Sabtu, 26 Desember 2015

[Blogtour: Resensi] Meet Lame - Christian Simamora


Judul buku: Meet Lame
Penulis: Christian Simamora
Editor: Prisca Primasari
Designer sampul: Dwi Anissa Anindhika
Ilustrator isi: Mailoor
Penerbit: Twigora
Tahun terbit: November 2015
Tebal buku: viii + 296 halaman
ISBN: 978-602-70362-3-9
Book available at: Bukupedia.com





TAGLINE

I love you.
You love her.
He kissed me.

BLURB

Dear all,

Saat ini, aku sedang terlibat perasaan dengan dua cowok sekaligus.

JANIEL...
Bahkan sampai detik ini pun, Janiel masih belum ada tanda-tanda ngeh mengenai betapa patah hatinya aku karenanya. Yah, aku memang nggak ada rencana untuk memberi tahu sih—buat apa juga? Memangnya situasi bakal berubah? Memangnya Janiel punya perasaan terpendam juga padaku sehingga pernyataan cintaku itu mendorongnya untuk memutuskan Putri dan memacariku?

DANIEL...
Di hari perpisahan itu, aku melakukan sesuatu yang percuma juga untuk aku sesali. Daniel Kelvin Vincensius—itu nama panjangnya—mencuri ciuman dan keperawananku pada hari yang sama. Meninggalkan Indonesia beberapa jam kemudian. Membiarkan aku bertanya-tanya tentang arti kebersamaan singkat itu selama bertahun-tahun... sampai akhirnya aku capek sendiri.

JANIEL atau DANIEL?
Atau lebih baik nggak dua-duanya saja? Aku lagi nggak kepengen bermain-main dengan perasaan dan kebahagiaanku sendiri. Apalagi karena kamu dan aku sama-sama tahu: love hurts, love gives you pain.

You know what... FUCK LOVE! Maybe this is for the best. Sekian dan terima kasih.

Tertanda,

AKU YANG LAGI STRES SENDIRI


RESENSI

Saat sedang asyik membalas pertanyaan dan komentar para calon pembeli di lapak jualannya di facebook, Aku terkejut bukan kepalang mendapati message dari Janiel di inboxnya. Setelah sekian tahun tak bersua tiba-tiba saja Janiel muncul lagi di hidup Aku. Janiel, pria yang pernah ditaksir Aku di masa sekolah itu, dengan lugas meminta bantuan Aku agar mau menjadi mentornya sebagai wirausaha.
Maka dengan hati berdebar tak karuan, Aku pun setuju dan mengijinkan Janiel berkeliaran di dalam rumahnya agar Janiel bisa mempelajari sistem kerja bisnis online.
Perlakuan Janiel kepada Aku sungguh manis dan sempat membuat Aku merasa GR. Sayang, Aku harus dibuat patah hati lagi oleh Janiel dengan adanya Putri, pacar Janiel.
Ketika Aku sedang patah hati itulah, Daniel kembali. Daniel sosok yang amat sangat dibenci Aku karena menghilang tanpa kabar setelah Aku menyerahkan keperawanannya. Bertekad untuk mengusir Daniel dari rumahnya, Aku meminta bantuan Janiel untuk berpura-pura sebagai pacar Aku.
Sayangnya pesona Daniel yang dulu bisa menaklukkan Aku belum memudar. Aku mendapati dirinya masih mudah dilanda gairah saat berdekatan dengan Daniel.
Ketika dua pria itu memutuskan untuk mengejar dan menaklukkan Aku, siapa yang akan Aku pilih? Janiel atau Daniel? Bagaimana pula Aku menghadapi amukan Putri?

--------------

Jangan salah ya, meski salah satu tokoh dalam Meet Lame berinisial J, namun novel ini nggak termasuk dalam deretan novel jboyfriend melainkan novel lepas yang berdiri sendiri. Konsepnya unik dan kemasannya lain dari yang lain.
Meet Lame memang novel yang kocaknya kebangetan. Ide ceritanya yang biasa, dikemas dengan apik oleh Christian Simamora sehingga menjadikan novel ini benar-benar light and fun.

