Senin, 09 November 2015

[Blogtour & Giveaway] Menikahlah Denganku - Annisa Andrie


Halo, sahabat-sahabat pengunjung blog Nurina Mengeja Kata. Ada nggak di antara sahabat yang sedang menanti hari pernikahan, atau menanti dilamar dengan kalimat "Menikahlah Denganku"?
Aih, jadi baper ya? ^^
Daripada baper, yuk ikuti rangkaian blogtour novel Menikahlah Denganku karya kak Annisa Andrie yang diawali di blog ini. Duduk yang manis dan jangan desak-desakan, ya. Baca dulu review dari saya sebelum menuju ke giveaway :))



Judul buku: Menikahlah Denganku
Penulis: Annisa Andrie
Penyunting: Pratiwi Utami & Noni Rosliyani
Perancang sampul: @labusiam
Penerbit: Bentang Pustaka
Tahun terbit: November 2014
Tebal buku: vi + 254 halaman
ISBN: 978-602-291-073-2



BLURB

Tubuhku lunglai seketika. Jari tanganku gemetar, detak jantungku semakin kencang. Di otakku, pikiran negatif itu terus berseliweran. Hanya satu harapanku, berita mengejutkan ini tidak akan mengacaukan rencana masa depanku bersama Satura.

Show must go on! You must be a strong woman, Jenna! ujarku berkali-kali di dalam hati.

Tapi nyatanya, seorang pria tidak selalu lebih kuat ketimbang wanita. Kenapa Satura memilih menyerah dan sengaja melupakan rencana pernikahan kami?

Aku tahu kamu masih mengingat semuanya, Satura. Atau, jangan-jangan, perempuan itu yang membuatmu menutup hati serta ingatan? Mungkinkah bukan aku lagi yang bisa membuatmu tertawa, tetapi dia?

Kini, hanya satu pintaku.
Seperti yang pernah kamu minta dulu padaku.
Menikahlah denganku ....

RESENSI

Jenna merasa bersemangat mempersiapkan pernikahannnya dengan Satura. Di benaknya terdapat banyak rencana untuk pesta pernikahan mereka yang unik dan bertema alam. Jenna ingin semua detailnya berbeda dari pesta-pesta pernikahan yang pernah ada.
Sayangnya, konsep "unik" itu ditolak orangtua Jenna yang menginginkan pesta pernikahan dilaksanakan sesuai prosesi dan adat Yogyakarta. Jenna gondok. Ia merasa sudah mengalah dalam hal masalah tanggal pernikahan. Hanya karena hitung-hitungan weton, ia tak bisa menikah di tanggal impiannya. Tapi untuk pesta, Jenna tetap bersikeras menggunakan idenya. Ia pun memutuskan akan mengurus pesta pernikahan impiannya sendiri dengan bantuan Satura dan Rigel, sahabatnya. Dengan tekad kuat ia dan Satura berniat membiayai sendiri pesta pernikahan mereka.
Untuk memenuhi biaya pernikahan, Satura dan Jenna semakin aktif menambah pundi-pundi uang mereka. Hingga Satura salah langkah. Keputusan kerjasama yang diambilnya berakibat fatal. Mencoba menghilangkan kekalutannya, Satura pun pergi memanjat tebing. Naas. Kali ini hati dan pikiran yang gemuruh berbuah kecelakaan dan membuatnya cacat.
Satura semakin terpuruk. Usaha Jenna untuk tetap di sisinya dan melanjutkan pernikahan mereka, ditepisnya. Maka tak salah jika Jenna selalu menggunakan bahu Rigel untuk bersandar. Untuk berkeluh. Untuk jadi kekuatannya. Tapi Jenna masih menyimpan cinta yang besar bagi Satura. Bagaimanapun keadaan Satura.
Berhasilkah Jenna menguatkan dan meyakinkan Satura akan masa depan mereka? Atau Jenna sendiri pun akhirnya goyah dan memilih Rigel? Bagaimana nasib gaun pengantin yang lama tergantung di lemarinya?

--------------

Menikahlah Denganku sempat membuat saya terkecoh. Ketika membaca blurb saya pikir saya akan dibawa masuk ke dalam cerita melalui sudut pandang orang pertama. Tapi ternyata salah. Novel ini menggunakan orang ketiga serba tahu sebagai sudut pandang. Jadi saya bisa menyelami perasaan Satura dan Rigel di samping perasaan Jenna si tokoh utama. Hal itu membuat emosi saya makin teraduk-aduk dan nyesek.
Bahkan saya sudah nyesek di halaman pertama. Diksi yang digunakan Annisa benar-benar puitis dan indah. Rangkaiannya langsung menyentuh emosi saya.

Sebagai novel wedding-lit, Menikahlah Denganku menonjolkan sisi ribetnya mengurus pernikahan. Saya diajak Jenna, Rigel dan Satura keliling-keliling Yogyakarta dan sekitarnya untuk menyiapkan pernak-pernik pesta pernikahan. Saya yang punya pengalaman menikah dengan sederhana pun dibuat takjub dengan "ribet" dan "bawel"-nya Jenna untuk pernik pestanya. Mulai dari undangan pernikahan yang harus beda dan bernuansa alam, souvenir yang antimainstream, hingga gaun pernikahan yang harus sempurna. Semua itu membuat saya geleng-geleng kepala.
Bahkan Jenna dan Satura berniat membiayai sendiri pesta pernikahan mereka, padahal tabungan mereka nggak mencukupi. Maka jadinya kalau orang jawa bilang terlalu "ngoyo". Memaksakan diri demi terpenuhi ambisinya.

