Senin, 22 Februari 2016

[Blogtour: Review + Giveaway] Eternal Flame - Dheean Reean, Kristina Yovita, Naya Corath, Nurisya Febrianti, dan Susi Lestari


Judul buku: Eternal Flame
Penulis: Dheean Reean, Kristina Yovita, Naya Corath, Nurisya Febrianti, Susi Lestari
Editor: Afrianty P. Pardede
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun terbit: 2015
Tebal buku: 290 halaman
ISBN: 978-602-02-7679-3




BLURB

Seorang Edo terluka karena cinta.
Seorang Dimas diombang-ambingkan cinta.
Seorang Satria tertampar oleh cinta.
Tiga pria dewasa dengan karakter yang tak sama,
mengungkapkan sisi yang berbeda.
Cinta.
Sekuat apa pun seseorang menghindarinya, dia akan tetap hadir. Entah memberikan rasa nyaman atau luka hati yang menganga.
Karena cinta itu abadi.


RESENSI

Sejak kematian kekasihnya setahun lalu, Arrendo atau Edo banyak berubah. Edo tak bisa lepas dari bayang-bayang rasa bersalah dan memilih memainkan biola sepanjang hari di sudut Stasiun Bekasi. Edo tak memedulikan apa pun kecuali terus menggesek biolanya di sana, untuk menunggu Sophia, kekasih yang tak akan pernah kembali.
Padahal Rena, adik kandung Sophia, yang kini sebatang kara dan diangkat anak oleh orangtua Edo, bisa pulih dari kesedihan. Rena pun berusaha membalas kebaikan hati orangtua angkatnya dengan bekerja seusai kuliah. Sayang, karena kelelahan, Rena pingsan dan ditolong Satria, seorang Walka yang bertugas di KRL yang biasa Rena tumpangi. Satria telah dua tahun mengamati Rena dari jauh. Diam-diam mencintai gadis itu. Tanpa Satria menyadari bahwa teman dan rekan sekerjanya, Anisa, ternyata juga diam-diam mencintainya.

Di sisi lain ada Dimas, teman masa kecil dan sahabat Edo, yang hubungannya dengan Clara, kekasihnya, terbentur penghalang. Ibu Dimas menolak memberikan restu pada mereka kecuali jika Clara berhenti dari pekerjaannya sebagai fotografer dan bersedia menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya. Bagi ibu Dimas, kodrat wanita adalah di rumah melayani suami dan anak-anaknya. Sementara Clara tak mungkin menghentikan impian dan cita-citanya. Hubungan Dimas dan Clara pun merenggang meski hati mereka berdua masih tetap saling mencinta. Hingga di tengah mereka muncullah Nurmalita, gadis kalem ayu yang akan dijodohkan dengan Dimas.

Lalu, cinta manakah yang akan tumbuh dan bersemi? Cinta manakah yang harus patah? Akankah mereka berani dan siap baik untuk jatuh maupun patah?

------------
Ada seseorang yang diam-diam menyukai.

Beberapa lainnya, terang-terangan menyatakan.

Segelintir berkoar-koar.

Sebagian mematahkan sendiri cintanya, hatinya. (hlm. 41)

Novel Eternal Flame adalah novel karya lima perempuan keren hasil dari acara Workshop Elexmedia dan Penulis Novel Roman yang menjadi Outline Naskah Terbaik.
Sebagai novel hasil 'keroyokan', gaya bercerita Eternal Flame sangat mengalir dan nggak berasa gapnya. Kisah cinta dari tujuh orang di dalamnya menyatu jadi cerita yang utuh dan saling mengisi.

Dengan tiga kisah utama, novel ini diceritakan menggunakan POV orang ketiga. Meski porsinya cukup berimbang antara kisah Edo, Satria dan Dimas, namun bisa dibilang Edo lah pusat dari segala kisah ini. Edo dan Stasiun Bekasi. 

Karakter Edo digambarkan sebagai pemuda yang murung dan menutup diri setelah kecelakaan yang menimpa Sophia. Nggak ada gambaran seperti apa sifat Edo sebelum kecelakaan terjadi. Tapi menilik sikapnya yang bijak terhadap Dimas, Clara, Rena dan Nurma, saya rasa Edo ini dewasa dan kalem. Juga jahil. Saya menemukan metamorfosa Edo yang menarik dari tengah cerita hingga ending. Jadi jangan salahkan saya kalau saya berulang kali salah membaca Nurma jadi Nurina. Buahahahah.
Sementara Dimas dan Clara cukup bikin jengkel. Setiap ketemu cuma berantem. Janji ketemu buat diskusi malah jadi berantem. Tapi, pasangan ini justru mengajarkan pada saya pentingnya komunikasi yang jernih antar pasangan. Yaah... seperti kata Edo:

"Makanya, kalau berantem pake notulen. Biar tercatat jelas apa yang kalian ributin. Payah." (hlm. 203)

Hahaha... saya suka banget kalimat ini. :))
Sedangkan Satria dan Rena menjadi pasangan yang manis karena saling malu-malu. Satria ini pelindung tapi suka salting, unyuuuu banget. Adegan favorit saya adalah saat mereka berdua duduk dan berbagi earphone. Sweet banget sampe diabetes.
Saya suka interaksi antar tokoh dalam novel ini. Cair dan hangat. Dialognya luwes dan saling mengisi, nggak ada dialog basi yang melantur.

Eternal Flame adalah kisah tentang keberanian. Berani bangkit dari kehilangan, berani menyingkirkan rasa takut, berani menerima kekurangan dan berani menghadapi aral dengan kompromi. Jadi, bagi kalian yang sedang mencari keberanian entah untuk jatuh cinta atau untuk patah hati, novel ini bakal jadi bacaan yang pas banget.

Kalian bisa lihat behind the scene novel Eternal Flame di sini.


TEBAR-TEBAR QUOTE

"Nggak ada hubungan yang berjalan mulus. Pasti semua punya batu sandungannya masing-masing. Tapi di situlah lo diuji. Kalau lo kuat, mau berkompromi, saling toleransi, dan tetap berjuang bareng, gue yakin nggak ada yang terlalu mustahil buat dicapai." (hlm. 163)

"Kamu tahu seberapa besar cintaku buat kamu?"
"Seluas langit biru sedalam samudra?"
"Nggak."
"Lalu?"
"Cintaku sebesar biji apel, tapi bisa tumbuh dan mengakar selamanya."
(hlm. 169-170)

"Jatuh cinta itu cuma satu. Jatuh dengan bebas, tanpa prasangka ataupun penyesalan." (hlm. 190)

"Nggak pernah ada waktu yang tepat untuk patah hati dan nggak pernah ada waktu yang salah untuk jatuh cinta." (hlm. 218)

"Segala hal yang hilang, pasti akan ditemukan, bukan? Mungkin dalam bentuk yang berbeda, tapi akan selalu ada penggantinya. Kita harus kehilangan sebelum akhirnya menemukan." (hlm. 232)

++++++++GIVEAWAY TIME++++++++++



Naah sudah baca review Eternal Flame? Atau tadi di-skip dan langsung lompat ke giveaway ini? *asah golok*

Ini adalah perhentian terakhir dari rangkaian blogtour Eternal Flame, jadi ini kesempatan terakhir kamu buat ngedapetin satu eksemplar novel Eternal Flame. Siaap?

