Jumat, 13 November 2015

[Resensi: Renjana Dyana - adimodel] Kekuatan Rasa Hati Dyana


Judul buku: Renjana Dyana
Penulis: adimodel (Adi Kurniadi)
Editor: Alodia
Desain, ilustrasi & cover: adimodel
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun terbit: Mei 2015 (Cetakan pertama)
Tebal buku: 293 halaman
ISBN: 978-602-02-6449-3


BLURB

Gairah adalah cinta yang tersulut api.

Aku menginginkan api itu dalam cintaku. Aku ingin api yang benar-benar membakar, bukan hanya sekadar menghangatkan. Aku ingin api yang ke dalamnya aku rela terjun mengorbankan diri, demi sebuah kenikmatan.

Mencintaimu adalah satu-satunya hal yang membuatku hidup.
Mencintaimu membuatku tergila-gila, tetapi juga membuatku sembuh dari kegilaan-kegilaanku. Kau penawar sekaligus racun bagiku.

Tetapi api gairah itu menyilaukan mata. Membuatku rapuh dan jatuh ke dalam lubang hitam yang mengisapku begitu liar. Aku merasa seperti orang bodoh, yang selalu kembali dan kembali kepada rasa sakit yang tak pernah kuizinkan pergi.

Kau akan selalu kembali kepada orang yang kau sayangi, sampai kau terbangun dari mimpi-mimpi yang mengelabui hati. 
Dan di saat itulah, cinta berubah menjadi
sebilah pisau yang menikam dalam kegelapan.

Namaku Dyana...
Gairah-gairahku ingin menguasaimu
dalam seluruh mimpiku
dengan segenap hidupku.



RESENSI

Kamar. Air mata. Stasiun kereta. Metronom. Celah sempit. Seks. Gila. Benci. Darah. Ibu. Belati. Malam. Orgasme. Dendam. (prolog - hlm. 6)

Di stasiun kereta yang lengang itu pertama kalinya Aku melihatnya. Pertemuan pertama yang langsung menghantarkan halilintar di siang benderang dan menghentikan dunia sekitar.
Bagi Aku yang tak mudah terpana akan pesona pria, entah bagaimana Aku bisa terpikat seketika. Sejak itu, Aku pun mencarinya setiap hari demi bisa menatap sosoknya lagi. Tapi saat hari demi hari Aku tak bisa juga menemukannya, di hari ke sebelas Aku menyerah.
Tapi siapa sangka pertemuan kedua akhirnya tiba, dan kisah pun mulai mengalir tanpa terbendung.
Aku Dyana, jiwaku dipenuhi air mata dan luka, hingga pada akhirnya Aku mencurahkan segenap cinta pada Petra. Setelah ratusan pergumulan tubuh yang Aku lakukan dengan beragam pria, pada Petralah Aku merasakan cinta. Cinta yang penuh kegilaan, orgasme dan gairah. Cinta yang berbunga dan membawa Aku hingga ke nirwana.
Tapi kala rasa itu menjadi tiada, kekacauan mengusik keteraturan. Kala dendam dari masa lalu kembali datang dan menuntut, Aku terus mendapati bujukan Ana untuk meninggalkan semua. Menurut Ana, Aku menjadi rapuh, bodoh, dan lemah.
Ana sahabat yang muncul sejak Aku berusia 14 tahun, sejak ibu meninggal dan kemudian terus ada di sisi Aku. Ana mengenal dan memahami Aku luar dalam. Ana tahu rahasia-rahasia terpendam Aku. Terkadang rasa posesifnya membuat Aku takut.
Haruskah Aku mendengarkan Ana?

------------

Ini kesempatan pertama saya membaca novel karya adimodel atau Adi Kurniadi. Jangan tertipu dengan kavernya yang simpel dengan latar putih bersih, karena cerita di dalamnya begitu seksi dan penuh gelora, namun juga berselimut rasa kelam akan beribu pertanyaan kehidupan.

Renjana Dyana diceritakan dengan alur campuran. Sekali waktu maju, kali lain mundur jauh ke belakang, kemudian maju lagi. Namun perubahan alurnya selalu tiba-tiba. Bikin kaget. Kadang saat membaca subbab baru saya kira saya masih mengikuti kisah Dyana dewasa, tapi ternyata, kisah sudah dibawa mundur ke masa kecil atau masa remaja Dyana. Jadi saya harus menebak-nebak di masa mana adegan yang saya baca sedang terjadi.

Diceritakan dari sudut pandang Dyana sebagai 'aku', novel Renjana Dyana adalah novel yang menggunakan subbab (anak bab) yang singkat. Satu subbab hanya berkisar dua sampai empat halaman. Bahkan ada yang hanya satu halaman. Yang menarik adalah judul-judul subbab yang beberapa di antaranya menggunakan kata-kata unik dan jarang didengar oleh telinga. Namun bukan hanya menggunakan istilah-istilah asing semacam Vox Nihili, Psychotria Elata, dan lain sebagainya, penulis juga menggunakan istilah lokal seperti Mimi Lan Mintuno. Setiap membaca judul subbab selalu melahirkan rasa penasaran saya akan kaitan maknanya dengan kisah Dyana.

Di bab awal saya menikmati narasi yang gaya bahasa paralelismenya kental dengan kalimat-kalimat pendek. Alih-alih menggunakan konjungsi, novel ini memilih menggunakan repetisi. Repetisinya di awal tiap kalimat itu membuat kesan ketegasan dan kedalaman rasa.

Aku berdoa agar ibuku tidak terlalu lelah bekerja demi diriku. Aku berdoa agar pria-pria asing yang setiap malam datang itu tidak pernah datang lagi. Aku berdoa agar Ibu berhenti menangis. Aku berdoa agar ibuku hidup selamanya menemaniku. Aku tidak ingin kesepian. Aku tidak ingin sendiri. (hlm. 32)

Dan semakin ke belakang, penempatan repetisinya mulai bervariasi, bukan hanya pengulangan di awal kalimat, tapi kadang di akhir kalimat atau di tengah kalimat.

Sebagai novel yang lebih "bersuara" melalui narasi, dialog dalam novel ini cenderung singkat dan langsung. Terkadang tanpa diberi keterangan siapa yang sedang bicara. Huhuu~ jadi harus benar-benar mencerna kira-kira siapa yang sedang berdialog, nih.

