Senin, 14 November 2016

[Blogtour: Resensi + Giveaway] Tentang Kamu - Tere Liye

Judul buku: Tentang Kamu
Penulis: Tere Liye
Editor: Triana Rahmawati
Penerbit: Republika Penerbit
Tahun terbit: Oktober 2016
Tebal buku: 524 halaman
ISBN: 9786020822341



BLURB

Terima kasih untuk kesempatan mengenalmu, itu adalah salah satu anugerah terbesar hidupku. Cinta memang tidak perlu ditemukan, cintalah yang akan menemukan kita.

Terima kasih. Nasihat lama itu benar sekali, aku tidak akan menangis karena sesuatu telah berakhir, tapi aku akan tersenyum karena sesuatu itu pernah terjadi. Masa lalu. Rasa sakit.

Masa depan. Mimpi-mimpi. Semua akan berlalu, seperti sungai yang mengalir. Maka biarlah hidupku mengalir seperti sungai kehidupan.


RESENSI

Zaman Zulkarnaen adalah seorang pengacara muda yang menjadi associate di firma hukum Thompson & Co., sebuah firma hukum yang merupakan legenda hidup. Pengacara mereka adalah kesatria gagah berani pembela kebenaran, bekerja keras untuk memastikan setiap harta warisan diselesaikan seadil mungkin. Dan kali ini, Zaman disodori kasus yang sangat penting. Ia harus menyelesaikan perkara warisan seorang perempuan tua yang meninggal di sebuah panti jompo di Paris, dan ternyata memiliki harta warisan sebesar satu miliar poundsterling. Nama wanita itu Sri Ningsih.
Zaman memulai investigasinya di panti jompo tempat Sri Ningsih menghabiskan masa tuanya, di sana ia bertemu dengan perawat muda bernama Aimée. Dari Aimée, Zaman mendapat petunjuk pertamanya, sebuah buku harian milik Sri Ningsih yang terbagi dalam lima juz. Berbekal buku harian dan foto-foto lama, Zaman berangkat menyusuri tempat-tempat tak terbayangkan untuk mencari ahli waris Sri Ningsih. Yang tak bisa Zaman duga adalah, penyusuran ini membawanya pada kisah yang memilukan, tentang kesabaran, persahabatan, keteguhan hati, cinta, dan memeluk semua rasa sakit.

---------------------

Tentang Kamu menjadi kisah yang luar biasa dan saya merasa begitu sayang untuk berhenti membacanya. Betapa tidak, saya dibawa berpetualang menyusuri kota demi kota, masa demi masa, dan saksi demi saksi. Perjalanan yang seru banget dan bikin berdebar-debar. Membaca novel ini bukan hanya sekedar menelusuri dan menguak jejak kisah hidup Sri Ningsih, tetapi juga menapaki kebaikan dan kepolosan seorang gadis yang tangguh.

Banyak pertanyaan yang meliar dalam benak saya sejak awal kisah, karena begitu minimnya informasi yang ada. Dan Tere Liye merupakan penulis yang sabar, memberikan kepingan puzzlenya secuil demi secuil dalam waktu yang tepat. Paling tidak ini membuat perjalanan Zaman menelusuri siapa Sri Ningsih sepanjang 524 halaman bukanlah hal yang membosankan.
Apalagi deskripsi setting tempatnya luar biasa detail. London, Paris, Sumbawa, Surakarta, Jakarta. Semua tempat begitu terasa nyata latar dan atmosfernya.
Saat Zaman menggali informasi dari saksi-saksi hidup yang mengenal Sri, saya dibawa pada sejarah-sejarah yang telah dilewati Sri. Betapa Sri telah melewati segalanya, masa kemerdekaan, masa politik komunis, masa peristiwa malari bahkan euforia pernikahan Lady Diana dan Pangeran Charles. Tere Liye mengaitkan kehidupan Sri dengan peristiwa-peristiwa penting sehingga rasanya Sri begitu istimewa.

Zaman adalah tokoh sentral novel ini, sebagai pengacara muda berbakat ia memiliki prinsip dan integritas luar biasa. Bertekad baja dan pekerja keras. Pantang menyerah sebelum menuntaskan misinya. Betapa gigihnya ia menelusuri petunjuk sekecil apa pun. Sedangkan Sri merupakan tokoh utama di atas segalanya. Penderitaan dan kehilangan bertubi-tubi menderanya, tapi ia tetap tersenyum, tetap tabah. Kepolosan dan kesucian pikirannya benar-benar langka bahkan mungkin di masanya. Namun kesabaran dan kegigihannyalah yang membawanya sejauh itu, seagung itu.
Cukup banyak tokoh sampingan dalam novel ini, tapi semuanya memberi peran penting, nggak ada tokoh yang hanya selintas lewat. Bisa dibilang semuanya punya detail karakter yang sangat kuat.

Tentang Kamu memang merupakan novel paket komplit. Semacam mencicipi gado-gado yang disajikan dengan baik dan terasa lezat. Ada tragedi, komedi, thriller dan romantisme yang manis, yang diramu dalan porsi yang pas. Ditambah lagi banyak trivia sejarah dan pengetahuan umum dalam novel ini. Bagaimana saya nggak jatuh cinta membacanya?
Meski saya merasa ada bagian-bagian yang terasa kaku dalam interaksi antar tokohnya, mungkin karena beberapa tokohnya memang dibuat unik dan berbeda. Jujur saya memang nggak bisa membayangkan logat dan cara bicara Rajendra Khan. Bisa jadi karena saya jarang menonton film india tanpa dubbingan. Karena sungguh sebenarnya Rajendra ini kocak banget dan semestinya bisa mencairkan suasana.

Secara keseluruhan, Tentang Kamu menjadi kisah yang membuka mata. Seorang gadis dari pulau kecil yang menerima kebencian, penderitaan, pengkhianatan dan kehilangan dengan sabar. Ia melihat masa lalu hanya sebagai kenangan dan kekuatan untuk terus maju. Kegigihan dan ketabahan adalah pesona utama novel ini. Dan Tere Liye menyampaikannya dengan begitu baiknya.


**********GIVEAWAY TIME***********




Nah, sudah baca review Tentang Kamu? Sudah merasa penasaran? Tenang... Saya punya DUA eksemplar novel Tentang Kamu yang akan dibagikan bagi pemenang yang beruntung ;)

Caranya mudah saja seperti biasa:

1. Peserta adalah warga negara Indonesia atau memiliki alamat pengiriman di Indonesia.

2. Follow akun twitter @bukurepublika dan akun saya @KendengPanali 

3. Share info giveaway ini dengan hashtag #TentangKamu dan jangan lupa memention kedua akun di atas.

4. Boleh banget kalau mau follow blog ini via email, G+ atau GFC yang bisa dilihat di bagian samping postingan ini. (Optional saja dan nggak memaksa).

5. Jawab pertanyaan berikut di kolom komentar dengan menyebutkan nama | akun twitter | domisili | alamat email. Dan pertanyaannya adalah:

Jika kamu harus memilih antara sahabat sejati atau kebenaran, mana yang akan kamu pilih?

6. Giveaway akan berlangsung selama lima hari dan ditutup pada tanggal  18 November 2016 pukul 23.59 WIB.

7. Jika ada pertanyaan, jangan segan colek saya di akun saya, ya. Good luck :))

*******UPDATE*******

Yuhuu... akhirnya blogtour Tentang Kamu sudah berakhir di blogku. Sungguh luar biasa merasakan semangat teman-teman mengikuti blogtour ini. Jawaban yang diberikan pun benar-benar luar biasa.
Sebenarnya ujian antara kebenaran dan persahabatan, juga harus dihadapi Sri Ningsih dalam episode hidupnya, dan saya bisa memetik pelajaran darinya.

Jadi pemenang kali ini adalah mereka yang jawabannya paling mendekati situasi Sri Ningsih dan mereka adalah...

Nama: Nur Rachmawati. Z
Twitter: @OmbakBintang

Nama : Viby Diana
Twitter : @vibydiana

Selamaaaat kepada dua orang yang beruntung. Saya tunggu data nama dan alamat kalian di nurinawidiani84(at)gmail(dot)com paling lambat 2 x 24 jam ya.

Bagi yang belum beruntung, jangan sedih. Masih ada dua bloghost yang akan memandu blogtour Tentang Kamu. Keep reading ya guys ;)

96 komentar:

Ervan mengatakan...

Nama : Ervan setiawan
Akun twitter : @ervaansetiawan
Domisili : Bogor, Jawa Barat
Nama email : ervansetiawan1996@gmail.com

Aku memlilih Kebenaran karena Kebenaran akan selalu benar tidak bisa di salahkan, jika seandainya memiliki Sahabat sejati tapi tidak dalam jalan kebenaran maka perlu di luruskan, tidak di Bela walaupun itu sahabat sendiri, tetapi Nasehat perlu di lakukan dan itu wajib apalagi kita tidak mau melihat kita hanya berjalan sendirian di atas kebenaran.

