Kamis, 20 Oktober 2016

[Resensi] You Are My Moon - Rompaeng

Judul buku: You Are My Moon
Penulis: Rompaeng
Penerjemah: Suchada Ung-Ampon, Wisnu Wardhana
Penyunting: K.P. Januswari
Proofreader: Titish A.K.
Design cover: Dedy Andrianto
Penerbit: Penerbit Haru
Tahun terbit: September 2016
Tebal buku: 296 halaman
ISBN: 978-602-7742-81-9



BLURB

Darika

Seorang gadis anak pengurus kuil sederhana. Hidupnya tiba-tiba berubah 180 derajat ketika seorang bangsawan kaya memintanya untuk bekerja sebagai bodyguard-nya. Tugas gadis itu adalah untuk melindungi sang bangsawan dari istri centil sahabatnya.


Juntharapanu

Seorang bangsawan tampan yang masih lajang. Dia mempekerjakan gadis sederhana yang blakblakan dan cerdas itu sebagai sekretaris pribadi sekaligus bodyguard-nya. Tapi, kenapa jantung Juntharapanu selalu berdetak lebih kencang ketika berdekatan dengan gadis itu?


RESENSI

Kehidupan Darika tadinya biasa-biasa saja. Sebagai cucu pengurus kuil yang hanya hidup bersama Kakek dan Ibunya, Darika perlu bekerja keras. Namun semua berubah ketika ia harus menjaga kondo milik sahabatnya. Rupanya ia bertetangga dengan Juntharakan, bangsawan tampan dan kaya raya yang baru saja kembali ke Thailand.
Juntharakan yang frustasi karena harus menghadapi trik Pitchaya, istri saudara sepupunya, meminta bantuan Darika untuk menjadi sekretarisnya. Darika yang cerdas dan blak-blakan dianggapnya mampu membuat Pitchaya mati kutu.
Namun rupanya semakin lama mereka terlibat bersama, semakin dalam perasaan mereka terhadap satu sama lain. Hanya saja ada Viwat di antara mereka. Kedekatan Darika dan Viwat membuat Juntharakan berniat mundur. Sementara Darika sendiri merasa tak berani mengharapkan pria sesempurna Juntharakan.
Akankah mereka berhasil menyingkirkan Pitchaya? Dan bisakah mereka jujur pada perasaan masing-masing?

--------------

Ini adalah pertama kalinya saya membaca Thai-lit, senang rasanya karena Penerbit Haru menghadirkan pengalaman baru bagi saya sehingga bisa menikmati bacaan dari penulis-penulis Asia.
Pada awalnya, tentu saya bingung dengan istilah-istilah sapaan yang asing bagi saya. Tapi jangan khawatir, ada catatan kaki yang akan memberi penjelasan bukan saja tentang sapaan, budaya tapi juga tempat-tempat yang menarik. Sungguh menjadi ilmu baru bagi saya.

You Are My Moon merupakan novel comedy-romance yang sedikit konyol. Novel ini menggunakan sudut pandang orang ketiga serba tahu. Karakternya memang berlebihan khas komedi, dan jujur tadinya saya merasa terganggu. Hanya saja lama-lama saya mulai menikmati kelebay-an kisah ini. Mungkin itu sebabnya novel ini diadaptasi menjadi drama Thailand, karena kegokilan dan kelebay-annya.
Namun tetap saja awalnya saya nggak sreg dengan novel ini, karena saya paling nggak suka disetir oleh penulis melalui narasinya. Dan beberapa kali Rompaeng memang melakukannya.

"Apa? Apa kau mengomeli Chaya?" Wanita yang menganggap dirinya sangat cantik itu cemberut. (hlm. 20)

Saya lebih suka menangkap kesan itu dari hasil membaca dan menyimpulkan sendiri, bukannya diarahkan. Tapi memang seperti itulah gaya bertutur Rompaeng dan mungkin di situlah kelucuannya.