Caranya gampang seperti biasa:

1. Peserta adalah warga negara Indonesia atau memiliki alamat pengiriman di Indonesia.
2. Follow akun twitter @KendengPanali @NayaCorath @dheean_rheean @nuifebrianti dan @elexmedia
3. Share giveaway ini ke medsos dengan hashtag #EternalFlame dan jangan lupa mention akun @KendengPanali @NayaCorath dan @elexmedia
4. Kalian boleh memfollow blog saya via email atau GFC (optional)
5. Jawab pertanyaan di bawah ini di kolom komentar dengan menuliskan Nama, akun twitter dan alamat email:

Di review saya di atas, saya mencatat quote yang saya kutip dari halaman 41 novel ini. Share yuk, tipe yang manakah kamu saat jatuh cinta? Dan apa alasannya?

6. Giveaway akan berlangsung selama sepekan dan akan saya tutup tanggal 28 Februari 2016 pukul 23.59 WIB.
7. Yang terakhir, good luck yaa :))

-------------UPDATE--------------

Hai semua, berhubung GA Eternal Flame di blog saya sudah berakhir, sekarang saatnya saya mengumumkan satu pemenang yang beruntung mendapatkan satu eksemplar novel ini.
Daaaaan pemenangnya adalah:

Neni Arwanda
@Neni Arwanda95

Selamaaat yaa, saya tunggu data diri dan alamat lengkap kamu yang bisa kamu kirim via email ke nurinawidiani84(at)gmail(dot)com dalam waktu 2 x 24 jam.

Bagi yang belum menang jangan sedih. Bulan depan masih ada blogtour buku lain di blog ini yang bisa kalian menangkan. So... tetap setia intip blog ini yaa. :)

37 komentar:

Kazuhana El Ratna mengatakan...

Nama : Ratnani Latifah
Twitter : @ratnaShinju2chi
E-mail : kazuhanael_ratna@yahoo.co.id

Ada seseorang yang diam-diam menyukai.
Beberapa lainnya, terang-terangan menyatakan.
Segelintir berkoar-koar.
Sebagian mematahkan sendiri cintanya, hatinya. (hlm. 41)

Jawab, jika harus memilih di antara pilihan dari quote di atas, maka saya lebih memilih point pertama, Mencinta diam-diam. Tapi mungkin juga saya menjadi yang nomor terakhir; Sebagian mematahkan sendiri cintanya, hatinya. Kenapa?

Alasan pertama: Ah, karena itu cara saya menjaga perasaan saya. Cinta menurut saya tidak usah diumbar, tapi dibuktikan dalam ikrar pernikahan. Karena itu ketika saya menyukai seseorang lebih baik diam. Menyimpan sendiri berserah pada Allah sang pemilik hati. Bahkan saya siap patah hati jika memang orang yang saya sukai pada kenyataannya tak berjodoh.

Alasan kedua. Itu cara saya untuk menjaga diri, agar tidak menimbulkan fitnah bagi diri sendiri dan orang lain.

Alasan ketiga. Itu adalah bentuk penghormatan pada orang yang saja sukai.

David Rohadi mengatakan...

Nama : David Rohadi
Akun Twitter : @fuwafuwazone
Email : rohadidavid@gmail.com


Jawaban :

Saat ini saya memilih "Seseorang yang diam-diam menyukai."

Sampai saat ini saya belum menyatakan perasaan padanya secara langsung. Karena saya tahu pasti, hal itu tadak akan ada gunanya dalam kasus saya. Jika saya menyatakannya saat ini, justru hal itu akan menghadirkan kemungkinan merenggangnya hubungan kami.

Kami hanya saling mengungkapkannya dengan tindakan nyata. Saling memberikan perhatian dan berusaha selalu ada satu sama lain.

Dan saya harap, dengan hal itu, dia tahu perasaan saya padanya.


David Rohadi.

marcinha uchiha mengatakan...

Nama: Rozi
Akun twitter: @marcinhauchiha
Link share: https://mobile.twitter.com/marcinhauchiha/status/701594685798678

jawaban: saya lebih ke mencintai diam-diam, selagi saya belum bisa berkomitmen untuk hidup dengannya dan membahagiakanya. Saya tak ingin jika saya mengukapkan rasa cinta saya dan saya berjanji padanya dan ternyata kenyataan tak sesuai yang diharapkan, itu menakutkan sekaligus mungkin menyakiti hatinya. Dengan mencintai diam-diam rasa cinta itu terus berkembang menjadi kekuatan penyemangat. Jadi tidak ada rasa kecewa ketika kita sudah mantap mengukapkanya dengan resiko jawaban apapun yang dia berikan.

desty mengatakan...

Nama : Desty
Twitter : @destinugrainy
Email : destinugrainy[at]gmail[dot]com

Jawaban:
Untuk urusan cinta, saya pilih untuk menyatakannya. Lewat tindakan dan lewat kata-kata. Karena tidak semua orang dikaruniai talenta membaca pikiran orang lain. Jadi ya kalau memang cinta, nyatakan saja. Karena cinta itu tidak jatuh tiba-tiba. Cinta itu tumbuh. Tumbuh itu butuh aksi, butuh tindakan.

Asri Rahayu MS mengatakan...

Nama : Asri Rahayu MS
Twitter : @princessashr
Email : peekthebook@gmail.com

Jawaban :

Kalau ditanyain hal seperti itu, jawaban saya, saya pilih menyatakan. Entah itu lewat kata-kata atau tindakan (lebih cenderung kagak ngeh sih kalau lewat tindakan). Karena, mendingan diungkapin daripada dipendam dan sakit sendiri. Setidaknya kalau diungkapin kan, orang tsb tau perasaan kita, mau dia suka juga sama kita atau nggak, urusan belakang. Yang penting perasaan kita udah tersampaikan ke dia. Kalaupun orang tsb nggak memiliki perasaan yang sama dengan kita, ya nggak apa-apa. Nggak masalah bertepuk sebelah tangan tapi dia tau, daripada bertepuk sebelah tangan tapi dia nggak tau sama sekali. Atau bertepuk tangan tapi ternyata dia nggak benar-benar memiliki perasaan yang sama dengan kita. Hanya kasian atau ada misi lain.

Mukhsin Pro mengatakan...

Nama : Mukhsin
Twitter : @Mukhsin_Pro
Email : mukhsinpro@gmail.com

Jawaban :

Kalau saya sih masih lebih pilih membuktikannya lewat sebuah tindakan. Saya tidak akan mengatakannya, namun saya akan membuat sesuatu agar dia dapat merasakannya. Menurut gue hanya sesimple gitu.

Dera Devalina mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
nafilah izzah mengatakan...

Nama : Nafilah
Twitter : @naafilahizzah
Email : Nafilah26izzah@gmail.com

Jawab :

Saat semua orang lebih memilih berkoar-koar agar cintanya terbalas ataupun diketahui oleh orang yang dia suka, saya lebih memilih diam dan menuangkan segala bentuk perasaan saya kedalam sebuah doa. Saya pernah mendengar pepatah bahwa sebelum mendekati makhluknya, maka terlebih dahulu dekati penciptanya. dan saya yakin Tuhan pasti akan mengabulkan doa saya cepat ataupun lambat.

nDayeng mengatakan...