Seiring dengan menajamnya konflik dan fakta-fakta serta clue kecil yang dibuka, bayang-bayang kegelapan novel mulai tersingkap. Meski saya masih memiliki banyak pertanyaan tentang sosok Petra.

Yang saya sukai dalam novel ini adalah gaya lugas penulis dalam berkisah. Ketika Dyana dilanda gairah, kalimat-kalimatnya begitu liar dan nakal. Ketika Dyana dilanda dendam dan kekalutan, kalimat-kalimatnya begitu penuh keputusasaan dan keraguan. Ketika Dyana tampil dalam bentuknya yang kuat, kalimat-kalimatnya penuh rasa positif.
Tadinya saya pikir Dyana merupakan tokoh yang labil, dan membuat kening saya berkerut karena saya menangkap Dyana memiliki beberapa cara yang berbeda dalam mencintai Petra. Namun ketika tiba di twist ending, baru saya tahu mengapa. Meski sudah punya feeling, tetap saja endingnya di luar perkiraan saya.
Tapi meski dibikin kaget dengan endingnya, fragmen-fragmen di bagian epilog saya rasa cukup mampu menjawab 'kekagetan' saya. :))

Renjana Dyana adalah novel dark and sexy romance yang dikemas dengan gaya sastra yang lugas. Membaca novel ini menjadi pengalaman yang memberi saya rasa baru. Entah bagaimana, Dyana bisa menangkap dan menuangkan kegelisahan yang kadang melingkupi saya. Tentang cinta, tentang kematian dan tentang keabadian.

TEBAR-TEBAR QUOTE

"Aku ingin mengenal kerapuhan itu. Aku ingin masuk ke dalam kekacauan itu dan tersesat di dalamnya." (hlm. 45)

Tidak ada yang kekal di dunia ini. Satu-satunya yang kekal adalah kehidupan dan kematian itu sendiri. (hlm. 61)

Katanya, seorang pendendam itu adalah orang yang dulunya begitu mencintai. Mencintai dengan sungguh-sungguh. Mencintai sepenuh hati. Mencintai setengah mati. (hlm. 176)

"Kadang ... rasanya aku ingin membunuhmu." (hlm. 205)

Inikah cinta? Keinginan untuk kembali dan selalu kembali ke pasangan jiwamu, seberapa sakit rasanya? (hlm. 211)

Senin, 09 November 2015

[Blogtour & Giveaway] Menikahlah Denganku - Annisa Andrie


Halo, sahabat-sahabat pengunjung blog Nurina Mengeja Kata. Ada nggak di antara sahabat yang sedang menanti hari pernikahan, atau menanti dilamar dengan kalimat "Menikahlah Denganku"?
Aih, jadi baper ya? ^^
Daripada baper, yuk ikuti rangkaian blogtour novel Menikahlah Denganku karya kak Annisa Andrie yang diawali di blog ini. Duduk yang manis dan jangan desak-desakan, ya. Baca dulu review dari saya sebelum menuju ke giveaway :))



Judul buku: Menikahlah Denganku
Penulis: Annisa Andrie
Penyunting: Pratiwi Utami & Noni Rosliyani
Perancang sampul: @labusiam
Penerbit: Bentang Pustaka
Tahun terbit: November 2014
Tebal buku: vi + 254 halaman
ISBN: 978-602-291-073-2



BLURB

Tubuhku lunglai seketika. Jari tanganku gemetar, detak jantungku semakin kencang. Di otakku, pikiran negatif itu terus berseliweran. Hanya satu harapanku, berita mengejutkan ini tidak akan mengacaukan rencana masa depanku bersama Satura.

Show must go on! You must be a strong woman, Jenna! ujarku berkali-kali di dalam hati.

Tapi nyatanya, seorang pria tidak selalu lebih kuat ketimbang wanita. Kenapa Satura memilih menyerah dan sengaja melupakan rencana pernikahan kami?

Aku tahu kamu masih mengingat semuanya, Satura. Atau, jangan-jangan, perempuan itu yang membuatmu menutup hati serta ingatan? Mungkinkah bukan aku lagi yang bisa membuatmu tertawa, tetapi dia?

Kini, hanya satu pintaku.
Seperti yang pernah kamu minta dulu padaku.
Menikahlah denganku ....

RESENSI

Jenna merasa bersemangat mempersiapkan pernikahannnya dengan Satura. Di benaknya terdapat banyak rencana untuk pesta pernikahan mereka yang unik dan bertema alam. Jenna ingin semua detailnya berbeda dari pesta-pesta pernikahan yang pernah ada.
Sayangnya, konsep "unik" itu ditolak orangtua Jenna yang menginginkan pesta pernikahan dilaksanakan sesuai prosesi dan adat Yogyakarta. Jenna gondok. Ia merasa sudah mengalah dalam hal masalah tanggal pernikahan. Hanya karena hitung-hitungan weton, ia tak bisa menikah di tanggal impiannya. Tapi untuk pesta, Jenna tetap bersikeras menggunakan idenya. Ia pun memutuskan akan mengurus pesta pernikahan impiannya sendiri dengan bantuan Satura dan Rigel, sahabatnya. Dengan tekad kuat ia dan Satura berniat membiayai sendiri pesta pernikahan mereka.
Untuk memenuhi biaya pernikahan, Satura dan Jenna semakin aktif menambah pundi-pundi uang mereka. Hingga Satura salah langkah. Keputusan kerjasama yang diambilnya berakibat fatal. Mencoba menghilangkan kekalutannya, Satura pun pergi memanjat tebing. Naas. Kali ini hati dan pikiran yang gemuruh berbuah kecelakaan dan membuatnya cacat.
Satura semakin terpuruk. Usaha Jenna untuk tetap di sisinya dan melanjutkan pernikahan mereka, ditepisnya. Maka tak salah jika Jenna selalu menggunakan bahu Rigel untuk bersandar. Untuk berkeluh. Untuk jadi kekuatannya. Tapi Jenna masih menyimpan cinta yang besar bagi Satura. Bagaimanapun keadaan Satura.
Berhasilkah Jenna menguatkan dan meyakinkan Satura akan masa depan mereka? Atau Jenna sendiri pun akhirnya goyah dan memilih Rigel? Bagaimana nasib gaun pengantin yang lama tergantung di lemarinya?