Sebagai tokoh utama, Jenna benar-benar bikin saya pusing. Ambisinya untuk membuat pesta pernikahan yang beda membuat saya geregetan. Ambisi itu pula yang membawa urusan pernikahan ini di ambang kehancuran. Karena terlalu memaksakan diri, bersikeras membiayai pernikahan sendiri (yang sebenarnya di luar jangkauan tabungan mereka), akhirnya ketika Satura salah langkah dalam bisnis, hal itu membuat beban pikiran Satura.
Satura sendiri digambarkan sebagai pria pencinta alam bebas yang bisa dibilang kalem dan lembut. Lebih suka menyetujui usul Jenna dan seolah bersikap "asal Jenna senang". Itulah yang membuat "ledakan"-nya begitu hebat saat ia jatuh. Satura menganggap dirinya nggak akan mampu membahagiakan Jenna dengan kondisinya setelah kecelakaan di lokasi panjat tebing itu.
Saya sih lebih suka Rigel yang ceplas-ceplos dan terkadang alay. Kalau dianggapnya Jenna mulai ribet, Rigel tanpa ragu mengutarakannya. Saya lebih menyukai orang yang apa adanya seperti Rigel. Lebih membuat masalah jadi jelas.
Saya juga lebih menyukai chemistry Jenna dan Rigel yang akrab dan lugas daripada chemistry Jenna dan Satura yang walau menguarkan percik-percik romantisme tapi seperti menyimpan riak di baliknya.

Hal menarik dari novel Menikahlah Denganku adalah detail-detail pelengkap yang menyempurnakan cerita ini. Seperti, alat-alat yang digunakan untuk memanjat tebing, detail modifikasi mobil yang dilakukan bengkel Satura, detail pekerjaan Jenna dan Rigel sebagai videomaker untuk iklan, hingga detail pernik-pernik pernikahan Jenna. Detail ini membuat cerita makin terasa nyata.
Tapi mungkin lebih baik agar istilah-istilah modifikasi, perlengkapan naik gunung dan nukilan lirik diberi catatan kaki untuk menjelaskan artinya atau kegunaannya.

Setting yang digunakan juga sangat detail. Padahal settingnya cukup beragam. Mulai dari Pantai Siung di Gunungkidul hingga ke Gunung Bawakaraeng di Makassar. Banyak sudut-sudut kota Yogyakarta yang disebutkan plus detail lengkapnya. Tapi... kenapa Gondomanan nggak ada di dalam novel ini padahal Ngeksigondo aja ada??? Kan Jenna bisa ke Gondomanan cari blangkon seusai dari Malioboro??? *protes* :p

Konflik novel ini dibangun perlahan dan bikin emosi saya naik-turun. Landasan konfliknya jelas dan matang. Dan semua konflik diselesaikan satu persatu hingga tiba di ending. Ending tak terduga yang manis banget. Saya rasa sih itu solusi terbaik, tanpa menjadikan Jenna sebagai "penjahat" nggak punya hati.

Menikahlah Denganku merupakan novel yang mengajak kita berpikir, seberapa penting arti pesta pernikahan. Sanggupkah kita menjalani bentangan tahun yang tak pasti setelah akad diucapkan. Tentang ambisi, tentang harapan yang menyala, padam, dan menyala lagi. Saya rekomendasikan novel ini bagi kalian, yang sedang bersiap menjelang dan membilang hari pernikahan dan juga bagi kalian, yang sedang mengharapkan jodoh yang dipinjam orang agar segera dikembalikan pada kalian :))

TEBAR-TEBAR QUOTE

Setipis apa pun, pernikahan akan melahirkan sekat antara seseorang yang menikah dengan kehidupan di luar rumah tangganya. Seseorang yang menikah akan memiliki garis teritori yang tegas dalam hidupnya. (hlm. 25)

Pada kenyataannya, sebuah masalah memang harus dihadapi dengan kesatria. Bukan malah ditinggal lari karena dia akan semakin kuat menjadi hantu pikiran yang ingin akal sehatku mati. (hlm. 138)

Tangguh bukan berarti tak menangis. (hlm. 164)

Bahwa hidup harus tetap berjalan, itu memang mutlak diperjuangkan. Sedikit saja terlena dengan keterpurukan, kita akan terseret arusnya, lalu tenggelam. (hlm. 175)

"Pesta sehari tak ada bandingannya dengan PR besar yang akan kamu dapat selama usia pernikahan bukan?" (hlm. 192)

*******************************

Nah, bagaimana seru, kan? Sekarang waktunya kita untuk GIVEAWAY!!! Bagi kalian yang ingin mengikuti kisah Jenna, Satura dan Rigel, Mbak Annisa akan memberikan satu eksemplar novel Menikahlah Denganku lho, lewat blog ini.

