Jumat, 04 Januari 2019

[Resensi] Sang Penguntit - Lisa Kleypas

Judul buku: Sang Penguntit
Judul asli: Hello Stranger
Series: The Ravenels #4
Penulis: Lisa Kleypas
Alih bahasa: Halita Permatasari
Editor: Yosef Bayu Anangga
Sampul: Marcel A.W
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: Desember 2018
Tebal buku: 464 halaman
ISBN: 9786020618449



BLURB

Sebagai satu-satunya dokter wanita di Inggris, Garret Gibson adalah wanita kuat dan mandiri. Ia sering kali menghadapi darah dan hal-hal mengerikan. Nyaris tak ada yang bisa mengusiknya. Sampai ia bertemu Ethan.

Ethan Ransom, mantan detektif di Scotland Yard, pria misterius yang kesetiaannya diragukan. Sebagai anak di luar pernikahan seorang bangsawan, Ethan tidak terlalu tertarik kepada masyarakat kalangan atas, namun ia terpikat pada Garrett yang cantik dan pemberani. Meski sama-sama berusaha melawan ketertarikan terhadap satu sama lain, Garrett malah terseret ke dalam salah satu misi Ethan yang paling berbahaya. Dan Ethan harus mengerahkan seluruh keahlian dan keberaniannya demi menyelesaikan misi sekaligus mendapatkan cinta wanita paling luar biasa yang ia kenal.

RESENSI

Hello Stranger atau Sang Penguntit merupakan buku keempat dari serial The Ravenels. Membuat saya bertanya-tanya mengapa kisah dokter Garret Gibson dan Ethan Ransom masuk ke dalam serial ini padahal mereka bukan bagian dari Ravenels. Entah saya melewatkan setitik informasi di buku-buku sebelumnya atau karena saya belum membaca novel ketiganya, Devil in Spring. Saya memang ingin menunda lebih lama untuk membaca Devil in Spring karena takut akan ekspektasi saya sendiri mengingat tokoh dalam Devil in Spring adalah putra dari Sebastian.

Nah, mungkin saja memang ada sesuatu yang menjadi petunjuk tentang Ethan di salah satu novel-novel pendahulunya, yang jelas saya mulai menyadarinya ketika Ethan bertemu dengan West Ravenel. Di situlah saya merasa kisah ini akan menjadi menarik.
Kisah ini terjadi pada sebuah musim panas tahun 1876. Garret Gibson menjadi satu-satunya dokter wanita yang ada di Inggris. Ia pergi ke Perancis untuk belajar kedokteran di Universitas Sorbornne karena sekolah-sekolah kedokteran di Inggris menolaknya. Pada saat itu di mana wanita tak boleh memiliki peran apa pun selain sebagai penghias rumah, jelas pilihan profesi Garret membuatnya dianggap mengerikan. Wanita tak boleh terlalu pintar dan menonjol. Beberapa dokter pria yang berprinsip kaku seolah enggan mengakuinya.
Pada catatan penulis di akhir kisah, Lisa Kleypas mengungkapkan bahwa ia terinspirasi oleh dr. Elizabeth Garret Anderson seorang dokter wanita pertama yang mendapatkan izin praktik di Inggris. Setelahnya British Medical Association langsung mengubah peraturan untuk mencegah wanita lain melakukan hal yang sama selama dua puluh tahun berikutnya. Ini membuat saya merasa kagum karena tentunya Lisa telah melakukan riset yang sangat dalam terutama pada beberapa lembar buku ini yang menuliskan dengan begitu detail bagaimana Garret Gibson membedah luka tembak Ethan. Semua peralatan, perkakas, obat-obatan dan tindakan medis yang dilakukan Garret membuat saya menyadari betapa tinggi risiko medis pada masa itu. Saya sempat bertanya-tanya ketika Garret memutuskan melakukan transfusi darah, mengapa ia tak menanyakan golongan darah mereka. Pertanyaan saya terjawab pada catatan penulis bahwa golongan darah baru ditemukan pada tahun 1901 yang semakin menunjukkan betapa berisikonya keputusan yang diambil Garret. Itu berarti proses transfusi darah pada saat itu hanya mengandalkan keberuntungan akan kecocokan darah.