Nurhasana Nissa mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Nurhasana Nissa mengatakan...

Nama : Nurhasanah Maulianan Nissa
Akun : @nurhasananiissa
Domisili : Jakarta Barat, DKI Jakarta

Sahabat sejati atau kebenaran ?
Sahabat sejati. Karena mereka adalah bagian dari hidup saya. Seperti crayon yang menghiasi sebuah gambar menjadi lebih indah dan menarik. Bersama sahabat sejati kita bisa mencari dan menemukan suatu kebenaran.

Nurhasana Nissa mengatakan...

Email : nurhasana.nissa@gmail.com

Laily Nurtawajjuh mengatakan...

Nama : Laily Nurtawajjuh
Twitter : @lail_gulang
Domisili : Lombok
Email : lailynurtawajjuh@gmail.com


Saya memilih kebenaran, karena sahabat sejati yg sesungguhnya adalah kebenaran itu sendiri.

Mariyam Riya mengatakan...

nama: mariyam
twitter: @mariyam_elf
domisili: surabaya, jatim
email: mariyam.riya96@gmail.com

aku pilih kebenaran, karena kebenaran itu lebih penting dri apapun juga. hidup tanpa kebenaran serasa seperti terkurung, tanpa tau harus berbuat apa. jdi wlaupun sahabat sejati itu penting, tp msh lebih penting kebenaran. sebuah kebenaran akan lebih mahal harganya, karena sekarang susah sekali mencari kebenaran yg sesungguhnya.

Elsita Fransiska Mokodompit mengatakan...

Elsita F. Mokodompit
@sitasiska95
Gorontalo
elsitafransiska@gmail.com

Saya akan pilih kebenaran. Karena meski terkadang menyakitkan, kebenaran tidak akan pernah menghancurkan persahabatan. Justru ikatannya akan semakin kuat, sebaliknya persahabatan yang dilandasi kebohongan meski itu bertujuan untuk menjaga perasaan sahabat kita, pasti suatu saat akan mendatangkan masalah yang membuat persahabatan jadi renggang bahkan berakhir untuk selamanya

iid alMuhyi mengatakan...

Nama : Moh. Muhyiddin
Twitter: @iid_Fauz
Domisili: Sarang Rembang Jateng
Email: iid.almuhyi@gmail.com
Ketika dihadapkan pada sahabat dan kebenaran, maka memilih kebenaran walau itu bertolak belakang, karena sahabat adalah manusia yang juga terkadang mempunyai kesalahan. kita tetap membela tetapi membela lewat kebenaran itu sendiri suatu saat ia akan tau hikmah di balik kebenaran tersebut

David Rohadi mengatakan...

Nama : David Rohadi
Akun Twitter ; @fuwafuwazone
Domisili : Tangerang Selatan.
Alamat Email: rohadidavid@gmail.com

Saya pilih Kebenaran.
Hidup dengan kebenaran, sesulit apapun, selalu lebih melegakan dibanding hidup dengan kebohongan / ketidak tahuan.
Sedangkan sahabat sejati sudah seharusnya memberikan kebenaran.

THANKS.

Nurhasana Nissa mengatakan...

Nama : Nurhasanah Maulianan Nissa
Akun twitter : @nurhasananiissa
Domisili : Jakarta Barat, DKI Jakarta
Email : nurhasana.nissa@gmail.com

Sahabat sejati atau kebenaran ?

Sahabat sejati. Karena mereka adalah bagian dari hidup saya. Seperti crayon yang menghiasi sebuah gambar menjadi lebih indah dan menarik. Bersama sahabat sejati kita bisa mencari dan menemukan suatu kebenaran

Imron Wong mengatakan...

Nama: Imron Fhatoni
Twitter: @imronfhatoniwk
Domisili: Mataram, Nusa Tenggara Barat
Email: imronfhatoni94@gmail.com

Jawaban:

Secara jujur saya akan memilih sahabat sejati. Di mata saya seorsng sahabat adalah jamu yang menghilangkan rasa sakit, namun disisi lain berada pada garis kebenaran adalah tujuan semua orang. Tapi ingat sahabat sejati bukanlah mereka yang meninggalkanmu dalam kebenaran atau kesalahan, dalam jatuh dan bangunmu, tapi lebih dari itu semua. Bagi saya, Sahabat sejati adalah pepohonan rindang bagi setiap sahabatnya, sahabat sejati adalah mereka yang membawa angin kesejukan saat terik. Mereka adalah embun kebijaksanaan bagi keluh kesah sahabatnya. Barang siapa yang menemukan sahabat sejati, berarti mereka telah menemukan harta karun.

ROHAINA LILIS mengatakan...

Nama: Rohaenah
Twitter: @rohaenah1
Domisili: Jakarta
Email: rohainalilis@gmail.com
Jawaban: pilih sahabat sejati atau kebenaran? Dari dalam hati yg paling jujur aku ingin memilih kebenaran tapi realita yg ada aku pasti memilih sahabat sejati. Sebagai sahabat tidak hanya ada saat bahagia tapi kita harus saling mendukung saat dia sedang dalam kesusahan. Sahabat sejati susah dicari kalo kata "Arafah SUCI" sahabat itu berharga seperti intan berlian jadi saat kita susah kita bisa jual sahabat kita*intan berlian maksudnya* bercanda,pis ah✌😆😆 Saya percaya hukum alam "apa yg kita tanam,itulah yg akan kita tuai" jadi sebagai sahabat aku harus berada didepan membimbing dia, disamping kita berjuang bersama dan dibelakang kita memberikan dukungan/moral saat dibutuhkan. Kalau berhubungan dengan kebenaran mungkin caranya kita lebih baik diam dibanding harus berbohong, berharap dengan diamnya kita kalo sahabat salah kita tidak akan menjerumuskan dia pada sesuatu yg membahayakan yg pasti kita harusengingatkan dia akan pentingnya kebenaran.

Ervan mengatakan...

Nama : Ervan setiawan
Akun twitter : @ervaansetiawan
Domisili : Bogor, Jawa Barat
email : ervansetiawan1996@gmail.com

Aku pilih kebenaran
Kebenaran Mengungkapkan Bahwa Sejatinya Sahabat sejati tidak akan pernah menjerumuskan kita ke dalam hal yg buruk,
Begitu juga kita saling mengingatkan bukan maksud menggurui , tapi kita itu Terikat dgn Persahabatan dan apa peranan sahabat itu.

Kutipan ku :

Ucapan dan Tindakan Hampir bersebrangan, Padahal bisa bersamaan dalam urusan Kedustaan.

hali mah mengatakan...

Nama:Halimah
Twitter:@halimah
Email:mahhali902@gmail.com
Domisili:jakarta
Aku pilih kebenaran kenapa? Karena aku tidak percaya dengan sahabat sejati.dan kebenaran lebih baik daripada sahabat sejati.

Maulida Nur Kurniawati mengatakan...

Nama : Maulida Nur
Twitter : @M_maulidanur
Domisili: Madiun,Jawa Timur
Email : maulidakurnia28@gmail.com

Dua-duanya sangat penting, tapi kalau disuruh milih, saya memilih kebenaran. Apapun yang benar sudah pasti baik. Dan dengan kebenaran itu kita bisa tahu, mana yang benar2 sahabat sejati kita, dan mana yang palsu.

pujinur aini mengatakan...

Nama: Puji Nur Aini
Twitter: @pujina__
Domisili: Banjarnegara, Jawa Tengah
Email: pujinur99@gmail.com

Sahabat sejati.
Sahabat sejati, selalu ada saat suka maupun duka. Tempat yang selalu aku datangi ketika solusi dari orang tua belum juga cukup. Tempat mencurahkan masalah dan beban dengan leluasa. Tempat berbagi tawa dan tangis. Dan tentunya, tempat untuk sebuah kenangan yang akan terus hidup dalam memoriku.
Meski kadang masalah menimpa sebuah persahabatan, tapi justru itu, masalah adalah sebagai bumbu sekaligus rintangan menuju persahabatan yang sejati.

Nur R mengatakan...

Nama: Nur Rachmawati. Z
Twitter: @OmbakBintang
Domisili: Semarang
Alamat Email: Ombakbintang@gmail.com

Jawaban: kalau diantara dua pilihan itu saya akan memilih kebenaran. Karena jika memang sahabat sejati tidak akan menyembunyikan kebenaran untuk sahabatnya. Sahabat bukannya membohongi ataupun mengubur kebenaran. Sahabat sejati ada bukan karena tidak menyakiti, namun mengingatkan bersama untuk kebaikan. Salah satunya dengan kebenaran

Ervan mengatakan...

Nama : Ervan setiawan
Akun twitter : @ervaansetiawan
Domisili : Bogor, Jawa Barat
email : ervansetiawan1996@gmail.com

Pilih kebenaran !