--------------

Menikahlah Denganku sempat membuat saya terkecoh. Ketika membaca blurb saya pikir saya akan dibawa masuk ke dalam cerita melalui sudut pandang orang pertama. Tapi ternyata salah. Novel ini menggunakan orang ketiga serba tahu sebagai sudut pandang. Jadi saya bisa menyelami perasaan Satura dan Rigel di samping perasaan Jenna si tokoh utama. Hal itu membuat emosi saya makin teraduk-aduk dan nyesek.
Bahkan saya sudah nyesek di halaman pertama. Diksi yang digunakan Annisa benar-benar puitis dan indah. Rangkaiannya langsung menyentuh emosi saya.

Sebagai novel wedding-lit, Menikahlah Denganku menonjolkan sisi ribetnya mengurus pernikahan. Saya diajak Jenna, Rigel dan Satura keliling-keliling Yogyakarta dan sekitarnya untuk menyiapkan pernak-pernik pesta pernikahan. Saya yang punya pengalaman menikah dengan sederhana pun dibuat takjub dengan "ribet" dan "bawel"-nya Jenna untuk pernik pestanya. Mulai dari undangan pernikahan yang harus beda dan bernuansa alam, souvenir yang antimainstream, hingga gaun pernikahan yang harus sempurna. Semua itu membuat saya geleng-geleng kepala.
Bahkan Jenna dan Satura berniat membiayai sendiri pesta pernikahan mereka, padahal tabungan mereka nggak mencukupi. Maka jadinya kalau orang jawa bilang terlalu "ngoyo". Memaksakan diri demi terpenuhi ambisinya.

Sebagai tokoh utama, Jenna benar-benar bikin saya pusing. Ambisinya untuk membuat pesta pernikahan yang beda membuat saya geregetan. Ambisi itu pula yang membawa urusan pernikahan ini di ambang kehancuran. Karena terlalu memaksakan diri, bersikeras membiayai pernikahan sendiri (yang sebenarnya di luar jangkauan tabungan mereka), akhirnya ketika Satura salah langkah dalam bisnis, hal itu membuat beban pikiran Satura.
Satura sendiri digambarkan sebagai pria pencinta alam bebas yang bisa dibilang kalem dan lembut. Lebih suka menyetujui usul Jenna dan seolah bersikap "asal Jenna senang". Itulah yang membuat "ledakan"-nya begitu hebat saat ia jatuh. Satura menganggap dirinya nggak akan mampu membahagiakan Jenna dengan kondisinya setelah kecelakaan di lokasi panjat tebing itu.
Saya sih lebih suka Rigel yang ceplas-ceplos dan terkadang alay. Kalau dianggapnya Jenna mulai ribet, Rigel tanpa ragu mengutarakannya. Saya lebih menyukai orang yang apa adanya seperti Rigel. Lebih membuat masalah jadi jelas.
Saya juga lebih menyukai chemistry Jenna dan Rigel yang akrab dan lugas daripada chemistry Jenna dan Satura yang walau menguarkan percik-percik romantisme tapi seperti menyimpan riak di baliknya.

Hal menarik dari novel Menikahlah Denganku adalah detail-detail pelengkap yang menyempurnakan cerita ini. Seperti, alat-alat yang digunakan untuk memanjat tebing, detail modifikasi mobil yang dilakukan bengkel Satura, detail pekerjaan Jenna dan Rigel sebagai videomaker untuk iklan, hingga detail pernik-pernik pernikahan Jenna. Detail ini membuat cerita makin terasa nyata.
Tapi mungkin lebih baik agar istilah-istilah modifikasi, perlengkapan naik gunung dan nukilan lirik diberi catatan kaki untuk menjelaskan artinya atau kegunaannya.

Setting yang digunakan juga sangat detail. Padahal settingnya cukup beragam. Mulai dari Pantai Siung di Gunungkidul hingga ke Gunung Bawakaraeng di Makassar. Banyak sudut-sudut kota Yogyakarta yang disebutkan plus detail lengkapnya. Tapi... kenapa Gondomanan nggak ada di dalam novel ini padahal Ngeksigondo aja ada??? Kan Jenna bisa ke Gondomanan cari blangkon seusai dari Malioboro??? *protes* :p

Konflik novel ini dibangun perlahan dan bikin emosi saya naik-turun. Landasan konfliknya jelas dan matang. Dan semua konflik diselesaikan satu persatu hingga tiba di ending. Ending tak terduga yang manis banget. Saya rasa sih itu solusi terbaik, tanpa menjadikan Jenna sebagai "penjahat" nggak punya hati.

Menikahlah Denganku merupakan novel yang mengajak kita berpikir, seberapa penting arti pesta pernikahan. Sanggupkah kita menjalani bentangan tahun yang tak pasti setelah akad diucapkan. Tentang ambisi, tentang harapan yang menyala, padam, dan menyala lagi. Saya rekomendasikan novel ini bagi kalian, yang sedang bersiap menjelang dan membilang hari pernikahan dan juga bagi kalian, yang sedang mengharapkan jodoh yang dipinjam orang agar segera dikembalikan pada kalian :))

TEBAR-TEBAR QUOTE

Setipis apa pun, pernikahan akan melahirkan sekat antara seseorang yang menikah dengan kehidupan di luar rumah tangganya. Seseorang yang menikah akan memiliki garis teritori yang tegas dalam hidupnya. (hlm. 25)

Pada kenyataannya, sebuah masalah memang harus dihadapi dengan kesatria. Bukan malah ditinggal lari karena dia akan semakin kuat menjadi hantu pikiran yang ingin akal sehatku mati. (hlm. 138)

Tangguh bukan berarti tak menangis. (hlm. 164)

Bahwa hidup harus tetap berjalan, itu memang mutlak diperjuangkan. Sedikit saja terlena dengan keterpurukan, kita akan terseret arusnya, lalu tenggelam. (hlm. 175)

"Pesta sehari tak ada bandingannya dengan PR besar yang akan kamu dapat selama usia pernikahan bukan?" (hlm. 192)

*******************************

Nah, bagaimana seru, kan? Sekarang waktunya kita untuk GIVEAWAY!!! Bagi kalian yang ingin mengikuti kisah Jenna, Satura dan Rigel, Mbak Annisa akan memberikan satu eksemplar novel Menikahlah Denganku lho, lewat blog ini.