Konflik kisah ini sangat menarik. Bukan hanya kisah cinderella dan pangeran yang biasa saja. Karena karakter Darika begitu menarik, lucu, berani dan blak-blakan. Tipe heroine favorit saya. Setiap kali Darika meng-KO Pitchaya dengan mulutnya yang lihai, saya bersorak dalam hati. Reaksi Pitchaya yang disindir dan dibantai oleh Darika pastilah layak ditunggu.
Sementara Juntharakan, meski saya nggak suka kesempurnaannya yang klise (sangat tampan, kaya, baik), tapi dia bisa lucu menggemaskan juga.
Bagi saya yang menarik justru adalah kehadiran ibu Juntharakan dan Pitchaya. Merekalah yang justru membuat kisah ini makin seru. Karakter mereka begitu kuat dan menjadikan kisah ini makin seru. Pitchaya yang begitu gigih ingin mendapatkan Juntharakan, dan ibu Juntharakan yang cerdas dan kocak yang berusaha menjauhkan Juntharakan dari Pitchaya.

Banyak tokoh yang muncul dalam novel ini. Saking banyaknya saya sampai kesusahan mengingat siapa dan apa perannya. Itu karena saya orang yang susah mengingat nama. Namun karena mereka begitu lucu, saya menganggap nggak masalah untuk berusaha mengingat-ingat siapa mereka.

Kalau ditanya tentang adegan favorit, banyak adegan favorit saya dalam novel ini. Semua begitu kocak secara alami, terutama yang melibatkan ibu Juntharakan. Saya suka di bagian si ibu memata-matai Juntharakan, Darika dan Viwat yang akhirnya tetap saja ketahuan. Hahaha..
Sementara untuk dialog favorit saya suka dengan ucapan Praguydao, ibu Juntharakan:

"Kau tidak bisa bersikap seperti ini terus kalau berhubungan dengan cinta. Kenapa kau tidak tanya saja pada Viwat untuk memastikan? Aku tidak pernah mengajarimu untuk menjadi seorang pengecut. Jika kau sangat menyukai Darika, bahkan meskipun ada sejuta Viwat, setidaknya kau bisa berusaha?" (hlm. 229)

Aaaah suka banget dengan kalimat itu. Memang kan, kalau yang namanya suka ya suka aja. Mengapa harus dipendam, mengapa harus disembunyikan hanya karena takut terluka? Apa pun hasilnya, bukankah lebih lega kalau kita sudah berusaha? Saya sih setuju banget dengan ibu Juntharakan.

Penerjemahannya bagus dan rapi. Nggak begitu kaku dan terasa luwes. Terutama di bagian dialog yang terasa sangat mengalir. Namun secara keseluruhan You Are My Moon mudah dinikmati.
You Are My Moon menjadi novel yang ringan, manis dan kocak. Bukan jenis novel menye-menye dan cheesy. Tapi ada kekuatan dan tekad kuat dalam kisah ini. Sungguh jadi pengalaman yang menarik membaca novel dari negeri Thailand ini.

Ikuti terus blog Nurina Mengeja Kata yaa.. Karena bakal ada satu eksemplar You Are My Moon yang saya bagikan gratis. Seusai postingan ini akan ada wawancara saya dengan dapur Penerbit Haru dan tentunya giveaway YAMM. So stay tune, gaeess 😉


16 komentar:

Humaira Balfas mengatakan...

Novelnya romcom, pasti bakal ketawa terus yang ada. Darika dan ibunya Jun pastinya klop abisn wkwkwk. Ternyata ga ka Nurina aja yang kesulitan di nama tokoh. Aku juga kalo baca novel Korea atau Jepang sering lupa nama dan ketuker jenis kelaminnya. Soalnya namanya ga bisa dipake buat bedain nama cewek atau cowok, hehehe.

Rasanya baca novel ini bakal bikin seger ya.

Usup Supriyadi mengatakan...