Kebenaran terletak pada cerminan ucapan dan tindakannya dan itu pasti ada dan Sahabat sejati yg kita kenal bisa saja memang pernah salah, Kita mencoba mengubahnya Ke arah yg Baik tidak lepas dari kesabaran kita sejauh mana sejatinya kita sebagai Sahabat yg baik untuknya . Karena Sesungguhnya kita di kirimkan untuknya melengkapi kekurangan pada diri kita maupun Sahabat kita Bukan berarti Salah di Biarkan itu sungguh Terlalu :D

uzlifatul azmiyati mengatakan...

Nama: Uzlifatul Azmiyati
Twitter: @uzlifazmiya
Domisili: Mataram
Alamat Email: u.azmiyati@gmail.com

Saya akan memilih kebenaran, meski terkadang pahit tapi ada perasaan damai yang akan menyertaimu.

Viby Diana mengatakan...

Nama : Viby Diana
Twitter : @vibydiana
Domisili : Jakarta
Email : vibydiana@gmail.com

KEBENARAN VS SAHABAT SEJATI
mana yang akan saya pilih?

Punya sahabat sejati tapi tidak ada "kebenaran" di dalamnya untuk apa sih? Secara logika, kebenaran adalah hal utama dalam hidup. Jelas saya pilih kebenaran. Kebenaran membuat segalanya tampak jelas, dengan adanya kebenaran maka baru bisa kita lihat seorang sahabat sejati. Sahabat sejati pasti akan selalu membawa kita menuju kebenaran dan pula mengikuti kita menuju kebenaran. Sahabat yang paling dekat sekalipun dengan kita tapi tidak membawa kita menuju kebenaran dan malah membawa kita menuju kesesatan wah itu mah bukan sahabat sejati namanya😁 jadi jelas.. saya akan pilih kebenaran, dan saya yakin dengan kebenaran kita baru akan temukan sahabat sejati.
.
.
Tambahin 1 quotes ya 😆
"Kebenaran mungkin memang bisa disembunyi-belok-salahkan. Tapi kebenaran, selamanya tak kan pernah bisa dikalahkan."
-Lenang Manggala, Negara 100 Kata

Thankyou atas kesempatannya:)

Eni Lestari mengatakan...

Eni Lestari | @dust_pain | Malang | shinra2588@yahoo.com

aku akan pilih kebenaran. menurutku lebih baik sendiri dan memegang teguh prinsip karena telah mengatakan sesuatu yang benar, daripada bersama sahabat tapi penuh kepalsuan.

Ervan mengatakan...

Nama : Ervan setiawan
Akun twitter : @ervaansetiawan
Domisili : Bogor, Jawa Barat
Nama email : ervansetiawan1996@gmail.com

pilih kebenaran

Harta yg paling berharga di Dunia ini Emas, Masa Keemasan ada di Tangan Pemuda,
Seandainya Pemuda sekarang lebih memilih keluar jalur dari kebenaran, maka Negara ini Tidak bisa berdiri lagi . Kebenaran mengalahkan yg Salah Walau terjadi pada Sahabat Sendiri, Memang pahit untuk di ungkapkan tapi manis Memberi ruang Akan Hakiki kebenaran.

Veny Prasetyowati mengatakan...

Nama : Veny
Twitter : @yutakaNoYuki
Domisili: Balikpapan
Email : himurasora@gmail.com

Sahabat sejati atau kebenaran ?

Aku pilih kebenaran.
Karena kebenaran pasti secara otomatis dibawa atau membawa sahabat sejati. Karena kalau ada yang mengaku sahabat tapi menolak kebenaran, maka itu bukan sahabat sejati, tapi sahabat yang membawa kepada kebohongan dan kehancuran. Yang namanya sahabat sejati pasti akan lebih memilih mengatakan kebenaran meski pahit, karena hal itu untuk kebaikan.

wawha cuza mengatakan...

Nama: Nurwahidah

Akun twitter: @wawha_cuza

Domisili: Medan

Email: wawcuz@gmail.com

Kebenaran. Karena hidup kita akan lebih tenang ketika berada pada kebenaran. Dan kebenaran selalu punya jalan untuk muncul walaupun ditahan-tahan. Jika dia sahabat sejati, kami bisa bergandengan menuju kebenaran.

miftahul jannah mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
miftahul jannah mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
miftahul jannah mengatakan...

Nama : Miftahul Janna
Twitter : @HatakeM
Domisili : Cepu, Blora
E-mail : miftana81@gmail.com

Kebenaran.
Aku tidak ingin suatu bangunan yang telah berdiri runtuh hanya karena retaknya sebuah pondasi. Carilah sahabat yang membawa kebenaran, yang memberi kebenaran pun yang selalu menjaga kebenaran. Sejatinya persahabatan adalah bangunan dan kebenaran adalah pondasi, maka berilah pondasi yang baik untuk istanamu yang megah.

(P.s. maaf untuk 2 komentar yang saya hapus, karena typo menulis nama untuk komentar yang pertama dan typo aku twitter untuk komentar 2. Komentarnya tak bisa diedit setelah dipublish, jadi saya hapus :D )

miftahul jannah mengatakan...

Aduh, kenapa dengan tangan saya? Hahah
Padahal tadi saya sudah menulis, Nama : Miftahul Jannah
Twitter : HatakeMJ
Lalu kenapa setelah dipublish jadi seperti itu? Ada yang bisa bantu jawab? Hahaha

Ten Akatsuki mengatakan...

Ten | @ten_alten | Yogyakarta | regulus_noel@yahoo.com

"Jika kamu harus memilih antara sahabat sejati atau kebenaran, mana yang akan kamu pilih?"

>>
aku pilih kebenaran.. simpel, sahabat sejati pasti bisa menerima pilihanku pada kebenaran.. jika tidak, berarti ia bukan sahabat sejatiku.. ^^
dari kebenaran bisa muncul sahabat sejati.. tapi dari sahabat, belum tentu bisa memunculkan kebenaran yang sejati.. ^^/

Asep Nanang mengatakan...

Nama : Asep Nanang
Twitter : @asepnanang59
Domisili : Jambi
E-mail : asepnanang59@gmail.com

Saya lebih memilih kebenaran, karena kebenaran adalah jalan terbaik untuk meraih apa pun dalam hidup, termasuk mendapatkan sahabat sejati. Sahabat yang enggan atau ragu untuk menyatakan sebuah kebenaran diragukan nilai persahabatannya.

Kiki Suarni mengatakan...

Kiki Suarni
@Kimol12
Batubara-Sumut
kiki.mollys12@gmail.com

Jawaban:

Kebenaran. Karena agama mengajarkan; katakan yang benar jika itu memang benar, dan yang salah jika memang itu salah. Kebenaran bisa menjadikan kita sosok jujur yang dipercaya dan pasti akan ada banyak orang yang ingin dekat dan menjadi teman sejati kita.

Terima kasih.

Vanda Deosar mengatakan...

nama : Vanda Deosar
akun twitter : @vandeosar
domisili : Jakarta
alamat email : vanda.deosar@gmail.com

Jika saya harus memilih sahabat sejati dan kebenaran, maka yang saya pilih adalah kebenaran. Karena walau sahabat saya adalah sahabat yang saya sayangi dan kasihi, tetapi dalam prosesnya dia menyimpang dari kebenaran maka saya akan lebih memilih kebenaran, tetapi saya pun tak akan tinggal diam, saya akan berusaha sekuat tenaga agar sahabat sejati saya pun menyadari kebenaran dan bersama-sama persahabatan ini akan jadi pertemanan yang baik. Walau saya memilih kebenaran dan pada awalnya akan menyakiti sahabat, tapi pasti sahabat pun akan mengerti asalkan saya tidak meninggalkan dia hanya karena dia salah, seorang sahabat adalah suatu kebenaran dalam hidup, jadi keduanya pun harus dijalani dengan baik.

aimatul latifah mengatakan...

Nama: A'imatul Latifah
Akun twitter: @Aim_La27
Domisili: Tuban
Email: aimatullatifah27@gmail.com

Aku lebih memilih kebenaran.
Sahabat sejati itu penting pun dengan kebenaran yang tidak kalah penting juga. Tetapi pada keadaan apapun kebenaran tetaplah yang utama karena didalam hadits nabi pun dijelaskan "Katakanlah kebenaran walaupun terasa pahit". Lalu, masalah sahabat? Bukankah sahabat sejati itu tidak akan menjerumuskan?
Karena sahabat sejati tidak hanya dia yang datang dan selalu ada untuk kita di saat susah dan senang. Tetapi sahabat sejati juga dia yang selalu mengingatkan disaat sahabatnya berbuat salah atau lupa.

Ratna Komalasari mengatakan...

Nama: Ratna
twitter: @dreravios
domisili: Tangerang
email: dreravios@gmail.com


Seharusnya sih kita lebih memilih kebenaran, karena kita menegakkan sebuah keadilan. Tapi balik lagi sama pertanyaannya Kebenaran atau sahabat sejati? (susah banget milihnya:D) jadi aku memilih Sahabat sejati, karena realitanya kita akan mendukung sahabat kita walaupun kita tau dia salah, karena sahabat adalah segalanya.