Ada seseorang yang diam-diam menyukai.
Beberapa lainnya, terang-terangan menyatakan.
Segelintir berkoar-koar.
Sebagian mematahkan sendiri cintanya, hatinya. (hlm. 41)
Nama : Hendi Setiyanto
Akun twitter : @hendisetiyanto
Alamat email : setiyantohendi@gmail.com
Tipe yang manakah kamu saat jatuh cinta? Dan apa alasannya?
Sebelum menjawab tipe yang mana saat saya jatuh cinta dan apa alasannya, saya akan flashback ke belakang.
Jadi kapan saya pertama kali jatuh cinta? Hmm saat kelas enam SD, saya sudah mulai berani melirik lawan jenis. Saat itu pada seorang cewek kembar dan yang lucu kami berbagi gebetan dengan teman sebangku saya saat itu. Apa saya berani nembak dia? Sudah barang tentu Cuma bisa naksir dan menyimpannya dalam hati saja. Cemen banget? Iya…saat itu hehehe.
Saat memasuki masa SMP dimana masa puber sedang gencar-gencarnya, saya pun masih memendam rasa suka itu dengan si kembar saat SD tadi. Kebetulan kami masih satu sekolah saat jaman SMP. Apa saya lantas berani menembaknya? Hahahaha saat itu saya lagi-lagi hanya bisa mengaguminya dari jauh.
Saat masa SMA, lagi-lagi kami sering bertemu dengan si kembar tadi walaupun sekolah kami berbeda. Saya pun sudah berani menyapa dan berbasa-basi satu sama lainnya. Saat itu rasa berani dan gejolak kawula muda sedang tinggi-tingginya, saya memberanikan diri untuk menembaknya langsung karena saat itu saya beranggapan dia masih single. Namun takdir berkata lain, ternyata dia sudah jadian dengan lelaki lainnya. Pupus sudah rasa yang bergejolak dalam dada selama ini.
Namun Tuhan begitu baik, teman satu sekolah malah banyak yang naksir saat itu pada saya. Sebagai kakak kelas tentu sangat senang sekali ketika ada adik kelas yang diam-diam menyukai saya. Akan tetapi seperti merasa trauma, saya malah tidak menanggapi beberapa penggemar atau pengagum rahasia saya. Padahal dari teman dekatnya saja, ia sudah memberikan kode kalau ia suka dengan saya. Walhasil kini semuanya berbalik, si adik kelas tadi hanya bisa memendam rasa cintanya karena malu mengutarakannya pada saya. Wah jahat sekali saya saat itu….
Saya sadar menyukai secara diam-diam itu begitu penuh perjuangan dan siap hati untuk membentengi diri dari segala bentuk kekecewaan. Berbekal pengalaman itu, saya belajar banyak dari kejadian tadi. Saat lulus SMA saya mulai membuka diri dan memberanikan diri untuk langsung mengungkapkan perasaan yang ada di dalam hati tanpa perlu takut akan hasilnya. Yah…saya merasa begitu lega saat itu karena ketika saya punya rasa dengan lawan jenis, saya berusaha jujur untuk mengungkapkannya, tentu dengan beberapa tahapan pendekatan terlebih dahulu.
Jadi, untuk saat ini, saya termasuk tipe orang yang “terang-terangan menyatakan” baik itu untuk urusan asmara atau pun lainnya, tentu dengan cara-cara yang baik dan tidak menyakiti lawan bicara kita. Karena kita akan lebih puas karena tahu hasilnya daripada harus menunggu dan mencintai secara diam-diam. Karena terkadang itu sangat menyakitkan dan menyiksa hati serta harus sabar sekali.

Pida Alandrian mengatakan...

Nama : Pida Alandrian
Twitter : @PidaAlandrian92
Email : shafrida.alandrian@gmail.com

Kalau disuruh pilih aku milih menyatakan. Kenapa?
Karena menurut aku lebih plong & lega gitu kalau uda dinyatain. Alhamdulillah banget deh kalau perasaan kita terbalas, setidaknya usaha kita gk sia2. Ada ujungnya. Mau itu berhasil atau nggak. yang penting usaha dulu, nyatakan.
Karena bagiku menyatakan itu perlu, sama seperti kita harus berjuang dan bertindak dulu sebelum kita menyerah. begitu juga dgn perasaan harus diperjuangkan.
Dari pada ditahan2 sendiri yang ada malah kita yg sakit jugakan.
Kalau gk dibalas pun ya udah biarin aja. yg penting kita udah tau mau dikemanain perasaan kita, mau dipertahankan atau dilanjutin.

Sekian.
Salam Pida Alandrian

Ismaa Nurul W mengatakan...

Nama: Isma Nurul Walijah
Akun twitter: @ismaanw
E-mail: ismaanurulw08@gmail.com

***

Ada seseorang yang diam-diam menyukai.
Beberapa lainnya, terang-terangan menyatakan.
Segelintir berkoar-koar.
Sebagian mematahkan sendiri cintanya, hatinya. (hlm. 41)


Kalau gue, lebih memilih menyukai diam-diam. Kenapa? Selain karena gue adalah tipikal orang yang kayak gitu, menyukai secara diam-diam itu romantis--menurut gue sih. Eits ... tapi jangan dikira kalau gue cuman cari aman doang ya.

Menyukai secara diam-diam itu ... cuma hati kita yang berbicara. Dan, kalau gue sama dia emang sama-sama suka, artinya hati kami nyatu dong, saling berbicara gitu. Wkwkwk.

Selain itu, mencintai diam-diam itu ... terjaga dari fitnah. Mereka bilang gue masih kolot, tapi apa mau dikata, gue ya gini apa adanya. Ngerasain fitnah itu kan nggak enak. Lagipula, di agama gue, cinta itu nggak perlu diumbar-umbar, nggak perlu berlebihan. Toh sebenernya cinta yang diperbolehkan cuman cinta ke Allah dan Rasul. Suami? Itu urusan nanti kalau udah punya. Pacar? Nggak boleh. Nggak ada pacaran, mending ta'arufan, langsung nikah aja. Bhak.

Btw, tahu nggak kisah cintanya Ali dan Fatimah? Nggak tau? Oke, gue kasih tahu ya. Fatimah itu mencintai Ali secara diam-diam lho...
Nah, saat mereka udah menikah, Fatimah ini bilang ke Ali, "Maafkan saya karena pernah mencintai seseorang yang bukan suami saya."

Nah, Ali ini bingung dong. Kalau suka ke orang lain, kenapa Fatimah mau dinikahi sama dia? Lalu Fatimah menjawab, "Saya pernah mencintai orang lain, tetapi dia bukan suami saya. Harusnya, saya boleh mencintai orang lain selain diri saya sendiri dan keluarga saya sendiri, yaitu suami saya. Tapi saya pernah mencintai orang lain yang bukan suami saya."

Ali tanya, "Siapa?"

Fatimah jawab, "Kamu. Saya pernah mencintai kamu, tetapi saat itu kamu belum menjadi suami saya."

Well, romantis, nggak? Menurut gue sih romantis. Jadi jadi jadi ... mencintai secara diam-diam itu romanti lho....

Oke, mencintai secara gamblang, melalui kata-kata, tindakan, itu nggak dilarang kok. Tapi, karena presepsi gue ya ini, gue milih kalau mencintai diam-diam itu lebih baik.

Kalau dia nggak bales cinta lo, lo nggak bakal patah hati terlalu dalam, kan?

Kalau dia bilang nggak cinta ke lo, lo nggak bakal diejek satu sekolahan gegera dia nolak lo, kan?

Kalau dia selingkuh, dan lo bukan pacarnya, lo nggak bakal dihina satu sekolahan juga, kan?

Lo nggak akan mengalami itu semua, kan?

Well, masih banyak kok kalau-kalau-nya. So, jadi, kesimpulannya, mencintai diam-diam itu banyak manfaatnya, dan ... romantis bingits!


Sekian. Ketjup sayang dari gue. Bye-bye beibeh. Doain moga gue menang GA ini yak! *tebar lope-lope*


Dan, satu lagi, abaikan kenarsisan gue. wkwkwk.

Kiki Suarni mengatakan...