Syaratnya mudah saja kok:

1. Kalian adalah warga negara yang berdomisili dan memiliki alamat kirim di Indonesia.
2. Follow twitter @Annisasenja dan @KendengPanali
3. Share giveaway ini di akun twitter kalian dengan hashtag #MenikahlahDenganku dan jangan lupa mention akun kami berdua dan akun @bentangpustaka
4. Boleh follow blog ini via GFC atau email (optional)
5. Jawab pertanyaan berikut:

Jika kamu menikah, di mana lokasi foto prewedding impian kamu, dan konsep seperti apa yang kamu inginkan?
Tulis jawaban di kolom komentar dengan menyertakan nama, akun twitter dan alamat email.
6. Giveaway akan berlangsung selama satu pekan, dan akan berakhir pada tanggal 15 November pukul 23.59 WIB.
7. Selamat menjawab dan selamat berbaper ria :))))

----------------------GIVEAWAY WINNER-----------------

Sebelum mengakhiri dan mengumumkan pemenang blogtour ini, saya ingin mengucapkan terima kasih banyak untuk seluruh peserta giveaway yang luar biasa. Mimpi-mimpi dan harapan kalian semoga bisa terwujud di masanya nanti. Amin.

Dan satu orang yang beruntung pada giveaway kali ini adalaaaah:


Nama : Eka Sulistiana
Twitter : @ekasulistiana24


Selamaaaat! Jawabanmu berhasil memikat Satura KW :))) Saya tunggu data diri kamu di nurinawidiani84@gmail.com paling lambat 2x24 jam ya.

Bagi yang belum beruntung, jangan sedih karena blogtour masih akan berlanjut ke
kubikelromance.com (16-22 November 2015)
rizkymirgawati.blogspot.co.id (23-29 November 2015)

Sabtu, 07 November 2015

[Resensi: Sepatu sang Raja dan Dongeng-Dongeng Indah Lainnya - Djokolelono] Mendongeng Sambil Bersajak


Judul buku: Sepatu sang Raja dan Dongeng-Dongeng Indah Lainnya
Penulis: Djokolelono
Ilustrasi: Chandra Purnama, de Elite Team, Riwisoto
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: September 2015
Tebal buku: 96 halaman
ISBN: 978-602-03-2030-4
Available at: bukupedia.com



BLURB

Sepatu sang Raja dan Dongeng-Dongeng Indah Lainnya merupakan kumpulan dongeng yang sarat moral.
Lewat enam kisah di dalamnya,
anak-anak diajak untuk lebih memedulikan sesama,
menghargai kelebihan orang lain,
dan bertanggung jawab.

"Mendongeng merupakan pengalaman kreatif yang sangat menyenangkan bagi anak-anak.
Jangan sekadar membacakan dongeng-dongeng ini, tapi ceritakan dengan kata-kata dan gaya sendiri." (Djokolelono)

Enam dongeng dalam buku ini:
1. Sepatu sang Raja
2. Mawar yang Angkuh
3. Kamar Raffi
4. Si Utuk dan Si Meri
5. Ibing si Kecebong
6. Biri-biri yang Cerdik

RESENSI

Buku Sepatu sang Raja dan Dongeng-Dongeng Indah lainnya memuat enam cerita yang menggelitik rasa dan batin. Diiringi dengan ilustrasi yang menarik, dongeng-dongeng di dalamnya memberi pembaca pesan moral yang dalam.

1. Sepatu sang Raja
Dikisahkan seorang raja yang bijaksana hendak melakukan blusukan untuk mencari tahu keresahan rakyatnya. Ia pun menyamar dan menjelajah dari desa ke desa, dan dari kota ke kota. Sekembalinya raja ke istana, raja menunjukkan kakinya yang lecet-lecet dan berdarah. Keputusan apa yang diambil sang raja untuk mengatasinya? Bijaksanakah keputusan itu?

2. Mawar yang Angkuh
Semua penghuni hutan telah mengenal kecantikan bunga Mawar yang bak ratu. Keharuman dan keindahannya membuatnya selalu dipuji, hingga ia menjadi sombong. Bunga Matahari mencoba menasihati, tapi bunga Mawar makin menjadi-jadi bahkan mengejek Kaktus yang jelek. Hingga tibalah musim kemarau. Apakah Bunga Mawar akan tetap tinggi hati?

3. Kamar Raffi
Raffi memiliki kamar sendiri, sayang berantakannya setengah mati. Padahal, bukankah dengan memiliki kamar sendiri berarti Raffi harus bertanggung jawab terhadap kamarnya. Bunda selalu menegur, tapi Raffi selalu punya alasan. Bagaimana ya, cara Bunda memberi Raffi pelajaran agar mau membereskan kamarnya?

4. Si Utuk dan Si Meri
Utuk adalah seekor anak ayam yang bersahabat dengan Meri, si anak itik. Jika melihat Meri, Utuk selalu menertawakannya. Lihat saja, jari-jari kaki Meri bergandengan, mulutnya juga terlalu lebar! Dengan kekurangannya itu, bukankah Meri tak bisa mengais tanah dan mematuk cacing? Meri pun melemparkan tantangan pada Utuk. Apa tantangannya? Dan siapa yang menang?

5. Ibing si Kecebong
Ibing si kecebong merasa iri pada katak-katak muda karena mereka bisa keluar dari air. Ibing menganggap dirinya pasti mampu melompat-lompat di atas tanah, karena ia telah memiliki dua kaki belakang. Lagipula ia kuat. Ibing pun naik ke daratan. Tapi oh, apa yang akan terjadi ya, jika Ibing tetap nekat?

6. Biri-biri yang Cerdik
Seekor anak biri-biri yang nakal, suka sekali berlari menjauhi kawanannya yang sedang merumput. Kali ini ia pun bermain semakin jauh dari rombongannya. Tapi tiba-tiba, muncul serigala dari balik semak-semak. Serigala senang karena berhasil menemukan santapan. Lalu apa akal tang digunakan anak biri-biri agar bisa lolos? Dan apakah ia berhasil?

