektif. Karena itu seri ini menyajikan kasus-kasus kriminal untuk dipecahkan sendiri oleh pembaca. Masing-masing kasus diakhiri dengan pertanyaan, seperti: Siapa pelakunya? - Apa kesalahan orang itu? - atau pertanyaan-pertanyaan lain yang serupa. Pembaca yang teliti dan mau berpikir, pasti dapat memecahkan kasus-kasus yang ada. Betul tidaknya jawabannya, bisa dicocokkan dengan lembar jawaban yang ada pada bagian akhir buku.
Masing-masing kasus tingkat kesulitannya berbeda - hanya satu persamaannya: semua kasus menegangkan dan mengasyikkan.

Pianika Membuka Rahasia, judul keempat dalam seri ini, memuat 20 kasus kriminal.


RESENSI

Saya baca buku ini pertama kali waktu SMP. Waktu getol-getolnya baca cerita detektif. Dan kebetulan ini salah satu seri favorit saya.
Jadi ketika kemarin iseng mampir ke kios langganan di shoping - pusat buku bekas di Yogyakarta - dan menemukan buku ini, rasanya seperti menemukan salah satu horcrux. Haha…
Yang saya sukai dari cerita detektif jadul adalah karena kasusnya ringan untuk dibaca anak-anak dan remaja. Beda dengan seri detektif kekinian yang muncul dalam bentuk komik, semacam Detektif Conan dan Detektif Kindaichi. Banyak Beberapa kasusnya merupakan kasus pembunuhan, saya rasa itu tidak sehat kalau dibaca anak-anak.

Pianika Membuka Rahasia merupakan karya Wolfgang Ecke dengan judul asli Solo für Melodica yang terbit pertama kali di Jerman pada tahun 1977.
Nama Wolfgang Ecke (1927-1983) di sampul buku, merupakan jaminan mutu bacaan hiburan yang mengasyikkan. Hal itu karena adanya rangsangan untuk berpikir memecahkan kasus-kasusnya.
Wolfgang berpendapat bahwa:

"Tidak ada kisah kriminal yang khusus untuk anak-anak! Yang ada ialah kisah kriminal yang layak disajikan sebagai bacaan untuk anak-anak. Dan itu terlepas dari pertimbangan, apakah kisahnya sengaja ditulis untuk anak-anak atau tidak."

Dalam Pianika Membuka Rahasia terdapat 20 kasus kriminal yang beragam tingkat kesulitannya:
   * mudah
 ** sedang
*** sulit

Kasus-kasus di dalam buku ini adalah:

*** No.  1  Pianika Membuka Rahasia
 ** No.  2  Surat Kaleng
 ** No.  3  Sang Ratu Pencopet
  * No.  4  Pertunjukan Hantu-hantu
*** No.  5  Kegaduhan di Tengah Malam
  * No.  6  Kasus Pencurian Lukisan
*** No.  7  Penyelundup Bernasib Sial
  * No.  8  Kasus Lagranette
 ** No. 9  Merpati Pos Penentu Nasib atau Sebuah Kasus untuk Perry Clifton
*** No.10  Kisah si Raja Berlian
 ** No. 11  Pembicaraan di Pinggir Pantai
  * No. 12  Pesanan yang Misterius
 ** No. 13  Setia Kawan
 ** No. 14  Bergaya Jutawan
*** No. 15  Suatu Transaksi Dagang
 ** No. 16  Arti Sebuah Foto
 ** No. 17  Undian Karcis Pertunjukan Perdana
*** No. 18  Suatu Kesempatan Emas
 ** No. 19  Identitas Palsu
 ** No. 20  Selamat Hari Paskah

Pada akhir buku terdapat kunci jawaban yang benar dari kasus-kasus tersebut. Sehingga kita dapat mencocokkan jawaban kita. Dan jika kita menjumlahkan bintang-bintang dari tiap kasus yang kita jawab dengan benar, kita bisa mengetahui seberapa jauh kemampuan kita sebagai penyelidik.

Saya sendiri mengumpulkan nilai 37, yang berarti saya tergolong dalam:

36-41
Wah, kau memang hebat. Salut! Ketelitian dan pengetahuan umummu sangat baik. Kau termasuk penyelidik jempolan. Tapi ingat, jangan cepat puas! Tetaplah giat dan rajin belajar.

Yihaaa! Seru pokoknya! Karena membaca kumpulan kasus ini selain bisa melatih ketelitian kita, kita juga bisa mendapatkan banyak pengetahuan umum.