Nama: Kiki Suarni
twitter: @Kimol12
email: kikisuarni616@yahoo.com

Jawaban:

Kalo aku lebih milih mencintai diam-diam diiringi dengan rencana menyatakan. Kenapa? Dari pengalamanku, aku uda pernah ngerasain mencintai diam-diam dan itu rasanya gak enak banget. Tapi sialnya, aku juga bukan tipe orang yg langsung bilang kalo aku suka sama seseorang. Seberapa keras aku coba buat kagak mencinta diam-diam tetep aja kagak bisa karena emang bawaan dari orok kali yak? Untuk itu, biar gak ngerasain pahitnya cinta diam-diam lagi, aku ambil jalan tengah. Pertama mencintai diam-diam tapi sambil pedekate dengan tindakan/perhatian sampe di ngeh maksud hati ini.

Terima kasih

nunaalia 79 mengatakan...

Nama: Aulia
Twitter: @nunaalia
Email: auliyati.online@gmail.com

Aku sebenarnya tipe yang diam-diam menyukai, tapi kadang tanpa sadar mengungkapkan perasaanku dengan tindakan. Ketika menyukai seseorang, aku cenderung akan memendamnya dalam hati, nggak berani mengatakan perasaanku secara langsung. Alasannya karena aku tipe cewek pendiam dan pemalu. Aku juga mungkin tipe perempuan yg menunggu laki-laki yg menyatakan lebih dulu. Tipe perempuan jaman dulu yah hahahaa :D
Tapi karena perasaanku pd dia istimewa, sikap dan tindakanku kepada dia juga biasanya lebih beda, seperti lebih perhatian, lebih bersikap manis, bahkan terkadang suka menarik perhatian dia walau dengan cara yg halus. :)

Fitra Aulianty mengatakan...

Nama: Fitra Aulianty
Twitter: @fira_yoopies
Email: fitra.aulianty@gmail.com

Ada seseorang yang diam-diam menyukai.

Beberapa lainnya, terang-terangan menyatakan.
Segelintir berkoar-koar.
Sebagian mematahkan sendiri cintanya, hatinya. (hlm. 41)

Jawaban:

Aku tipe yang tanpa sadar menyukai seseorang. Jadi tipe ini letaknya di antara tipe diam-diam menyukai dan tipe terang-terangan menyatakan lewat perhatian ke orang tersebut. Dan kalau ada orang yang nanya aku suka dia apa gak? Aku jawab gak karena aku emang gak sadar.

Karena jatuh cinta itu tanpa alasan, paling kalau disuruh jelasin aku cuma jawab karena emang dasarnya aku gitu. Aku gak sadar aku jatuh cinta sama dia, dan kalau aku udah sadar itu, aku bakal lebih terang-terangan ngasih kode (iya kode doang, takut ketahuan tapi juga takut si doi gak peka--)

Aku cuma bisa ngasih kode karena ya gitu, cuma jatuh cinta ala anak abegean sih, takutnya masih belum pantas buat berhubungan dengan seseorang.

Pecinta Kesunyian mengatakan...

Nama : Herma
Akun Twitter : @rekhakana507
email : rekhakana7@gmail.com

Ada seseorang yang diam-diam menyukai.
Beberapa lainnya, terang-terangan menyatakan.
Segelintir berkoar-koar.
Sebagian mematahkan sendiri cintanya, hatinya. (hlm. 41)

Jika ditanya, saya ini tipe yang mana sih kalo jatuh cinta? hm... dengan lantang saya bilang kalo saya ini tipe orang yang diam-diam saat menyukai seseorang dan besar kemungkinan akan (pasti) berubah menjadi tipe orang yang mematahkan sendiri cinta dan hatinya. karna biasanya, karna alasan diam-diam itu makanya orang yang disukai jadi ngga tau bahwa saya suka sama dia dan dia lebih memilih orang lain yang lebih bisa terang-terangan menunjukkan perasaan. namun tetap bisa menikmati perasaan ini, jatuh cinta diam-diam, rindu diam-diam dan sakit hati diam-diam, hingga waktu dengan sendirinya akan menyembuhkan sakit hati itu, secara diam-diam pula.

Dera Devalina mengatakan...

Nama: Dera Devalina
Twitter: @deradevalina
Email: deradeavalina@gmail.com

Aku adalah seseorang yang diam diam menyukai, diam diam memperhatikan dari jauh, entah kenapa ada rasa tersendiri dari diam diam menyukai, karena menurutku agak terkesan gimana gitu kalau perempuan menyatakan cinta kepada laki – laki, jadi lebih baik menyukai secara diam diam saja sudah cukup.

Neni Arwanda mengatakan...

Nama : Neni Arwanda
Akun Twitter : @NeniArwanda95
Email : neniarwanda@yahoo.co.id

Ada seseorang yang diam-diam menyukai.
Beberapa lainnya, terang-terangan menyatakan.
Segelintir berkoar-koar.
Sebagian mematahkan sendiri cintanya, hatinya. (hlm. 41)

tipe yang manakah kamu saat jatuh cinta? Dan apa alasannya?

Jawaban : Tipe yang terang-terangan menyatakan. Sejauh yang saya tahu, hati itu rapuh, hanya saja ketika berkali-kali disakiti dia berusaha bangkit lantas menguatkan. Mungkin akan sangat menyakitkan ketika kita terang-terangan menyatakan lalu dibalas juga dengan terang-terangan penolakan. Akan tetapi, bukankah itu cara terbaik untuk pergi dan mencari cinta yang lain? Untuk memulai kembali membangun cinta yang telah tertolak oleh seseorang yang memang tak pernah mempedulikan kita. Dan bukankah selalu ada perasaan lega untuk setiap kalimat jujur yang kita ungkapkan? Walaupun hasilnya akan sangat menyakitkan, bukan hati namanya jika tak mau patah dan bangkit lagi. Jadi, nyatakan cintamu sebelum waktu yang menariknya menjauh, tapi ingatkan hatimu untuk tegar menghadapi hasil terburuknya. Karena menyatakan cinta bukan berarti harus menerima balasannya, kadang kala kita hanya harus menyatakannya berusaha memastikan lantas sama-sama memperjuangkan atau pergi dalam diam. :)

Cahya mengatakan...

Nama: Cahya
Akun twitter: @chynrm
Alamat email: cahyasptm@gmail.com

Tipe yang manakah aku saat sedang jatuh cinta?

Aku bukan termasuk 3 tipe di atas. aku tidak pernah menyatakan, tidak pernah berkoar-koar, dan tidak penah mematahkan cinta serta hatiku sendiri.

Aku termasuk orang yang lebih memilih diam saja ketika jatuh cinta. Tanpa niatan ingin melakukan sesuatu. Bagiku sikap diam itu demi menjaga hubungan, menjaga hati juga tentunya. Ketika aku tahu bahwa itu bukan saat yang tepat untuk jatuh cinta, berarti tidak ada gunanya pula aku menyatakannya. Tidak ada niatan untuk menjalin hubungan dengan siapa pun atau ingin perasaanku dibalas. Biarlah itu menjadi rahasia aku dan Tuhan.

Aku tidak mau membuat orang yang kusuka jadi singkuh jika aku menyatakan perasaan padanya. Aku pun tidak mau mematahkan atau membunuh cinta dan hatiku secara sengaja dengan efek samping aku akan terluka. Oh, big no. Just let it flow.

Aku percaya bahwa cinta itu bisa luput seiring waktu jika tidak ada intensitas dari keduanya dan kita sendiri mampu mengatur hati. Nikmati saja debar-debar itu selagi masih ada. Akhirnya terbukti, aku pernah diam saja selama setahun saat aku menyukai seseorang semasa kuliah dulu. Tapi lama-lama rasa itu pun hilang begitu saja tanpa aku harus merasakan perih.