------------

Sepatu sang Raja dan Dongeng-dongeng Indah Lainnya langsung menjadi favorit putra-putra saya. Tentu karena ilustrasinya yang menarik, cerah dan full color dan dicetak di kertas glossy. Perpaduan warnanya menggambarkan keceriaan yang terbawa ketika membaca cerita-cerita di dalamnya.

Bahasa yang ditulis sederhana namun indah. Indah karena menggunakan bahasa berima. Hampir mirip seperti membaca sajak.

Di antara bunga-bunga itu,
sebatang pokok mawar tumbuh bagai ratu.
Bunganya mekar indah selalu,
menebar wangi ke semua penjuru
. (hlm. 26)

Diksi yang digunakan ini membuat putra saya bisa belajar pola berima. Pilihan katanya juga nggak terlalu sulit dibaca bagi anak yang sedang belajar membaca seperti putra saya. Bahkan saya sempat mengajarinya membaca buku dongeng ini dengan gaya deklamasi. Mereka senang sekali saat melakukannya. :))

Selipan moral di dalamnya pun sangat tepat karena menyangkut pola keseharian anak-anak. Beberapa anak suka mengejek teman karena berbeda, merasa diri paling hebat dan memandang rendah anak lain, juga bersikap gegabah dalam mengambil keputusan. Ada banyak hal yang bisa digali bersama anak dari dongeng-dongeng ini. Dan pemikiran mereka seusai menyelesaikan satu bacaan kadang luar biasa dan diluar perkiraan orangtua.

Mungkin yang agak kurang pas hanya cerita tentang Kamar Raffi yang lebih mengarah ke cerita anak daripada dongeng. Karena cerita lainnya adalah kisah fabel dan dongeng kerajaan, maka cerita Kamar Raffi ini menjadi anomali yang lebih mengarah ke realita kehidupan nyata.

Saya rekomendasikan buku dongeng ini bagi putra-putri kita tercinta. Karena mereka akan menemukan dongeng pengantar tidur yang indah dan gambar-gambar cantik yang akan membuat mereka tertarik.

Jumat, 06 November 2015

[Resensi: Blue Vino - K. Fischer] Kisah Cinta di Antara Rimbun Pohon Anggur


Judul buku: Blue Vino
Penulis: K. Fischer
Editor: Dini Novita Sari
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: November 2013
Tebal buku: 328 halaman
ISBN: 978-979-22-8019-7



BLURB

Mereka terdiam.
Tanpa kata, namun bukan tanpa makna.
Ketika cinta menebarkan mantranya,
sebuah senyum mampu membuka membuka seluruh bulir rasa.

Langenlois. Wilayah perkebunan anggur di selatan Austria itu menjadi tempat Roz menyembuhkan luka hati karena dikhianati rekan kerjanya.

Di tengah deretan pohon anggur serta penduduk pedesaan yang ramah dan menyenangkan, Roz berharap bisa menata lagi kehidupan pribadinya yang terlupakan demi ambisinya berkarier.

Bjorn Baum dan Dagny Kerulaner adalah dua pria yang membuat Roz menemukan sisi lain dirinya. Tapi tak disangka oleh Roz, satu dari dua pria tersebut melakukan hal keji yang nyaris membuat Roz melakukan kesalahan terbesar dalam hidupnya.

RESENSI

Semua berawal dari proyek Mesir. Roz si gila kerja yang merupakan perempuan tangguh di perusahaan baja, merasa ditikung oleh rekan kerjanya, Hubert. Proyek Mesir yang merupakan hasil pemikiran Roz diakui Hubert sebagai proyeknya dan membuat Hubert yang melenggang ke international meeting.
Merasa kesal dan ingin membuat Hubert kelimpungan, Roz mengunci file-file proyek di komputernya dan memutuskan untuk mengambil cuti. Cuti yang tak pernah diambilnya selama enam tahun masa kerjanya.
Roz pun mengambil liburan ke kampung halaman Lisa, sekretarisnya, ke kota wine terbesar di Austria.
Keluarga Lisa adalah pemilik Hennerhof sebuah guest house megah bergaya barok dan perkebunan anggur yang sering digunakan sebagai lokasi pernikahan, sehingga Lisa kadang harus pulang untuk membantu.
Di tempat itulah Roz bertemu dengan Dagny, pria brewok lusuh pemilik perkebunan anggur di sebelah Hennerhof, dan bertemu Bjorn, pria besar layaknya beruang yang memesona seperti Adonis.
Semakin lama di Hennerhof, semakin Roz jatuh pada pesona pria-pria itu. Sayangnya salah satu dari mereka punya rencana busuk ingin menjegal dan membeli Hennerhof. Di tengah kepanikan Lisa akan situasi keuangan Hennerhof dan kesehatan ibunya yang sama-sama memburuk, Roz harus menemukan cara untuk menyelamatkan harta leluhur sekretarisnya itu. Dan menemukan si penjahat tak punya hati yang sebenarnya.
Apakah Roz berhasil menyelamatkan Hennerhof? Siapa yang harus Roz percayai, Bjorn atau Dagny? Dan apakah international meeting dapat berjalan lancar tanpa kehadirannya?

------------

Blue Vino menjadi perkenalan pertama saya dengan karya K. Fischer. Menyenangkan rasanya membalik tiap lembar halaman novel ini karena suguhan settingnya yang menawan. Di perkebunan anggur! Di antara tegukan wine! Ini menjadi pengalaman membaca yang menarik.

Blue Vino diceritakan dengan sudut pandang orang ketiga namun terfokus pada Roz. Saya lebih banyak diajak menyelami pemikiran dan perasaan Roz, dan hal ini sempat membuat saya geregetan. Yaitu saat Roz dengan mudah membuat asumsi-asumsi hanya berdasar fisik, dengan betapa mudah Roz menilai dan menyimpulkan pribadi seseorang. Sebagai Project Manager yang sukses menyelesaikan banyak proyek, ternyata Roz nggak bisa membuat penilaian yang bijak tentang pria. Yah, tentunya karena hasrat dan perasaan ikut bermain. :))

Untuk karakter pria... wowowow!! Tadinya saya dibuat sama limbungnya seperti Roz oleh salah satu tokoh pria, sampai saya merasa dia jadi terlalu pemaksa. Saya nggak sebutkan tokoh yang mana biar kalian makin penasaran dan saya nggak spoiler, ya ;)
Chemistry antar tokohnya bagus banget. Tapi saya sih tetap merasa chemistry paling kuat adalah chemistry antara Roz dan Bjorn.

