Minggu, 04 Oktober 2015

[Resensi: Cinta Masa Lalu - Nima Mumtaz] Cinta dan Kebencian Tujuh Tahun Lalu


Judul buku: Cinta Masa Lalu
Penulis: Nima Mumtaz
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun terbit: 2014
Tebal buku: 306 halaman
ISBN: 978-602-02-3101-3




BLURB

Mimpi apa yang paling buruk bagi seorang gadis?

Diperkosa dan mengandung di umur 18 tahun mungkin merupakan pengalaman paling buruk. Apalagi jika pelakunya adalah kekasih sepupumu.

Dan itu terjadi pada Viona.


RESENSI

Bagi David Raditya Arkhan, cewek-cewek akan selalu tunduk di kakinya. Bukan hanya karena dia sangat kaya, tapi juga karena dia ganteng, keren, dan hot. Semua cewek dengan mudah ditaklukkannya, dan korbannya berikutnya adalah Ghea.
Sayangnya cewek itu lebih suka sok jual mahal, dan dengan tipu daya berhasil membawa David ke pertemuan keluarga besarnya untuk diperkenalkan sebagai sang tunangan.
David yang semula merasa enggan, terkesima saat di pertemuan itu bertemu dengan sepupu Ghea yang masih belia, Viona. David merasa jatuh cinta untuk pertama kalinya. Sayangnya, Viona sama sekali tidak tertarik pada David. Hal itu membuat niat David untuk mengejar dan menaklukkan Viona semakin besar.
Ketika satu kesempatan akhirnya datang, dengan licik David merenggut kesucian Viona dan menghamilinya. Viona pun depresi berat. Meskipun David bersedia bertanggung jawab, namun Viona sudah telanjur membenci David. Untuk memulihkan kejiwaannya, Viona dibawa ke Jogja untuk terapi.
Tujuh tahun kemudian, Viona menginjakkan kaki kembali di Jakarta. Dengan niat memberi surprise bagi keluarganya, Viona sengaja tidak memberitahukan kepulangannya. Namun ternyata justru dirinyalah yang dibuat terkejut.
Di rumahnya, Viona menemukan David yang tampak seolah begitu diterima sebagai anggota keluarga. Bukan hanya David yang ada di sana, tapi juga seorang gadis kecil berusia 6 tahun yang memiliki sorot mata polos dan lesung pipit seperti dirinya.
Mengapa keluarga Viona bisa menerima David? Benarkah David telah berubah? Apakah Viona juga bisa menerima mereka? Atau justru dia menerima lamaran Diaz, cinta pertamanya?

--------------

Bagi saya, blurb Cinta Masa Lalu ini menggoda banget. Menggugah rasa penasaran. Buat saya yang sangat tergila-gila dengan Karmila-novel karya Marga T, cerita yang bernapas sama tentu saja membuat saya tertarik.

Lagipula, saya memang penyuka cerita yang tokoh ceweknya benci setengah mati sama cowoknya lebih dulu. Seru rasanya mengikuti perjuangan si cowok untuk mendapatkan maaf dan cinta si cewek.

Cinta Masa Lalu ini bukan kisah tentang kenangan cinta yang indah di antara dua orang, hanya David yang menganggapnya sebagai rasa cinta, sementara Viona sama sekali tak mau mengingatnya.

Cinta Masa Lalu memang menggunakan sudut pandang orang pertama, tapi tercatat ada tiga orang yang bercerita sebagai aku; Viona, David, dan Juna. Secara bergantian mereka berkisah melalui sudut pandang mereka. Meski menurut saya masih agak kurang rapi untuk pembagian porsinya, saya masih bisa menikmatinya kok.
Dengan alur maju-mundur, plotnya masih berlompatan dan belum rapi. Ada adegan yang berjalan terlalu cepat tanpa kronologi yang logis. Semisal saat Viona dibawa ke UGD setelah hendak menikam David di apartemennya.

Aku tak tahu apa dan bagaimana, yang pasti aku sekarang ada di ruang tunggu UGD rumah sakit yang jaraknya cukup dekat dengan apartemenku. (hlm. 126)

Saya pikir akan lebih dramatis kalau diceritakan kepanikan membawa Viona yang bersimbah darah dengan perjalanan yang mencekam karena berkejaran dengan waktu dan maut. Biar terasa tegangnya ^^

Karena saya membaca Jodoh untuk Naina lebih dulu, saya cukup dikagetkan dengan gaya bercerita novel ini. Berbeda dengan Jodoh untuk Naina yang ditulis dengan lebih rapi dan dewasa, gaya tulisan Cinta Masa Lalu terkesan bandel dan 'semau gue'. Saya bilang "semau gue" karena narasinya menggunakan bahasa non-baku, dialog-dialognya lincah dan tokohnya tengil. Serasa gemas dan pengin menoyor mereka tiap kali bikin ulah. Haha..
Saya kira mungkin novel ini memang sengaja diterbitkan persis sesuai naskah aslinya yang ditulis di wattpad tanpa proses editing sehingga banyak sekali catatan kesalahan eja yang saya dapati.

Hal-hal yang saya temukan dalam novel ini saya rangkum secara garis besar:

- Kurangnya penggunaan tanda titik dan tanda koma.
- Masih terdapat singkatan semacam "gw" dan "klo".
- Lumayan banyak kata penekanan dengan menambahkan jumlah huruf semacam "ampuuunnnn..", "Iiiiihhhhh..", atau "Huufffhhhh...". Dan yang paling membuat saya meringis, Juna dan David juga sering menggunakan kata "Iiiihhhh..." dalam dialog mereka. Kan jadi berasa kurang gentle. ^^
- Inkonsistensi dalam narasi pada satu paragraf. Ada penggunaan kata yang nggak konsisten. Saya sih nggak masalah narasi menggunakan kata non-baku, asal tetap konsisten. Contohnya penggunaan kata tak/gak:
Kenapa semua serba tak terduga begini, sih? Brengsek!!!! Mau gak mau aku harus menempuh jalan pintas buat dapetin Vio. (hlm. 44)
- Gaya bahasa lo-gue juga masih kurang konsisten. Kadang "gua", kadang "gue".

"Gue kan emang gak pernah tidur di sini lagi Vio, dua minggu sekali gua nginep di kamar ini. Selebihnya, ya, tinggal di tempat gualah."
- Kata bahasa asing yang nggak dicetak miring. Seperti kata virgin, misscall, please, dsb.

Terlepas dari itu, saya masih sangat menikmati novel ini. Dan tentu saja, Nima Mumtaz selalu bisa bikin saya banjir air mata. Adegan dan dialognya menyentuh saya dan membuat saya tergugu. Diksinya tetap membuat saya terharu. Saya percaya saya akan disuguhi ending nan manis dan membuat saya senyum-senyum sendiri.

Saya rekomendasikan Cinta Masa Lalu buat pembaca yang sudah dewasa secara pemikiran. Hati-hati dengan romantic scene yang bisa bikin dag-dig-dug-ser. :)))))

TEBAR-TEBAR QUOTE

"Oke, lu memang terluka, sakit, dan entah berapa banyak kosakata yang bisa gambarin keadaan lu. Tapi itu sudah terjadi Vi, kita gak bisa ngubah apa pun, kan? Kita hanya bisa memperbaikinya, mencoba menjadikannya lebih baik." (hlm. 20)

"Vio, dia cuma anak kecil tanpa dosa yang kebetulan terjebak di situasi yang gak menguntungkan." (hlm. 24)

0 komentar:

Posting Komentar

 

Nurina mengeja kata Published @ 2014 by Ipietoon