Back to question. Inti jawabannya adalah aku tipe yang diam-diam suka, alasannya karena aku ingin menunggu waktu yang tepat untuk menyesap cinta yang halal. Selagi itu belum tepat, I won't do anything.

Thank you. ^^

Veny Prasetyowati mengatakan...

Nama : Veny
Twitter : @yutakaNoYuki
Email : himurasora@yahoo.co.id

Aku termasuk tipe yang "diam-diam menyukai" :D
Soalnya aku tergolong kurang pintar mengungkapakan ekspresi atau kata-kata yang yang menyatakan "aku suka kamu" dsb. Biasanya aku lebih menunjukkan lewat sikap dan tindakanku. Itu pun aku cari cara yang smooth banget, yang dia gak akan merasa aneh dan menyadari kalau tindakanku itu berarti sesuatu.
Lagian mencintai dalam diam itu lebih aman, kalau dia balik suka sama aku yang syukur, kalau ternyata dia gak punya rasa yang sama ya aku gak perlu malu dan gak akan ada hal apapun yang berubah di antara kita.

Faiz Istighfara mengatakan...

Nama : Faiz Istighfara
Twitter : @lisyaann
E-mail : faiz.istighfara@gmail.com

"Di review saya di atas, saya mencatat quote yang saya kutip dari halaman 41 novel ini. Share yuk, tipe yang manakah kamu saat jatuh cinta? Dan apa alasannya?"

Saya tipe pertama. Yang jika sedang menyukai seseorang, selalu menyukainya diam-diam. Alasannya, saya buka orang yang terlalu percaya diri dengan apa yang saya punya. Terlalu banyak 'bagaimana jika'didalam otak saya yang semuanya berisi hal-hal negatif. Mungkin karena saya orangnya tertutup dan pendiam.

Dan meski cinta diam-diam identik dengan rasa sesak dan sakit hati, namun jujur saja saya menikmati semua prosesya. Mulai dari mengaguminya diam-diam, megamatinya dari jauh, ikut senang ketika melihat dia bercengkrama dengan temannya, dan lain lain. Lagipula rasa-rasanya saya juga merasa nyaman dengan situasi itu.

Rini Cipta Rahayu mengatakan...

Rini Cipta Rahayu
@rinicipta
rinspiration95@gmail.com

Aku termasuk dalam kelompok seseorang yang diam-diam menyukai. Aku bukan tipikal orang yang ekspresif dan merasa perlu menyatakan apapun tentang diriku. Ketika aku menyukai seseorang, aku melakukannya dengan caraku sendiri. Aku lebih suka mengamatinya, mengumpulkan informasi sebanyak mungkin tentang dirinya dan bahkan jika memungkinkan akan berinteraksi dengannya sebagai seorang teman. Bagiku, cinta itu bisa dirasakan meski tanpa berkata-kata. Pernyataan cintaku ku kirim melalui kode-kode dan bait-bait doa. Jika ada takdir untuk bersama maka dekatkanlah, jika tidak maka aku tidak akan menyerah :)

Eyis yis mengatakan...

Eris Andriani
@RizAnNie88
ayaseyis@gmail.com

Aku tipikal yg memilih diam.diam menyukai. Karena disaat cewek menyukai cowok dia cuma bisa diem dan memendam rasa. Namun diam bukan berarti tidak melakukan apa.apa, tetapi aku juga ingin mengenal dia lebih jauh lagi dengan mencari tau dahulu kepribadian dan sifatnya yg sesungguhnya. Kalau memang jodoh pasti Allah bakalan mengatur jalan cerita yg indah.

Cinta adalah suatu misteri yang terselubung sepanjang zaman,mengendap-endap di balik penampilan dan menjadikan hati kita sebagai sarangnya.

esti yuliastri mengatakan...

Estiy
@estiyuliastri
estiyuliastri@gmail.com

Ada seseorang yang diam-diam menyukai.
Beberapa lainnya, terang-terangan menyatakan.
Segelintir berkoar-koar.
Sebagian mematahkan sendiri cintanya, hatinya. (hlm. 41)

Menurutku aku termasuk perpaduan antara tipe yg diam-diam menyukai, dan tipe menyatakan, dgn sikap dan tindakan.
Selama ini aku lebih sreg menyatakan perasaan dgn cara bikinin kue buat seseorang yg aku suka. Kenapa kue??
Alasannya adalah tiap kali jatuh cinta, bikin kue itu semacem moodbooster bagiku.hihii
Bikin kue dgn perasaan full of love, aku berani jamin rasanya lezat. Meskipun cowok yg aku suka itu gak nyadar kalo aku ada perasaan padanya, tapi rasanya ada kepuasan tersendiri kalo sampai dia suka kue buatanku, berasa berhasil aja mendapatkan tempat di hatinya.hihi Kalo dia juga mempunyai perasaan yg sama, anggap aja itu bonus :)

Kitty mengatakan...

Nama: Kitty
Akun twitter: @womomfey
Alamat e-mail: kitty.wibisono@gmail.com
Link share: https://twitter.com/WoMomFey/status/702984228963627009


Jawaban:

Mungkin sebagai perempuan aku masih sedikit konvensional. Jujur saja, sampai detik ini aku tidak pernah duluan mengungkapkan rasa cintaku kepada seseorang. Yang kulakukan saat aku mulai menyukai seseorang biasanya justru menarik diri dari orang tersebut. Kenapa? Karena aku khawatir kalau orang itu jadi tahu perasaanku yang sebenarnya dari caraku yang tidak lagi biasa saat kami ngobrol dan menghabiskan waktu bersama. Aku khawatir debaran jantungku yang mendadak secepat kuda pacu ini terdengar olehnya. >.<
Aku akan mengambil jarak dan waktu untuk memastikan perasaanku. Jika memang benar-benar terbukti bahwa aku jatuh cinta padanya dan sudah berhasil menjinakkan rasa khawatirku, barulah aku akan kembali ngobrol dan menghabiskan waktu dengannya. Sembari memberikan sinyal-sinyal kecil sebagai bentuk rasa sayangku padanya, aku akan mencoba mencari tahu adakah perasaan kami saling bersambut atau hanya aku saja yang bertepuk sebelah tangan. Bagaimana pun juga aku akan menahan diri untuk tidak duluan mengatakan perasaanku padanya. Jika pada akhirnya ia pun menyatakan perasaannya padaku, barulah aku akan menceritakan kepadanya bagaimana selama ini hatiku pun juga sudah tertambat padanya. :)

Asep Dandan mengatakan...

Nama : Asep Dandan
Twitter : @DandanAsep
Link Share : https://twitter.com/DandanAsep/status/702993197841063937
Alamat Email : asep.dandan@gmail.com
Jawaban : Saya lebih memilih memperjuangkan cinta.

Alasannya :
1. karena dulu saya selalu mencintai seseorang dengan diam. dan apakah kau tahu bagaimana rasanya mencintai seseorang dalam diam dengan hanya bermimpi bahwa suatu saat nanti dia berjodoh dengan saya? terus apakah kau tahu bagaimana rasanya mencintai namun bertahan untuk tidak memiliki dan bertahan untuk tidak mengungkapkan? percayalah, itu lebih buruk dan lebih sakit daripada patah hati.

2. karena tidak selamanya diam itu adalah emas. bahkan orang yang punya prinsip bahwa mencintai dalam diam adalah caranya untuk menjaga satu sama lain atau apapun itu, pada akhirya akan berkata/memperjuangkan cinta.
bagaimana mungkin hanya dengan diam seseorang bisa berkeluarga dengan sah tanpa berkata? tanpa adanya akad nikah? tanpa adanya perjuangan?