Yang menarik adalah diksi yang digunakan K. Fischer di Blue Vino. Ada banyak majas perbandingan dalam novel ini, menjadikannya kalimat yang cantik dan mudah dibayangkan.

Mereka larut dalam percakapan mereka. Tentang pekerjaan, tentang hidup, tentang dunia, tentang apa saja. Seperti dua bawang yang saling menanggalkan setiap lapisan mereka. Sampai semua dapat melihat inti yang telanjang. (hlm. 179)

Karena beberapa kali menemukan bentuk kalimat perbandingan yang memikat seperti di atas, saya sempat membawa novel ini di sesi pelajaran Bahasa Indonesia untuk dibahas bersama.
Namun saya merasakan kegamangan dalam dialog novel ini. Ada kalanya dialog ingin dibawa lebih santai dan informal, tapi ada kalanya baku dan formal. Berikut dua contoh kalimat dialog yang sama-sama diucapkan Roz pada Dagny yang menggunakan kata menyangatkan.

"Suka? Banget! Terima kasih banyak sudah membawaku ke sini." (hlm. 206)

"Begitu lama! Pantas nama kalian tidak seperti orang Austria kebanyakan." (hlm. 230)

Ada juga kata yang jarang digunakan dalam dialog informal:

"Kalau sudah selesai harap ditaruh di sini semua bawangnya." (hlm. 172)

Kata harap biasanya digunakan untuk situasi formal atau di lingkungan pekerjaan dan jarang sekali digunakan dalam keseharian. Mungkin karena bahasa asing biasa menggunakan kata please sebagai penyerta kalimat perintah, maka penulis menggunakan kata harap sebagai padanannya.

Ada beberapa kesalah cetak meski nggak mengganggu kenikmatan membaca:

* "Ah ya! Beruang!" Seru Roz menepuk jidat. Maaf... maaf... aku baru sadar arti namamu. Maaf." --> ... "Maaf... maaf... aku baru sadar.... (hlm. 40)
* ...itu tidak butuh jawaban --> ...itu tidak butuh jawaban. (hlm. 40)
* brengsek --> berengsek (hlm. 192)
* nomer --> nomor (hlm. 252)
* tertap --> tetap (hlm. 281)
* ...tidak akan aku ambil" --> ...tidak akan aku ambil." (hlm. 295)

Tentang judul Blue Vino sendiri saya masih meraba-raba maknanya hingga ke tengah cerita. Setelah tahu saya merasakan konsep yang romantis.
Kovernya keren dengan anggur yang bergelayutan di antara rimbunnya daun anggur. Berasa adem saat melihat dominasi warna hijau daun di latarnya.

Blue Vino memberi saya petualangan luar biasa di antara pepohonan anggur dan gelas wine. Ada pengetahuan baru yang saya dapat tentang wine dan pengolahannya. Juga ada makna yang menyengat dalam novel ini. Tentang kepercayaan dan nurani dalam berbisnis.
Bagi kalian yang ingin menikmati ciuman-ciuman panas dan berbahaya di perkebunan anggur, kalian harus baca novel ini. ;)

TEBAR-TEBAR QUOTE

"Jika saja kakakku masih hidup..."
"Jika tidak menjawab masalah." (hlm. 88)

"Mungkin aku takut menjadi tua seperti orangtuaku. Jika tidak melarikan diri dari masalah, atau membesar-besarkan masalah. Dua-duanya tidak menjawab apa-apa. Yang ada malah masalah makin menggunung dan meledak sekalian." (hlm. 177)

"Sayangnya tidak semua yang tampak seperti teman adalah benar teman." (hlm. 223)



Rabu, 04 November 2015

[Blogtour & Giveaway] P.S. I Still Love You - Jenny Han



Hai! Siapa di sini yang kangen dengan Lara Jean, si gadis unik di To All The Boys I've Loved Before? Siapa nih yang tadinya #TeamJosh? Apakah kalian ingin tetap mendukung Josh atau siap untuk jadi #TeamJohnAmbrose? Dan siapa di antara kalian yang kekeuh setia jadi #TeamPeter? :))

Untuk tahu jawabannya, kalian harus baca P.S. I Still Love You. Apa? Belum punya bukunya? Oohh... tenang jangan manyun, karena Penerbit Spring yang baik hati akan membagikan DUA novel P.S. I Still Love You buat kalian di blog ini ^^

Caranya mudah kok:

1. Peserta tinggal di Indonesia atau mempunyai alamat pengiriman di Indonesia.
2. Giveaway akan berlangsung selama 2 pekan, yaitu dari hari Rabu, 4 November 2015 - 18 November 2015. Pemenang akan diumumkan dalam 2-3 hari setelah penutupan.
3. Dipersilakan meninggalkan komentar di resensi P.S. I Still Love You di sini
4. Follow twitter @PenerbitSpring & @KendengPanali dan like fanpage Penerbit Spring di facebook juga ya.
5. Follow blog ini via GFC (Google Friend Connect) atau email.
6. Share giveaway ini dengan hashtag #GAPSISLY dan mention akun twitter saya dan Penerbit Spring.
7. Jawab pertanyaan berikut dengan mencantumkan nama, akun twitter, alamat email, dan link share. Pertanyaannya adalah:

Jika kamu terlibat skandal memalukan yang tersebar ke seluruh sekolah dan internet seperti Lara Jean, apa yang akan kamu lakukan untuk menghadapi penilaian orang-orang di luar sana?

8. Jika ada pemenang yang sama yang telah dipilih host yang lain, maka host berhak memilih ulang pemenang.
9. Pemenang diharuskan mengirim email konfirmasi ke nurinawidiani84@gmail.com, email ditunggu paling lambat 2x24 jam setelah pengumuman. Jika dalam waktu tersebut tidak ada konfirmasi apa pun, maka saya akan memilih pemenang lain.