Ria Riani mengatakan...

Nama : Dina Riani
Akun twitter : @DinaRiani11
domisili : Kediri, Jawa Timur
Email : dinaruani3@gmail.com

Aku pilih sahabat sejati. Lalu aku akan membuat dia kembali ke jalan yg benar jika dia salah. Setelah itu kita akan bersama-sama membela kebenaran.

Maria Ulfa mengatakan...

Nama : Maria Ulfa
Akun twitter : @mriaulfaaff
Domisili : Karawang, Jawa Barat
Email : maria.affandi@yahoo.com

Saya akan memilih poin kedua, bagaimana pun peliknya situasi kebenaran tetap harus diberdirikan.Karena dengannya hidup akan terasa lebih lapang, serta menuntun kita untuk menemukan sahabat yang hakiki.

Fitra Aulianty mengatakan...

Fitra Aulianty
@fira_yoopies
Pekanbaru
fitra[dot]aulianty[at]gmail[dot]com

Kebenaran. Bagaimanapun kebenaran itu penting. Orangtua aku selalu bilang, pakai ilmu lurus, dibawa kemanapun gak bakal merugikan. Dibawa ke kehidupan pribadi, pekerjaan, pernikahan maupun persahabatan, hasilnya tetap sama. Kita gak akan dirugikan. Jadi lebih baik dahulukanlah kebenaran dalam setiap aspek baru memulai pada aspek yang lain yang lebih mengikat.

Husna Munawaroh Oktaviani mengatakan...

Nama : Husna Munawaroh Oktaviani
Twitter : @husnaoktaviani_
Domisili : Jakarta Barat
Email : husnamnwrh.oktaviani@gmail.com

Tentu saja saya akan memilih kebenaran. Karena kebenaran harus ditegakkan. Sesejatinya sahabat, apakah dia tidak akan pergi? Sesejatinya sahabat pasti adakalanya saat dihadapkan pada suatu permasalahan besar denganmu, dia akan meninggalkanmu dan kemudian melupakanmu. Bukankah yang paling berpeluang menyakiti adalah orang-orang terdekat kita? Sedangkan, kebenaran yang kau tegakkan akan tetap tinggal dalam dirimu.

Husna Munawaroh Oktaviani mengatakan...

Nama : Husna Munawaroh Oktaviani
Twitter : @husnaoktaviani_
Domisili : Jakarta Barat
Email : husnamnwrh.oktaviani@gmail.com

Tentu saja saya akan memilih kebenaran. Karena kebenaran harus ditegakkan. Sesejatinya sahabat, apakah dia tidak akan pergi? Sesejatinya sahabat pasti adakalanya saat dihadapkan pada suatu permasalahan besar denganmu, dia akan meninggalkanmu dan kemudian melupakanmu. Bukankah yang paling berpeluang menyakiti adalah orang-orang terdekat kita? Sedangkan, kebenaran yang kau tegakkan akan tetap tinggal dalam dirimu.

Feby Aulia Ayundita mengatakan...

Nama: Feby Aulia Ayundita
Twitter: @febyaulia316
Domisili: bogor tengah
Email: feby.auliaayundita@gmail.com
Jawaban: sahabat sejati itu dibutuhkan didunia ini, tapi kebenaran juga sangat dibutuhkan mau didunia ataupun akhirat. Jadi jika aku disuruh memilih antara sahabat sejati dan kebenaran. Aku akan memilih kebenaran. Karena apapun yg terjadi kebenaran gaakan pernah ninggalin aku, kebenaran akan slalu ada disamping aku apapun yg terjadi walau mungkin dia ga berwujud.

Muhammad Khoirul Huda mengatakan...

nama :muhammad khoirul huda
akun twitter: @bababubu1730
domisili : kradenan , kota pekalongan
email: bababubu1730@gmail.com

antara kebenaran dan sahabat sejati? merupakan pilihan yang menyulitkan.
namun tetap harus memilih. maka saya pun akan memilih "sahabat sejati".
kebenaran tak selalu benar, pun yang salah tak selalu tersalahkan.
karena menurut plato sejatinya kebenaran yang sebenarnya adalah yg ada dalam alam ide, alam ide berupa akal, pikiran, ide, jiwa., jadi jelas tentu kebenaran bukan realitas yg berwujud yang dapat ditangkap oleh panca indra.
kelihatannya memang memilih "sahabat sejati" ketimbang "kebenaran" merupakan sebuah pilihan yg nekat. namun dg memilih sahabat sejati, lantas setelah kita pilih sahabat sejati tersebut maka dg seketika sahabat sejati berada dlm genggaman kita, untuk kemudian dapat kita bentuk sesuka kita. namun tentunya kita akan membentuk sahabat sejati tersebut dalam bentuk kebenaran yang sesungguhnya. bukan kebenaran yg hanya dalam realita saja. dalam "alam ide" yg diungkapkan plato juga memperhatikan unsur rohani dan budi atau baik buruknya sesuatu.
kesalahan besar jikalau kita memilih kebenaran lantas meninggalkan sahabat sejati. kita membiarkan saja sahabat kita dalam ketidak tahuannya. kita berdosa jika kita mengetahuinya yg demikian.
dengan memilih sahabat sejati. maka kita akan berikhtiar memberi tahu apa yg tidak diketahui oleh sahabat kita.
ingat sampaikanlah kebenaran walaupun itu satu ayat.

Lutfi mengatakan...

Nama : Lutfi A
Twitter : @lutfixx
Domisili : Kebumen
Email : bmwluph@gmail.com

Jika kamu harus memilih antara sahabat sejati atau kebenaran, mana yang akan kamu pilih?

kebenaran yang pertama tentu saja, tapi tak lantas membuatku membenci teman sejati atau meninggalkannya. Karena teman macam apa yang meninggalkan temannya sendiri? Jika berlawanan dengan kebenaran? Maka aku akan membenci apa yang ia lakukan tapi insyaAllah tidak akan membenci orangnya. tetap berhubungan baik dengannya...

well, do gooder tentu memilih melakukan dan mengikuti yang benar XD kalau sudah sayang sama teman memang akan berat ... pejuang kebenaran harus berjuang dalam kebenaran ya ..

Alfath F.R. mengatakan...

Nama: Alfath Famela R.
domisili: sidoarjo Jawa Timur
akun twitter: @alfari_12
email: pan122606(at)yahoo.co.uk
Jawaban: Tanpa kebenaran, segala hubungan tidak berarti meskipun itu
bernama persahabatan sejati. Bukankah persahabatan sejati itu tumbuh bersama saling belajar tentang kebenaran? Bertikai dan tidak menyapa pasti ada, namun di sela waktu hening, sesama sahabat pasti akan memikirkan baik-baik kebenaran yang ada. Kebenaran terlebih dahulu, diikuti dengan persahabatan.

Ifah Zhiigo mengatakan...

Nama: Ifah
domisili: bekasi
akun twitter: @zhiigo
email: zhiigo90@gmail.com

Kalau aku memilih sahabat sejati.

Karena seorang sahabat sejati tidak akan pernah meninggalkan kita, tak peduli kita salah atau benar.
Dia hanya akan membantu kita kembali ke jalan yang benar, jika kita salah.
Dia tidak akan pernah menghakimi kita, tanpa memberi solusi.

Ketika orang meninggalkan kita, saat kita berbuat salah, maka hanya sahabat yang sejatii yang akan mau menemani melewati masa2 keterpurukan itu.
Dan ketika banyak orang yang menyembunyikan kebenaran yang menyakitkan untuk kita, dengan berlindung dibalik kata demi kita, hanya sahabat sejati yang akan dengan senang hati mengungkapkannya.
Dia tidak akan menyembunyikan kebenaran dengan berbohong meski itu menyakitkan. Sekaligus dia lah yang akan menawarkan diri sebagai pelipur dan penyemangat kita.A

Humaira Balfas mengatakan...

Humaira | @RaaChoco | Purwakarta | humairabalfas5@gmail.com

Jika kamu harus memilih antara sahabat sejati atau kebenaran, mana yang akan kamu pilih?


Kebenaran.

Semenakutkan dan semenyakitkan apapun, kebenaran harus tetap ditegakan dan diungkap. Saat kebohongan muncul, akan ada kebohongan-kebohongan lain yang timbul untuk menutupi kebohongan yang pertama dan kebohongan suatu saat akan terbukti juga. Kebenaran itu baik apapun wujudnya. Sahabat sejati dan kebenaran pasti selalu hidup berdampingan. Lebih baik menerima kebenaran meski itu menyakitkan daripada senang tapi dibohongi, dan jika setelah sekian lama terungkap kita malah seperti merasa tertipu.

niiniis mengatakan...

Nama: Nisatami
domisili: Bandung
akun twitter: @ninisnul
email: qowiyyunnisa@gmail.com

Sahabat sejati atau Kebenaran?
Saya memilih sahabat sejati, karena sahabat sejati ada membersamai kita disaat susah dan senang. Kebenaran yang kita ketahui juga dapat menimbulkan rasa susah dan senang, dan sahabat sejati pasti akan selalu menyokong kita disaat menghadapi kebenaran baik kebenaran itu berbuah manis maupun pahit :)

Fella mengatakan...