Syaratnya mudah saja kok:

1. Kalian adalah warga negara yang berdomisili dan memiliki alamat kirim di Indonesia.
2. Follow twitter @Annisasenja dan @KendengPanali
3. Share giveaway ini di akun twitter kalian dengan hashtag #MenikahlahDenganku dan jangan lupa mention akun kami berdua dan akun @bentangpustaka
4. Boleh follow blog ini via GFC atau email (optional)
5. Jawab pertanyaan berikut:

Jika kamu menikah, di mana lokasi foto prewedding impian kamu, dan konsep seperti apa yang kamu inginkan?
Tulis jawaban di kolom komentar dengan menyertakan nama, akun twitter dan alamat email.
6. Giveaway akan berlangsung selama satu pekan, dan akan berakhir pada tanggal 15 November pukul 23.59 WIB.
7. Selamat menjawab dan selamat berbaper ria :))))

----------------------GIVEAWAY WINNER-----------------

Sebelum mengakhiri dan mengumumkan pemenang blogtour ini, saya ingin mengucapkan terima kasih banyak untuk seluruh peserta giveaway yang luar biasa. Mimpi-mimpi dan harapan kalian semoga bisa terwujud di masanya nanti. Amin.

Dan satu orang yang beruntung pada giveaway kali ini adalaaaah:


Nama : Eka Sulistiana
Twitter : @ekasulistiana24


Selamaaaat! Jawabanmu berhasil memikat Satura KW :))) Saya tunggu data diri kamu di nurinawidiani84@gmail.com paling lambat 2x24 jam ya.

Bagi yang belum beruntung, jangan sedih karena blogtour masih akan berlanjut ke
kubikelromance.com (16-22 November 2015)
rizkymirgawati.blogspot.co.id (23-29 November 2015)

38 komentar:

Deasy Arie Rosalina mengatakan...

Nama: Deasy
Akun Twitter: @DEENAmond
Email: deena(dot)rosalina(at)gmail(dot)com

Sebenernya sih belum kepikiran buat nikah sama foto prawedding. Tapi konsep yang menurutku bagus adalah outdoor, somewhere near forest under the sunlight. Kesannya menyatu dengan alam dan... sepertinya lokasi yang cocok itu di daerah Dublin di Irlandia.

Reza Handoko mengatakan...

Nama: Kiki Suarni
Twitter: @Kimol12
Email: kikisuarni616@yahoo.com
Link Share:https://mobile.twitter.com/Kimol12/status/663547302603194368

Jawaban:

Wah...begitu banyak tempat impian untuk foto prewed kalau suatu saat aku menikah. Sebenernya ada dua konsep yang aku pengen.
1. Kalau Allah ngasih rizky lebih ( Aamiin :D), aku ingin prewed di luar negeri (sekalian liburan). Destinasi utama ke negara benua Eropa seperti Inggris atau Belanda. Konsepnya outdoor mengambil view bangunan tua seperti kastil-kastil di Inggris atau menyusuri sungai-sungai kota seperti di Belanda. Atau jika di Asia aku memilih Jepang dengan konsep prewed Edo Period. Karena pernikahan adalah moment sakral dan sekali seumur hidup jadi aku ingin membuat prewed yang memorable yah salah satunya dengan mengambil setting luar negeri.

2. Karena aku suka pantai, maka aku akan memilih prewed di Raja Ampat dan Pulau Derawan. Konsepnya adalah outdoor di pantai dengan sunset sebagai pelengkapnya. Menurutku akan banyak pemandangan indah yang bisa di eksplor di Raja Ampat. Dan untuk Pulau Derawan, cuma satu kata yang langsung terpikirkan, beautiful.
Yah, itulah tempat impianku untuk prewed, tapi jika tidak kesampaian, aku masih bisa ke Danau Toba yang gak kalah indahnya..
Heheee...

Pengen banget buku ini.....!!! Wish me luck!!!

Rigita Cahyani mengatakan...

Nama : Rigita Cahyani
Akun : @Rigita2110
Email : crigita07@gmail.com
Link share :https://twitter.com/Rigita2110/status/663621747577516032

Aku masih SMA kak belum mikirin nikah :D
Tp aku punya impian bisa foto prawed di Taj Mahal, kalo gk ya di Jepang saat musim semi dan banyak bunga sakura bermekaran.
Konsep yg ingin aku ambil itu tentang wedding yg serba putih, nuansa Islami, dan acara hiburannya itu seni hadroh

Afika Yulia mengatakan...

Nama : Afika Yulia Sari
Twitter : @afikayulia
Email : afikayuliaakb@gmail.com

Kalau aku sih maunya yang antimainstrem ya. Lokasi foto prewedding yang aku impikan seperti di bangunan tua/sejarah, museum, dan pulau. Konsep pernikahan yang aku inginkan adalah konsep yang bernuansa horor. Horor sehoror horor horornya film horor. Segala macam atribut harus lengkap mulai dari tengkorak, burung hantu, darah dan yang lainnya. Dan semuanya harus asli no palsu, no editan :))

Tasya mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Tasya mengatakan...

Nama : Tasya
Twiter : @tasyaamanda95
Email : tasyamanda9525@gmail.com
Link share : https://twitter.com/tasyaamanda95/status/663672224973385728
Jawaban : aku mungkin kalau diberikan umur panjang dan rezeki di masa mendatang, aku akan membicarakan foto prawed, konsep dan segala macam hal pernikahan dengan calon pasanganku. Karena menikah dilakukan oleh dua orang, aku tidak bisa egois dengan keinginanku. Mungkin pihak laki-laki pun mempunyai rencana mengenai pernikahan.

Faiz Istighfara mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Faiz Istighfara mengatakan...

Jika kamu menikah, di mana lokasi foto prewedding impian kamu, dan konsep seperti apa yang kamu inginkan?