Eits... selain giveaway ini masih ada Kuis Finale dari Penerbit Spring untuk mendapatkan novel P.S. I Still Love You dan paket Emerald Green Label lho.
Caranya kalian harus mengumpulan setiap keping pertanyaan dari seluruh host blogtour ini. Susun semua pertanyaan dan jawabannya ke dalam satu image dan poskan di wall fanpage Penerbit Spring. Jawabannya bisa kalian cari dengan membaca resensi dari host. Pertanyaan Kuis Finale dari blog ini adalah:



Simpan baik-baik ya pertanyaan dan jawabannya :)


Kalian juga bisa mengikuti blogtour dari Blog host lainnya:

1. Biondy Alfian: kireinasekai.blogspot.co.id
2. Fikriah Azhari: fikriah-bookaddict.blogspot.co.id
3. Tri Indah Permatasari: utsukijurnal.blogspot.co.id
4. Neski Andyni: escapeintofantasyworld.blogspot.co.id
5. Fransisca Susanti: bookluvluv.blogspot.co.id
6. Rany Dwi Tanti:  mizukeume.blogspot.co.id
7. Dini Y. Nurhasanah: dhynhanarun.blogspot.co.id
8. Sri Sulistyowati: kubikelromance.com
9. Dian S Putu Amijaya: dianputu26.blogspot.co.id
10. Neneng Lestari: ntarienovrizal.blogspot.co.id
11. Nurina Widiani: kendengpanali.blogspot.co.id (Here you are! ^^)
12. Abduraafi Andrian: bibliough.blogspot.co.id
13. Athaya Irfan: palapakelapakepala.blogspot.co.id
14. Maggie: iamnumberthirteen.blogspot.co.id

*****************************************

Dan kini tiba waktunya untuk mengumumkan dua orang yang beruntung mendapatkan novel P.S. I Still Love You, mereka adalah:

Deena @DEENAmond
dan
Veny @yutakaNoYuki

Selamaaat yaaa~ kalian akan saya hubungi untuk pengiriman data diri dan alamat pengiriman.

Bagi yang belum beruntung, jangan sedih. Kalian bisa mengikuti blogtour ini di blog yang lain. Selamat mencoba :)

[Blogtour & Resensi P.S. I Still Love You - Jenny Han] Ketika Jatuh Cinta pada Cinta



Judul buku: P.S. I Still Love You
Sekuel dari: To All The Boys I've Loved Before
Penulis: Jenny Han
Penerjemah: Airien Kusumawardani
Penerbit: Penerbit Spring
Tahun terbit: September 2015
Tebal buku: 356 halaman
ISBN: 978-602-71505-3-9
Available at: bukupedia.com



BLURB

Lara Jean tidak mengira akan benar-benar jatuh cinta pada Peter.

Dia dan Peter tadinya hanya berpura-pura. Tapi tiba-tiba saja mereka tidak lagi pura-pura. Sekarang, Lara Jean tambah bingung dengan perasaannya dan juga dengan situasi yang dia hadapi.

Saat seorang pemuda dari masa lalunya tiba-tiba kembali ke dalam kehidupannya, percikan yang pernah dia rasakan pun kembali.
Bisakah seorang gadis jatuh cinta pada dua pemuda sekaligus?

Buku ini adalah sekuel dari
To All the Boys I've Loved Before, tempat kita bisa merasakan cinta pertama lewat Lara Jean.

Cinta tidak pernah mudah, tapi mungkin itulah yang membuatnya luar biasa.

RESENSI

Lara Jean kembali menulis surat untuk Peter. Kali ini surat cintanya begitu panas karena ia mencurahkan segala perasaannya sebagai gadis 16 tahun yang sedang jatuh cinta dan menginginkan kekasihnya kembali.
Dan di malam Tahun Baru, akhirnya Lara Jean berbaikan dengan Peter dan kembali berpacaran. Pacaran sungguhan. Bukan lagi pacaran pura-pura seperti sebelumnya. Namun tetap saja, mereka menyepakati beberapa hal sebagai kontrak. Beberapa di antaranya mereka harus jujur satu sama lain dan tak boleh saling menyakiti hati.
Sayangnya bencana terjadi tepat sebelum hari pertama masuk sekolah. Seseorang telah merekam adegan ciuman panasnya dengan Peter di pemandian air panas dan diposting di akun instagram! Lara Jean hampir terpuruk kalau saja Margot, kakaknya yang sedang libur dari kuliahnya di Skotlandia, tidak ada di sisinya dan mendukungnya.
Lara Jean yakin bahwa Genevieve-lah dalang dibalik tersebarnya video itu, tapi Peter menolak percaya dan tetap membela mantan pacarnya. Lara Jean tentu saja sangat kesal.
Ketika itulah, datang surat dari John Ambrose McClaren sebagai balasan untuk surat cinta Lara Jean dulu. Mereka pun mulai saling berkirim surat.
Dan ketika John datang untuk bersama-sama Lara Jean, Chriss, Peter, Trevor dan Genevieve membuka kapsul waktu yang mereka kuburkan saat kelas tujuh, Lara Jean menyadari ia bisa saja jatuh cinta pada John.
Di tengah permainan Assasins-permainan memburu orang yang namanya tertulis di kertas yang mereka miliki-yang mereka mainkan seperti saat SMP dulu, Lara Jean akhirnya menemukan beberapa fakta. Fakta yang menyakitkan dan fakta yang membuatnya melayang. Tentang Peter, tentang John dan juga tentang rahasia Genevieve.
Siapa gadis yang paling istimewa bagi Peter? Siapa sebenarnya dalang dibalik video panas Lara Jean dan Peter? Dan apakah Lara Jean memilih John atau Peter? Hmm... sampai akhir pun pembaca masih dibuat meraba :)

---------------

This is it! P.S. I Still Love You yang saya tunggu-tunggu setelah dibuat penasaran oleh ending menggantung To All The Boys I've Loved Before.

Gaya bertutur Jenny Han begitu mengalir dalam novel ini, masih terasa lincah dan manis. Banyak adegan yang membuat meleleh, dialog yang membuat berdebar-debar, dan chemistry yang luar biasa kuat antar tokohnya.