3. dengan memperjuangkan cinta, setidaknya saya sudah berusaha membuat seseorang menjadi jodoh saya. dan dengan memperjuangkan cinta, setidaknya saya sudah memperjuangkan perasaan saya.
meskipun pada akhirnya dengan memperjuangkan cinta, saya menjadi seseorang yang mematahkan cintanya sendiri, hatinya.

Semoga kali ini beruntung . . hehe

Adnan Arbyazhaar mengatakan...

Nama : Adnan Arbyazhaar
Twitter : @arbyazhaar
Email : arbyazhaar@gmail.com
Link Share : https://twitter.com/arbyazhaar/status/703099931096010752

Ada seseorang yang diam-diam menyukai.
Beberapa lainnya, terang-terangan menyatakan.
Segelintir berkoar-koar.
Sebagian mematahkan sendiri cintanya, hatinya. (hlm. 41)

Saya merupakan lelaki yang akan secara terang-terangan menyatakan cinta saya kepada seorang gadis yang saya sukai. Namun saya juga seorang laki-laki yang sering mematahkan cinta saya sendiri.

Alasannya karena saya lebih suka jika orang yang saya sukai mengetahui perasaan saya yang sebenarnya, setidaknya jika ia menyukaiku, maka saya tahu bahwa ia menyukaiku. Jika tidak, saya tidak akan terlalu berharap terhadap dia. Saya juga tidak akan menduga-duga, apalagi sampai kegeeran jika gadis itu menyukai saya. Jika saya hanya diam, berarti saya tidak akan pernah memiliki kesempatan dalam merebut hatinya. Lebih baik jika seseorang yang kita cintai mengetahui perasaan kita daripada tidak sama sekali.

Mematahkan cinta saya sendiri karena jika memang si gadis tidak menyukai saya, saya akan mundur dan tidak akan mengharapkannya lagi. Saya akan tahu diri, bahwa ia tidak mencintai saya dan saya tidak boleh cemburu dengannya. Saya akan menahan semua rasa pedih, walaupun banyak seseorang yang bilang bahwa seorang laki-laki dapat dengan mudah "MOVE ON" hal itu salah, kaum adam memang terlihat seperti sudah melupakan namun perasaan itu pasti masih ada dan saya bukan sosok laki-laki yang mudah melupakan. Lebih baik menahan diri daripada terus mengejar, karena rasa sakit itu akan terus terbawa hingga hati tidak akan terbuka untuk orang lain.

Sekian. Salam Weabo:v

Lutfi A mengatakan...

Nama : Lutfi A
twitter : @lutfixx
email : bmwluph[at]gmail.com

aku = Sebagian mematahkan sendiri cintanya, hatinya.
karena, aku percaya pada jodoh. Yakni dia yang siap melamarku. Apapun halangannya, seberapa sering aku jatuh cinta ... dan ...bukan hal yang mudah memendam cinta atau mematahkannya. Mematahkan cinta? lol, maksud aku, aku itu kategori yang jangan menumbuhsuburkan benih yang sedang dalam proses tertanam... lebih baik menyimpan ruang untuk Mr.Right. Hati itu bukan tempat yang luas, makanya seringkali kita berdo'a minta kelapangan hati. Jadi, yah... aku menunggu jatuh cinta pada waktu yang tepat :) Jika aku menyukai seseorang, dan maybe jatuh cinta ...aku harus bersabar. Dalam bahasa diatas 'mematahkan sendiri cintanya, hatinya'.

Yang terakhir, semoga aku beruntung XD

Yanti Nurhida99 mengatakan...

Di review saya di atas, saya mencatat quote yang saya kutip dari halaman 41 novel ini. Share yuk, tipe yang manakah kamu saat jatuh cinta? Dan apa alasannya?

Ada seseorang yang diam-diam menyukai.

Beberapa lainnya, terang-terangan menyatakan.
Segelintir berkoar-koar.
Sebagian mematahkan sendiri cintanya, hatinya. (hlm. 41)

Saya Tipe yang diam-diam menyukai, sepertinya, karena saya nggak pernah nembak cowok duluan, ditembak juga nggak pernah, ngenes banget ya, hehehe. Becanda, deng.

Sebagai cewek saya salah satu cewek yang punya prinsip kalo yang nembak duluan or nyata'in perasaan duluan itu harus cowok, nggak tau juga kenapa punya pemikiran seperti ini, mungkin bisa dibilang ini pemikiran yang kolot. Dan karena kebanyakan orang-orang yang secret admirer kayak saya akhirnya cuma berakhir dengan 'penantian yang tak pasti', saya mulai berpikir mau jadi orang yang menyatakan perasaan sukanya secara terbuka. Tapi itu nggak mungkin karena sifat saya yang berkebalikan yaitu : 'tertutup'. Sebenarnya ada kelebihan dan kekurangan dengan sikap seperti ini, saya pernah kecewa dalam percintaan gara-gara menyukai diam-diam dan terus-terusan menunggu seperti ini, ternyata apa yang saya harapkan tidak sesuai dengan harapan. Jadi sekarang saya menyerahkan semua urusan percintaan sama Tuhan. Nggak ingin jadi pecinta diam-diam lagi, cukup serahkan semua urusan pada Tuhan, kalo jodoh nggak bakal kemana. :)

Twitter : @CallMe_Yanti
Nama : Yanti
E-mail : yantinurhida99@gmail.com

Shafa Salsabila mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Shafa Salsabila mengatakan...

"Di review saya di atas, saya mencatat quote yang saya kutip dari halaman 41 novel ini. Share yuk, tipe yang manakah kamu saat jatuh cinta? Dan apa alasannya?"

Ada seseorang yang diam-diam menyukai.
Beberapa lainnya, terang-terangan menyatakan.
Segelintir berkoar-koar.
Sebagian mematahkan sendiri cintanya, hatinya. (hlm. 41)

Di antara empat tipe tersebut, aku termasuk tipe antara nomor 1 dan 2, lalu kalau sudah memasuki tahap lanjut baru tipe nomor 2. Menilik jawaban teman-teman sesama perempuan,yang kebanyakan memilih mencintai diam-diam, aku jadi merasa agak aneh (karena di jaman sekarang kebanyakan perempuan selalu didekati dluan sama laki-laki). Kayak bikin terobosan(?) di kalangan remaja putri.

Well, walaupun bisa dengan entengnya menjawab pake jurus cap-cip-cup untuk pilihan yang disediakan di quotes hlm. 41, aku memiih untuk jujur menyatakan bahwa aku condong ke tipe nomor 2. Dan jadi tipe itu susaah banget, terutama karena aku perempuan. Dan aku ngerasain betul efeknya terhadap image-ku. Jadi, ceritanya, pas kelas 8 dulu, aku pernah jatuh cinta sama seseorang, yang untungnya sekarang udah beda sekolah. Aku, entah kenapa, sejak sadar kalau suka sama dia, berasa kayak gila tiap waktu. Aku suka sembunyi-sembunyi dan pura-pura cuekin dia kalau dia butuh bantuan, supaya nggak ketahuan. Tapi, nggak usah ditanya, nge-jleb banget rasanya. Cuma bisa diam tanpa melakukan apapun. Cuma bisa mengenal dia dari kata orang. Aku mencoba buat mengangi intensitas 'kegilaan' itu, aku koar-koar dalam lingkup kecil, teman-temanku. Tapi ternyata tetep nggak ada yang berubah. Dan akhirnya, saat perasaan itu udah mentok(?) di ujung hati, udah nggak bisa ditahan lagi, aku memilih utuk menyatakan secara terang-terangan di hadapan dua saksi dengan alibi melaksanakan kewajiban setelah main ToD. Dan setelah insiden itu, aku malu bukan main. Pikiranku bahkan sekana 'mendukung' kalau aku memang ngejar-ngejar dia. Bahkan aku sempat ngerasa tekanan batin. Dan akhirnya, oke, jalan terakhir yang aku pilih adalah move on dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Parahnya, sebelum aku sempat move on, eh, dia punya pacar. Nah, di situ adalah saat aku mematahkan hatiku sendiri dengan pura-pura nggak suka sama dia lagi. Saat itu aku bermetamorfosis menjadi tipe keempat. Melengos atau pasang tampang judes tiap ketemu dia. Jelek-jelekin dia sejelek-jeleknya. Tapi, ya, mau gimana. Kalau hati masih suka, perasaan mau diusir juga tak bisa. Finally, setelah mati-matian berusaha berpaling, pisah sekolah ternyata jadi jawabannya.