Sebenernya nikah masih jauuhh banget dari rencana hidupku XD tapi bakalan aku jawab kok tenang aja. Gini-gini punya rencana impian lhooo *plak. Well, karena aku suka baca buku, ralat, novel, bangettt. Jadiii aku pengen foto prewedku nanti, di perpustakaan!! Kalo bisa sih di perpustakaan yang besar dan banyaak banget koleksi bukunya, dan arsitektur dari perpustakaan itu sendiri kayak bangunan gaya eropa kuno. Mungkin di Abbey Library of Saint Gall, St. Gallen, Switzerland. Atauu George Peabody Library, Baltimore, Maryland. Atau juga dii Bodleian Library, Oxford, UK. I wonder how it feels wkwkwk XD. Tentang konsep, sih. Pengen make pakaian ala kerajaan gitu. Keren kayaknya.

Nama : Faiz Istighfara
Twiter : @istighfaraFaiz
Email : faiz.istighfara@gmail.com
Link share : https://twitter.com/istighfaraFaiz/status/663677617522913280

Rini Cipta Rahayu mengatakan...

Rini Cipta Rahayu
@rinicipta
rinspiration95@gmail.com

Belum kepikiran sih mau prawed seperti apa dan dimana, fokus mau nyari yang diajakin berpose aja dulu deh hehe...
Tapi kalau bahas tempat, aku pengin foto di kebun salak yang ada di rumah dengan tema pasangan petani. Pertimbangannya selain unik, berkesan juga hemat dan praktis. Kami pakai pakaian sederhana aja, posenya memetik buah salak, mengupas, menyiangi batang pohonnya dan sebagainya. Kenapa salak? Walaupun tidak terlalu dekat dengan buah yang satu ini, selama hidup tapi aku lahir di daerah penghasil salak. Jadi sekalian bisa promosi agrowisata, penjualan bibit deh. Tapi ini belum final sih, bisa disesuaikan juga sih dengan keinginan dia atau mungkin memadukan ciri khas kami berdua? Why not! Pernikahan itu adalah konpromi antar padangan, saling menghargai perbedaan tanpa pernah memaksakan ego :)

Aya Murning mengatakan...

Nama: Aya Murning
Twitter: @murniaya
Email: ayamurning@gmail.com
Link share: https://twitter.com/murniaya/status/663707975882674176

Di mana?
Di Sungai Musi.

Konsep seperti apa?
Maunya yang sederhana aja pakai busana santai tanpa konsep "wah" atau kebaya atau gaun panjang yang ribet atau perintilan yang banyak.
Fotonya candid aja supaya terlihat alami tanpa harus ada gaya-gaya mesra. Bisa dijepret waktu lagi makan dan ngirup kuah pindang tulang di RM terapung di tepi sungai, atau jajan cemilan papeda (dadar gulung celup saus) di dermaga 7 ulu, atau jalan-jalan sore di Benteng Kuto Besak.

I just wanna make it simple. Bukan cuma dapet prawed-nya, melainkan juga sekalian bisa wisata selama satu hari bareng tukang jepretnya. ;)

Diddy Syaputra mengatakan...

Nama: Didi Syaputra
Twitter: @DiddySyaputra
Email: syaputradiddy@gmail.com

Secara pribadi tempat yang ingin sekali Saya jadikan saksi romantisme sakral ini adalah Jabal Rahmah, Padang Arafah, Mekah Al-mukarramah. Karena tempat ini bisa dijadikan sebagai sarana perenungan untuk melihat kembali bagaimana Nabi Adam bersuka cita dalam pertemuan dengan isterinya, Siti Hawa. Sebuah kisah romantisme monumental dalam perjalanan hidup manusia hidup di dunia di mana pasangan pertama; Adam dan Hawa hidup di daerah yang sekarang menjadi Padang Arafah.

Jabal Rahmah atau bukit kasih sayang juga merupakan wadah bagi Saya dan pasangan untuk kilas balik kisah pencarian Nabi Adam dan Hawa yang rela mengorbankan ratusan tahun waktunya untuk saling mengekang rindu dengan ikhtiar yang tak jemu-jemu ditunaikan untuk satu kata; pertemuan. Dari sini kami juga bisa semakin memahami bahwa perjalanan cinta itu tak tak selalu mulus pastinya akan ada belokkan, tanjakkan, turunan, dan lika-liku lainnya. Persembahan terindah, jika kita mampu melewati halang-rintang yang terus menghadang hingga berwujud kisah cinta yang sejati. Secara tidak langsung dengan berfoto "Pre-Wedd" di sini, kami akan belajar banyak dari pengalaman umat terdahulu dalam hal menyikapi kehidupan rumah tangga. Bukankah mengenang sejarah langsung di tempat asalnya akan semakin yakin akan adanya sejarah tersebut. So, That's amazing.

Sebagai muslim, pastinya Saya akan mengonsep segalanya dengan pedoman keislaman pula dengan tanpa menghilangkan sisi modernnya. Pakaian yang akan kami gunakan serba putih, dengan kondisi cuaca di sana yang tentunya panas, maka warna putih akan semakin terlihat berkilau. Selain itu, putih ini juga perlambang kemurnian, pastinya kami berharap cinta yang telah ditautkan oleh-Nya murni akan kami persembahkan kepada-Nya pula. Karena hanya Dia-lah yang sama sekali tak pernah berhianat akan cinta hamba-Nya. Dan yang membedakan dari foto Pre-Wedding biasa yaitu kami akan berfoto Pre-Wedd setelah menikah, jadi foto hanya digunakan setelah kami sah menjadi suami-istri dan sebagai foto untuk walimah (pesta)-nya nanti. Karena tradisi muslim tidak membolehkan berfoto Pre-Wedd sebelum menikah, pastinya agar tidak terjadi fitnah satu sama lain.