Halo,
Ijinkan saya ikut GA ini ya :)

Nama: Fella
Twitter: @fla_rose09
Domisili: Gading Serpong
Email: fellarossy@gmail.com

Sahabat sejati atau kebenaran?
Jujur, sampai saat ini saya adalah orang yang menjunjung tinggi kebenaran. Saya hanya melihat fakta dan kenyataan. Saya tidak merasa memiliki sahabat sejati-yang kata orang adalah segalanya. Jadi, tentu saya akan memilih kebenaran. Saya terbiasa hidup berdasarkan data dan fakta.
Namun, secara personal, saya tidak merasa kebenaran dan sahabat adalah hal yang harus dipilih salah satunya. Tentunya dengan mengutamakan kebenaran, saya juga tidak akan serta merta menyudutkan sahabat, apapun kondisinya. Saya akan membuat kebenaran justru menjadi jalan positif bagi saya dan sahabat.

Najwa Fadhilatunnisa mengatakan...

Nama: Najwa Fadhilatunnisa
Twitter: @najwafadh
Domisili: Bandung
E-mail: najwafadhilatunnisaa@gmail.com

Jika disuruh memilih, maka saya akan memilih kebenaran.
Sulit memang, pahit pula c':
Akan tetapi, saya yakin, meskipun terasa sulit dan pahit, sebuah kebenaran tentulah mengandung nilai kebaikan yang dapat kita petik suatu saat nanti.
Dan bagi saya, mengungkapkan kebenaran itu hanya sekali kesempatannya. Karena jika dimulai dengan sebuah kebohongan, layaknya api, kebohongan tersebut malah akan terus merembet.

Sementara untuk sahabat sejati, saya selalu berada dalam pencarian siapakah sosok sahabat sejati itu. Karena seperti yg pernah saya baca, teruslah cari sahabat sejatimu di pelosok dunia.
Yang akan menuntun saya ke jalan yang benar bersamanya. Yang akan senantiasa untuk mengulurkan tangannya ketika saya terpuruk. Yang akan rela berjuang bersama demi mencapai sebuah kebahagiaan dunia akhirat.

Ketika kita telah percaya ddan berani mengungkapkan sebuah kebenaran, otomatis, lama kelamaan pun kepercayaan, rasa cinta, dan hormat pun akan timbul sendirinya dari orang lain :)

Shaffira MF Utami mengatakan...

Fira | @shaff_fath | Yogyakarta | sapphire_aquilastar@yahoo.co.id ||
.
Apa ada sahabat sejati selain kebenaran?
Dia abadi, sampai mati

Atina YF mengatakan...

Nama : Yunia Fatina
Twitter : @YFatina
Asal : Lombok NTB
Email : fatinayunia@gmail.com

Jawaban :
Saya memilih sahabat sejati. Karena mengenal tentangmu sahabat sejatiku, banyak kebenaran yang telah kita dapatkan dari hubungan persahabatan ini. Makasi para sahabat .
Seperti kutipan pada buku tere liye,
Terima kasih untuk kesempatan mengenalmu, itu adalah salah satu anugerah terbesar hidupku. Cinta memang tidak perlu ditemukan, cintalah yang akan menemukan kita.
Terima kasih. Nasihat lama itu benar sekali, aku tidak akan menangis karena sesuatu telah berakhir, tapi aku akan tersenyum karena sesuatu itu pernah terjadi. Masa lalu. Rasa sakit.
Masa depan. Mimpi-mimpi. Semua akan berlalu, seperti sungai yang mengalir. Maka biarlah hidupku mengalir seperti sungai kehidupan.

Jadi sahabat sejati akan mendatangkan kebenaran. Cinta kami para sahabat sejati, cinta karena Allah. Ketika Allah telah menjadi tujuanmu maka kebenaran akan menjadi tujuanmu pula.

Nany Masrurotin mengatakan...

Nama: Nanya Masrurotin
Twitter: @nany_clorida
Domisili: Jember
Email: nanymasrurotin@gmail.com
Jawaban: kebenaran atau sahabat sejati? Aku akan memilih kebenaran, kenapa? Masalahnya aku gak punya sabahat sejati.. Huuaaa. *eh abaikan
Iya, aku akan memilih kebenaran. Dimanapun tempatnya kebenaran akan selalu menang. Meski awalnya tertindas, tapi Tuhan tidak pernah tidur, ia selalu melihat dan mendengar. Jadi ketika sahabat kita salah, bukan malah menjauhi atau memusuhinya melainkan dekati dengan kebenaran itu sendiri. Sampaikanlah kebenaran walaupun itu pahit, sama halnya dengan obat, telan ia meski pahit, pada akhirnya juga akan membawa kesembuhan untuk kita.

Ariansyah ABO mengatakan...

Nama: Ariansyah
Twitter: @ariansyahABO
Domisili: Baturaja, Sumatera Selatan
Email: ariansyahabo(at)gmail(dot)com

Kebenaran dong, menurut saya lebih baik disakiti oleh kebenaran daripada dibuai oleh kebohongan. Lagipula, pengalaman pribadi saya mengajarkan bahwa sahabat yang benar-benar sejati adalah orang yang omongannya nyelekit tapi hampir selalu benar. Nyebelin sih karena memang sifat manusia untuk percaya pada apa yang ingin kita percayai, dan di situlah sahabat berperan untuk menyadarkan persepsi kita dengan kebenaran.

Tanya Fransisca mengatakan...

nama : tanya fransisca
twitter : tanyafcsh_
domisili : tangerang
email : tanya28fransisca@gmail.com

kebenaran atau sahabat
pilihan yang sulit dan tidak ada yg hasil yg begitu baik dari kedua
aku pernah dihadapkan dengan pilihan tersebut
antara memilih kebenaran yaitu melaporkan sahabatku yg menyontek di semua uasnya atau memilih untuk menutup mata dan terus bersahabat dengan dirinya

dan pada saat itu aku memilih kebenaran
dan hasilnya adalah ia mengatakan hal hal buruk tentangku di belakangku dan mulai dari sana hubungan kami menjadi retak sepi kaca yg retak dan tak mungkin kembali lagi

jika bisa kembali ke masa lalu aku akan tetap memilih kebenaran krn aku tahu tidak ada yang namanya white lie
sekali berbohong tetaplah berbohong dan jika aku menutupi kesalahan temanku pasti sampai skrng ia akan terus terjerumus
yaa walau hubungan kami tak bisa sebaik dulu, karena masih ada bekas dari perpecahan itu tapi dari situ aku juga mengerti bahwa sahabat sejati akan tersaring melalui pemilihan kebenaran atau sahabat

Khubaib Ahnaf mengatakan...

Nama : Fani Wardhana
Akun twitter : @KhubaibAhnaf
Domisili : Surabaya, Jawa Timur
Nama email : faniwardhana@gmail.com

Aku memlilih Kebenaran karena kebenaran akan tetap menjadi kebenaran, sedangkan sahabat sejati tidak luput dari kealahan :)

nunaalia 79 mengatakan...

Aulia | @nunaalia | Serang | auliyati.online[at]gmail[dot]com

Jika kamu harus memilih antara sahabat sejati atau kebenaran, mana yang akan kamu pilih?

Aku akan memilih kebenaran, karena Allah SWT sudah memerintahkan kita dalam kitabNya untuk saling nasihat menasihati dalam kebenaran. Walaupun kebenaran itu kadang pahit, namun pada akhirnya kebenaran itulah yg akan membawa kita pada keselamatan & kebahagiaan.

boemisayekti mengatakan...

Nama : Sayekti Ardiyani
Akun twitter : @sayektiardiyani
Domisili : Magelang, Jawa Tengah
Nama email : firstyjl6@gmail.com

Saya akan memilih kebenaran. kehilangan kebenaran sama dengan kehilangan nurani. Sahabat jika sejati tidak akan meninggalkan kita apapun keadaannya, bahkan ketika kita memilih kebenaran. kita tidak akan kehilangan sahabat sejati ketika memilih kebenaran. kalau sahabat itu hilang karena kita memilih kebenaran, maka ia bukan sahabat sejati. Kebenaran akan menunjukkan jalannya, mengembalikan sesuatu jika itu menjadi hak kita, termasuk misalnya sahabat. sahabat yang sejati akan bersama-sama memilih kebenaran.

Heni Susanti mengatakan...

Heni Susanti | @hensus91 | Pati - Jawa Tengah | henis_minozz@yahoo.com/19hensus91@gmail.com

Aku akan memilih kebenaran. Karena tidak akan ada sahabat sejati jika mengabaikan kebenaran masing-masing. Persahabatan berarti komitmen untuk saling mempercayai walaupun tidak berarti 100%. Hanya saja persahabatan tidak bisa menjadi penghalang pengungkapan kebenaran, karena itu berarti tidak ada ketulusan dalam persahabatan. Kebenaran yang menyakitkan lebih baik daripada menyimpan bangkai hanya dengan alasan persahabatan.