Keluarga, persahabatan dan percintaan, semua memiliki porsi yang sama kuat dan berperan sama besar dalam novel ini.
Saya menangis ketika tiba di father and daughter moment antara Daddy dan Lara Jean. Aww... itu benar-benar adegan yang paling menyentuh. Selain adegan Peter menerjang ke panggung saat perkumpulan kelas junior dan dengan lantang mengancam si penyebar video, tentunya. :')

Karakternya sangat kuat. Peter tetap digambarkan sebagai pemuda yang narsis dan kekanakan. Saya tahu beberapa pembaca mungkin sebal dengan sikapnya yang seolah plin-plan di seri ini. Namun Jenny Han dengan cerdas menyelamatkan Peter dengan membuatnya sebagai gentleman begitu saya tahu rahasia Genevieve. Maksud saya, duh, cowok yang masih berusaha melindungi mantan, memang kelihatan brengsek. Tapi, saya justru melihat kedewasaan Peter dari caranya berusaha bertanggung jawab pada seseorang yang membutuhkannya.
Lara Jean adalah karakter kesayangan saya. Kuat, mandiri dan unik. Huhuuu... pengin deh belajar bikin kue-kue dari Lara Jean ^^
John menjadi karakter yang lebih manis dari Peter. Perlakuannya pada Lara Jean lebih lugas dan nggak ditahan-tahan. Dan dia memang cocok dijuluki Sundance Kid :))))

Konflik sudah mulai dimunculkan di awal kisah, menyebar dan menjalar hingga menimbulkan ombak yang makin besar. Ini membuat saya nggak bisa meninggalkan kisah ini demi mengikuti naik turunnya hubungan Lara Jean dan Peter. Hal menarik yang disoroti Jenny Han adalah, apakah seorang cewek bisa mencintai dua orang cowok dalam waktu bersamaan?
Hayoo ngaku deh yang pernah mengalami hal yang sama seperti Lara Jean. Awas aja baper. Haha...

Sayangnya penyelesaian konfliknya nggak sesuai ekspektasi saya. Endingnya nggak terlalu tegas, kurang melegakan bagi saya yang sudah panas dingin dibawa alur kisah ini. Tapi tetap saja manis dan dialog penutupnya romantis banget. Aihh... meleleh lagi deh.

Penerjemahannya bagus. Nggak ada kalimat yang rancu atau terbalik susunannya. Enak dibaca dan nggak ada typo.

P.S. I Still Love You benar-benar novel Young Adult yang membawa saya memaknai hubungan dengan Ayah dan saudara, hubungan dengan sahabat dan arti cinta yang bebas menyakiti.

Senangnya karena novel ini bisa diterbitkan di Indonesia oleh Penerbit Spring. Saya jadi penasaran dan nggak sabar dengan novel Penerbit Spring terbaru yaitu Attachment by Rainbow Rowell. Pastinya Attachment juga menyimpan kisah yang manis dan layak ditunggu ^^

TEBAR-TEBAR QUOTE

"Yah, aku masih menganggap kalau menangisi seseorang bukan hal yang menyedihkan. Itu hanya berarti kau sangat peduli pada mereka dan kau sedang sedih." (hlm. 30)

Inilah maksud Margot, standar ganda seperti ini. Cowok akan selalu jadi cowok, tapi cewek harus selalu berhati-hati—tentang tubuh kami, tentang masa depan kami, tentang cara orang lain menilai kami. (hlm. 73)

"Kalau dua orang memang berjodoh, mereka akan menemukan jalan untuk bisa bersama." (hlm. 138)

"Tubuhmu adalah milikmu, untuk kau lindungi dan kau nikmati. Siapa pun yang akan kau pilih untuk ambil bagian dalam kenikmatan itu, itu hakmu untuk memilih. Pilihlah dengan bijak." (hlm. 143)

Tubuhku adalah kuil yang tidak bisa dipuja oleh sembarang cowok.
Aku tidak mau melakukan lebih dari yang bersedia kulakukan. (hlm. 144)

"Hubungan seorang anak perempuan dengan ayahnya adalah hubungan dengan pria paling penting dalam kehidupannya. (hlm. 320)

"Kalau kau kehilangan seseorang dan rasanya masih menyakitkan, saat itulah kau tahu cinta kalian nyata." (hlm. 321)

Banyak orang yang keluar masuk di hidupmu. Untuk satu masa, mereka adalah duniamu, mereka segalanya. Lalu suatu hari mereka bukan lagi apa-apa bagimu. Kau tidak bisa tahu seberapa lama mereka akan berada di dekatmu. (hlm. 347)

Minggu, 01 November 2015

[Blogtour & Giveaway] Pengumuman Pemenang Blogtour Sudut Mati




Halloo... siapa nih yang kemarin ikutan blogtour & giveaway Sudut Mati? Senang sekali melihat teman-teman antusias menyambut novel thriller lokal karya Tsugaeda ini.
Setelah digelar selama tujuh hari, sekarang tiba waktunya buat saya mengumumkan siapa yang beruntung mendapatkan satu novel Sudut Mati.

Tapi sebelumnya saya ingin berterima kasih kepada 35 peserta blogtour yang sudah mengikuti dan berani menerima tantangan Titan untuk menjawab pertanyaannya. Jawaban kalian keren dan begitu positif. Salut untuk teman-teman :)

Setelah menimbang dan mengingat, maka saya mewakili Titan dan Grup Prayogo memutuskan yang berhak mendapatkan novel Sudut Mati adalah:

Afifah Mazaya
@afifahmazaya

Selamaaaatttt!! Hadiah bisa diambil di kantor Grup Prayogo :)))) *plak*
Sila kirimkan data diri, alamat lengkap serta nomor telepon yang bisa dihubungi ke nurinawidiani84@gmail.com, data diri kamu saya tunggu dalam 2x24 jam ya ^^

Bagi yang belum beruntung dan masih ingin mendapatkan novel Sudut Mati jangan kuatir, kalian masih punya kesempatan di dua blog berikutnya yang telah ditugaskan oleh Titan Prayogo:

1-7 Oktober destybacabuku.wordpress.com
8-14 Oktober ariansyahabo.blogspot.co.id

Dan nantikan juga keseruan di blog Nurina Mengeja Kata yang di bulan November ini akan ikut ambil bagian dalam:

- blogtour P.S. I Still Love You by Jenny Han bersama Penerbit Spring
- blogtour Menikahlah Denganku bersama Annisa Andrie
- blogtour Out of The Blue bersama Indah Hanaco

Tunggu tanggal mainnya dan jangan lupa ikutan yaaa :)))


 

Nurina mengeja kata Published @ 2014 by Ipietoon