Terima kasih!

Fabiola Izdihar mengatakan...

Nama: Lala
Akun Twitter: @fazidaa_
Email: fabizdihar@gmail.com
Jawaban:
Aku selalu terpikir ingin membuat sesuatu yang unik. Aku ingin foto pre wed di tiap-tiap tempat yang kami kunjungi. Tempat pertama kami bertemu, tempat kami kencan (ngga termasuk mall ya, kalau bisa restoran aja), tempat kami pernah liburan bersama. Jadi para tamu yang datang nanti sama saja seperti melihat flashback bagaimana kami bertemu, dan bagaimana kami saat dulu. Bagiku juga hal tersebut akan sangat berkesan, foto itu akan jadi sebentuk pengingat nyata jika kami sedang dilanda masalah. Lalu, aku juga ingin berfoto layak nya sedang berada di kerajaan Eropa kuno. Old but classy. Ini keinginan terdalam, sih (dan mungkin terpendam juga). Aku telah jatuh cinta pada London sejak dulu. Hujan nya bahkan terasa romantis juga menenangkan. London punya pesona kecantikan tersendiri yang mampu membuat siapa saja terpukau. Aku ingin melangsungkan foto pre wed ku di sepanjang jalan dan bangunan-bangunan kuno di London. Karena pernikahan hanya sekali, maka momen penunjang nya pun harus dipersiapkan sebaik dan seindah mungkin. :)

tri yusuf ciduk mengatakan...

Tri Indah Permatasari
@LiebeIs0503
Triyusufciduk@yahoo.com

Foto prewedding? Sebenarnya aku tidak tertarik dengan yang namanya foto prewed, entah kenapa aku hanya berpikir itu bukan sesuatu yang penting saja. Tapi jika melihat foto prewed saat dinikahan keluarga atau sahabat aku hanya kadang berpikir kenapa tidak dilakukan bersama dengan anak-anak kecil atau kakek-nenek di panti asuhan-jompo, kami sedang bercengkrama dengan mereka semua, saling berbagi cerita, mencoba saling memahami, ikut merasakan suka-duka. Ya, aku hanya berasumsi berharap pernikahan ini bisa sampai pada masa kami jadi pasangan kakek-nenek, bahagia bersama keluarga besar kami.

Veny Prasetyowati mengatakan...

Nama : Veny
Twitter : @yutakaNoYuki
Email : himurasora@yahoo.co.id

Aku pinginnya foto prewed di perpustakaan dengan background deretan buku tebal, atau tumpukan buku di sekelilingnya dan pakai kostum seperti nerd / kutu buku. Malah kalau bisa aku pinginnya prewed di perpustakaan kuno yang besar seperti di Eropa sana, perpustakaan dengan gaya klasik, pilar-pilarnya yang tinggi dengan berbagai ornamen khas eropa klasik, wah, old tapi megah rasanya :D

Veny Prasetyowati mengatakan...

Nama : Veny
Twitter : @yutakaNoYuki
Email : himurasora@yahoo.co.id

Aku pinginnya foto prewed di perpustakaan dengan background deretan buku tebal, atau tumpukan buku di sekelilingnya dan pakai kostum seperti nerd / kutu buku. Malah kalau bisa aku pinginnya prewed di perpustakaan kuno yang besar seperti di Eropa sana, perpustakaan dengan gaya klasik, pilar-pilarnya yang tinggi dengan berbagai ornamen khas eropa klasik, wah, old tapi megah rasanya :D

Safitri Ariyanti mengatakan...

Nama : Safitri Ariyanti
Twitter : @safitriariyanti
Email : safitriariyanti@gmail.com
Link share : https://mobile.twitter.com/safitriariyanti/status/664104963413446656?p=v

Wah sebenarnya ini masih belum terpikirkan sih ya, masih terlalu muda untuk memikirin hal semacam ini. Tapi kalau harus menjawab pertanyaan ini akan aku jawab dengan serius. :3

Hmmm... Karena aku suka sama film-film fantasi. Ada satu lokasi yang aku impikan untuk bisa dikunjungi dan kalau bisa sih prewed di sana juga: Desa Hobbit di Selandia Baru. Jadi, liburan sekalian foto prewed gitu. Aku suka rumahnya yang unik dan lokasi-lokasi yang bersentuhan langsung dengan alam dalam film tersebut. Kalau konsepnya sih aku pengin tampil ala kaum Elf di film itu juga, dengan panah di punggung dan naik kuda.

Itu impianku banget pokoknya. Tapi, "cuma jadi mimpi" aja sih. Memikirkan biayanya, kalau foto prewed saja aku kok memaksakan hal semahal itu ke pasangan, malah bisa-bisa berujung petaka kayak Jenna. Nikah kan bukan cuma soal prewed-nya yang unik, sesuai impian, cuma sekali seumur hidup. Kalau pikirannya kayak gitu, bisa-bisa kita kelabakan ngumpulin dana segunung untuk mewujudkannya. Padahal, kita kan juga perlu memikirkan kehidupan setelah pernikahan juga. Jadi, menyesuaikan kantong sajalah kalau impian itu nggak bisa terwujud.

Eka Sulistiana mengatakan...