Demikian dan terima kasih :)

ailina85 mengatakan...

ailina
@ailina85
probolinggo
ay_lyna@yahoo.com

Saya akan memilih kebenaran. karena sahabat yang kita sebut sejati tidak akan pernah menjerumuskan kita ke dalam hal yang buruk. Jika sahabat sejati saja tidak mengatakan kebenaran pada kita, lantas pantaskah kita sebut dia sebagai sahabat kita?
Yakin saja bahwa Allah SWT selalu bersama kita. Sahabat kan juga manusia. Percaya aja sama Sang Maha Pencipta. Lagian, kebenaran pasti menang kok. Bahkan di sinetron Indonesia ataupun film India pun juga pasti menang kok, meskipun menangnya belakangan #eh :D

Blajar pd Nature mengatakan...

Nama : jawahirul arifah
Akun twitter : @jawarifah
Domisili : Kudus
Email djawakudus@gmail.com

Jawaban : pilih kebenaran apa sahabat ?
Kalo aku di posisi itu pilih sahabat. Kenapa ? Karena sahabat adalah orang yg uda kenal dan bareng sama aku dalam waktu yang lama, jadi uda tau luar dalam pribadi masing masing itu kaya gimana, gerak gerik kalo lagi menyembunyikan sesuatu dan perkara lain lain.
Biasanya sahabat akan melakukan apapun untuk sahabatnya meskipun kadang menyembunyikan kebenaran. Pasti ada alasan tersendiri saat sahabat melakukan hal itu.
Sakit itu pasti pas tau kebenaran yg disembunyikan sahabat. Tak apa, sahabat harus bisa saling mengerti. Pasti ada alasan kenapa sahabat menyembunyikan hal itu. Jadi, aku lebih mengutamakan sahabat dari pada kebenaran.

Na Vel mengatakan...

Nama: Ana | akun twitter @srkhanah | domisili: tegal | alamat email: navel.ibn@gmail.com

Saya akan memilih kebenaran. Karena melalui kebenaran, kesejatian itu mutlak. Tidak bisa diganggu gugat. Dan tentu di sisi lain, nilai kebenaran pun biasanya memiliki kebaikan bagi manusia itu sendiri. Bahkan yang terbaik-- semacam petunjuk jalan. Namun, tak bisa mengelak harus mengabaikan sahabat sejati. Sejatinya sahabat itu seperti apa dulu? Kalau di psikologi dan manajemen, ada yang namanya interpersonal skill dan intrapersonal skill. Interpersonal skill itu sendiri keahlian manusia untuk bergaul, mengerti emosi orang lain, Bahasa mudahnya, biar gak jadi orang yang 'garing.' Sedangkan intrapersonal skill itu sendiri kemampuan untuk mengenali emosi yang ada di dalam dirinya sendiri. Terkadang, persahabatan berseteru karena tidak memehamai hal-hal seperti itu pula. Kurangnya pemahaman yang baik, kurang peka terhadap emosi orang lain, kurang sabar menghadapi orang lain, atau dari diri si temen kita yang memang sama-sama belum bisa mengendalikan diri sendiri. Kalau dalam Islam, ya baiknya saling menasehati dulu, tentu dengan cara yang baik. Langsung face to face aja, biasanya yang disebut 'sahabat' itu akan paham ko. Tapi, kalau benar-benar berseteru karena memperdebatkan perbedaaan pendapat yang sifatnya dalam ranah 'keyakinan,' dan sudah berusaha semaksimal mungkin mencoba meluruskan, namun tetap begitu. Di situlah, cukup mendo'akan. Mendo'akan sendiri pun bagian dari peduli, bukan? Begitu kiranya ^^ Semoga mencerahkan, sekaligus buat saya sendiri.^^

Nur Ainhy mengatakan...

Nama: Ainhy Edelweiss
Domisili: Makassar
Twitter: @PrinceesAinhy
Email: Nuraeniamir7@gmail.com

Jawaban:

Aku akan memilih kebenaran.

(Gk prlu dijelaskan kan kak, cma dsuru milih salah satunya :))

Nur Azizah mengatakan...

Nama : Nur Azizah
Domisili : Indramayu- Jabar
Twitter : @azizah_0271
Email : nurazizahnur14@gmail.com

Jika kamu harus memilih antara sahabat sejati atau kebenaran, mana yang akan kamu pilih?

Kebenaran karena menurutku semua akan berjalan dengan baik dan berwarna walaupun tanpa sahabat sejati.Menurutku Sahabat sejati itu tidak ada karena tidak ada orang yang benar-benar tulus berada disamping kita ketika sedih,senang,susah selain keluarga kita

seffi soffi mengatakan...

Nama : Seffi Soffi
Domisli : Bandung
Twitter : @seffiii
Email : seffisoffi@gmail.com



Jika kamu harus memilih antara sahabat sejati atau kebenaran, mana yang akan kamu pilih?

Jawaban : kebenaran, karena klo kita gak bisa memihak kebenaran maka akan hancur. Sahabat sejati bisa di cari sering dengan waktu. klo kebenaran itu susah, apalagi jika sudah ada kebohongan.

Julia Dwi mengatakan...

Julia dwi | @juliakartika326 | nganjuk, jatim | juliakartika18@yahoo.com


Jika kamu harus memilih antara sahabat sejati atau kebenaran, mana yang akan kamu pilih?

Kebenaran. Kenapa? Karena kebenaran dapat merubah segalanya. Kalau kita memilih sahabat sejati yang salah, kita akan menjadi semakin salah karena tidak membenarkannya. Sahabat sejati adalah saat dia berbuat salah maka kita memberi tahu bagaimana kebenarannya, bukan malah mendukung kesalahan itu. Aku akan menuntunnya kembali ke kebenaran agar kami tidak terjerumus dalam kesalahan yang semakin lama akan terus tumbuh. Dengan cara itu juga persahabat kami akan diuji dan membuktikan apakah kami sahabat sejati atau tidak. Meski kadang kebenaran itu terasa menyakitkan, tapi rasa sakit itu tidak akan sebanding dengan lamanya kesalahan itu menumpuk jika terus dibiarkan. Seandainya saja dia lebih memilih kesalahan dari pada kebenaran yang aku tunjukkan, itu sudah menjadi bukti bahwa kami bukanlah sahabat sejati, dan sebaliknya, kalau dia percaya pada kebenaran yang aku tunjukkan, maka persahabatan sejati kami akan semakin kuat dan kokoh.

Pida Alandrian mengatakan...

Pida Alandrian | @PidaAlandrian92 | Aceh | shafrida.alandrian@gmail.com

Antara sahabat sejati atau kebenaran?
Menurut ini pilihan yg sulit. Sahabat penting dan kebenaran juga sama pentngnya. Dan terkadang di dalam hidup itu penuh dengan pilihan yg sulit dan kita harus memilih.
Dan aku memilih kebenaran.
Karna kebenaran mau di sembunyikan serapat apapun pasti akan tercium juga nantinya. pasti terkuak.

Kebenaran di atas segala-galanya. Walaupun sahabat kita sendiri yg salah. Tidak hanya sahabat, siapapun yg berbuat salah pasti akan kebenaran yg menang.

afifah khoiriyah mengatakan...

nama :afifah khoiriyah
akun twitter: @Afifah_1412
domisili : Yogyakarta
alamat email : afifah.kh789a@gmail.com

Aku akan memilih kebenaran. Karena kebenaran memang susah dicari. Itu adalah hal abstrak. Sedangkan sahabat sejati kita bisa melihatnya. Kita bisa menulisnya jadi sahabat sejati karma dia benar. Kebenaran jadi dasar semua hal. Lalu bagaimana kita tahu itu benar dan salah? Dengan akal dan hati kita. Bukan bergantung pada sahabat. Suatu saat sahabat sejati bisa hilang tetapi kebenaran akan abadi.Sahabat sejati yang benar juga akan abadi dalam kenangan.
Sayangnya ,utk menemukan dan menciptakan kebenaran terkadang kita harus berpikir dulu sehingga kebenaran dapat dimanipulasi dan disamakan bahkan dihilangkan...

Jumita Rahmi mengatakan...

nama : jumita rahmi
akun twitter : @jumitarahmi
domisili: asrama hijau universitas andalas , padang , sumatra barat
alamat email : seatstrender.jumita@gmail.com

jawaban: sahabat sejati.
sebab sahabat sejati adalah anugrah terbesar, sangat sulit menemukannya dan sangat beruntung bagi yang memilikinya dengan syarat bersahabat dalam ketaatan maka kebenaran akan menyertai persahabatan dan kehidupan #AllahSahabatku

Wening Purbawati mengatakan...