Dari blurbnya asyik dan kutipan yang Kak Nurina sajikan memang njleb banget, bikin semangat :)

farikha nisa mengatakan...

Kalau mengingat namanya emang agak susah kayaknya, Kak, aku penasaran seberapa blak-blakan nya si Darika yg bisa bikin kicep Pitchaya 😁 Dan penasaran bagaimana si penulis menyampaikan cerita dengan latar belakang negeri gajah putih itu.

farikha nisa mengatakan...

Kalau mengingat namanya emang agak susah kayaknya, Kak, aku penasaran seberapa blak-blakan nya si Darika yg bisa bikin kicep Pitchaya 😁 Dan penasaran bagaimana si penulis menyampaikan cerita dengan latar belakang negeri gajah putih itu.

Heni Susanti mengatakan...

Sejak nonton film A Little Crazy Thing-nya Mario Maurer aku baru ngeh kalau nama-nama orang Thailan itu unik. Walaupun panjang kadang panggilannya juga cuma satu suku kaya depan saja, kaya Jun. Dan kebanyakan film cinta-cintaan ala Thailand itu pasti gandengan sama komedi. Ternyata novelnya juga sama aja ya....iiihh, jadi pengen dibaperin sama Jun :D

nurina widiani mengatakan...

Haha iyaa.. Paling sering nemu nama tokoh terus bingung "eh ini tadi siapa, ya?" :)))

nurina widiani mengatakan...

Aaakk~ iyaa kutipan itu nendang banget >.<

nurina widiani mengatakan...

Hahaha itu yang paling seru. Tiap kali Darika vs Pitchaya :)))

Jauharotun Nihayati mengatakan...

Keren ihh... pengen baca sosok sempurna Juntarakhan dan meMulai otak untuk menghayalkan sosok itu di dunia nyata ( yahh sekalipun aku tau itu 1000 banding 1 ).
Meskipun klise hanya di buku, tp setidaknya karakter Jutarakhan dapat menjadi obat bagi kami para wanita yg menginginkan sosok sempurna d dunia nyata, lewat khayalan kami saat membaca.
😊 ohh Jutarakhan

Blajar pd Nature mengatakan...

Unik kak review dr kakak . bikin penasaran pingin baca bukunya :)

Silvy Rianingrum mengatakan...

"Kau tidak bisa bersikap seperti ini terus kalau berhubungan dengan cinta. Kenapa kau tidak tanya saja pada Viwat untuk memastikan? Aku tidak pernah mengajarimu untuk menjadi seorang pengecut. Jika kau sangat menyukai Darika, bahkan meskipun ada sejuta Viwat, setidaknya kau bisa berusaha?" (hlm. 229)

SOMEBODY PLEASE HELP MY LITTLE FRAGILE HEART

wawha cuza mengatakan...

Walaupun namanya ribet (karena aku juga susah ngingat nama) tapi nggak mengurasi rasa penasaranku dengan novel ini.

Putri Prama mengatakan...

Nama tokohnya asing banget, ya. Kalau korea sm Jepang udah agak biasa, kalo thailand kayaknya kudu banyak adaptasi sama nama2nya yg agak "aneh" begini wkwkwk

Noer Anggadila mengatakan...

setuju banget sama Putri, nama tokohnya asing hahaha. Penasaran sama ibu Juntharakan, sekocak apasih ceritanya kalau ada dia

Rani Daiki mengatakan...

Baca nama-namanya pasti bikin lidah sering keseleo wkwkwk, sensasi baru tuh,

nunaalia 79 mengatakan...

Kisah comedy romance? Wah ini sih genre yg aku suka banget, walaupun gemas dan kadang dibikin termehek-mehek dgn kisah cintanya, tapi jg ada komedinya yg bikin ketawa dan rasanya tuh menghibur banget. Pengen banget baca full kisah ini!

Posting Komentar

 

Nurina mengeja kata Published @ 2014 by Ipietoon