Tokoh perempuan dalam novel ini memang nggak bernama dan hanya disebutkan sebagai Aku, ini adalah keputusan penulis berdasarkan permintaan para pembaca di wattpad. Seru juga menurut saya, karena dengan begini pembaca bisa lebih mudah masuk ke dalam tokoh Aku.
Aku merupakan perempuan yang mandiri, ceplas-ceplos, gokil dan lumayan dramatis. Meskipun tubuhnya gendut tapi cuek dan nggak jaim waktu makan :)) Yang pasti, saya bakal suka kalau punya teman seperti Aku. Tapi ngomong-ngomong kenapa si Aku nggak punya teman dekat cewek ya? Padahal saya mau deh sahabatan sama dia.
Sedangkan Janiel... hufft seandainya saja ada mantan teman SMA saya yang masih hot kayak Janiel. Saya sampai ngoprek-ngoprek facebook nyari foto teman-teman SMA dulu yang kemungkinan bisa sebelas-duabelas sama Janiel, tapi nggak ada. Kebanyakan udah buncit. Hahaha~
Saya suka karakter Janiel yang manis dan sederhana. Perlakuannya memang manis banget terhadap Aku. Bukan mentang-mentang ganteng terus semena-mena sama perempuan gendut dan cuma mau manfaatin doang. Nooo!! Asli, Janiel ini tipe suamiable banget.
Karakter Daniel bisa dibilang tipe muka badak. Pedenyaaaaa selangit. Tapi salut deh sama perjuangan dia. Lagi-lagi kenapa nggak ada pria seganteng Daniel yang bertetangga dengan saya :p

Walau nggak bertabur barang branded dan kemewahan, tapi novel ini masih berciri khas. Apalagi kalau bukan istilah-istilah unik dan analogi-analogi 'kacau' yang tercermin dalam ucapan-ucapan dan pemikiran si tokoh Aku. Saya yakin, sejak membaca novel ini, pandangan saya terhadap alpenliebe nggak akan pernah sama lagi. Duh!

Ilustrasi juga jadi hal menarik dalam novel ini. Tentunya dengan dihiasi judul-judul bab yang kontroversial. Haha~ Sumpah, judulnya bikin ngakak, deh.
Sayangnya untuk ilustrasi, kenapa gambar si tokoh perempuan terlihat langsing? Padahal menurut cerita kan tokohnya berbadan besar?

Overall, Meet Lame menjadi bacaan yang ringan dan asyik untuk diikuti. Adegan kipasnya hanya sebatas ciuman yang masih wajar, jadi masih aman untuk pembaca usia dewasa muda.



***************CHALLENGE***************

Dan untuk tantangan dari Bang Ino, apalah yang bisa saya lakukan selain pasrah menjalankan *tutup muka*

Well, bagi yang sudah mengikuti blog tour dari awal pasti tahulah kalau para bloghost ditantang untuk berfoto bersama novel MEET LAME dengan pose ikonik 'Bryanboy Pose' yang diabadikan di iklan Fendi 2006.

Tapi yaaaaa namanya juga model KW, udah niat pun hasilnya nggak mirip >.< *pundung*




Sambil nyari recehan yang jatuh
buat beli Tiger in My Bed XD


19 komentar:

Penjaja Kata mengatakan...

Jadi pengen baca, kisahnya berwarna banget. Tapi kok ilustrasinya beda, ya? Jadi kayak liat iklan pelangsing yang pake ilustrasi before-after gitu deh. :D Hahhaa...

Salam kenal, mba.
http://penjajakata.com/

Ten Akatsuki mengatakan...

selain setuju sama mbak Nurina, kenapa temen SMA nggak ada yang kek Janiel, dan kenapa aku kagak punya tetangga macem Daniel (tetanggaku bocah semua X'D).. aku jadi tambah penasaran sama Meet Lame gegara mbak bilang 'pandangan saya terhadap alpenliebe nggak akan pernah sama lagi'. ada apa dengan alpenliebe? X"D

ahmad reza mengatakan...