Bagaimanapun juga novel ini memberi saya saat-saat frustasi antara menyukai dan tidak menyukainya. Ada saat-saat di mana Ethan membangun suasana intim, lalu Garret mengacaukannya dengan mengungkapkan istilah-istilah medis. Walau Ethan menganggapnya lucu dan menarik, tapi saya tidak. Apakah memang seperti itu jika kita berpacaran dengan seorang dokter? :)))
Sementara Ethan sendiri yang diceritakan sebagai mantan detektif Scotland Yard yang jarang tersenyum dan memilik aura seram tapi jantan (awww~~~), ternyata begitu puitis. Lagi-lagi saya merasa akward membaca rayuan-rayuannya, sementara Garret menanggapi dengan salah tingkah dan kemudian mengeluarkan komentar sakti berupa istilah medis. Bikin frustasi wooyyy 😭😭

Untungnya kehadiran West sangat menghibur dalam novel ini. Ia menjadi duri di pantat Ethan dengan keselengekannya tapi juga justru menjadi orang paling setia bagi Ethan. Mengingat betapa brengseknya dia di buku pertama, senang rasanya melihat West semakin menjadi pria dewasa sekaligus kekanakan yang membuat meleleh dari waktu ke waktu. Banter antara dirinya dan Ethan menjadi hiburan yang tiada duanya. Dialah penerang cerita ini.

Konflik yang terbangun dalam Hello Stranger cukup menegangkan. Walau tentu saja saya yakin keberuntungan akan muncul dan menyelamatkan para tokohnya dalam novel-novel semacam ini. Namun intrik yang terjadi tetaplah menarik untuk diikuti.
Yang tak kalah menegangkan justru adalah menunggu kapan Garret dan Ethan melakukan percintaan. Haha. Selama beberapa bab mereka melakukan permainan sentuh-tapi-tak-boleh-memiliki yang membuat saya hampir meledak jengkel dan ingin membenturkan kepala Ethan ke tembok karena begitu keras kepala. Namun toh akhirnya mereka bisa wikwik juga. Dengan menggebu. Tak tahu malu. Setiap waktu. Yah begitulah. Walau tentu saja Lisa Kleypas selalu bisa menuliskan adegan gulat penuh keringat ini dengan begitu indahnya tanpa terasa memalukan.

Secara keseluruhan saya masih belum bisa memutuskan apakah saya menyukai atau tidak menyukai novel ini. Untuk sebagaian besar waktu saya menikmati membacanya, untuk beberapa waktu lainnya terutama ketika Ethan begitu puitis saya merasa terganggu. Namun, saya tetap merekomendasikan novel ini terutama bagi kalian yang tertarik membaca seluk beluk dunia medis di Inggris pada abad itu. Atau... bagi kalian penyuka drakor Descendant of The Sun dan ingin membacanya dalam versi hisrom dengan suasana Inggris. Nggak mirip banget sih tapi kisah cinta dokter wanita-anggota rahasia pasukan elite khusus dan intriknya hampir sama. Hmm menjadi catatan yang menarik juga ketika Garret menggunakan spons yang dicelup air lemon untuk dimasukkan ke vaginanya sebagai alat kontrasepsi. Selamat membaca :)

3 komentar:

Pauline Destinugrainy mengatakan...

Aku pengen cerita tentang Cassandra, kembarannya Pandora yang di buku #3. Ternyata si dokter duluan yang dimunculkan

nurina widiani mengatakan...

Dulu awalnya pas baca keluarga ini aku mikir Pandora yg nantinya nikah terakhir karena sifatnya gitu.. eh malah Cassandra yg terakhir 😂😂 Harus sabar, mbades.. habis ini giliran West dulu :)))

Pauline Destinugrainy mengatakan...

Woo...berarti The Ravenels ini paling tidak ada 6 buku ya? Cassandra dapat jatah 2020 dong... :))

Posting Komentar

 

Nurina mengeja kata Published @ 2014 by Ipietoon