Sayangnya untuk ilustrasinya kurang jelas, sehingga untuk kasus yang harus memerhatikan gambar jadi sulit dipecahkan. Beda dengan seri Detektif Cilik Hawkeye Collins dan Amy Adams yang gambarnya benar-benar jelas.

Tapi tetap saja hal itu tidak mencegah saya untuk memberi 5 bintang untuk Pianika Membuka Rahasia.


Senin, 04 Mei 2015

[Resensi: Hanakotoba by Primadonna Angela] - Bahasa Bunga yang Mengajarkan Banyak Hal


Judul buku     : Hanakotoba
Penulis           : Primadonna Angela
Penerbit         : Gramedia Pustaka Utama
Ilustrator       : Yulianto Qin
Tahun terbit  : 2014
Tebal buku    : 288 halaman
Dimensi         : 20 cm
ISBN                : 978-602-03-1027-5
Available at   : bukupedia.com





BLURB

"Tiap bunga punya makna tersendiri. Tiap bunga beresonansi dengan emosi dan harapan yang ada di dalam hati. Ketika Ran membuka Hanakotoba - bahasa bunga - untuk mengobati patah hati, seiring berlalunya hari, tak diduganya orang lain merangkai kisah warna-warni dengan puspa yang dipajang di tokonya.

Beberapa jiwa yang bersentuhan dengan bunga, mendapati mereka telah diubah sepenuhnya. Demikianlah yang terjadi dalam berbagai cerita pendek dalam Hanakotoba."


RESENSI

Hanakotoba merupakan kumpulan cerita pendek yang memiliki satu benang merah. Ada 26 cerita pendek - termasuk prolog - yang melibatkan Hanakotoba, sebuah toko bunga milik Ran yang terletak di satu sudut di dalam mall.

Hanakotoba, toko sederhana yang diciptakan untuk mengobati patah hati dan mimpi. (Hal. 17)

Ran memang mendirikan toko bunga Hanakotoba, yang berarti "bahasa bunga" dalam bahasa jepang, karena ia patah hati setelah ditinggal kekasihnya. Ran yang selalu mempercayai keberadaan bangsa peri, memiliki kemampuan lebih dalam melihat masalah orang lain. Dengan media bunga yang tepat, Ran menolong orang-orang yang dirundung masalah yang datang ke tokonya. Agar orang-orang tersebut bisa menemukan keberanian, keberuntungan, kebanggaan, dan juga kejujuran.

Yang saya suka dari buku ini adalah ide ceritanya yang menarik dan konsepnya yang rapi. Kita diajak mengenali arti bahasa bunga dan kekuatan apa yang ada di balik bunga-bunga tersebut.

Tokoh-tokoh dalam Hanakotoba kebanyakan adalah remaja. Tapi jangan mengharapkan remaja labil yang cuma bisa galau dan mewek. Remaja-remaja dalam Hanakotoba adalah remaja yang kuat dan bijak menghadapi masalah hidupnya. Ini tentunya merupakan pesan moral yang diselipkan Donna di dalam bukunya. Konflik-konflik yang dihadapi  beberapa remaja ini klise, umum terjadi di kehidupan nyata, dikhianati sahabat, kecemburuan pada pacar, penantian tanpa kepastian, jatuh cinta diam-diam, juga keinginan membanggakan orangtua.
Meskipun teenlit, tapi Hanakotoba memiliki karakter-karakter yang dewasa secara pemikiran. Sehingga kesannya lebih wise.

Bagian menarik dari buku ini adalah di setiap awal bab dimulainya cerpen, terdapat ilustrasi cantik dan quote menggigit tentang bunga yang menjadi pralambang tiap cerita. Saya suka semua ilustrasinya juga covernya. Warna rangkaian bunga dan latar di cover sangat kontras sehingga terlihat cantik. Hmm… kalau dibuat postcard pasti cantik banget. Hehe…




Ada typo di dalam buku ini, semacam:

- mau     --> kau (hal. 40)
- Aku bertanya pada Jenni --> Aku bertanya pada Jenna (hal 148)
- puth     --> putih (hal. 180)
- "oh, katanya" --> "oh," katanya. (hal. 226)
- sayang  --> yang (hal. 256)

Juga terdapat beberapa kejanggalan dalam cerita. Seperti dalam cerpen "Jakoendo" ketika Keiko mendapat paket bunga dan 80 komik. Di tiap komik terdapat amplop berisi surat, yang jika dicuplik huruf pertamanya akan membentuk pesan:

Aku sayang kamu selalu
Meski tubuhku menyerah
Jiwaku takkan pernah meninggalkanmu

Love,
Adit
(Hal. 203)

Kalau dihitung, pesan tersebut hanya terdiri dari 79 huruf bukan 80 huruf. Dan saat Keiko membaca surat di dalam komik nomor 28, huruf pertama dalam surat adalah H, tidak cocok dengan pesan yang huruf ke 28-nya adalah U. Demikian juga dengan surat yang ke 73, huruf pertama suratnya L, padahal pada pesan jatuh pada huruf O.