Nama : Eka Sulistiana
Twitter : @ekasulistiana24
Email : ekasulistiana2412@yahoo.co.id
Jawaban :

Lokasi yang aku pilih, nggak akan jauh-jauh sampai ke luar negeri. Cukup di Indonesia saja. Karena, di negara tercinta ini, tak kalah indah dibandingkan dengan di luar negeri. Dan spesifiknya, aku punya impian untuk foto prewed di Gunung Semeru, yaitu di Ranukumbolo dan tanjakan cinta. Bagiku, Ranukumbolo adalah surga dibalik gunung Semeru. Aku jatuh cinta sama pemandangannya yang menakjubkan. Dan tanjakan cinta, bagiku adalah simbol perjuangan. Iya, butuh perjuangan untuk bisa sampai ke puncaknya. Hal tersebut menggambarkan kisah asmaraku dan pasanganku yang sedang berjuang menuju puncak terindah kami, pelaminan.
Untuk konsepnya, aku nggak mau ribet. Nggak perlu pakai kebaya dan aksesoris yang merepotkan (mengingat lokasinya di pegunungan). Cukup mengenakan pakaian yang nyaman dipakai, menimbulkan kesan santai, sesuai dengan situasi dan kondisi tempat, serta tetap pantas untuk dipakai saat foto prewed. Dan yang pastinya, nggak akan ada adegan mesra, karena kami belum sah sebagai pasangan suami istri. Itu saja. Simpel dan memang agak sulit untuk diwujudkan. Tapi, apa salahnya kita bermimpi?.

Naning Pratiwi mengatakan...

Nama : Naning Pratiwi
Akun twitter : @chelseas_lovers
Alamat emai : chelseas_lovers83@yahoo.com

Aduhh.. belum kepikiran sih.. Tapi pengennya settingnya di stadion bola, (Mimpinya sih di Bernabeu markasnya Real Madrid atau Stamford Bridge London punyanya Chelsea :D :D Hihihi) Temanya juga tentang bola.. Keren deh kayaknya. Pokok kagak pake gaun girly banget,, Jersey bola yang kece adaa. Aduhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh.... :D :D :D

Hana Fumiko mengatakan...

Nama : Headeline Marta Laura
Twitter : @hanafumiko
Email : hanafumiko1@gmail.com

Jika kamu menikah, di mana lokasi foto prewedding impian kamu, dan konsep seperti apa yang kamu inginkan?

waaaah Masih SMA gini belum kepikiran buat menikah sih sebenarnya. tapi kalau impian, ada sih..
Aku pengen nantinya konsep prawedding nya di Puncak Merapi dikelilingi bunga Edelwis.
Katanya sih bunga itu adanya cuma di puncak gunung Merapi dan bunga itu katanya bunga abadi.
Bagus deh sepertinya kalau foto prawedding disana yaaa meskipun butuh perjuangan juga sih sebelum sampai diatas sana (harus mendaki terlebih dahulu)
nah bukan hanya foto ditaman edelwis aja, foto dimulai dengan latar matahari terbit dan matahari terbenam, berikut dengan acara malam yang biasa dilakukan para pendaki di puncak merapi seperti nya bagus.
Konsep nya ga usah neko-neko deh, cukup dengan konsep alam dan para pendaki lengkap dengan peralatannya. :)

Hilda Aprilia mengatakan...

April Silalahi
@aprlboanarges
email: hilda.silalahi92@gmail.com

Jika nanti aku mengadakan foro prewed, aku ingin dilaksanakan dilokasi tempat aku dan pasanganku punya kenangan. Misalnya saat kita pertama kali kenal, saat kita pertama kali jalan berdua dan kenangan manis lainnya.
Mengambil konsep prewed mengenang kembali apa yang aku dan pasanganku pernah alami. Juga tidak lupa mengambil konsep pekerjaan kami masing-masing.
Kenapa sesederhana itu? Karena aku ingin membagikan kepada semua tamu yang hadir dipernikahanku kelak tentang proses bagaimana aku dan pasanganku saling mengenal hingga sampai pada tahap pernikahan. Bagaimana pekerjaan kami berdua akhirnya mempertemukan kami sebagai sepasang kekasih.
Seru aja berbagi pengalaman dengan mereka. Jadi mereka tidak hanya tahu akhir hubungan kami saja ^^

Pecinta Kesunyian mengatakan...

nama : Herma
akun twitter : @rekhakana507
alamat email : rekhakana7@gmail.com
Link : https://twitter.com/rekhakana507/status/664637276928892930
https://twitter.com/rekhakana507/status/664637502112706560

Jika kamu menikah, di mana lokasi foto prewedding impian kamu, dan konsep seperti apa yang kamu inginkan?

hm... meski sebenernya mah telat bngt karna udah nikah :))
tapi teteplah punya prewedding impian, pernah pengen banget bikin prewedding itu di laut, iya di dalem laut, karna suka (banget) sama laut jadi pernah berandai-andai bikin prewedding di dalem laut pake gaun pengantin gitu kalo bisa sih sama sekalian dekorasi lengkap,, hihihi...

Elisabeth Lie mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
Putri Prama mengatakan...

Nama: Putri Prama Ananta
Twitter: @putripramaa
email: anantaprama@yahoo.co.id

Jika kamu menikah, di mana lokasi foto prewedding impian kamu, dan konsep seperti apa yang kamu inginkan?