Nah, teman-teman udah tau, kan, gimana rasanya jadi keempat tipe di atas dari ceritaku? ^^ Thanks for Reading

Nama : Shafa Salsabila Kurniawan
Twitter : @veliashafa
Email : shfaa.salsabila@yahoo.com

Eka Sasie mengatakan...

Nama: Eka Sasining Putri
Akun twitter: @cha_ichie
e-mail: ekasasining@gmail.com
Jawaban: Saya tipikal yang mencintai secara diam-diam. Tersembunyi dan serba rahasia. Bahkan sampai tidak ada satu orang pun tahu. Tapi juga merupakan seseorang yang mematahkan sendiri cintanya, hatinya. Jadi perpaduan dua tipikal pecinta dari quote itu.
Sebenarnya saya orang yang acuh tak acuh, cenderung 'tsundere' alias malu-malu kucing, tidak mau jaim, dan sadis (yang terakhir ini tidak main-main). Saya tidak pernah ingin menutupi kekurangan dan keburukan sifat saya di hadapan orang yang saya sukai, karena saya pikir saya ingin bersikap jujur sampai akhir. Saya memendam perasaan saya dengan baik, tanpa curhat ala remaja putri, atau galau kepada teman-teman lain. Saya tidak pernah kentara menunjukkan kepedulian saya, dengan lihai saya selalu mampu membungkus rasa ingin tahu saya pada orang yang saya sukai. Tapi, bodohnya, pada akhirnya saya selalu menghancurkan perasaan saya sendiri padanya. Entah karena saya tidak mahir menjaga hati atau karena saya selalu merasa lemah untuk melanjutkan cinta dalam rahasia itu, saya berhenti dengan mematahkan hati saya sendiri. Ironis, dan menyedihkan. Saya merasa menjadi pecundang yang hanya bermain-main dengan diri saya sendiri, memperoleh kesia-siaan, dan mati tanpa diketahui orang.

Yulia Lia mengatakan...

Nama : Yulia Lia
Twitter : @Hi_Wkkie
Email : yuliafitriani06@gmail.com

"Di review saya di atas, saya mencatat quote yang saya kutip dari halaman 41 novel ini. Share yuk, tipe yang manakah kamu saat jatuh cinta? Dan apa alasannya?"


'Ada seseorang yang diam-diam menyukai.
Beberapa lainnya, terang-terangan menyatakan.
Segelintir berkoar-koar.
Sebagian mematahkan sendiri cintanya, hatinya'

Sejauh ini aku masuk tipe ke 1 dan 4.
Mau tanya, pernah ngerasain jatuh cinta sama sahabat sendiri? dan parahnya dia sudah punya tambatan hati? :'(

Jadi aku punya dua sahabat, 1 cowok dan 1 cewek.
Awalnya cuma aku dan kamu. lalu kita. dan ga lama lagi jadi aku, kamu dan dia.

Selama fase aku dan kamu. Tanpa di sadari aku menaruh hati sama sahabatku ini. Cuma dia yang sabar ngajarin aku pelajaran yg enggak aku bisa. Cuma dia yang akan tertawa saat aku marah.

Nah, pada masa 'KITA'.
Aku merasa menjadi orang yang paling berarti buat dia. Setiap ada apa-apa, dia selalu menyertakan namaku sesudah namanya. Dia selalu standby depan rumah setiap pagi dan depan kelas setiap pulangnya. Dia selalu marah kalau aku mengabaikannya. Dia akan memceramahiku jika aku dekat dengan anak cowok selain dia. Nah, pada fase inilah ingin sekali aku mengungkapkan perasaan ku padanya.
Hingga,

Fase aku, kamu dan dia.
Ini terjadi begitu saja. Si cewek ini anak guru, feminim, pinter ya di atas akulah -_-. Dia tanpa sengaja ikut bergabung di antara kami. Di saat aku ingin mengutarakan isi hatiku, sahabatku dengan semangat 45 mengatakan dia menyukai anggota baru kami itu. Keberanian yang ada pada diriku menguar begitu saja. Aku memilih menyukainya dalam diam.
Hingga lama-lama, aku dan mereka. Melihat tidak ada kesempatan lagi, mengingat bagaimana bahagianya sahabatku saat membicarakan pacarnya itu bahkan minta saran untuk hubungan mereka sama aku. Mulai saat itu aku memilih untuk mematahkan cinta aku itu. Dan berusaha untuk menguburnya dalam-dalam, seperti sedia kala.

Sampai sekarang, aku belum mempunyai keberanian untuk terang-terangan bahkan berkoar-koar untuk masalah menyatakan cinta.

Ari Rizee mengatakan...

Nama: Muthia B
Twitter: @tiarizee
Email: muthia_batari@yahoo.com

Aku mungkin tidak termasuk dalam semua tipe tersebut. Aku tipe orang yang akan menyatakan perasaanku, tapi tidak secara terang-terangan. Karena jujur saja, perasaan yang dipendam terlalu lama itu menyakitkan. Semakin lama hanya akan menimbulkan penyakit yang obatnya hanya satu, yaitu mengungkapkan kebenarannya. Setiap langkah yang diambil pasti ada konsekuensinya. Jika memang setelah perjuangan yang aku usahakan tidak berhasil, setidaknya aku sudah mencoba untuk keluar dari zona nyamanku demi meraih apa yang aku inginkan dan tidak terus-terusan bersembunyi dalam kata menunggu apalagi diam-diam. Walaupun jodoh dalam takdir kita sudah dituliskan, walaupun kebanyakan orang bilang kalau 'jodoh itu gausah dicari, dia gabakalan lari kemana', tapi hey! Cinta itu butuh perjuangan. Emang jodoh tiba-tiba bakalan ngetok pintu rumah dengan bawa cincin kawin buat ngelamar kita dan bilang "Aku jodohmu" gitu? Nggak kan?

Nurul Hikmah mengatakan...

Nama: Nurul Hikmah
Twitter: @siwon5858
Email: nurulhikmah243[at]gmail[dot]com

Ada seseorang yang diam-diam menyukai.
Beberapa lainnya, terang-terangan menyatakan.
Segelintir berkoar-koar.
Sebagian mematahkan sendiri cintanya, hatinya. (hlm. 41)

Tipe yang manakah kamu saat jatuh cinta? Dan apa alasannya?