Kemudian dalam cerita "Oniyuri", tokoh Harris diceritakan sebagai orang kedua (kamu) tapi ada dua paragraf di halaman 192 yang "tiba-tiba" Harris menjadi orang ketiga (ia).
Hal itu jadi sedikit mengganggu.

Tapi saya puaaaaas banget baca Hanakotoba. Ini bintang yang saya berikan untuk tiap cerita:

Hanakotoba                  ****
Shiragiku                      *****
Wasurenagusa             ****
Kuchinashi                    ****
Sumire                           ***
Shirayuri                       *****
Sayuri                            ****
Tsutsuji                          ***
Tsubaki                          *****
Sakuraso                        *****
Botan                              ***
Kiiro bara                      *****
(Yotsu ha no) kuroba  *****
Ajisai                              ****
Ayame                           ***
Oniyuri                         *****
Jakoendo                      ***
Sakura                          *****
Sagiso                           ****
Suisen                           ***
Mokuren                      *****
Tenjikubotan              ****
Hinagiku                      *****
Hinageshi.                   *****
Suzuran                       ***
Ran                                *****

Saya suka sekali twist dalam setiap cerpen. Ada beberapa yang mengejutkan dan ada yang membuat tertawa. Romantismenya khas remaja; manis dan unyu. Secara keseluruhan Hanakotoba adalah kumpulan cerita yang "digodog" secara matang.

Jadi saya merekomendasikan buat siapa saja, tidak terbatas pada remaja, yang suka membaca kisah-kisah penumbuh semangat yang terbalut manis.

Saya beri 5 bintang untuk Hanakotoba, untuk semangat dalam bahasa bunganya yang menginspirasi.


TEBAR-TEBAR QUOTE

Bagaimana kalau emosi dan nurani bertentangan? Seperti berusaha menolong seseorang yang pernah menyakitimu di masa silam? (hal. 24)

Mengeluh lama-lama hanya akan menimbun kecewa. (hal. 24)

Berapa banyak yang berkata bahwa kebenaran akan membuat mereka lebih kuat namun nyatanya malah membuat mereka nyaris sekarat? (hal. 24)

Aku menggunakan medium bunga. Bunga memancarkan resonansi tertentu, dan kalau diperlakukan dengan benar mereka bisa membantu manusia. Karena itulah aku selalu percaya, siapa pun yang memutuskan untuk menanam sendiri banyak bunga di tamannya pasti lebih bahagia. (hal. 25)

"Cinta saja memang tidak cukup. Tapi cinta bisa menjadi landasan yang kuat untuk tetap berjuang menjalani hidup." (hal. 36)

Ketika dia tahu apa yang kamu butuhkan, ketika dia begitu memahami isi hatimu dan berusaha menghormati keinginanmu…
…itulah yang namanya cinta. (hal. 49)

"Ah. Ketidaktahuan kadang menyebalkan, bukan? Membuatmu bertanya-tanya apa yang salah. Tapi, kadang ketidaktahuan malah membebaskan. Apa pun alasannya semua sudah terjadi. Sudah bebas." (hal. 55)

"Tapi berhati-hatilah, jangan sampai benci membutakanmu akan satu hal… bahwa segalanya tidak akan berarti apa-apa kalau kamu tidak membiarkannya memengaruhimu." (hal. 75)

Pengalaman, seburuk atau sebaik apa pun, akan melekatkan bekas pada seseorang dan mengubahnya. Sedikit banyak begitu. (hal. 142)

"Bunga-bunga beresonansi dengan emosi yang melihatnya. Mereka saling memengaruhi. Emosi hadir bukan untuk disangkal, namun untuk diakui dan diterima. Emosi itu bagian dari kehidupan manusia…" (hal. 154)

It's always hard to say goodbye, especially to the ones that you consider close friends. (hal. 157)

Melihat kupu-kupu saja, dia memekik ngeri karena… yah, kupu-kupu itu serangga, kan? Berarti masih satu golongan dengan caplak, kecoak, dan… cowok-cowok brengsek! (hal. 227)
 

Nurina mengeja kata Published @ 2014 by Ipietoon