Wening Purbawati | @dabelyuphi | Ambarawa | dabelyu_phi[at]yahoo[dot]com

Kalau diminta memilih antara sahabat sejati dan kebenaran, aku akan memilih kebenaran (dan kuharap sahabat sejatiku juga akan memilih kebenaran jika kami sama-sama harus memilihnya). Karena seandainya salah satu di antara kami berbuat kesalahan, maka kami akan bisa saling mengingatkan.

Muhaimin Ibnu Aziz mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Muhaimin Ibnu Aziz mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Muhaimin Ibnu Aziz mengatakan...

Nama: Muhaimin
Akun twitter: @Aziz_Muhaimin
Domisili: Asrama Mahad Aly An-Nuaimy, Kebayoran Lama -Jakarta Selatan
Alamat email: muhaiminibnuaziz1995@gmail.com

Jika saya harus memilih antara sahabat sejati atau kebenaran. Tentu saya akan memilih kebenaran.

Kenapa? Karena kebenaran adalah nilai yang mutlak harus didahulukan di atas semua hal yang lain.

Selain itu, menjunjung tinggi nilai kebenaran sendiri punya dampak positif yang sangat banyak, salah satunya bisa mengetuk hati nurani orang lain.

Dan dalam konteks ketika ia (kebenaran) dibenturkan dengan hal lain yang juga sangat berharga seperti sahabat sejati dalam hal ini, saya sangat berharap agar ketika saya memilih kebenaran itu, sahabat sejati saya akan terketuk hatinya untuk menerima kenyataan bahwa kebenaran adalah nilai yang harus didahulukan sehingga bisa menerima saya lagi sebagai sahabatnya meskipun cara pandang kami tentang kebenaran itu sendiri mungkin masih berbeda.

Tak apa bila kemudian dia (sahabat) pergi. Karena itu justru membuktikan bahwa dia memang bukan dan tak layak jadi 'sahabat sejati' saya. Karena sahabat harusnya saling mengingatkan untuk menjunjung tinggi kebenaran dan jikalau ada cara pandang kami yang berbeda terhadap sebuah kebenaran (misal: agama), maka dia harus menerima saya apa adanya dalam hal ini sebagaimana yang akan saya lakukan padanya.

Kebenaran itu harga mati, sedang sahabat bisa silih berganti. Bahkan, ketika dia adalah sahabat yang kita rasa dia adalah 'sahabat sejati' kita. Bila dia pergi, maka sahabat yang lebih sejati pasti 'kan menggantikannya. Sungguh, tiap sesuatu masih ada gantinya bila ia terlepas dari diri kita, kecuali kebenaran. Bila ia lepas dari kita, maka sungguh tak akan ada lagi gantinya.

Maka, ketika kebenaran dibenturkan dengan sahabat sejati dan saya harus memilih salah satu di antaranya, saya tanpa ragu akan menjawab, "Saya memilih kebenaran."

Susi Rohidawati mengatakan...

Nama : Susi Rohidawati
Twitter : @susi_rohidawati
Domisili:Banjarbaru, kalimantan selatan
Gmail : Rohidawatisusi@gmail.com

Jika kamu harus memilih antara sahabat sejati atau kebenaran, mana yang akan kamu pilih?

ini memang pilihan yang sulit menurut saya,, tapi saya akan memilih kebenaran.
karena dari kebenaran kita akan menemukan sahabat yg baik/sahabat sejati. karena sahabat sejati tidak akan melakukan kebohongan terhadap sahabatnya sendiri.
dan dari kebenaran kita juga bisa belajar keikhlasan dan kesabaran

Rohati Susilawati mengatakan...

Nama: Rohati Susilawati
Twitter: @cilladomingues
Domisili: Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau
Alamat Email: cilla.domingues@gmail.com

Saya akan memilih kebenaran. dari kebenaran kita akan menemukan sahabat sejati. dari kebenaran kita akan terus menemukan orang-orang dengan pemahaman yang lebih baik.
orang-orang yang dengan pemahaman seperti itu, yang menjunjung kebenaran adalah orang yang pantas dijadikan sahabat sejati.

Insan Gumelar Ciptaning Gusti mengatakan...

Insan gumelar ciptaning gusti | @san_fairydevil | Surakarta | alamadt_saya@yahoo.com

Jika kamu harus memilih antara sahabat sejati atau kebenaran, mana yang akan kamu pilih?

Aku memilih kebenaran. Karena mengetahaui kebenaran memang tak selamanya menyenangkan, ada kalanya menyakitkan. Tapi sebuah kebenaran semenyakitkan apapun itu, masih jauh lebih baik dari kebohongan. Dan dari kebenaran, kita akan mengetahui siapa sebenarnya sahabat sejati kita. Tapi pertanyaannya, bagaimana kita tahu kalau itulah kebenaran yang sebenarnya? Bukan sebuah kebenaran yang dibuat untuk menutupi kebohongan?

Nurul Astri mengatakan...

Nama: Nurul Astri
Akun Twitter: @nurulastrirmdn
Domisili: Tangerang
Alamat Email: astristyles82@gmail.com

Aku lebih pilih sahabat sejati. Karena yang sejati itu yang selalu mendukung kita, berada di samping kita. Pada dasarnya setiap manusia pernah mengalami kesalahan. Dan nggak ada yang perlu dipermasalahkan dari itu. Ketika ada satu kebenaran yang terungkap, dan sahabat kita yang salah, hal yang seharusnya kita lakukan adalah menunjukkan jalan yang benar padanya. Bukan meninggalkan. Karena sahabat yang baik adalah orang yang bisa menuntun sahabatnya pada kebaikan.

Haula Taqya mengatakan...

Nama: Haula Taqya
Akun twitter: @Taqya1999
Domisili: Metro, Lampung
Alamat email: haula_snc@ymail.com


Jika kamu harus memilih antara sahabat sejati atau kebenaran, mana
yang akan kamu pilih?

Jawaban:
Kebenaran. Sebenarnya ini adalah pilihan yang sulit, kita bisa saja kehilangan sahabat kita kalau kita memilih kebenaran sedangkan dia tidak setuju dengan kita. Aku tahu pasti, karena aku pernah mengalaminya.

Bukan mengungkapkannya yang susah, tapi menyelesaikannya. Apalagi kalau dia tidak sependapat dengan kita. Tapi kita harus tetap mengungkapkan kebenaran karena itulah pilar persahabatan, tanpa kebenaran dan kejujuran kita tidak akan bisa menjadi 'sahabat sejati'.
Dengan risiko kehilangan sahabat, aku siap mengungkap kebenaran yang memang harus dia ketahui. Tapi kita harus mengungkapkannya dengan hati-hati, sebisa mungkin jangan menyakiti perasaannya, buat dia mengerti secara perlahan.

Jika akhirnya dia tidak bisa mengerti dan malah marah kepada kita dan meninggalkan kita, setidaknya kita sudah mencoba mengungkapkan kebenaran. Sakit memang kalau dia pergi, tapi terkadang memang harus ada yang pergi kan? Karena dunia ini tidak hanya tentang 'datang', tapi juga tentang 'pergi'.

Jiah mengatakan...

Jiah @jiahjava Jepara jiahaljafara32@gmail.com

Ikutan....

Aku milih kebenaran. Siapapun, agama apa pun, sehina apa pun dia kalau bicara benar, berbuat benar tentu saya akan dukung. Krn nanti, yg bs bantu kita ya kebenaran itu sendiri

Azzahra mengatakan...

Nama: Annisa Az Zahra
Twitter: @anisazahra01
Domisili: Tasikmalaya, Jawa barat
Email: anisazahraa001@gmail.com

"Jika kamu harus memilih antara
sahabat sejati atau kebenaran,
mana yang akan kamu pilih?"

Aku akan memilih kebenaran, sesakit apapun kebenaran itu daripada harus terus menerus dibohongi, aku memilih kebenaran di awal daripada kebohongan yang berada paling depan.
Kalau untuk sahabat sejati, aku percaya tak akan ada yang ditutup-tutupi tapi yang namanya manusia tak pernah jauh dari khilap, dan dia pasti melakukan kesalahan. Jadi kurasa kebenaran akan kupilih daripada sahabat sejati belum pasti tak akan melakukan tindakan kebenaran.
Karena kebenaran akan menjadi sahabat sejati kala situasi lelah melakukan pementasan.

lyza affra mengatakan...

Nama: Nurhaliza
Twitter:@lyzaaffra
Domisili: kabupaten Pidie, Aceh
Email: lyzaaffra@yahoo.com

Jika aku harus memilih antara sahabat sejati dengan kebenaran aku akan memilih sahaba sejati.
Karena sahabat sejati pada hakikatnya adalah orang lain yang mengenal kita melebihi kita sendiri, terkadang saat kebenaran terungkap kita akan kehilangan sahabat sejati, tetapi pada dasarnya sahabat sejati itu tidak pernah hilang, hanya dia akan berhenti untuk sementara waktu mendekati kita semuanya kembali normal seperti sediakala.

Ulva Novitasari mengatakan...