Sebenarnya, pikiran semacam prewedding selalu berusaha kutepis. Tapi, tentu saja, sebelumnya aku pernah memikirkan hal ini.
Lokasi foto prewedding impianku adalah di sawah atau perkebunan. Jadi, konsepnya begini, preweddingnya dilakukan di pagi hari. Kami mengenakan pakaian pengantin, dia dengan tuxedo hitamnya, aku dengan gaun putih yang menjuntai sampai tumit. Nah, di sawah tersebut, kami bermain layang-layang. Aku generasi 90-an, tentu, pada saat aku kecil, aku masih sering melihat layang-layang terbang di mana-mana. Kami difoto saat kami sama-sama tertawa melihat layang-layang kami yang terbang di langit biru. pasti menarik bila preweddingku nanti akan ada cahaya matahari, langit biru, layang-layang, tumbuhan hijau, dan kami.
Lokasi foto prewedding impianku yang lain adalah di sepeda. Sederhana, kali ini kami tidak mengenakan pakaian pengantin, cukup pakaian kasual saja. Konsep fotonya, dia akan memboncengku dan mengayuh secepat-cepatnya hingga aku memegang erat ujung kemejanya dan tertawa terbahak-bahak.
Menurutku, pasti menarik sekali bila konsep utama dari foto preweddingnya adalah tertawa. Tertawa kan salah satu menunjukkan ekspresi yang paling lepas untuk mengekspresikan kebahagiaan.
Terima kasih~

desty mengatakan...

Nama : Desty
Twitter : @destinugrainy
Email : destinugrainy@gmail.com

Dulu mah nggak sempat foto prewedding. Tapi malah bikin fotopascawedding.
Kami bikin foto dengan konsep apa adanya. Menggambarkan kegiatan kami sehari-hari. Nggak perlu pakaian khusus, tema khusus... yang penting foto itu jujur apa adanya.
Dan saya sebenarnya nggak punya foto prewedding impian, karena pada dasarnya nggak suka difoto :))

nunaalia 79 mengatakan...

nama: Aulia
twitter: @nunaalia
email: auliyati.online@gmail.com

Konsep foto prewedding yg aku inginkan itu mengenai perjalanan aku dan pasangan dari pertama kali ketemu sampai menikah. Jadi lokasi foto preweddingnya di semua tempat yang ada dalam perjalanan kebersamaan kami.

Berhubung aku belum bertemu dengan calon pasangan aku, jadi belum tahu lokasinya di mana aja hehe...

Annisa Ayundi mengatakan...

Nama: Annisa Ayundi Prastiwi
Twitter: @annsynd
E-mail: annisaica04@yahoo.co.id

Jawaban:
Aku ingin prewedding di perpustakaan dengan background rak buku besar. Dengan pose aku yang sedang membaca buku sambil memperlihatkan cover yang bertuliskan "Married" dan pasanganku yang membaca buku dengan memperlihatkan cover bertuliskan "Soon"

ponco adi nugroho mengatakan...

Nama : Ponco Adi Nugroho
Twitter : @Panu__
E-mail : Poncoutinho10@gmail.com

Konsep prewedding yang aku inginkan adalah ngegabungin hobi dari aku dan pasangan aku. Jadi aku pengen buat prewed di tempat yang sudah di susun dengan benda-benda yang berhubungan dengan hobi aku dan pasangan. Misalnya hobi aku baca buku, jadi backgroundnya rak buku dengan semua buku yang aku koleksi.

Juga foto dengan bertemakan game juga, karena aku suka main game. Jadi kita bisa pake kostum karakter game favoritku dan pasangan dari karakter game favorit. Ntar juga ada foto dengan tema hobi pasangan aku.

Widyanta StayGirl mengatakan...

Pertanyaan:
Jika kamu menikah, di mana lokasi foto prewedding impian kamu, dan konsep seperti apa yang kamu inginkan?

Jawaban:
Di daerah jogyakarta karena katanya jogya adalah tempat romantis, dan jogya adalah tempat terkenang buatku dan seseorang yang ku kenal. Apalagi kalo di Istana Air Tamansari dengan Background Air kolam yang syahdu,sehingga Romantisnya tempat ini mampu menarik sekian banyak pasangan untuk melakukan sesi pemotretan pre-wedding.

Nama : Rinita
Akun twitter : @Rinitaa_1976
Alamat email : rinita80@ymail.com

Nurhayati Sholekha mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Annisa Azza mengatakan...

Nama : Annisa Zulfa Nur Azza
Twitter : @annisa_nurazza
Email : annisa_nurazza@yahoo.com

jawaban :

Waktu baca pertanyaanya sih jadi senyum , soalnya blm pernah kepikiran buat preweed kan masih SMA. Tapi,tiba-tiba aku jadi tau konsep apa yang aku pengin buat preweed. Aku sih penginnya foto di pedalaman yang disana aku dirikan taman baca. karena aku emang pengin bikin taman baca di daerah terpencil gitu. terus nanti fotonya itu latar belakangnya anak-anak di pedalaman itu yang lagi kejar-kejaran bawa balon,ada juga yang lagi asyik baca buku . tempatnya sih aku pingin di hutan yang ada di pedalaman itu jadi dikelilingi pohon-pohon tinggi. bayanginya jadi berasa lucu sendiri , tapi masih belum tahu siapa yang bakalan ada di foto itu ngedampingi aku . hihihihihi ^^

Nova Indah Putri Lubis mengatakan...