Padahal sudah sering baca resensinya dari awal blogtour tapi masih tetep penasaranT_T waahh di sma saya dlu banyak yang kaya Janiel, hot hot tapi nakalnya ga ketolongan:'

yantinurhida mengatakan...

Tokoh cowoknya, Janiel dan Daniel terlalu memikat ya.. coba ada di kehidupan nyata :)

Sasti mengatakan...

"Sedangkan Janiel... hufft seandainya saja ada mantan teman SMA saya yang masih hot kayak Janiel. Saya sampai ngoprek-ngoprek facebook nyari foto teman-teman SMA dulu yang kemungkinan bisa sebelas-duabelas sama Janiel, tapi nggak ada. Kebanyakan udah buncit. Hahaha~"

Mbak, Sama!! Temen2 ku juga gitu. Katanya kalo nggak buncit bukan cowok subur.
Tapi, aku disini masuk Tim Daniel. Heheheee ..

Kiki Suarni mengatakan...

Penasaran ada apa dengan alpenliebe. Pengen ngerasain kocaknya jadi aku di novel ini.

Nur Annisa mengatakan...

Tiap liat covernya nih suka ga tahan sama yang brewokan *ehhh
Pasti si "Aku" galau deh ya dengan pilihan di depannya

btw, malah fokus ke foto hostnya :D

Annisa Widi Astuty mengatakan...

Saya pasti bisa naksir sama pemain cowoknya... OMG >,< kebiasaan deh.

Amre Lisha mengatakan...

ngincer buku ini.... ><
mau gaplokin si daniel pertama kali terus nendang si janiel yg suka bikin GR GR.

Amre Lisha mengatakan...

ngincer buku ini.... ><
mau gaplokin si daniel pertama kali terus nendang si janiel yg suka bikin GR GR.

Veny Prasetyowati mengatakan...

Hahaha, berarti habis membaca novel ini langsung pada nostalgia sama temen-temen cowok masa SMA ya ? pantes bang Ino bilang novel ini nostalgic, mengingatkan pada bagaimana kisah cinta masa SMA dari para pembacanya :)
Yang jelas saya berharap bisa melihat karakter Janiel dan Daniel ini di dunia nyata, pasti seru ya ? hehehe ...

Desty permata sari mengatakan...

Janiel dan Daniel.. dan segitiga ya? Selalu suka sama cinta segitiga.. bacanya bisa serasa diri ini diperebutkan haha

Nila Faizatun Nikmah mengatakan...

alpenliebe? wkwkwk. ada apa dengan alpenliebe?? XD

Frida Kurniawati mengatakan...

Ceweknya gendut? Baguslah, saya agak mulai bosan dg tokoh utama cewek yg langsing semampai cantik blahblahblah wkwk

nunaalia 79 mengatakan...

Duh, kalau punya teman SMA yg kayak Janiel, masih keren, saya juga pengen, tapi sayang gak seberuntung 'Aku' niy... :p

Iyagi Fiction Club (IFC) Kendari mengatakan...

Hm, masih "aman", ya? Syukurlah.... *gak jadi beli kipas*

Kitty mengatakan...

Ahhh... baca review ini jadi makin penasaran sama kisahnya. Semoga saja bisa menang giveawaynya jadi berkesempatan baca bukunya secara gratis!! Hihihi

Nova Indah Putri Lubis mengatakan...

Hahah... ada sisi lain dari Aku yang bisa aku temuin di review mbak nurina.... yes... makin nambah gambaran mengenai aku ini... oh iya mbak, nice pose... caption dibawah gambarnya itu lho... hihi...

Thanks for review mbak ^^

thiamelia mengatakan...

Baca reviewnya aku jadi penasaran sama sosok Janiel di novel ini, bagaimana dia bisa terpesona sama aku padahal udah punya pacar dan dari yang aku tau dia itu suka php in orang. Pengen tau gimana bencinya aku sama Daniel yang sekarang juga ngejar-ngejar dia.

Reviewnya keren ka

Posting Komentar

 

Nurina mengeja kata Published @ 2014 by Ipietoon