Aku termasuk tipe yg pertama dan terakhir.. Yang diam2 suka dan mematahkan cinta itu sendiri..
Aku bukanlah orang bisa dengan mudah mengatakan cinta kepada seseorang, hanya menatapnya dari kejauhan, yaa kurasa itu cukup? kenyataanya tidak!
Sakit.. yaa, memendam perasaan begitu lamanya, sangat menyedihkan, tapi tetap saja Aku tidak bisa mengutarakannya..
Aku hanya bisa berharap kalau dia juga suka, harapan yang hanya secuil itu yg terus menerus menumbuhkan rasa cinta itu..
Tapi.. Aku tidak ingin seperti ini terus, ini sudah terlalu lama, sudah bertahun berlalu..
Aku mencoba buat lupan dia, tapi itu sangat sulit, yaaa setidaknya sekarang rasa itu sedikit berkurang,,
Mematahkan hati kita sendiri itu memang menyakitkan tapi harus dilakukan.. Cinta memang tidak harus memiliki..

Nova Indah Putri Lubis mengatakan...

Nama : Nova Indah Putri Lubis
Twitter : @n0v4ip
Email : n0v4ip[at]gmail[dot]com
Link Share : https://twitter.com/n0v4ip/status/703805085818736640

Saya termasuk tipe seseorang yang diam-diam menyukai dan mematahkan sendiri cintanya, hatinya. Saya tergolong wanita pemalu dan intorovert dan masih memegang prinsip kalo cewek gak boleh nyatain duluan. Alasannya sih takut ditolak dan akhirnya malu. Dan itu juga yang membuat saya selalu memendam rasa terhadap lawan jenis. Meski saya suka sama dia, saya akan berusaha menyembunyikannya dan menyukainya dalam diam sambil berharap semoga suatu hari perasaan saya berbalas... Dan yang aneh nya jika saya merasa kalau dia tidak memiliki ketertarikan pada saya, perlahan saya akan mematahkan sendiri rasa itu. Mematahkannya sampai menjadi kepingan agar nanti jika ternyata apa yang saya pikirkan benar, saya sudah tidak memiliki rasa lagi padanya dan meskipun ada, itu hanya sedikit... *miris ya* :D

Terima kasih kak Nurina ^^

Daisy S mengatakan...

nama lengkap: Daisy
twitter: @daisy_skys
e-mail:Stupidliar367@gmail.com
domisili: Semarang
link share:
https://twitter.com/Daisy_skys/status/703861020461125632

Di review saya di atas, saya mencatat quote yang saya kutip dari halaman 41 novel ini. Share yuk, tipe yang manakah kamu saat jatuh cinta? Dan apa alasannya?


Ada seseorang yang diam-diam menyukai.
Beberapa lainnya, terang-terangan menyatakan.
Segelintir berkoar-koar.
Sebagian mematahkan sendiri cintanya, hatinya. (hlm. 41)


Aku memilih diam - diam menyukai . Mungkin kalau di Jepang cewek bisa mudah mengungkapkan rasa sukanya pada seseorang . Tapi berbeda dengan cewek Indonesia . Begitupun juga aku . Apa sih yang bisa dilakukan seorang cewek ketika jatuh cinta ? Mereka cuma bisa diam dan menunggu .Berusaha menarik perhatiannya . Nggak mungkin seorang cewek bakal bilang suka duluan , kalaupun ada mungkin nggak banyak . Kadang aku iri pada para kaum adam .Mereka bisa memilih cewek manapun yang diinginkan dan nembak duluan .sementara kita para cewek cuma bisa menunggu siapa yang akan mengatakan cinta pada kita . Hanya yang datang padamu yang bisa kau pilih karena kita tidak diciptakan dengan hak memilih , kita cuma diperkenankan untuk menerima jika suka dan menolaknya ketika tidak suka . Kalaupun ada seorang cewek yang ngaku cinta duluan menurutku dia nekat dan maksa banget .

Diam diam menyukai seseorang itu kadang terasa menyenangkan dan sangat romantis sekali. Pernah menonton film Thailand Crazy Little Things Called Love ? Menurutku film itu luar biasa romantis , meski berakhir tragis dengan penolakan . Bagaimana power dari diam diam menyukai seseorang bisa mengubah seorang yang Nothing menjadi Something . Karena aku sendiri pernah mengalaminya ketika dibangku kelas 3 SMP . Kisah yang penuh kekonyolan untuk sekedar mendapatkan perhatiannya , meski mengaguminya kadang membuatku sedih karena aku tidak bisa menggapainya dengan mudah dan akhirnya aku malah mematahkan sendiri cintaku .


Tapi cinta yang seperti itu terasa indah .Kamu nggak harus dapet seruan ciyee.. dari orang orang pas ketemu dia , dan menurutku lebih terhormat dari mereka yang suka berkoar - koar ataupun terang terangan . Mereka yang diam diam suka lebih kalem dan tidak agresif . Kamu nggak harus dapat penolakan . Tapi ketika perasaan itu tidak terbalas , kamulah satu satunya pihak yang merasa terluka .


" Everyone of us has someone who is hidden in the bottom of our heart and when we think of that person , we feel like umm... like there's always pain inside , but we still want to keep that person . Eventhough i dont know where is he today , what he is doing . I know that he is the one who taught me this . A crazy little things called Love "

-- Crazy Little Things Called Love (2008) --

Thoha Syaifudin mengatakan...

Ini kalau dalm filosofi kehidupan
Cinta mau secara diam2...
Atau yg sring dkenal segera shir..
Otomatis yg d cintaikn tdk tau
Bhkn kita slalu brpenasaran
Dia cinta nggk y sama q
Slalu bertnya2 trus dlm hati
dn klo dia sampai jdian sama orang lain betapa sakitya hati q
Skitlah lak tiang sak iki...
Lha yn ngantos nikah enddekem sampeyan air mata berkecucuran hati terasa d tusuk2 durri,wajah slalu pucat,ragapun lemah ,makan tak mau,minum tak mau,tapi yn pipis mau arep ngompol po piye...
Fikiran melayang-layang zaget2 ngengkleng sampeyan..

Klau cinta secara koar2...
Yn coro mpriki terang2an yn coro mpriko lgsg meyatkn cinta boso gaule lgsg nembak...
Ini kn ada 2 kemgkinan di trima/d tolak tpi bhkn ada yg d gantung di ende2 yn coro mpriki lha yn coro mpriko nopo? "njegros"
Klau d trima hati menjdi bahagia
Betapa bahagianya d trima cintanya...
Betapa indahya.betapa senangya,betapa gembiranya
Pastikan gembira sampai dlm lubuk jiwa....tapi klau cinta sejati klu cinta scra fikiran kulo mboten retos.

Dlm khdpn kadang tk sprti yg kita inginkn..
Kdang ditrima cinta qta kadang bhkan kita sering d tolak cinta qta tpi itu hal yg wajar dlm filosofi kehidupan....
Tergantung qta cara untuk menyikapinya atau yg sring d sbut menyadarinya.....
Cinta adlh anugrah dn qta merasakan kehadira cinta itu hanya satu kali dlm khdupan yaitu cinta sejati,..dan kpn datangya cinta itu qta tdk tau cuman hati yg bisa merasakanya hadiry cinta...
Bukan fikiran,bukan keinginan,bhkn bukan dari keindahan,
Qta hidup d dunia mas brai....
Ta'akn slamany qt hdp d dunia ketauilah cinta sejati blum tentu qt bsa memilikinya...
Tpi klau jodoh saya sendiri bisa memastikan & itu sangatlh real yg sring d sebut dengan realita....
Dan saya juga menyatakan anda bisa memiliki se utuhnya.
Sekian
Trimakasih.

Posting Komentar

 

Nurina mengeja kata Published @ 2014 by Ipietoon