Nama: Ulva Novitasari
Akun twitter: @ulvanov
Domisili: Blitar - Jawa Timur
Alamat email: novitasariu@gmail.com


aku akan memilih kebenaran. apa gunanya sebuah persahabatan kalau diisi dengan kebohongan. untuk itulah kebenaran yang harus diutamakan, kalau hidup kita tidak benar pasti akan kacau, tidak teratur.

HAIDAROH SHOLEH mengatakan...

Nama: haidaroh sholeh
Alamat twitter: @haidarohsholeh
Domisili: Sidoarjo

Pilih mana kebenaran atau sahabat sejati?

Saya akan pilih kebenaran. Sahabat sejati sekalipun dapat melukai dengan kebohongan atau kepalsuan. Tapi kebenaran, kejujuran, membawa diri kita dekat dengan kebaikan, kebaikan akan membawa diri kita dekat dengan sahabat, keluarga, orang banyak, dan yang pasti Tuhan, dan dekat dengan kebenaran mendekatkan diri kita dengan surga. Amin.

HAIDAROH SHOLEH mengatakan...

Alamat email: haidarohsholeh@gmail.com

HAIDAROH SHOLEH mengatakan...

Alamat email: haidarohsholeh@gmail.com

VaaRida mengatakan...

nama : Farida Endah
Akun twitter : @farida271
domisili : Pacitan
Alamat email :faridaendah@gmail.com
jawaban :

sahabat sejati atau kebenaran aku akan memilih kebenaran.. karena dengan kebenaran kita akan menemukan apa yang dinamakan sahabat sejati

Yuki Hikari mengatakan...

nama : nur hafifah aini
akun twitter : @yuki_yuchan
domisili : cirebon
alamat email : justmeyuki @ gmail . com


Jika kamu harus memilih antara sahabat sejati atau kebenaran, mana yang akan kamu pilih?

Sahabat sejati. Sederhana dan klise sih karena mencari sahabat sejati itu beneran sulit banget. Jarang banget bisa nemu sahabat yang selalu ada buat kita. Hidup ini begitu sulit ketika kita nggak punya sahabat sejati.

Cahya Widyastutik mengatakan...

Nama : Cahya W.
Twitter : @cahyawid
Domisili : Gresik
Email : cahyaembun04@gmail.com

Saya pilih kebenaran.
Karena kebenaran mutlak perlu, bahkan ketika harus dimusuhi oleh sahabat sejati sekalipun. Kebenaran tidak akan merugikan.
Jika dia memang sahabat sejati, maka dia akan mengerti perihal kebenaran sesungguhnya.~

Kiki RizRyeo mengatakan...

Nama: Rizki Fitriani
twitter: @Kikii_Rye
domisili: Sidoarjo, Surabaya
email: kikiryeo(at)gmail(dot)com
jawaban:
kebenaran.
kenapa? karena sahabat sejati lahir dari sebuah kebenaran akan kepercayaan. teman ataupun sahabat bisa menusuk kita dari belakang. dan aku pernah mengalami hal tersebut. seorang sahabat dan pengkhianatan. tapi karena kejujurannya akan hal yg diperbuatnya menjadikan kita lebih dekat tak hanya sebatas sahabt namun lebih ke keluarga.
kebenaran adalah hal yg utama. meskipun itu pahit. kebenaran adalah kebenaran. sebaik apapun kita menyimpan kebohongan walupun demi kebaikan toh bau busuk kebohongan akan tercium juga.

lebih baik mengakui kebenran diawal meskipun menyakitkan drpd mengakui kebenaran krn tertangkap(ketahuan berbohong) lebih baik membuat kecewa diawal drpd menabur garam(kecewa) diatas luka(sakithati) diakhir.

ulfa Nsyifa mengatakan...

Ulfa Nursyifa l @ulfaminha l Purwakarta, Jawa Barat l ulfansyifa@gmail.com

Jika kamu harus memilih antara sahabat sejati atau kebenaran, mana yang akan kamu pilih?

Kebenaran. Karena ketika aku memilih kebenaran, sahabat sejati akan mengerti. Dia tidak akan pergi ataupun membenci.

Dwi Larasati88 mengatakan...

nama : Dwi Larasati
akun twitter : @DwiLarasati88
domisili : Depok, Jawa Barat
alamat email : dwilarasati88@gmail.com

Jika kamu harus memilih antara sahabat sejati atau kebenaran, mana yang akan kamu pilih?
Saya akan memilih kebenaran. karena dimana kita berpegang teguh pada kebenaran maka kita akan menemukan suatu kebaikan, mungkin salah satu dari kebaikan tersebut adalah sahabat sejati. sahabat sejati yang sama-sama berpegang teguh pada kebenaran. kebenaran akan membawa kita pada kebaikan dan kebaikan akan membawa kita ke surga.
jika kita tetap teguh pada kebenaran maka ini akan bertahan lama, berbeda dengan sesuatu yang berlandaskan pada keburukan atau kebohongan lama-lama akan terbongkar juga. dan hanya bersifat sementara.

Kairas 2418 mengatakan...

Nama: Larastanie Afdha
Twitter: @Larasta_
Domisili: Tangerang
Email: Larastanie24@gmail.com

Aku memilih Sahabat. Tergantung dari bagaimana sahabatku sendiri saat ini. Buat aku, Sahabat adalah seseorang yang selalu menyampaikan kebenaran walau terkadang itu menyakitkan. Tapi itu dia lakukan untuk kebaikan. Sahabat juga manusia yang tak luput dari lupa maupun salah. Dia juga sama dengan diri kita yang sering membuat kesalahan, maka itu tidak pantas kita memutuskan tali persahabatan yang sudah terjalin bertahun-tahun hanya karena satu kesalahan fatal, tanpa melihat kebaikan-kebaikan yang selalu dia lakukan terhadap kita. Karena dalam hidup ini kita tidak mampu melangkah seorang diri tanpa seorang sahabat. Dan Kebenaran menjadi prinsip yang harus diperjuangkan dalam Persahabatan, saling mengungkap kebenaran satu sama lain antara sahabat. Dan Tidak ada pamrih.

Suki Ga Hana mengatakan...

Nama : Wahyuni Soewardji
twitter : @SukigaHana
domisili : Malang
email : sukigahana@gmail.com
Aku memilih kebenaran. Karena sahabat sejati adalah sahabat yang akan selalu membawa dan menyertai kita di jalan kebenaran. Jika justru membawa kita ke jalan yang buruk, maka bukan sahabat sejati namanya.

Suki Ga Hana mengatakan...

Nama : Wahyuni Soewardji
twitter : @SukigaHana
domisili : Malang
email : sukigahana@gmail.com
Aku memilih kebenaran. Karena sahabat sejati adalah sahabat yang akan selalu membawa dan menyertai kita di jalan kebenaran. Jika justru membawa kita ke jalan yang buruk, maka bukan sahabat sejati namanya.

Salimah Isnaini mengatakan...

Nama: Salimah Isnaini Azzahroh
Akun twitter: @salimah_IA
Domisili: Surakarta
E-mail: salimah.isnaini@gmail.com
Jawaban:

Kebenaran. Karena sia-sia saja menyebut sahabat sejati tanpa ada kebenaran dalam suatu hubungan yang dijalin. Entah karena menjalani persahabatan dengan maksud tertentu atau kebohongan yang dirahasiakan dari "sahabat sejati". Lagipula sahabat sejati di dunia ini semakin langka saja..

rini virgo mengatakan...

Rinita | @Rinitavyy
| Jawa Timur | rinivir90@gmail.com

Sahabat sejati atau kebenaran, mana yang akan aku pilih?

Kebenaran.
Karena sebagai sahabat sejatinya, tentu aku akan menasihati jika sahabatku sedang berjalan di jalan yg melenceng dan salah. Masa iya, akan aku biarkan dia terjerumus ke dalam kesalahan. Dia sahabatku! Ingat, gunanya sahabat adalah tempat teraman kamu menyimpan rahasia.dan keluh kesahmu (jika kamj ingin curhat). Juga, sahabatlah yg memberi saran serta masukan di setiap curahan hatimu. Kalau pun ada hal yg salah atas tindakanmu, maka tanpa segan sahabatlah yg akan menasihatimu. Mana ada sahabat yang ingin sahabatnya tertimpa masalah? Ini sudah pernah aku buktikan, karena aku pun juga punya sahabat, yg bisa aku jadikan sandaran dan curahan hati.

Taniazaplerepair mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Taniazaplerepair mengatakan...

karena sahabat sejati akan selalu menemani disaat susah maupun senang, sahabat sejati tidak akan pernah menyakiti walau pun dirinya merasa tersakiti ia akan menjaga selalu perasaan sahabat nya:) dan sahabat sejti SERVICE : IPHONE,MACBOOK,IMAC,IWATCH,DLL hanya di JASA SERVICE IPHONE IMAC MACBOOK IPADIPOD DI BANDUNG DAN HARGA TERMURAH

Posting Komentar

 

Nurina mengeja kata Published @ 2014 by Ipietoon