Nama : Nova Indah Putri Lubis
Twitter : @n0v4ip
Email : n0v4ip@gmail.com

Sampai saat ini sih saya gak punya lokasi foto prewedding impian karena menurut saya yang membuat hasil foto itu menarik bukan semata karena tempatnya tapi karena kemampuan juru foto nya yang bisa mengambil angle yang pas jadi meski ngambilnya di pinggir jalan sekalipun kalo angle-nya pas pasti hasilnya bagus... :D
Nah, klo ditanya konsep saya baru punya konsep impian. Berhubung saya penggila hal2 yang berbau vintage, saya ingin konsep prewedding dan pernikahannya semua berbau vintage. Gak perlu yang terlalu 'wah', vintage itu kan
simple dan elegant. Begitu juga dengan konsep yang saya inginkan, simple namun tetap elegant... :). Semoga bisa terealisasi ... Aamiinn ^^

Terima Kasih mbak Nurina ^^

Nurul Hidayah mengatakan...

Nama : Nurul Hambali
Twitter : @nurul_iday
Email : bugihidayah22@gmail.com

Pengen prewed yang santai aja,, kalau bisa dijepret ketika ada pelangi.. dan pengen juga foto dipusat belanja kayak malioboro yogyakarta aja..
sekalian traveling.. wkwkwkwk

Cahya mengatakan...

Nama: Cahya
Twitter: @chynrm
Email: cahyasptm@gmail.com

Yang pasti aku nggak mau prawed di outdoor apalagi di beberapa tempat berbeda. Udah pengalaman aku ikut sepupuku yang prawed sampe dua hari, aku jadi asisten fotografer, gileeee puanas buanget, kakiku sampe belang kena sinar matahari langsung, digigitin nyamuk di semak-semak pas mau ngambil konsep tentara vs polisi lagi patroli. :(

Jadi aku mau yang sederhana aja foto prawednya pas lagi sibuk dan hectic-nya ngurusin persiapan pernikahan. Misalnya pas rumah lagi rame oleh teman dan saudara jauh sambil bercengkrama dengan mereka, atau pas lagi asyik masang henna di tangan dan kaki, atau waktu jahit baju akad sendiri, atau pas sibuk bantu ibu-ibu masak di dapur. Semacam itu deh. Karena aku maunya prawed itu yang memang berhubungan dengan pernikahanku, bukan sengaja foto yang dibagus-bagusin. Aku nggak nyaman mesra-mesraan sama lelaki yang belum jadi suami. Kan bisa jadi dosa karena belum sah jadi muhrim. :p

leni marliany mengatakan...

Nama:Leni Marliany
Twitter: @LeniMarliany
Email: leni.marliany@yahoo.co.id
Jika kamu menikah, di mana lokasi foto prewedding impian kamu, dan konsep seperti apa yang kamu inginkan?
Jawaban:
Sesuai dengan Konsep yang aku inginkan adalah "Back to Nature" jadi foto lokasi impianku yaitu di tempat-tempat eksotis seperti taman bunga, pesawahan , pegunungan , dan tempat -tempat eksotis lainnya karena itu menurutku terlihat lebih santai tapi pasti :D . Seperti aku yakin pasti denganmu selamanya sampai Allah memanggil kita di surganya. Amin.


rany dwi mengatakan...

Nama: Rany Dwi Tanti
Twitter: @Rany_Dwi004
Email: ranydwi11[at]yahoo[dot]co[dot]id

Lokasi : Verona, kota tempat Romeo dan Juliet bertemu. Kota kecil yang menjadi latar belakang kisah romantis nan tragis Romeo dan Juliet. Bila orang mengenal Venesia sebagai kota cinta, menurut saya, justru Verona-lah yang layak disebut kota cinta.

Untuk konsepnya sendiri, saya ingin tempatnya di gedung, dipenuhi musik yang tenang dan wewangian yang lembut. Karena saya suka bunga-bunga, inginnya sih di ruangannya nanti dihiasi mawar putih , mawar merah muda dan bunga peony biar terkesan elegan dan harumnya ruangan itu berasal dari bunga yang menghiasi penjuru ruangan. Dan dilangit-langitnya nanti juga dihiasi bunga mawar yang tergantung.

Tapi kalau akhirnya pakai adat jawa (karena saya orang jawa asli), saya ingin konsep pernikahan sederhana dan jangan terlalu mewah aja. Jawa modern. Tempatnya masih di gedung dengan nuansa white gold. Biar kesan Jawa-nya ada, pengen ada Alat musik Gamelan sebagai iring-iringan pengantin.

Dini Auliana Putri mengatakan...

Nama :Dini Auliana Putri
Twitter :@dini_auliana
Jawaban :Impian lokasi pre-wedd ku ada di Raja Ampat. Dengan konsep 'undersea'.
Pasti sangat menyenangkan ketika bisa berfoto dengan background aneka biota laut.

Leny Hermi mengatakan...

Nama: Leny H
Twitter: @Lenny66677291
email: leny.hermi@yahoo.com
kalau aku sih ingin dengan konsep outdoor, aku ingin latar fotonya langsung pemandangan alam gitu, entah pegunungan,pantai,atau taman bunga. Yang pasti yang banyak pepohonannya gitu karena itu sangat dekat dengan alam dan pasti akan lebih menarik.

Ila Rizky mengatakan...

Selamat buat pemenang :D

Posting Komentar

 

Nurina mengeja kata Published @ 2014 by Ipietoon